Tuliskan disini summary jurnal-jurnal di atas maksimal 300 kata dalam versi anda masing-masing, tidak boleh copy paste dari naskah, atau copy dari internet/teman. Waktu upload sd hari sabtu pukul 20.00wib.
Summary Jurnal
Nama: Habibah Husnul Khotimah
NPM: 2523031006
NPM: 2523031006
Ahmad Ridwan Syuhada
2523031008
Tiga jurnal yang dikaji membahas transformasi sosial-ekonomi melalui revolusi industri menuju Society 5.0. Konsep Society 5.0 yang digagas Jepang tahun 2016 merupakan visi masyarakat super cerdas yang mengintegrasikan ruang siber dan fisik untuk mencapai kemajuan ekonomi sekaligus menyelesaikan masalah sosial.
Revolusi industri telah mengubah peran manusia secara bertahap. Revolusi Industri pertama membebaskan manusia dari kerja fisik berat melalui mekanisasi. Revolusi kedua menciptakan produksi massal dengan tenaga listrik. Revolusi ketiga membawa digitalisasi dan internet, mendorong ekonomi hijau dan energi terbarukan. Revolusi keempat menghadirkan sistem siber-fisik dengan kecerdasan buatan, Internet of Things, robotika, dan teknologi cloud yang mampu beroperasi mandiri tanpa campur tangan manusia langsung.
Society 5.0 melangkah lebih jauh dengan menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Teknologi canggih seperti AI, big data, dan robotika dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan konkret masyarakat seperti penuaan populasi, kesenjangan regional, perubahan iklim, dan keterbatasan sumber daya. Pendekatan ini menekankan personalisasi layanan, produksi lokal berbasis kebutuhan spesifik, dan partisipasi aktif masyarakat dalam ekosistem inovasi.
Aspek penting lainnya adalah transformasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Society 5.0 mengintegrasikan dimensi teknologi ke dalam CSR tradisional yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perusahaan didorong tidak hanya memenuhi kewajiban moral-legal, tetapi juga memanfaatkan peluang pasar produk berkelanjutan untuk menciptakan nilai ekonomi sambil menyelesaikan masalah sosial.
Keberhasilan Society 5.0 bergantung pada inovasi teknologi dan non-teknologi, pengembangan infrastruktur digital, perubahan model bisnis, serta pembangunan kapasitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi kunci untuk mempersiapkan generasi yang memiliki literasi ekologis dan kemampuan kolaborasi manusia-mesin dalam menciptakan masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan sejahtera bagi semua.
2523031008
Tiga jurnal yang dikaji membahas transformasi sosial-ekonomi melalui revolusi industri menuju Society 5.0. Konsep Society 5.0 yang digagas Jepang tahun 2016 merupakan visi masyarakat super cerdas yang mengintegrasikan ruang siber dan fisik untuk mencapai kemajuan ekonomi sekaligus menyelesaikan masalah sosial.
Revolusi industri telah mengubah peran manusia secara bertahap. Revolusi Industri pertama membebaskan manusia dari kerja fisik berat melalui mekanisasi. Revolusi kedua menciptakan produksi massal dengan tenaga listrik. Revolusi ketiga membawa digitalisasi dan internet, mendorong ekonomi hijau dan energi terbarukan. Revolusi keempat menghadirkan sistem siber-fisik dengan kecerdasan buatan, Internet of Things, robotika, dan teknologi cloud yang mampu beroperasi mandiri tanpa campur tangan manusia langsung.
Society 5.0 melangkah lebih jauh dengan menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Teknologi canggih seperti AI, big data, dan robotika dimanfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan konkret masyarakat seperti penuaan populasi, kesenjangan regional, perubahan iklim, dan keterbatasan sumber daya. Pendekatan ini menekankan personalisasi layanan, produksi lokal berbasis kebutuhan spesifik, dan partisipasi aktif masyarakat dalam ekosistem inovasi.
