Buatlah resume singkat esensi isi dari kedua artikel di atas sertakan opini Anda.
ACTIVITY: RESUME
Npm : 2413031013
Jurnal 1
Jurnal ini menekankan bahwa penerapan XBRL dalam sektor keuangan di Yordania memiliki peran krusial dalam merangsang transparansi dan efektivitas dalam laporan keuangan digital. Dengan menggunakan standar penandaan data, XBRL menyederhanakan analisis, mempercepat proses laporan, serta mengurangi informasi yang tidak seimbang di antara berbagai pihak. Dalam pandangan saya, penerapan XBRL merupakan langkah strategis bagi negara-negara yang sedang berkembang untuk menciptakan sistem pelaporan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipercaya. Meskipun masih dihadapkan pada tantangan teknis serta kesiapan sumber daya manusia, jika diterapkan dengan berkelanjutan, penggunaan XBRL dapat meningkatkan transparansi dan keandalan informasi keuangan.
Jurnal 2
Jurnal ini menekankan dampak dari penerapan XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan publik di Indonesia. Melalui studi yang melibatkan 59 perusahaan, penelitian menunjukkan bahwa XBRL dapat mengurangi biaya ekuitas dengan meningkatkan kualitas, transparansi, dan efektivitas laporan keuangan. Teknologi ini juga mempermudah para investor dalam memproses informasi dengan lebih cepat dan tepat. Dalam pandangan saya, adopsi XBRL adalah langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan mengupayakan tata kelola keuangan yang lebih transparan. Namun, keberhasilan langkah ini sangat tergantung pada dukungan regulatif, kesiapan sistem, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata di seluruh sektor bisnis.
Npm: 2414031014
Kedua artikel tersebut sama-sama membahas pentingnya pelaporan keberlanjutan, namun dengan fokus yang berbeda dan saling melengkapi.
Artikel pertama, “Enhancing the Value of Corporate Sustainability”, menjelaskan bahwa banyak perusahaan masih melaporkan SDGs secara simbolis tanpa menunjukkan hubungan nyata dengan strategi bisnis mereka. Penulis menawarkan pendekatan penyelarasan antara panduan GRI dan IIRC agar laporan keberlanjutan menjadi lebih terarah, transparan, dan mencerminkan dampak sosial serta lingkungan yang sesungguhnya. Pendekatan ini dianggap dapat meningkatkan nilai jangka panjang perusahaan sekaligus memenuhi ekspektasi investor dan pemangku kepentingan.
Sedangkan artikel kedua, “Finansal Raporlamaya İlişkin Kavramsal Çerçevedeki Sınırlamalar”, menyoroti keterbatasan pelaporan keuangan tradisional yang hanya berfokus pada aspek finansial. Penulis berargumen bahwa kerangka akuntansi konvensional belum mampu mengakomodasi isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang kini menjadi perhatian utama dunia bisnis. Karena itu, dibutuhkan kerangka pelaporan yang lebih luas, yang mampu menggabungkan nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial ke dalam sistem akuntansi modern.
Menurut saya, kedua artikel ini memberikan pesan yang kuat bahwa pelaporan keuangan tidak boleh berhenti pada angka laba dan rugi. Di era sekarang, akuntansi harus menjadi alat untuk menunjukkan tanggung jawab perusahaan terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Pelaporan yang baik bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga soal kejujuran dan komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang.
NPM: 2413031026
1. Artikel: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022)
Esensi isi:
Artikel ini membahas pengaruh adopsi XBRL (Extensible Business Reporting Language) terhadap biaya ekuitas (cost of equity) pada perusahaan publik di Indonesia. Melalui analisis terhadap 59 perusahaan sebelum dan sesudah penerapan XBRL, hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL berdampak signifikan dalam menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan berukuran besar. Hal ini terjadi karena XBRL meningkatkan kualitas dan transparansi laporan keuangan, memudahkan analisis data, serta mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan investor.
Opini:
Menurut saya, penelitian ini menunjukkan pentingnya digitalisasi pelaporan keuangan di era modern. Penerapan XBRL tidak hanya mempermudah proses pelaporan, tetapi juga menciptakan kepercayaan investor melalui transparansi data. Namun, penerapan XBRL perlu diimbangi dengan kesiapan teknologi dan SDM agar manfaatnya maksimal, terutama bagi perusahaan kecil yang mungkin masih tertinggal dalam adaptasi digital.
2. Artikel: “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting”
Esensi isi:
Artikel ini menekankan pentingnya penyelarasan antara berbagai panduan pelaporan keberlanjutan seperti GRI, IIRC, dan kerangka SDGs (Sustainable Development Goals). Penulis mengembangkan kerangka penyelarasan (alignment framework) agar perusahaan dapat melaporkan kinerja keberlanjutan secara terpadu, relevan, dan bernilai strategis. Melalui studi kasus pada sektor telekomunikasi, ditemukan bahwa keselarasan antar panduan pelaporan mampu meningkatkan nilai strategis dan transparansi laporan keberlanjutan, serta memperkuat hubungan antara bisnis dan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Opini:
Menurut saya, artikel ini menggambarkan bahwa keberlanjutan perusahaan bukan sekadar kewajiban formal, tetapi strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai sosial dan ekonomi. Pelaporan yang terintegrasi dengan SDGs membantu perusahaan menunjukkan tanggung jawab sosial sekaligus meningkatkan reputasi dan daya saing di pasar global.
NPM: 2413031018
Jurnal pertama "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" yang membahas harmonisasi pelaporan SDGs dan keberlanjutan perusahaan memberikan wawasan penting tentang kebutuhan integrasi kerangka pelaporan keberlanjutan yang kompleks dan beragam saat ini. Pendekatan interdisipliner dan sistematis yang diusulkan dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan konsistensi dan nilai pelaporan keberlanjutan. Hal ini sangat relevan mengingat tekanan global terhadap transparansi ESG dan kebutuhan perusahaan untuk menyampaikan laporan yang komprehensif, akuntabel, dan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, implementasi kerangka tersebut membutuhkan dukungan regulasi kuat dan kesiapan organisasi yang cukup, yang menjadi tantangan utama.
Jurnal kedua "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity" meneliti dampak adopsi XBRL terhadap biaya ekuitas di pasar modal Indonesia memperlihatkan positifnya efek digitalisasi pelaporan keuangan dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar. Penurunan biaya ekuitas sebagai indikator kepercayaan investor menunjukkan bahwa teknologi pelaporan seperti XBRL dapat menjadi alat strategis untuk memperbaiki kualitas laporan keuangan dan mendorong kestabilan pasar finansial. Meski demikian, adopsi teknologi ini juga membutuhkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia sehingga belum semua perusahaan mampu memaksimalkan manfaatnya.
Secara keseluruhan, kedua jurnal menegaskan pentingnya inovasi dalam pelaporan keuangan dan keberlanjutan baik dari sisi metode pelaporan (harmonisasi SDG) maupun teknologi (XBRL). Mereka saling melengkapi dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan yang lebih baik bagi perusahaan dan pemangku kepentingan. Pendekatan holistik yang menggabungkan kerangka keberlanjutan dan digitalisasi pelaporan merupakan langkah maju yang diperlukan dalam menghadapi tuntutan dunia bisnis modern yang semakin kompleks dan dinamis.
Npm : 2413031017
Jurnal 1: Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment?
Jurnal ini mengeksplorasi dampak adopsi XBRL terhadap transparansi informasi keuangan di perusahaan-perusahaan keuangan di Yordania. Dengan melibatkan 124 responden dari kalangan manajer dan auditor, penelitian ini menemukan bahwa adopsi XBRL meningkatkan transparansi informasi keuangan, yang pada gilirannya mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih baik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemahaman dan penerimaan XBRL di kalangan praktisi keuangan di Yordania. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa XBRL dapat menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam laporan keuangan, terutama di negara berkembang seperti Yordania. Namun, perlu ada lebih banyak sosialisasi dan pelatihan bagi para pemangku kepentingan untuk memaksimalkan penggunaan XBRL di pasar modal mereka.
