Silahkan analisis materi tsb dengan menggunakan bahasa anda sendiri, lalu lampirkan di forum diskusi yang akan disediakan. Terima kasih
Forum Analisis Materi
Nama : Silfia Marca Atika Apriliana
NPM : 2113053095
Kelas : 3G
Izin menyampaikan hasil analisis materi
NPM : 2113053095
Kelas : 3G
Izin menyampaikan hasil analisis materi
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin menyampaikan hasil analisis materi
NPM : 2113053077
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin menyampaikan hasil analisis materi
Nama : Angelia Agustin
NPM : 2113053162
Kelas : 3G
Izin menyampaikan hasil analisis saya terkait jurnal 1 dengan judul “Penerapan Bisnis Model Kanvas Dalam Penentuan Rencana Manajemen Usaha Kedelai Edamame Goreng”. Persaingan usaha yang sangat tinggi tentunya memacu semangat pelaku usaha untuk lebih meningkatkan produktivitas maupun sistem yang telah dimiliki. Salah satu cara yang digunakan perusahaan atau pelaku usaha untuk dapat bersaing dan berkembang adalah menciptakan strategi - strategi yang baru. Bisnis model kanvas juga dapat digunakan sebagai alat untuk memberikan usulan rancangan model bisnis yang baru yang akan diterapkan salah satu unit usaha baru CV. Melihat prospek usaha makanan ringan ke depan yang cukup menjanjikan dan tingginya persaingan serta berbagai permasalahan yang dihadapi, maka perlu dilakukan penelitian model bisnis usaha edamame goreng. Tujuan perencanaan bisnis model kanvas adalah untuk mengetahui perencanaan model bisnis terbaik usaha edamame goreng apabila diterapkan sebagai teknologi tepat guna di industri atau UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk penelitian yaitu kuisioner dan bebrapa alat pendukung dalam pengambilan data bisnis model kanvas. Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu edamame goreng dalam berbagai kemasan. Metode Penelitian Pada tahapan perencanaan bisnis model kanvas, beberapa hal yang harus dilakukan adalah menentukan hipotesis awal komponen-komponen dalam model bisnis kanvas untuk usaha edamame goreng.
Komponen-komponen bisnis dalam model bisnis awal ini kemudian diuji kesesuaiannya sehingga diperoleh perubahan-perubahan untuk perbaikan komponen-komponen model bisnis kanvas berdasarkan masukan-masukan yang ada. Tahapan dalam perancangan komponen-komponen dalam model bisnis kanvas untuk produk edamame goreng setelah penyusunan hipotesis awal adalah pengujian hipotesis dan verifikasi model bisnis. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran informasi, penjelasan, dan kondisi yang berkaitan Penerapan Bisnis Model Kanvas dalam Penentuan Rencana. Langkah pertama yang dilakukan dalam model bisnis kanvas adalah membuat hipotesis awal kemudian dikonfirmasikan kepada konsumen secara langsung dan tidak langsung (on line). Model bisnis kanvas terdiri dari sembilan komponen bisnis yang dapat dilihat pada Gambar 1. Model bisnis kanvas memiliki komponen bisnis. Kesembilan komponen bisnis yang ada pada model bisnis kanvas adalah sebagai berikut (urut dari kanan ke kiri): 1. Customer segment (CS), yaitu menentukan segmen target customer dari produksi edamame goreng yang akan dikembangkan, 2. Value proposition (VP), yaitu memperkirakan kebutuhan customer yang sudah diidentifikasi pada customer segment, 3. Customer relationship (CR), yaitu mendefinisikan hubungan antara sektor usaha dengan customer, 4. Channel (CH), yaitu suatu cara untuk mencapai customer, 5. Revenue stream (RS) yaitu representasi dari jalur penerimaan uang yang akan diterima dari setiap customer segment, 6. Key resource (KR) adalah sumber daya utama yang menjelaskan mengenai asset terpenting yang diperlukan dalam membuat model bisnis, 7. Key activities (KA) adalah kegiatan utama, 8. Key partners (KP) adalah kunci kemitraan yang menjelaskan jaringan pemasok dan mitra, 9. Cost structure (CR) adalah struktur biaya yang menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan.
