Nama : Dyah Wulan Handayani
NPM : 2313031033
1. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA negeri di Provinsi Jawa Barat.
Alasan:
Tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas metode pembelajaran hybrid terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di seluruh SMA negeri di Jawa Barat. Oleh karena itu, semua siswa kelas XI SMA negeri yang berada di 27 kota/kabupaten termasuk ke dalam wilayah generalisasi penelitian (populasi).
b. Sampel
Sampel adalah sebagian siswa kelas XI dari SMA negeri terpilih di Provinsi Jawa Barat yang mewakili karakteristik populasi.
Alasan:
Jumlah SMA negeri dan siswa yang sangat banyak serta tersebar luas membuat peneliti tidak mungkin meneliti seluruh populasi. Oleh karena itu, sebagian sekolah dan siswa dipilih sebagai sampel agar penelitian tetap efisien namun tetap representatif.
2. Teknik Sampling yang Paling Tepat
Teknik Sampling: Stratified Random Sampling (dapat dikombinasikan dengan Cluster Sampling)
Alasan Pemilihan Teknik
Teknik ini paling tepat karena:
Adanya perbedaan karakteristik wilayah, seperti kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur digital antar kota/kabupaten.
Jumlah siswa yang bervariasi di setiap sekolah.
Tidak semua sekolah menerapkan pembelajaran hybrid secara konsisten, sehingga perlu pengelompokan yang jelas.
Teknik ini memungkinkan setiap kelompok (strata) terwakili secara adil dalam sampel.
Cara Penerapan dalam Konteks Penelitian
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
-
Menentukan strata, misalnya berdasarkan wilayah (kota besar, kota sedang, dan kabupaten) atau tingkat infrastruktur digital (tinggi, sedang, rendah).
-
Mengelompokkan SMA negeri ke dalam strata tersebut.
-
Memilih sekolah secara acak dari setiap strata (cluster berupa sekolah).
-
Mengambil siswa kelas XI secara acak dari sekolah-sekolah terpilih sebagai responden penelitian
-
Memastikan bahwa sekolah yang dipilih benar-benar menerapkan pembelajaran hybrid agar data yang diperoleh relevan.
Teknik ini membantu peneliti memperoleh sampel yang mencerminkan kondisi nyata populasi secara menyeluruh.
3. Kelemahan Jika Sampel Hanya Diambil dari Kota Besar (Bandung dan Bekasi)
Jika peneliti hanya mengambil sampel dari sekolah-sekolah di kota besar, maka terdapat beberapa potensi kelemahan terhadap validitas hasil penelitian, yaitu:
Bias sampel (sampling bias)
Sekolah di kota besar umumnya memiliki fasilitas dan infrastruktur digital yang lebih baik dibandingkan daerah lain, sehingga hasil penelitian cenderung menunjukkan efektivitas metode hybrid yang lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.
Validitas eksternal rendah
Hasil penelitian sulit digeneralisasikan ke seluruh SMA negeri di Jawa Barat, terutama sekolah di daerah pinggiran atau pedesaan yang memiliki keterbatasan fasilitas.
Tidak merepresentasikan keragaman populasi
Perbedaan kondisi sosial dan ekonomi antarwilayah tidak terakomodasi, sehingga hasil penelitian menjadi kurang mencerminkan realitas populasi secara menyeluruh.
Kesimpulan penelitian berpotensi keliru
Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran hybrid efektif secara umum, padahal efektivitas tersebut mungkin hanya berlaku di wilayah dengan dukungan infrastruktur yang memadai.