Posts made by Nayla Andara

TA2025 -> CASE STUDY

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

1. Analisis Praktik Manajemen Laba (Earnings Management) Berdasarkan Kasus PT Karya Sentosa:
Indikator dugaan praktik manajemen laba yang muncul dalam laporan keuangan PT Karya Sentosa adalah:

  • Kenaikan signifikan akun piutang usaha yang tidak sebanding dengan peningkatan kas dari operasi, mengindikasikan potensi pencatatan pendapatan yang belum terealisasi kasnya.

  • Penurunan cadangan kerugian piutang, yang bisa menjadi upaya menutupi risiko piutang tak tertagih sehingga laba terlihat meningkat.

  • Peningkatan pendapatan tidak disertai dengan arus kas operasi yang seimbang, menandakan adanya manipulasi akrual (accrual-based earnings management) menggunakan manipulasi pendapatan dan biaya yang diakui.

  • Indikator ini merupakan ciri umum manajemen laba berbasis akrual, yaitu manipulasi angka laba melalui kebijakan akuntansi terkait pengakuan pendapatan dan biaya (discretionary accruals) untuk mencapai target laba tertentu.​

2. Perbandingan Dua Jurnal Ilmiah Terkini tentang Earnings Management:

  1. Jurnal pertama menggunakan pendekatan model Modified Jones untuk mengukur discretionary accruals sebagai indikator earnings management berbasis akrual dengan metode regresi panel data. Studi ini menyoroti pengaruh variabel perusahaan, seperti ukuran dan leverage, terhadap praktik manajemen laba.​

  2. Jurnal kedua membahas perbandingan manajemen laba accrual dan riil dengan fokus pada metodologi pengukuran, yaitu discretionary accruals untuk accrual-based dan abnormal cash flows atau biaya untuk real earnings management. Temuan utama menunjukkan manajer lebih cenderung melakukan manajemen laba riil karena lebih sulit dideteksi auditor dibandingkan accrual-based.​
    Perbedaan metodologi utama terletak pada pendekatan kuantifikasi: model statistik untuk akrual dibandingkan pendekatan aktivitas operasional untuk real earnings management.

3. Evaluasi Praktik Earnings Management:
Praktik earnings management tidak selalu negatif. Secara teori, dalam konteks tertentu, manajemen laba dapat digunakan untuk mengurangi volatilitas laba, mengkomunikasikan prospek perusahaan yang sebenarnya, dan memenuhi ekspektasi pasar dengan wajar. Namun, jika dilakukan berlebihan atau menyesatkan pemangku kepentingan, praktik ini dapat merusak kredibilitas laporan keuangan dan meningkatkan risiko hukum. Literatur empiris menunjukkan adanya trade-off antara manfaat komunikasi dan risiko distorsi informasi jika manajemen laba dilakukan secara agresif.​

4. Kesimpulan dan Rekomendasi untuk Stakeholder PT Karya Sentosa:

Terdapat indikasi kuat praktik earnings management berbasis akrual melalui manipulasi pendapatan dan piutang. Stakeholder, termasuk investor dan regulator, perlu bersikap kritis terhadap laporan keuangan dengan melakukan analisis mendalam terhadap komponen akrual dan arus kas. Rekomendasi bagi perusahaan adalah meningkatkan transparansi pengungkapan, memperkuat kebijakan manajemen risiko piutang, dan menjalankan audit internal yang lebih ketat untuk mencegah praktik manipulasi laba. Bagi auditor dan analis independen, penting menggabungkan analisis akrual dengan real earnings management untuk mendeteksi praktik yang lebih tersembunyi. Pendekatan ini akan membantu memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya dan menjaga kepercayaan pasar.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Nayla Andara -

Nama: Nayla Andara

NPM: 2413031018

Earnings Management adalah tindakan manajemen yang sengaja memanipulasi pelaporan laba dalam laporan keuangan agar sesuai dengan tujuan tertentu, tanpa melanggar aturan akuntansi tetapi dapat menyesatkan para pemangku kepentingan. Berdasarkan jurnal, ada dua perspektif utama terkait earnings management: oportunistik dan sinyal. Perspektif oportunistik menunjukkan bahwa manajer memanfaatkan asimetri informasi untuk memaksimalkan keuntungan pribadi melalui manipulasi laba demi memenuhi kontrak, seperti target hutang atau bonus. Sebaliknya, perspektif sinyal menganggap earnings management sebagai cara manajer menyampaikan informasi prospek perusahaan kepada investor dengan tujuan membantu prediksi kinerja masa depan.