NPM : 2113053162
Kelas : 3G
Izin menyampaikan hasil analisis saya terkait jurnal 1 dengan judul “Penerapan Bisnis Model Kanvas Dalam Penentuan Rencana Manajemen Usaha Kedelai Edamame Goreng”. Persaingan usaha yang sangat tinggi tentunya memacu semangat pelaku usaha untuk lebih meningkatkan produktivitas maupun sistem yang telah dimiliki. Salah satu cara yang digunakan perusahaan atau pelaku usaha untuk dapat bersaing dan berkembang adalah menciptakan strategi - strategi yang baru. Bisnis model kanvas juga dapat digunakan sebagai alat untuk memberikan usulan rancangan model bisnis yang baru yang akan diterapkan salah satu unit usaha baru CV. Melihat prospek usaha makanan ringan ke depan yang cukup menjanjikan dan tingginya persaingan serta berbagai permasalahan yang dihadapi, maka perlu dilakukan penelitian model bisnis usaha edamame goreng. Tujuan perencanaan bisnis model kanvas adalah untuk mengetahui perencanaan model bisnis terbaik usaha edamame goreng apabila diterapkan sebagai teknologi tepat guna di industri atau UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan untuk penelitian yaitu kuisioner dan bebrapa alat pendukung dalam pengambilan data bisnis model kanvas. Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu edamame goreng dalam berbagai kemasan. Metode Penelitian Pada tahapan perencanaan bisnis model kanvas, beberapa hal yang harus dilakukan adalah menentukan hipotesis awal komponen-komponen dalam model bisnis kanvas untuk usaha edamame goreng.
Komponen-komponen bisnis dalam model bisnis awal ini kemudian diuji kesesuaiannya sehingga diperoleh perubahan-perubahan untuk perbaikan komponen-komponen model bisnis kanvas berdasarkan masukan-masukan yang ada. Tahapan dalam perancangan komponen-komponen dalam model bisnis kanvas untuk produk edamame goreng setelah penyusunan hipotesis awal adalah pengujian hipotesis dan verifikasi model bisnis. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran informasi, penjelasan, dan kondisi yang berkaitan Penerapan Bisnis Model Kanvas dalam Penentuan Rencana. Langkah pertama yang dilakukan dalam model bisnis kanvas adalah membuat hipotesis awal kemudian dikonfirmasikan kepada konsumen secara langsung dan tidak langsung (on line). Model bisnis kanvas terdiri dari sembilan komponen bisnis yang dapat dilihat pada Gambar 1. Model bisnis kanvas memiliki komponen bisnis. Kesembilan komponen bisnis yang ada pada model bisnis kanvas adalah sebagai berikut (urut dari kanan ke kiri): 1. Customer segment (CS), yaitu menentukan segmen target customer dari produksi edamame goreng yang akan dikembangkan, 2. Value proposition (VP), yaitu memperkirakan kebutuhan customer yang sudah diidentifikasi pada customer segment, 3. Customer relationship (CR), yaitu mendefinisikan hubungan antara sektor usaha dengan customer, 4. Channel (CH), yaitu suatu cara untuk mencapai customer, 5. Revenue stream (RS) yaitu representasi dari jalur penerimaan uang yang akan diterima dari setiap customer segment, 6. Key resource (KR) adalah sumber daya utama yang menjelaskan mengenai asset terpenting yang diperlukan dalam membuat model bisnis, 7. Key activities (KA) adalah kegiatan utama, 8. Key partners (KP) adalah kunci kemitraan yang menjelaskan jaringan pemasok dan mitra, 9. Cost structure (CR) adalah struktur biaya yang menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan.
