Terlampir e-journal terkait materi, silakan dibaca dan berikan respon Anda terkait esensi isi artikel disini ya...
e-journal
NPM : 2413031004
Esensi dari artikel Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on reporting membahas bagaimana perusahaan dapat meningkatkan nilai keberlanjutan dengan menyelaraskan berbagai panduan Sustainable Development Goals (SDGs) dari Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC). Penelitian ini muncul karena banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam menggunakan berbagai panduan SDGs yang berbeda, sehingga pelaporan keberlanjutan menjadi kurang efektif dan sulit dibandingkan antara satu perusahaan dengan yang lain. Untuk menjawab masalah tersebut, para penulis mengembangkan pendekatan dan kerangka penyelarasan (alignment approach dan alignment framework) yang membantu perusahaan menggabungkan panduan dari GRI dan IIRC secara sistematis. Pendekatan ini diuji melalui studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi besar untuk melihat penerapannya di dunia nyata.
Dari temuan penelitian, diketahui bahwa penyelarasan panduan SDGs dapat membantu perusahaan menghasilkan laporan keberlanjutan yang lebih terarah, konsisten, dan mudah dipahami. Selain itu, pendekatan ini juga membantu perusahaan mengatasi tantangan dalam pelaporan SDGs, sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi dan kegiatan bisnis. Artikel ini menekankan bahwa pelaporan keberlanjutan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian penting dari strategi perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang, baik bagi pemangku kepentingan maupun lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan panduan praktis dan bermanfaat bagi perusahaan yang ingin memperkuat komitmen terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.
NPM : 2413031001
Artikel ini membahas pengembangan kerangka pelaporan keberlanjutan perusahaan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Penelitian ini menawarkan metode penyelarasan struktural antara panduan SDGs dari Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC) agar perusahaan dapat meningkatkan kinerja pelaporan dan pencapaian target keberlanjutan. Studi pada empat perusahaan telekomunikasi menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ini membantu perusahaan menghadapi tantangan pelaporan SDGs secara lebih efektif, meningkatkan transparansi, serta memberikan nilai tambah bagi literatur strategi keberlanjutan korporasi.
Npm : 2413031013
Jurnal “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting” yang ditulis oleh Kücükgül, Cerin, dan Liu (2021) mengkaji metode untuk memperbaiki efektivitas laporan keberlanjutan melalui penyesuaian panduan SDGs dari Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC). Penelitian ini muncul akibat tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengkombinasikan kedua panduan itu, sehingga laporan keberlanjutan sering kali tidak konsisten dan sulit untuk dibandingkan. Untuk mengatasi isu ini, para penulis merancang kerangka penyelarasan dan enam langkah pendekatan penyelarasan untuk membantu perusahaan dalam mengintegrasikan panduan SDGs sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berupa kajian literatur, analisis data sekunder, wawancara, dan studi kasus terhadap empat perusahaan telekomunikasi (Telia, Telenor, BT Group, dan Turkcell), temuan penelitian menunjukkan bahwa penyelarasan panduan SDGs dapat memperbaiki kualitas, konsistensi, dan relevansi dari laporan keberlanjutan. Tantangan utama yang diidentifikasi mencakup kesulitan dalam mengukur tujuan SDGs secara angka, kurangnya partisipasi dari pemangku kepentingan, serta kebutuhan akan legitimasi organisasi.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan sumbangan dengan menyajikan kerangka yang praktis dan teoritis agar laporan keberlanjutan menjadi lebih transparan, dapat dibandingkan, dan strategis, serta benar-benar menggambarkan kontribusi nyata perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.
Npm: 2413031014
Artikel “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting” membahas pentingnya penyelarasan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan, seperti GRI dan IIRC, agar perusahaan dapat melaporkan kontribusinya terhadap SDGs secara lebih terarah dan bermakna. Penulis menyoroti bahwa banyak perusahaan hanya mencantumkan SDGs secara simbolis tanpa benar-benar menunjukkan hubungan antara strategi bisnis dan dampak nyata yang dihasilkan.
