Forum Analisis Soal-1
Berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks di media sosial merupakan masalah serius yang dapat merusak tatanan sosial, politik, dan persatuan bangsa. Hoaks tidak hanya menyesatkan masyarakat, tetapi juga dapat memicu konflik, memperkuat polarisasi, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi yang benar. Fakta bahwa hoaks sering kali dipercaya meskipun tidak benar menunjukkan lemahnya literasi digital dan sikap kritis sebagian masyarakat.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, langkah yang dapat saya lakukan adalah bersikap selektif dan kritis terhadap setiap informasi yang diterima, memeriksa kebenaran sumber berita, serta tidak langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, saya juga berupaya meningkatkan literasi digital dengan membiasakan membaca dari media kredibel serta mengedukasi lingkungan sekitar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan IPTEK yang lebih baik?
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, serta perilaku individualistik. Hal ini bertentangan dengan nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Keadilan Sosial. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana edukasi dan pemersatu justru berpotensi menjadi alat provokasi apabila tidak disertai etika dan tanggung jawab moral.
Solusi untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik adalah dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan etika digital, antara lain melalui penguatan literasi digital, penegakan hukum terhadap penyalahgunaan teknologi, serta pengembangan teknologi yang berorientasi pada kemanusiaan dan kemanfaatan sosial. Dengan demikian, IPTEK tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga secara etis dan bermoral.
C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain. Bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme menyebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan produk teknologi luar negeri dibandingkan mengembangkan produk dalam negeri, sehingga Indonesia cenderung menjadi pasar, bukan produsen teknologi. Hal ini berdampak pada ketergantungan teknologi dan melemahnya daya saing nasional.
Solusi yang dapat dilakukan sesuai dengan program studi yang saya tempuh adalah dengan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan, memodifikasi, dan menciptakan solusi berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Selain itu, dukungan terhadap produk lokal, riset, dan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
NAMA:AYU DEWI PRASTIYANI
NPM:2515012002
KELAS:B
A. Tanggapan mengenai berita tersebut dan langkah antisipasi dampak negatif hoaks
Tanggapan: Berita ini sangat relevan dan memprihatinkan karena menyoroti fenomena "bias konfirmasi," di mana seseorang cenderung hanya mempercayai informasi yang sesuai dengan kesukaannya, meskipun informasi tersebut salah. Fakta bahwa latar belakang pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks menunjukkan bahwa literasi digital jauh lebih penting daripada sekadar gelar akademik.
Langkah Antisipasi:Saring Sebelum Sharing: Selalu memverifikasi kebenaran informasi melalui sumber berita resmi atau situs cek fakta (seperti cekfakta.com atau Mafindo) sebelum menyebarkannya.Tidak mudah terprovokasi oleh judul yang bombastis (clickbait) dan selalu memeriksa apakah media yang menerbitkan informasi tersebut kredibel.Menyadari adanya potensi bias pribadi, sehingga tidak langsung menelan informasi mentah-mentah hanya karena kita menyukai isinya.
B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengaruh: Pengembangan iptek (khususnya algoritma media sosial) yang mengabaikan nilai Pancasila dapat menyebabkan perpecahan bangsa (polarisasi). Tanpa nilai kemanusiaan dan persatuan, teknologi digunakan untuk menyebar kebencian, fitnah, dan hoaks demi kepentingan politik atau kelompok tertentu. Hal ini bertentangan dengan Sila ke-3 (Persatuan Indonesia) dan Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).
Solusi:Etika Digital Berbasis Pancasila: Menjadikan nilai-nilai moral dan etika sebagai landasan dalam berinteraksi di ruang digital.Pemerintah harus menerapkan hukum yang adil bagi penyebar hoaks (UU ITE) tanpa tebang pilih. Memasukkan literasi digital dan nilai kebangsaan dalam kurikulum pendidikan agar masyarakat bijak menggunakan teknologi untuk kemajuan, bukan perpecahan.
C. Sikap Konsumerisme terhadap produk teknologi asing dan solusi dari perspektif Arsitektur
Dalam dunia arsitektur, konsumerisme teknologi asing terlihat dari ketergantungan yang tinggi terhadap perangkat lunak (software) desain luar negeri, material bangunan impor yang dianggap lebih prestisius, hingga penggunaan teknologi Smart Home yang seluruh ekosistemnya dikuasai perusahaan asing. Jika hal ini terus berlanjut, arsitektur Indonesia hanya akan menjadi pengikut tren global tanpa memiliki identitas dan kemandirian teknologi bangunan yang kuat.
Solusi:
-Pengembangan Arsitektur Vernakular Modern (Eksperimen Material Lokal): Sebagai mahasiswa/lulusan arsitektur, solusinya adalah melakukan riset dan inovasi dalam penggunaan material lokal (seperti bambu, bata lokal, atau kayu berkelanjutan) yang diolah dengan teknologi modern. Dengan menciptakan standar baru pada material lokal, kita dapat mengurangi ketergantungan pada material impor.
-Optimalisasi Desain Pasif (Kedaulatan Desain): Daripada terus mengandalkan teknologi mesin (AC atau sistem ventilasi mekanis asing) yang konsumtif energi, arsitek harus mengutamakan desain pasif yang sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Ini adalah bentuk "teknologi pemikiran" untuk memecahkan masalah tanpa harus selalu membeli solusi instan dari teknologi asing.
-Penerapan BIM (Building Information Modeling) Berbasis Konteks Lokal: Mendorong penggunaan teknologi digital seperti BIM tidak hanya untuk mengikuti tren, tetapi untuk meningkatkan efisiensi pembangunan nasional. Solusinya adalah mengintegrasikan data material dan tenaga kerja lokal ke dalam sistem digital tersebut, sehingga industri konstruksi dalam negeri bisa lebih berdaya saing.
-Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna: Menciptakan desain yang mampu mengadopsi teknologi tepat guna (seperti sistem pemanenan air hujan atau pengolahan limbah mandiri) yang dikembangkan oleh inovator lokal, sehingga bangunan yang kita rancang menjadi wadah bagi pertumbuhan industri teknologi dalam negeri.Dengan langkah-langkah ini, peran arsitek bukan hanya sebagai perancang estetika, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian bangsa dalam bidang infrastruktur dan teknologi bangunan.
NPM: 2515012032
Kelas: B
A. Bagaimanakah tanggapan mengenai berita tersebut dan apa yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?
Berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks di media sosial dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang latar belakang pendidikan. Media sosial membuat hoaks cepat menyebar dan sering dipercaya karena sesuai dengan keyakinan pribadi, bukan berdasarkan kebenaran fakta. Dampak dari hoaks ini dapat memicu kesalahpahaman, konflik sosial, serta merusak kepercayaan publik.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, diperlukan sikap kritis dalam menerima informasi, seperti memeriksa sumber berita, membandingkan dengan media yang kredibel, serta tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Literasi digital juga penting agar masyarakat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi bagi pengembangan IPTEK yang lebih baik?
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konflik antar kelompok. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial karena teknologi digunakan tanpa etika dan tanggung jawab.
Solusi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan IPTEK yang berlandaskan nilai Pancasila, yaitu penggunaan teknologi secara bermoral, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Penguatan etika bermedia dan literasi digital juga diperlukan agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEK-nya, bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang diambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih banyak menggunakan produk teknologi asing tanpa pengembangan sendiri. Berdasarkan program studi arsitektur, solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan teknologi perancangan dan konstruksi yang sesuai dengan kondisi Indonesia, seperti pemanfaatan material lokal, teknologi bangunan ramah lingkungan, serta desain yang menyesuaikan iklim dan budaya setempat.
Melalui bidang arsitektur, teknologi tidak hanya digunakan sebagai produk jadi dari luar negeri, tetapi dikembangkan secara kreatif untuk menghasilkan bangunan yang efisien, berkelanjutan, dan memiliki identitas lokal. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan solusi IPTEK di bidang arsitektur yang mandiri dan berdaya saing.
NAMA: FITRIA RAHMA WULANDARI
NPM: 2515012020
A.Tanggapan dan Antisipasi Hoaks
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks sangat berbahaya karena dapat dipercaya siapa saja, termasuk orang berpendidikan, dan semakin cepat menyebar melalui media sosial.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, yang dapat saya lakukan adalah:
-Tidak langsung percaya dan menyebarkan informasi sebelum mengecek kebenarannya.
-Memeriksa sumber berita dari media resmi dan tepercaya.
-Meningkatkan literasi digital serta mengedukasi lingkungan sekitar agar lebih kritis terhadap informasi.
B.Pengaruh Perkembangan Iptek yang Tidak Sesuai Nilai Pancasila dan Solusinya
Perkembangan iptek yang tidak sesuai nilai Pancasila dapat memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan di masyarakat, sehingga merusak persatuan dan nilai kemanusiaan.
Solusi untuk pengembangan iptek yang lebih baik adalah:
-Menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan beretika.
-Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan media sosial.
-Mendorong literasi digital berbasis moral, toleransi, dan persatuan.
C.Solusi Sikap Konsumerisme Menurut Program Studi/Jurusan
Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia lebih banyak menggunakan produk dan teknologi arsitektur dari luar negeri.
Sebagai mahasiswa Program Studi Arsitektur, solusi yang dapat dilakukan adalah:
-Mengembangkan desain arsitektur berbasis kearifan lokal, budaya, dan iklim Indonesia.
-Mengutamakan penggunaan material lokal yang ramah lingkungan dan mudah diperoleh.
-Mendorong inovasi desain dan teknologi bangunan hasil karya anak bangsa.
-Mendukung penerapan arsitektur berkelanjutan agar tidak bergantung pada produk asing.
Dengan demikian, arsitektur Indonesia dapat berkembang secara mandiri, berkarakter, dan berdaya saing.
Berita ini sangat relevan, terutama di konteks Pilpres Indonesia di mana hoaks politik merajalela. Saya setuju dengan Nukman Luthfie dan Anita Wahid bahwa latar belakang pendidikan tinggi tak menjamin imunitas terhadap hoaks, karena faktor emosi dan konfirmasi bias sering mendominasi. Kombinasi hoaks dengan algoritma media sosial memang "maut", mempercepat penyebaran dan menyusup ke keyakinan pribadi, seperti data Mafindo yang mencatat 844 hoaks pada 2018.
Untuk mengantisipasi dampak negatif, saya selalu verifikasi sumber dengan website sebelum membagikan informasi. Saya juga biasa pause sejenak sebelum share dengan bertanya pada diri sendiri apakah konten itu sesuai fakta atau hanya sesuai selera. Selain itu, saya edukasi lingkungan sekitar melalui pembagian infografis literasi digital di grup WhatsApp atau komunitas, serta gunakan tools seperti Google Fact Check Tools untuk melacak asal hoaks.
B. Pengaruh IPTEK Tak Sesuai Pancasila di Media Sosial dan Solusi
Pengembangan IPTEK tanpa landasan Pancasila di media sosial bisa memperburuk polarisasi, seperti hoaks yang memecah belah dan melanggar sila ke-3 serta ke-4. Algoritma platform lebih memprioritaskan engagement daripada kebenaran, sehingga konten sensasional seperti deepfake politik mudah viral, merusak persatuan dan keadilan sosial. Akibatnya terjadi erosi kepercayaan publik, konflik sosial, serta ketidakadilan informasi.
Solusi untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik adalah mengintegrasikan nilai Pancasila melalui regulasi seperti UU ITE yang mewajibkan AI deteksi hoaks berbasis gotong royong dengan kolaborasi fact-checker. Pendidikan digital juga perlu dimasukkan ke kurikulum sekolah untuk ajarkan etika IPTEK ala Pancasila, dilengkapi kampanye seperti #PancasilaDigital. Inovasi lokal bisa dilakukan dengan mengembangkan platform sosial Indonesia yang punya fitur transparansi algoritma dan moderasi berbasis musyawarah, serta dorong kolaborasi pemerintah-swasta untuk riset IPTEK yang prioritas kemanusiaan bukan sekadar profit.
C. Solusi Konsumerisme Teknologi dari Perspektif Ilmu Komputer
Konsumerisme membuat Indonesia bergantung pada impor gadget dan software dari China atau AS, yang melemahkan inovasi lokal serta mengurangi lapangan kerja. Hal ini juga menciptakan ketergantungan data ke luar negeri, sehingga rentan terhadap masalah privasi dan keamanan nasional.
