Forum Analisis Jurnal
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia sekaligus sebagai filsafat ilmu yang menjadi landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan berbangsa. Penulis memulai pembahasan dengan menguraikan pengertian Pancasila secara etimologis dan filosofis, serta pandangan tokoh-tokoh nasional seperti Muhammad Yamin, Notonegoro, dan Soekarno. Dari berbagai pendapat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga pandangan hidup bangsa Indonesia yang lahir dari proses sejarah, kebudayaan, dan pemikiran mendalam anak bangsa.
Jurnal ini menekankan bahwa Pancasila merupakan hasil akulturasi berbagai nilai budaya Nusantara yang berkembang melalui interaksi antar suku bangsa dan pengaruh luar, termasuk Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Proses sejarah, khususnya pada masa penjajahan dan diberlakukannya politik etis, turut melahirkan kaum intelektual Indonesia yang kemudian merumuskan dasar negara dalam bentuk Pancasila dan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila bersifat dinamis, kontekstual, dan berakar kuat pada realitas sosial budaya bangsa.
Dalam pembahasan Pancasila sebagai filsafat ilmu, jurnal ini mengaitkan konsep filsafat dengan pandangan para ahli seperti Hegel dan Muhtar Latif. Pancasila dipahami sebagai hasil sintesis pemikiran yang lahir dari pertentangan gagasan dan kemudian melahirkan kesepakatan bersama yang harmonis. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai landasan berpikir dalam memperoleh dan mengembangkan pengetahuan, dengan menempatkan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, moral, dan kepribadian bangsa sebagai dasar utama.
Jurnal ini juga menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tidak boleh terlepas dari nilai-nilai Pancasila. Ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan mencari kebenaran secara rasional, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia dan kebahagiaan lahir dan batin. Dengan demikian, Pancasila berperan sebagai pedoman normatif dan etis agar IPTEK tidak disalahgunakan dan tetap berpihak pada kemanusiaan serta keadilan sosial.
Jurnal ini menekankan bahwa Pancasila merupakan hasil akulturasi berbagai nilai budaya Nusantara yang berkembang melalui interaksi antar suku bangsa dan pengaruh luar, termasuk Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Proses sejarah, khususnya pada masa penjajahan dan diberlakukannya politik etis, turut melahirkan kaum intelektual Indonesia yang kemudian merumuskan dasar negara dalam bentuk Pancasila dan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila bersifat dinamis, kontekstual, dan berakar kuat pada realitas sosial budaya bangsa.
Dalam pembahasan Pancasila sebagai filsafat ilmu, jurnal ini mengaitkan konsep filsafat dengan pandangan para ahli seperti Hegel dan Muhtar Latif. Pancasila dipahami sebagai hasil sintesis pemikiran yang lahir dari pertentangan gagasan dan kemudian melahirkan kesepakatan bersama yang harmonis. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai landasan berpikir dalam memperoleh dan mengembangkan pengetahuan, dengan menempatkan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, moral, dan kepribadian bangsa sebagai dasar utama.
Jurnal ini juga menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tidak boleh terlepas dari nilai-nilai Pancasila. Ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan mencari kebenaran secara rasional, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia dan kebahagiaan lahir dan batin. Dengan demikian, Pancasila berperan sebagai pedoman normatif dan etis agar IPTEK tidak disalahgunakan dan tetap berpihak pada kemanusiaan serta keadilan sosial.
FORUM ANALISIS JURNAL
NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai landasan etis dan paradigma utama agar kemajuan tersebut tidak mencerabut identitas bangsa. Pancasila berperan sebagai filter penting untuk membendung dampak negatif globalisasi yang sering kali membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan moralitas dan mentalitas lokal. Melalui Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, para ilmuwan diingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan memikul tanggung jawab moral kepada Sang Pencipta dalam setiap penemuan atau kebijakan yang diambil. Sementara itu, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa IPTEK harus berfungsi untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan justru menjadikannya alat penindasan atau pemicu kesenjangan sosial.Dalam persatuan dan kerakyatan, IPTEK harus diorientasikan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan solidaritas antarwilayah di Indonesia melalui kemudahan interaksi yang tetap menghargai kearifan lokal. Implementasi ini juga harus didasari oleh sistem musyawarah yang transparan agar setiap kebijakan pembangunan bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila. Hal ini sangat penting karena tanpa pengawasan yang berlandaskan etika, kemajuan teknologi dikhawatirkan dapat memicu tindakan anarkis, individualisme, serta gaya hidup hedonis yang merusak tatanan sosial.
