Kiriman dibuat oleh Handaru Rakha Albaihaqi

ANALISIS JURNAL ILMIAH
​Data Mahasiswa
​Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
​NPM: 2515012045
​Kelas: B
​I. Identitas Jurnal
​Judul: Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
​Penulis: Syarifuddin
​Instansi: Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima
​Sumber: eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar, Vol. 2 No. 2, Desember 2018
​II. Abstrak dan Pendahuluan
​Artikel ini menjabarkan peran Pancasila sebagai falsafah dan pedoman hidup bangsa yang dihasilkan dari pemikiran mendalam para pendiri negara. Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini sangat cepat dan memengaruhi segala aspek kehidupan budaya bangsa. Namun, kemajuan teknologi yang tidak dibarengi dengan dasar Pancasila yang kuat berisiko menjadi aspek penghancur moralitas dan mentalitas bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus diperkuat sebagai filter terhadap derasnya arus informasi global.
​III. Konsep Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
​Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan. Hal ini berarti setiap pengetahuan yang berkembang harus memperhatikan aspek Ketuhanan dan kemanusiaan agar tidak terlepas dari nilai hakiki pengetahuan itu sendiri. Sebagai suatu sistem pengetahuan, Pancasila memberikan landasan teoretis dan normatif bagi penguasaan IPTEK serta menetapkan tujuan yang dilandasi oleh moralitas kepribadian manusia. Pancasila membantu bangsa Indonesia mengambil sikap terbuka namun tetap kritis terhadap dampak modernisasi.
​IV. Implikasi Sila-Sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
​1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini memberikan dasar bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan harus memahami batas kemampuannya, karena tidak semua hal di alam ini dapat dijangkau oleh akal manusia. IPTEK harus menciptakan perimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas, serta menempatkan Tuhan sebagai pusat jagad raya, bukan manusia.
​2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Implikasi sila kedua adalah memberikan arah agar ilmu pengetahuan dikembalikan pada fungsi asalnya, yaitu untuk kemanusiaan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu. Pengembangan IPTEK harus didasarkan pada usaha meningkatkan harkat dan martabat manusia agar manusia tidak menjadi angkuh akibat kemajuan teknologi.
​3. Sila Persatuan Indonesia
Sila ini memberikan kesadaran bahwa kemajuan IPTEK seharusnya memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan bangsa. Melalui IPTEK, persaudaraan antar daerah di Indonesia dapat terjalin dengan lebih erat dan terpelihara dalam hubungan internasional.
​4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan...
Sila keempat mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu, namun wajib menghormati kebebasan orang lain serta bersikap terbuka terhadap kritik maupun kajian ulang atas penemuan-penemuannya.
​5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dalam pengembangan IPTEK, sila kelima menekankan pentingnya menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, Tuhan, sesama manusia, masyarakat, bangsa, negara, serta alam lingkungannya.
​V. Simpulan
​Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan pedoman bagi bangsa Indonesia untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan secara rasional. Pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan mampu membawa perbaikan kualitas hidup serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai.
​ANALISIS SOAL
​DATA MAHASISWA
​Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
​NPM: 2515012045
​Kelas: B
A. Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu yang dipelajari
Pancasila memiliki peran yang sangat penting sebagai paradigma ilmu dalam setiap disiplin ilmu yang dipelajari. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai landasan filosofis, etis, dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di tengah persaingan global yang semakin ketat. Setiap sila Pancasila dapat dijabarkan sebagai berikut:
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini menjadi landasan spiritual dan etika dalam pengembangan ilmu. Ilmu pengetahuan harus dikembangkan dengan dilandasi nilai ketuhanan, moral, dan tanggung jawab, sehingga pemanfaatannya tidak merugikan manusia maupun lingkungan. Proses pengembangan ilmu harus menjunjung tinggi kejujuran ilmiah, integritas, dan kesadaran bahwa ilmu tidak boleh disalahgunakan.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus berorientasi pada kemanusiaan. Pengembangan ilmu tidak boleh menindas, merugikan, atau mendiskriminasi pihak lain, melainkan harus menjunjung keadilan, etika, dan nilai kemanusiaan. Ilmu yang dikembangkan harus memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas hidup manusia.
Sila Persatuan Indonesia
Sila ini mengarahkan agar pengembangan ilmu pengetahuan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Ilmu harus digunakan untuk kepentingan nasional, memperkuat kemandirian bangsa, serta menjaga identitas dan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila ini menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ilmu pengetahuan yang melibatkan partisipasi masyarakat dan bersifat demokratis. Pengembangan ilmu perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat serta dilakukan secara bijaksana, tidak elitis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini menekankan bahwa hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat. Ilmu tidak boleh hanya menguntungkan kelompok tertentu, tetapi harus berkontribusi pada pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Dalam prosesnya di tengah persaingan global, Pancasila berperan sebagai filter dan pedoman agar pengembangan ilmu pengetahuan tetap berakar pada nilai-nilai bangsa Indonesia, sekaligus mampu bersaing secara sehat dan bermartabat di tingkat internasional.
