Posts made by Resti Gustin

TA2025 -> CASE STUDY

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020

Analisis Kritis
1. Penerapan teori akuntansi tradisional pada perusahaan seperti PT Delta Finansial yang menggunakan sistem otomatisasi dan blockchain menghadapi tantangan seperti skalabilitas, fleksibilitas arsitektur, keamanan siber, serta integrasi dengan sistem akuntansi yang sudah ada.
2. Digitalisasi membuka peluang besar dalam transparansi, efisiensi, dan real-time reporting, namun juga menciptakan risiko manipulasi informasi akuntansi, terutama melalui algoritma AI yang dapat digunakan untuk delay pengakuan beban atau memanipulasi estimasi agar laporan keuangan tampak lebih menarik.​

Etika dan Transparansi
1. Risiko etika utama yang dihadapi akuntan adalah hilangnya tanggung jawab profesional dan potensi bias algoritma ketika estimasi dan judgement digantikan oleh AI.
2. Akuntan profesional harus tetap kritis, mengawasi output AI, serta menolak tekanan untuk menyesuaikan hasil laporan demi menjaga citra perusahaan, demi menjaga integritas dan transparansi pelaporan keuangan.​

Respon Strategis
1. Perusahaan dan akuntan publik harus menyesuaikan praktik audit dan pengawasan dengan memperkuat kompetensi teknologi, menerapkan audit berbasis data dan blockchain, serta memperkuat pengendalian internal untuk mengurangi risiko manipulasi.
2. Standar pelaporan keuangan saat ini masih perlu adaptasi lebih lanjut untuk mengakomodasi kompleksitas keuangan digital dan globalisasi, terutama dalam hal regulasi, kepatuhan, dan pedoman penggunaan teknologi seperti AI dan blockchain, karena regulasi yang ada belum sepenuhnya matang dan masih menghadirkan ketidakpastian hukum.​

TA2025 -> CASE STUDY

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020

1. Analisis Praktik Manajemen Laba pada PT Karya Sentosa

Lonjakan laba bersih PT Karya Sentosa sebesar 45% pada 2022 patut dicurigai sebagai indikasi earnings management, terutama dengan pendekatan accrual-based. Indikator yang mendukung dugaan ini meliputi kenaikan signifikan pada akun piutang usaha, yang mengindikasikan perusahaan mungkin mempercepat pengakuan pendapatan melalui penjualan kredit. Penurunan cadangan kerugian piutang menunjukkan manajemen cenderung mengurangi estimasi risiko piutang, sehingga laba terlihat lebih besar. Selain itu, ketidaksesuaian antara peningkatan pendapatan dengan arus kas operasi menandakan bahwa kenaikan laba tidak didukung oleh aktivitas nyata, melainkan manipulasi akuntansi seperti penggunaan discretionary accruals.

2. Perbandingan Dua Jurnal Ilmiah Terkini
Dua jurnal terkini yang relevan adalah penelitian oleh
-Agustia (2020) "Earnings management, business strategy, and bankruptcy risk: Evidence from Indonesia" oleh Agustia, D., Muhammad, N. P. A., & Permatasari, Y. (2020). https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2405844020301626
-Mufidah (2025). "The Effect of Good Corporate Governance on Earnings Management" oleh Mufidah. https://reaksi.ub.ac.id/index.php/reaksi/article/view/452

Agustia menggunakan pendekatan empiris dengan sampel perusahaan di Indonesia, menemukan bahwa accrual-based earnings management berkorelasi positif dengan risiko kebangkrutan, terutama pada perusahaan dengan strategi bisnis tertentu. Sementara itu, Mufidah (2025) mengkaji dampak tata kelola perusahaan terhadap earnings management, menemukan bahwa manajemen laba dapat merugikan pemegang saham karena konflik kepentingan dan asimetri informasi. Perbedaan utama terletak pada fokus penelitian: Agustia menekankan hubungan dengan risiko kebangkrutan, sedangkan Mufidah menyoroti aspek tata kelola dan dampak pada pemegang saham. Metodologi Agustia lebih kuantitatif dengan regresi, sementara Mufidah menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif.