Dari perspektif Ilmu Komputer, solusinya adalah membangun ekosistem startup tech lokal dengan mendorong inkubasi app dan game berbasis AI/ML buatan anak bangsa, mirip model Gojek. Pendidikan vokasi coding harus difokuskan pada open-source software seperti Linux atau TensorFlow agar lulusan bisa ciptakan alternatif murah untuk impor. Kebijakan insentif dari pemerintah seperti subsidi R&D hardware lokal via Making Indonesia 4.0, plus kewajiban 30% konten app pemerintah menggunakan produk dalam negeri, juga penting. Komunitas open-source perlu dibangun untuk kolaborasi yang mengurangi impor melalui customisasi teknologi. Pendekatan ini bisa mengubah Indonesia dari konsumen menjadi produsen tech yang selaras dengan swasembada Pancasila.
NPM : 2515012010
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengatisispasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Menurut saya, berita tersebut benar dan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Hoaks bisa menyebar dengan cepat melalui media sosial dan dapat memecah belah masyarakat, bahkan orang yang berpendidikan tinggi pun bisa tertipu.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, yang bisa saya lakukan adalah:
- Tidak langsung percaya dan menyebarkan berita yang saya terima
- Mengecek kebenaran berita dari sumber yang terpercaya
- Membaca berita secara lengkap, tidak hanya judul
- Mengedukasi orang sekitar agar lebih bijak menggunakan media sosial
Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila dapat menyebabkan sikap individualis, penyebaran kebencian, hoaks, dan hilangnya rasa persatuan di media sosial. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah.
Solusi yang dapat saya sampaikan adalah:
- Menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab
- Menanamkan nilai Pancasila dalam penggunaan media sosial
- Menghargai perbedaan pendapat dan tidak menyebarkan ujaran kebencian
- Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam literasi digital
Sikap konsumerisme membuat Indonesia hanya menjadi pengguna produk teknologi dari negara lain.
Solusi menurut program studi/jurusan yang saya ambil adalah (arsitektur):
- Mendorong pembuatan produk lokal yang berkualitas sehingga menciptakan hasil bangunan yang baik.
- Mendukung riset dan pengembangan teknologi dalam negeri
- Mengembangkan kreativitas dan inovasi mahasiswa dengan mengutamakan inovasi mengenai budaya Indonesia di bandingkan luar.
- Menggunakan dan mempromosikan produk hasil karya kreativitas teknologi buatan Indonesia.
Sangat disayangkan bahwa gelar pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang mampu membedakan informasi valid dengan hoaks, Masyarakat cenderung menyebarkan informasi hanya karena mereka "suka" atau setuju dengan isinya, tanpa memedulikan kebenaran faktanya. Media sosial membuat berita bohong yang dulunya hanya menyebar lewat mulut ke mulut kini memiliki daya ledak yang luar biasa dan sulit dihentikan.
Upaya mengantisipasi dampak negatif hoax adalah
Verifikasi Informasi: Selalu melakukan pengecekan ulang karena informasi yang sesuai dengan kepercayaan pribadi sering kali langsung dipercaya meskipun beritanya palsu.
Kesadaran Konteks Politik: Harus waspada terhadap dominasi hoaks berkonten politik yang sering kali disebar secara masif untuk kepentingan tertentu.
Menolak Narasi Kebencian: Menyadari bahwa dampak hoaks tidak berhenti ketika isu selesai, sehingga kita harus lebih berhati-hati dalam menyerap informasi agar tidak menyusup ke kehidupan pribadi
B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya
Pengaruh Teknologi yang Tidak Sesuai Pancasila:
Merusak Jati Diri Bangsa: Menggunakan teknologi untuk menyebar hoaks demi menang politik sangat bertentangan dengan nilai-nilai dasar Indonesia.
Memecah Belah: Jika Iptek (seperti media sosial) dipakai untuk menghalalkan segala cara, itu bukan kemajuan, melainkan kekalahan bagi bangsa kita sendiri.
Solusi untuk Pengembangan Iptek yang Lebih Baik:
Pemimpin Harus Jadi Contoh: Elit politik dan tokoh masyarakat wajib memberikan keteladanan dalam menggunakan media sosial secara bijak.
Tanggung Jawab Moral: Setiap orang yang mengembangkan atau menggunakan teknologi harus punya rasa tanggung jawab agar tidak merusak persatuan bangsa.
C. Solusi sikap konsumerisme dari sudut pandang jurusan Arsitektur
Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk dan teknologi arsitektur luar negeri, seperti material, sistem bangunan, dan perangkat lunak desain. Sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan desain yang mengutamakan potensi lokal, penggunaan material lokal dan ramah lingkungan, serta inovasi teknologi konstruksi yang sesuai dengan kondisi iklim dan budaya Indonesia. Selain itu, mahasiswa arsitektur perlu meningkatkan kemampuan riset dan desain agar mampu menciptakan karya arsitektur yang kontekstual, berdaya saing, dan tidak bergantung sepenuhnya pada produk teknologi asing.
NPM: 2515012007
Kelas: B
A. Tanggapan & Antisipasi Hoaks
Berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks dapat menyebar luas tanpa memandang latar belakang pendidikan karena dipicu emosi, preferensi pribadi, dan algoritma media sosial. Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, saya akan memverifikasi informasi dari sumber tepercaya, tidak langsung membagikan berita yang provokatif, serta meningkatkan literasi digital dan sikap kritis saat menerima informasi di media sosial.
B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Nilai Pancasila & Solusi
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dapat memicu perpecahan, intoleransi, manipulasi informasi, dan hilangnya etika bermedia. Solusinya adalah menjadikan Pancasila sebagai rambu etika digital, melalui edukasi etika bermedia, penegakan regulasi digital, serta mendorong penggunaan teknologi yang menjunjung nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.
C. Solusi Konsumerisme Teknologi (Sesuai Program Studi)
Sikap konsumerisme membuat Indonesia hanya menjadi pasar teknologi asing. Solusinya, mahasiswa sesuai bidang studinya perlu mengembangkan inovasi lokal, mendukung riset dan kreativitas anak bangsa, serta mendorong penggunaan dan pengembangan produk teknologi dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen teknologi.
NPM : 2515012074
KELAS : A
ANALISIS SOAL
A. Tanggapan terhadap berita dan cara mengantisipasi dampak hoaks
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks masih menjadi masalah besar di media sosial. Penyebaran informasi palsu sering kali terjadi karena banyak orang tidak benar-benar memeriksa kebenaran berita yang mereka terima. Apalagi jika isi berita tersebut sesuai dengan pendapat atau emosi pribadi, orang cenderung langsung percaya dan membagikannya tanpa berpikir panjang. Media sosial yang serba cepat membuat hoaks mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, hal sederhana yang bisa saya lakukan adalah lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi. Setiap berita sebaiknya dicek dulu sumbernya, apakah berasal dari media yang terpercaya atau tidak. Selain itu, saya juga perlu membiasakan diri untuk tidak langsung bereaksi atau menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Sikap lebih kritis dan sadar dalam menggunakan media sosial sangat penting agar tidak ikut memperparah penyebaran hoaks.
B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial serta solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dapat terlihat dari banyaknya konten negatif di media sosial, seperti ujaran kebencian, provokasi, dan berita palsu. Media sosial sering kali digunakan tanpa mempertimbangkan etika, sehingga memicu konflik dan perpecahan di masyarakat. Kondisi ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan sikap saling menghargai yang terkandung dalam Pancasila.
Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi, terutama melalui pendidikan dan kesadaran individu. Pengguna media sosial perlu dibiasakan untuk menghargai perbedaan pendapat dan bertanggung jawab atas apa yang mereka unggah. Selain itu, peran pemerintah dan lembaga pendidikan juga penting dalam meningkatkan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat negatif.
C. Solusi konsumerisme teknologi ditinjau dari jurusan yang diambil
Sikap konsumerisme teknologi membuat Indonesia lebih sering menjadi pengguna produk teknologi dari negara lain, tanpa banyak berkontribusi dalam pengembangannya. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan IPTEK dalam negeri masih perlu ditingkatkan. Jika dikaitkan dengan jurusan Arsitektur yang saya ambil, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan lebih mengembangkan teknologi dan inovasi yang sesuai dengan kondisi dan potensi lokal.
Mahasiswa arsitektur seharusnya tidak hanya bergantung pada teknologi asing, tetapi juga mampu mengolah ide dan konsep yang memanfaatkan sumber daya lokal, baik dari segi material maupun desain. Dengan begitu, teknologi dapat digunakan secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk luar, tetapi juga sejalan dengan nilai Pancasila, khususnya dalam menciptakan keadilan dan kemandirian bangsa.
NPM : 2515012050
KELAS : B
A. Tanggapan Mengenai Berita Hoaks & Cara Mengantisipasinya
Ternyata gelar pendidikan tinggi pun belum tentu menjamin seseorang bisa membedakan mana berita asli dan mana yang palsu. Masalahnya sekarang, orang lebih mementingkan suka daripada fakta.
Cara mengantisipasinya:
Saring sebelum sharing: Selalu cek sumber beritanya resmi atau tidak sebelum klik tombol bagi.
Jangan gampang percaya judul: Judul yang heboh atau provokatif biasanya adalah ciri-ciri hoaks.
Cek kebenarannya di situs verifikasi: Kita bisa pakai situs seperti cekfakta.com atau lapor ke komunitas seperti Mafindo jika mendapatkan berita yang mencurigakan.
B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Pancasila & Solusinya
Pengembangan teknologi seperti media sosial yang tidak memakai nilai Pancasila itu berbahaya. Dampaknya bisa bikin masyarakat jadi pecah belah karena berita politik yang menghalalkan segala cara. Ini jelas melanggar Sila ke-3 (Persatuan Indonesia) karena hoaks di media sosial bisa meledak dan jadi viral, serta merusak kerukunan yang sudah ada.
Solusinya:
Balik ke nilai etika: Pengembang teknologi harus memasukkan sistem filter atau algoritma yang tidak hanya mencari viral, tapi juga kejujuran (Sila ke-2 dan ke-4).
Pendidikan karakter: Literasi digital itu penting. Kita harus dididik buat kritis dan bijak memakai teknologi supaya tidak menjadi penyebar fitnah.
C. Solusi atas Sikap Konsumerisme Produk Teknologi
Banyaknya produk teknologi luar negeri yang masuk memang bikin kita jadi bangsa yang hanya bisa membeli tapi tidak bisa membuat. Ini tantangan besar buat kemandirian bangsa kita.
Solusi dari sudut pandang mahasiswa :
Sebagai mahasiswa, solusinya adalah kita harus mulai belajar jadi kreator, bukan cuma konsumen. Lewat mata kuliah yang kita ambil, kita harus fokus pada riset dan inovasi yang bisa memecahkan masalah lokal di sekitar kita. Misalnya, kalau di jurusan teknik atau IT, kita mulai belajar bikin aplikasi atau alat yang bantu UMKM atau pertanian lokal. Intinya, kita harus punya rasa bangga pakai produk sendiri dan mau bersusah payah buat belajar menciptakan teknologi yang akarnya dari nilai-nilai Indonesia sendiri.
NPM: 2515012076
KELAS: B
A. Tanggapan terhadap berita hoaks dan upaya mengantisipasi dampak negatifnya.
Berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks di media sosial dapat terjadi pada siapa saja, termasuk masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Media sosial mempercepat penyebaran hoaks karena sifatnya yang viral dan emosional, sehingga kebenaran sering kali dikalahkan oleh informasi yang sesuai dengan keyakinan pribadi.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, sikap yang perlu dilakukan adalah meningkatkan literasi digital, yaitu dengan membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan berita dari beberapa media kredibel, serta tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, pengguna media sosial harus lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menyaring informasi demi menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat.
B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya.
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan berbagai dampak negatif di media sosial, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan konflik sosial. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, serta keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.
Solusi yang dapat dilakukan adalah menjadikan Pancasila sebagai pedoman etika dalam pemanfaatan IPTEK. Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu memperkuat pendidikan karakter dan literasi digital, sementara masyarakat diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, beretika, dan menghargai perbedaan pendapat.
C. Solusi sikap konsumerisme menurut program studi/jurusan.
Sikap konsumerisme dalam bidang arsitektur terlihat dari kecenderungan meniru desain luar negeri, penggunaan material impor, serta ketergantungan pada teknologi asing tanpa mempertimbangkan konteks lokal. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya identitas arsitektur lokal dan meningkatnya biaya pembangunan.
Sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan desain yang berorientasi pada kearifan lokal, seperti pemanfaatan material lokal, penerapan arsitektur tropis, serta penyesuaian desain dengan kondisi iklim dan budaya setempat. Mahasiswa arsitektur juga perlu meningkatkan kemampuan riset dan inovasi agar mampu menciptakan desain yang fungsional, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi tanpa harus bergantung pada produk atau konsep asing. Dengan demikian, arsitektur tidak hanya menjadi konsumsi tren global, tetapi juga menjadi sarana penguatan identitas dan kemandirian bangsa.