Jurnal 2 : Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity
Jurnal ini membahas hubungan antara adopsi XBRL (Extensible Business Reporting Language) dan biaya ekuitas di perusahaan-perusahaan terdaftar di Indonesia. Penelitian ini melibatkan 59 perusahaan selama periode sebelum dan sesudah adopsi XBRL. Hasilnya menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan dapat mengurangi biaya ekuitas, terutama bagi perusahaan besar. Penelitian ini juga mengidentifikasi variabel kontrol yang mempengaruhi hubungan tersebut, seperti ukuran perusahaan dan leverage.
Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang manfaat XBRL dalam meningkatkan transparansi dan mengurangi biaya ekuitas, yang sangat relevan di pasar modal Indonesia. Namun, tantangan dalam implementasi dan pemahaman tentang XBRL perlu diatasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh semua pemangku kepentingan.
Npm : 2413031033
Jurnal 1 “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting”
Jurnal ini membahas tantangan perusahaan dalam menyusun laporan keberlanjutan terkait pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Banyaknya panduan pelaporan dari berbagai lembaga, terutama dari Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC), membuat perusahaan kesulitan memilih dan mengintegrasikannya agar efektif. Penulis kemudian menawarkan sebuah alignment approach dan alignment framework sebagai solusi untuk membantu perusahaan menyelaraskan berbagai panduan SDGs tersebut. Melalui studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelarasan panduan SDGs mampu meningkatkan kualitas, relevansi, dan konsistensi pelaporan keberlanjutan. Selain itu, pendekatan ini membantu perusahaan menghasilkan laporan yang lebih komprehensif dan strategis, tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban pelaporan tetapi juga memberikan nilai bagi pengembangan keberlanjutan perusahaan.
Jurnal 2 “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity”
Jurnal ini meneliti dampak penerapan Extensible Business Reporting Language (XBRL) terhadap Cost of Equity (CoE) pada perusahaan publik di Indonesia. Penelitian dilakukan terhadap 59 perusahaan yang diamati dua tahun sebelum dan sesudah adopsi XBRL di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan XBRL berpengaruh signifikan dalam menurunkan cost of equity, terutama pada perusahaan berukuran besar. XBRL dinilai mampu meningkatkan kualitas informasi pelaporan keuangan, mengurangi kesalahan, serta mempermudah investor dalam mengakses dan menganalisis data. Dampak tersebut mengurangi ketidakpastian serta risiko informasi bagi investor sehingga menurunkan biaya modal ekuitas. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa digitalisasi pelaporan melalui XBRL mampu meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.
NPM: 2413031031
Artikel pertama berjudul “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment?” meneliti bagaimana penerapan XBRL (eXtensible Business Reporting Language) dapat meningkatkan transparansi informasi keuangan di perusahaan keuangan di Yordania. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL mampu memperbaiki efisiensi, keandalan, dan keterbukaan laporan keuangan, mengurangi asimetri informasi, serta memperkuat kepercayaan investor. Studi ini menegaskan bahwa teknologi pelaporan digital menjadi kunci dalam meningkatkan tata kelola dan pengambilan keputusan di pasar berkembang.
Artikel kedua membahas konsep dan manfaat Behavioral Accounting, yaitu bagaimana faktor psikologis dan perilaku manusia memengaruhi proses akuntansi dan pengambilan keputusan keuangan. Pendekatan ini menyoroti pentingnya memahami bias kognitif, motivasi, dan persepsi individu dalam proses pelaporan, audit, serta perumusan kebijakan akuntansi agar hasilnya lebih realistis dan manusiawi.
Menurut opini saya: Kedua artikel ini saling melengkapi antara aspek teknologi dan perilaku dalam akuntansi modern. Penerapan XBRL menunjukkan bahwa transparansi dan efisiensi bisa dicapai melalui inovasi digital, namun keberhasilannya tetap bergantung pada perilaku dan kesiapan manusia yang mengelola sistem tersebut. Dalam pandangan saya, masa depan akuntansi harus mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan pemahaman perilaku agar pelaporan keuangan tidak hanya akurat dan cepat, tetapi juga etis, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
NPM: 2413031024
1. Artikel: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022)
Esensi isi:
Artikel ini meneliti dampak penerapan Extensible Business Reporting Language (XBRL) terhadap biaya ekuitas perusahaan publik di Indonesia. Dengan menggunakan sampel 59 perusahaan sebelum dan sesudah penerapan XBRL, penelitian menemukan bahwa adopsi XBRL secara signifikan menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan berskala besar. Penurunan ini terjadi karena XBRL mampu meningkatkan kualitas serta transparansi laporan keuangan, mempermudah analisis data, dan mengurangi kesenjangan informasi antara manajemen perusahaan dan investor.
Opini:
Menurut saya, penelitian ini menegaskan betapa pentingnya digitalisasi dalam pelaporan keuangan di era modern. Implementasi XBRL tidak hanya mempercepat dan memudahkan proses pelaporan, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor berkat transparansi informasi yang lebih tinggi. Namun, agar manfaatnya optimal, penerapan XBRL perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur teknologi dan kemampuan sumber daya manusia, terutama bagi perusahaan kecil yang masih menghadapi tantangan dalam transformasi digital.
---
2. Artikel: “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting”
Esensi isi:
Artikel ini menyoroti pentingnya penyelarasan antara berbagai panduan pelaporan keberlanjutan, seperti GRI, IIRC, dan kerangka SDGs (Sustainable Development Goals). Penulis mengembangkan kerangka kerja penyelarasan (alignment framework) untuk membantu perusahaan menyusun laporan keberlanjutan yang lebih terintegrasi, relevan, dan memiliki nilai strategis. Melalui studi kasus di sektor telekomunikasi, penelitian menunjukkan bahwa keselarasan antar panduan pelaporan mampu meningkatkan transparansi, memperkuat nilai strategis perusahaan, serta mempererat hubungan antara kegiatan bisnis dan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Opini:
Menurut saya, artikel ini menekankan bahwa keberlanjutan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai sosial dan ekonomi. Pelaporan yang selaras dengan SDGs memungkinkan perusahaan menampilkan tanggung jawab sosialnya sekaligus memperkuat reputasi dan posisi kompetitif di tingkat global.
NPM : 2413031003
1. Artikel: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022)
Esensi isi:
Penelitian ini meneliti dampak penerapan XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan publik di Indonesia. Dari analisis pada 59 perusahaan sebelum dan sesudah adopsi XBRL, ditemukan bahwa penggunaan XBRL menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan besar, karena meningkatnya transparansi dan kualitas laporan keuangan.
Opini:
Saya menilai bahwa digitalisasi pelaporan keuangan melalui XBRL sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor. Namun, keberhasilannya perlu didukung oleh kesiapan teknologi dan SDM, khususnya di perusahaan kecil.
2. Artikel: “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting”
Esensi isi:
Artikel ini membahas pentingnya menyelaraskan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan seperti GRI, IIRC, dan SDGs agar laporan menjadi terpadu dan bernilai strategis. Studi kasus di sektor telekomunikasi menunjukkan bahwa keselarasan panduan meningkatkan transparansi dan nilai strategis laporan keberlanjutan.
Opini:
Menurut saya, pelaporan yang terintegrasi dengan SDGs mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan keberlanjutan, sekaligus memperkuat reputasi dan daya saing di tingkat global.
NPM : 2413031035
JURNAL 1
Jurnal ini menyoroti pentingnya penerapan XBRL dalam sektor keuangan di Yordania sebagai sarana untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan keuangan digital. Melalui penggunaan standar penandaan data, XBRL mempermudah proses analisis, mempercepat penyusunan laporan, serta meminimalkan kesenjangan informasi di antara para pemangku kepentingan. Menurut pandangan saya, penerapan XBRL merupakan langkah strategis bagi negara berkembang untuk mewujudkan sistem pelaporan yang lebih akuntabel dan kredibel. Walaupun masih terdapat tantangan dalam aspek teknis dan kesiapan sumber daya manusia, penerapan XBRL yang berkesinambungan diyakini dapat memperkuat keandalan dan transparansi informasi keuangan di masa mendatang.