Secara ekonomi, kedaulatan bangsa harus diperkuat dengan mengurangi ketergantungan pada badan-badan multilateral dan teknologi asing. Pengembangan ilmu pengetahuan harus lebih fokus pada penguatan produksi domestik dengan mengoptimalkan bahan baku dalam negeri guna mewujudkan kemandirian nasional. Dengan demikian, visi masa depan Indonesia adalah melahirkan model pemimpin dan ilmuwan yang tidak hanya profesional dan ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas moral yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B
Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia harus menjadikan Pancasila sebagai landasan etis dan paradigma utama agar kemajuan tersebut tidak mencerabut identitas bangsa. Pancasila berperan sebagai filter penting untuk membendung dampak negatif globalisasi yang sering kali membawa nilai-nilai yang bertentangan dengan moralitas dan mentalitas lokal. Melalui Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, para ilmuwan diingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan memikul tanggung jawab moral kepada Sang Pencipta dalam setiap penemuan atau kebijakan yang diambil. Sementara itu, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan bahwa IPTEK harus berfungsi untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan justru menjadikannya alat penindasan atau pemicu kesenjangan sosial.Dalam persatuan dan kerakyatan, IPTEK harus diorientasikan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan solidaritas antarwilayah di Indonesia melalui kemudahan interaksi yang tetap menghargai kearifan lokal. Implementasi ini juga harus didasari oleh sistem musyawarah yang transparan agar setiap kebijakan pembangunan bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila. Hal ini sangat penting karena tanpa pengawasan yang berlandaskan etika, kemajuan teknologi dikhawatirkan dapat memicu tindakan anarkis, individualisme, serta gaya hidup hedonis yang merusak tatanan sosial.
Secara ekonomi, kedaulatan bangsa harus diperkuat dengan mengurangi ketergantungan pada badan-badan multilateral dan teknologi asing. Pengembangan ilmu pengetahuan harus lebih fokus pada penguatan produksi domestik dengan mengoptimalkan bahan baku dalam negeri guna mewujudkan kemandirian nasional. Dengan demikian, visi masa depan Indonesia adalah melahirkan model pemimpin dan ilmuwan yang tidak hanya profesional dan ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki integritas moral yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
NAMA: NIKEN WAHYUNINGTIAS
NPM: 2515012032
KELAS: B
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila merupakan hasil pemikiran mendalam bangsa Indonesia yang lahir dari nilai budaya, agama, dan sejarah perjuangan bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan IPTEK dan arus globalisasi, Pancasila dipandang sebagai fondasi penting agar kemajuan ilmu tidak mengikis moral, mental, dan identitas bangsa.
Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu berfungsi sebagai landasan berpikir dan pedoman etis dalam proses pencarian serta pengembangan pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia, tetapi juga harus diarahkan pada kemaslahatan hidup manusia. Tanpa nilai Pancasila, ilmu dan teknologi berpotensi berkembang secara bebas, sekuler, dan tidak terkendali sehingga dapat merugikan kehidupan sosial dan kemanusiaan.
Jurnal ini juga menguraikan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai yang relevan bagi pengembangan IPTEK, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. IPTEK harus dikembangkan dengan mempertimbangkan nilai religius, menghormati martabat manusia, memperkuat persatuan bangsa, menjunjung sikap demokratis, serta berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, IPTEK tidak hanya maju secara teknis, tetapi juga bermoral dan berbudaya.
Pada bagian simpulan, jurnal menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu harus menjadi dasar utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Pancasila berperan sebagai filter terhadap pengaruh negatif modernisasi dan globalisasi sekaligus sebagai pedoman agar kemajuan ilmu pengetahuan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara adil, bermartabat, dan berkelanjutan. Dengan berlandaskan Pancasila, pengembangan IPTEK diharapkan tetap selaras dengan jati diri dan tujuan bangsa.
NPM: 2515012032
KELAS: B
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila merupakan hasil pemikiran mendalam bangsa Indonesia yang lahir dari nilai budaya, agama, dan sejarah perjuangan bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan IPTEK dan arus globalisasi, Pancasila dipandang sebagai fondasi penting agar kemajuan ilmu tidak mengikis moral, mental, dan identitas bangsa.
Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu berfungsi sebagai landasan berpikir dan pedoman etis dalam proses pencarian serta pengembangan pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia, tetapi juga harus diarahkan pada kemaslahatan hidup manusia. Tanpa nilai Pancasila, ilmu dan teknologi berpotensi berkembang secara bebas, sekuler, dan tidak terkendali sehingga dapat merugikan kehidupan sosial dan kemanusiaan.
