Kiriman dibuat oleh Adea Aprilia

ASP B2025 -> CASE STUDY

oleh Adea Aprilia -
Nama : Adea Aprilia
Npm : 2313031034

Jika meninjau kasus “SehatMandiri”, sebenarnya gagasan ini cukup baik karena dapat membantu pasien sekaligus mempercepat pelayanan kesehatan. Namun, permasalahan timbul karena penerapannya tidak berjalan sesuai harapan. Ada beberapa faktor yang membuat efektivitasnya rendah. Pertama, sebagian besar Puskesmas belum benar-benar menggunakan sistem tersebut. Hal ini menunjukkan adanya kendala dalam penerapan, seperti kurangnya pelatihan bagi tenaga kesehatan, keterbatasan fasilitas teknologi, atau masih kuatnya kebiasaan manual yang sulit diubah. Kedua, adanya data yang tidak selaras antar fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa integrasi sistem belum berjalan optimal. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh perbedaan format data, koneksi internet yang tidak stabil, atau sistem yang belum sepenuhnya kompatibel. Ketiga, meningkatnya keluhan masyarakat justru menandakan ekspektasi mereka bertambah setelah ada digitalisasi, tetapi layanan tidak sejalan dengan yang dijanjikan. Akibatnya, bukannya mempercepat proses, justru menjadi lebih lambat karena penggunaan sistem digital bercampur dengan cara manual.

Dalam melakukan audit kinerja, pendekatan yang paling tepat adalah berbasis data sehingga dapat menunjukkan gambaran nyata mengenai titik lemah sistem. Pertama, perlu dianalisis tingkat pemanfaatan platform di tiap Puskesmas maupun klinik, misalnya dengan melihat data login petugas, jumlah layanan yang diproses secara digital, serta perbandingan antara pasien yang memakai aplikasi dengan yang tetap mengandalkan layanan manual. Kedua, penting untuk meninjau kualitas data dengan melihat sejauh mana ketidaksinkronan terjadi, misalnya ada tidaknya data pasien ganda, keterlambatan dalam memperbarui hasil laboratorium, atau ketidaksesuaian catatan rekam medis. Ketiga, audit juga harus mengukur kepuasan masyarakat melalui analisis laporan pengaduan, survei pengguna, dan perbandingan waktu rata-rata pelayanan sebelum dan sesudah sistem diberlakukan.

Setelah informasi tersebut terkumpul, hasil audit bisa dijadikan dasar perbaikan sistem. Jika masalahnya terletak pada kurangnya pelatihan, maka perlu diadakan pendampingan lebih intensif bagi tenaga kesehatan. Jika kendalanya pada integrasi data, maka sistem perlu diperbaiki agar format data seragam dan proses sinkronisasi lebih cepat. Sementara itu, jika hambatannya ada pada kecepatan layanan, alur kerja harus dievaluasi agar digitalisasi benar-benar mendukung percepatan pelayanan, bukan sebaliknya. Dengan cara ini, audit berbasis data bukan hanya menilai kinerja, tetapi juga memberikan landasan yang jelas untuk langkah perbaikan, sehingga “SehatMandiri” dapat berjalan efektif sesuai dengan tujuan awal pembuatannya.

MPPE B2025 -> Diskusi

oleh Adea Aprilia -
Nama : Adea Aprilia
NPM : 2313031034

Seorang peneliti harus dapat menentukan teknik pengumpulan data yang sesuai karena hal ini sangat mempengaruhi kualitas dan validitas hasil penelitian. Setiap masalah penelitian dan tujuan yang hendak dicapai memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga teknik pengumpulan data yang tepat akan memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan relevan, akurat, dan dapat dipercaya. Misalnya, jika tujuan penelitian adalah untuk memahami perilaku individu dalam konteks sosial, wawancara atau observasi mungkin lebih sesuai. Sebaliknya, jika penelitian berfokus pada analisis statistik atau hubungan antar variabel, teknik seperti survei atau eksperimen mungkin lebih efektif. Oleh karena itu, keterkaitan antara teknik pengumpulan data dengan masalah dan tujuan penelitian sangat penting, karena pemilihan teknik yang tepat dapat memengaruhi proses analisis data dan hasil yang diperoleh, serta memastikan bahwa penelitian dapat memberikan jawaban yang valid terhadap pertanyaan penelitian.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

