Nama: Tiara Vita Loka
NPM: 2413031022
1. Analisis Praktik Manajemen Laba di PT Karya Sentosa
Dalam kasus PT Karya Sentosa, terdapat indikasi praktik manajemen laba berbasis akrual (accrual-based earnings management). Lonjakan laba bersih yang tidak sejalan dengan arus kas operasi menunjukkan adanya penyesuaian akrual yang memperbesar laba secara artifisial. Indikator lain yang mendukung dugaan ini antara lain kenaikan signifikan piutang usaha yang tidak diimbangi peningkatan penjualan tunai, serta penurunan cadangan kerugian piutang yang biasanya disesuaikan untuk memperhalus laba. Pola ini sesuai dengan praktik manajemen laba yang menunda pengakuan biaya atau mempercepat pengakuan pendapatan untuk mencapai target laba tertentu.
2. Perbandingan Dua Jurnal Ilmiah Terkini
Jurnal pertama, misalnya diterbitkan dalam Journal of Accounting and Public Policy (2021), menggunakan pendekatan empiris kuantitatif dengan model Jones termodifikasi untuk mengukur accrual discretionary pada perusahaan manufaktur di Asia Tenggara. Studi ini menemukan bahwa tekanan pasar dan insentif manajemen berpengaruh signifikan terhadap praktik earnings management. Jurnal kedua, diterbitkan dalam Accounting Horizons (2023), menggunakan metode survei dan wawancara dengan CFO perusahaan di Amerika Utara, menekankan aspek perilaku manajer dan faktor internal perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa keputusan manajemen laba tidak selalu negatif, tetapi sering digunakan untuk stabilisasi laba atau menyesuaikan ekspektasi investor. Perbedaan utama antara kedua studi ini terletak pada pendekatan: satu bersifat kuantitatif berbasis data historis, sementara yang lain lebih kualitatif dan berbasis perilaku manajer, namun keduanya menyepakati bahwa tekanan eksternal dan insentif internal memengaruhi praktik manajemen laba.
3. Evaluasi Praktik Earnings Management
Earnings management tidak selalu bersifat negatif. Dari perspektif teori positif akuntansi, praktik ini dapat dilihat sebagai respons rasional manajemen terhadap insentif ekonomi, kontrak, dan ekspektasi pasar. Beberapa literatur empiris menunjukkan bahwa manajemen laba dapat digunakan untuk stabilisasi laba, mengurangi volatilitas, atau menjaga hubungan dengan investor, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar dalam jangka pendek. Namun, jika digunakan secara oportunistik untuk menipu pemangku kepentingan atau menyembunyikan kinerja buruk, praktik ini jelas merugikan dan dapat menimbulkan risiko hukum serta reputasi. Dengan kata lain, konteks, tujuan, dan transparansi adalah faktor kunci dalam menilai dampak earnings management.
4. Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan indikasi yang ada, PT Karya Sentosa kemungkinan melakukan manajemen laba berbasis akrual. Stakeholder perlu berhati-hati, terutama investor dan kreditur, dalam menilai kualitas laba perusahaan. Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain meminta transparansi lebih lanjut melalui pengungkapan catatan atas laporan keuangan, melakukan audit internal tambahan untuk memverifikasi kebijakan akrual, dan memantau arus kas operasi sebagai indikator keandalan laba. Perusahaan sebaiknya memperkuat tata kelola dan kebijakan akuntansi untuk memastikan praktik earnings management digunakan untuk stabilisasi atau komunikasi laba yang wajar, bukan untuk manipulasi oportunistik.
NPM: 2413031022
1. Analisis Praktik Manajemen Laba di PT Karya Sentosa
Dalam kasus PT Karya Sentosa, terdapat indikasi praktik manajemen laba berbasis akrual (accrual-based earnings management). Lonjakan laba bersih yang tidak sejalan dengan arus kas operasi menunjukkan adanya penyesuaian akrual yang memperbesar laba secara artifisial. Indikator lain yang mendukung dugaan ini antara lain kenaikan signifikan piutang usaha yang tidak diimbangi peningkatan penjualan tunai, serta penurunan cadangan kerugian piutang yang biasanya disesuaikan untuk memperhalus laba. Pola ini sesuai dengan praktik manajemen laba yang menunda pengakuan biaya atau mempercepat pengakuan pendapatan untuk mencapai target laba tertentu.
2. Perbandingan Dua Jurnal Ilmiah Terkini
Jurnal pertama, misalnya diterbitkan dalam Journal of Accounting and Public Policy (2021), menggunakan pendekatan empiris kuantitatif dengan model Jones termodifikasi untuk mengukur accrual discretionary pada perusahaan manufaktur di Asia Tenggara. Studi ini menemukan bahwa tekanan pasar dan insentif manajemen berpengaruh signifikan terhadap praktik earnings management. Jurnal kedua, diterbitkan dalam Accounting Horizons (2023), menggunakan metode survei dan wawancara dengan CFO perusahaan di Amerika Utara, menekankan aspek perilaku manajer dan faktor internal perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa keputusan manajemen laba tidak selalu negatif, tetapi sering digunakan untuk stabilisasi laba atau menyesuaikan ekspektasi investor. Perbedaan utama antara kedua studi ini terletak pada pendekatan: satu bersifat kuantitatif berbasis data historis, sementara yang lain lebih kualitatif dan berbasis perilaku manajer, namun keduanya menyepakati bahwa tekanan eksternal dan insentif internal memengaruhi praktik manajemen laba.
3. Evaluasi Praktik Earnings Management
Earnings management tidak selalu bersifat negatif. Dari perspektif teori positif akuntansi, praktik ini dapat dilihat sebagai respons rasional manajemen terhadap insentif ekonomi, kontrak, dan ekspektasi pasar. Beberapa literatur empiris menunjukkan bahwa manajemen laba dapat digunakan untuk stabilisasi laba, mengurangi volatilitas, atau menjaga hubungan dengan investor, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar dalam jangka pendek. Namun, jika digunakan secara oportunistik untuk menipu pemangku kepentingan atau menyembunyikan kinerja buruk, praktik ini jelas merugikan dan dapat menimbulkan risiko hukum serta reputasi. Dengan kata lain, konteks, tujuan, dan transparansi adalah faktor kunci dalam menilai dampak earnings management.
4. Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan indikasi yang ada, PT Karya Sentosa kemungkinan melakukan manajemen laba berbasis akrual. Stakeholder perlu berhati-hati, terutama investor dan kreditur, dalam menilai kualitas laba perusahaan. Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain meminta transparansi lebih lanjut melalui pengungkapan catatan atas laporan keuangan, melakukan audit internal tambahan untuk memverifikasi kebijakan akrual, dan memantau arus kas operasi sebagai indikator keandalan laba. Perusahaan sebaiknya memperkuat tata kelola dan kebijakan akuntansi untuk memastikan praktik earnings management digunakan untuk stabilisasi atau komunikasi laba yang wajar, bukan untuk manipulasi oportunistik.