Dua pendekatan utama dalam earnings management adalah accrual (penyesuaian akrual) dan real earnings management (manipulasi kegiatan bisnis riil). Banyak penelitian menggunakan pendekatan accrual karena modelnya sudah mapan, tetapi manajemen laba nyata sering kali lebih sulit dideteksi dan lebih sering digunakan untuk mencapai target laba.

Video Edspira menjelaskan earnings management sebagai upaya pengelolaan waktu transaksi, contohnya menjual aset saat ada keuntungan tidak terealisasi untuk meningkatkan laba pada periode tertentu. Hal ini legal dan berbeda dengan fraud. Kadang manajemen laba juga dilakukan untuk memperhalus laba agar stabil dari waktu ke waktu, seperti menyimpan cadangan laba untuk masa sulit. Namun, praktik ini bisa berpotensi menjadi fraud jika dilakukan secara agresif.

Secara keseluruhan, earnings management memiliki dua sisi: bisa menjadi alat manajemen yang membantu komunikasi dan efisiensi, tetapi juga bisa menyesatkan jika dilakukan untuk keuntungan oportunistik semata.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

Jurnal pertama "Does XBRL adoption increase financial information transparency in digital disclosure environment? Insights from emerging markets" yang membahas harmonisasi pelaporan SDGs dan keberlanjutan perusahaan memberikan wawasan penting tentang kebutuhan integrasi kerangka pelaporan keberlanjutan yang kompleks dan beragam saat ini. Pendekatan interdisipliner dan sistematis yang diusulkan dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan konsistensi dan nilai pelaporan keberlanjutan. Hal ini sangat relevan mengingat tekanan global terhadap transparansi ESG dan kebutuhan perusahaan untuk menyampaikan laporan yang komprehensif, akuntabel, dan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun, implementasi kerangka tersebut membutuhkan dukungan regulasi kuat dan kesiapan organisasi yang cukup, yang menjadi tantangan utama.

Jurnal kedua "Digitalization of Financial Reporting Through XBRL and the Cost of Equity" meneliti dampak adopsi XBRL terhadap biaya ekuitas di pasar modal Indonesia memperlihatkan positifnya efek digitalisasi pelaporan keuangan dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar. Penurunan biaya ekuitas sebagai indikator kepercayaan investor menunjukkan bahwa teknologi pelaporan seperti XBRL dapat menjadi alat strategis untuk memperbaiki kualitas laporan keuangan dan mendorong kestabilan pasar finansial. Meski demikian, adopsi teknologi ini juga membutuhkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia sehingga belum semua perusahaan mampu memaksimalkan manfaatnya.

Secara keseluruhan, kedua jurnal menegaskan pentingnya inovasi dalam pelaporan keuangan dan keberlanjutan baik dari sisi metode pelaporan (harmonisasi SDG) maupun teknologi (XBRL). Mereka saling melengkapi dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan yang lebih baik bagi perusahaan dan pemangku kepentingan. Pendekatan holistik yang menggabungkan kerangka keberlanjutan dan digitalisasi pelaporan merupakan langkah maju yang diperlukan dalam menghadapi tuntutan dunia bisnis modern yang semakin kompleks dan dinamis.