Nama : A. Zahra Intan Sucia
NPM : 2153053020
Kelas : 3G (PGSD)
Izin menyampaikan hasil analisis materi
NPM : 2153053020
Kelas : 3G (PGSD)
Izin menyampaikan hasil analisis materi
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Kelas : 3G
Prodi : PGSD
Izin melampirkan hasil analisis materi
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
NPM : 2153053038
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan hasil analisis
NPM : 2153053038
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan hasil analisis
Sebagai balasan Kiriman pertama
Re: Forum Analisis Materi
Nama : Diva Dzakyrani Shaliha
NPM : 2113053251
Kelas : 3G
NPM : 2113053251
Kelas : 3G
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin menyampaikan hasil analisis materi
NPM : 2113053013
Kelas/Prodi : 3G/PGSD
Izin menyampaikan hasil analisis materi
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 3G/PGSD
NPM : 2113053176
Kelas : 3G/PGSD
Nama : Devara Triamonica
NPM : 2113053039
Kelas : III (Tiga) G
Izin melampirkan hasil analisis
NPM : 2113053039
Kelas : III (Tiga) G
Izin melampirkan hasil analisis
Nama : Yusuf Barruly
NPM : 2113053103
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan tugas analisis materi yang berjudul "PENERAPAN BISNIS MODEL KANVAS DALAM PENENTUAN RENCANA
MANAJEMEN USAHA KEDELAI EDAMAME GORENG".
Business model canvas (BMC) adalah manajemen strategis dan template lean start-up untuk mengembangkan model bisnis baru atau mendokumentasikan model bisnis yang ada. Ini adalah bagan visual dengan elemen yang menjelaskan proposisi nilai perusahaan atau produk, infrastruktur, pelanggan, dan keuangan. Ini membantu perusahaan dalam kegiatan menyelaraskan mereka dengan menggambarkan potensi trade-off. Kanvas model bisnis berfokus pada ide menciptakan nilai dalam bisnis. Tujuan implementasi BMC adalah untuk menentukan yang terbaik perencanaan bisnis edamame goreng, bila diterapkan pada industri atau UMKM (Mikro, Kecil danUsaha Menengah).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi model bisnis produk edamame goreng berada pada nilai komponen proposisi adalah minyak goreng yang renyah, alami, berlabel dan diaplikasikan baik untuk digunakan. itu komponen segmen pelanggan adalah pembeli seluruh Kabupaten Jember termasuk laki-laki dan wanita di atas 20 tahun dengan pendapatan menengah. Komponen aliran pendapatan adalah edamame goreng penjualan produk, penjualan minyak terpakai, dan penjualan kulit edamame kepada petani, sedangkan saluran komponen adalah penjualan langsung dan pengecer untuk produk edamame goreng.
NPM : 2113053103
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan tugas analisis materi yang berjudul "PENERAPAN BISNIS MODEL KANVAS DALAM PENENTUAN RENCANA
MANAJEMEN USAHA KEDELAI EDAMAME GORENG".
Business model canvas (BMC) adalah manajemen strategis dan template lean start-up untuk mengembangkan model bisnis baru atau mendokumentasikan model bisnis yang ada. Ini adalah bagan visual dengan elemen yang menjelaskan proposisi nilai perusahaan atau produk, infrastruktur, pelanggan, dan keuangan. Ini membantu perusahaan dalam kegiatan menyelaraskan mereka dengan menggambarkan potensi trade-off. Kanvas model bisnis berfokus pada ide menciptakan nilai dalam bisnis. Tujuan implementasi BMC adalah untuk menentukan yang terbaik perencanaan bisnis edamame goreng, bila diterapkan pada industri atau UMKM (Mikro, Kecil danUsaha Menengah).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi model bisnis produk edamame goreng berada pada nilai komponen proposisi adalah minyak goreng yang renyah, alami, berlabel dan diaplikasikan baik untuk digunakan. itu komponen segmen pelanggan adalah pembeli seluruh Kabupaten Jember termasuk laki-laki dan wanita di atas 20 tahun dengan pendapatan menengah. Komponen aliran pendapatan adalah edamame goreng penjualan produk, penjualan minyak terpakai, dan penjualan kulit edamame kepada petani, sedangkan saluran komponen adalah penjualan langsung dan pengecer untuk produk edamame goreng.