Aspek penting lainnya adalah transformasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Society 5.0 mengintegrasikan dimensi teknologi ke dalam CSR tradisional yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perusahaan didorong tidak hanya memenuhi kewajiban moral-legal, tetapi juga memanfaatkan peluang pasar produk berkelanjutan untuk menciptakan nilai ekonomi sambil menyelesaikan masalah sosial.
Keberhasilan Society 5.0 bergantung pada inovasi teknologi dan non-teknologi, pengembangan infrastruktur digital, perubahan model bisnis, serta pembangunan kapasitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi kunci untuk mempersiapkan generasi yang memiliki literasi ekologis dan kemampuan kolaborasi manusia-mesin dalam menciptakan masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan sejahtera bagi semua.
Nama : Indri Mutiara
NPM : 2523031001
Ketiga artikel sepakat bahwa perkembangan teknologi harus dipandang sebagai proses “phase transition,” yaitu perpindahan menuju tatanan sosial-ekonomi baru yang lebih terhubung, cerdas, dan berkelanjutan. Namun transisi tersebut menyimpan tantangan besar, seperti perlindungan data pribadi, kesenjangan digital, resistensi sosial terhadap otomatisasi, dan perubahan struktural dalam dunia kerja. Di sisi lain, muncul pula peluang besar berupa pertumbuhan ekonomi kreatif, otomatisasi pekerjaan yang berbahaya, inovasi energi hijau, serta peningkatan kualitas hidup. Keseluruhan isi dari ketiga artikel tersebut menggambarkan bahwa masa depan masyarakat global akan ditentukan oleh kemampuan manusia dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai kemanusiaan, menciptakan ekosistem yang lebih adaptif, serta menata ulang struktur sosial dan ekonomi agar tetap berpusat pada manusia. Dengan demikian, integrasi Revolusi Industri 4.0, Revolusi Industri 5.0, dan Society 5.0 bukan hanya mencipatakan masyarakat yang cerdas secara digital, tetapi juga berkeadilan, berkelanjutan, dan humanis.
Ketiga artikel menegaskan bahwa puncak perubahan terjadi dalam transisi menuju Revolusi Industri 5.0 dan konsep Society 5.0, yaitu fase ketika teknologi digunakan bukan sekadar untuk efisiensi industri, melainkan untuk menciptakan masyarakat berpusat pada manusia (human-centered society). Society 5.0, sebagaimana dijelaskan dalam artikel pertama, menawarkan visi baru tentang integrasi dunia fisik dan digital melalui kecerdasan buatan, robotik, sensor biometrik, komputasi awan, dan big data untuk menyelesaikan persoalan sosial seperti kesehatan, mobilitas, infrastruktur, dan ketimpangan ekonomi. Artikel ini menekankan bahwa tujuan utama Society 5.0 bukan hanya percepatan ekonomi, tetapi mewujudkan kehidupan yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan. Sementara itu, artikel kedua dan ketiga menunjukkan bahwa Revolusi Industri 5.0 membawa personalisasi produksi dan konsumsi, penguatan kreativitas manusia, serta integrasi kemampuan biologis dengan teknologi augmentasi. Pada tahap ini, manusia tidak lagi dipandang sebagai tenaga kerja utama, melainkan sebagai pusat inovasi, kreativitas, dan pengambil keputusan strategis.
