Posts made by Annaisha Nasywaa Rasendriya

NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

ANALISIS JURNAL

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu yang berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis melihat bahwa kemajuan IPTEK yang begitu pesat saat ini membawa dua sisi sekaligus. Di satu sisi memberi kemudahan dan kemajuan, tetapi di sisi lain berpotensi menimbulkan krisis nilai apabila tidak diarahkan dengan landasan yang jelas. Karena itu, Pancasila diposisikan sebagai dasar filosofis agar ilmu pengetahuan tidak berkembang secara bebas tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan moral bangsa.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai sistem filsafat yang lahir dari pengalaman historis dan kebudayaan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hasil perenungan mendalam para pendiri bangsa terhadap realitas sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, Pancasila dianggap relevan untuk dijadikan landasan berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan, bukan hanya sebagai simbol formal, tetapi sebagai pedoman yang hidup.

Pembahasan mengenai Pancasila sebagai filsafat ilmu menekankan bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya tidak bersifat netral nilai. Ilmu selalu berkaitan dengan tujuan, kepentingan, dan dampaknya bagi manusia. Pancasila berfungsi memberi arah agar pengembangan ilmu tidak hanya berorientasi pada kebenaran rasional dan kemajuan teknologi, tetapi juga pada kemaslahatan manusia. Dengan landasan ini, ilmu pengetahuan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara akal, etika, dan tanggung jawab sosial.

Penulis juga menguraikan implikasi nilai-nilai Pancasila terhadap pengembangan IPTEK. Setiap sila memberikan batasan sekaligus arah etis dalam pengembangan ilmu, mulai dari pentingnya nilai ketuhanan dalam proses berpikir ilmiah, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan persatuan bangsa melalui kemajuan teknologi, kebebasan ilmiah yang bertanggung jawab, hingga tujuan akhir berupa keadilan sosial. Dari sini terlihat bahwa IPTEK idealnya dikembangkan untuk memperbaiki kualitas hidup manusia, bukan sekadar mengejar kemajuan material.

Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemajuan IPTEK diharapkan tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepribadian bangsa Indonesia. Pendekatan ini penting agar ilmu pengetahuan tidak justru menjadi sumber masalah, tetapi menjadi sarana untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih bermakna.
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

ANALISIS SOAL

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Menurut saya, Pancasila punya peran penting sebagai paradigma ilmu supaya pengembangan ilmu pengetahuan tidak hanya fokus pada kemajuan teknologi dan persaingan global, tetapi juga tetap punya arah dan nilai. Dalam disiplin ilmu Arsitektur yang saya pelajari, Pancasila bisa menjadi dasar dalam menentukan bagaimana ilmu dan teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan bahwa dalam mengembangkan ilmu arsitektur perlu ada kesadaran moral, kejujuran, dan tanggung jawab, baik terhadap lingkungan maupun terhadap manusia. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan bahwa bangunan dan ruang yang dirancang seharusnya memperhatikan kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan manusia, bukan hanya nilai estetika atau keuntungan semata. Sila Persatuan Indonesia mendorong agar dalam menghadapi persaingan global, arsitektur tetap mempertahankan identitas dan budaya lokal, tanpa menutup diri dari perkembangan teknologi modern. Sila Kerakyatan menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, sedangkan sila Keadilan Sosial menjadi tujuan akhir agar hasil pembangunan bisa dirasakan oleh semua kalangan, bukan hanya kelompok tertentu.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Saya berharap pemimpin yang Pancasilais adalah pemimpin yang tidak hanya pintar dan mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga punya sikap adil dan peduli terhadap masyarakat. Pemimpin seharusnya mampu menggunakan kemajuan IPTEK untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Sebagai warganegara, sikap Pancasilais bisa ditunjukkan dengan menggunakan teknologi secara bijak, tidak mudah terprovokasi, dan tetap menghargai perbedaan. Sementara itu, ilmuwan yang Pancasilais diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak lepas dari nilai kemanusiaan. Ke depan, pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang berpegang pada nilai Pancasila sangat dibutuhkan agar kemajuan IPTEK benar-benar membawa dampak positif bagi Indonesia.
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

ANALISIS SOAL

A. Tanggapan terhadap berita dan cara mengantisipasi dampak hoaks
Menurut saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks masih menjadi masalah besar di media sosial. Penyebaran informasi palsu sering kali terjadi karena banyak orang tidak benar-benar memeriksa kebenaran berita yang mereka terima. Apalagi jika isi berita tersebut sesuai dengan pendapat atau emosi pribadi, orang cenderung langsung percaya dan membagikannya tanpa berpikir panjang. Media sosial yang serba cepat membuat hoaks mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, hal sederhana yang bisa saya lakukan adalah lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi. Setiap berita sebaiknya dicek dulu sumbernya, apakah berasal dari media yang terpercaya atau tidak. Selain itu, saya juga perlu membiasakan diri untuk tidak langsung bereaksi atau menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Sikap lebih kritis dan sadar dalam menggunakan media sosial sangat penting agar tidak ikut memperparah penyebaran hoaks.