Nama : Vivia Febbrilian Agrifina
NPM : 2113053050
Kelas : 3 G
Izin melampirkan hasil analisis Jurnal
NPM : 2113053050
Kelas : 3 G
Izin melampirkan hasil analisis Jurnal
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110
Kelas: 3G
NPM: 2113053110
Kelas: 3G
Nama : Dwi Nur Azizah
Npm : 2113053178
Kelas : 3G
Npm : 2113053178
Kelas : 3G
Assalamualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan,
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030
Izin memaparkan hasil analisis saya,
Perkenalkan,
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030
Izin memaparkan hasil analisis saya,
Nama : frenika supiyati
NPM : 2113053075
Kelas : 3G
Izin menyampaikan hasil analisis mater
NPM : 2113053075
Kelas : 3G
Izin menyampaikan hasil analisis mater
Nama : Kadek Asih Septiyani
NPM : 2113053213
Kelas : 3G
Izin melampirkan hasil analisis materi di pertemuan 15 ini
NPM : 2113053213
Kelas : 3G
Izin melampirkan hasil analisis materi di pertemuan 15 ini
Assalamualaikum Warrahmatullahi wabarakatuh
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas: 3G
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas: 3G
Izin mengirimkan hasil analisis jurnal
Nama : Lisa Ariyanti
NPM : 2113053083
izin menyampaikan hasil analisis saya terkait artikel yang berjudul "Penerapatan bisnis model kanvas dalam penentuan rencana manajemen usaha kedelai Edamame goreng" yang ditulis oleh Novitha Herawati, Triana Lindriati, dan Ida Bagus Suryaningrat. Artikel ini membahas terkait bisnis model kanvas sebagai sebuah strategi manajemen dan belajar enggunakan template untuk memudahkan dalam membuat sebuah dokumen laporan. Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam melakukan analisis sebuah bisnis usaha. Edamame goreng ini adalah salah satu inovasi pengembangan produk pangan olahan edamame, memiliki cita rasa nikmat dan memiliki nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan kondisi segarnya. Persaingan bisnis semakin berat dan ketat setiap perusahaan selalu dituntut ntuk berkembang. salah satu cara yang digunakan perusahaan atau pelaku usaha untuk dapat bersaing adalah dengan menciptakan strategi-strategi yang baru, dimana strategi ini nantinya mampu mnjawab kegelisahan yang selama ini ditakutkan. hasil dan pembahasannya pun dijabarkan dengan diawali hipotesis awal yang telah dijabarkan di artikel dengan singkat, kemudian dilakuan juga pengujian masalah yang diperlihatkan dengan diagram, kemudian pengujian solusi, verivikasi model bisnis yang mana setiap pembuktian ditunjukkan dengan bukti yang akurat dan telah dibuktikan dengan hasil dari penelitian.
NPM : 2113053083
izin menyampaikan hasil analisis saya terkait artikel yang berjudul "Penerapatan bisnis model kanvas dalam penentuan rencana manajemen usaha kedelai Edamame goreng" yang ditulis oleh Novitha Herawati, Triana Lindriati, dan Ida Bagus Suryaningrat. Artikel ini membahas terkait bisnis model kanvas sebagai sebuah strategi manajemen dan belajar enggunakan template untuk memudahkan dalam membuat sebuah dokumen laporan. Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam melakukan analisis sebuah bisnis usaha. Edamame goreng ini adalah salah satu inovasi pengembangan produk pangan olahan edamame, memiliki cita rasa nikmat dan memiliki nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan kondisi segarnya. Persaingan bisnis semakin berat dan ketat setiap perusahaan selalu dituntut ntuk berkembang. salah satu cara yang digunakan perusahaan atau pelaku usaha untuk dapat bersaing adalah dengan menciptakan strategi-strategi yang baru, dimana strategi ini nantinya mampu mnjawab kegelisahan yang selama ini ditakutkan. hasil dan pembahasannya pun dijabarkan dengan diawali hipotesis awal yang telah dijabarkan di artikel dengan singkat, kemudian dilakuan juga pengujian masalah yang diperlihatkan dengan diagram, kemudian pengujian solusi, verivikasi model bisnis yang mana setiap pembuktian ditunjukkan dengan bukti yang akurat dan telah dibuktikan dengan hasil dari penelitian.