NPM : 2515012013
Langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak negatif hoaks:
-Verifikasi sebelum berbagi: Mengutamakan kebenaran di atas kesukaan pribadi agar tidak terjebak dalam menyebarkan konten yang hanya memuaskan opini tertentu.
-Meningkatkan Literasi Digital: Menyadari bahwa media sosial memiliki sifat viral yang dapat memperbesar dampak negatif berita bohong secara masif.
-Mendorong Tanggung Jawab Publik: Mengikuti keteladanan dalam menggunakan media sosial secara bijak, terutama bagi para tokoh atau elit politik, agar tidak mengorbankan nilai bangsa demi kepentingan pribadi.
2. Pengembangan IPTEK, khususnya media sosial, jika tidak diselaraskan dengan nilai-nilai Pancasila dapat merusak persatuan bangsa.
Pengaruh Negatif: Munculnya "kombinasi maut" di mana hoaks digunakan sebagai alat kontestasi politik yang memecah belah. Hal ini bertentangan dengan nilai dasar bangsa karena menghalalkan segala cara demi kemenangan.
Solusi Pengembangan IPTEK yang Lebih Baik:
-Integrasi Etika dan Moral: Pengembangan teknologi harus dilandasi tanggung jawab moral agar tidak bertentangan dengan nilai Pancasila.
-Edukasi Kritis: Masyarakat perlu didorong untuk mampu membedakan berita valid dan hoaks agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang disebar secara masif.
3. Sikap konsumerisme membuat Indonesia sekadar menjadi pasar bagi teknologi asing. Meskipun secara spesifik solusi ini bergantung pada jurusan yang Anda ambil, secara umum berikut adalah pendekatannya:
-Peralihan dari Konsumen ke Produsen: Fokus pada pengembangan inovasi lokal agar kita tidak hanya mengadopsi IPTEK negara lain secara mentah-mentah.
-Penguatan Kemandirian Bangsa: Memastikan pengembangan teknologi selaras dengan kepentingan nasional dan tidak hanya mengekor pada tren luar negeri yang berpotensi merusak nilai-nilai lokal.
NPM: 2515012047
A. Berdasarkan berita yang dibahas, maraknya hoaks saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan karena tingkat pendidikan yang tinggi tidak serta-merta membuat seseorang kebal terhadap informasi palsu. Banyak orang cenderung menyebarkan berita yang sejalan dengan selera atau keyakinannya, meskipun kebenarannya diragukan, serta menolak fakta yang valid apabila tidak sesuai dengan pandangan pribadi.
Upaya pencegahan untuk mengurangi dampak buruk hoaks antara lain dengan membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menempatkan kebenaran di atas preferensi pribadi. Selain itu, peningkatan literasi digital penting agar masyarakat memahami karakter media sosial yang bersifat viral dan mampu memperbesar penyebaran berita bohong. Di sisi lain, diperlukan pula tanggung jawab publik, terutama dari tokoh masyarakat dan elit politik, untuk memberikan contoh penggunaan media sosial yang bijak tanpa mengorbankan nilai-nilai kebangsaan demi kepentingan pribadi.
B. Perkembangan IPTEK, khususnya dalam ranah media sosial, berpotensi mengancam persatuan nasional apabila tidak diimbangi dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Salah satu dampak negatifnya adalah munculnya praktik penggunaan hoaks sebagai senjata dalam persaingan politik yang memicu perpecahan. Kondisi ini jelas bertentangan dengan jati diri bangsa karena mengabaikan etika dan menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan.
Oleh karena itu, pengembangan IPTEK perlu disertai dengan integrasi nilai moral dan etika agar selaras dengan Pancasila. Selain itu, masyarakat juga harus dibekali kemampuan berpikir kritis melalui edukasi yang mendorong kecakapan memilah informasi yang benar dan menolak hoaks agar tidak mudah terprovokasi oleh arus informasi yang masif.
C. Budaya konsumerisme menyebabkan Indonesia lebih berperan sebagai pasar bagi produk teknologi asing dibandingkan sebagai pelaku inovasi. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perubahan orientasi dari sekadar pengguna menjadi pencipta teknologi dengan mendorong lahirnya inovasi lokal.
Di samping itu, penguatan kemandirian bangsa dalam pengembangan IPTEK menjadi penting agar teknologi yang dikembangkan tidak hanya mengikuti arus global, tetapi juga sejalan dengan kepentingan nasional serta tetap menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya lokal.
Kelas: B
NPM: 2515012042
Analisis Soal Ke-1 Pertemuan Ke-15
A. Tanggapan terhadap Berita dan Antisipasi Dampak Hoaks
Berita ini cukup relevan, apalagi saat Pilpres di Indonesia yang sering dipenuhi hoaks politik. Saya setuju bahwa pendidikan tinggi tidak selalu membuat seseorang kebal terhadap hoaks, karena faktor emosi dan kebiasaan mencari info yang sesuai dengan keyakinan pribadi sering lebih dominan. Ditambah lagi, algoritma media sosial membuat hoaks menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan.
Untuk menghindari dampak hoaks, saya biasanya mengecek ulang sumber berita sebelum membagikannya. Saya juga membiasakan diri untuk pause sejenak dan bertanya pada diri sendiri apakah informasi tersebut benar atau hanya memancing emosi saja. Selain itu, saya mencoba mengedukasi lingkungan sekitar dengan membagikan konten literasi digital di grup WhatsApp atau media sosial lainya.
B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Pancasila dan Solusinya
Pengembangan IPTEK di media sosial yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila bisa memperparah perpecahan di masyarakat. Banyak konten hoaks atau provokatif yang mudah viral karena lebih mengutamakan sensasi dari pada kebenaran. Hal ini bisa merusak persatuan dan menurunkan rasa saling percaya antar masyarakat.
Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar pengguna media sosial lebih bijak. Selain itu, perlu adanya aturan dan kerja sama untuk mengurangi penyebaran hoaks dan konten negatif.
C. Solusi Konsumerisme Teknologi dari Perspektif Ilmu Komputer
Konsumerisme teknologi membuat Indonesia terlalu bergantung pada produk luar negeri, baik gadget maupun aplikasi. Hal ini dapat menghambat perkembangan teknologi lokal dan menimbulkan resiko terhadap keamanan data.
Dari sudut pandang Ilmu Komputer, solusinya adalah mendukung pengembangan teknologi buatan dalam negeri, seperti startup lokal dan aplikasi karya anak bangsa. Pendidikan coding juga perlu diperkuat agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu membuat dan mengembangkannya sendiri.
NAMA : ALDI
NPM : 2515012052
A. Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks di media sosial dapat menimbulkan dampak negatif yang serius, seperti menyesatkan masyarakat, memecah persatuan, dan menurunkan kepercayaan publik. Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, saya akan lebih kritis dalam menerima informasi dengan cara memeriksa kebenaran sumber berita, membandingkan dengan media terpercaya, tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta ikut mengedukasi lingkungan sekitar agar bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
B. Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menyebabkan lunturnya etika, munculnya ujaran kebencian, penyebaran hoaks, serta perilaku individualistis yang merugikan masyarakat. Solusi yang dapat dilakukan adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, persatuan, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi, memperkuat literasi digital, serta mendorong pengguna media sosial untuk menggunakan iptek secara bijak, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
C. Sikap konsumerisme yang berlebihan dapat membuat Indonesia hanya menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain tanpa mampu bersaing secara mandiri. Solusi menurut program studi/jurusan yang saya ambil adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, mendorong inovasi dan riset, serta menumbuhkan semangat mencintai dan mengembangkan produk dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi produsen teknologi yang kompetitif.
NPM: 2515012006
1. Tanggapan terhadap berita hoaks dan upaya mengantisipasi dampak negatifnya
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks merupakan masalah serius di era media sosial. Hoaks tidak hanya menyasar masyarakat awam, tetapi juga orang-orang dengan latar belakang pendidikan tinggi. Hal ini terjadi karena banyak orang lebih mengutamakan kesesuaian informasi dengan keyakinan pribadi dibandingkan kebenaran fakta. Media sosial yang bersifat cepat dan viral memperparah penyebaran hoaks sehingga dampaknya semakin luas, terutama dalam bidang politik dan kehidupan sosial.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, langkah yang dapat saya lakukan adalah bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima, tidak langsung membagikan berita sebelum memeriksa kebenarannya, serta mengecek sumber berita melalui media resmi dan terpercaya. Selain itu, saya juga perlu meningkatkan literasi digital, mengedukasi lingkungan sekitar, dan menggunakan media sosial secara bijak agar tidak ikut menjadi bagian dari penyebaran hoaks.
2. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, polarisasi masyarakat, serta menurunnya nilai kemanusiaan dan persatuan. Hal ini bertentangan dengan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial yang terkandung dalam Pancasila.
Solusi yang dapat dilakukan adalah menjadikan Pancasila sebagai landasan etika dalam penggunaan dan pengembangan IPTEK. Pengguna media sosial harus menanamkan nilai kemanusiaan, menghargai perbedaan pendapat, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Selain itu, diperlukan pendidikan karakter dan literasi digital berbasis Pancasila agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bermoral.
3. Solusi sikap konsumerisme teknologi menurut program studi/jurusan
Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia hanya menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEK-nya. Menurut pandangan saya sebagai mahasiswa, solusi atas permasalahan ini adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan penguasaan teknologi sesuai bidang program studi yang saya ambil. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan produk sendiri.
Selain itu, perlu adanya dukungan terhadap riset, pengembangan teknologi lokal, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya bergantung pada produk luar negeri, tetapi mampu menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan bangsa dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
NPM : 2515012041
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks mudah menyebar melalui media sosial dan dapat dipercaya oleh siapa saja. Hoaks dapat menimbulkan perpecahan dan kesalahpahaman. Untuk mengantisipasinya, saya akan lebih selektif menerima informasi, mengecek kebenaran berita, dan tidak sembarangan membagikan informasi di media sosial.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dapat memicu penyebaran hoaks dan konflik di media sosial. Solusinya adalah menggunakan teknologi secara bijak, menjunjung etika, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam penggunaan media sosial.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme membuat Indonesia bergantung pada teknologi luar. Solusinya, mahasiswa harus meningkatkan inovasi dan kreativitas sesuai bidang studi agar mampu menghasilkan produk teknologi sendiri dan tidak hanya menjadi pengguna.
NPM : 2515012034
Kelas : B
ANALISIS SOAL 1
A. Tanggapan terhadap berita hoaks dan cara mengantisipasinya
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks bisa menyebar dengan cepat melalui media sosial dan bisa dipercaya oleh siapa saja, termasuk orang yang berpendidikan. Hal ini terjadi karena banyak orang langsung percaya pada informasi yang sesuai dengan pendapat atau keyakinannya tanpa mengecek kebenarannya.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, kita harus lebih teliti dalam menerima informasi, mengecek sumber berita, membandingkannya dengan media terpercaya, serta tidak langsung menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.
B. Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya
Perkembangan IPTEK di media sosial yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran kebencian, perpecahan, dan kurangnya rasa saling menghargai antar masyarakat.
Solusinya, penggunaan IPTEK harus dibarengi dengan etika dan tanggung jawab. Masyarakat perlu dibekali pemahaman tentang literasi digital agar bisa menggunakan teknologi dengan bijak dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
C. Solusi sikap konsumerisme menurut Program Studi Arsitektur
Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih banyak menggunakan produk teknologi dari luar negeri. Menurut saya, sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan desain dan teknologi berbasis potensi lokal, seperti menggunakan material lokal dan mengangkat budaya Indonesia dalam karya desain.
Dengan begitu, produk dalam negeri bisa lebih dihargai dan mampu bersaing dengan produk luar.
NPM: 2515012085
KELAS B
A. Berita tersebut mengungkapkan realitas pahit bahwa pendidikan tinggi tidak menjamin literasi digital yang baik. Fenomena "Kombinasi Maut" terjadi karena media sosial memperkuat confirmation bias (bias konfirmasi), di mana orang hanya memercayai informasi yang sesuai dengan emosi dan keyakinannya, meskipun informasi tersebut palsu. Di ranah politik, hal ini sangat merusak karena menghalalkan segala cara demi kemenangan, yang jelas-jelas bertentangan dengan etika berbangsa
Langkah Antisipasi:
Saring Sebelum Sharing: Selalu menerapkan prinsip skeptisisme positif; jika sebuah berita memicu emosi yang meledak-ledak (sangat marah atau sangat senang), itu adalah sinyal untuk berhenti sejenak dan memverifikasi kebenarannya.
