Posts made by Riska Hermalinda

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Riska Hermalinda -
NAMA: RISKA HERMALINDA
NPM: 2515012076
KELAS: B

Jurnal “Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK” karya Ika Setyorini membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi nilai budaya, agama, dan moral bangsa yang seharusnya menjiwai seluruh aktivitas kehidupan, termasuk aktivitas ilmiah. Dengan dasar ini, pengembangan IPTEK tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknis, tetapi juga tetap menjaga nilai kemanusiaan dan kepribadian bangsa.

Jurnal ini menjelaskan bahwa kemajuan IPTEK memang membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia, seperti kemudahan dan peningkatan kesejahteraan. Namun, penulis juga menekankan bahwa IPTEK dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak dibarengi dengan nilai etika. Oleh karena itu, Pancasila diposisikan sebagai rambu normatif yang berfungsi mengarahkan dan mengendalikan perkembangan ilmu agar tidak menyimpang dari nilai kemanusiaan, keadilan, dan moralitas bangsa Indonesia.

Penulis juga menguraikan Pancasila sebagai sistem nilai yang terdiri dari nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Melalui pembagian ini, Pancasila dipandang tetap relevan dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya. Selain itu, setiap sila Pancasila dijelaskan memiliki peran etis dalam pengembangan IPTEK, mulai dari tanggung jawab moral, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan persatuan bangsa, sikap demokratis, hingga keadilan sosial.

Kelebihan dari jurnal ini adalah pembahasannya yang cukup komprehensif dan sistematis dalam menjelaskan posisi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK. Penulis mampu mengaitkan Pancasila dengan aspek historis, sosiologis, dan politis sehingga argumen yang disampaikan terasa kuat dan relevan dengan kondisi Indonesia. Selain itu, penggunaan rujukan dari berbagai sumber akademik memperkuat isi jurnal dan menunjukkan dasar teoritis yang jelas.

Namun, kekurangan jurnal ini terletak pada pembahasan yang cenderung normatif dan konseptual. Jurnal ini masih minim contoh konkret penerapan nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK di kehidupan nyata, khususnya pada bidang-bidang ilmu tertentu. Selain itu, bahasa yang digunakan cukup padat dan teoritis sehingga bagi pembaca awam atau mahasiswa awal, diperlukan pemahaman ekstra untuk menangkap isi pembahasannya secara menyeluruh.

Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman tentang urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Meskipun masih memiliki keterbatasan dalam contoh aplikatif, jurnal ini tetap relevan sebagai bahan refleksi agar kemajuan IPTEK tidak lepas dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

by Riska Hermalinda -
NAMA: RISKA HERMALINDA
NPM: 2515012076
KELAS: B

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai paradigma ilmu dalam pengembangan disiplin arsitektur di Indonesia. Sebagai paradigma, Pancasila tidak hanya menjadi dasar normatif, tetapi juga menjadi arah nilai, etika, dan kebijakan dalam pengembangan ilmu arsitektur, khususnya di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pada Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, pengembangan ilmu arsitektur harus dilandasi oleh kesadaran moral dan spiritual. Dalam praktiknya, arsitektur tidak hanya mengejar keindahan bentuk dan fungsi, tetapi juga memperhatikan nilai etika, kejujuran, serta tanggung jawab terhadap Tuhan dan sesama. Hal ini tercermin dalam perancangan bangunan yang tidak merusak lingkungan, tidak merugikan masyarakat, serta menghormati nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.

Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menjadi landasan etika bahwa arsitektur harus berorientasi pada manusia. Setiap karya arsitektur seharusnya memperhatikan aspek kenyamanan, keselamatan, aksesibilitas, dan keadilan sosial. Dalam konteks ini, arsitektur tidak hanya berpihak pada kelompok tertentu, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat luas, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, arsitektur berperan dalam memperkuat identitas nasional. Di tengah arus globalisasi, arsitektur Indonesia dituntut untuk mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri bangsa. Penggunaan unsur lokal, material daerah, serta kearifan lokal dalam desain menjadi proses nyata penerapan sila ini agar arsitektur Indonesia tetap memiliki karakter dan tidak tergerus budaya asing.

Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, tercermin dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan arsitektur yang melibatkan masyarakat. Dalam praktik profesional, arsitek tidak bekerja secara otoriter, melainkan melalui dialog, musyawarah, dan partisipasi publik, sehingga hasil rancangan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi pengguna.

Sementara itu, Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menegaskan bahwa ilmu arsitektur harus berkontribusi pada pemerataan pembangunan. Arsitektur tidak hanya berfokus pada bangunan megah di perkotaan, tetapi juga hadir sebagai solusi bagi permasalahan perumahan rakyat, kawasan kumuh, dan pembangunan berkelanjutan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah persaingan global, proses pengembangan ilmu arsitektur yang berlandaskan Pancasila dilakukan dengan cara menyerap kemajuan IPTEK secara selektif. Artinya, teknologi dan konsep global diadaptasi sesuai nilai Pancasila agar tidak menghilangkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan identitas bangsa.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Ke depan, Indonesia membutuhkan model pemimpin Pancasilais yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral. Pemimpin yang Pancasilais adalah pemimpin yang adil, terbuka terhadap kritik, mengutamakan kepentingan rakyat, serta mampu memanfaatkan kemajuan IPTEK untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan.

Sebagai warganegara, sikap Pancasilais tercermin dalam kemampuan menggunakan teknologi secara bijak, menghormati perbedaan, serta tetap menjunjung nilai gotong royong di tengah budaya individualisme yang berkembang akibat kemajuan IPTEK. Warganegara yang Pancasilais tidak mudah terprovokasi, memiliki kesadaran hukum, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Sementara itu, ilmuwan Pancasilais, termasuk di bidang arsitektur, diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan sosial. Ilmuwan tidak hanya mengejar prestasi akademik dan pengakuan global, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak sosial, budaya, dan lingkungan dari ilmu yang dikembangkannya.