NPM : 2523031001
Ketiga artikel sepakat bahwa perkembangan teknologi harus dipandang sebagai proses “phase transition,” yaitu perpindahan menuju tatanan sosial-ekonomi baru yang lebih terhubung, cerdas, dan berkelanjutan. Namun transisi tersebut menyimpan tantangan besar, seperti perlindungan data pribadi, kesenjangan digital, resistensi sosial terhadap otomatisasi, dan perubahan struktural dalam dunia kerja. Di sisi lain, muncul pula peluang besar berupa pertumbuhan ekonomi kreatif, otomatisasi pekerjaan yang berbahaya, inovasi energi hijau, serta peningkatan kualitas hidup. Keseluruhan isi dari ketiga artikel tersebut menggambarkan bahwa masa depan masyarakat global akan ditentukan oleh kemampuan manusia dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai kemanusiaan, menciptakan ekosistem yang lebih adaptif, serta menata ulang struktur sosial dan ekonomi agar tetap berpusat pada manusia. Dengan demikian, integrasi Revolusi Industri 4.0, Revolusi Industri 5.0, dan Society 5.0 bukan hanya mencipatakan masyarakat yang cerdas secara digital, tetapi juga berkeadilan, berkelanjutan, dan humanis.
Ketiga artikel menegaskan bahwa puncak perubahan terjadi dalam transisi menuju Revolusi Industri 5.0 dan konsep Society 5.0, yaitu fase ketika teknologi digunakan bukan sekadar untuk efisiensi industri, melainkan untuk menciptakan masyarakat berpusat pada manusia (human-centered society). Society 5.0, sebagaimana dijelaskan dalam artikel pertama, menawarkan visi baru tentang integrasi dunia fisik dan digital melalui kecerdasan buatan, robotik, sensor biometrik, komputasi awan, dan big data untuk menyelesaikan persoalan sosial seperti kesehatan, mobilitas, infrastruktur, dan ketimpangan ekonomi. Artikel ini menekankan bahwa tujuan utama Society 5.0 bukan hanya percepatan ekonomi, tetapi mewujudkan kehidupan yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan. Sementara itu, artikel kedua dan ketiga menunjukkan bahwa Revolusi Industri 5.0 membawa personalisasi produksi dan konsumsi, penguatan kreativitas manusia, serta integrasi kemampuan biologis dengan teknologi augmentasi. Pada tahap ini, manusia tidak lagi dipandang sebagai tenaga kerja utama, melainkan sebagai pusat inovasi, kreativitas, dan pengambil keputusan strategis.
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004
Ketiga jurnal secara umum menyoroti perubahan besar dalam peradaban manusia akibat perkembangan pesat teknologi digital, terutama yang terjadi sejak Revolusi Industri 4.0 hingga munculnya gagasan Society 5.0. Masing-masing jurnal memberikan perspektif yang saling melengkapi tentang bagaimana teknologi, ekonomi, dan masyarakat bertransformasi menuju sistem sosial yang lebih cerdas, efisien, dan berorientasi pada manusia.
Ketiga jurnal secara jelas menunjukkan bahwa masa depan peradaban tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi terutama oleh kemampuan manusia mengarahkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup, menciptakan keadilan sosial, dan membangun masyarakat yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan. Society 5.0 menjadi gambaran ideal sebuah masyarakat masa depan yang menggunakan kecerdasan buatan, robotika, dan sistem digital bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk memberdayakan manusia agar dapat hidup lebih produktif, sehat, bermakna, dan berbahagia.
NPM : 2523031004
Ketiga jurnal secara umum menyoroti perubahan besar dalam peradaban manusia akibat perkembangan pesat teknologi digital, terutama yang terjadi sejak Revolusi Industri 4.0 hingga munculnya gagasan Society 5.0. Masing-masing jurnal memberikan perspektif yang saling melengkapi tentang bagaimana teknologi, ekonomi, dan masyarakat bertransformasi menuju sistem sosial yang lebih cerdas, efisien, dan berorientasi pada manusia.
Ketiga jurnal secara jelas menunjukkan bahwa masa depan peradaban tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi terutama oleh kemampuan manusia mengarahkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup, menciptakan keadilan sosial, dan membangun masyarakat yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan. Society 5.0 menjadi gambaran ideal sebuah masyarakat masa depan yang menggunakan kecerdasan buatan, robotika, dan sistem digital bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk memberdayakan manusia agar dapat hidup lebih produktif, sehat, bermakna, dan berbahagia.