JURNAL 2
Jurnal ini membahas pengaruh penerapan XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan publik di Indonesia. Berdasarkan penelitian terhadap 59 perusahaan, hasil menunjukkan bahwa implementasi XBRL mampu menurunkan biaya ekuitas melalui peningkatan kualitas, transparansi, dan efisiensi laporan keuangan. Teknologi ini juga memberikan kemudahan bagi investor dalam memperoleh serta mengolah informasi secara cepat dan akurat. Dari sudut pandang saya, adopsi XBRL merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar dan mendorong praktik tata kelola keuangan yang transparan. Namun, keberhasilan penerapannya bergantung pada dukungan regulasi, kesiapan infrastruktur, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas di seluruh sektor usaha.
Nama: Triaswari Ayunandini
NPM: 2413031029
Jurnal 1: Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity
Esensi Jurnal: Penelitian ini secara empiris menganalisis dampak adopsi Extensible Business Reporting Language (XBRL) pada perusahaan tercatat di Indonesia. Inti temuannya adalah bahwa setelah penerapan XBRL, perusahaan mengalami penurunan signifikan pada biaya modal ekuitas (Cost of Equity/COE). Penurunan ini dijelaskan karena XBRL berhasil meningkatkan kualitas informasi akuntansi dengan menstandarkan data, sehingga mengurangi biaya pemrosesan informasi (Information Processing Cost) bagi investor dan analis. Hal ini membuktikan bahwa inisiatif pelaporan digital secara langsung memberikan manfaat ekonomi melalui efisiensi pasar modal.
Jurnal 2: Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets
Esensi Jurnal: Jurnal ini berfokus pada hubungan antara adopsi XBRL dan peningkatan transparansi informasi keuangan dalam lingkungan pasar negara berkembang (menggunakan perusahaan keuangan di Yordania sebagai studi kasus). Hasilnya menegaskan bahwa penggunaan XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi keuangan. Peningkatan transparansi ini dianggap berhasil mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan pemangku kepentingan, sebab kemudahan akses dan standardisasi data yang dihasilkan oleh XBRL membuat informasi menjadi lebih mudah diolah dan dipahami.
Opini Saya:
Menurut pandangan saya, kedua jurnal tersebut memberikan landasan kuat bahwa digitalisasi pelaporan melalui XBRL adalah sebuah keharusan strategis, bukan hanya kepatuhan teknis. Jurnal pertama mengukur manfaat XBRL dalam nilai pasar (menurunkan COE), sementara jurnal kedua mengonfirmasi mekanisme di baliknya (meningkatkan transparansi dan mengurangi asimetri informasi). Integrasi kedua temuan ini menunjukkan bahwa XBRL berfungsi sebagai katalisator untuk efisiensi pasar modal: semakin mudah dan transparan informasi disajikan (sebab XBRL), semakin rendah risiko yang dipersepsikan investor, dan pada akhirnya, semakin murah biaya modal yang harus ditanggung perusahaan. Masa depan pelaporan keuangan tidak hanya menuntut data yang akurat, tetapi juga data yang machine-readable untuk mendukung analisis Big Data dan Artificial Intelligence, di mana XBRL menjadi fondasi kuncinya.
NPM: 2413031028
Artikel 1: "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" (Al-Okaily et al., 2024)
Penelitian ini mengkaji efek penerapan XBRL terhadap keterbukaan informasi keuangan pada perusahaan di sektor keuangan di Yordania. Dengan survei terhadap 124 profesional yang berpengalaman dalam menggunakan XBRL, hasil studi ini menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu secara signifikan memperbaiki transparansi, relevansi, dan keandalan pelaporan keuangan. Teknologi XBRL mempermudah analisis dan perbandingan laporan serta mempercepat proses penyusunan laporan dengan mengurangi kesalahan. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pelatihan pengguna dan ketersediaan perangkat XBRL serta dukungan dari regulator untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut. Secara keseluruhan, XBRL dianggap sebagai solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelaporan di negara-negara berkembang. Artikel ini juga memberikan bukti yang kuat secara empiris bahwa XBRL dapat meningkatkan kualitas dan keterbukaan laporan keuangan, terutama di pasar berkembang yang tengah menjalani transformasi digital. Meskipun demikian, hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi harus ditangani agar manfaat sepenuhnya bisa dinikmati.
Artikel 2: "Digitalization of financial reporting through XBRL and the cost of equity" (Tohang & Lusiana, 2022)
Artikel ini menilai hubungan antara penerapan XBRL dengan biaya modal ekuitas pada perusahaan publik di Indonesia selama periode 2014–2017, yang meliputi dua tahun sebelum dan dua tahun setelah adopsi XBRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL dapat menurunkan biaya ekuitas secara signifikan, terutama pada perusahaan berskala besar. Penurunan ini terjadi akibat peningkatan transparansi dan mutu pelaporan serta peningkatan proses informasi yang lebih efisien. Selain itu, penelitian menyoroti pengaruh variabel pengendali seperti ukuran perusahaan, leverage, dan sektor industri terhadap hubungan antara XBRL dengan biaya modal. Pada Artikel ini juga menggambarkan bahwa adopsi XBRL tidak hanya berkontribusi pada peningkatan mutu pelaporan keuangan tetapi juga berdampak langsung pada keadaan keuangan perusahaan melalui pengurangan biaya modal. Temuan ini relevan untuk regulator dan perusahaan di Indonesia, karena menunjukkan digitalisasi pelaporan sebagai strategi efektif mengurangi biaya investasi. Namun, perlu diingat bahwa manfaat terbesar cenderung diperoleh perusahaan besar sehingga perlunya perhatian khusus untuk perusahaan kecil agar tidak tertinggal.
Kesimpulan:
Kedua artikel tersebut menunjukkan bahwa penggunaan XBRL memberikan dampak positif terhadap peningkatan transparansi informasi keuangan dan pengurangan biaya modal, meskipun masih ada tantangan teknis dan keterbatasan sumber daya yang menjadi hambatan utama, terutama di negara-negara berkembang.
NPM : 2413031019.
1. Jurnal 1
Jurnal ini meneliti apakah penerapan XBRL (eXtensible Business Reporting Language) dapat meningkatkan transparansi informasi keuangan di negara berkembang. XBRL adalah format pelaporan digital yang memudahkan analisis, pertukaran, dan aksesibilitas data keuangan antar pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan keterbukaan, akurasi, dan efisiensi pelaporan keuangan, terutama di pasar yang masih berkembang dan menghadapi tantangan tata kelola. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada dukungan regulasi, kesiapan teknologi, dan literasi digital akuntan serta pengguna laporan keuangan.
Opini:
Artikel ini memberikan kontribusi penting bagi modernisasi pelaporan keuangan di era digital. Menurut saya, penerapan XBRL di Indonesia dan negara berkembang lainnya akan sangat bermanfaat untuk memperkuat transparansi publik dan mengurangi risiko manipulasi data. Namun, penerapannya harus disertai dengan pelatihan sumber daya manusia dan sistem audit digital yang memadai agar manfaatnya maksimal.
2. Jurnal 2
Jurnal ini mengulas berbagai pembatasan (restrictions) dalam kerangka konseptual pelaporan keuangan (Conceptual Framework for Financial Reporting – CFW) yang dikembangkan oleh IASB dan FASB. Studi ini menjelaskan bahwa meskipun kerangka konseptual bertujuan untuk meningkatkan konsistensi dan relevansi laporan keuangan, masih terdapat banyak keterbatasan dalam penerapannya, seperti konservatisme akuntansi, relevansi informasi, dan subjektivitas penilaian. Penulis menekankan perlunya penyempurnaan kerangka ini agar mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna laporan di era globalisasi dan digitalisasi.
Opini:
Tulisan ini sangat relevan dalam konteks harmonisasi standar akuntansi global. Menurut saya, pembahasan mengenai keterbatasan CFW menunjukkan bahwa pelaporan keuangan masih memiliki celah interpretasi yang bisa memengaruhi objektivitas laporan. Oleh karena itu, pembaruan konsep dan standar yang lebih adaptif terhadap praktik bisnis modern dan teknologi pelaporan digital seperti XBRL menjadi sangat penting.
