Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020
Analisis Kritis
1. Penerapan teori akuntansi tradisional pada perusahaan seperti PT Delta Finansial yang menggunakan sistem otomatisasi dan blockchain menghadapi tantangan seperti skalabilitas, fleksibilitas arsitektur, keamanan siber, serta integrasi dengan sistem akuntansi yang sudah ada.
2. Digitalisasi membuka peluang besar dalam transparansi, efisiensi, dan real-time reporting, namun juga menciptakan risiko manipulasi informasi akuntansi, terutama melalui algoritma AI yang dapat digunakan untuk delay pengakuan beban atau memanipulasi estimasi agar laporan keuangan tampak lebih menarik.
Etika dan Transparansi
1. Risiko etika utama yang dihadapi akuntan adalah hilangnya tanggung jawab profesional dan potensi bias algoritma ketika estimasi dan judgement digantikan oleh AI.
2. Akuntan profesional harus tetap kritis, mengawasi output AI, serta menolak tekanan untuk menyesuaikan hasil laporan demi menjaga citra perusahaan, demi menjaga integritas dan transparansi pelaporan keuangan.
Respon Strategis
1. Perusahaan dan akuntan publik harus menyesuaikan praktik audit dan pengawasan dengan memperkuat kompetensi teknologi, menerapkan audit berbasis data dan blockchain, serta memperkuat pengendalian internal untuk mengurangi risiko manipulasi.
2. Standar pelaporan keuangan saat ini masih perlu adaptasi lebih lanjut untuk mengakomodasi kompleksitas keuangan digital dan globalisasi, terutama dalam hal regulasi, kepatuhan, dan pedoman penggunaan teknologi seperti AI dan blockchain, karena regulasi yang ada belum sepenuhnya matang dan masih menghadirkan ketidakpastian hukum.
NPM : 2413031020
Analisis Kritis
1. Penerapan teori akuntansi tradisional pada perusahaan seperti PT Delta Finansial yang menggunakan sistem otomatisasi dan blockchain menghadapi tantangan seperti skalabilitas, fleksibilitas arsitektur, keamanan siber, serta integrasi dengan sistem akuntansi yang sudah ada.
2. Digitalisasi membuka peluang besar dalam transparansi, efisiensi, dan real-time reporting, namun juga menciptakan risiko manipulasi informasi akuntansi, terutama melalui algoritma AI yang dapat digunakan untuk delay pengakuan beban atau memanipulasi estimasi agar laporan keuangan tampak lebih menarik.
Etika dan Transparansi
1. Risiko etika utama yang dihadapi akuntan adalah hilangnya tanggung jawab profesional dan potensi bias algoritma ketika estimasi dan judgement digantikan oleh AI.
2. Akuntan profesional harus tetap kritis, mengawasi output AI, serta menolak tekanan untuk menyesuaikan hasil laporan demi menjaga citra perusahaan, demi menjaga integritas dan transparansi pelaporan keuangan.
Respon Strategis
1. Perusahaan dan akuntan publik harus menyesuaikan praktik audit dan pengawasan dengan memperkuat kompetensi teknologi, menerapkan audit berbasis data dan blockchain, serta memperkuat pengendalian internal untuk mengurangi risiko manipulasi.
2. Standar pelaporan keuangan saat ini masih perlu adaptasi lebih lanjut untuk mengakomodasi kompleksitas keuangan digital dan globalisasi, terutama dalam hal regulasi, kepatuhan, dan pedoman penggunaan teknologi seperti AI dan blockchain, karena regulasi yang ada belum sepenuhnya matang dan masih menghadirkan ketidakpastian hukum.