3. Evaluasi Kritis

Earnings management tidak selalu bersifat negatif. Menurut teori positif akuntansi, manajemen laba dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang lebih baik kepada pasar atau menstabilkan laba agar tidak terlalu volatil, yang bisa meningkatkan kepercayaan investor. Namun, jika digunakan secara agresif dan tidak transparan, praktik ini justru menurunkan kualitas laba dan merusak kepercayaan investor. Bukti empiris menunjukkan bahwa earnings management yang berlebihan berdampak negatif pada persepsi kualitas laba dan harga saham.

4. Kesimpulan dan Rekomendasi

Kasus PT Karya Sentosa menunjukkan indikasi kuat earnings management accrual-based. Stakeholder perlu mewaspadai praktik ini karena dapat merusak kredibilitas perusahaan dan menurunkan kepercayaan pasar. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah:
- Meningkatkan transparansi laporan keuangan, terutama terkait akun piutang dan cadangan kerugian.
- Memperkuat tata kelola perusahaan dan audit internal untuk mendeteksi manipulasi akuntansi.
- Memberikan pelatihan etika kepada manajemen agar tidak menyalahgunakan praktik earnings management untuk kepentingan pribadi.
Dengan pendekatan yang lebih hati-hati dan transparan, perusahaan dapat mempertahankan kepercayaan pasar dan menjaga keberlanjutan kinerja jangka panjang.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020

Earnings management adalah praktik yang dilakukan perusahaan untuk memanipulasi atau mengatur waktu transaksi agar angka laba yang dilaporkan sesuai dengan tujuan tertentu, tanpa harus melakukan kecurangan atau fraud yang ilegal. Praktik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memanfaatkan timing penjualan aset (misalnya menjual tanah yang telah naik nilainya untuk mencatat keuntungan pada periode tertentu), membuat cadangan laba (cookie jar reserves) untuk digunakan di masa depan, atau memanipulasi aktivitas operasional agar laba tampak stabil atau meningkat.​

Dalam konteks akuntansi, earnings management bisa dibagi menjadi dua jenis: manajemen berbasis akrual (accrual-based earnings management) dan manajemen berbasis aktivitas nyata (real earnings management). Manajemen berbasis akrual dilakukan dengan memilih metode akuntansi tertentu, sedangkan manajemen berbasis aktivitas nyata dilakukan dengan mengatur kegiatan nyata perusahaan seperti produksi atau pengeluaran. Contoh kasus yang sering muncul adalah perusahaan yang memilih menjual aset pada periode saat laba cenderung turun agar angka laba tetap naik atau stabil, meskipun alasan ekonominya tidak kuat.​

Meskipun earnings management tidak selalu ilegal, praktik ini sering kali menimbulkan pertanyaan etis karena dapat menyesatkan para pemangku kepentingan, seperti investor dan regulator, tentang kondisi keuangan sebenarnya perusahaan. Perusahaan yang terlalu sering melakukan earnings management bisa merusak reputasi dan kepercayaan pasar, bahkan berisiko terlibat dalam praktik yang lebih agresif hingga fraud jika batasnya dilanggar. Dari sudut pandang etika, transparansi dan integritas dalam pelaporan keuangan sangat penting untuk menjaga kepercayaan dan keberlanjutan perusahaan jangka panjang.​

Saya berpendapat bahwa earnings management memang merupakan praktik yang kompleks dan perlu diwaspadai. Meskipun terkadang bisa digunakan untuk menstabilkan laba dan memberikan gambaran yang lebih baik kepada pasar, penggunaannya yang berlebihan atau tidak transparan dapat merugikan kepentingan publik dan merusak akuntabilitas perusahaan. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat dan komitmen terhadap prinsip etika akuntansi sangat penting agar praktik ini tidak disalahgunakan.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020

