Summary

Summary

Number of replies: 7

Tulislah satu paragraf terkait dengan topik pekan ini, maksimal 250 kata, tidak boleh sama dengan teman anda. 

In reply to First post

Re: Summary

by HabibahHusnul 2523031006 -
Nama: Habibah Husnul Khotimah
NPM: 2523031006

Fenomena ekonomi dan bisnis pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menunjukkan bahwa kehidupan sosial manusia kini berada dalam arus perubahan yang sangat cepat, terutama karena digitalisasi dan otomatisasi telah mengubah cara produksi, distribusi, dan konsumsi. Teknologi seperti artificial intelligence, big data, dan Internet of Things membuat proses bisnis menjadi lebih efisien, tetapi juga memunculkan tantangan baru, terutama dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Meski barang dan jasa semakin mudah diakses melalui platform digital, kelangkaan tetap terjadi karena keterbatasan sumber daya alam, distribusi yang tidak merata, serta ketimpangan kapasitas manusia dalam memanfaatkan teknologi. Sisi lain, kehidupan sosial manusia juga terdampak: pola interaksi bergeser ke ruang digital, muncul pekerjaan baru sekaligus hilangnya profesi lama, serta meningkatnya kesenjangan antara individu yang melek teknologi dan yang tertinggal. Kelangkaan dalam konteks modern bukan hanya terkait sumber daya fisik, tetapi juga akses terhadap informasi, literasi digital, dan peluang ekonomi. Society 5.0 berupaya menawarkan solusi melalui integrasi teknologi berbasis kemanusiaan teknologi tidak hanya untuk efisiensi industri, tetapi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Solusi terhadap kelangkaan dan tantangan tersebut meliputi penguatan literasi digital, peningkatan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan, pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, serta kebijakan pemerintah yang memastikan pemerataan akses. Dengan demikian, manusia dapat memanfaatkan peluang ekonomi digital sekaligus mengatasi kelangkaan secara lebih inovatif dan berkeadilan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
In reply to First post

Re: Summary

by Ahmad Ridwan Syuhada -
Ahmad Ridwan Syuhada
2523031008

Ilmu ekonomi pada hakikatnya adalah studi tentang bagaimana manusia membuat pilihan-pilihan rasional dalam menghadapi kelangkaan sumber daya. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu, keluarga, perusahaan, maupun pemerintah selalu berhadapan dengan pertanyaan fundamental: barang apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksinya secara efisien, dan untuk siapa barang tersebut didistribusikan. Kelangkaan menjadi inti permasalahan ekonomi karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas harus dipenuhi dengan sumber daya yang terbatas, baik tenaga kerja, modal, mesin, maupun waktu. Oleh karena itu, setiap keputusan ekonomi melibatkan trade-off atau pengorbanan, di mana memilih satu alternatif berarti melepaskan alternatif lainnya. Konsep biaya peluang menjadi penting dalam memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Prinsip-prinsip ekonomi seperti berpikir rasional pada margin, merespons insentif, dan memanfaatkan perdagangan untuk keuntungan bersama menjadi panduan dalam pengambilan keputusan. Pasar berfungsi sebagai mekanisme alokasi sumber daya yang efisien, meskipun kadang memerlukan intervensi pemerintah untuk memperbaiki kegagalan pasar. Pada tingkat makro, standar hidup suatu bangsa ditentukan oleh produktivitas dan kemampuannya menghasilkan barang dan jasa, sementara kebijakan moneter dan fiskal memengaruhi stabilitas harga serta keseimbangan antara inflasi dan pengangguran.
In reply to First post

Re: Summary

by Maria Ulfa Rara Ardhika -
Nama : Maria ulfa rara ardhika
NPM: 2523031009

Ekonomi dan bisnis era 4.0 menandai sebuah fase transformasi struktural yang fundamental, didorong oleh integrasi sistemik teknologi digital canggih seperti Kecerdasan Buatan (AI), Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud computing), dan analitik big data. Integrasi ini secara mendasar mengubah paradigma produksi, distribusi, dan konsumsi dalam sistem ekonomi global. Dampaknya tidak hanya terbatas pada peningkatan efisiensi dan otomatisasi proses bisnis, tetapi juga melahirkan model-model ekonomi disruptif, seperti ekonomi berbasis platform (platform economy), ekosistem digital, dan ekonomi berbagi (sharing economy), yang secara langsung menantang struktur pasar konvensional. Dari perspektif teori pertumbuhan endogen, inovasi teknologi pada era 4.0 berfungsi sebagai katalisator utama bagi akumulasi modal pengetahuan (knowledge capital), yang mengakselerasi peningkatan produktivitas dan menjadi sumber keunggulan kompetitif jangka panjang. Pergeseran ini menuntut adanya rekonfigurasi kapabilitas organisasi, terutama dalam hal kemampuan manajerial untuk melakukan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision-making) serta kesiapan untuk beradaptasi terhadap volatilitas dan ketidakpastian yang tinggi di pasar digital. Dengan demikian, ekonomi dan bisnis era 4.0 harus dipahami bukan sekadar sebagai fenomena perkembangan teknologi, melainkan sebagai pergeseran epistemologis dan institusional yang mendalam. Pergeseran ini secara holistik membentuk ulang pola interaksi ekonomi, mengubah struktur industri, dan mentransformasi dinamika pasar tenaga kerja dalam tatanan global kontemporer.
In reply to First post