B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial serta solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dapat terlihat dari banyaknya konten negatif di media sosial, seperti ujaran kebencian, provokasi, dan berita palsu. Media sosial sering kali digunakan tanpa mempertimbangkan etika, sehingga memicu konflik dan perpecahan di masyarakat. Kondisi ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan sikap saling menghargai yang terkandung dalam Pancasila.
Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi, terutama melalui pendidikan dan kesadaran individu. Pengguna media sosial perlu dibiasakan untuk menghargai perbedaan pendapat dan bertanggung jawab atas apa yang mereka unggah. Selain itu, peran pemerintah dan lembaga pendidikan juga penting dalam meningkatkan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat negatif.

C. Solusi konsumerisme teknologi ditinjau dari jurusan yang diambil
Sikap konsumerisme teknologi membuat Indonesia lebih sering menjadi pengguna produk teknologi dari negara lain, tanpa banyak berkontribusi dalam pengembangannya. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan IPTEK dalam negeri masih perlu ditingkatkan. Jika dikaitkan dengan jurusan Arsitektur yang saya ambil, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan lebih mengembangkan teknologi dan inovasi yang sesuai dengan kondisi dan potensi lokal.
Mahasiswa arsitektur seharusnya tidak hanya bergantung pada teknologi asing, tetapi juga mampu mengolah ide dan konsep yang memanfaatkan sumber daya lokal, baik dari segi material maupun desain. Dengan begitu, teknologi dapat digunakan secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk luar, tetapi juga sejalan dengan nilai Pancasila, khususnya dalam menciptakan keadilan dan kemandirian bangsa.
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

Setelah membaca jurnal ini, terlihat bahwa penulis ingin menegaskan kembali posisi Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sumber nilai yang seharusnya menjadi pijakan dalam aktivitas keilmuan. Penulis menilai bahwa selama ini pengembangan IPTEK sering kali lebih menekankan pada aspek kemajuan dan efisiensi, sementara dimensi nilai dan etika cenderung terabaikan.

Jurnal ini juga menunjukkan bahwa perkembangan IPTEK yang tidak disertai dengan landasan nilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan. Kemajuan teknologi memang memberi banyak manfaat, namun tanpa arah yang jelas, IPTEK dapat menggeser nilai kemanusiaan, menimbulkan ketimpangan sosial, bahkan merusak lingkungan. Dari sini terlihat bahwa penulis tidak menolak kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi justru menekankan pentingnya pengendalian arah pengembangan ilmu agar tetap sejalan dengan kepribadian bangsa.

Dalam pembahasannya, penulis menempatkan Pancasila sebagai kerangka nilai yang dapat mengarahkan pengembangan IPTEK. Nilai-nilai Pancasila dipahami tidak hanya sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai pedoman praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembagian nilai Pancasila ke dalam nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis menunjukkan bahwa Pancasila bersifat dinamis dan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis juga mengaitkan setiap sila Pancasila dengan aspek etis dalam pengembangan IPTEK. Melalui sila Ketuhanan, pengembangan ilmu diarahkan agar tidak lepas dari nilai spiritual. Sila Kemanusiaan menekankan bahwa IPTEK seharusnya menjunjung martabat manusia, bukan sebaliknya. Sila Persatuan mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seharusnya memperkuat rasa kebangsaan, sementara sila Kerakyatan dan Keadilan Sosial menekankan pentingnya pemerataan manfaat IPTEK bagi seluruh masyarakat.

Selain itu, jurnal ini memperkuat argumennya melalui tinjauan historis, sosiologis, dan politis. Secara historis, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa menunjukkan bahwa pengembangan ilmu sejak awal sudah diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan dan kebangsaan. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia dinilai memiliki kepekaan terhadap dampak sosial dari perkembangan teknologi. Namun, secara politis, penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK masih perlu diwujudkan secara lebih nyata dalam kebijakan dan praktik.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberi pemahaman bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia tidak seharusnya berjalan tanpa arah nilai. Pancasila perlu dijadikan landasan agar kemajuan IPTEK tidak hanya menghasilkan kecanggihan teknologi, tetapi juga membawa manfaat yang adil, manusiawi, dan sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.
NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : A

Jurnal ini membahas pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap cara mahasiswa menyikapi perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa perkembangan teknologi saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa, terutama dalam kegiatan belajar dan berkomunikasi. Teknologi memang memberikan banyak kemudahan, namun di sisi lain juga membawa pengaruh yang bisa bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila apabila tidak disikapi dengan baik. Oleh karena itu, Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi dipandang masih memiliki peran penting dalam membentuk sikap mahasiswa di tengah perkembangan IPTEK yang semakin pesat.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berpengaruh terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Mahasiswa diposisikan sebagai generasi muda yang paling dekat dengan teknologi dan memiliki tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan akademik, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan verifikatif. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal semester II tahun akademik 2016/2017. Dari jumlah populasi 103 mahasiswa, diambil sampel sebanyak 40 mahasiswa dengan teknik proporsional cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi sederhana dengan bantuan program SPSS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang tergolong baik. Hal ini terlihat dari sikap mahasiswa yang menjunjung nilai kejujuran, kedisiplinan, toleransi, dan rasa nasionalisme. Dalam menyikapi perkembangan IPTEK, mahasiswa cenderung memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif, seperti menunjang kegiatan perkuliahan, mencari informasi, dan berkomunikasi. Selain itu, mahasiswa juga menunjukkan kesadaran dalam menyaring informasi dari media sosial serta menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK.

Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila masih relevan dan dibutuhkan di perguruan tinggi. Mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai mata kuliah wajib, tetapi juga berperan dalam membentuk sikap dan karakter mahasiswa agar mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Pancasila.