B. Harapan terhadap model pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais
Harapan terhadap pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia, baik saat ini maupun di masa mendatang, adalah terwujudnya pribadi-pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan.
Pemimpin yang Pancasilais diharapkan memiliki integritas, keadilan, kebijaksanaan, serta mampu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Pemimpin juga harus mampu menjadi teladan dalam penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Warga negara yang Pancasilais diharapkan memiliki sikap kritis, beretika, toleran, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan kemajuan Iptek. Warga negara tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menyaring pengaruh negatif globalisasi serta menjaga persatuan dan nilai-nilai budaya bangsa.
Sementara itu, ilmuwan yang Pancasilais diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dengan menjunjung tinggi etika, kemanusiaan, dan kepentingan nasional. Ilmuwan tidak hanya berorientasi pada kemajuan ilmu semata, tetapi juga pada kemaslahatan bangsa dan negara.
Dengan terwujudnya pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global secara mandiri, bermartabat, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila.
​ANALISIS SOAL
​DATA MAHASISWA
​Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
​NPM: 2515012045
​Kelas: B
A. Tanggapan terhadap berita dan upaya mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks
Berdasarkan berita tersebut, dapat disimpulkan bahwa hoaks merupakan permasalahan serius yang tidak memandang latar belakang pendidikan seseorang. Perkembangan media sosial yang sangat pesat membuat penyebaran hoaks menjadi semakin masif dan berdampak luas, terutama ketika informasi palsu tersebut sesuai dengan keyakinan atau preferensi individu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan perpecahan sosial, menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi yang valid, serta merusak nilai-nilai demokrasi.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, langkah yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan literasi digital masyarakat, membiasakan diri untuk memverifikasi kebenaran informasi dari sumber yang kredibel, tidak langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersikap kritis dan rasional dalam menerima setiap konten di media sosial. Selain itu, diperlukan kesadaran bersama bahwa tanggung jawab dalam menggunakan media sosial merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.
B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat berdampak negatif, seperti meningkatnya individualisme, intoleransi, penyebaran ujaran kebencian, hoaks, serta lunturnya nilai kemanusiaan dan persatuan. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana edukasi dan komunikasi justru dapat berubah menjadi alat provokasi apabila tidak dilandasi nilai moral dan etika.
Solusi yang dapat disampaikan adalah mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pemanfaatan dan pengembangan iptek, khususnya di media sosial. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial harus menjadi landasan dalam berinteraksi secara digital. Selain itu, diperlukan regulasi yang tegas, pendidikan karakter berbasis Pancasila, serta peran aktif masyarakat dan pemerintah dalam mengawasi serta mengarahkan penggunaan teknologi agar memberikan manfaat yang positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
C. Solusi terhadap sikap konsumerisme dari sudut pandang program studi/jurusan yang diambil
Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia lebih banyak menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju dalam bidang iptek. Hal ini menunjukkan masih lemahnya kemandirian bangsa dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi.
Menurut sudut pandang program studi/jurusan yang sedang ditempuh, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahlian. Mahasiswa diharapkan mampu berinovasi, melakukan riset, serta menciptakan produk atau solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Selain itu, diperlukan kerja sama antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk mendukung pengembangan produk dalam negeri agar mampu bersaing dan mengurangi ketergantungan terhadap produk teknologi asing.
ANALISIS JURNAL ILMIAH
​DATA MAHASISWA
​Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
​NPM: 2515012045
​Kelas: B
​I. Identitas Jurnal
​Judul Jurnal: Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK
​Penulis: Ika Setyorini (Fakultas Syari'ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah)
​Publikasi: Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum, Vol. IV, No. 02, November 2018
​II. Pendahuluan
​Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup (the way of life). Dalam konteks kemajuan zaman, Pancasila tidak hanya menjadi pedoman dalam berpolitik, namun juga harus menjadi kerangka normatif dalam aktivitas ilmiah. Penulis menekankan bahwa pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang terlepas dari ideologi Pancasila berisiko memicu sekularisme dan membuat perkembangan ilmu kehilangan arah serta orientasi yang jelas.
​III. Hasil Analisis dan Pembahasan
​1. Konsep Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
​Berdasarkan jurnal tersebut, terdapat empat pemahaman mendasar mengenai Pancasila dalam IPTEK:
​Non-Kontradiktif: IPTEK yang dikembangkan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
​Faktor Internal: Setiap perkembangan IPTEK harus menyertakan nilai Pancasila sebagai elemen internal pengembangan.
​Rambu Normatif: Pancasila berfungsi sebagai pengendali agar pengembangan ilmu tidak keluar dari cara berpikir bangsa.
​Indigenisasi Ilmu: IPTEK harus berakar pada budaya dan ideologi lokal (mempribumikan ilmu).