Melalui pendekatan alignment, artikel ini menunjukkan bahwa pelaporan yang terintegrasi dengan strategi perusahaan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan nilai keberlanjutan. Namun, penulis juga menekankan bahwa penerapan pendekatan ini memerlukan kapasitas dan komitmen tinggi dari perusahaan.
Bagi perusahaan seperti PT Lestari Mineral, gagasan ini sangat relevan. Dengan menyelaraskan kebijakan akuntansi lingkungan dan pelaporan SDGs, perusahaan dapat menunjukkan tanggung jawab sosial serta memperkuat citra sebagai entitas yang berorientasi pada keberlanjutan, bukan sekadar pencapaian laba.
NPM: 2413031026
Artikel “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting” membahas pentingnya penyelarasan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan seperti GRI dan IIRC agar perusahaan dapat melaporkan kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) secara lebih efektif dan konsisten. Penulis menyoroti bahwa banyak perusahaan mengalami kesulitan karena beragamnya pedoman yang ada dan kurangnya keselarasan antar panduan tersebut.
Untuk mengatasinya, artikel ini menawarkan kerangka penyelarasan (alignment framework) yang membantu perusahaan menyesuaikan strategi, praktik, dan pelaporan keberlanjutan agar saling terhubung dan bernilai bagi pemangku kepentingan. Melalui studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan penyelarasan dapat meningkatkan kualitas laporan dan transparansi keberlanjutan.
Esensi dari artikel ini adalah bahwa pelaporan keberlanjutan tidak hanya tentang memenuhi kewajiban formal, tetapi juga tentang menyatukan strategi bisnis dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) sehingga menghasilkan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat.
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018
Esensi utama yang dapat diambil adalah pentingnya penyelarasan berbagai panduan pelaporan SDGs (Sustainable Development Goals) yang diterbitkan oleh lembaga pelaporan utama seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC) untuk meningkatkan nilai dan efektivitas pelaporan keberlanjutan perusahaan. Jurnal ini menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelaporan SDGs yang berubah seiring waktu dan menekankan perlunya pendekatan sistematis dan kerangka kerja yang kokoh agar perusahaan dapat mengharmonisasikan panduan-panduan tersebut dalam strategi keberlanjutan korporat mereka. Dari sudut akademis, jurnal ini memberikan kontribusi penting dengan menyediakan metodologi dan kerangka alignment yang dapat diadaptasi berulang kali oleh perusahaan untuk memperbaiki kinerja pelaporan SDGs mereka serta meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keterbandingan informasi keberlanjutan yang disampaikan kepada pemangku kepentingan. Penekanan pada integrasi aspek keberlanjutan dalam manajemen strategis dan pengendalian akuntansi perusahaan juga sangat relevan dengan kebutuhan dunia bisnis saat ini yang semakin mengutamakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Bagi mahasiswa, jurnal ini membuka wawasan bagaimana teori dan praktik pelaporan keberlanjutan dapat saling melengkapi dan memberikan arah konkret bagi pengembangan standar pelaporan yang lebih terstruktur dan berdaya guna dalam konteks corporate sustainability global.
NPM : 2413031033
Artikel ini membahas tentang peningkatan nilai keberlanjutan perusahaan (corporate sustainability) melalui pendekatan penyelarasan (alignment) berbagai panduan pelaporan terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari dua kerangka pelaporan utama, yaitu Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC).
Esensi utama artikel ini adalah mengatasi tantangan yang dihadapi perusahaan dalam melaporkan komitmen mereka terhadap SDGs dengan menyelaraskan berbagai panduan pelaporan yang ada sehingga perusahaan bisa mendapatkan manfaat maksimal dalam memenuhi target keberlanjutan mereka dan menyediakan laporan yang bernilai untuk para pemangku kepentingan.
Artikel ini mengembangkan sebuah kerangka dan metodologi penyelarasan yang dapat digunakan secara berulang oleh perusahaan untuk mengharmonisasikan panduan-panduan SDGs dari GRI dan IIRC. Melalui studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi, artikel menunjukkan bahwa meskipun perusahaan bergerak di sektor yang sama, mereka menginterpretasikan dan memprioritaskan SDGs secara berbeda. Karena itu, pendekatan yang disesuaikan (tailor-made) sangat penting untuk membantu perusahaan mengatasi tantangan pelaporan SDGs mereka.