oleh Adea Aprilia -
NAMA : ADEA APRILIA
NPM : 2313031034

1. Identifikasi populasi dan sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA negeri di Provinsi Jawa Barat, karena penelitian berfokus pada efektivitas metode pembelajaran hybrid terhadap hasil belajar matematika siswa pada jenjang tersebut. Sementara itu, sampel adalah sebagian siswa kelas XI dari beberapa SMA negeri yang dipilih untuk mewakili keseluruhan populasi. Sampel ini dipilih karena jumlah sekolah yang sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah dengan kondisi yang beragam, sehingga tidak memungkinkan meneliti seluruh populasi.

2. Teknik sampling yang tepat
Teknik yang paling sesuai adalah stratified random sampling. Alasannya, kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur digital antar daerah berbeda-beda, sehingga penting untuk membagi populasi ke dalam strata tertentu, misalnya berdasarkan kota/kabupaten atau kategori wilayah seperti kota besar, kota sedang, dan pedesaan. Dari setiap strata tersebut, sekolah dipilih secara acak sesuai proporsinya terhadap jumlah populasi, lalu dari sekolah yang terpilih peneliti mengambil siswa kelas XI secara acak. Dengan cara ini, sampel menjadi lebih representatif dan hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi.

3. Potensi kelemahan jika sampel hanya diambil dari kota besar
Jika peneliti hanya mengambil sampel dari kota besar seperti Bandung dan Bekasi, maka hasil penelitian akan cenderung bias. Hal ini terjadi karena siswa di kota besar memiliki akses internet lebih baik, kondisi sosial ekonomi lebih mendukung, serta penerapan hybrid learning yang lebih konsisten dibandingkan daerah lain. Akibatnya, hasil penelitian tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di seluruh Jawa Barat, sehingga validitas eksternal menjadi lemah dan kesimpulan sulit digeneralisasikan ke seluruh populasi.

MPPE B2025 -> Diskusi

oleh Adea Aprilia -
NAMA : ADEA APRILIA
NPM : 2313031034

populasi dapat dipahami sebagai keseluruhan objek, individu, atau unit yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi fokus perhatian dalam suatu penelitian. Populasi mencakup semua elemen yang dianggap relevan dengan permasalahan penelitian, sehingga dari sanalah peneliti bisa memperoleh data yang lengkap. Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih dengan metode tertentu untuk mewakili keseluruhan populasi tersebut. Dengan kata lain, sampel menjadi perwakilan yang memungkinkan peneliti tetap bisa menarik kesimpulan tentang populasi tanpa harus meneliti seluruh anggotanya.

Dalam menentukan populasi dan sampel, peneliti harus memperhatikan beberapa hal penting. Pertama, kejelasan kriteria populasi, karena tanpa batasan yang jelas penelitian akan menjadi kabur. Kedua, ukuran sampel yang dipilih harus cukup mewakili agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan, tidak terlalu kecil sehingga tidak representatif, dan tidak pula terlalu besar sehingga menyulitkan proses penelitian. Ketiga, teknik pengambilan sampel perlu dipilih dengan cermat sesuai tujuan penelitian, apakah menggunakan cara acak, stratifikasi, klaster, atau purposive, agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi populasi. Selain itu, peneliti juga harus mempertimbangkan ketersediaan waktu, biaya, serta akses terhadap populasi, karena keterbatasan tersebut sering menjadi faktor penentu dalam praktik penelitian.