Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002
Artikel Society 5.0: Balancing of Industry 4.0, Economic Advancement membahas tentang bagaimana era society ini menyeimbangkan kemajuan teknologi industri pada industry 4.0 yang cenderung berfokus pada otomatisasi, digitalisasi, dan produktivitas dengan manusia sebagai pusat pembangunan. pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa keseimbangan sosial dapat menimbulkan kesenjangan, pengangguran, dan melemahnya nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Society 5.0 mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan bahwa inovasi teknologi mendukung kualitas hidup manusia. Selain itu, konsep ini juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dan etika dalam penerapan teknologi.
Artikel Society 5.0: Aiming for a New Human-Centered Society menjelaskan bahwa konsep Society 5.0 sebagai visi pembangunan masyarakat masa depan yang berpusat pada manusia (human-centered society) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Artikel ini menekankan bahwa pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penyelesaian masalah sosial serta prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Society 5.0 diposisikan sebagai kelanjutan dari Society 4.0 (masyarakat informasi), dengan penekanan pada inklusivitas, kesejahteraan, dan partisipasi seluruh warga tanpa meninggalkan kelompok rentan. Dengan demikian, teknologi dipandang sebagai alat untuk melayani manusia dan masyarakat secara luas, bukan tujuan akhir pembangunan.
Kedua artikel diatas sama-sama menegaskan bahwa kemajuan Industri 4.0 dan ekonomi digital tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diseimbangkan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
NPM : 2523031002
Artikel Society 5.0: Balancing of Industry 4.0, Economic Advancement membahas tentang bagaimana era society ini menyeimbangkan kemajuan teknologi industri pada industry 4.0 yang cenderung berfokus pada otomatisasi, digitalisasi, dan produktivitas dengan manusia sebagai pusat pembangunan. pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa keseimbangan sosial dapat menimbulkan kesenjangan, pengangguran, dan melemahnya nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Society 5.0 mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan bahwa inovasi teknologi mendukung kualitas hidup manusia. Selain itu, konsep ini juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dan etika dalam penerapan teknologi.
Artikel Society 5.0: Aiming for a New Human-Centered Society menjelaskan bahwa konsep Society 5.0 sebagai visi pembangunan masyarakat masa depan yang berpusat pada manusia (human-centered society) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Artikel ini menekankan bahwa pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penyelesaian masalah sosial serta prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Society 5.0 diposisikan sebagai kelanjutan dari Society 4.0 (masyarakat informasi), dengan penekanan pada inklusivitas, kesejahteraan, dan partisipasi seluruh warga tanpa meninggalkan kelompok rentan. Dengan demikian, teknologi dipandang sebagai alat untuk melayani manusia dan masyarakat secara luas, bukan tujuan akhir pembangunan.
Kedua artikel diatas sama-sama menegaskan bahwa kemajuan Industri 4.0 dan ekonomi digital tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diseimbangkan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.