Pendekatan penyelarasan ini terdiri dari tiga bagian: mengapa (WHY) perlu melakukan penyelarasan, bagaimana (HOW) melakukan penyelarasan tersebut, dan apa (WHAT) yang perlu diselaraskan. Metode ini membantu perusahaan dalam mengidentifikasi tantangan pelaporan SDGs terkini, mengevaluasi kontribusi panduan GRI dan IIRC sesuai dengan segmen keberlanjutan korporat seperti penilaian keberlanjutan, perspektif internal-eksternal, strategi keberlanjutan, dan pengendalian manajemen, serta menyusun tabel penyelarasan untuk meningkatkan kinerja pelaporan SDGs.
Hasil utama menunjukkan bahwa dengan menggunakan kerangka dan pendekatan penyelarasan ini, perusahaan dapat meningkatkan kinerja pelaporan SDGs mereka secara signifikan, terutama dengan memanfaatkan panduan SDG Disclosures dari IIRC dan Analysis of Goals and Targets dari GRI. Ini juga membantu meningkatkan transparansi, konsistensi, dan perbandingan laporan keberlanjutan antar perusahaan dalam sektor yang sama.
Kesimpulan artikel menegaskan bahwa penyelarasan panduan pelaporan SDGs dari berbagai kerangka pelaporan utama sangat penting untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam perencanaan finansial, strategi, dan operasional perusahaan, serta memenuhi harapan pemangku kepentingan secara lebih efektif dan transparan.
NPM : 2413031035
Artikel berjudul “Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on Reporting” membahas pentingnya menyelaraskan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan, seperti GRI dan IIRC, agar perusahaan dapat melaporkan kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) secara lebih konsisten dan efektif. Penulis menekankan bahwa banyak perusahaan masih menghadapi tantangan akibat banyaknya pedoman yang berbeda serta kurangnya harmonisasi antarstandar tersebut.
Sebagai solusi, artikel ini memperkenalkan kerangka penyelarasan (alignment framework) yang dirancang untuk membantu perusahaan menyesuaikan strategi, praktik, dan pelaporan keberlanjutan agar lebih terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan. Berdasarkan studi kasus terhadap empat perusahaan telekomunikasi, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan kerangka tersebut dapat meningkatkan kualitas laporan serta transparansi dalam pelaporan keberlanjutan.
Inti dari artikel ini menegaskan bahwa pelaporan keberlanjutan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah upaya strategis untuk menghubungkan tujuan bisnis dengan pencapaian SDGs, sehingga mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
NPM: 2413031029
Esensi dari artikel tersebut adalah untuk mengatasi masalah inkoherensi dan kompleksitas yang dihadapi perusahaan dalam pelaporan keberlanjutan (corporate sustainability) yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Dengan semakin banyaknya kerangka pelaporan global (seperti GRI, SASB, atau TCFD) yang mengeluarkan panduan spesifik SDGs, perusahaan kesulitan memilih metrik yang tepat, dan investor kesulitan membandingkan kinerja antarperusahaan. Untuk itu, jurnal ini mengusulkan dan mengembangkan kerangka kerja penyelarasan (alignment framework) yang berbasis taksonomi. Kerangka ini berfungsi memetakan dan menyatukan berbagai panduan pelaporan SDGs yang berbeda, sehingga perusahaan dapat mengintegrasikan persyaratan pelaporan secara lebih efisien. Hasilnya, kerangka ini diharapkan mampu meningkatkan nilai pelaporan keberlanjutan korporat dengan menciptakan informasi SDGs yang lebih koheren, terstruktur, dan memiliki daya banding yang lebih tinggi di pasar.
NPM: 2413031028
Artikel "Enhancing the value of corporate sustainability: An approach for aligning multiple SDGs guides on reporting" menguraikan pentingnya menyelaraskan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan agar perusahaan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penulis menekankan bahwa pelaporan yang efektif harus mengintegrasikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi secara menyeluruh, serta memperkuat nilai perusahaan melalui pendekatan yang kompatibel dengan berbagai panduan pelaporan SDGs.