Kesimpulannya:
Kedua jurnal tersebut sama-sama menyoroti pentingnya transparansi dan konsistensi dalam pelaporan keuangan global. Jurnal pertama menekankan transformasi digital melalui XBRL, sedangkan jurnal kedua mengulas keterbatasan konseptual dalam sistem pelaporan tradisional. Jika dikaitkan, keduanya menunjukkan arah perkembangan akuntansi modern yang menuntut pelaporan yang lebih terbuka, real-time, dan berbasis teknologi, sekaligus tetap berlandaskan prinsip etis dan konseptual yang kuat.
NPM : 2413031008
1. Resume Jurnal 1 – “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency?”
(Jordan, 2024)
Jurnal ini meneliti dampak adopsi XBRL terhadap transparansi informasi keuangan perusahaan keuangan di Yordania. Dengan menggunakan survei terhadap 124 manajer, auditor, dan akuntan, penelitian ini menemukan bahwa XBRL secara signifikan meningkatkan transparansi, kualitas, serta keterandalan laporan keuangan. XBRL membantu mengurangi kesenjangan informasi (information asymmetry), mempercepat proses pelaporan, meningkatkan komparabilitas laporan, serta memudahkan analisis oleh pemangku kepentingan. Hasilnya mendukung bahwa digitalisasi pelaporan—melalui tagging data dan standarisasi—sejalan dengan peningkatan efisiensi dan kualitas pengungkapan.
2. Resume Jurnal 2 – “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity”
(Indonesia, 2022)
Jurnal ini mengkaji hubungan adopsi XBRL dan cost of equity pada 59 perusahaan BEI, dibandingkan antara masa pra-adopsi (2014–2015) dan pasca-adopsi (2016–2017). Temuan menunjukkan bahwa XBRL menurunkan cost of equity, terutama pada perusahaan berukuran besar. Hal ini terjadi karena XBRL meningkatkan kualitas dan keterbandingan laporan keuangan, sehingga mengurangi risiko informasi dan meningkatkan kepercayaan investor. Namun penelitian juga mencatat bahwa fase awal adopsi XBRL sering menimbulkan error, sehingga manfaat tidak langsung dirasakan secara instan.
Opini saya :
Kedua jurnal memberikan gambaran menarik bahwa XBRL bukan sekadar teknologi pelaporan, tetapi merupakan alat strategis untuk memperkuat kualitas informasi keuangan dan menurunkan risiko pasar. Meski konteks kedua negara berbeda—Yordania menekankan transparansi, Indonesia menyoroti dampaknya terhadap biaya modal—kedua penelitian sepakat bahwa XBRL membawa peningkatan signifikan dalam kualitas pelaporan. Menurut saya, ini menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan adalah kebutuhan global yang tidak bisa dihindari. Namun, implementasinya harus memperhatikan kesiapan teknologi, pelatihan SDM, dan kualitas taksonomi agar manfaatnya optimal. Dengan perencanaan yang tepat, XBRL dapat menjadi fondasi untuk pelaporan yang lebih kredibel, tepat waktu, dan berorientasi masa depan.
Npm : 2413031030
JURNAL 1
Jurnal ini menegaskan bahwa penerapan XBRL di Yordania merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan akuntabilitas pelaporan keuangan. Implikasi praktisnya mencakup perlunya peningkatan pelatihan, penyediaan infrastruktur teknologi, serta harmonisasi regulasi untuk mempercepat adopsi XBRL. Penelitian ini juga menjadi kontribusi penting karena memberikan bukti empiris dari perspektif negara berkembang, sekaligus membuka peluang bagi studi lanjutan mengenai dampak XBRL terhadap pemangku kepentingan lain seperti investor, analis, dan regulator.
JURNAL 2
Jurnal ini membahas pengaruh adopsi Extensible Business Reporting Language (XBRL) terhadap cost of equity (COE) pada perusahaan publik di Indonesia. Penelitian dilakukan pada 59 perusahaan selama empat tahun, yaitu dua tahun sebelum (2014–2015) dan dua tahun sesudah (2016–2017) adopsi XBRL yang diwajibkan oleh Bursa Efek Indonesia. Dengan menggunakan regresi berganda, penelitian ini menilai apakah digitalisasi pelaporan melalui XBRL mampu meningkatkan kualitas informasi dan menurunkan biaya modal ekuitas.
NPM : 2413031011
Kedua artikel tersebut membahas peran XBRL sebagai teknologi pelaporan keuangan yang mampu memperbaiki kualitas informasi yang diterima para pengguna laporan. Artikel pertama meneliti perusahaan keuangan di Yordania dan menemukan bahwa penggunaan XBRL benar–benar mendorong transparansi. Informasi keuangan menjadi lebih jelas, konsisten, dan mudah dibandingkan, sehingga membantu manajer, auditor, dan pemangku kepentingan lain mengambil keputusan dengan lebih percaya diri. Penulis memandang XBRL sebagai kebutuhan strategis, khususnya di negara berkembang yang ingin mengejar standar pelaporan global dan memperbaiki efisiensi sistem keuangan mereka.
Artikel kedua meneliti kondisi di Indonesia. Penelitian ini membandingkan periode sebelum dan sesudah XBRL diwajibkan di Bursa Efek Indonesia. Pada tahap awal penerapan memang muncul banyak masalah seperti ketidaktepatan format, kesalahan teknis, dan kebingungan investor. Walau begitu, hasil akhirnya menunjukkan bahwa XBRL justru menurunkan biaya ekuitas, terutama bagi perusahaan besar yang lebih siap secara sistem dan sumber daya. Penulis berpendapat bahwa tantangan awal bukan alasan untuk menolak XBRL, karena manfaatnya baru terlihat setelah proses pelaporan semakin matang dan kualitas data meningkat.
Secara keseluruhan, kedua jurnal menekankan bahwa XBRL memberikan dampak positif pada transparansi, kualitas informasi, dan efisiensi pasar. Meski negara dan konteksnya berbeda, keduanya sepakat bahwa adopsi XBRL adalah langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan publik dan mendukung tata kelola yang lebih baik.
NPM : 2413031004
Jurnal 1 Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity
Membahasa tentang bagaimana penerapan XBRL, format digital standar untuk pelaporan keuangan, dapat membantu meningkatkan transparansi data bagi perusahaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa XBRL mempermudah pengambilan keputusan karena membuat laporan lebih jelas, akurat, mudah dibandingkan, dan diproses lebih cepat. Standarisasi data juga membantu mengurangi perbedaan informasi antara bisnis dan pengguna laporan, seperti investor dan regulator. Menurut pendapat saya, hasil ini sangat wajar karena XBRL mempercepat analisis data, membuat laporan keuangan lebih akurat dan efisien, dan mengurangi pekerjaan manual yang dapat menyebabkan kesalahan. Akibatnya, XBRL sangat penting untuk dunia pelaporan digital modern.
Jurnal 2 Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity
Isi dari jurnal ini membahas apakah penerapan XBRL berdampak pada biaya ekuitas perusahaan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa XBRL mampu menurunkan biaya ekuitas karena format digital ini meningkatkan kualitas dan transparansi informasi, mengurangi kesalahan laporan, dan membuat investor membayar lebih sedikit untuk pemrosesan data. Ini terjadi meskipun adopsi XBRL di Indonesia masih sangat baru. Biaya ekuitas yang besar atau kecil juga dipengaruhi oleh variabel tambahan, seperti ukuran perusahaan, kekuatan, rasio pasar ke buku, dan industri. Karena digitalisasi membuat informasi lebih mudah diakses dan konsisten, menurut saya temuan ini sangat masuk akal. Dengan digitalisasi, risiko investor dan biaya ekuitas juga turun.