Jurnal ini juga menguraikan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai yang relevan bagi pengembangan IPTEK, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. IPTEK harus dikembangkan dengan mempertimbangkan nilai religius, menghormati martabat manusia, memperkuat persatuan bangsa, menjunjung sikap demokratis, serta berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, IPTEK tidak hanya maju secara teknis, tetapi juga bermoral dan berbudaya.
Pada bagian simpulan, jurnal menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu harus menjadi dasar utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Pancasila berperan sebagai filter terhadap pengaruh negatif modernisasi dan globalisasi sekaligus sebagai pedoman agar kemajuan ilmu pengetahuan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara adil, bermartabat, dan berkelanjutan. Dengan berlandaskan Pancasila, pengembangan IPTEK diharapkan tetap selaras dengan jati diri dan tujuan bangsa.
ANALISIS JURNAL
NAMA: FITRIA RAHMA WULANDARI
NPM: 2515012020
1.Identitas & Fokus Jurnal
Judul: Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Penulis: Syarifuddin (Fakultas Tarbiyah, IAI Muhammadiyah Bima).
Topik Utama: Menjelaskan Pancasila sebagai filsafat ilmu dan bagaimana nilai-nilainya memengaruhi perkembangan IPTEK di Indonesia.
2.Tujuan Penelitian
Penelitian/jurnal ini bertujuan untuk:
-Menegaskan posisi Pancasila sebagai filsafat ilmu—bukan sekadar dasar negara atau ideologi—melainkan landasan berpikir dan nilai dalam ilmu pengetahuan.
-Menjelaskan implikasi Pancasila terhadap perkembangan IPTEK, terutama agar perkembangan tersebut tetap berlandaskan nilai moral, kebudayaan, dan identitas bangsa.
3.Inti Isi (Ringkasan)
•Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
-Pancasila bukan sekadar norma negara, tetapi filsafat hidup bangsa Indonesia yang tumbuh dari pemikiran mendalam para pendiri bangsa.
-Sebagai filsafat ilmu, Pancasila menjadi dasar berpikir, berperilaku, dan mengembangkan ilmu yang mempertimbangkan nilai moral, etika, sosial, dan budaya.
-Keberadaan Pancasila penting supaya perkembangan IPTEK tidak sekadar mengejar kemajuan teknis, tetapi juga tetap memperhatikan nilai-nilai dasar kemanusiaan dan kebangsaan.
•Implikasi terhadap IPTEK
Jurnal ini menunjukkan bahwa implikasi Pancasila terhadap IPTEK antara lain:
-Moral & Etika Ilmiah
Pancasila menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan moral dalam setiap kegiatan ilmiah dan teknologi, sehingga perkembangan IPTEK tidak menghasilkan dampak negatif sosial maupun budaya.
-Perlindungan Identitas & Budaya Bangsa
Tanpa landasan Pancasila, perkembangan ilmu dan teknologi berpotensi melepaskan diri dari budaya dan nilai lokal, bahkan mengancam identitas bangsa Indonesia.
-Pengembangan IPTEK yang Berkelanjutan
Nilai-nilai Pancasila mendorong agar IPTEK digunakan secara bertanggung jawab, adil, dan manusiawi sehingga manfaatnya tidak hanya bersifat material, tapi juga meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata.
4. Kelebihan Penelitian
-Pilar filosofis yang kuat: Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila adalah filsafat ilmu, bukan hanya ideologi atau dasar negara semata.
-Penekanan nilai integratif: Menjelaskan bagaimana nilai Pancasila dapat ditempatkan secara konkret dalam perkembangan sains dan teknologi.
-Relevan dengan konteks sosial bangsa: Membantu pembaca memahami pentingnya landasan nilai dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi.
Kelemahan/Batasan
-Tidak bersifat empiris: Artikel ini bersifat konseptual/teoretis; tidak ada data empiris atau studi kasus yang menguji hubungan Pancasila dan IPTEK di lapangan.
-Fokus lebih pada landasan nilai dan kurang pada contoh konkret dalam pengembangan teknologi modern seperti AI, bioteknologi, atau sistem informasi.
5.Kesimpulan
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila berperan sebagai filsafat ilmu yang memberi arah nilai dan etika dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Implikasi Pancasila terhadap IPTEK meliputi:
-Menjaga moral dan etika ilmiah.