B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Pancasila dan Solusinya
Pengaruh Negatif: Jika pengembangan IPTEK (seperti media sosial) dibiarkan tanpa landasan Pancasila, dampaknya akan sangat destruktif:
Sila ke-2 (Kemanusiaan): Munculnya dehumanisasi digital, di mana orang merasa bebas menghina dan memfitnah karena tidak berhadapan langsung secara fisik.
Sila ke-3 (Persatuan): Algoritma yang memprioritaskan "viralitas" seringkali justru memicu polarisasi dan perpecahan masyarakat demi keuntungan trafik/bisnis.
Solusi Pengembangan IPTEK yang Lebih Baik:
Pancasila sebagai Rambu Normatif: Setiap inovasi teknologi harus memiliki orientasi etis yang jelas, yakni menghormati martabat manusia dan menjaga integrasi nasional.
Edukasi Karakter Berbasis Digital: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan teknologi, sehingga pengembang perangkat lunak (developer) tidak hanya mengejar kecanggihan, tetapi juga memikirkan dampak sosial dari algoritma yang mereka ciptakan.
C. Solusi Atas Sikap Konsumerisme Teknologi
Sikap konsumerisme membuat Indonesia terus-menerus bergantung pada teknologi asing dan hanya menjadi objek pasar. Berdasarkan perspektif akademis (program studi/jurusan), solusinya adalah:
Indigenisasi Ilmu (Mempribumikan Ilmu): Mahasiswa dan peneliti harus diarahkan untuk menciptakan inovasi yang menjawab masalah lokal di Indonesia (misalnya teknologi pertanian spesifik lahan tropis atau sistem keamanan siber mandiri), bukan sekadar meniru teknologi Barat.
Semangat Kemandirian (Sovereignty): Membangun mentalitas dari "Konsumen" menjadi "Produsen". Hal ini dilakukan dengan memperkuat riset di perguruan tinggi dan mendukung ekosistem startup lokal yang berbasis pada kebutuhan masyarakat Indonesia (keadilan ekonomi).
Hilirisasi Riset: Memastikan bahwa hasil penelitian di kampus tidak hanya berhenti di perpustakaan, tetapi didorong hingga menjadi produk komersial yang dapat bersaing dengan produk asing, sehingga perlahan-lahan mengurangi ketergantungan impor teknologi.
Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, IPTEK tidak akan menjadi alat perusak, melainkan sarana untuk mencapai keadilan sosial dan kemandirian bangsa.
NPM: 2515012057
Kelas: B
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks sangat berbahaya karena mudah menyebar melalui media sosial dan dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, bahkan orang yang berpendidikan. Hoaks yang terus beredar dapat memecah persatuan dan merusak kepercayaan publik. Untuk mengantisipasinya, saya akan lebih berhati-hati dalam menerima informasi, memeriksa kebenaran berita dari sumber tepercaya, tidak mudah terprovokasi, serta tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menyebabkan lunturnya sikap toleransi, meningkatnya ujaran kebencian, dan penyalahgunaan teknologi. Oleh karena itu, IPTEK seharusnya dikembangkan dengan mengedepankan etika, tanggung jawab, dan nilai kemanusiaan. Pendidikan literasi digital dan penanaman nilai Pancasila sangat penting agar teknologi digunakan untuk hal yang positif dan mempersatukan bangsa.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih banyak menjadi pengguna teknologi dari negara lain. Solusinya adalah mendorong inovasi dan kreativitas sesuai bidang studi yang saya jalani, mendukung produk dalam negeri, serta membangun pola pikir produktif agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi sendiri.
NPM : 2515012019
Kelas : B
Analisis Fenomena Hoaks dan Media Sosial
Penyebaran hoaks saat ini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan karena adanya "kombinasi maut" antara konten informasi palsu dengan karakteristik media sosial yang mampu memviralkan sesuatu secara instan.
Latar Belakang Pendidikan: Tingkat pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks; bahkan, individu terpelajar sering kali gagal membedakan berita valid dengan informasi palsu.
Faktor Psikologis (Confirmation Bias): Masyarakat cenderung mempercayai dan menyebarkan informasi yang sesuai dengan keyakinan atau kesukaan pribadi mereka, meskipun informasi tersebut tidak benar. Sebaliknya, fakta valid sering ditolak jika tidak selaras dengan pandangan mereka.
Dampak Politik dan Kebangsaan: Dominasi hoaks politik mengancam nilai-nilai dasar bangsa. Kemenangan politik yang diraih melalui penyebaran hoaks dipandang sebagai kekalahan bagi integritas bangsa secara keseluruhan.
Antisipasi Dampak Negatif Hoaks
Untuk memitigasi dampak negatif penyebaran hoaks, langkah-langkah strategis yang dapat diambil meliputi:
Verifikasi Sebelum Sosialisasi: Mengedepankan prinsip "betul dulu, baru suka" sebelum membagikan konten, guna memutus rantai viralitas hoaks.
Edukasi Literasi Digital: Mendorong elit politik dan tokoh masyarakat untuk memberikan keteladanan dalam penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Kesadaran Kritis: Menyadari bahwa dampak hoaks bersifat jangka panjang dan dapat menyusup ke dalam kehidupan pribadi, sehingga diperlukan skeptisisme sehat terhadap informasi yang diterima.
IPTEK dan Nilai Pancasila
Pengembangan IPTEK (termasuk algoritma media sosial) yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila dapat memicu perpecahan dan konflik horizontal.
Pengaruh Negatif: Media sosial yang digunakan tanpa landasan etika ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan hanya akan menjadi alat penghancur kohesi sosial melalui sebaran fitnah.
Solusi Pengembangan: IPTEK harus diarahkan untuk kemaslahatan umum dengan memperhatikan nilai etis dan moral. Solusinya adalah integrasi nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan teknologi dan regulasi platform digital untuk memastikan teknologi berfungsi sebagai alat pemersatu.
Tantangan Konsumerisme Teknologi
Sikap konsumerisme menjadikan Indonesia sekadar pasar bagi produk teknologi asing, yang mencerminkan ketergantungan IPTEK terhadap negara lain.
Solusi Berbasis Program Studi (Perspektif Akademis):
Sebagai mahasiswa, solusi yang dapat ditawarkan adalah transisi dari budaya konsumtif menuju budaya produktif-inovatif. Hal ini dilakukan dengan memperkuat riset dan pengembangan (R&D) dalam negeri agar kita mampu menciptakan teknologi mandiri yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen teknologi.
NPM:2515012026
A. Tanggapan terhadap berita dan cara mengantisipasi dampak hoaks
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks bisa menyebar ke siapa saja, termasuk orang yang berpendidikan tinggi. Hal ini terjadi karena banyak orang langsung percaya dan membagikan informasi yang sesuai dengan perasaan atau keyakinannya, tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Media sosial membuat penyebaran hoaks semakin cepat karena satu informasi bisa langsung dilihat dan dibagikan oleh banyak orang.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, yang bisa saya lakukan adalah lebih berhati-hati saat menerima informasi dari media sosial. Saya tidak langsung membagikan berita sebelum memastikan sumbernya jelas dan terpercaya. Selain itu, saya berusaha membandingkan informasi dari beberapa sumber dan meningkatkan kebiasaan berpikir kritis. Dengan bersikap lebih bijak dalam menggunakan media sosial, penyebaran hoaks bisa dikurangi.
B. Dampak IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan berbagai masalah di media sosial, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konflik antar kelompok. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana berbagi informasi dan mempererat hubungan justru bisa memecah belah masyarakat jika tidak digunakan dengan benar.
Solusinya adalah menggunakan media sosial dengan berlandaskan nilai Pancasila, seperti saling menghormati, menjaga persatuan, dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang dibagikan. Pengguna media sosial perlu sadar bahwa kebebasan berpendapat harus disertai etika. Selain itu, edukasi tentang literasi digital juga penting agar masyarakat lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi.
C. Solusi konsumerisme teknologi sesuai jurusan yang diambil
Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih banyak menjadi pengguna teknologi dari negara lain. Kita sering lebih bangga menggunakan produk luar negeri dibandingkan produk dalam negeri. Hal ini menyebabkan ketergantungan dan menghambat perkembangan teknologi nasional.
Sebagai mahasiswa, solusi yang bisa dilakukan sesuai dengan jurusan yang diambil adalah dengan mengembangkan ilmu dan keterampilan yang dipelajari agar dapat menciptakan inovasi sendiri. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan bangsa. Selain itu, mendukung dan menggunakan produk teknologi dalam negeri juga menjadi langkah sederhana untuk mengurangi sikap konsumerisme.
DATA MAHASISWA
Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
NPM: 2515012045
Kelas: B
A. Tanggapan terhadap berita dan upaya mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks
Berdasarkan berita tersebut, dapat disimpulkan bahwa hoaks merupakan permasalahan serius yang tidak memandang latar belakang pendidikan seseorang. Perkembangan media sosial yang sangat pesat membuat penyebaran hoaks menjadi semakin masif dan berdampak luas, terutama ketika informasi palsu tersebut sesuai dengan keyakinan atau preferensi individu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan perpecahan sosial, menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi yang valid, serta merusak nilai-nilai demokrasi.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, langkah yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan literasi digital masyarakat, membiasakan diri untuk memverifikasi kebenaran informasi dari sumber yang kredibel, tidak langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersikap kritis dan rasional dalam menerima setiap konten di media sosial. Selain itu, diperlukan kesadaran bersama bahwa tanggung jawab dalam menggunakan media sosial merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.
B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat berdampak negatif, seperti meningkatnya individualisme, intoleransi, penyebaran ujaran kebencian, hoaks, serta lunturnya nilai kemanusiaan dan persatuan. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana edukasi dan komunikasi justru dapat berubah menjadi alat provokasi apabila tidak dilandasi nilai moral dan etika.
Solusi yang dapat disampaikan adalah mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pemanfaatan dan pengembangan iptek, khususnya di media sosial. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus menjadi landasan dalam berinteraksi secara digital. Selain itu, diperlukan regulasi yang tegas, pendidikan karakter berbasis Pancasila, serta peran aktif masyarakat dan pemerintah dalam mengawasi serta mengarahkan penggunaan teknologi agar memberikan manfaat yang positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
C. Solusi terhadap sikap konsumerisme dari sudut pandang program studi/jurusan yang diambil
Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia lebih banyak menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju dalam bidang iptek. Hal ini menunjukkan masih lemahnya kemandirian bangsa dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi.
Menurut sudut pandang program studi/jurusan yang sedang ditempuh, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahlian. Mahasiswa diharapkan mampu berinovasi, melakukan riset, serta menciptakan produk atau solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Selain itu, diperlukan kerja sama antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk mendukung pengembangan produk dalam negeri agar mampu bersaing dan mengurangi ketergantungan terhadap produk teknologi asing.
NPM: 2515012064
KELAS: B
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks di media sosial merupakan masalah serius karena dapat menyebar dengan cepat dan mempengaruhi pola pikir masyarakat, termasuk orang yang berpendidikan tinggi. Media sosial membuat orang mudah percaya pada informasi yang sesuai dengan keyakinannya tanpa mengecek kebenarannya. Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, saya akan lebih selektif dalam menerima informasi, memeriksa sumber berita, membandingkan dengan media yang terpercaya, serta tidak sembarangan membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan IPTEK yang lebih baik?
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan penyalahgunaan media sosial, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan di masyarakat. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Solusi yang dapat dilakukan adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi, seperti bersikap jujur, bertanggung jawab, saling menghargai perbedaan, serta meningkatkan literasi digital agar masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial.
C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEK-nya, bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih banyak menjadi pengguna teknologi dari luar negeri. Menurut saya, solusi dari permasalahan ini melalui program studi yang saya ambil adalah dengan meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi mahasiswa agar mampu menghasilkan karya dan teknologi sendiri. Mahasiswa perlu didorong untuk melakukan riset, pengembangan produk, dan menciptakan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu bersaing dalam pengembangan teknologi.
NPM: 2515012043
KELAS: B
A. Berita hoaks ini masih banyak ditemui di sosial media, dan berita hoaks ini justru banyak yang menonton atau membacanya daripada berita yang sesuai fakta. Berita hoaks ini sangat merugikan banyak orang. Untuk mengatasi permasalahan ini, bisa dimulai dari diri kita sendiri, yaitu dengan mencari tahu terlebih dahulu tentang kebenaran sebuah konten berita yang akan kita tonton atau baca. Dan tidak menyebarkan berita ke orang lain jika kita belum tahu apakah berita tersebut sesuai fakta atau hoaks.
