Nama : Resti Gustin
NPM : 2413031020
1. Pendekatan tradisional
penilaian fair value dalam akuntansi mengandalkan judgment profesional akuntan dan auditor, serta metode seperti pendekatan pasar, pendekatan biaya, dan pendekatan pendapatan.
Penilaian ini sering kali membutuhkan waktu dan keterlibatan langsung manusia, serta mengedepankan transparansi proses dan dokumentasi pendukung. Sebaliknya, pendekatan berbasis AI menggunakan data pasar real-time dan analisis big data untuk menentukan nilai wajar secara otomatis, yang dapat lebih cepat dan konsisten, namun sering dianggap sebagai "black box" karena proses pengambilan keputusannya tidak selalu dapat dijelaskan secara transparan.
2. Implikasi epistemologis dari penggunaan AI dalam penentuan fair value terletak pada sumber dan validitas pengetahuan akuntansi. Pengetahuan tradisional berasal dari judgment manusia dan standar akuntansi yang dapat dijelaskan dan diaudit. Dengan AI, pengetahuan berasal dari data dan algoritma, yang validitasnya tergantung pada kualitas data dan desain algoritma. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang objektivitas, keandalan, dan kemampuan untuk diaudit, karena proses pengambilan keputusan AI sering kali tidak sepenuhnya transparan.
3. Untuk memastikan pendekatan AI tetap sesuai dengan standar akuntansi internasional (IFRS 13), strategi akuntabilitas dan pelaporan yang dapat diterapkan antara lain:
-mendokumentasikan secara lengkap metode dan asumsi yang digunakan dalam algoritma AI
-melakukan audit independen terhadap proses dan output AI
-memastikan transparansi dalam laporan keuangan dengan menjelaskan peran AI dan keterbatasannya
-membangun kerangka kerja pengendalian internal yang kuat untuk memverifikasi data dan hasil
penilaian
-melibatkan auditor dan regulator dalam proses validasi dan pengawasan penggunaan AI.