Nama : MARIA ULFA RARA ARDHIKA
NPM; 2523031009
Society 5.0 muncul sebagai gagasan yang berupaya menyelaraskan perkembangan teknologi Revolusi Industri 4.0 dengan kebutuhan manusia serta tantangan sosial ekonomi yang terus berkembang. Jika pada Revolusi Industri 4.0 fokus utama terletak pada otomatisasi, digitalisasi, dan efisiensi melalui teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, IoT, dan robotika, maka Society 5.0 menekankan penggunaan teknologi tersebut untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berpusat pada manusia. Dengan demikian, Society 5.0 bukan sekadar lanjutan teknologis, tetapi transformasi paradigma tentang bagaimana teknologi seharusnya melayani kehidupan sosial.
Transformasi sosial dan ekonomi yang terjadi akibat revolusi industri terdahulu menunjukkan bahwa perkembangan teknologi selalu membawa perubahan besar dalam struktur sosial, budaya kerja, pola komunikasi, hingga sistem ekonomi. Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0 memperlihatkan bagaimana inovasi melahirkan efisiensi, pertumbuhan ekonomi, dan berbagai kemudahan, tetapi pada saat yang sama menimbulkan tantangan seperti kesenjangan sosial, hilangnya lapangan pekerjaan tradisional, ancaman dehumanisasi, serta meningkatnya ketergantungan manusia pada teknologi.
Dalam kerangka Society 5.0, perkembangan teknologi diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menggantikannya. Sistem yang dibangun diharapkan mampu menjawab persoalan besar seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ketimpangan akses informasi, perubahan iklim, dan keberlanjutan lingkungan. Teknologi digital yang sebelumnya berorientasi pada sektor industri kini diarahkan untuk kebutuhan sektor publik, sehingga mampu memperkuat konektivitas sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperluas pelayanan publik berbasis kecerdasan buatan dan data.
Dengan pendekatan human-centered atau berpusat pada manusia, Society 5.0 mengintegrasikan kemajuan ekonomi dengan pemerataan sosial. Tujuan utamanya adalah menciptakan peradaban yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, di mana manusia tetap memiliki kendali dan menjadi aktor utama dalam perkembangan teknologi. Dengan demikian, Society 5.0 dapat dipahami sebagai upaya menyeimbangkan antara inovasi industri, pertumbuhan ekonomi, dan nilai-nilai kemanusiaan agar pembangunan tidak hanya maju secara teknis tetapi juga bermakna secara sosial.
NPM; 2523031009
Society 5.0 muncul sebagai gagasan yang berupaya menyelaraskan perkembangan teknologi Revolusi Industri 4.0 dengan kebutuhan manusia serta tantangan sosial ekonomi yang terus berkembang. Jika pada Revolusi Industri 4.0 fokus utama terletak pada otomatisasi, digitalisasi, dan efisiensi melalui teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, IoT, dan robotika, maka Society 5.0 menekankan penggunaan teknologi tersebut untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berpusat pada manusia. Dengan demikian, Society 5.0 bukan sekadar lanjutan teknologis, tetapi transformasi paradigma tentang bagaimana teknologi seharusnya melayani kehidupan sosial.
Transformasi sosial dan ekonomi yang terjadi akibat revolusi industri terdahulu menunjukkan bahwa perkembangan teknologi selalu membawa perubahan besar dalam struktur sosial, budaya kerja, pola komunikasi, hingga sistem ekonomi. Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0 memperlihatkan bagaimana inovasi melahirkan efisiensi, pertumbuhan ekonomi, dan berbagai kemudahan, tetapi pada saat yang sama menimbulkan tantangan seperti kesenjangan sosial, hilangnya lapangan pekerjaan tradisional, ancaman dehumanisasi, serta meningkatnya ketergantungan manusia pada teknologi.
