Nama : Ladewa Chessa Alvino
NPM : 2515012013
NPM : 2515012013
Kelas : B
Analisis Jurnal :
1. Inti Masalah
Jurnal ini menyoroti bahwa perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) sekarang pesat banget. Masalahnya, kalau Iptek dibiarin jalan sendiri tanpa landasan moral atau ideologi, dia bisa jadi "liar" dan malah merugikan manusia (dehumanisasi). Makanya, Pancasila perlu ditegasin lagi sebagai "rambu-rambu" atau pedoman supaya kemajuan teknologi di Indonesia nggak melenceng dari budaya dan nilai agama kita.
2. Hubungan Pancasila dengan Ilmu Pengetahuan
Pancasila itu bukan cuma soal politik, tapi juga sistem nilai yang jadi kerangka berpikir (paradigma) bagi ilmuwan di Indonesia. Ada empat pemahaman penting di sini:
Iptek yang dibuat di Indonesia nggak boleh bertentangan dengan nilai Pancasila. Pancasila harus jadi faktor internal atau "ruh" dalam tiap pengembangan ilmu. Nilai Pancasila jadi rambu normatif (aturan main). Pengembangan ilmu harus "mempribumikan ilmu," alias berakar dari budaya asli kita sendiri.
3. Peran Tiap Sila dalam IPTEK
Tiap sila punya fungsi masing-masing buat ngerem atau ngarahin teknologi:
-Sila 1: Mengingatkan kalau manusia itu bagian dari alam, bukan pusat segalanya. Ilmu harus rasional tapi tetap ingat Tuhan.
-Sila 2: Iptek harus buat kesejahteraan bersama, bukan buat nyiksa atau ngerendahin martabat orang lain.
-Sila 3: Teknologi harusnya bisa mempersatukan bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme.
-Sila 4: Pengembangan ilmu harus demokratis, artinya terbuka buat kritik, saran, dan bisa diakses semua orang.
-Sila 5: Harus ada keadilan. Jangan sampai kemajuan teknologi cuma dirasain segelintir orang atau malah bikin kesenjangan makin lebar.
4. Sejarah dan Realita di Masyarakat
Secara Historis: Sebenarnya cita-cita buat memajukan ilmu yang berdasar nilai luhur sudah ada di Pembukaan UUD 1945 (kalimat "mencerdaskan kehidupan bangsa"). Tapi, pembahasan serius soal Pancasila sebagai dasar ilmu baru mulai ramai tahun 1980-an, salah satunya lewat seminar di UGM. Secara Sosiologis: Masyarakat kita sebenarnya peka banget. Contohnya, kalau ada pembangunan pabrik atau pusat nuklir yang dianggap ngerusak lingkungan (isu kemanusiaan), masyarakat bakal langsung bereaksi karena itu dianggap nggak sesuai dengan nilai mereka.