Mesy Arsita_2113053300
Dari jurnal yang saya analisis tentang PENERAPAN BISNIS MODEL KANVAS DALAM
PENENTUAN RENCANA MANAJEMEN USAHA KEDELAI EDAMAME GORENG
Jurnal ditulis oleh Novitha Herawati, Triana Lindriati dan Ida Bagus Suryaningrat
Usaha mikro dan kecil tumbuh subur di Indonesia, ketika krisis moneter meluas menjadi krisis
multi-dimensi yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Krisis ini ternyata memotivasi
pertumbuhan sektor usaha kecil yang semakin hari semakin menyerap tenaga kerja dan semakin
memperkuat inovasiinovasi pengembangan usaha kecil. Edamame goreng merupakan salah satu
inovasi pengembangan produk pangan olahan edamame, memiliki cita rasa nikmat dan memiliki
nutrisi yang tidak jauh beda dengan kondisi segarnya. Edamame goreng merupakan camilan
ringan yang dapat dipasarkan lebih luas, lebih tahan lama, praktis, ekonomis dan lebih
memuaskan konsumen. Business model canvas (BMC) memiliki keunggulan dalam analisis
model bisnis yaitu mampu mengambarkan secara sederhana dan menyeluruh terhadap kondisi
suatu perusahaan saat ini berdasarkan segmen konsumen, value yang ditawarkan, jalur
penawaran nilai, hubungan dengan pelangan, aliran pendapatan, aset vital, mitra kerja sama,
serta struktur biaya yang dimiliki. Melihat prospek usaha makanan ringan ke depan yang cukup
menjanjikan dan tingginya persaingan serta berbagai permasalahan yang dihadapi, maka perlu
dilakukan penelitian model bisnis usaha edamame goreng. Tujuan perencanaan bisnis model
kanvas adalah untuk mengetahui perencanaan model bisnis terbaik usaha edamame goreng
apabila diterapkan sebagai teknologi tepat guna di industri atau UMKM.
Model bisnis kanvas memiliki komponen bisnis. Kesembilan komponen bisnis yang ada pada
model bisnis kanvas adalah sebagai berikut (urut dari kanan ke kiri):
1. Customer segment (CS), yaitu menentukan segmen target customer dari produksi
edamame goreng yang akan dikembangkan,
2. Value proposition (VP), yaitu memperkirakan kebutuhan customer yang sudah
diidentifikasi pada customer segment,
3. Customer relationship (CR), yaitu mendefinisikan hubungan antara sektor usaha dengan
customer,
4. Channel (CH), yaitu suatu cara untuk mencapai customer,
5. Revenue stream (RS) yaitu representasi dari jalur penerimaan uang yang akan diterima
dari setiap customer segment,
6. Key resource (KR) adalah sumber daya utama yang menjelaskan mengenai asset
terpenting yang diperlukan dalam membuat model bisnis,
7. Key activities (KA) adalah kegiatan utama,
8. Key partners (KP) adalah kunci kemitraan yang menjelaskan jaringan pemasok dan mitra,
9. Cost structure (CR) adalah struktur biaya yang menggambarkan semua biaya yang
dikeluarkan.
Kesimpulan pada jurnal yaitu Perencanaan model bisnis terbaik usaha edamame goreng terletak
pada komponen value proposition pada model bisnis kanvas adalah renyah, alami, kemasan
berstiker, dan penggunaan minyak goreng yang baik. Komponen customer segment adalah
pembeli seluruh wilayah Kabupaten Jember, pria dan wanita pada rentang usia di atas 20 tahun
dengan penghasilan menengah ke atas. Komponen revenue stream adalah penjualan produk
edamame goreng, penjualan minyak yang tidak terpakai, penjualan kulit edamame kepada
peternak. Selain itu, komponen channels yang digunakan pada usaha edamame goreng adalah
direct selling dan retailer di lingkungan Kabupaten Jember.