B. Pengaruh (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dapat menyebabkan hilangnya etika, adanya penyebaran fitnah demi kemenangan politik, dan rusaknya sistem sosial karena nilai kejujuran serta persatuan ditinggalkan demi konten viral. Solusinya yaitu, dengan menyatukan nilai-nilai moral dalam setiap inovasi teknologi. Tokoh publik dan pengembang teknologi dapat memberikan contoh penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.
C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, solusi berdasarkan program studi yang saya ambil saat ini atas masalah tersebut yaitu dengan, menciptakan sebuah karya yang dalam merealisasikannya kita dapat menggunakan material lokal dengan teknologi tepat guna.
NPM : 2515012044
1. Menurut saya, berita tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama di era digital. Hoaks tidak hanya menyasar masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah, tetapi juga kalangan terpelajar. Hal ini membuktikan bahwa tingginya pendidikan formal tidak selalu berbanding lurus dengan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis.
Kombinasi antara hoaks dan media sosial menjadi berbahaya karena media sosial memiliki sifat cepat, masif, dan emosional. Informasi sering kali diterima dan disebarkan berdasarkan kesesuaian dengan keyakinan pribadi, bukan kebenaran fakta. Akibatnya, hoaks lebih mudah dipercaya daripada berita valid.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, langkah yang dapat saya lakukan antara lain:
Meningkatkan literasi digital, seperti memeriksa sumber berita, tanggal, penulis, dan membandingkan dengan media kredibel.
Tidak langsung menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.
Bersikap kritis dan rasional, tidak mudah terpancing emosi
2. Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan berbagai dampak negatif di media sosial, seperti:
Munculnya ujaran kebencian dan intoleransi (bertentangan dengan Sila ke-2 dan ke-3).
Penyebaran hoaks dan manipulasi informasi yang merusak persatuan bangsa.
Penyalahgunaan teknologi untuk kepentingan kelompok tertentu tanpa memikirkan kepentingan umum (bertentangan dengan Sila ke-5).
Jika IPTEK berkembang tanpa nilai moral dan etika, maka teknologi tidak lagi menjadi alat pemersatu, melainkan alat pemecah belah.
Solusi yang dapat dilakukan untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik antara lain:
Menanamkan nilai Pancasila dalam pendidikan digital dan teknologi, bukan hanya aspek teknis.
Mengembangkan etika bermedia sosial yang menekankan tanggung jawab, kejujuran, dan kemanusiaan.
Pemerintah dan lembaga terkait perlu membuat kebijakan yang tegas namun adil terhadap penyalahgunaan teknologi.
Mendorong inovasi teknologi yang berorientasi pada kepentingan bangsa
3. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia lebih banyak menjadi pasar produk teknologi asing, bukan sebagai produsen. Hal ini terjadi karena ketergantungan pada teknologi luar negeri dan rendahnya inovasi dalam negeri.
Sebagai pelajar yang tertarik dan menargetkan diri pada bidang siber dan teknologi informasi, solusi yang dapat saya tawarkan antara lain:
Mengembangkan kemampuan dan keterampilan IPTEK, khususnya di bidang keamanan siber, data, dan teknologi digital.
Mendorong penggunaan dan pengembangan produk teknologi lokal.
Berkontribusi dalam inovasi dan riset teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi.
Menumbuhkan sikap produktif, kreatif, dan mandiri, bukan sekadar konsumtif.
Dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, Indonesia dapat meningkatkan daya saing IPTEK serta mengurangi ketergantungan pada teknologi negara lain.
Npm: 2555012003
Kelas: A
Analisis Soal-1 pertemuan ke 15
A. Tanggapan & upaya mengantisipasi dampak hoaks
Berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks semakin berbahaya karena diperkuat oleh media sosial yang membuat informasi palsu cepat viral dan dipercaya. Untuk mengantisipasi dampaknya, saya akan memverifikasi informasi sebelum membagikan, meningkatkan literasi digital, serta tidak mudah terpancing emosi oleh konten yang sesuai dengan keyakinan pribadi.
B. Pengaruh iptek yang tidak sesuai Pancasila & solusinya
Pengembangan iptek yang tidak berlandaskan nilai Pancasila menyebabkan penyebaran hoaks, polarisasi masyarakat, dan menurunnya etika bermedia sosial. Solusinya adalah mengintegrasikan nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi, memperkuat etika digital, serta mendorong tanggung jawab pengguna dan elit politik dalam bermedia sosial.
C. Solusi sikap konsumerisme menurut program studi
Sikap konsumerisme membuat Indonesia hanya menjadi pasar teknologi negara lain. Solusi menurut program studi yang ditempuh adalah mengembangkan inovasi dan riset lokal, meningkatkan keterampilan dan kreativitas mahasiswa, serta mendukung penggunaan dan pengembangan produk teknologi dalam negeri agar Indonesia lebih mandiri secara iptek.
NPM : 2515012062
1. Tanggapan mengenai berita dan cara mengantisipasi dampak negatif hoaks
Menurut saya, berita ini menunjukkan bahwa hoaks di media sosial sangat berbahaya karena bisa menyebar cepat dan memengaruhi cara berpikir masyarakat, tanpa melihat latar belakang pendidikan seseorang. Media sosial sering membuat orang langsung percaya dan menyebarkan informasi tanpa mengecek kebenarannya terlebih dulu. Dampaknya bukan hanya menyesatkan, tapi juga bisa memicu konflik dan perpecahan.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, saya berusaha lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan isu publik dan kebijakan. Saya membiasakan diri mengecek sumber berita, melihat keaslian data, serta tidak mudah terpancing judul yang provokatif sebelum membagikannya. Sikap ini penting agar media sosial bisa menjadi ruang yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
2. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak selaras dengan nilai Pancasila di media sosial bisa memicu perilaku tidak etis, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan sikap individualistis. Hal ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial yang dijunjung Pancasila.
Solusinya adalah dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan beretika. Dalam konteks arsitektur, media sosial seharusnya digunakan untuk berbagi pengetahuan, inspirasi desain yang bertanggung jawab, serta edukasi tentang lingkungan binaan yang ramah manusia dan berkelanjutan. Dengan begitu, IPTEK dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran sosial, bukan sekadar alat penyebaran informasi yang menyesatkan.
3. Solusi sikap konsumerisme dari sudut pandang jurusan arsitektur
Sikap konsumerisme membuat Indonesia cenderung menjadi pasar produk teknologi dan desain dari luar negeri, termasuk dalam bidang arsitektur. Banyak konsep, material, dan teknologi bangunan yang diadopsi tanpa menyesuaikan dengan kondisi lokal.
Sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang bisa ditawarkan adalah dengan mengembangkan desain yang berbasis potensi lokal, seperti penggunaan material lokal, konsep arsitektur tropis, dan kearifan lokal dalam perancangan. Selain itu, mahasiswa arsitektur perlu didorong untuk melakukan riset, inovasi desain, dan pemanfaatan teknologi bangunan yang sesuai dengan iklim, budaya, dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan cara ini, arsitektur tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga mampu menciptakan karya yang mandiri, berkelanjutan, dan beridentitas Indonesia.
NAMA : LUTFI PUSPITA SARI
NPM : 2515012061
KELAS : B
A. Tanggapan terhadap berita dan upaya mengantisipasi dampak negatif hoaks
Berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks tidak hanya menyasar masyarakat awam, tetapi juga kalangan terdidik. Media sosial memperparah penyebaran hoaks karena sifatnya yang cepat, masif, dan berbasis emosi serta kesesuaian dengan keyakinan pribadi (confirmation bias). Hal ini berbahaya karena dapat memecah persatuan, menurunkan kualitas demokrasi, dan mengaburkan kebenaran.
Upaya mengantisipasi dampak negatif hoaks:
- Meningkatkan literasi digital, khususnya kemampuan memverifikasi sumber, data, dan konteks informasi.
- Tidak langsung menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya (cek fakta, bandingkan beberapa sumber).
- Bersikap kritis dan rasional, tidak mengutamakan emosi atau preferensi politik.
- Mengikuti kanal klarifikasi seperti Mafindo atau media kredibel.
- Menanamkan etika bermedia sosial, bahwa kebebasan berekspresi harus disertai tanggung jawab moral.
B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila menyebabkan media sosial menjadi alat:
- Penyebaran kebencian dan disinformasi (bertentangan dengan Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab),
- Polarisasi dan konflik sosial (bertentangan dengan Sila ke-3: Persatuan Indonesia),
- Manipulasi opini publik dan kepentingan politik sempit (bertentangan dengan Sila ke-4),
- Ketimpangan akses informasi dan dominasi pihak tertentu (bertentangan dengan Sila ke-5).
Solusi pengembangan IPTEK yang lebih baik:
- Menjadikan Pancasila sebagai landasan etik IPTEK, bukan hanya aspek teknis.
- Integrasi pendidikan karakter dan etika digital dalam pengembangan dan penggunaan teknologi.
- Regulasi tegas dan adil terhadap penyebaran hoaks tanpa menghilangkan kebebasan berekspresi.
- Mendorong konten edukatif dan persatuan, bukan sensasi dan provokasi.
- Tanggung jawab moral para elite dan influencer sebagai teladan bermedia sosial.
C. Solusi sikap konsumerisme teknologi dari sudut pandang program studi/jurusan
Sikap konsumerisme membuat Indonesia hanya menjadi pasar, bukan produsen teknologi, sehingga bergantung pada negara lain yang lebih maju IPTEK-nya.
Solusi berdasarkan perspektif program studi/jurusan (umum dan adaptif):
- Mendorong inovasi lokal sesuai bidang keilmuan (desain, teknik, hukum, ekonomi, pendidikan, dll.).
- Mengembangkan teknologi berbasis kearifan lokal, bukan sekadar meniru produk luar.
- Kolaborasi riset kampus–industri, agar ilmu tidak berhenti pada teori.
- Menumbuhkan jiwa technopreneurship, menciptakan produk dan solusi, bukan hanya pengguna.
- Mengedepankan nilai Pancasila, agar IPTEK tidak hanya canggih, tetapi juga berkeadilan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kesimpulan
Hoaks dan media sosial menjadi ancaman serius ketika IPTEK berkembang tanpa nilai. Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi kompas moral dalam pengembangan dan pemanfaatan IPTEK agar teknologi memperkuat persatuan, mencerdaskan bangsa, dan meningkatkan kesejahteraan, bukan sebaliknya.
NPM : 2515012031
Kelas : B
1. Tanggapan terhadap berita dan upaya mengantisipasi dampak negatif hoaks
Berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks di media sosial merupakan masalah serius yang dapat menimpa siapa saja, termasuk masyarakat berpendidikan tinggi. Media sosial mempercepat penyebaran informasi tanpa proses verifikasi sehingga hoaks mudah dipercaya, terutama jika sesuai dengan keyakinan pribadi. Dampak hoaks tidak hanya menyesatkan, tetapi juga memecah persatuan dan menurunkan kualitas berpikir masyarakat.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi digital, membiasakan diri memeriksa sumber berita, tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
2. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyalahgunaan media sosial untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan kepentingan politik tertentu. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana informasi justru berubah menjadi alat provokasi dan perpecahan.
Solusi yang dapat dilakukan adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pemanfaatan IPTEK, seperti menjunjung etika, menghargai perbedaan pendapat, serta memanfaatkan teknologi untuk kepentingan bersama. Selain itu, diperlukan regulasi dan pendidikan karakter digital agar IPTEK berkembang secara sehat dan bermoral.
3. Solusi sikap konsumerisme berdasarkan program studi/jurusan
Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia lebih banyak menjadi pengguna dan pasar produk teknologi negara lain. Sebagai mahasiswa jurusan Gambar Bangunan, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam bidang desain dan perencanaan bangunan yang sesuai dengan kondisi dan budaya lokal. Pemanfaatan teknologi desain seperti software gambar bangunan harus diarahkan untuk menciptakan karya yang fungsional, efisien, dan bernilai lokal. Dengan demikian, lulusan tidak hanya menjadi pengguna teknologi asing, tetapi juga mampu menghasilkan desain dan solusi pembangunan yang mandiri dan berdaya saing.