Dalam kerangka Society 5.0, perkembangan teknologi diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menggantikannya. Sistem yang dibangun diharapkan mampu menjawab persoalan besar seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ketimpangan akses informasi, perubahan iklim, dan keberlanjutan lingkungan. Teknologi digital yang sebelumnya berorientasi pada sektor industri kini diarahkan untuk kebutuhan sektor publik, sehingga mampu memperkuat konektivitas sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperluas pelayanan publik berbasis kecerdasan buatan dan data.
Dengan pendekatan human-centered atau berpusat pada manusia, Society 5.0 mengintegrasikan kemajuan ekonomi dengan pemerataan sosial. Tujuan utamanya adalah menciptakan peradaban yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, di mana manusia tetap memiliki kendali dan menjadi aktor utama dalam perkembangan teknologi. Dengan demikian, Society 5.0 dapat dipahami sebagai upaya menyeimbangkan antara inovasi industri, pertumbuhan ekonomi, dan nilai-nilai kemanusiaan agar pembangunan tidak hanya maju secara teknis tetapi juga bermakna secara sosial.
Nama : Diah Rachmawati Syukri
NPM : 2523031003
Tiga jurnal tersebut secara kolektif menggambarkan evolusi dari Revolusi Industri yang mengubah sistem sosial-ekonomi melalui mekanisasi, hingga Society 5.0 sebagai respon humanis yang menyeimbangkan kemajuan Industri 4.0 dengan penyelesaian masalah sosial. Revolusi Industri memicu urbanisasi, pertumbuhan kapitalisme, serta ketimpangan seperti eksploitasi buruh, sementara Society 5.0 memanfaatkan AI, IoT, dan big data untuk menciptakan masyarakat inklusif yang mengutamakan kesejahteraan manusia di atas efisiensi semata.
Revolusi Industri membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, terutama pada sistem sosial dan ekonomi. Perkembangan teknologi, mekanisasi produksi, dan inovasi transportasi telah mengubah cara manusia bekerja, berinteraksi, dan memenuhi kebutuhan hidup. Transformasi ini mendorong peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memunculkan tantangan baru seperti ketimpangan sosial, perubahan struktur pekerjaan, dan urbanisasi yang cepat.
Revolusi Industri menghasilkan produksi massal dan kekayaan borjuis, tetapi memicu konflik kelas, kemiskinan kota, dan pelemahan solidaritas sosial akibat individualisme. Society 5.0 melanjutkan ini dengan mengintegrasikan teknologi Industry 4.0 untuk mengatasi dampak negatif seperti penyalahgunaan dan persepsi regional
Society 5.0 menargetkan masyarakat super cerdas yang adil, di mana inovasi teknologi mendukung solusi masalah lingkungan, penuaan populasi, dan akses layanan publik secara merata, berbeda dari fokus efisiensi murni pada era industri sebelumnya. Implementasinya memerlukan kolaborasi pemerintah-industri serta pendidikan ulang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tanpa mengorbankan dimensi sosial.
NPM : 2523031003
Tiga jurnal tersebut secara kolektif menggambarkan evolusi dari Revolusi Industri yang mengubah sistem sosial-ekonomi melalui mekanisasi, hingga Society 5.0 sebagai respon humanis yang menyeimbangkan kemajuan Industri 4.0 dengan penyelesaian masalah sosial. Revolusi Industri memicu urbanisasi, pertumbuhan kapitalisme, serta ketimpangan seperti eksploitasi buruh, sementara Society 5.0 memanfaatkan AI, IoT, dan big data untuk menciptakan masyarakat inklusif yang mengutamakan kesejahteraan manusia di atas efisiensi semata.
Revolusi Industri membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, terutama pada sistem sosial dan ekonomi. Perkembangan teknologi, mekanisasi produksi, dan inovasi transportasi telah mengubah cara manusia bekerja, berinteraksi, dan memenuhi kebutuhan hidup. Transformasi ini mendorong peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memunculkan tantangan baru seperti ketimpangan sosial, perubahan struktur pekerjaan, dan urbanisasi yang cepat.
