Posts made by Rina Martiastuti

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Rina Martiastuti -
NAMA: RINA MARTIASTUTI
NPM: 2515012067
KELAS: A

ANALISIS JURNAL

"Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya Terhadap IPTEK"

Saya melihat bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini berkembang sangat cepat dan masuk ke hampir semua aspek budaya kita. Jurnal ini mengingatkan bahwa IPTEK tidak boleh dibiarkan tumbuh liar tanpa dasar moral yang kuat. Di sinilah Pancasila hadir, bukan cuma sebagai simbol negara, tapi sebagai filsafat ilmu atau landasan berpikir kita dalam mengembangkan pengetahuan.
Penulis menekankan bahwa tanpa pegangan ini, kemajuan teknologi justru bisa menjadi penghancur bangsa, terutama bagi moral dan mentalitas masyarakat kita.

Kita bisa mengambil contoh dari Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam pengembangan IPTEK, sila ini mengajarkan bahwa kita harus menciptakan keseimbangan antara rasa dan akal. Manusia harus sadar bahwa dirinya hanyalah bagian dari alam, bukan pemilik semesta. Oleh karena itu, riset atau teknologi yang kita buat harus punya tanggung jawab moral dan tidak boleh semena-mena merusak lingkungan atau melanggar nilai agama.

Jadi kesimpulannya, Pancasila adalah pedoman agar kita menjadi pemain aktif di dunia modern tanpa harus kehilangan jati diri. Bagi kita sebagai mahasiswa, mengembangkan ilmu itu wajib, tapi harus selalu dibarengi dengan etika dan moralitas Pancasila supaya hasilnya benar-benar membawa manfaat lahir dan batin bagi bangsa.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

by Rina Martiastuti -
NAMA: RINA MARTIASTUTI
NPM: 2515012067
KELAS: A

A. Pancasila berperan sebagai ruh atau panduan moral bagi siapa pun yang mempelajari ilmu pengetahuan agar kemajuan teknologi tidak membuat kita kehilangan jati diri. Dalam praktiknya, setiap sila menjadi landasan etika dalam membuat kebijakan ilmu.
- ​Ketuhanan Yang Maha Esa: Arsitektur harus menghormati alam sebagai ciptaan Tuhan. Praktik etisnya adalah menerapkan konsep bangunan ramah lingkungan.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Pembangunan harus memanusiakan penghuninya. Teknologi arsitektur digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan menciptakan ruang yang menyiksa atau hanya mengejar kemewahan.
- Persatuan Indonesia: Desain arsitektur harus menghargai keberagaman budaya lokal guna memperkuat identitas nasional.
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Proses merancang harus demokratis dan memperhatikan masukan masyarakat sekitar, sehingga fungsi bangunan benar-benar tepat guna bagi publik.
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Inovasi teknologi konstruksi harus bisa diakses semua kalangan, misalnya melalui penyediaan desain rumah murah yang layak huni, guna memperkecil kesenjangan sosial.
Di tengah persaingan global yang sangat cepat, proses penerapan ini dilakukan dengan menjadikan Pancasila sebagai penyaring. Kita tidak boleh asal meniru tren gedung kaca luar negeri yang tidak cocok dengan iklim tropis Indonesia. Sebaliknya, kita harus memperkuat produksi dan bahan bangunan domestik agar ekonomi kita lebih mandiri.

B. Harapan saya di masa depan adalah terwujudnya kerja sama yang kuat antara pemimpin, warga, dan ilmuwan yang benar-benar menerapkan nilai Pancasila. Saya mendambakan Pemimpin yang jujur dan adil dalam membuat kebijakan yang memihak rakyat banyak. Selain itu, kita butuh Warga Negara yang bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial, mampu menyaring hoaks, serta tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif. Terakhir, saya berharap muncul Ilmuwan yang memiliki integritas tinggi untuk menggunakan keahliannya demi kemajuan bangsa dan berani menolak teknologi yang merusak moral atau nilai agama. Dengan kolaborasi ini, kemajuan teknologi akan benar-benar membawa kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

by Rina Martiastuti -
NAMA: RINA MARTIASTUTI
NPM: 2515012067
KELAS: A

A. Menurut saya, fenomena hoaks saat ini sangat mengkhawatirkan karena orang yang berpendidikan tinggi pun bisa ikut menyebarkan berita bohong hanya karena berita tersebut sesuai dengan apa yang mereka sukai. Bahayanya, ketika hoaks bertemu dengan media sosial, dampaknya meledak dan menjadi viral dengan sangat cepat.
Hal yang dapat saya lakukan untuk mengantisipasi hoaks adalah:
- Saring sebelum sharing: Selalu mengecek kebenaran berita sebelum membagikannya, meskipun saya menyukai isi berita tersebut
- Cek sumbernya: Pastikan berita berasal dari sumber yang valid dan punya fakta yang jelas.
- Jangan emosional: Tidak langsung percaya pada berita yang memancing amarah atau kebencian karena biasanya itulah ciri khas hoaks.