NPM: 2515012056
KELAS: A
A. Tanggapan terhadap berita dan upaya mencegah dampak hoaks
Berita tersebut menunjukkan persoalan serius terkait bias konfirmasi, yaitu kecenderungan mempercayai informasi yang sejalan dengan pandangan pribadi meskipun tidak benar. Tingginya tingkat pendidikan tidak serta-merta membuat seseorang kebal terhadap hoaks, sehingga literasi digital menjadi hal yang sangat penting. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan membiasakan verifikasi informasi melalui sumber tepercaya atau situs pemeriksa fakta, bersikap kritis terhadap judul sensasional, serta menyadari adanya bias pribadi sebelum menerima atau menyebarkan informasi.
B. Dampak pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dan solusinya
Pengembangan IPTEK, khususnya di media sosial, yang mengabaikan nilai Pancasila berpotensi memicu polarisasi dan perpecahan masyarakat. Teknologi dapat disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian, fitnah, dan hoaks, sehingga bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan persatuan. Solusinya adalah menerapkan etika digital berlandaskan Pancasila, penegakan hukum yang adil terhadap penyebar hoaks, serta penguatan literasi digital dan nilai kebangsaan dalam pendidikan.
C. Sikap konsumerisme terhadap teknologi asing dalam arsitektur dan solusinya
Dalam bidang arsitektur, konsumerisme teknologi asing tampak dari ketergantungan pada perangkat lunak, material impor, dan sistem teknologi luar negeri, yang dapat melemahkan identitas serta kemandirian arsitektur nasional. Solusi yang dapat ditempuh antara lain pengembangan arsitektur vernakular modern melalui inovasi material lokal, penerapan desain pasif yang sesuai iklim tropis, pemanfaatan teknologi digital seperti BIM berbasis konteks lokal, serta penggunaan teknologi tepat guna hasil inovasi dalam negeri. Dengan pendekatan ini, arsitek berperan tidak hanya sebagai perancang, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian teknologi dan pembangunan bangsa.
NPM: 2515012073
Kelas: B
Analisis Soal-1
A. Berita ini menunjukkan bahwa hoaks dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan bisa dipercaya oleh siapa saja, termasuk orang berpendidikan. Media sosial membuat dampak hoaks semakin besar karena informasi mudah menjadi viral. Untuk mengantisipasinya, kita harus lebih bijak menggunakan media sosial, memeriksa kebenaran berita, tidak mudah percaya, dan saring sebelum sharing.
B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dapat menimbulkan perpecahan, konflik, dan penyebaran informasi palsu di media sosial. Hal ini bertentangan dengan nilai persatuan dan kemanusiaan. Solusinya adalah menggunakan IPTEK secara bertanggung jawab, menjunjung etika, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bermedia sosial.
C. Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih banyak menggunakan produk teknologi dari luar negeri. Sebagai mahasiswa, solusi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan kreativitas dan inovasi sesuai bidang studi agar mampu menghasilkan karya atau produk sendiri. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan IPTEK dalam negeri.
NPM: 2515012014
Kelas: A
ANALISIS SOAL
1. Tanggapan terhadap berita dan upaya mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks
Menurut saya, berita tersebut sangat sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana penyebaran hoaks semakin sulit dikendalikan karena didukung oleh perkembangan teknologi dan media sosial. Hoaks tidak hanya dipercaya oleh masyarakat awam, tetapi juga oleh orang-orang dengan latar belakang pendidikan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi informasi tidak otomatis membuat seseorang lebih bijak atau kritis dalam menerima informasi.
Media sosial mempercepat penyebaran hoaks karena informasi dapat dengan mudah diviralkan tanpa melalui proses verifikasi. Banyak orang menyebarkan informasi berdasarkan kesukaan, emosi, atau kesesuaian dengan pandangan pribadi, bukan berdasarkan kebenaran. Akibatnya, hoaks sering kali dianggap lebih meyakinkan dibandingkan berita yang valid.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, hal yang dapat saya lakukan adalah bersikap lebih selektif dalam menerima informasi. Setiap berita yang diterima perlu dicek sumbernya, dibandingkan dengan media resmi, dan tidak langsung dibagikan sebelum kebenarannya jelas. Selain itu, penting untuk membiasakan diri berpikir kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh judul atau isi berita yang bersifat provokatif.
2. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak diimbangi dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, polarisasi masyarakat, dan menurunnya rasa saling menghargai. Teknologi yang seharusnya mempermudah komunikasi dan memperluas wawasan justru dapat menjadi alat untuk memecah persatuan apabila digunakan tanpa tanggung jawab.
Media sosial sering dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu tanpa memperhatikan dampaknya bagi masyarakat luas. Ketika teknologi hanya digunakan untuk mengejar kepentingan pribadi atau kelompok, maka nilai kemanusiaan dan keadilan menjadi terabaikan. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu sejalan dengan kebenaran dan kebaikan jika tidak disertai kesadaran etis.
Solusi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu menggunakan teknologi secara bijak. Selain itu, pengembangan IPTEK perlu diarahkan tidak hanya pada kemajuan teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan menjunjung etika dalam berkomunikasi di ruang digital.
3. Solusi sikap konsumerisme teknologi ditinjau dari program studi Teknik Arsitektur
Sikap konsumerisme dalam bidang teknologi menyebabkan Indonesia lebih banyak menjadi pengguna produk teknologi dari negara lain. Dalam konteks program studi Teknik Arsitektur, solusi yang dapat dilakukan adalah mendorong pemanfaatan teknologi secara kreatif dan mandiri, bukan hanya sebagai pengguna pasif.
Mahasiswa arsitektur dapat mengembangkan desain yang sesuai dengan kondisi lokal, seperti penggunaan material lokal, teknologi bangunan ramah lingkungan, dan konsep desain yang menyesuaikan iklim serta budaya Indonesia. Dengan cara ini, teknologi tidak hanya dikonsumsi, tetapi juga dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sendiri.
Selain itu, penguatan riset dan inovasi di bidang arsitektur perlu terus dilakukan agar karya yang dihasilkan tidak bergantung sepenuhnya pada produk dan teknologi asing. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk luar.
NPM: 2515012012
a. Tanggapan terhadap berita hoaks dan upaya mengantisipasinya
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks di media sosial sangat berbahaya karena dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat dan menimbulkan kesalahpahaman. Dalam bidang arsitektur, informasi yang tidak benar juga bisa berdampak pada kesalahan pemahaman desain, isu lingkungan, maupun kebijakan pembangunan. Untuk mengantisipasinya, saya akan lebih selektif dalam menerima informasi, mengecek sumber yang kredibel, tidak langsung menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, serta membiasakan sikap kritis dalam menggunakan media sosial.
b. Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan perilaku tidak etis di media sosial, seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, yang berpotensi memecah persatuan. Dalam arsitektur, hal ini dapat terlihat pada pembangunan yang hanya mementingkan keuntungan tanpa memperhatikan nilai kemanusiaan, lingkungan, dan budaya lokal. Solusinya adalah menjadikan Pancasila sebagai landasan etika dalam pemanfaatan IPTEK, sehingga teknologi digunakan untuk menciptakan ruang dan bangunan yang manusiawi, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat.
c. Solusi sikap konsumerisme menurut jurusan arsitektur
Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi dan produk arsitektur dari negara lain. Sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan desain yang berbasis potensi lokal, seperti penggunaan material lokal, kearifan budaya, dan teknologi tepat guna. Dengan demikian, arsitektur tidak hanya mengikuti tren luar negeri, tetapi mampu menciptakan karya yang mandiri, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
NPM : 2515012022
Kelas : B
Tugas Analisis Soal-1 :
Jawab :
A. Menurut saya, kita perlu menggarisbawahi betapa pentingnya kesadaran kritis masyarakat terhadap penyebaran hoaks, khususnya yang dipicu oleh media sosial. Hoaks tidak mengenal batasan latar belakang pendidikan, dan lebih mudah menyebar ketika didukung oleh sifat viral dari media sosial. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, langkah yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan literasi digital masyarakat, mendidik individu untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, serta memanfaatkan platform untuk melaporkan hoaks. Selain itu, penting untuk menciptakan kesadaran bahwa penyebaran informasi yang tidak benar dapat merusak persatuan dan memecah belah masyarakat.
B. Saya menyetujui bahwa pada pengembangan IPTEK terdapat hal yang tidak sesuai dengan nilai pancasila, terutama di media sosial, dapat mengarah pada penyebaran informasi yang merugikan, baik itu hoaks, diskriminasi, maupun penyalahgunaan data pribadi. Jika IPTEK tidak diterapkan dengan etika yang baik, dapat merusak moralitas sosial dan memperlebar jurang ketidakadilan. Solusi untuk hal ini adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pengembangan teknologi, termasuk pengaturan platform media sosial dan teknologi lainnya. Ini dapat dilakukan dengan mengedukasi pengguna internet tentang penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, serta memperkenalkan kebijakan yang mendukung transparansi dan keadilan di dunia maya.
C. Konsumerisme yang tinggi terhadap produk teknologi luar negeri menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi teknologi negara maju. Solusinya adalah dengan mendorong riset dan pengembangan (R&D) di dalam negeri untuk menciptakan produk teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Program studi yang berkaitan dengan teknologi dapat fokus pada inovasi yang berbasis pada kekuatan dan sumber daya lokal, misalnya pengembangan teknologi yang ramah lingkungan atau yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri harus didorong untuk menciptakan ekosistem inovasi yang kuat di Indonesia, guna mengurangi ketergantungan pada produk teknologi luar negeri dan meningkatkan kemandirian dalam bidang IPTEK.
NPM:2555012001
kelas:B
A. Tanggapan dan upaya mengantisipasi hoaks
Berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks dapat menyebar kepada siapa saja, termasuk orang berpendidikan, terutama karena pengaruh media sosial dan bias kepercayaan pribadi. Hoaks menjadi berbahaya karena lebih dipercaya saat sesuai dengan keyakinan seseorang. Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, sikap yang perlu dilakukan adalah meningkatkan literasi digital, melakukan verifikasi informasi dari sumber tepercaya, tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersikap kritis dan terbuka terhadap fakta meskipun bertentangan dengan pandangan pribadi.
B. Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila di media sosial dapat menimbulkan perpecahan, penyebaran kebencian, hoaks, dan lunturnya nilai kemanusiaan serta persatuan. Media sosial digunakan tanpa etika, tanggung jawab, dan rasa keadilan. Solusinya adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan IPTEK, seperti kejujuran, toleransi, tanggung jawab, dan keadilan, serta memperkuat pendidikan karakter dan etika digital agar IPTEK digunakan untuk kemaslahatan bersama.
C. Solusi sikap konsumerisme menurut program studi/jurusan
Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia hanya menjadi pengguna produk teknologi negara lain. Solusi menurut bidang studi yang diambil adalah dengan mengembangkan inovasi, kreativitas, dan kemampuan riset agar mampu menciptakan produk atau solusi teknologi sendiri. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang IPTEK melalui peningkatan kompetensi, kewirausahaan berbasis teknologi, dan pemanfaatan ilmu yang dipelajari untuk mendukung kemandirian bangsa di bidang teknologi.
NPM: 2515012004
KELAS: B
TUGAS PERTEMUAN 15 (ANALISIS SOAL 1)
A. Tanggapan terhadap berita dan antisipasi dampak negatif penyebaran hoaks
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks adalah masalah serius yang bisa menyerang siapa saja. Media sosial membuat penyebaran hoaks menjadi jauh lebih cepat dan luas. Hal ini berbahaya karena dapat membentuk opini publik yang keliru dan memicu konflik di masyarakat.
Antisipasinya:
1. berusaha lebih kritis dalam menerima informasi
2. tidak langsung percaya atau membagikan berita sebelum mengecek kebenarannya dari sumber tepercaya
3. tingkatkan literasi
B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi bagi pengembangan iptek yang lebih baik
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila dapat berdampak negatif di media sosial, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan di masyarakat. Teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru disalahgunakan tanpa memperhatikan nilai kemanusiaan dan persatuan. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK perlu diimbangi dengan penanaman nilai Pancasila agar teknologi digunakan secara bijak, bertanggung jawab, dan membawa manfaat bagi masyarakat.
C. Solusi dari sikap konsumerisme menurut program studi yang diambil
Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih banyak menjadi pengguna teknologi dari negara lain. Dalam program studi Arsitektur, mahasiswa perlu didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang bangunan dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti material, iklim, dan budaya setempat. Dengan penguatan keterampilan desain dan riset, mahasiswa arsitektur tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan arsitektur dan teknologi bangunan dalam negeri.
NPM: 2515012011
KELAS: B
ANALISIS SOAL 1
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?
