Posts made by Siti Aminah

PKDIPS2025 -> Summary Jurnal

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Artikel Society 5.0: Balancing of Industry 4.0, Economic Advancement membahas tentang bagaimana era society ini menyeimbangkan kemajuan teknologi industri pada industry 4.0 yang cenderung berfokus pada otomatisasi, digitalisasi, dan produktivitas dengan manusia sebagai pusat pembangunan. pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa keseimbangan sosial dapat menimbulkan kesenjangan, pengangguran, dan melemahnya nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Society 5.0 mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan bahwa inovasi teknologi mendukung kualitas hidup manusia. Selain itu, konsep ini juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dan etika dalam penerapan teknologi.

Artikel Society 5.0: Aiming for a New Human-Centered Society menjelaskan bahwa konsep Society 5.0 sebagai visi pembangunan masyarakat masa depan yang berpusat pada manusia (human-centered society) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Artikel ini menekankan bahwa pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penyelesaian masalah sosial serta prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Society 5.0 diposisikan sebagai kelanjutan dari Society 4.0 (masyarakat informasi), dengan penekanan pada inklusivitas, kesejahteraan, dan partisipasi seluruh warga tanpa meninggalkan kelompok rentan. Dengan demikian, teknologi dipandang sebagai alat untuk melayani manusia dan masyarakat secara luas, bukan tujuan akhir pembangunan.

Kedua artikel diatas sama-sama menegaskan bahwa kemajuan Industri 4.0 dan ekonomi digital tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diseimbangkan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.

PKDIPS2025 -> Diskusi

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Fenomana globalisasi membawa perubahan besar terhadap bebarapa aspek kehidupan masyarakat Indonesia, antara lain dalam bidang ekonomi, budaya, dan teknologi. Di satu sisi, globalisasi memberikan banyak manfaat seperti kemajuan teknologi, terbukanya peluang ekonomi, dan akses pengetahuan yang luas. Namun di sisi lain, globalisasi juga berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal dan melemahkan rasa kebangsaan, terutama pada generasi muda yang lebih akrab dengan budaya global dibandingkan budaya daerahnya sendiri.

Dalam konteks tersebut, penanaman budaya dan kearifan lokal menjadi upaya penting untuk membangkitkan dan memperkuat rasa kebangsaan Indonesia. Kearifan lokal merupakan nilai-nilai luhur yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, seperti gotong royong, musyawarah, toleransi, serta penghormatan terhadap alam dan sesama. Nilai-nilai ini mencerminkan identitas bangsa Indonesia yang berakar pada keberagaman budaya. Dengan mengenalkan kearifan lokal, masyarakat tidak hanya belajar tentang tradisi, tetapi juga memahami makna kebersamaan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa.

PKDIPS2025 -> Summary

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Summary Studi Sosial Tema Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi dan bisnis tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial manusia. Ekonomi tidak hanya dipahami sebagai proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa, tetapi juga sebagai aktivitas sosial yang dipengaruhi oleh nilai, norma, budaya, dan perkembangan teknologi. Dalam studi sosial, ekonomi dan bisnis dikaji tidak hanya dari sisi keuntungan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan sosial, keadilan, dan keberlanjutan. Oleh karena itu, penting bagi individu dan masyarakat untuk memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis, dan etika ekonomi dalam menghadapi perubahan tersebut. Pendidikan IPS memiliki peran yang strategis dalam membekali peserta didik dengan pemahaman tentang dinamika ekonomi mikro dan makro, sehingga mereka mampu menjadi pelaku ekonomi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama di tengah perubahan ekonomi global yang dinamis.

PKDIPS2025 -> Diskusi

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Perkembangan ipteks tidak pernah terlepas dari sektor ekonomi karena ekonomi menjadi ruang untuk IPTEKS diterapkan. Kemajuan IPTEKS menjadi jawaban untuk memudahkan berbagai kegiatan ekonomi seperti kemudahan dalam memproduksi, mendistribusi dan mengonsumsi barang atau jasa dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, IPTEKS dan ekonomi memiliki hubungan timbal balik dimana perkembangan ipteks mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara kebutuhan ekonomi menjadi pendorong utama lahirnya inovasi teknologi.