B. Jika pengembangan IPTEK (seperti media sosial) tidak didasarkan pada Pancasila, maka teknologi tersebut akan menjadi alat pemecah belah bangsa. Pengguna media sosial akan kehilangan etika, menyebarkan fitnah (hoaks), dan meninggalkan nilai-nilai moral serta agama
Solusi untuk pengembangan IPTEK yang lebih baik:
- Jadikan Pancasila sebagai filter: Setiap teknologi atau informasi baru harus disaring melalui nilai-nilai Pancasila agar tidak merusak jati diri bangsa
- Edukasi Etika Digital: Mengajarkan masyarakat bahwa berteknologi harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama manusia

C. Sikap konsumerisme membuat kita hanya menjadi pembeli teknologi bangunan dari luar negeri, padahal Indonesia memiliki kekayaan desain dan material yang luar biasa. Sebagai mahasiswa Arsitektur, berikut adalah solusi yang bisa dilakukan:
- Mengembangkan Arsitektur Berbasis Lokal: Kita tidak boleh hanya meniru desain atau menggunakan teknologi bangunan dari luar negeri secara mentah-mentah. Kita harus mengutamakan riset pada arsitektur nusantara dan material lokal agar kita tidak terus-menerus bergantung pada produk impor.
- Inovasi Teknologi Bangunan yang Tepat Guna: Fokus pada pengembangan teknologi konstruksi yang sesuai dengan iklim dan budaya Indonesia (seperti struktur tahan gempa atau pendinginan alami), sehingga kita menjadi pencipta solusi.
- Meningkatkan Kualitas Karya Anak Bangsa: Dengan meningkatkan keahlian desain dan teknik, arsitek Indonesia dapat membuktikan bahwa produk dan jasa arsitektur dalam negeri punya standar yang setara atau bahkan lebih baik dari bangsa lain

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Rina Martiastuti -
NAMA: RINA MARTIASTUTI
NPM: 2515012067
KELAS: A

ANALISIS JURNAL

"Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK" karya Ika Setyorini

Jurnal ini menyoroti bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan kristalisasi nilai budaya dan agama yang seharusnya menjadi kompas bagi seluruh aktivitas bangsa, termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Secara teoretis, cara pandang hidup kita memang berbasis pada nilai meta-yuridis dan moralitas yang disepakati bersama. Namun, dalam konteks ilmiah, penulis menekankan adanya sebuah urgensi: pengembangan ilmu di Indonesia sering kali terjebak pada tren global tanpa arah yang jelas, yang jika dibiarkan tanpa akar ideologi, dapat menjerumuskan kita pada sekularisme ekstrem seperti zaman Renaissance di Eropa.

Penulis membedah bahwa IPTEK sebenarnya tidak pernah tumbuh di ruang hampa, ia selalu bersentuhan dengan nilai budaya dan agama. Masalahnya, sering terjadi kerancuan antara "kebenaran" yang bersifat tetap dengan "kemajuan" yang bersifat akumulatif. Di sinilah Pancasila hadir sebagai filter agar kemajuan tersebut tidak menyebabkan penurunan derajat manusia. Pancasila berperan sebagai rambu normatif agar setiap inovasi tetap "mempribumikan" ilmu, yakni berakar pada identitas asli Indonesia.

Sebagai simpulan, jurnal ini menegaskan bahwa urgensi Pancasila terletak pada kemampuannya untuk mengendalikan diri bangsa agar tidak kehilangan jati diri di tengah arus pluralisme nilai global. Pancasila harus menjadi faktor internal dalam setiap riset dan inovasi agar IPTEK yang lahir benar-benar bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara tanpa mencederai martabat manusia Indonesia

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Rina Martiastuti -
NAMA: RINA MARTIASTUTI
NPM: 2515012067
KELAS: A

ANALISIS JURNAL

"Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi".

Secara keseluruhan, penelitian ini menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi yang membuat dunia seolah tanpa batas, mata kuliah Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Hasil studi menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki kepribadian Pancasila yang baik cenderung lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Mahasiswa tidak hanya menggunakan internet untuk keperluan kuliah, tetapi juga sadar untuk menyaring informasi di media sosial, menghindari konten negatif seperti kekerasan, dan tetap menjaga sopan santun saat berkomentar di ruang digital. Meski pengaruh mata kuliah ini secara angka adalah 28,2%, hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila efektif menjadi "rem" atau filter agar generasi muda tidak kehilangan jati diri bangsa akibat dampak buruk IPTEK. Intinya, dengan berpegang teguh pada Pancasila, teknologi yang ada justru menjadi alat yang membantu kemajuan negara, bukan malah merusak moral masyarakat.