NPM : 2413031001
Kedua artikel menegaskan bahwa adopsi XBRL berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di negara berkembang. Studi di Indonesia menunjukkan bahwa penerapan XBRL mampu menurunkan cost of equity karena meningkatnya keterbandingan dan keandalan data, sehingga mengurangi risiko bagi investor. Sementara itu, penelitian di Yordania menegaskan bahwa XBRL meningkatkan transparansi, akurasi, serta efisiensi penyampaian informasi keuangan melalui standardisasi digital. Secara keseluruhan, kedua penelitian memberikan bukti bahwa XBRL memperbaiki kualitas informasi dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, meskipun memerlukan kesiapan infrastruktur dan peningkatan literasi teknologi.
NASHITA SHAFIYAH
2413031009
Artikel 1 – Pengaruh Kinerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola terhadap Nilai Perusahaan
Artikel pertama membahas bagaimana aspek lingkungan (ESG), efektivitas dewan komisaris, dan manajemen laba berpengaruh terhadap nilai perusahaan, khususnya pada perusahaan sub-sektor makanan dan minuman di BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja lingkungan dan sosial tidak secara langsung meningkatkan nilai perusahaan, sementara efektivitas dewan komisaris memiliki pengaruh positif. Manajemen laba ditemukan memoderasi hubungan-hubungan tersebut, tetapi hasilnya bervariasi. Penelitian menegaskan bahwa tata kelola yang kuat tetap menjadi faktor utama untuk membangun nilai perusahaan.
Artikel 2 – Digitalisasi Pelaporan Keuangan dengan XBRL dan Cost of Equity
Artikel kedua meneliti dampak adopsi XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan di Indonesia. Dengan mempelajari 59 perusahaan sebelum dan sesudah adopsi XBRL, hasilnya menunjukkan bahwa penerapan XBRL justru menurunkan cost of equity, terutama pada perusahaan berukuran besar. XBRL dianggap mampu meningkatkan kualitas laporan, mempermudah akses data, dan menurunkan ketidakpastian informasi—meskipun beberapa negara lain mengalami hasil yang berbeda pada masa awal adopsi. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi pelaporan memberi manfaat signifikan bagi efisiensi pasar.
Opini Saya
Menurut saya, kedua artikel memiliki benang merah penting: kepercayaan investor sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi dan tata kelola perusahaan. Pada artikel pertama, nilai perusahaan lebih ditentukan oleh governance yang kuat dibanding sekadar aktivitas lingkungan atau sosial. Sementara artikel kedua menunjukkan bahwa digitalisasi seperti XBRL dapat meningkatkan transparansi dan menurunkan risiko informasi. Ini menunjukkan bahwa baik praktik ESG maupun teknologi laporan keuangan membutuhkan dukungan tata kelola yang sehat agar manfaatnya benar-benar dirasakan. Kombinasi antara teknologi yang baik dan etika perusahaan yang kuat menjadi kunci untuk membangun kepercayaan pasar di era modern.
Nama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012
1. Artikel: “Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity” (Tohang & Lusiana, 2022)
Isi pokok: Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan publik di Indonesia. Dari studi terhadap 59 perusahaan sebelum dan sesudah menerapkan XBRL, ditemukan bahwa digitalisasi pelaporan keuangan ini menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan besar, karena transparansi dan kualitas laporan keuangan meningkat.
Opini: Menurut saya, penggunaan XBRL sangat penting untuk meningkatkan keterbukaan dan kepercayaan investor terhadap laporan keuangan. Namun, keberhasilan digitalisasi ini juga membutuhkan dukungan teknologi yang memadai dan sumber daya manusia yang kompeten, terutama bagi perusahaan kecil.
2. Artikel: “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting”
Isi pokok: Artikel ini membahas pentingnya menyelaraskan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan, seperti GRI, IIRC, dan SDGs, agar laporan perusahaan lebih terpadu dan bernilai strategis. Studi kasus di sektor telekomunikasi menunjukkan bahwa keselarasan panduan membuat laporan lebih transparan dan menambah nilai strategis bagi perusahaan.
Opini: Saya berpendapat bahwa pelaporan yang terintegrasi dengan SDGs menunjukkan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan keberlanjutan. Selain itu, hal ini dapat meningkatkan reputasi perusahaan dan memperkuat daya saing di tingkat global.
NPM : 2413031007
Artikel pertama berjudul “Does XBRL Adoption Increase Financial Information Transparency in Digital Disclosure Environment?” membahas peran penerapan XBRL dalam meningkatkan keterbukaan informasi keuangan pada perusahaan sektor keuangan di Yordania. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu memperbaiki kualitas pelaporan melalui peningkatan efisiensi, ketepatan, dan transparansi data. Selain membantu mengurangi kesenjangan informasi antara perusahaan dan investor, teknologi ini juga memperkuat kepercayaan pasar sehingga mendorong tata kelola yang lebih baik di negara berkembang.
Artikel kedua mengulas konsep Behavioral Accounting, yang menekankan bahwa proses akuntansi tidak dapat dipisahkan dari unsur psikologis dan perilaku individu. Pendekatan ini menyoroti bagaimana bias, motivasi, dan persepsi manusia dapat memengaruhi penyusunan laporan, proses audit, serta penetapan kebijakan akuntansi. Dengan memahami aspek-aspek perilaku tersebut, praktik akuntansi dapat dirancang menjadi lebih realistis, adaptif, serta mencerminkan kondisi nyata di dalam organisasi.
Menurut pandangan saya, kedua artikel tersebut menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan pemahaman terhadap perilaku manusia merupakan dua sisi penting dalam perkembangan akuntansi modern. XBRL memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, namun efektivitasnya tetap bergantung pada kesiapan dan integritas manusia yang mengoperasikannya. Oleh karena itu, masa depan akuntansi seharusnya memadukan inovasi digital dengan pemahaman perilaku agar informasi keuangan tidak hanya disajikan secara cepat dan akurat, tetapi juga tetap etis, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
NPM : 2413031020
1. Jurnal pertama "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" (M. Al-Okaily et al., 2024)
Artikel ini mengevaluasi dampak adopsi XBRL terhadap transparansi informasi keuangan di perusahaan keuangan Yordania. Penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan relevansi, keandalan, dan transparansi laporan keuangan dalam lingkungan pelaporan digital. XBRL membantu mempercepat proses pelaporan, memudahkan analisis data, serta meningkatkan kepercayaan pengguna laporan keuangan. Studi ini juga menyoroti pentingnya kapasitas teknologi dan sumber daya manusia untuk memaksimalkan manfaat XBRL, terutama di negara berkembang seperti Yordania.
2. Jurnal kedua "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity" (Valentina Tohang & Silvi Lusiana, 2022)
Artikel ini meneliti hubungan antara adopsi XBRL dan biaya ekuitas di perusahaan terbuka di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan menurunkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan berukuran besar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan transparansi, penurunan kesalahan pelaporan, dan penurunan biaya pemrosesan informasi. Namun, pada masa awal adopsi, masih ada tantangan seperti kesalahan pelaporan dan keterbatasan kapasitas, sehingga perusahaan kecil cenderung mengalami risiko lebih tinggi dan biaya ekuitas yang lebih tinggi.
Menurut saya, Kedua artikel menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan keuangan melalui XBRL memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan, serta menurunkan biaya modal. Namun, keberhasilan adopsi sangat tergantung pada kesiapan teknis, regulasi, dan kapasitas sumber daya manusia. Di Indonesia, tantangan utama adalah memastikan konsistensi kualitas pelaporan dan memperkuat kapasitas SDM agar manfaat XBRL dapat dirasakan secara optimal, terutama oleh perusahaan kecil dan menengah.
NPM:2413031006
JULNAL1
Penelitian ini menganalisis pengaruh adopsi XBRL pada biaya modal ekuitas perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia menggunakan data 59 perusahaan selama 2014-2017. Temuan utama menunjukkan bahwa XBRL justru menurunkan biaya ekuitas meskipun pada periode awal adopsi, terutama pada perusahaan besar, dengan faktor pendukung seperti transparansi laporan keuangan dan konvergensi IFRS. Variabel kontrol seperti ukuran perusahaan, leverage, dan rasio market-to-book juga memengaruhi hasil, sementara sektor seperti pertanian dan pertambangan cenderung meningkatkan biaya ekuitas.