TA2025 -> e-journal

by Nayla Andara -

Nama: Nayla Andara

NPM: 2413031018

Esensi utama yang dapat diambil adalah pentingnya penyelarasan berbagai panduan pelaporan SDGs (Sustainable Development Goals) yang diterbitkan oleh lembaga pelaporan utama seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC) untuk meningkatkan nilai dan efektivitas pelaporan keberlanjutan perusahaan. Jurnal ini menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelaporan SDGs yang berubah seiring waktu dan menekankan perlunya pendekatan sistematis dan kerangka kerja yang kokoh agar perusahaan dapat mengharmonisasikan panduan-panduan tersebut dalam strategi keberlanjutan korporat mereka. Dari sudut akademis, jurnal ini memberikan kontribusi penting dengan menyediakan metodologi dan kerangka alignment yang dapat diadaptasi berulang kali oleh perusahaan untuk memperbaiki kinerja pelaporan SDGs mereka serta meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keterbandingan informasi keberlanjutan yang disampaikan kepada pemangku kepentingan. Penekanan pada integrasi aspek keberlanjutan dalam manajemen strategis dan pengendalian akuntansi perusahaan juga sangat relevan dengan kebutuhan dunia bisnis saat ini yang semakin mengutamakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Bagi mahasiswa, jurnal ini membuka wawasan bagaimana teori dan praktik pelaporan keberlanjutan dapat saling melengkapi dan memberikan arah konkret bagi pengembangan standar pelaporan yang lebih terstruktur dan berdaya guna dalam konteks corporate sustainability global.

TA2025 -> CASE STUDY

by Nayla Andara -

Nama: Nayla Andara

NPM: 2413031018

1. PT Sumber Hijau menghadapi tantangan utama dalam menyelaraskan ekspansi bisnis kelapa sawit di Kalimantan Timur dengan prinsip keberlanjutan karena harus menanggapi kekhawatiran LSM dan masyarakat adat terkait potensi kerusakan hutan hujan tropis dan dampak negatif terhadap sumber daya lokal. Di sisi lain, manajemen menilai bahwa ekspansi ini penting untuk menciptakan lapangan kerja serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Perusahaan juga menghadapi tekanan dari investor global yang semakin fokus pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sehingga perlu memperkuat pelaporan keberlanjutan dengan mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya SDG 13, 15, dan 8. Tantangan ini diperparah oleh belum adanya aturan baku dalam PSAK yang mengakomodasi pelaporan ESG secara menyeluruh.

2. Pendekatan teori akuntansi positif dapat membantu memahami pelaporan keberlanjutan PT Sumber Hijau sebagai respons manajemen terhadap tekanan eksternal dari pemangku kepentingan seperti LSM, masyarakat, dan investor untuk mempertahankan legitimasi dan reputasi perusahaan. Sebaliknya, teori akuntansi normatif menekankan bagaimana pelaporan keberlanjutan seharusnya dilakukan, yakni dengan transparansi, akuntabilitas, dan etika yang kuat agar pelaporan tidak hanya menjadi alat untuk memenuhi tuntutan tetapi juga mendorong praktik bisnis yang berkelanjutan.

3. Dalam mengintegrasikan pelaporan SDGs ke dalam laporan keuangan, PT Sumber Hijau dapat menggunakan standar GRI sebagai acuan utama karena GRI memberikan kerangka komprehensif yang sesuai dengan indikator keberlanjutan dan SDGs. Perusahaan dapat menyusun laporan keberlanjutan terpisah yang melengkapi laporan keuangan konvensional berdasarkan PSAK, atau mengadopsi pendekatan integrated reporting yang menggabungkan informasi keuangan dan non-keuangan secara terpadu sehingga mencerminkan kinerja keberlanjutan secara holistik dan transparan.

4. Sebagai akuntan yang bertanggung jawab, disarankan untuk menyusun narasi laporan keberlanjutan yang menyajikan gambaran seimbang antara keuntungan ekonomi seperti penciptaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan sosial. Narasi tersebut harus disusun dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dan LSM. Pendekatan ini akan memperkuat legitimasi dan akuntabilitas laporan dalam memenuhi ekspektasi stakeholder lokal dan global.