Kiriman dibuat oleh Mutiara Ramadani

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Mutiara Ramadani -
Nama : Mutiara Ramadani
NPM : 2515012062

Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tapi juga bisa dipahami sebagai filsafat ilmu yang penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Intinya, kemajuan IPTEK tidak boleh berjalan sendirian tanpa nilai. Kalau ilmu dan teknologi berkembang tanpa arah moral, justru bisa membawa dampak buruk, seperti krisis etika, lunturnya budaya, dan menurunnya moral masyarakat.

Penulis ingin menekankan bahwa Pancasila berperan sebagai “penyaring” agar ilmu pengetahuan tetap berpihak pada kemanusiaan. Setiap sila memberi arah, mulai dari pentingnya nilai ketuhanan sebagai landasan berpikir, kemanusiaan agar IPTEK tidak merugikan manusia, persatuan supaya kemajuan tidak memecah bangsa, demokrasi dalam pengembangan ilmu, sampai keadilan sosial agar manfaat IPTEK bisa dirasakan semua orang, bukan segelintir pihak saja.

Secara keseluruhan, jurnal ini mengajak kita untuk lebih bijak menghadapi kemajuan zaman. Ilmu pengetahuan dan teknologi memang penting, tapi akan jauh lebih bermakna jika dikembangkan dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Dengan begitu, kemajuan yang dicapai bukan hanya canggih secara teknologi, tapi juga sehat secara moral dan bermanfaat bagi kehidupan bersama.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

oleh Mutiara Ramadani -
Nama : Mutiara Ramadani
NPM : 2515012062

1. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu

Di tengah perkembangan IPTEK yang sangat cepat dan persaingan global yang makin ketat, Pancasila punya peran penting sebagai penunjuk arah dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pancasila mengingatkan bahwa ilmu bukan hanya soal kemajuan teknologi, tapi juga soal nilai dan tanggung jawab.

Nilai Ketuhanan menegaskan bahwa ilmu harus digunakan dengan kesadaran moral dan tidak merusak kehidupan. Kemanusiaan mengingatkan bahwa setiap pengembangan ilmu seharusnya memberi manfaat nyata bagi manusia, bukan malah menimbulkan penderitaan. Persatuan menuntut agar kemajuan ilmu tidak menghilangkan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi. Kerakyatan menekankan pentingnya keterbukaan, dialog, dan keberpihakan ilmu pada kepentingan masyarakat. Sementara itu, keadilan sosial menjadi pengingat bahwa hasil ilmu dan teknologi harus bisa dinikmati secara merata, bukan hanya oleh segelintir orang.

Dengan Pancasila, pengembangan ilmu jadi lebih berarah, beretika, dan tetap berpijak pada kepentingan bangsa.

2. Harapan terhadap pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasilais

Saya berharap pemimpin Indonesia ke depan adalah sosok yang jujur, berani, dan konsisten memegang nilai Pancasila, bukan hanya saat berbicara, tapi juga dalam tindakan.
Warga negara diharapkan semakin sadar, kritis, dan bertanggung jawab, terutama dalam menggunakan teknologi dan menyikapi informasi.
Sementara itu, ilmuwan dan akademisi diharapkan tidak hanya mengejar prestasi atau inovasi, tetapi juga peduli pada dampak sosial dan kemanusiaan dari ilmu yang dikembangkan.

Dengan semangat Pancasila, Indonesia bisa melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

oleh Mutiara Ramadani -
Nama : Mutiara Ramadani
NPM : 2515012062

1. Tanggapan mengenai berita dan cara mengantisipasi dampak negatif hoaks

Menurut saya, berita ini menunjukkan bahwa hoaks di media sosial sangat berbahaya karena bisa menyebar cepat dan memengaruhi cara berpikir masyarakat, tanpa melihat latar belakang pendidikan seseorang. Media sosial sering membuat orang langsung percaya dan menyebarkan informasi tanpa mengecek kebenarannya terlebih dulu. Dampaknya bukan hanya menyesatkan, tapi juga bisa memicu konflik dan perpecahan.

Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, saya berusaha lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan isu publik dan kebijakan. Saya membiasakan diri mengecek sumber berita, melihat keaslian data, serta tidak mudah terpancing judul yang provokatif sebelum membagikannya. Sikap ini penting agar media sosial bisa menjadi ruang yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

2. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya

Pengembangan IPTEK yang tidak selaras dengan nilai Pancasila di media sosial bisa memicu perilaku tidak etis, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan sikap individualistis. Hal ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial yang dijunjung Pancasila.