Re: Summary

by Indri Mutiara -
Nama : Indri Mutiara
NPM : 2523031001

Fenomena ekonomi dan bisnis di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menunjukkan bahwa perubahan teknologi seperti otomatisasi, kecerdasan buatan, big data, dan ekonomi digital tidak hanya mengubah pola produksi dan distribusi, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial manusia, cara mereka bekerja, berinteraksi, dan memenuhi kebutuhan. Transformasi ini mempercepat pemenuhan kebutuhan melalui layanan digital, e-commerce, dan inovasi berbasis platform, namun di sisi lain menciptakan tantangan berupa kelangkaan keterampilan, ketimpangan akses teknologi, serta berkurangnya pekerjaan konvensional akibat otomasi. Untuk mengatasi kelangkaan dan menjaga keberlanjutan pemenuhan kebutuhan manusia, solusi yang ditawarkan society 5.0 menekankan human-centered technology, yaitu penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup, seperti pengembangan SDM berbasis literasi digital, peningkatan inovasi ekonomi kreatif, penguatan UMKM digital, serta kebijakan pemerataan akses teknologi. Dengan demikian, adaptasi kompetensi, pemerataan akses digital, dan pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada kemanusiaan menjadi kunci agar masyarakat dapat tetap sejahtera dan produktif dalam dinamika ekonomi modern yang serba cepat dan kompetitif. Dalam konteks Society 5.0, teknologi tidak hanya digunakan untuk efisiensi ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk menyelesaikan masalah sosial dengan menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. Konsep ini bertujuan menciptakan harmoni antara kemajuan digital dan kebutuhan manusia agar kelangkaan dapat diatasi secara lebih cerdas—misalnya melalui pemanfaatan AI untuk manajemen energi, pertanian presisi untuk mengurangi kelangkaan pangan, serta pelayanan publik digital untuk mempermudah akses masyarakat. Untuk tetap survive dalam kondisi yang sangat dinamis tersebut, manusia perlu terus beradaptasi melalui peningkatan kompetensi, pembelajaran sepanjang hayat, dan kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai peluang, bukan ancaman. Dengan kemampuan adaptasi yang baik, masyarakat dapat tetap memenuhi kebutuhannya, mengurangi dampak kelangkaan, serta berpartisipasi secara produktif dalam ekonomi modern yang terus berkembang.
In reply to First post

Re: Summary

by amaradina fatia sari -
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Fenomena ekonomi dan bisnis pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menunjukkan adanya transformasi besar dalam cara manusia bekerja, berbisnis, dan memenuhi kebutuhan hidup. Jika Industri 4.0 menekankan digitalisasi dan otomatisasi proses ekonomi, maka Society 5.0 mengarahkan teknologi untuk menjadi solusi yang meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. Kedua era tersebut membuka peluang baru terutama bagi UMKM dan generasi muda namun juga membawa tantangan seperti ketimpangan digital, isu etika bisnis, dan perubahan kompetensi kerja. Dalam konteks pembelajaran IPS, tema ini menjadi sangat penting untuk membentuk peserta didik yang cerdas secara ekonomi, kritis terhadap dampak teknologi, serta mampu beradaptasi dengan dinamika sosial-ekonomi yang terus berkembang.
In reply to First post

Re: Summary

by Diah Rachmawati Syukri -
Nama : Diah Rachmawati Syukri
NPM : 2523031003

Fenomena ekonomi dan bisnis pada era Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan integrasi teknologi digital canggih seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, big data, dan otomatisasi dalam proses produksi dan operasional. Era ini menitikberatkan pada peningkatan efisiensi, produktivitas, dan utilitas melalui digitalisasi dan konektivitas otomatis, yang mengubah cara kerja industri dan bisnis secara signifikan.

Sedangkan Society 5.0 adalah konsep lanjutan yang fokusnya lebih luas dan humanis, mendorong pemanfaatan teknologi digital tidak hanya untuk kemajuan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan kualitas hidup masyarakat. Society 5.0 menggabungkan ruang fisik dan ruang maya dengan menempatkan manusia sebagai pusat perhatian, menggunakan teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara inklusif dan berkelanjutan.
Perbedaan utama terletak pada orientasi: Revolusi Industri 4.0 berfokus pada transformasi teknologi dan efisiensi industri, sementara Society 5.0 menekankan pada pembangunan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan manusiawi dengan teknologi sebagai alat untuk memperbaiki kehidupan sosial dan ekonomi. Keduanya saling melengkapi, di mana Industri 4.0 menyediakan landasan teknologi, sedangkan Society 5.0 mengarah pada penggunaan teknologi untuk kebaikan sosial dan inklusi ekonom
In reply to First post

Re: Summary

by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002

Summary Studi Sosial Tema Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi dan bisnis tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial manusia. Ekonomi tidak hanya dipahami sebagai proses produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa, tetapi juga sebagai aktivitas sosial yang dipengaruhi oleh nilai, norma, budaya, dan perkembangan teknologi. Dalam studi sosial, ekonomi dan bisnis dikaji tidak hanya dari sisi keuntungan, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan sosial, keadilan, dan keberlanjutan. Oleh karena itu, penting bagi individu dan masyarakat untuk memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis, dan etika ekonomi dalam menghadapi perubahan tersebut. Pendidikan IPS memiliki peran yang strategis dalam membekali peserta didik dengan pemahaman tentang dinamika ekonomi mikro dan makro, sehingga mereka mampu menjadi pelaku ekonomi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama di tengah perubahan ekonomi global yang dinamis.