Posts made by Alif Aditiya Nugroho

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Alif Aditiya Nugroho -
Nama: Alif Aditiya Nugroho
Kelas: B
NPM: 2515012042

Analisis Jurnal Pertemuan Ke-15

Jurnal “Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” menempatkan Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai filsafat ilmu yang harus menjadi landasan dalam pengembangan dan penerapan IPTEK di Indonesia. Penulis menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang tidak selalu diikuti penguatan nilai moral, sehingga berpotensi merusak karakter dan identitas bangsa jika tidak berpijak pada Pancasila.

Jurnal ini menjelaskan bahwa Pancasila lahir dari proses historis dan budaya bangsa Indonesia, sehingga memiliki legitimasi filosofis sebagai pandangan hidup dan sistem pengetahuan. Dengan pendekatan filsafat ilmu, Pancasila dipahami sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang mengarahkan ilmu agar tidak hanya mengejar kebenaran rasional, tetapi juga memberi manfaat dan kebijaksanaan bagi kehidupan manusia.

Setiap sila Pancasila dikaitkan dengan etika pengembangan IPTEK, seperti batas moral dan spiritual, orientasi kemanusiaan, penguatan persatuan bangsa, demokratisasi ilmu, serta pemerataan manfaat teknologi. Secara metodologis, jurnal ini bersifat konseptual melalui studi pustaka, meskipun masih minim contoh konkret IPTEK masa kini. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa IPTEK tidak bersifat bebas nilai, tetapi harus dikembangkan sesuai nilai Pancasila demi kemanusiaan dan kesejahteraan bangsa.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

by Alif Aditiya Nugroho -
Nama: Alif Aditiya Nugroho
Kelas: B
NPM: 2515012042

Analisis Soal Ke-2 Pertemuan Ke-15

A. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu dan landasan etika di tengah persaingan global
Pancasila berperan sebagai paradigma ilmu karena menjadi dasar cara berpikir, sumber nilai, serta pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dengan Pancasila, ilmu tidak hanya diarahkan untuk kemajuan teknologi atau keuntungan ekonomi semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sesuai nilai-nilai bangsa.

Sebagai landasan etika, Pancasila mengarahkan pengembangan ilmu agar tetap menghormati nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Ilmu pengetahuan harus dikembangkan secara bermoral, tidak merugikan manusia, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Dengan berpegang pada Pancasila, ilmu tidak mudah disalah gunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Pancasila berfungsi sebagai penyaring pengaruh globalisasi. Ilmu dan teknologi dari luar boleh diterima dan dikembangkan, namun tetap harus disesuaikan dengan nilai dan budaya bangsa Indonesia. Dengan begitu, Indonesia tetap bisa bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri.

B. Harapan terhadap pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais
Pemimpin yang Pancasilais diharapkan mampu menerapkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata, bukan hanya sebatas ucapan. Pemimpin harus jujur, adil, bijaksana, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Warga negara yang Pancasilais diharapkan memiliki sikap toleran, saling menghormati, taat hukum, serta ikut menjaga persatuan bangsa. Di era teknologi saat ini, warga negara juga perlu cerdas secara digital, tidak mudah termakan hoaks, dan mampu menggunakan teknologi dengan bijak.

Sementara itu, ilmuwan yang Pancasilais adalah ilmuwan yang mengembangkan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan masyarakat. Ilmuwan harus menjunjung etika keilmuan, kejujuran akademik, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman moral dalam penelitian dan inovasi. Dengan hadirnya pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global dan mencapai tujuan nasional.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

by Alif Aditiya Nugroho -
Nama: Alif Aditiya Nugroho
Kelas: B
NPM: 2515012042

Analisis Soal Ke-1 Pertemuan Ke-15

A. Tanggapan terhadap Berita dan Antisipasi Dampak Hoaks
Berita ini cukup relevan, apalagi saat Pilpres di Indonesia yang sering dipenuhi hoaks politik. Saya setuju bahwa pendidikan tinggi tidak selalu membuat seseorang kebal terhadap hoaks, karena faktor emosi dan kebiasaan mencari info yang sesuai dengan keyakinan pribadi sering lebih dominan. Ditambah lagi, algoritma media sosial membuat hoaks menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan.

Untuk menghindari dampak hoaks, saya biasanya mengecek ulang sumber berita sebelum membagikannya. Saya juga membiasakan diri untuk pause sejenak dan bertanya pada diri sendiri apakah informasi tersebut benar atau hanya memancing emosi saja. Selain itu, saya mencoba mengedukasi lingkungan sekitar dengan membagikan konten literasi digital di grup WhatsApp atau media sosial lainya.

B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Pancasila dan Solusinya
Pengembangan IPTEK di media sosial yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila bisa memperparah perpecahan di masyarakat. Banyak konten hoaks atau provokatif yang mudah viral karena lebih mengutamakan sensasi dari pada kebenaran. Hal ini bisa merusak persatuan dan menurunkan rasa saling percaya antar masyarakat.

Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar pengguna media sosial lebih bijak. Selain itu, perlu adanya aturan dan kerja sama untuk mengurangi penyebaran hoaks dan konten negatif.

C. Solusi Konsumerisme Teknologi dari Perspektif Ilmu Komputer
Konsumerisme teknologi membuat Indonesia terlalu bergantung pada produk luar negeri, baik gadget maupun aplikasi. Hal ini dapat menghambat perkembangan teknologi lokal dan menimbulkan resiko terhadap keamanan data.

Dari sudut pandang Ilmu Komputer, solusinya adalah mendukung pengembangan teknologi buatan dalam negeri, seperti startup lokal dan aplikasi karya anak bangsa. Pendidikan coding juga perlu diperkuat agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu membuat dan mengembangkannya sendiri.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Alif Aditiya Nugroho -
Nama: Alif Aditiya Nugroho
NPM:2515012042
Kelas: B

Analisis Jurnal Pertemuan Ke-14

Jurnal Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai dan pedoman etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Penulis menekankan bahwa kemajuan IPTEK yang tidak dilandasi nilai ideologi bangsa dapat menimbulkan krisis moral, dehumanisasi, serta hilangnya arah pengembangan ilmu.

Latar belakang jurnal dikaitkan dengan pesatnya perkembangan IPTEK, pengaruh globalisasi, serta dominasi ilmu dari Barat yang berpotensi menggeser nilai budaya, agama, dan kemanusiaan. Penulis menilai bahwa IPTEK sering dipahami hanya sebagai kemajuan teknis tanpa mempertimbangkan aspek moral. Oleh karena itu, Pancasila diposisikan sebagai filter ideologis agar pengembangan ilmu tidak bersifat bebas nilai.

Dari sisi teori, jurnal ini memiliki landasan yang kuat karena menjelaskan Pancasila sebagai sistem nilai dan paradigma ilmu yang berkaitan dengan budaya, agama, dan moralitas. Namun, pembahasannya masih cenderung normatif dan belum banyak mengaitkan dengan isu IPTEK kontemporer atau data empiris.

Dalam pembahasannya, penulis menegaskan bahwa pengembangan IPTEK di Indonesia harus sejalan dengan nilai Pancasila dan berakar pada ideologi bangsa. Setiap sila Pancasila dikaitkan dengan etika IPTEK, seperti pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan manusia, penguatan persatuan, serta pemerataan manfaat IPTEK. Selain itu, penulis juga menguraikan landasan historis, sosiologis, dan politis yang memperkuat posisi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu.

Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, yang sesuai dengan tujuan jurnal. Namun, keterbatasannya terletak pada minimnya contoh konkret dan tidak adanya data lapangan. Kesimpulan jurnal menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi rambu normatif dalam pengembangan IPTEK agar tidak mengancam nilai kemanusiaan dan identitas bangsa. Secara keseluruhan, jurnal ini relevan sebagai rujukan konseptual, meskipun masih perlu pengembangan kajian yang lebih aplikatif dan kontekstual di era digital.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

by Alif Aditiya Nugroho -
Nama: Alif Aditiya Nugroho
NPM: 2515012042
Kelas: B

Analisis Jurnal Pertemuan Ke-13

Jurnal berjudul “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” membahas peran pendidikan Pancasila dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap perkembangan IPTEK. Penulis menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berdampak positif, karena dapat melemahkan nilai moral, budaya, dan ideologi Pancasila jika tidak disikapi dengan benar. Oleh sebab itu, mata kuliah Pancasila dipandang sebagai pengendali nilai dalam menghadapi arus globalisasi.

Latar belakang jurnal disusun sesuai dengan realitas perkembangan teknologi yang sangat pesat. Penulis mengaitkan IPTEK dengan perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat, masuknya budaya asing, serta tantangan terhadap nilai-nilai Pancasila. Permasalahan utama bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada sikap mahasiswa dalam menggunakan IPTEK, karena teknologi bersifat netral dan dampaknya ditentukan oleh penggunanya.

Dari sisi teori, jurnal ini memiliki landasan yang cukup kuat karena membahas Pancasila dari aspek filosofis, sosiologis, dan yuridis, serta menjelaskan konsep sikap dan IPTEK. Namun, pembahasan teknologi masih bersifat umum dan belum membahas isu digital kekinian seperti media sosial, hoaks, atau kecanduan digital secara spesifik.

Metode kuantitatif yang digunakan dinilai sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil data menunjukkan mayoritas responden memiliki sikap yang baik terhadap IPTEK, serta terdapat hubungan positif antara mata kuliah Pancasila dan sikap mahasiswa. Meski demikian, data yang digunakan masih bergantung pada penilaian diri mahasiswa sehingga berpotensi menimbulkan bias, dan faktor lain belum dibahas secara mendalam.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berpengaruh terhadap sikap mahasiswa dalam menggunakan IPTEK, meskipun pengaruhnya tidak dominan. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan sikap juga dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan media. Secara keseluruhan, jurnal ini relevan dan kuat secara normatif, namun perlu pengembangan kajian yang lebih kontekstual agar sesuai dengan dinamika teknologi modern.