Jawaban: Berita tersebut membahas tentang maraknya penyebaran haoks dengan sosial media yang menjadikan pintu penyebaran hoaks semakin lebar. Sampai sekarang, penyebaran hoaks memang sulit untuk dihentikan apalagi jika sudah menyebar di sosial media, kebanyakan warga pun hanya menelan mentah-mentah atas berita yang sedang viral tanpa ditelusuri terlebih dahulu kebenarannya. Hal tersebut menjadi tantangan kita bersama, dan terdapat beberapa upaya yang harus dilakukan untuk memperkecil ruang hoaks ini. Sebagai warga negara, sudah seharusnya kita bersama-sama melakukan solusi atas hal-hal seperti ini. Jika dibiarkan, masyarakat akan semakin terbawa sesat dan dapat menimbulkan konflik yang besar. Upaya yang dapat saya lakukan ialah mengutamakan pengecekan atau penelusuran untuk mencapai fakta sebelum menyebarkan konten/berita, mempelajari lebih dalam cara membedakan antara berita hoaks dan valid, serta bersikap kritis terhadap konten politik.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan IPTEK yang lebih baik?
Jawaban: Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila dapat memicu perpecahan bangsa. Media sosial seringkali justru memperbesar dampak negatif hoaks melalui sifat viralnya. Solusi pengembangan IPTEK yang lebih baik di antaranya adalah, para pemimpin politik harus memberikan contoh dalam menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggungjawab, pengembangan platform digital harus memperhatikan dampak sosialnya agar tidak sekedar mengejar viral tetapi juga mengandung kebenaran., dan memastikan setiap inovasi teknologi memperkuat persatuan bukan malah memperbesar penyebaran kebencian atau fitnah.
C. Sikap konsumerisme mennyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain. Bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawaban: Solusi permasalahan konsumerisme teknologi dari sudut pandang Arsitektur
> Pemanfaatan teknologi material lokal: Arsitek dapat mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri dengan menggunakan material lokal yang yang diproses dengan teknologi tepat guna.
> Arsitektur berkelanjutan sebagai identitas: Dengan mengedepankan desain yang menghargai nilai-nilai lokal dan keberlanjutan, arsitek dapat mendorong industri konstruksi dalam negeri untuk memproduksi alat dan bahan bangunan yang inovatif, sehingga perlahan mengubah posisi Indonesia dari konsumen menjadi produsen.
> Inovasi Smart Building berbasis konteks Indonesia: Daripada hanya mengimpor sistem bangunan pintar dari luar, arsitek dapat mengembangkan sistem efisiensi energi yang disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia, sehingga teknologi yang digunakan lebih relevan dan tidak sekadar mengikuti tren global.
NAMA: MUHAMMAD NURUL YAQIN
NPM: 2515012054
KELAS: B
ANALISIS SOAL 1
1. Hoaks: Saat Gelar Akademik Tak Lagi Jadi Jaminan
Berita ini sebenarnya memberikan tamparan keras buat kita semua. Ternyata, pintar di atas kertas bukan berarti kebal hoaks. Banyak orang berpendidikan tinggi justru terjebak menyebarkan berita palsu hanya karena informasi tersebut cocok dengan "selera" atau pilihan politik mereka. Inilah yang disebut "kombinasi maut": ketika emosi lebih dulu jalan daripada logika, ditambah media sosial yang sifatnya viral, hoaks pun meledak seperti api di atas bensin.
Apa yang bisa kita lakukan?
Simpel tapi sulit: Tahan jempol sebelum saring. Jangan pernah membagikan sesuatu hanya karena kita merasa "puas" membacanya. Biasakan untuk tabayyun atau cek fakta ke sumber aslinya. Kalau informasinya bikin kita mendadak marah atau terlalu senang, biasanya itu adalah umpan hoaks. Kita harus berani jadi "pemutus rantai" hoaks, minimal di grup WhatsApp keluarga kita sendiri.
2. IPTEK Tanpa Pancasila: Teknologi yang Kehilangan Jiwa
Ketika kemajuan teknologi informasi (IPTEK) jalan sendiri tanpa dikawal nilai Pancasila, yang terjadi adalah kekacauan di dunia maya. Media sosial yang harusnya jadi sarana persatuan (Sila 3) malah jadi ring tinju virtual. Fitnah dan adu domba bertebaran karena kita melupakan etika kemanusiaan yang adil dan beradab (Sila 2).
Solusinya?
Kita butuh pengembangan teknologi yang punya "hati". Pengembang aplikasi atau penyedia layanan internet di Indonesia harusnya lebih serius memoderasi konten berdasarkan nilai moral kita, bukan cuma mengejar traffic atau klik. Pendidikan literasi digital juga nggak boleh cuma soal cara pakai HP, tapi soal bagaimana tetap jadi manusia yang sopan dan jujur di ruang digital.
3. Melawan Konsumerisme: Jangan Cuma Jadi Penonton
Sifat konsumerisme bikin Indonesia cuma jadi "lapak" buat teknologi luar negeri. Kita sibuk beli, tapi lupa cara bikin. Sebagai mahasiswa (khususnya di rumpun Teknik atau Sains), ini adalah tantangan besar untuk mengubah mental kita dari pembeli menjadi pencipta.
Solusi dari sudut pandang jurusan:
Kita harus mulai dari riset yang solutif. Jangan bikin tugas akhir atau skripsi yang cuma numpuk di rak, tapi buatlah prototipe teknologi yang bisa menjawab masalah nyata di masyarakat, meskipun sederhana. Kita butuh kolaborasi antara kampus dan industri lokal agar produk karya anak bangsa punya daya saing. Intinya, kita harus bangga pakai produk sendiri dan mulai belajar cara memproduksinya agar Indonesia nggak cuma jadi pasar, tapi juga pemain di kancah teknologi dunia.
NPM: 2515012009
1. Tanggapan terhadap Berita Hoaks dan Upaya Antisipasi
Berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks tidak mengenal batas latar belakang pendidikan. Bahkan orang terpelajar pun bisa menjadi korban atau pelaku penyebaran hoaks, terutama jika informasi tersebut sesuai dengan keyakinan atau preferensi pribadi mereka. Media sosial memperparah situasi karena sifatnya yang cepat, masif, dan algoritmik, sehingga hoaks dapat menyebar lebih luas dan cepat dibandingkan informasi valid.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Meningkatkan literasi digital dan kemampuan verifikasi informasi.
- Mengedukasi lingkungan sekitar untuk lebih kritis terhadap informasi yang diterima.
- Menghindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
- Menggunakan sumber informasi yang kredibel dan terpercaya.
- Mendorong platform media sosial untuk memperkuat sistem pelaporan dan penandaan konten hoaks.
2. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Nilai Pancasila dan Solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti dehumanisasi, ketimpangan sosial, penyalahgunaan teknologi, dan hilangnya identitas budaya. Misalnya, teknologi yang digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian atau eksploitasi data pribadi bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Solusi yang dapat ditawarkan:
- Menjadikan Pancasila sebagai landasan etika dalam pengembangan dan pemanfaatan IPTEK.
- Mengintegrasikan pendidikan karakter dan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum teknologi dan sains.
- Mendorong riset dan inovasi yang berorientasi pada kemaslahatan bersama, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
- Mengembangkan kebijakan publik yang mengatur penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
3. Solusi Konsumerisme Teknologi dari Perspektif Program Studi Arsitektur
Konsumerisme teknologi menyebabkan Indonesia lebih banyak menjadi pengguna daripada pencipta teknologi. Dalam konteks arsitektur, hal ini terlihat dari ketergantungan pada perangkat lunak asing, material impor, dan desain yang tidak kontekstual dengan budaya lokal.
Solusi dari perspektif arsitektur:
- Mengembangkan desain arsitektur berbasis kearifan lokal dan iklim tropis Indonesia.
- Mendorong riset material lokal seperti bambu, tanah liat, atau serat alam sebagai alternatif material modern.
- Mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dan efisiensi energi dalam desain bangunan.
- Mengembangkan perangkat lunak desain arsitektur lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Indonesia.
- Mendorong kolaborasi antara arsitek, insinyur, dan pengembang teknologi untuk menciptakan inovasi yang mandiri dan berdaya saing global.
NPM : 2515012060
1. Tanggapan terhadap berita dan upaya mengantisipasi penyebaran hoaks
Penyebaran hoaks di media sosial merupakan masalah serius karena dapat menyesatkan masyarakat dan merusak persatuan. Media sosial memungkinkan informasi menyebar dengan cepat tanpa melalui proses verifikasi. Fenomena ini menunjukkan rendahnya literasi digital dan sikap kritis masyarakat. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi digital, membiasakan verifikasi sumber informasi, serta menggunakan media sosial secara etis dan bertanggung jawab.
2. Dampak pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila menyebabkan penyalahgunaan teknologi, seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Solusinya adalah mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pemanfaatan IPTEK melalui pendidikan karakter, penguatan etika digital, serta regulasi yang tegas agar teknologi digunakan untuk kepentingan bersama.
3. Solusi sikap konsumerisme terhadap produk teknologi asing
Sikap konsumerisme terhadap produk teknologi asing menunjukkan rendahnya kemandirian IPTEK nasional. Dari sudut pandang program studi, mahasiswa perlu dibekali kemampuan inovatif dan riset agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan produk lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah penting untuk mendorong pengembangan teknologi dalam negeri.
NPM : 2555012002
Kelas : B
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Berita ini menunjukkan kalau hoaks bisa menyasar siapa saja, bukan cuma orang awam, tapi juga mereka yang pendidikannya tinggi. Di media sosial, orang sering membagikan informasi karena merasa setuju atau tersentuh emosinya, tanpa mengecek kebenarannya dulu. Akibatnya, hoaks cepat menyebar. Cara mengantisipasinya menurut saya: jangan langsung percaya, cek sumbernya, bandingkan dengan berita dari media resmi, dan tahan diri untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas benar atau salahnya.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Kalau perkembangan IPTEK, khususnya media sosial, tidak disaring dengan nilai Pancasila, dampaknya bisa berbahaya. Muncul perpecahan, saling menghujat, bahkan kebencian antar kelompok. Ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan persatuan. Solusinya, teknologi harus digunakan dengan etika dan rasa tanggung jawab. Kita perlu membiasakan diri bersikap jujur, saling menghargai, dan tidak asal berkomentar atau menyebarkan informasi di media sosial.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih sering jadi pengguna teknologi dari luar negeri. Menurut saya, mahasiswa seharusnya tidak hanya bangga memakai teknologi canggih, tapi juga mulai berpikir untuk menciptakan atau mengembangkannya. Sesuai bidang studi, kita bisa mulai dari hal kecil seperti membuat karya, riset sederhana, atau inovasi yang bermanfaat. Dengan begitu, kita tidak terus bergantung pada negara lain dan bisa ikut mendorong kemandirian teknologi di Indonesia.
Nama : Adeline Trianita Maulana
NPM : 2515012029
Kelas : A
A. Tanggapan terhadap Berita Hoaks dan Cara Mengantisipasinya
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks di media sosial sangat berbahaya karena bisa mempengaruhi cara berpikir masyarakat. Hoaks sering dipercaya karena disebarkan secara masif dan sesuai dengan kepercayaan seseorang, meskipun belum tentu benar. Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, saya sebagai mahasiswa bisa lebih berhati-hati dalam menerima informasi, tidak langsung membagikan berita, serta membiasakan diri untuk mengecek sumber dan kebenaran informasi terlebih dahulu.
B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Nilai Pancasila dan Solusinya
Perkembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran hoaks, konflik sosial, dan kurangnya sikap saling menghargai. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan persatuan. Solusi yang dapat dilakukan adalah menanamkan etika dalam penggunaan teknologi, meningkatkan literasi digital, serta menggunakan media sosial sebagai sarana edukasi dan informasi yang membangun, bukan untuk menyebarkan kebencian atau informasi palsu.
C. Solusi Konsumerisme Teknologi dari Sudut Pandang Jurusan Arsitektur
Dalam bidang arsitektur, sikap konsumerisme terlihat dari ketergantungan pada produk dan teknologi luar negeri, seperti software desain, material bangunan, dan konsep arsitektur asing. Menurut saya, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan arsitektur berbasis lokal, memanfaatkan material lokal, serta mengangkat kearifan lokal dalam desain bangunan. Mahasiswa arsitektur juga perlu didorong untuk lebih kreatif dan inovatif agar ke depannya arsitek Indonesia tidak hanya mengikuti tren luar, tetapi mampu menciptakan karya yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
NPM : 2515012066
1.Tanggapan terhadap berita dan cara mengantisipasi hoaks
Penyebaran hoaks sangat berbahaya karena dapat menyesatkan masyarakat. Untuk mengantisipasinya, saya akan memeriksa kebenaran informasi dari sumber terpercaya, tidak langsung membagikan berita di media sosial, serta meningkatkan literasi digital.
2. Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya
IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dapat memicu ujaran kebencian, perpecahan, dan penyalahgunaan media sosial. Solusinya adalah menggunakan teknologi secara bijak, menanamkan etika digital, serta mengembangkan IPTEK yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan persatuan.
3. Solusi sikap konsumerisme teknologi menurut bidang studi
Solusinya adalah mendorong inovasi dan kreativitas mahasiswa sesuai bidang studi, mengembangkan produk dan teknologi lokal, serta memanfaatkan IPTEK untuk menciptakan karya yang bermanfaat agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi asing.
NPM : 2515012018
KELAS : B
Hasil Analisis Soal :
A. Tanggapan terhadap berita dan upaya mengantisipasi hoaks
Berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks dapat menyebar kepada siapa saja, termasuk orang berpendidikan tinggi, karena pengaruh media sosial dan cenderungan mempercayai informasi yang sesuai pandangan pribadi. Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, sikap yang perlu dilakukan adalah bersikap kritis, tidak langsung membagikan informasi, melakukan verifikasi sumber, serta meningkatkan literasi digital
B. Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial dapat menyebabkan perpecahan, penyebaran kebencian, dan menurunnya nilai moral masyarakat. Solusinya adalah menjadikan Pancasila sebagai landasan etika penggunaan IPTEK, meningkatkan pendidikan karakter dan literasi digital, serta mendorong penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, jujur, dan beradab.
C. Solusi terhadap sikap konsumerisme teknologi
Sikap konsumerisme membuat Indonesia hanya menjadi pengguna produk teknologi asing, bukan pencipta. Solusi yang dapat dilakukan sesuai program studi/jurusan adalah mengembangkan kreativitas, inovasi, dan riset, mendukung produk lokal, serta meningkatkan kemampuan SDM agar mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi sendiri sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen teknologi.
NPM: 2515012070
KELAS: A
A. Tanggapan dan upaya mengantisipasi hoaks
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks bisa memengaruhi siapa saja, tanpa melihat latar belakang pendidikan. Media sosial membuat hoaks cepat menyebar dan sulit dibendung. Untuk mengantisipasinya, saya berusaha lebih kritis dengan mengecek sumber berita, tidak langsung membagikan informasi, dan membandingkan dengan media terpercaya.
B. Pengaruh iptek yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya
Pengembangan iptek yang tidak sesuai nilai Pancasila dapat menimbulkan perpecahan, kebencian, dan penyebaran informasi palsu di media sosial. Solusinya adalah menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, menjunjung etika, serta menanamkan nilai Pancasila seperti toleransi, kejujuran, dan saling menghormati dalam penggunaan media sosial.
C. Solusi sikap konsumerisme sesuai program studi
Sikap konsumerisme membuat Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi. Sesuai program studi yang saya jalani, solusi yang dapat dilakukan adalah mendorong inovasi, meningkatkan kemampuan dan kreativitas mahasiswa, serta mendukung pengembangan produk teknologi lokal agar mampu bersaing dan mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri.
Nama : Jihan farihah
NPM : 2515012025
Kelas : B
A. Tanggapan mengenai berita hoaks dan media sosial serta cara mengantisipasinya
Penyebaran hoaks di media sosial merupakan fenomena "kombinasi maut" karena kecepatan viralitasnya tidak sebanding dengan proses verifikasi informasi. Hal yang paling memprihatinkan adalah latar belakang pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks; seringkali faktor emosional (menyukai konten tersebut) lebih dominan daripada kebenaran faktual. Ini menunjukkan bahwa literasi digital di Indonesia masih perlu ditingkatkan agar masyarakat tidak hanya sekadar bisa menggunakan teknologi, tetapi juga bijak mengolah informasi.
Langkah Antisipasi:
- Verifikasi Sumber: Selalu memeriksa keaslian berita melalui sumber resmi atau situs verifikasi fakta sebelum membagikannya.
- Saring Sebelum Sharing: Melakukan penyaringan terhadap semua informasi yang masuk melalui media sosial pribadi.
- Literasi Kritis: Tidak mudah percaya pada informasi yang hanya mendukung opini pribadi (menghindari confirmation bias).
- Etika Berkomentar: Menggunakan bahasa yang santun dan tidak provokatif saat berinteraksi di media online untuk meredam kegaduhan.
B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai Pancasila dan solusinya
Pengaruh Negatif:
- Tergerusnya Nilai Moral: Masuknya informasi negatif seperti radikalisme, pornografi, dan kekerasan yang dapat merusak kepribadian bangsa.
- Dehumanisasi: Teknologi yang berkembang tanpa kendali nilai dapat menghilangkan sisi kemanusiaan dan martabat individu.
- Polarisasi Sosial: Penggunaan media sosial untuk penyebaran hoaks politik dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa (bertentangan dengan Sila ke-3).
Solusi:
- Pancasila sebagai Paradigma Ilmu: Menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai rambu-rambu normatif dan dasar etika dalam setiap pengembangan teknologi.
- Filtering Konten: Pemerintah perlu meningkatkan sistem penyaringan (filtering) terhadap arus informasi global untuk menangkal konten yang merusak jati diri bangsa.
- Pendidikan Karakter: Menguatkan mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila di perguruan tinggi agar mahasiswa memiliki "benteng" mental dalam menghadapi tantangan zaman.
C. Solusi atas sikap Konsumerisme terhadap produk teknologi asing
Sikap konsumerisme yang menjadikan Indonesia hanya sebagai pasar teknologi negara lain menunjukkan lemahnya kemandirian IPTEK nasional. Solusi yang dapat diambil (berdasarkan perspektif pendidikan dan pengembangan ilmu) adalah:
- Inovasi Berbasis Jati Diri: Mendorong riset dan pengembangan teknologi yang "mempribumikan ilmu", yaitu teknologi yang berakar pada kebutuhan dan budaya lokal Indonesia agar tidak terus bergantung pada produk asing.
- Penguatan Sumber Daya Manusia: Mahasiswa harus didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi menjadi kreator yang mampu menganalisis dan mencari solusi atas persoalan bangsa melalui sistem pemikiran yang berlandaskan Pancasila.
- Dukungan Kebijakan: Perlu adanya aktualisasi Pancasila dalam kebijakan pendidikan nasional untuk mencetak tenaga ahli yang kreatif dan memiliki semangat nasionalisme tinggi untuk membangun kemandirian negara.
NPM: 2515012003
KELAS: A
TUGAS ANALISIS SOAL
A. Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi siapa saja, termasuk masyarakat berpendidikan tinggi. Hoaks menjadi semakin berbahaya ketika menyebar melalui media sosial karena sifatnya yang cepat, masif, dan sulit dikendalikan. Hoaks tidak hanya menyesatkan informasi, tetapi juga dapat memecah belah masyarakat, terutama dalam konteks politik.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, hal yang dapat saya lakukan adalah:
a. Bersikap kritis terhadap setiap informasi yang diterima, terutama dari media sosial.
Memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi dan tepercaya.
b. Tidak langsung menyebarkan berita sebelum memastikan kebenarannya.
c. Meningkatkan literasi digital agar mampu membedakan informasi valid dan palsu.
d. Mengedukasi lingkungan sekitar tentang bahaya hoaks dan pentingnya berpikir rasional.
B. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat berdampak negatif di media sosial, seperti meningkatnya ujaran kebencian, penyebaran hoaks, intoleransi, dan lunturnya nilai persatuan. Hal ini bertentangan dengan sila-sila Pancasila, khususnya sila persatuan Indonesia dan kemanusiaan yang adil dan beradab.
Solusi yang dapat saya sampaikan untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik antara lain:
a. Mengembangkan teknologi yang berlandaskan nilai moral, etika, dan Pancasila.
b. Menanamkan pendidikan karakter dan etika digital sejak dini.
c. Mendorong pemerintah dan platform media sosial untuk memperketat pengawasan terhadap konten negatif.
d. Menggunakan IPTEK sebagai sarana memperkuat persatuan, toleransi, dan kesejahteraan masyarakat.
C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia lebih banyak menjadi pengguna produk teknologi dari negara lain, termasuk dalam bidang arsitektur seperti penggunaan material impor, perangkat lunak desain asing, serta konsep bangunan yang kurang memperhatikan kearifan lokal. Hal ini membuat Indonesia lebih berperan sebagai pasar daripada sebagai pengembang teknologi arsitektur sendiri.
Sebagai mahasiswa jurusan Arsitektur, solusi yang dapat dilakukan antara lain:
a. Mengembangkan desain arsitektur yang berbasis kearifan lokal, budaya, dan kondisi iklim Indonesia agar memiliki identitas nasional yang kuat.
b. Mengoptimalkan penggunaan material lokal yang ramah lingkungan dan mudah diperoleh di dalam negeri.
c. Mengembangkan inovasi desain bangunan berkelanjutan (arsitektur hijau) yang sesuai dengan kondisi sosial dan lingkungan Indonesia.
d. Meningkatkan kemampuan dalam pemanfaatan teknologi desain (seperti BIM dan software arsitektur) tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pengembang konsep dan metode perancangan.
e. Mendorong kolaborasi antara arsitek, akademisi, dan industri lokal untuk menghasilkan produk dan teknologi arsitektur yang mandiri dan berdaya saing.
NPM : 2515012082
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Jawaban : Penyebaran hoaks merupakan ancaman serius bagi kohesi sosial dan stabilitas nasional karena sering kali mengeksploitasi emosi serta memicu polarisasi di masyarakat. Fenomena ini bukan sekadar masalah teknologi, melainkan krisis literasi informasi. Tanggapan saya terhadap maraknya berita palsu adalah perlunya sikap skeptisisme yang sehat; kita tidak boleh langsung mempercayai informasi yang sensasional atau provokatif.
Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, langkah konkret yang saya lakukan adalah menerapkan prinsip verifikasi sebelum berbagi. Hal ini mencakup pengecekan sumber berita melalui situs kredibel, memastikan keaslian foto atau video, serta melihat apakah media arus utama memberitakan hal yang sama. Selain itu, saya berupaya untuk tidak terjebak dalam echo chamber (ruang gema) di media sosial dengan cara mencari sudut pandang alternatif agar pemahaman saya terhadap suatu isu tetap objektif dan berimbang.
B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawaban :Pengembangan iptek di media sosial yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila sering kali berwujud pada penyebaran ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), dan konten yang memecah belah persatuan. Ketika teknologi digunakan tanpa etika Ketuhanan dan Kemanusiaan, ia cenderung menjadi alat penindasan dan fitnah. Secara jangka panjang, hal ini dapat mengikis karakter bangsa yang gotong royong dan santun, menggantikannya dengan budaya individualisme ekstrem dan konflik horizontal.
Solusi yang saya tawarkan adalah penguatan Etika Digital berbasis Pancasila. Pengembangan iptek harus dipandu oleh nilai-nilai luhur kita: sila pertama mengingatkan kita akan tanggung jawab moral kepada Tuhan, sementara sila kedua menuntut kita untuk tetap memanusiakan manusia di ruang digital. Secara teknis, solusinya adalah dengan mendorong pengembangan algoritma media sosial yang memprioritaskan konten edukatif dan faktual, serta mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kurikulum teknologi agar para pengembang (developer) memiliki kompas moral yang kuat dalam berinovasi.
C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawaban : Sikap konsumerisme memang memposisikan Indonesia hanya sebagai konsumen besar bagi teknologi asing, yang pada akhirnya dapat menghambat kemandirian ekonomi nasional. Jika ditinjau dari perspektif akademis (terutama dari bidang ilmu sosial, ekonomi, maupun teknik), solusi utamanya bukanlah menutup diri dari produk luar, melainkan melakukan transisi dari budaya konsumsi ke budaya produksi.
Sebagai mahasiswa, solusi yang dapat saya tawarkan adalah dengan mendorong riset dan pengembangan (R&D) yang berbasis pada kebutuhan lokal. Kita perlu memetakan masalah spesifik di masyarakat Indonesia dan menyelesaikannya dengan teknologi buatan anak bangsa. Misalnya, jika kita fokus pada pengembangan startup atau teknologi tepat guna yang mampu mengolah sumber daya alam sendiri, kita tidak hanya akan membeli alat, tetapi juga menciptakan nilai tambah. Edukasi mengenai pentingnya mencintai produk dalam negeri dan dukungan terhadap ekosistem kewirausahaan teknologi lokal menjadi kunci agar kita tidak sekadar menjadi pasar, tetapi juga pemain kunci dalam kemajuan iptek global.