Pendekatan yang diusulkan menekankan perlunya sistem manajemen yang kuat agar keputusan bisnis dapat selaras dengan SDGs, baik dari sisi normatif, strategis, maupun operasional. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga mampu mengintegrasikan SDGs ke dalam strategi bisnis dan proses pengambilan keputusan sehari-hari, sehingga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan pemangku kepentingan.
Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pelaporan keberlanjutan. Dengan memperhatikan kepentingan berbagai pihak, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih baik, meningkatkan kinerja keuangan, dan memperkuat posisi kompetitifnya di pasar. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pelaporan keberlanjutan yang lebih standar dan efektif di tingkat lokal, nasional, maupun global.
NPM : 2413031019.
Esensi dari artikel Improving Corporate Reporting on SDGs: Integrating Frameworks for Effective Sustainability Disclosure membahas bagaimana perusahaan dapat memperkuat kinerja keberlanjutan melalui integrasi berbagai standar pelaporan Sustainable Development Goals (SDGs), seperti yang dikembangkan oleh Global Reporting Initiative (GRI) dan United Nations Global Compact (UNGC). Penelitian ini muncul karena masih banyak perusahaan yang kesulitan dalam menyesuaikan laporan keberlanjutan mereka dengan beragam panduan yang ada, sehingga laporan menjadi tidak konsisten dan sulit dibandingkan antar sektor. Untuk mengatasi hal ini, penulis mengusulkan model integratif pelaporan SDGs yang menekankan keterkaitan antara indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan. Model tersebut dirancang agar perusahaan dapat menilai kontribusinya terhadap pencapaian SDGs secara lebih terukur dan transparan. Pendekatan ini kemudian diuji melalui studi kasus pada beberapa perusahaan energi dan manufaktur besar guna menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas serta akuntabilitas laporan keberlanjutan di dunia nyata.
NPM : 2413031008
Artikel “Enhancing the value of corporate sustainability: An approach for aligning multiple SDGs guides on reporting” menjelaskan bahwa banyak perusahaan masih bingung karena adanya berbagai pedoman SDGs dari standar pelaporan yang berbeda, seperti GRI dan . Perbedaan panduan ini sering membuat perusahaan kesulitan dalam menyusun laporan keberlanjutan yang konsisten dan terstruktur.
Untuk mengatasi hal tersebut, artikel ini menawarkan pendekatan alignment atau penyelarasan. Melalui kerangka ini, perusahaan dapat menghubungkan tujuan SDGs yang relevan dengan strategi bisnis serta indikator pelaporan secara lebih jelas. Studi pada beberapa perusahaan telekomunikasi menunjukkan bahwa penyelarasan panduan SDGs dapat meningkatkan kualitas laporan dan membantu perusahaan menyampaikan komitmen keberlanjutan secara lebih bermakna.
Pendekatan ini juga memiliki nilai praktis bagi perusahaan. Dengan menerapkan kerangka alignment, perusahaan dapat meningkatkan transparansi, mengisi kekurangan dalam pelaporan SDGs, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan. Hal ini membantu perusahaan fokus pada SDGs yang paling terkait dengan aktivitas bisnis mereka sehingga laporan keberlanjutan menjadi lebih relevan.
Meski demikian, artikel ini memiliki keterbatasan. Kerangka yang ditawarkan masih berfokus pada penyelarasan di tingkat tujuan SDGs dan belum mengulas target SDGs yang lebih detail. Selain itu, penerapannya membutuhkan sumber daya, data yang baik, dan komitmen manajemen agar hasilnya benar-benar efektif.
Nama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012
Artikel yang membahas mengenai "Enhancing the value of corporate sustainability: An approach for aligning multiple SDGs guides on reporting" menjelaskan bahwa perusahaan perlu menyelaraskan berbagai panduan pelaporan keberlanjutan agar dapat berkontribusi secara maksimal pada pencapaian SDGs. Penulis menekankan bahwa laporan keberlanjutan yang baik harus mencakup aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi secara terpadu, serta mampu meningkatkan nilai perusahaan melalui penggunaan panduan pelaporan SDGs yang saling mendukung dan tidak bertentangan.