-Melindungi identitas budaya bangsa.
-Memastikan IPTEK memberi manfaat sosial yang berkeadilan.
Singkatnya: Tanpa landasan Pancasila, perkembangan IPTEK berpotensi menghasilkan dampak negatif sosial dan budaya.
Hubungan dengan Literatur Lain
Kajian lain juga berpendapat bahwa Pancasila berfungsi sebagai basis etika dan moral dalam IPTEK sehingga teknologi berkembang secara bertanggung jawab, sejalan dengan nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan identitas bangsa.
NAMA: FITRIA RAHMA WULANDARI
NPM: 2515012020
1.Identitas & Fokus Jurnal
Judul: Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Penulis: Syarifuddin (Fakultas Tarbiyah, IAI Muhammadiyah Bima).
Topik Utama: Menjelaskan Pancasila sebagai filsafat ilmu dan bagaimana nilai-nilainya memengaruhi perkembangan IPTEK di Indonesia.
2.Tujuan Penelitian
Penelitian/jurnal ini bertujuan untuk:
-Menegaskan posisi Pancasila sebagai filsafat ilmu—bukan sekadar dasar negara atau ideologi—melainkan landasan berpikir dan nilai dalam ilmu pengetahuan.
-Menjelaskan implikasi Pancasila terhadap perkembangan IPTEK, terutama agar perkembangan tersebut tetap berlandaskan nilai moral, kebudayaan, dan identitas bangsa.
3.Inti Isi (Ringkasan)
•Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
-Pancasila bukan sekadar norma negara, tetapi filsafat hidup bangsa Indonesia yang tumbuh dari pemikiran mendalam para pendiri bangsa.
-Sebagai filsafat ilmu, Pancasila menjadi dasar berpikir, berperilaku, dan mengembangkan ilmu yang mempertimbangkan nilai moral, etika, sosial, dan budaya.
-Keberadaan Pancasila penting supaya perkembangan IPTEK tidak sekadar mengejar kemajuan teknis, tetapi juga tetap memperhatikan nilai-nilai dasar kemanusiaan dan kebangsaan.
•Implikasi terhadap IPTEK
Jurnal ini menunjukkan bahwa implikasi Pancasila terhadap IPTEK antara lain:
-Moral & Etika Ilmiah
Pancasila menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan moral dalam setiap kegiatan ilmiah dan teknologi, sehingga perkembangan IPTEK tidak menghasilkan dampak negatif sosial maupun budaya.
-Perlindungan Identitas & Budaya Bangsa
Tanpa landasan Pancasila, perkembangan ilmu dan teknologi berpotensi melepaskan diri dari budaya dan nilai lokal, bahkan mengancam identitas bangsa Indonesia.
-Pengembangan IPTEK yang Berkelanjutan
Nilai-nilai Pancasila mendorong agar IPTEK digunakan secara bertanggung jawab, adil, dan manusiawi sehingga manfaatnya tidak hanya bersifat material, tapi juga meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata.
4. Kelebihan Penelitian
-Pilar filosofis yang kuat: Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila adalah filsafat ilmu, bukan hanya ideologi atau dasar negara semata.
-Penekanan nilai integratif: Menjelaskan bagaimana nilai Pancasila dapat ditempatkan secara konkret dalam perkembangan sains dan teknologi.
-Relevan dengan konteks sosial bangsa: Membantu pembaca memahami pentingnya landasan nilai dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi.
Kelemahan/Batasan
-Tidak bersifat empiris: Artikel ini bersifat konseptual/teoretis; tidak ada data empiris atau studi kasus yang menguji hubungan Pancasila dan IPTEK di lapangan.
-Fokus lebih pada landasan nilai dan kurang pada contoh konkret dalam pengembangan teknologi modern seperti AI, bioteknologi, atau sistem informasi.
5.Kesimpulan
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila berperan sebagai filsafat ilmu yang memberi arah nilai dan etika dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Implikasi Pancasila terhadap IPTEK meliputi:
-Menjaga moral dan etika ilmiah.
-Melindungi identitas budaya bangsa.
-Memastikan IPTEK memberi manfaat sosial yang berkeadilan.
Singkatnya: Tanpa landasan Pancasila, perkembangan IPTEK berpotensi menghasilkan dampak negatif sosial dan budaya.
Hubungan dengan Literatur Lain
Kajian lain juga berpendapat bahwa Pancasila berfungsi sebagai basis etika dan moral dalam IPTEK sehingga teknologi berkembang secara bertanggung jawab, sejalan dengan nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan identitas bangsa.
