Posts made by Nanda Hanifatuzzakiyyah

NAMA : Nanda Hanifatuzzakiyyah

NPM : 2515012050

KELAS : B


Pancasila: "Kompas" Supaya Kita Tidak Tersesat di Dunia Teknologi

       Teknologi itu seperti pisau bermata dua. Kalau kita tidak mempunyai pegangan yang kuat yaitu Pancasila sebagai filsafat ilmu kemajuan ini bukannya membuat kita maju, malah bisa membuat kita kehilangan jati diri sebagai orang Indonesia.

        Di jurnal ini dijelaskan kalau Pancasila itu sebenarnya adalah hasil pemikiran yang mendalam dari para pendiri bangsa kita. Fungsinya tidak hanya untuk di hafal saat upacara, tapi jadi landasan berpikir. Sama seperti kalau IPTEK berkembang tanpa nilai-nilai Pancasila. Orang bisa saja makin pintar secara teknis, tapi moral nya hancur. Misalnya, makin bisa membuat aplikasi tapi ujung-ujungnya dipakai untuk menipu, menyebar hoaks, atau merusak persatuan. Tanpa filter Pancasila, budaya asing yang tidak cocok sama kita seperti sikap individualis atau hedonisme dapat mudah sekali masuk dan merusak mental kita.

        Makanya, implikasinya untuk kita di kampus itu besar sekali.  Setiap ilmu yang kita pelajari harus punya tujuan untuk memanusiakan manusia, menjaga alam Indonesia, dan membuat masyarakat semakin sejahtera secara adil. Jadi, sesibuk apa pun kita mengejar IPK dan teknologi terbaru, kita harus tetap membumi dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan.

Kesimpulannya, Pancasila itu ibarat "saringan" atau filter digital yang paling canggih untuk kita. Dengan pegang teguh filsafat Pancasila, kita bisa tetap gaul dan melek teknologi tanpa harus kehilangan etika dan rasa cinta sama tanah air. IPTEK harusnya bikin hidup kita lebih bermakna, bukan malah bikin kita makin jauh dari nilai-nilai luhur bangsa kita sendiri.



NAMA : Nanda Hanifatuzzakiyyah

NPM : 2515012050

KELAS : B


A. Pancasila Sebagai Paradigma dan Etika Ilmu

      Pancasila itu bukan hanya pajangan, tapi ibarat sistem operasi buat ilmu yang kita pelajari. Di tengah persaingan global yang keras, ilmu kita tidak hanya boleh cuma cari untung, tapi harus punya etika.

  • Sila 1 (Ketuhanan): Menjadi landasan bahwa setiap penemuan atau teknologi yang dipelajari harus punya tanggung jawab moral kepada Tuhan dan menjaga alam.

  • Sila 2 (Kemanusiaan): Ilmu harus dipakai untuk memanusiakan manusia. Etikanya, perkembangan ilmu tidak boleh membuat orang jadi budak mesin atau merendahkan martabat orang lain.

  • Sila 3 (Persatuan): Kebijakan ilmu harus bisa menyatukan bangsa. Di tengah dunia digital, ilmu harusnya dipakai untuk mempererat persaudaraan, bukan untuk memecah belah.

  • Sila 4 (Kerakyatan): Pengembangan ilmu harus demokratis. 

  • Sila 5 (Keadilan):Ilmu harus bisa memberi akses yang sama untuk semua orang, supaya tidak ada kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin dalam menikmati teknologi 



B. Harapan Sosok Pemimpin, Warga Negara, dan Ilmuwan Masa Depan

  1. Pemimpin yang Pancasilais: Harapannya kita punya pemimpin yang tidak hanya bisa berpidato, tapi jujur, adil, dan ingin mendengar aspirasi rakyat lewat kemajuan teknologi (transparan). Mereka harus berani pakai IPTEK untuk menyejahterakan rakyat, bukan untuk korupsi.