Esensi Artikel Kedua: Dampak XBRL pada Transparansi Informasi Keuangan di Yordania
Studi ini mengeksplorasi efek adopsi XBRL terhadap transparansi pengungkapan informasi keuangan di perusahaan keuangan Yordania melalui survei 124 manajer akuntansi, auditor, dan analis. Hasil PLS-SEM mengonfirmasi hubungan positif signifikan, di mana XBRL meningkatkan relevansi, keandalan, dan transparansi laporan keuangan digital, sehingga mendukung pengambilan keputusan lebih baik. Penelitian ini menekankan manfaat XBRL di pasar berkembang seperti Yordania, dengan implikasi untuk efisiensi pelaporan dan pengurangan asimetri informasi.
Opini dan Rekomendasi
Kedua artikel saling melengkapi dengan bukti empiris bahwa XBRL bermanfaat di negara berkembang, meskipun tantangan awal seperti kesalahan pelaporan ada. Pendekatan saya mendukung percepatan adopsi XBRL di Indonesia dan negara serupa melalui pelatihan serta regulasi yang lebih matang, karena potensinya dalam menurunkan biaya modal dan meningkatkan kepercayaan investor jauh melebihi risiko transisi.
JURNAL 2
Studi ini mengeksplorasi efek adopsi XBRL terhadap transparansi pengungkapan informasi keuangan di perusahaan keuangan Yordania melalui survei 124 manajer akuntansi, auditor, dan analis. Hasil PLS-SEM mengonfirmasi hubungan positif signifikan, di mana XBRL meningkatkan relevansi, keandalan, dan transparansi laporan keuangan digital, sehingga mendukung pengambilan keputusan lebih baik. Penelitian ini menekankan manfaat XBRL di pasar berkembang seperti Yordania, dengan implikasi untuk efisiensi pelaporan dan pengurangan asimetri informasi.
OPINI DAN REKOMENDASI
Kedua artikel saling melengkapi dengan bukti empiris bahwa XBRL bermanfaat di negara berkembang, meskipun tantangan awal seperti kesalahan pelaporan ada. Pendekatan saya mendukung percepatan adopsi XBRL di Indonesia dan negara serupa melalui pelatihan serta regulasi yang lebih matang, karena potensinya dalam menurunkan biaya modal dan meningkatkan kepercayaan investor jauh melebihi risiko transisi.
NPM:2413031034
1. Jurnal 1
Jurnal ini meneliti apakah penerapan XBRL (eXtensible Business Reporting Language) dapat meningkatkan transparansi informasi keuangan di negara berkembang. XBRL adalah format pelaporan digital yang memudahkan analisis, pertukaran, dan aksesibilitas data keuangan antar pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL secara signifikan meningkatkan keterbukaan, akurasi, dan efisiensi pelaporan keuangan, terutama di pasar yang masih berkembang dan menghadapi tantangan tata kelola. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada dukungan regulasi, kesiapan teknologi, dan literasi digital akuntan serta pengguna laporan keuangan.
Opini:
Artikel ini memberikan kontribusi penting bagi modernisasi pelaporan keuangan di era digital. Menurut saya, penerapan XBRL di Indonesia dan negara berkembang lainnya akan sangat bermanfaat untuk memperkuat transparansi publik dan mengurangi risiko manipulasi data. Namun, penerapannya harus disertai dengan pelatihan sumber daya manusia dan sistem audit digital yang memadai agar manfaatnya maksimal.
2. Jurnal 2
Jurnal ini mengulas berbagai pembatasan (restrictions) dalam kerangka konseptual pelaporan keuangan (Conceptual Framework for Financial Reporting – CFW) yang dikembangkan oleh IASB dan FASB. Studi ini menjelaskan bahwa meskipun kerangka konseptual bertujuan untuk meningkatkan konsistensi dan relevansi laporan keuangan, masih terdapat banyak keterbatasan dalam penerapannya, seperti konservatisme akuntansi, relevansi informasi, dan subjektivitas penilaian. Penulis menekankan perlunya penyempurnaan kerangka ini agar mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna laporan di era globalisasi dan digitalisasi.
Opini:
Tulisan ini sangat relevan dalam konteks harmonisasi standar akuntansi global. Menurut saya, pembahasan mengenai keterbatasan CFW menunjukkan bahwa pelaporan keuangan masih memiliki celah interpretasi yang bisa memengaruhi objektivitas laporan. Oleh karena itu, pembaruan konsep dan standar yang lebih adaptif terhadap praktik bisnis modern dan teknologi pelaporan digital seperti XBRL menjadi sangat penting.
Kesimpulannya:
Kedua jurnal tersebut sama-sama menyoroti pentingnya transparansi dan konsistensi dalam pelaporan keuangan global. Jurnal pertama menekankan transformasi digital melalui XBRL, sedangkan jurnal kedua mengulas keterbatasan konseptual dalam sistem pelaporan tradisional. Jika dikaitkan, keduanya menunjukkan arah perkembangan akuntansi modern yang menuntut pelaporan yang lebih terbuka, real-time, dan berbasis teknologi, sekaligus tetap berlandaskan prinsip etis dan konseptual yang kuat.
Npm: 2413031025
Jurnal 1 – Transparansi di Era Digital: Peran XBRL dalam Pengungkapan Keuangan
Jurnal pertama membawa kita ke Yordania, tempat 124 manajer dan auditor menjadi saksi bagaimana XBRL mulai mengubah cara perusahaan membuka informasi keuangannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa adopsi XBRL bukan hanya soal mengganti format laporan, tetapi langkah besar menuju transparansi yang lebih jernih. Dengan struktur data yang terstandar dan mudah diolah, XBRL membantu perusahaan menyajikan laporan yang lebih akurat, sekaligus memudahkan pengambilan keputusan bagi para pemangku kepentingan. Namun, penelitian ini juga menegaskan bahwa teknologi tidak akan memberi manfaat maksimal tanpa pemahaman yang kuat dari para pengguna. Karena itu, edukasi, pelatihan, dan sosialisasi menjadi fondasi penting agar XBRL benar-benar berfungsi sebagai alat peningkat efisiensi dan keterbukaan, terutama di negara berkembang seperti Yordania.
Jurnal 2 – XBRL dan Biaya Ekuitas: Studi dari Pasar Modal Indonesia
Jurnal kedua mengarahkan pandangan ke Indonesia, menelusuri hubungan antara adopsi XBRL dan biaya ekuitas perusahaan. Dengan melibatkan 59 perusahaan dalam periode sebelum dan sesudah implementasi XBRL, penelitian ini menghasilkan temuan yang cukup menggembirakan. XBRL terbukti mampu menurunkan biaya ekuitas, terutama bagi perusahaan besar yang memiliki kompleksitas informasi tinggi. Standarisasi data yang lebih rapi membuat risiko informasi menurun, sehingga investor memiliki keyakinan lebih besar saat menilai perusahaan. Faktor seperti ukuran perusahaan dan tingkat leverage juga berperan dalam memperkuat hubungan tersebut. Meski begitu, penelitian ini mengingatkan adanya tantangan dalam implementasi XBRL, terutama terkait pemahaman teknis dan kesiapan infrastruktur. Tanpa mengatasi hambatan tersebut, manfaat XBRL tidak akan sepenuhnya dirasakan oleh seluruh pelaku pasar modal di Indonesia.
NPM : 2413031023
Jurnal 1 Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity
Membahasa tentang bagaimana penerapan XBRL, format digital standar untuk pelaporan keuangan, dapat membantu meningkatkan transparansi data bagi perusahaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa XBRL mempermudah pengambilan keputusan karena membuat laporan lebih jelas, akurat, mudah dibandingkan, dan diproses lebih cepat. Standarisasi data juga membantu mengurangi perbedaan informasi antara bisnis dan pengguna laporan, seperti investor dan regulator. Menurut pendapat saya, hasil ini sangat wajar karena XBRL mempercepat analisis data, membuat laporan keuangan lebih akurat dan efisien, dan mengurangi pekerjaan manual yang dapat menyebabkan kesalahan. Akibatnya, XBRL sangat penting untuk dunia pelaporan digital modern.