Nama : AURELIA PUTRI SALMA
NPM : 2515012005
Kelas : A
“Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”
Jurnal ini menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara atau ideologi politik, tetapi sebagai filsafat ilmu yang harus menjadi landasan dalam proses berpikir, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis berangkat dari kegelisahan terhadap derasnya arus perkembangan IPTEK yang tidak selalu diiringi dengan penguatan nilai moral, etika, dan kepribadian bangsa. Dalam konteks tersebut, jurnal ini menegaskan bahwa IPTEK yang berkembang tanpa pijakan nilai Pancasila berpotensi merusak moralitas, mentalitas, dan identitas bangsa Indonesia.
Secara konseptual, jurnal ini kuat dalam menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari proses historis dan kultural bangsa Indonesia yang panjang, sehingga memiliki legitimasi filosofis sebagai pandangan hidup dan sistem pengetahuan. Penulis menunjukkan bahwa Pancasila merupakan hasil sintesis dari berbagai pemikiran, budaya, dan pengalaman bangsa, sehingga layak dijadikan kerangka filosofis dalam pengembangan ilmu. Dengan pendekatan filsafat ilmu, Pancasila dipahami bukan sekadar norma praktis, tetapi sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam ilmu pengetahuan.
Dalam pembahasannya, jurnal ini menekankan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu mengarahkan ilmu agar tidak berhenti pada pencarian kebenaran rasional semata, melainkan juga diarahkan pada kebijaksanaan dan kemanfaatan bagi kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan harus memiliki tujuan etik, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia secara lahir dan batin.
Pandangan ini mengkritik paradigma ilmu modern yang sering bersifat bebas nilai dan berorientasi pada kekuasaan, eksploitasi, serta dominasi teknologi.
Analisis implikasi setiap sila Pancasila terhadap pengembangan IPTEK menjadi kekuatan utama jurnal ini. Penulis berhasil menunjukkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan batas moral dan spiritual bagi ilmu agar manusia tidak menempatkan dirinya sebagai pusat segalanya. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengarahkan IPTEK agar dikembangkan untuk kepentingan kemanusiaan, bukan sekadar kepentingan kelompok atau keuntungan ekonomi. Sila Persatuan Indonesia menegaskan bahwa IPTEK harus memperkuat nasionalisme, kemandirian bangsa, dan persatuan, bukan justru memperdalam ketergantungan pada bangsa lain.
Lebih lanjut, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan dipahami sebagai dasar demokratisasi ilmu, di mana pengembangan IPTEK harus terbuka, dapat dikritisi, dan tidak dimonopoli oleh elit tertentu. Sementara itu, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menegaskan bahwa hasil IPTEK harus dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh rakyat, serta menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, masyarakat, dan alam.
Secara metodologis, jurnal ini bersifat konseptual-filosofis dengan pendekatan studi pustaka. Pendekatan ini sesuai dengan tujuan penulis untuk menegaskan posisi Pancasila sebagai filsafat ilmu. Namun, keterbatasannya terletak pada minimnya contoh konkret atau studi kasus IPTEK kontemporer yang dapat memperkuat relevansi praktis gagasan tersebut di era digital saat ini.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam kajian Pendidikan Pancasila dan filsafat ilmu dengan menegaskan bahwa kemajuan IPTEK harus selalu dikendalikan oleh nilai-nilai Pancasila.
Jurnal ini meneguhkan pandangan bahwa IPTEK tidak boleh berdiri netral dan bebas nilai, melainkan harus berpihak pada kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
NAMA:ANDINI LARASATI
NPM:2515012058
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang harus menjiwai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang sangat pesat dapat membawa manfaat besar, tetapi juga berpotensi merusak moral, mental, dan jati diri bangsa jika tidak dibimbing oleh nilai-nilai Pancasila. Pancasila diposisikan sebagai pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak dalam pengembangan ilmu agar tetap berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Setiap sila Pancasila memiliki implikasi langsung dalam IPTEK, seperti menjunjung etika, menghormati martabat manusia, memperkuat persatuan, bersikap terbuka dan demokratis, serta mewujudkan keadilan sosial. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu menciptakan kemajuan ilmu yang bermoral, berkeadilan, dan bermanfaat bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Jurnal ini menunjukkan bahwa Pancasila dapat dijadikan landasan filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Setiap sila Pancasila memiliki implikasi langsung terhadap IPTEK, yaitu sebagai pedoman etika, moral, dan arah pengembangan ilmu agar tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan kepribadian bangsa. IPTEK yang berkembang pesat perlu dikendalikan oleh nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial agar tidak menimbulkan dampak negatif seperti krisis moral, dehumanisasi, dan hilangnya jati diri bangsa.