​2. Pancasila sebagai Sumber Moralitas IPTEK
​Penulis menguraikan bagaimana setiap sila dalam Pancasila memberikan landasan etis:
​Sila I: Menyeimbangkan rasionalitas antara akal, rasa, dan kehendak.
​Sila II: Menjamin bahwa tujuan IPTEK adalah demi kesejahteraan manusia dan kemanusiaan.
​Sila III: Menumbuhkan nasionalisme melalui kontribusi IPTEK dalam persatuan daerah.
​Sila IV: Menekankan prinsip demokrasi dan keterbukaan terhadap kritik/saran.
​Sila V: Menjamin keadilan dan keseimbangan hidup manusia dengan lingkungannya.
​3. Tinjauan Historis, Sosiologis, dan Politis
​Historis: Urgensi ini berakar dari mandat Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, khususnya dalam upaya "mencerdaskan kehidupan bangsa" yang berlandaskan nilai Ketuhanan.
​Sosiologis: Terlihat dari sikap kritis masyarakat terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan, seperti penolakan pembangunan nuklir yang dianggap berisiko merusak harkat manusia.
​Politis: Kebijakan negara dari masa ke masa (Era Orde Lama hingga Reformasi) secara bertahap memberikan dorongan kepada kaum intelektual untuk menjabarkan nilai Pancasila dalam sains, meski pada awalnya penegasan ini masih bersifat apologis.
​IV. Kesimpulan
​Urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK terletak pada fungsinya sebagai penyaring (filter) terhadap pengaruh global yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Tanpa landasan Pancasila, kemajuan IPTEK dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif yang membahayakan eksistensi manusia dan mengancam nilai-nilai khas Indonesia. Oleh karena itu, IPTEK di Indonesia wajib bersifat inklusif, humanis, dan berkeadilan sosial sesuai dengan akar budaya bangsa.
​LAPORAN ANALISIS JURNAL ILMIAH
​Nama: Handaru Rakha Albaihaqi
​NPM: 2515012045
​Kelas: B
​I. Identitas Jurnal
​Judul Jurnal: Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
​Penulis: Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim.
​Instansi: Universitas Pancasakti Tegal.
​Publikasi: Cakrawala: Jurnal Pendidikan, Volume 12, Nomor 1 (Mei 2018).
​II. Pendahuluan dan Latar Belakang
​Penelitian ini dilatarbelakangi oleh derasnya arus globalisasi yang didorong oleh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Perkembangan IPTEK membawa dampak ganda: di satu sisi memberikan kemudahan akses informasi bagi dunia pendidikan, namun di sisi lain berpotensi mengikis nilai-nilai luhur Pancasila akibat masuknya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai. Oleh karena itu, Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dianggap krusial sebagai instrumen untuk memulihkan kesadaran kolektif mahasiswa terhadap posisi vital Pancasila dalam menghadapi tantangan zaman.
​III. Metodologi Penelitian
​Jenis Penelitian: Kuantitatif dengan analisis deskriptif verifikatif.
​Subjek/Populasi: Mahasiswa Program Studi Matematika Semester II Universitas Pancasakti Tegal dengan total populasi 103 orang dan sampel 40 orang (teknik proportionate cluster random sampling).
​Teknik Pengumpulan Data: Kuesioner dengan Skala Likert (1-4).
​Teknik Analisis: Analisis regresi linear sederhana menggunakan program SPSS.
​IV. Hasil dan Pembahasan
​Berdasarkan analisis data, ditemukan poin-poin utama sebagai berikut:
​Kualitas Kepribadian Pancasila: Responden secara umum memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang Baik (skor di atas 80). Hal ini tercermin dari sikap menjunjung kejujuran, toleransi terhadap perbedaan ras/agama, dan kesadaran akan pentingnya Pancasila sebagai pedoman hidup.
​Sikap Terhadap IPTEK: Responden mampu menyikapi perkembangan IPTEK dengan Baik. Mereka menggunakan teknologi secara bertanggung jawab untuk proses belajar dan bisnis, serta melakukan penyaringan (filtering) terhadap konten negatif seperti pornografi, kekerasan, maupun radikalisme.
​Pengaruh Signifikan: Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap cara mahasiswa menyikapi IPTEK.
​Kontribusi Variabel: Nilai Koefisien Determinasi (R^2) adalah 0,282, yang menunjukkan bahwa variabel mata kuliah Pancasila memberikan kontribusi sebesar 28,2% dalam mempengaruhi sikap terhadap IPTEK, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
​V. Simpulan dan Rekomendasi
​Simpulan: Mata kuliah Pendidikan Pancasila efektif dalam membekali mahasiswa dengan nilai-nilai dasar untuk menghadapi dinamika global. Pancasila berfungsi sebagai penyaring agar kemajuan teknologi tetap memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional.
​Rekomendasi: Mahasiswa sebagai generasi muda wajib berpegang teguh pada Pancasila untuk menyeleksi pengaruh budaya asing. Selain itu, pemerintah perlu memperkuat sistem penyaringan informasi (internet) untuk menangkal radikalisme.