  2. Warga Negara yang Pancasilais: Sebagai warga negara diharapkan jadi pengguna medsos yang bijak. Tidak mudah terkena hoaks, tidak hobi bully (individualisme), dan tetap punya rasa peduli sama tetangga atau komunitas meskipun sibuk sama gadget masing-masing.

  3. Ilmuwan yang Pancasilais: Kita butuh ilmuwan yang kalau membuat inovasi, memikirkan dampaknya buat masyarakat luas. Mereka harus punya integritas tinggi, tidak hanya cari nama atau uang, tapi benar-benar ingin memajukan bangsa Indonesia supaya tidak hanya jadi pasar produk asing terus.


NAMA : Nanda Hanifatuzzakiyyah
NPM : 2515012050
KELAS : B


A. Tanggapan Mengenai Berita Hoaks & Cara Mengantisipasinya

     Ternyata gelar pendidikan tinggi pun belum tentu menjamin seseorang bisa membedakan mana berita asli dan mana yang palsu
. Masalahnya sekarang, orang lebih mementingkan suka daripada fakta.

Cara mengantisipasinya:

  • Saring sebelum sharing: Selalu cek sumber beritanya resmi atau tidak sebelum klik tombol bagi.

  • Jangan gampang percaya judul: Judul yang heboh atau provokatif biasanya adalah ciri-ciri hoaks.

  • Cek kebenarannya di situs verifikasi: Kita bisa pakai situs seperti cekfakta.com atau lapor ke komunitas seperti Mafindo jika mendapatkan berita yang mencurigakan.

B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Pancasila & Solusinya

Pengembangan teknologi seperti media sosial yang tidak memakai nilai Pancasila itu berbahaya. Dampaknya bisa bikin masyarakat jadi pecah belah karena berita politik yang menghalalkan segala cara. Ini jelas melanggar Sila ke-3 (Persatuan Indonesia) karena hoaks di media sosial bisa meledak dan jadi viral, serta merusak kerukunan yang sudah ada.

Solusinya:

  • Balik ke nilai etika: Pengembang teknologi harus memasukkan sistem filter atau algoritma yang tidak hanya mencari viral, tapi juga kejujuran (Sila ke-2 dan ke-4).

  • Pendidikan karakter: Literasi digital itu penting. Kita harus dididik buat kritis dan bijak memakai teknologi supaya tidak menjadi penyebar fitnah.

C. Solusi atas Sikap Konsumerisme Produk Teknologi

     Banyaknya produk teknologi luar negeri yang masuk memang bikin kita jadi bangsa yang hanya bisa membeli tapi tidak bisa membuat. Ini tantangan besar buat kemandirian bangsa kita.

Solusi dari sudut pandang mahasiswa : 

     Sebagai mahasiswa, solusinya adalah kita harus mulai belajar jadi kreator, bukan cuma konsumen. Lewat mata kuliah yang kita ambil, kita harus fokus pada riset dan inovasi yang bisa memecahkan masalah lokal di sekitar kita. Misalnya, kalau di jurusan teknik atau IT, kita mulai belajar bikin aplikasi atau alat yang bantu UMKM atau pertanian lokal. Intinya, kita harus punya rasa bangga pakai produk sendiri dan mau bersusah payah buat belajar menciptakan teknologi yang akarnya dari nilai-nilai Indonesia sendiri.


NAMA : Nanda Hanifatuzzakiyyah
NPM : 2515012050
KELAS : B



1. Masalah Utama: Teknologi yang "Kebablasan"

    Sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang gila-gilaan. Tapi masalahnya, kemajuan ini seringkali datang dari budaya Barat yang belum tentu cocok sama kita. Kalau kita cuma asal ikut-ikutan tanpa punya filter, kita bisa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Di sinilah Pancasila hadir sebagai "rambu-rambu" supaya kemajuan teknologi tidak membuat kita jadi manusia yang cuek atau malah merusak moral.