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai filsafat ilmu dan pedoman utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila diharapkan mampu menciptakan kemajuan IPTEK yang bermoral, berkeadilan, berorientasi pada kesejahteraan manusia, serta tetap menjaga identitas dan karakter bangsa Indonesia.
NPM:2515012058
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang harus menjiwai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang sangat pesat dapat membawa manfaat besar, tetapi juga berpotensi merusak moral, mental, dan jati diri bangsa jika tidak dibimbing oleh nilai-nilai Pancasila. Pancasila diposisikan sebagai pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak dalam pengembangan ilmu agar tetap berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Setiap sila Pancasila memiliki implikasi langsung dalam IPTEK, seperti menjunjung etika, menghormati martabat manusia, memperkuat persatuan, bersikap terbuka dan demokratis, serta mewujudkan keadilan sosial. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa pengembangan IPTEK yang berlandaskan Pancasila diharapkan mampu menciptakan kemajuan ilmu yang bermoral, berkeadilan, dan bermanfaat bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Jurnal ini menunjukkan bahwa Pancasila dapat dijadikan landasan filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Setiap sila Pancasila memiliki implikasi langsung terhadap IPTEK, yaitu sebagai pedoman etika, moral, dan arah pengembangan ilmu agar tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan kepribadian bangsa. IPTEK yang berkembang pesat perlu dikendalikan oleh nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial agar tidak menimbulkan dampak negatif seperti krisis moral, dehumanisasi, dan hilangnya jati diri bangsa.
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai filsafat ilmu dan pedoman utama dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila diharapkan mampu menciptakan kemajuan IPTEK yang bermoral, berkeadilan, berorientasi pada kesejahteraan manusia, serta tetap menjaga identitas dan karakter bangsa Indonesia.
Nama: NABILA ALICE GUSTIANA
NPM: 2515012007
Kelas: B
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang menjadi landasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia untuk menjaga moralitas bangsa. Penulis, Syarifuddin, menekankan bahwa kemajuan IPTEK tanpa nilai Pancasila justru berpotensi merusak budaya dan mentalitas masyarakat. Analisis menyoroti Pancasila sebagai hasil akulturasi budaya nusantara yang harus memfilter informasi global.
Dokumen menjelaskan Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang lahir dari pemikiran mendalam para pendiri bangsa, seperti Soekarno. Pancasila diposisikan sebagai filsafat ilmu yang mengintegrasikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam pengembangan pengetahuan. Pendekatan ini mencegah IPTEK menjadi alat penghancur akibat arus informasi cepat dari luar.
NPM: 2515012007
Kelas: B
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang menjadi landasan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia untuk menjaga moralitas bangsa. Penulis, Syarifuddin, menekankan bahwa kemajuan IPTEK tanpa nilai Pancasila justru berpotensi merusak budaya dan mentalitas masyarakat. Analisis menyoroti Pancasila sebagai hasil akulturasi budaya nusantara yang harus memfilter informasi global.
Dokumen menjelaskan Pancasila sebagai dasar falsafah negara yang lahir dari pemikiran mendalam para pendiri bangsa, seperti Soekarno. Pancasila diposisikan sebagai filsafat ilmu yang mengintegrasikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam pengembangan pengetahuan. Pendekatan ini mencegah IPTEK menjadi alat penghancur akibat arus informasi cepat dari luar.
Setiap sila memiliki implikasi spesifik terhadap IPTEK:
Sila 1 (Ketuhanan): Menanamkan nilai religius untuk keseimbangan rasional-irrasional, menghormati agama lain.
Sila 2 (Kemanusiaan): Mengarahkan IPTEK untuk kesejahteraan semua manusia, bukan elite.
Sila 3 (Persatuan): Memperkuat nasionalisme melalui IPTEK untuk kesatuan bangsa.
Sila 4 (Kerakyatan): Mendorong pengembangan IPTEK secara demokratis dan terbuka kritik.
Sila 5 (Keadilan Sosial): Menjaga keseimbangan hak-kewajiban serta hubungan manusia-alam.
Pancasila diharapkan membawa IPTEK menuju kehidupan sejahtera, aman, dan damai dengan memperbaiki kualitas hidup bangsa.