Pendekatan yang ditawarkan dalam artikel ini menyoroti pentingnya memiliki sistem manajemen yang kuat agar setiap keputusan bisnis selaras dengan SDGs, baik pada tingkat prinsip dasar, strategi jangka panjang, maupun kegiatan operasional sehari-hari. Dengan cara ini, perusahaan tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban membuat laporan, tetapi benar-benar mengintegrasikan SDGs ke dalam strategi bisnis dan proses pengambilan keputusan, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan semua pihak yang terkait.
Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pelaporan keberlanjutan. Dengan memahami kebutuhan dan harapan berbagai pihak, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih baik, meningkatkan kinerja keuangan, dan memperkuat daya saing di pasar. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kebijakan pelaporan keberlanjutan yang lebih seragam, efektif, dan mudah diterapkan di tingkat lokal, nasional, maupun global.
NPM : 2413031007
Artikel ini membahas batasan-batasan dalam kerangka konseptual pelaporan keuangan, khususnya dalam konteks bagaimana standar akuntansi dibangun dan diterapkan untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan. Melalui telaah literatur, artikel menekankan bahwa tujuan utama pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan dan andal, namun pencapaian tujuan tersebut sering terhambat oleh berbagai keterbatasan seperti subjektivitas dalam estimasi, perbedaan interpretasi standar, serta kebutuhan untuk menyeimbangkan relevansi dan keandalan. Selain itu, artikel menyoroti bahwa kerangka konseptual tidak selalu mampu memberikan panduan yang sepenuhnya jelas dalam menghadapi transaksi modern yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, artikel menjelaskan bahwa dinamika ekonomi global, perkembangan pasar keuangan, serta perubahan kebutuhan pengguna laporan keuangan menuntut kerangka konseptual yang lebih adaptif. Namun, karena standar akuntansi juga dipengaruhi oleh aspek ekonomi politik, keputusan standard-setting sering melibatkan kompromi antara kepentingan regulator, perusahaan, auditor, dan masyarakat. Kondisi ini menyebabkan pelaporan keuangan tidak hanya menjadi proses teknis, tetapi juga arena negosiasi berbagai kepentingan. Secara keseluruhan, artikel menegaskan bahwa memahami batasan kerangka konseptual penting agar pelaporan keuangan dapat diterapkan secara konsisten, transparan, dan sesuai dengan perkembangan praktik ekonomi yang terus berubah.
NPM : 2413031020
Esensi dari artikel Enhancing the Value of Corporate Sustainability: An Approach for Aligning Multiple SDGs Guides on reporting membahas pentingnya harmonisasi berbagai panduan pelaporan Sustainable Development Goals (SDGs) dari framework seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC) untuk meningkatkan kinerja pelaporan keberlanjutan perusahaan. Esensi utama artikel adalah perlunya pendekatan struktural dan metodologi aligmen yang sistematis agar perusahaan dapat memenuhi tantangan pelaporan SDGs yang terus berkembang, memperkuat strategi keberlanjutan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas terhadap stakeholder. Dengan memetakan tantangan pelaporan SDGs dan mengintegrasikan panduan dari berbagai framework, perusahaan dapat menciptakan pelaporan yang lebih relevan, konsisten, dan dapat dibandingkan, sekaligus menangani isu-isu seperti greenwashing dan ketidaksesuaian target pelaporan. Pendekatan ini sangat relevan bagi perusahaan seperti PT Lestari Mineral yang beroperasi di industri yang kompleks dan dihadapkan pada tekanan ekonomi politik serta ekspektasi beragam stakeholder.
Nama : Eris Ana Dita
Npm : 2413031017
Esensinya terletak pada analisis empat segmen keberlanjutan korporat (assessment, inside-out perspective, strategy, management accounting & control) melalui studi kasus empat perusahaan telekomunikasi (Telia, Telenor, BT Group, Turkcell), yang mengidentifikasi 15 tantangan pelaporan SDGs seperti kuantifikasi target dan integrasi value chain, serta metrik untuk mengukur kemajuan. Pendekatan ini menjawab gap literatur dengan memastikan pelaporan transparan, comparable, dan strategis, menghindari greenwashing melalui teori legitimacy dan stakeholder, serta mendukung perusahaan Indonesia seperti PT Hijau Lestari dalam sustainability reporting GRI yang selaras regulasi OJK. Bagi konteks Indonesia, pendekatan ini relevan untuk fintech seperti PT Delta Finansial atau agribisnis PT Hijau Lestari, dengan menggabungkan blockchain untuk traceability SDGs (SDG 12, 13) sesuai POJK 51/2017 dan SPK IAI, mencegah decoupling antara laporan dan operasi nyata.