Dalam konteks modernisasi ekonomi, penting bagi manusia untuk beradaptasi karena digitalisasi telah mengubah cara manusia bekerja, berwirausaha, dan mengambil keputusan ekonomi. Tanpa adanya kemauan beradaptasi, seseorang berisiko tertinggal dan tersisih dari sistem ekonomi yang semakin kompetitif.

Upaya yang dapat dilakukan manusia agar tetap survive dalam kehidupan yang sangat dinamis dan tidak tergerus dalam digitalisasi ekonomi yang sangat pesat saat ini adalah dengan membangun sikap kewirausahaan yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan pasar. Dalam ekonomi digital, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh modal besar, tetapi oleh kemampuan membaca peluang, memanfaatkan teknologi, dan beradaptasi dengan cepat. Hal inilah yang memungkinkan industri kecil dan menengah bertransformasi menjadi pelaku ekonomi global, sebagaimana ditunjukkan oleh banyaknya UMKM yang kini menjadi eksportir melalui platform e-commerce dan mampu bersaing dengan perusahaan multinasional.

Sebagai calon pengembang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sudah seharusnya pembelajaran IPS dirancang secara kontekstual yang relevan dengan realitas ekonomi saat ini. Pembelajaran IPS tidak lagi cukup berfokus pada konsep ekonomi klasik secara teoritis, tetapi harus mengaitkan perubahan ekonomi mikro dan makro dengan kehidupan nyata peserta didik. Dalam praktiknya, pembelajaran IPS dapat dirancang berbasis konteks dan problem nyata, seperti studi kasus UMKM digital, simulasi perdagangan online, analisis perubahan pekerjaan akibat teknologi, serta diskusi tentang peluang dan tantangan ekonomi digital.

PKDIPS2025 -> Diskusi

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Dalam sepuluh tahun terakhir, fenomena alam khususnya bencana seperti banjir bandang semakin sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang, Sibolga, dan Tapanuli menunjukkan bahwa perubahan fenomena alam tidak dapat dilepaskan dari aktivitas manusia. Secara alami, wilayah-wilayah tersebut memiliki curah hujan tinggi dan kondisi topografi berbukit hingga pegunungan, namun intensitas dan dampak bencana semakin besar akibat perubahan lingkungan yang dipicu oleh manusia.

Aktivitas manusia seperti pembukaan lahan hutan, alih fungsi kawasan resapan air, penebangan pohon secara tidak terkendali, serta pembangunan permukiman di daerah aliran sungai memperbesar risiko terjadinya banjir bandang. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap air hujan kehilangan perannya, sehingga air hujan langsung mengalir ke sungai dengan volume besar dan kecepatan tinggi. Kondisi ini terlihat jelas pada banjir bandang di Aceh Tamiang dan wilayah Tapanuli, di mana kerusakan lingkungan di hulu sungai memperparah dampak bencana di wilayah hilir.

Di sisi lain, fenomena alam tersebut menunjukkan bahwa manusia tidak hanya menjadi penyebab, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi alam bagi generasi mendatang. Upaya pelestarian hutan, pengelolaan daerah aliran sungai, penataan ruang yang berwawasan lingkungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. Tanpa keterlibatan aktif manusia dalam menjaga keseimbangan alam, bencana seperti banjir bandang akan terus berulang dengan dampak yang semakin besar.

Dengan demikian, korelasi antara manusia dan perubahan fenomena alam bersifat timbal balik. Alam memberikan kehidupan bagi manusia, namun manusia juga bertanggung jawab menjaga keberlanjutan alam tersebut. Kasus banjir bandang di Aceh Tamiang, Sibolga, dan Tapanuli menjadi pelajaran penting bahwa keberlanjutan lingkungan tidak hanya bergantung pada faktor alam, tetapi sangat ditentukan oleh perilaku dan keputusan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam. Jika manusia mampu bersikap bijak dan bertanggung jawab, maka eksistensi alam dapat tetap terjaga bagi generasi yang akan datang.