Dari jurnal yang saya analisis tentang PENERAPAN BISNIS MODEL KANVAS DALAM
PENENTUAN RENCANA MANAJEMEN USAHA KEDELAI EDAMAME GORENG
Jurnal ditulis oleh Novitha Herawati, Triana Lindriati dan Ida Bagus Suryaningrat
Usaha mikro dan kecil tumbuh subur di Indonesia, ketika krisis moneter meluas menjadi krisis
multi-dimensi yang menimpa Indonesia sejak tahun 1997. Krisis ini ternyata memotivasi
pertumbuhan sektor usaha kecil yang semakin hari semakin menyerap tenaga kerja dan semakin
memperkuat inovasiinovasi pengembangan usaha kecil. Edamame goreng merupakan salah satu
inovasi pengembangan produk pangan olahan edamame, memiliki cita rasa nikmat dan memiliki
nutrisi yang tidak jauh beda dengan kondisi segarnya. Edamame goreng merupakan camilan
ringan yang dapat dipasarkan lebih luas, lebih tahan lama, praktis, ekonomis dan lebih
memuaskan konsumen. Business model canvas (BMC) memiliki keunggulan dalam analisis
model bisnis yaitu mampu mengambarkan secara sederhana dan menyeluruh terhadap kondisi
suatu perusahaan saat ini berdasarkan segmen konsumen, value yang ditawarkan, jalur
penawaran nilai, hubungan dengan pelangan, aliran pendapatan, aset vital, mitra kerja sama,
serta struktur biaya yang dimiliki. Melihat prospek usaha makanan ringan ke depan yang cukup
menjanjikan dan tingginya persaingan serta berbagai permasalahan yang dihadapi, maka perlu
dilakukan penelitian model bisnis usaha edamame goreng. Tujuan perencanaan bisnis model
kanvas adalah untuk mengetahui perencanaan model bisnis terbaik usaha edamame goreng
apabila diterapkan sebagai teknologi tepat guna di industri atau UMKM.
Model bisnis kanvas memiliki komponen bisnis. Kesembilan komponen bisnis yang ada pada
model bisnis kanvas adalah sebagai berikut (urut dari kanan ke kiri):
1. Customer segment (CS), yaitu menentukan segmen target customer dari produksi
edamame goreng yang akan dikembangkan,
2. Value proposition (VP), yaitu memperkirakan kebutuhan customer yang sudah
diidentifikasi pada customer segment,
3. Customer relationship (CR), yaitu mendefinisikan hubungan antara sektor usaha dengan
customer,
4. Channel (CH), yaitu suatu cara untuk mencapai customer,
5. Revenue stream (RS) yaitu representasi dari jalur penerimaan uang yang akan diterima
dari setiap customer segment,
6. Key resource (KR) adalah sumber daya utama yang menjelaskan mengenai asset
terpenting yang diperlukan dalam membuat model bisnis,
7. Key activities (KA) adalah kegiatan utama,
8. Key partners (KP) adalah kunci kemitraan yang menjelaskan jaringan pemasok dan mitra,
9. Cost structure (CR) adalah struktur biaya yang menggambarkan semua biaya yang
dikeluarkan.
Kesimpulan pada jurnal yaitu Perencanaan model bisnis terbaik usaha edamame goreng terletak
pada komponen value proposition pada model bisnis kanvas adalah renyah, alami, kemasan
berstiker, dan penggunaan minyak goreng yang baik. Komponen customer segment adalah
pembeli seluruh wilayah Kabupaten Jember, pria dan wanita pada rentang usia di atas 20 tahun
dengan penghasilan menengah ke atas. Komponen revenue stream adalah penjualan produk
edamame goreng, penjualan minyak yang tidak terpakai, penjualan kulit edamame kepada
peternak. Selain itu, komponen channels yang digunakan pada usaha edamame goreng adalah
direct selling dan retailer di lingkungan Kabupaten Jember.