NPM:2413031034
Esensi dari artikel Improving Corporate Reporting on SDGs: Integrating Frameworks for Effective Sustainability Disclosure membahas bagaimana perusahaan dapat memperkuat kinerja keberlanjutan melalui integrasi berbagai standar pelaporan Sustainable Development Goals (SDGs), seperti yang dikembangkan oleh Global Reporting Initiative (GRI) dan United Nations Global Compact (UNGC). Penelitian ini muncul karena masih banyak perusahaan yang kesulitan dalam menyesuaikan laporan keberlanjutan mereka dengan beragam panduan yang ada, sehingga laporan menjadi tidak konsisten dan sulit dibandingkan antar sektor. Untuk mengatasi hal ini, penulis mengusulkan model integratif pelaporan SDGs yang menekankan keterkaitan antara indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan. Model tersebut dirancang agar perusahaan dapat menilai kontribusinya terhadap pencapaian SDGs secara lebih terukur dan transparan. Pendekatan ini kemudian diuji melalui studi kasus pada beberapa perusahaan energi dan manufaktur besar guna menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas serta akuntabilitas laporan keberlanjutan di dunia nyata.
NPM : 2413031023
Artikel “Enhancing the value of corporate sustainability: An approach for aligning multiple SDGs guides on reporting” menjelaskan bahwa banyak perusahaan masih bingung karena adanya berbagai pedoman SDGs dari standar pelaporan yang berbeda, seperti GRI dan . Perbedaan panduan ini sering membuat perusahaan kesulitan dalam menyusun laporan keberlanjutan yang konsisten dan terstruktur.
Dari sudut akademis, jurnal ini memberikan kontribusi penting dengan menyediakan metodologi dan kerangka alignment yang dapat diadaptasi berulang kali oleh perusahaan untuk memperbaiki kinerja pelaporan SDGs mereka serta meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keterbandingan informasi keberlanjutan yang disampaikan kepada pemangku kepentingan. Penekanan pada integrasi aspek keberlanjutan dalam manajemen strategis dan pengendalian akuntansi perusahaan juga sangat relevan dengan kebutuhan dunia bisnis saat ini yang semakin mengutamakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Bagi mahasiswa, jurnal ini membuka wawasan bagaimana teori dan praktik pelaporan keberlanjutan dapat saling melengkapi dan memberikan arah konkret bagi pengembangan standar pelaporan yang lebih terstruktur
NPM: 2413031010
Artikel “Enhancing the value of corporate sustainability: An approach for aligning multiple SDGs guides on reporting” membahas bagaimana perusahaan sering kesulitan menggunakan berbagai pedoman SDGs yang berbeda karena kompleksitas tujuan keberlanjutan dan banyaknya standar pelaporan yang tersedia. Untuk menjawab masalah tersebut, artikel ini menawarkan pendekatan penyelarasan (alignment approach) yang dapat membantu perusahaan menghubungkan dan mengintegrasikan panduan SDGs seperti GRI dan IIRC ke dalam laporan dan strategi keberlanjutan mereka.
Pendekatan ini dinilai bermanfaat karena membuat pelaporan SDGs menjadi lebih terstruktur, konsisten, dan relevan, sehingga laporan tidak hanya bersifat naratif tetapi benar-benar menunjukkan kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi juga menunjukkan bahwa setiap perusahaan menafsirkan SDGs secara berbeda, sehingga metode penyelarasan ini membantu menciptakan kerangka kerja yang lebih seragam dan mudah dipahami.