Jurnal 2
Jurnal ini membahas pengaruh penerapan XBRL terhadap biaya ekuitas perusahaan publik di Indonesia. Berdasarkan penelitian terhadap 59 perusahaan, hasil menunjukkan bahwa implementasi XBRL mampu menurunkan biaya ekuitas melalui peningkatan kualitas, transparansi, dan efisiensi laporan keuangan. Teknologi ini juga memberikan kemudahan bagi investor dalam memperoleh serta mengolah informasi secara cepat dan akurat. Dari sudut pandang saya, adopsi XBRL merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar dan mendorong praktik tata kelola keuangan yang transparan. Namun, keberhasilan penerapannya bergantung pada dukungan regulasi, kesiapan infrastruktur, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas di seluruh sektor usaha.
NPM: 2413031010
Artikel 1
Menyoroti masalah yang dihadapi perusahaan ketika menggunakan berbagai panduan pelaporan SDGs seperti GRI dan IIRC. Banyaknya pedoman membuat perusahaan kesulitan menyusun laporan keberlanjutan yang konsisten dan bermakna. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis menawarkan pendekatan penyelarasan (alignment approach) yang membantu perusahaan menggabungkan dan menyesuaikan berbagai panduan SDGs agar selaras dengan strategi keberlanjutan mereka.
Melalui studi kasus empat perusahaan telekomunikasi, artikel ini menunjukkan bahwa setiap perusahaan memiliki interpretasi SDGs yang berbeda. Dengan menggunakan alignment framework, kualitas dan ketepatan pelaporan SDGs dapat meningkat karena perusahaan memiliki struktur yang jelas dalam menghubungkan tujuan, indikator, dan laporan yang mereka sajikan. Artikel ini menegaskan bahwa penyelarasan panduan pelaporan sangat penting agar informasi keberlanjutan lebih terintegrasi, akurat, dan strategis.
Artikel 2
Membahas pentingnya integrasi keberlanjutan dalam praktik manajemen dan akuntansi perusahaan. Fokus utamanya adalah bagaimana perusahaan dapat mengukur, mengelola, dan melaporkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan metodologi yang lebih terstruktur. Artikel ini menekankan bahwa meskipun pelaporan keberlanjutan semakin umum, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam konsistensi pengukuran, pemilihan indikator, serta kesesuaian antara strategi dan praktik pelaporan.
Artikel ini juga menyoroti perlunya sistem akuntansi yang mampu mendukung pengukuran keberlanjutan secara lebih komprehensif, sehingga informasi yang dilaporkan mencerminkan kontribusi nyata perusahaan terhadap tujuan keberlanjutan global. Dengan perbaikan sistem pengukuran dan pelaporan, perusahaan dapat lebih akuntabel dan memastikan bahwa komitmen keberlanjutan menjadi bagian dari keputusan bisnis sehari-hari.
Nama : Revie Nevilla Extin
NPM : 2413031027
Jurnal Pertama: "Does XBRL adoption increase financial information transparency... Insights from emerging markets"
Jurnal ini fokus pada aspek transparansi di pasar berkembang, dengan studi kasus di Yordania. Intinya, penelitian ingin membuktikan apakah penerapan XBRL benar-benar membuat informasi keuangan lebih transparan di era digital. Dengan data dari manajer akuntansi dan auditor, ditemukan bahwa XBRL secara signifikan meningkatkan kualitas pengungkapan. Esensinya, XBRL bukan sekadar mengganti format file, tapi menstandarisasi data sehingga informasi lebih mudah diakses, dibandingkan, dan dianalisis oleh pihak eksternal tanpa bias manual.
Jurnal Kedua: "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity"
Jurnal ini membahas manfaat ekonomis langsung dari XBRL di Indonesia. Penelitian membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan XBRL di BEI, dan menunjukkan bahwa XBRL berhasil menurunkan Cost of Equity perusahaan. Hal ini terjadi karena risiko informasi berkurang: investor merasa lebih percaya diri dan tidak meminta imbal hasil terlalu tinggi. Perusahaan besar paling diuntungkan dari efisiensi ini.
Opini:
Kedua jurnal ini memberi gambaran utuh tentang pentingnya digitalisasi akuntansi. Dari jurnal Al-Okaily, kita belajar bahwa transparansi adalah "mata uang" di era digital, XBRL berperan sebagai bahasa universal yang menghilangkan hambatan teknis. Jurnal Tohang & Lusiana menunjukkan keuntungan ekonomisnya, efisiensi biaya dan pengurangan asimetri informasi. Untuk mahasiswa akuntansi, ini menegaskan bahwa ke depan, akuntan harus memahami ekosistem pelaporan digital, bergeser dari paper-based mindset ke data-tagging mindset.
NPM : 2413031005
JURNAL 1
Jurnal pertama menyoroti peran penting adopsi XBRL (eXtensible Business Reporting Language) dalam meningkatkan transparansi dan efektivitas pelaporan keuangan digital di sektor keuangan Yordania. Dengan memanfaatkan standar penandaan data, XBRL membuat analisis data keuangan menjadi lebih sederhana dan cepat, sekaligus membantu mengurangi kesenjangan informasi di antara para pihak. Penulis berpendapat bahwa penerapan XBRL adalah strategi yang vital bagi negara-negara berkembang untuk membangun sistem pelaporan yang lebih kredibel dan akuntabel. Meskipun masih ada kendala teknis dan perlunya peningkatan kemampuan sumber daya manusia, penerapan XBRL secara berkelanjutan dipercaya akan secara signifikan meningkatkan keandalan dan keterbukaan informasi keuangan.
JURNAL 2
Jurnal kedua fokus pada dampak praktis penerapan XBRL di Indonesia, khususnya terhadap biaya ekuitas perusahaan publik. Penelitian menunjukkan bahwa adopsi XBRL dapat secara efektif menurunkan biaya ekuitas karena teknologi ini secara langsung meningkatkan kualitas, transparansi, dan efisiensi laporan keuangan. Selain itu, XBRL mempermudah investor untuk menganalisis dan memproses informasi yang relevan dengan lebih cepat. Disimpulkan bahwa XBRL adalah langkah krusial untuk membangun kepercayaan pasar dan mempromosikan tata kelola keuangan yang lebih terbuka. Namun, keberhasilan adopsi ini sangat bergantung pada adanya dukungan regulasi yang kuat, kesiapan infrastruktur sistem, dan investasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan keterampilan sumber daya manusia.
NPM : 2413031016
Jurnal 1
Jurnal ini membahas adopsi XBRL (eXtensible Business Reporting Language) yaitu standar digital untuk pelaporan keuangan — dan bagaimana teknologi ini memengaruhi transparansi informasi keuangan di pasar negara berkembang, khususnya di Yordania. Penelitian dilakukan dengan melibatkan praktisi seperti manajer akuntansi dan auditor di perusahaan keuangan yang telah menerapkan XBRL. Hasilnya menunjukkan bahwa XBRL meningkatkan transparansi laporan keuangan digital, membuat informasi lebih relevan, andal, dan mudah diakses oleh pengguna. Ini membantu pengambilan keputusan yang lebih baik oleh investor dan pemangku kepentingan.
Jurnal 2
Artikel ini mengkaji hubungan antara adopsi XBRL di Indonesia dan biaya ekuitas (cost of equity), yaitu biaya modal yang diharapkan investor. Penelitian ini menggunakan data dari 59 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama empat tahun sebelum dan sesudah adopsi XBRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan XBRL ternyata mengurangi biaya ekuitas perusahaan setelah adopsi, karena laporan menjadi lebih transparan dan kesalahan informasi berkurang. Namun efeknya tidak kuat, dan beberapa faktor seperti ukuran perusahaan juga berperan
Opini saya terkait Kedua artikel ini menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan keuangan melalui XBRL adalah langkah penting dalam perkembangan sistem akuntansi modern terutama di negara berkembang seperti Yordania dan Indonesia.