2. Kenapa Pancasila Sangat Penting?

  • Sebagai Penjaga Identitas: Supaya teknologi yang masuk tidak bertentangan dengan nilai agama serta budaya kita.

  • Sebagai Filter: Menyeleksi mana dampak globalisasi yang baik buat diambil dan mana yang harus dibuang karena bisa merusak persatuan bangsa.

  • Sebagai Moralitas: Mengingatkan ilmuwan atau kita sebagai pengguna teknologi bahwa ada batas-batas etika yang harus dijaga.


3. Bagaimana Cara Pancasila Bekerja dalam Ilmu Pengetahuan? 

  • Sila 1 & 2: Mengingatkan kalau teknologi itu alat untuk memuliakan manusia dan alam, bukan untuk sombong atau merusak ciptaan Tuhan.

  • Sila 3: Teknologi harusnya membuat kita makin kompak, bukan malah jadi sarana buat saling hina atau bikin perpecahan (seperti hoax atau hate speech).

  • Sila 4: Pengembangan ilmu harus terbuka, ingin mendengar masukan orang lain, dan menghargai perbedaan pendapat.

  • Sila 5: Teknologi tidak boleh cuma dinikmati orang kaya atau orang kota aja, tapi harus bisa bantu keadilan buat seluruh rakyat Indonesia

4. Kesimpulan

     Intinya, kita sebagai mahasiswa jangan hanya menjadi pengguna yang pinter pakai teknologi aja. Kita harus sadar kalau IPTEK itu tidak bebas nilai. Pancasila itu kayak akar; semakin kuat akarnya, semakin tinggi pohon ilmu pengetahuan kita tumbuh, dia tidak akan gampang tumbang atau terbawa angin budaya luar yang negatif.


NAMA : Nanda Hanifatuzzakiyyah
NPM : 2515012050
KELAS : B



Analisis Pengaruh Mata Kuliah Pancasila Terhadap Perkembangan IPTEK

Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana mata kuliah Pendidikan Pancasila membantu mahasiswa dalam menghadapi kemajuan teknologi (IPTEK) saat ini. Di zaman sekarang, teknologi seperti internet dan HP berkembang sangat cepat sehingga informasi apa pun, baik yang positif maupun yang negatif bisa masuk dengan mudah ke kehidupan kita. Jika kita tidak punya pegangan yang kuat, budaya luar yang tidak cocok dengan nilai asli Indonesia bisa mengikis jati diri kita sebagai bangsa.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap mahasiswa di Universitas Pancasakti Tegal, ternyata mata kuliah Pancasila punya pengaruh yang cukup penting. Hasil survei menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa sudah memiliki kepribadian Pancasila yang baik. Contohnya, mereka sadar bahwa kejujuran, sikap disiplin, dan menghargai perbedaan ras atau agama itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal teknologi, mahasiswa juga dinilai sudah cukup bijak. Mereka menggunakan internet bukan cuma buat main-main, tapi juga untuk hal produktif seperti mencari bahan tugas, mengirim tugas lewat email, hingga berbisnis online. Yang paling keren, mahasiswa juga sudah mulai sadar untuk menyaring informasi di media sosial, menggunakan bahasa yang sopan saat berkomentar, serta memblokir konten-konten negatif seperti kekerasan atau pornografi.

Kesimpulannya, nilai-nilai Pancasila itu bisa jadi penyaring supaya kita tidak terjerumus ke dampak buruk teknologi. Meski pengaruh mata kuliah ini terhadap cara mahasiswa menyikapi IPTEK adalah sebesar 28,2%, sisanya tetap dipengaruhi oleh faktor luar lainnya. Jadi, sebagai mahasiswa, kita harus tetap berpegang teguh pada Pancasila supaya kemajuan teknologi benar-benar bisa membantu pembangunan bangsa, bukan malah merusaknya.