Namun, implementasinya tetap menuntut kapasitas internal yang kuat, pemahaman yang memadai tentang pedoman keberlanjutan, serta komitmen manajemen. Meski begitu, artikel ini memberikan nilai akademis dan praktis karena memperlihatkan bahwa pelaporan keberlanjutan tidak hanya soal kepatuhan, melainkan bagian dari strategi perusahaan dan sistem pengendalian manajemen.
Nama : Revie Nevilla Extin
NPM : 2413031027
Jurnal “Enhancing the value of corporate sustainability” membahas bagaimana perusahaan dapat meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan dengan menyelaraskan berbagai pedoman SDGs, seperti GRI dan IIRC. Meskipun banyak pedoman tersedia, perusahaan sering mengalami kesulitan dalam menggunakannya secara efektif karena kontribusi pedoman tersebut belum terkoordinasi.
Penulis mengusulkan sebuah kerangka penyelarasan (alignment framework) untuk mengintegrasikan pedoman dari berbagai sumber sehingga perusahaan dapat menyusun laporan yang lebih konsisten, relevan, dan strategis. Studi kasus pada beberapa perusahaan menunjukkan bahwa pendekatan ini membantu meningkatkan kualitas laporan dalam aspek strategi keberlanjutan, penilaian dampak, dan integrasi tujuan SDGs dengan kegiatan bisnis nyata.
Intinya, jurnal ini menekankan bahwa nilai pelaporan keberlanjutan tidak hanya tergantung pada banyaknya pedoman yang tersedia, tetapi juga pada kemampuan perusahaan untuk mengharmonisasikan pedoman secara sistematis, sehingga laporan yang dihasilkan dapat memberikan informasi yang jelas, andal, dan bermanfaat bagi pemangku kepentingan.
Nama : Paulina Silaban
NPM : 2413031016
Jurnal ini membahas bagaimana perusahaan dapat meningkatkan nilai pelaporan keberlanjutan korporatnya dengan lebih baik melalui penyelarasan pedoman berbagai standar SDGs (Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), khususnya antara pedoman dari Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC).
Intinya, banyak perusahaan kesulitan menggunakan berbagai panduan SDGs dari standar pelaporan yang berbeda untuk mencapai tujuan keberlanjutan mereka secara efektif. Jurnal ini mencoba menjawab tantangan itu dengan membuat sebuah metode penyelarasan (alignment approach) dan kerangka kerja (alignment framework) yang dapat membantu perusahaan dalam:
- Memahami mengapa perlu menyelaraskan panduan‑panduan SDGs tersebut
- Bagaimana mereka dapat menyelaraskannya secara sistematis
- Apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan kontribusi terhadap SDGs dalam pelaporan mereka
Dengan pendekatan ini, perusahaan bisa menaikkan kualitas pelaporan SDGs yang mereka sampaikan kepada para pemangku kepentingan seperti investor, pelanggan, regulator, dan publik.
NPM: 2413031021
Esensi dari artikel ini adalah tentang cara perusahaan dapat meningkatkan nilai keberlanjutan dengan menyelaraskan panduan Sustainable Development Goals (SDGs) dari Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC). Banyak perusahaan kesulitan dalam menggunakan berbagai panduan SDGs, sehingga pelaporan keberlanjutan menjadi tidak efektif. Untuk mengatasi masalah ini, penulis mengembangkan pendekatan dan kerangka penyelarasan yang membantu menggabungkan panduan GRI dan IIRC. Pendekatan ini diuji melalui studi kasus pada empat perusahaan telekomunikasi.
Dari penelitian, didapati bahwa penyelarasan panduan SDGs membantu perusahaan menghasilkan laporan yang lebih fokus, konsisten, dan jelas. Pendekatan ini juga membantu mengatasi tantangan dalam pelaporan SDGs dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis. Artikel menekankan bahwa pelaporan keberlanjutan penting bagi strategi perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan dan lingkungan. Penelitian ini memberikan panduan praktis untuk perusahaan yang ingin memperkuat komitmen terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.