Dengan demikian, Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam membentuk pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

by Riska Hermalinda -
NAMA: RISKA HERMALINDA
NPM: 2515012076
KELAS: B

A. Tanggapan terhadap berita hoaks dan upaya mengantisipasi dampak negatifnya.
Berita tersebut menunjukkan bahwa penyebaran hoaks di media sosial dapat terjadi pada siapa saja, termasuk masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Media sosial mempercepat penyebaran hoaks karena sifatnya yang viral dan emosional, sehingga kebenaran sering kali dikalahkan oleh informasi yang sesuai dengan keyakinan pribadi.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, sikap yang perlu dilakukan adalah meningkatkan literasi digital, yaitu dengan membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan berita dari beberapa media kredibel, serta tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, pengguna media sosial harus lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menyaring informasi demi menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat.

B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila di media sosial dan solusinya.
Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan berbagai dampak negatif di media sosial, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan konflik sosial. Hal ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan, persatuan, serta keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.
Solusi yang dapat dilakukan adalah menjadikan Pancasila sebagai pedoman etika dalam pemanfaatan IPTEK. Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu memperkuat pendidikan karakter dan literasi digital, sementara masyarakat diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak, beretika, dan menghargai perbedaan pendapat.

C. Solusi sikap konsumerisme menurut program studi/jurusan.
Sikap konsumerisme dalam bidang arsitektur terlihat dari kecenderungan meniru desain luar negeri, penggunaan material impor, serta ketergantungan pada teknologi asing tanpa mempertimbangkan konteks lokal. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya identitas arsitektur lokal dan meningkatnya biaya pembangunan.
Sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan desain yang berorientasi pada kearifan lokal, seperti pemanfaatan material lokal, penerapan arsitektur tropis, serta penyesuaian desain dengan kondisi iklim dan budaya setempat. Mahasiswa arsitektur juga perlu meningkatkan kemampuan riset dan inovasi agar mampu menciptakan desain yang fungsional, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi tanpa harus bergantung pada produk atau konsep asing. Dengan demikian, arsitektur tidak hanya menjadi konsumsi tren global, tetapi juga menjadi sarana penguatan identitas dan kemandirian bangsa.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Riska Hermalinda -
NAMA: RISKA HERMALINDA
NPM: 2515012076
KELAS: B

Judul jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK ditulis oleh Ika Setyorini, diterbitkan pada November 2018. Jurnal ini membahas kedudukan Pancasila sebagai dasar nilai dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat membawa kemajuan besar bagi kehidupan manusia, namun juga menimbulkan berbagai persoalan etis dan kemanusiaan. Penulis menilai bahwa pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai ideologi bangsa berpotensi menimbulkan dehumanisasi dan krisis moral. Oleh karena itu, Pancasila dipandang perlu ditegaskan kembali sebagai dasar nilai dalam pengembangan IPTEK agar tetap sejalan dengan budaya, agama, dan kepribadian bangsa Indonesia.

Rumusan masalah dalam jurnal ini adalah bagaimana urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk menjelaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai, rambu normatif, dan landasan moral dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.

Jurnal ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dokumen resmi negara, serta kajian filosofis dan historis terkait Pancasila dan IPTEK.

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Pancasila memiliki peran sebagai sistem nilai yang mencakup nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Setiap sila Pancasila mengandung nilai etis yang harus menjadi landasan pengembangan IPTEK, mulai dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial. Selain itu, Pancasila juga memiliki dasar historis, sosiologis, dan politis yang kuat sebagai pedoman pengembangan IPTEK agar tidak bertentangan dengan jati diri bangsa

Kelebihan jurnal ini terletak pada pembahasan yang komprehensif dan mendalam mengenai Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK. Jurnal ini juga didukung oleh landasan filosofis, historis, dan sosiologis yang kuat serta relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Kelemahan jurnal ini adalah tidak adanya data empiris atau penelitian lapangan sehingga pembahasan bersifat normatif dan teoritis. Selain itu, contoh penerapan nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK masih bersifat umum dan belum dikaji secara spesifik.

Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila memiliki urgensi yang sangat penting sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral dan rambu normatif agar perkembangan IPTEK tidak menyimpang dari nilai kemanusiaan, budaya, dan kepribadian bangsa.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Riska Hermalinda -
NAMA: RISKA HERMALINDA
NPM: 2515012076
KELAS: B

Jurnal berjudul Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi IPTEK ditulis oleh Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, dan Mohamad Khamim, diterbitkan dalam Cakrawala: Jurnal Pendidikan Volume 12 Nomor 1 tahun 2018.

Perkembangan IPTEK yang pesat di era globalisasi membawa dampak positif dan negatif bagi mahasiswa. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila agar mahasiswa mampu menyikapi kemajuan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 40 mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kepribadian Pancasila dan kemampuan menyikapi IPTEK yang baik. Hasil uji regresi menunjukkan adanya pengaruh signifikan mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi IPTEK dengan kontribusi sebesar 28,2%.

Kelebihan jurnal ini adalah topik yang relevan dengan kondisi mahasiswa di era digital, metode penelitian yang jelas, serta penggunaan analisis statistik yang mendukung kesimpulan penelitian.

Kelemahan jurnal ini terletak pada jumlah sampel yang terbatas dan ruang lingkup penelitian yang hanya mencakup satu program studi, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas.

Mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK, namun pengaruh tersebut masih dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.