1. Jurnal pertama "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" (M. Al-Okaily et al., 2024)
Artikel ini mengevaluasi dampak adopsi XBRL terhadap transparansi informasi keuangan di perusahaan keuangan Yordania. Penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan relevansi, keandalan, dan transparansi laporan keuangan dalam lingkungan pelaporan digital. XBRL membantu mempercepat proses pelaporan, memudahkan analisis data, serta meningkatkan kepercayaan pengguna laporan keuangan. Studi ini juga menyoroti pentingnya kapasitas teknologi dan sumber daya manusia untuk memaksimalkan manfaat XBRL, terutama di negara berkembang seperti Yordania.​

2. Jurnal kedua "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity" (Valentina Tohang & Silvi Lusiana, 2022)
Artikel ini meneliti hubungan antara adopsi XBRL dan biaya ekuitas di perusahaan terbuka di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan berukuran besar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan transparansi, penurunan kesalahan pelaporan, dan penurunan biaya pemrosesan informasi. Namun, pada masa awal adopsi, masih ada tantangan seperti kesalahan pelaporan dan keterbatasan kapasitas, sehingga perusahaan kecil cenderung mengalami risiko lebih tinggi dan biaya ekuitas yang lebih tinggi.

Menurut saya, Kedua artikel menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan keuangan melalui XBRL memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan, serta menurunkan biaya modal. Namun, keberhasilan adopsi sangat tergantung pada kesiapan teknis, regulasi, dan kapasitas sumber daya manusia. Di Indonesia, tantangan utama adalah memastikan konsistensi kualitas pelaporan dan memperkuat kapasitas SDM agar manfaat XBRL dapat dirasakan secara optimal, terutama oleh perusahaan kecil dan menengah.

TA2025 -> CASE STUDY

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020

1. Tantangan utama PT Sumber Hijau dalam menyelaraskan ekspansi bisnis dengan prinsip keberlanjutan dan pelaporan SDGs adalah tekanan dari LSM dan masyarakat adat terkait dampak lingkungan dan sosial, serta kebutuhan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan sumber daya lokal. Selain itu, perusahaan harus memenuhi ekspektasi investor global yang mendorong pelaporan ESG dan SDGs, sementara regulasi lokal seperti PSAK belum sepenuhnya mendukung pelaporan isu tersebut.​

2. Pendekatan teori akuntansi positif dapat digunakan untuk memahami bagaimana PT Sumber Hijau memilih kebijakan pelaporan keberlanjutan sebagai respons terhadap tekanan eksternal, seperti tuntutan investor dan LSM. Sementara itu, teori akuntansi normatif dapat membantu mengevaluasi apakah pelaporan yang dihasilkan sesuai dengan prinsip etika dan tanggung jawab sosial, serta memenuhi harapan stakeholder secara adil dan transparan.​

3. PT Sumber Hijau dapat mengintegrasikan pelaporan SDGs ke dalam laporan keuangan dengan menggunakan standar GRI dan referensi SDGs sebagai pelaporan tambahan di luar laporan keuangan konvensional. Perusahaan dapat menyusun laporan keberlanjutan terpisah yang mencantumkan indikator kinerja ESG, serta memasukkan narasi tentang kontribusi terhadap SDG 8, 13, dan 15 dalam catatan atas laporan keuangan, meskipun PSAK belum mengatur secara rinci pelaporan ESG.​

4. Sebagai akuntan, saya akan menyarankan PT Sumber Hijau untuk menyusun narasi laporan yang seimbang, mengakui tantangan dan dampak sosial-lingkungan dari ekspansi, serta menampilkan komitmen konkret terhadap keberlanjutan dan keterlibatan stakeholder lokal. Narasi ini harus jelas, transparan, dan mencakup data kuantitatif dan kualitatif tentang kontribusi terhadap SDGs, serta menunjukkan upaya perbaikan dan pertanggungjawaban kepada semua stakeholder, baik lokal maupun global.​