Solusinya adalah dengan memanfaatkan teknologi secara bijak dan beretika. Dalam konteks arsitektur, media sosial seharusnya digunakan untuk berbagi pengetahuan, inspirasi desain yang bertanggung jawab, serta edukasi tentang lingkungan binaan yang ramah manusia dan berkelanjutan. Dengan begitu, IPTEK dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran sosial, bukan sekadar alat penyebaran informasi yang menyesatkan.

3. Solusi sikap konsumerisme dari sudut pandang jurusan arsitektur

Sikap konsumerisme membuat Indonesia cenderung menjadi pasar produk teknologi dan desain dari luar negeri, termasuk dalam bidang arsitektur. Banyak konsep, material, dan teknologi bangunan yang diadopsi tanpa menyesuaikan dengan kondisi lokal.

Sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang bisa ditawarkan adalah dengan mengembangkan desain yang berbasis potensi lokal, seperti penggunaan material lokal, konsep arsitektur tropis, dan kearifan lokal dalam perancangan. Selain itu, mahasiswa arsitektur perlu didorong untuk melakukan riset, inovasi desain, dan pemanfaatan teknologi bangunan yang sesuai dengan iklim, budaya, dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan cara ini, arsitektur tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga mampu menciptakan karya yang mandiri, berkelanjutan, dan beridentitas Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Mutiara Ramadani -
Nama : Mutiara Ramadani
NPM : 2515012062

Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila punya peran yang sangat penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Perkembangan IPTEK memang membawa banyak kemajuan dan kemudahan dalam hidup manusia, tapi di saat yang sama juga bisa menimbulkan dampak negatif jika tidak dibarengi dengan nilai moral dan etika. Karena itu, IPTEK tidak boleh berkembang secara bebas tanpa arah, apalagi sampai mengabaikan nilai kemanusiaan.

Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila bukan hanya simbol atau dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman etis dalam aktivitas ilmiah. Nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai “rambu-rambu” agar pengembangan ilmu tetap sejalan dengan budaya, agama, dan kepribadian bangsa Indonesia. Tanpa landasan Pancasila, IPTEK dikhawatirkan justru menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaan dan menimbulkan masalah sosial maupun moral.

Jurnal ini juga menekankan bahwa IPTEK seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan sebaliknya. Setiap sila dalam Pancasila memberikan arah yang jelas, mulai dari menghormati nilai ketuhanan, menjunjung kemanusiaan, memperkuat persatuan, mengedepankan musyawarah, hingga mewujudkan keadilan sosial. Semua nilai ini saling berkaitan dan menjadi satu kesatuan dalam membimbing perkembangan ilmu.

Secara keseluruhan, jurnal ini ingin menyampaikan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seimbang dengan nilai moral. Pancasila perlu dijadikan dasar berpikir dan bersikap dalam pengembangan IPTEK, agar kemajuan yang dicapai tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga manusiawi, adil, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Mutiara Ramadani -
Nama : Mutiara Ramadani
NPM :2515012062

Tugas analisis jurnal

Jurnal ini menyoroti bagaimana pesatnya perkembangan IPTEK membawa perubahan besar dalam kehidupan, terutama bagi generasi muda. Teknologi memang memberi banyak kemudahan, mulai dari akses informasi sampai komunikasi yang serba cepat. Tapi di balik semua itu, ada tantangan serius, seperti menurunnya kepedulian sosial, penyalahgunaan teknologi, dan perlahan memudarnya nilai-nilai moral.

Di sinilah peran Pendidikan Pancasila menjadi sangat penting. Jurnal ini menegaskan bahwa mata kuliah Pendidikan Pancasila bukan hanya pelengkap di bangku kuliah, tetapi berfungsi sebagai penyeimbang di tengah arus teknologi yang makin tak terbendung. Nilai-nilai Pancasila diharapkan bisa menjadi kompas moral agar mahasiswa tidak sekadar mahir teknologi, tapi juga tetap beretika, berperikemanusiaan, dan bertanggung jawab.

Jurnal ini juga ingin menekankan bahwa kemajuan IPTEK seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan bermanfaat bagi banyak orang. Dengan pemahaman Pancasila yang kuat, generasi muda bisa lebih bijak, kritis, dan tidak mudah terjebak dampak negatif teknologi. Intinya, teknologi boleh maju sejauh apa pun, tapi nilai moral dan jati diri bangsa tetap harus dijaga.