NPM : 2413031002
Artikel diatas menegaskan keterkaitan yang erat antara aktivitas bisnis dan isu keberlanjutan lingkungan. Artikel ini menguraikan bahwa kegiatan ekonomi, terutama pada sektor industri dan pengelolaan sumber daya alam, memberikan tekanan yang cukup besar terhadap lingkungan, sehingga perusahaan perlu memasukkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam kebijakan serta strategi operasionalnya. Selain itu, ditekankan bahwa praktik transparansi dan pelaporan keberlanjutan yang andal berperan penting dalam meningkatkan akuntabilitas perusahaan sekaligus membangun kepercayaan para pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, artikel tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak lagi sekadar tuntutan etis atau regulasi, melainkan telah menjadi elemen strategis yang berpengaruh terhadap kinerja jangka panjang dan legitimasi perusahaan.
NPM: 2413031022
Artikel ini membahas tantangan yang dihadapi perusahaan ketika berusaha memenuhi komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pelaporan yang transparan, relevan, dan bernilai bagi para pemangku kepentingan. Dalam dua dekade terakhir, berbagai kerangka pelaporan keberlanjutan seperti Global Reporting Initiative (GRI) dan International Integrated Reporting Council (IIRC) telah berkembang dan menyediakan panduan untuk membantu perusahaan melaporkan kontribusinya terhadap SDGs. Namun, karena jumlah panduan yang banyak dengan fokus dan struktur yang berbeda‑beda serta tantangan pelaporan yang terus berubah, perusahaan sering mengalami kesulitan untuk memanfaatkan panduan ini secara efektif. Oleh karena itu, artikel ini mengusulkan sebuah metode alignment (penyelarasan) yang sistematis dan kerangka kerja (alignment framework) yang kuat untuk membantu perusahaan menyelaraskan berbagai panduan SDGs dari GRI dan IIRC sehingga pelaporan keberlanjutan mereka menjadi lebih sistematis, konsisten, dan bernilai strategis. 
Dalam penelitian ini, penulis menerapkan alignment approach pada empat perusahaan di sektor telekomunikasi untuk mengevaluasi kontribusi panduan SDGs terhadap kinerja pelaporan dan tantangan pelaporan mereka. Metode ini mempertimbangkan empat segmen utama dari corporate sustainability, yaitu penilaian keberlanjutan (sustainability assessment), perspektif inside‑out, strategi keberlanjutan, serta akuntansi dan pengendalian manajemen keberlanjutan. Dengan menyusun alignment tables, perusahaan dapat melihat bagaimana kombinasi panduan dari GRI dan IIRC dapat digunakan untuk mengatasi tantangan spesifik dalam pelaporan SDGs mereka dan memperbaiki kualitas pelaporan agar lebih komparabel, konsisten, dan relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyelarasan tersebut mampu membantu perusahaan meningkatkan performa pelaporan SDGs dan memberikan nilai tambah strategis karena pelaporan tidak lagi bersifat naratif semata tetapi terintegrasi dalam aktivitas bisnis inti serta relevan bagi pemangku kepentingan. 
Secara keseluruhan, artikel ini menekankan bahwa corporate sustainability reporting yang efektif bukan hanya tentang mengisi format laporan, tetapi tentang pemahaman yang lebih dalam terhadap kontribusi perusahaan terhadap tujuan global SDGs dan bagaimana panduan pelaporan dapat diintegrasikan secara sistematis ke dalam strategi dan operasi perusahaan. Pendekatan alignment yang diusulkan membantu memperjelas peran masing‑masing panduan pelaporan dalam mengatasi tantangan spesifik perusahaan, sehingga pelaporan keberlanjutan menjadi lebih robust, relevant, dan bernilai tambah. 
Opini saya, artikel ini memberikan kontribusi penting untuk literatur strategi keberlanjutan karena tidak hanya menekankan pentingnya pelaporan yang berkualitas, tetapi juga menunjukkan bagaimana perusahaan dapat secara pragmatis memanfaatkan panduan pelaporan yang ada untuk menyusun laporan SDGs yang lebih bermakna. Pendekatan sistematis semacam ini sangat berguna untuk organisasi yang ingin menyajikan pelaporan keberlanjutan yang tidak hanya memenuhi persyaratan keterbukaan, tetapi juga mencerminkan strategi dan komitmen nyata terhadap pencapaian SDGs.