NPM: 2413031021
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh adopsi XBRL terhadap transparansi informasi keuangan pada perusahaan keuangan di Yordania. Dengan menggunakan survei terhadap 124 manajer keuangan, manajer akuntansi, dan auditor serta analisis PLS-SEM, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan XBRL berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan transparansi, relevansi, dan keandalan laporan keuangan. Adopsi XBRL juga membantu mengurangi asimetri informasi dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif. Studi ini menegaskan pentingnya XBRL sebagai standar pelaporan keuangan digital di negara berkembang.
Jurnal ini membahas kesenjangan antara teori dan praktik akuntansi manajemen yang menyebabkan hasil penelitian kurang berdampak bagi praktisi. Melalui pendekatan interventionist research dan telaah literatur sistematis, penulis mengusulkan cara menerapkan teori secara lebih praktis dalam memecahkan masalah organisasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penggabungan literatur akademik dan preskriptif dapat membentuk intervensi yang lebih efektif serta membantu menjembatani teori dan praktik dalam akuntansi manajemen.
menurut saya Kedua jurnal menegaskan bahwa perkembangan akuntansi modern menuntut keterpaduan antara inovasi teknis dan penerapan praktis. Jurnal pertama menunjukkan bahwa adopsi XBRL mampu meningkatkan transparansi, kualitas, dan kegunaan informasi keuangan dalam pelaporan digital, khususnya di negara berkembang. Sementara itu, jurnal kedua menekankan pentingnya menjembatani teori dan praktik akuntansi manajemen melalui pendekatan interventionist research agar hasil penelitian benar-benar berdampak bagi organisasi. Secara keseluruhan, kedua jurnal menyimpulkan bahwa akuntansi yang efektif tidak hanya membutuhkan teknologi dan standar baru, tetapi juga pendekatan penelitian dan implementasi yang berorientasi pada kebutuhan praktis dan pengambilan keputusan nyata.
Nama : Salsabila Labibah
NPM : 2413031002
Jurnal 1
Jurnal ini mengkaji pengaruh penerapan XBRL sebagai format pelaporan keuangan digital terhadap biaya ekuitas perusahaan di pasar modal Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu meningkatkan keterbukaan dan kualitas informasi keuangan, sehingga mengurangi asimetri informasi antara perusahaan dan investor. Kondisi tersebut berkontribusi pada penurunan biaya ekuitas, khususnya pada perusahaan dengan skala besar yang memiliki eksposur tinggi terhadap investor publik. Namun demikian, efektivitas XBRL sangat bergantung pada kualitas penerapan, tingkat literasi pengguna, serta dukungan infrastruktur pasar modal.
Opini:
Menurut saya, jurnal ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dalam pelaporan keuangan memiliki dampak ekonomi yang nyata dan strategis. XBRL tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kepercayaan investor. Namun, manfaat XBRL belum sepenuhnya optimal apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pengungkapan dan pemahaman pengguna. Oleh karena itu, peran regulator dan edukasi pasar menjadi kunci agar transformasi digital pelaporan benar-benar menghasilkan efisiensi dan transparansi yang diharapkan.
Jurnal 2
Jurnal kedua menekankan bahwa isu keberlanjutan dan ESG telah menjadi elemen penting dalam praktik pelaporan perusahaan modern. Pelaporan keberlanjutan dipandang sebagai instrumen untuk menunjukkan akuntabilitas perusahaan atas dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas bisnisnya. Artikel ini menjelaskan bahwa keterkaitan pelaporan keberlanjutan dengan SDGs memperluas peran akuntansi, dari sekadar pelaporan kinerja keuangan menjadi alat komunikasi nilai jangka panjang dan legitimasi perusahaan. Dengan meningkatnya tekanan dari investor dan masyarakat global, pelaporan ESG menjadi faktor penting dalam pengelolaan risiko dan reputasi perusahaan.
Opini:
Saya berpendapat bahwa jurnal ini sangat relevan dengan kondisi bisnis saat ini, khususnya bagi perusahaan yang beroperasi di sektor berdampak tinggi terhadap lingkungan. Pelaporan ESG tidak seharusnya dipandang sebagai beban tambahan, melainkan sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan usaha. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa pelaporan keberlanjutan bersifat substantif dan tidak hanya menjadi alat pencitraan. Oleh karena itu, diperlukan standar yang kuat, konsistensi pengungkapan, serta integrasi yang lebih baik antara laporan keuangan dan nonkeuangan.
NPM : 2413031015
Jurnal 1
Jurnal ini menyoroti bahwa implementasi XBRL di sektor keuangan Yordania berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keterbukaan dan efisiensi pelaporan keuangan berbasis digital. Standarisasi data melalui XBRL memungkinkan informasi keuangan diproses secara lebih sistematis, mempercepat penyampaian laporan, serta meminimalkan asimetri informasi antar pemangku kepentingan. Menurut pandangan saya, penerapan XBRL merupakan kebijakan yang tepat bagi negara berkembang untuk membangun sistem pelaporan keuangan yang lebih transparan dan kredibel. Walaupun masih terdapat kendala terkait infrastruktur teknologi dan kompetensi sumber daya manusia, penerapan XBRL secara konsisten berpotensi besar meningkatkan kualitas dan keandalan informasi keuangan.
Jurnal 2
Jurnal ini membahas pengaruh adopsi XBRL terhadap penurunan biaya ekuitas pada perusahaan terbuka di Indonesia. Berdasarkan penelitian terhadap 59 perusahaan, hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan XBRL mampu menekan biaya ekuitas melalui peningkatan transparansi, kualitas, dan keterbandingan laporan keuangan. Selain itu, XBRL membantu investor dalam mengakses dan menganalisis informasi secara lebih efisien. Menurut saya, penerapan XBRL merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan investor dan mendorong praktik tata kelola perusahaan yang lebih baik. Namun demikian, keberhasilan implementasinya sangat dipengaruhi oleh kesiapan regulasi, sistem teknologi yang memadai, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar manfaat XBRL dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh pelaku pasar.
NPM: 2413031022
1. Jurnal 1
Jurnal ini membahas peran pelaporan keberlanjutan perusahaan dalam meningkatkan nilai korporasi dengan mengaitkan praktik bisnis terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Penulis menekankan bahwa perusahaan yang mengintegrasikan tujuan sosial, lingkungan, dan ekonomi ke dalam strategi dan pelaporannya cenderung mendapatkan kepercayaan pemangku kepentingan yang lebih tinggi, meningkatkan reputasi, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang. Studi ini juga menyoroti pentingnya metodologi pelaporan yang transparan dan terstandarisasi, seperti GRI, agar dampak nyata perusahaan terhadap SDGs dapat diukur dan dibandingkan. Intinya, pengungkapan keberlanjutan bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga strategi untuk menciptakan nilai tambahan bagi perusahaan dan masyarakat.
Opini:
Menurut saya, jurnal ini menekankan relevansi nyata dari integrasi SDGs dalam praktik bisnis modern. Di era di mana konsumen dan investor semakin peduli terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan, perusahaan yang transparan dalam pelaporan keberlanjutan akan memiliki keunggulan kompetitif sekaligus kontribusi positif bagi masyarakat.
2. Jurnal 2
Jurnal ini mengeksplorasi hubungan antara praktik akuntansi manajemen dan pengambilan keputusan strategis perusahaan. Fokusnya adalah pada bagaimana informasi akuntansi yang tepat dan terukur membantu manajemen dalam merencanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi kinerja organisasi. Penulis menekankan bahwa akuntansi manajemen bukan hanya tentang pencatatan biaya atau keuntungan, tetapi juga memberikan wawasan yang mendukung efisiensi operasional, inovasi, dan perencanaan jangka panjang. Selain itu, artikel ini menekankan pentingnya teknologi dan sistem informasi dalam meningkatkan kualitas data untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Opini:
Menurut saya, jurnal ini memperlihatkan bahwa akuntansi manajemen adalah alat strategis, bukan sekadar administratif. Kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan data secara tepat akan menentukan efektivitas keputusan manajerial dan daya saing organisasi. Integrasi teknologi modern dalam akuntansi semakin penting untuk menghadapi dinamika bisnis yang cepat.