Posts made by Resti Gustin

TA2025 -> CASE STUDY 2

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020

1. Pendekatan tradisional penilaian fair value dalam akuntansi mengandalkan judgment profesional akuntan dan auditor, serta metode seperti pendekatan pasar, pendekatan biaya, dan pendekatan pendapatan. Penilaian ini sering kali membutuhkan waktu dan keterlibatan langsung manusia, serta mengedepankan transparansi proses dan dokumentasi pendukung. Sebaliknya, pendekatan berbasis AI menggunakan data pasar real-time dan analisis big data untuk menentukan nilai wajar secara otomatis, yang dapat lebih cepat dan konsisten, namun sering dianggap sebagai "black box" karena proses pengambilan keputusannya tidak selalu dapat dijelaskan secara transparan.

2. Implikasi epistemologis dari penggunaan AI dalam penentuan fair value terletak pada sumber dan validitas pengetahuan akuntansi. Pengetahuan tradisional berasal dari judgment manusia dan standar akuntansi yang dapat dijelaskan dan diaudit. Dengan AI, pengetahuan berasal dari data dan algoritma, yang validitasnya tergantung pada kualitas data dan desain algoritma. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang objektivitas, keandalan, dan kemampuan untuk diaudit, karena proses pengambilan keputusan AI sering kali tidak sepenuhnya transparan.

3. Untuk memastikan pendekatan AI tetap sesuai dengan standar akuntansi internasional (IFRS 13), strategi akuntabilitas dan pelaporan yang dapat diterapkan antara lain:
-mendokumentasikan secara lengkap metode dan asumsi yang digunakan dalam algoritma AI
-melakukan audit independen terhadap proses dan output AI
-memastikan transparansi dalam laporan keuangan dengan menjelaskan peran AI dan keterbatasannya
-membangun kerangka kerja pengendalian internal yang kuat untuk memverifikasi data dan hasil penilaian
-melibatkan auditor dan regulator dalam proses validasi dan pengawasan penggunaan AI.

TA2025 -> CASE STUDY 1

by Resti Gustin -
Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020

1. Penggunaan blockchain dalam sustainability reporting PT Hijau Lestari dapat memperkuat teori akuntansi terkait reliabilitas dan transparansi informasi. Blockchain menyediakan ledger yang tidak dapat diubah dan terdesentralisasi, sehingga data jejak karbon dan sumber bahan baku dapat diverifikasi secara independen dan transparan, mengurangi risiko manipulasi dan meningkatkan kepercayaan stakeholder terhadap laporan keberlanjutan.

2. Tantangan utama yang dihadapi PT Hijau Lestari meliputi ketidakpastian regulasi di Indonesia, integrasi dengan standar GRI dan regulasi internasional, serta kebutuhan kompetensi teknis dan sumber daya untuk mengelola sistem blockchain. Selain itu, interoperabilitas antar platform blockchain dan resistensi terhadap perubahan di lingkungan organisasi juga menjadi hambatan signifikan.

3. Rekomendasi strategis yang dapat diberikan adalah:
-melakukan konsultasi intensif dengan regulator dan asosiasi akuntansi untuk memastikan kepatuhan terhadap standar lokal dan global
-membangun kerangka kerja pengendalian internal yang kuat untuk mengelola data blockchain
-meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan teknologi digital dan audit sustainability
-berkolaborasi dengan pihak ketiga seperti auditor teknologi dan penyedia layanan blockchain untuk memastikan validitas dan keamanan data
-aktif berpartisipasi dalam pengembangan standar pelaporan sustainability berbasis teknologi di Indonesia