Revolusi Industri menghasilkan produksi massal dan kekayaan borjuis, tetapi memicu konflik kelas, kemiskinan kota, dan pelemahan solidaritas sosial akibat individualisme. Society 5.0 melanjutkan ini dengan mengintegrasikan teknologi Industry 4.0 untuk mengatasi dampak negatif seperti penyalahgunaan dan persepsi regional
Society 5.0 menargetkan masyarakat super cerdas yang adil, di mana inovasi teknologi mendukung solusi masalah lingkungan, penuaan populasi, dan akses layanan publik secara merata, berbeda dari fokus efisiensi murni pada era industri sebelumnya. Implementasinya memerlukan kolaborasi pemerintah-industri serta pendidikan ulang untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tanpa mengorbankan dimensi sosial.
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002
Artikel Society 5.0: Balancing of Industry 4.0, Economic Advancement membahas tentang bagaimana era society ini menyeimbangkan kemajuan teknologi industri pada industry 4.0 yang cenderung berfokus pada otomatisasi, digitalisasi, dan produktivitas dengan manusia sebagai pusat pembangunan. pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa keseimbangan sosial dapat menimbulkan kesenjangan, pengangguran, dan melemahnya nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Society 5.0 mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan bahwa inovasi teknologi mendukung kualitas hidup manusia. Selain itu, konsep ini juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dan etika dalam penerapan teknologi.
Artikel Society 5.0: Aiming for a New Human-Centered Society menjelaskan bahwa konsep Society 5.0 sebagai visi pembangunan masyarakat masa depan yang berpusat pada manusia (human-centered society) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Artikel ini menekankan bahwa pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penyelesaian masalah sosial serta prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Society 5.0 diposisikan sebagai kelanjutan dari Society 4.0 (masyarakat informasi), dengan penekanan pada inklusivitas, kesejahteraan, dan partisipasi seluruh warga tanpa meninggalkan kelompok rentan. Dengan demikian, teknologi dipandang sebagai alat untuk melayani manusia dan masyarakat secara luas, bukan tujuan akhir pembangunan.
Kedua artikel diatas sama-sama menegaskan bahwa kemajuan Industri 4.0 dan ekonomi digital tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diseimbangkan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
NPM : 2523031002
Artikel Society 5.0: Balancing of Industry 4.0, Economic Advancement membahas tentang bagaimana era society ini menyeimbangkan kemajuan teknologi industri pada industry 4.0 yang cenderung berfokus pada otomatisasi, digitalisasi, dan produktivitas dengan manusia sebagai pusat pembangunan. pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa keseimbangan sosial dapat menimbulkan kesenjangan, pengangguran, dan melemahnya nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Society 5.0 mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan bahwa inovasi teknologi mendukung kualitas hidup manusia. Selain itu, konsep ini juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dan etika dalam penerapan teknologi.
Artikel Society 5.0: Aiming for a New Human-Centered Society menjelaskan bahwa konsep Society 5.0 sebagai visi pembangunan masyarakat masa depan yang berpusat pada manusia (human-centered society) dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Artikel ini menekankan bahwa pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penyelesaian masalah sosial serta prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Society 5.0 diposisikan sebagai kelanjutan dari Society 4.0 (masyarakat informasi), dengan penekanan pada inklusivitas, kesejahteraan, dan partisipasi seluruh warga tanpa meninggalkan kelompok rentan. Dengan demikian, teknologi dipandang sebagai alat untuk melayani manusia dan masyarakat secara luas, bukan tujuan akhir pembangunan.
Kedua artikel diatas sama-sama menegaskan bahwa kemajuan Industri 4.0 dan ekonomi digital tidak boleh hanya berorientasi pada efisiensi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi harus diseimbangkan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.