གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Kirana Amalia Putri Sigid

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Kirana Amalia Putri Sigid གིས-
Nama : Kirana Amalia Putri Sigid
NPM : 2415012045
Kelas : A

Dalam jurnal yang berjudul "Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia" membahas hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia, menggunakan Pancasila sebagai sumber nilai dan etika. Tujuan negara Indonesia, seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, menjadi dasar perumusan politik hukum untuk mencapai cita-cita bersama bangsa. Politik hukum di Indonesia telah berkembang sejak TAP MPRS No. 2 tahun 1960 yang mengarah pada perencanaan hukum melalui Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), diperbarui setiap lima tahun.

Di negara ini, hukum tidak hanya berfungsi sebagai alat pengaturan sosial, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai etika yang tertuang dalam Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila menjadi dasar fundamental yang membentuk norma dan aturan, di mana setiap kebijakan hukum harus sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya. Dengan demikian, hukum di Indonesia diharapkan bukan hanya berfungsi secara teknis dan formal, tetapi juga memiliki dimensi etis yang kuat yang mendukung prinsip keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan bersama.

Selanjutnya, jurnal ini menyoroti bahwa keterkaitan antara hukum dan etika ini sangat penting untuk memastikan bahwa politik hukum di Indonesia memiliki arah yang jelas pada kepentingan masyarakat. Hukum yang dibuat tanpa landasan etika cenderung menjadi kaku dan rentan terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Pancasila sebagai sumber etik nasional menjadi pedoman agar peraturan yang dibuat mampu melindungi hak-hak asasi manusia, menghargai keberagaman, dan mendorong keadilan sosial.

Kesimpulannya ialah bahwa untuk membangun sistem hukum yang adil dan bermoral di Indonesia, politik hukum harus selalu berpijak pada nilai-nilai etika Pancasila. Keterkaitan antara hukum dan etika ini mencerminkan bahwa hukum yang baik seharusnya mencerminkan kepentingan masyarakat luas. Dengan memprioritaskan etika berbasis Pancasila, diharapkan hukum di Indonesia dapat menciptakan keadilan yang merata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam hukum di Indonesia merupakan upaya untuk membangun peradaban hukum yang tidak hanya sah secara formal tetapi juga bermakna secara moral, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai cita-cita bangsa.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum tanggapan Artikel

Kirana Amalia Putri Sigid གིས-
Nama : Kirana Amalia Putri Sigid
NPM : 2415012045
Kelas : A

Artikel ini membahas fungsi filsafat Pancasila dalam pendidikan ilmu pengetahuan di Indonesia, menekankan pentingnya Pancasila sebagai fondasi filosofis bagi sistem pendidikan nasional. Menurut artikel tersebut, Pancasila memiliki nilai-nilai kritis, fundamental, rasional, dan komprehensif yang menjadi acuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan mendasarkan sistem pendidikan pada Pancasila, pendidikan diharapkan dapat mencapai tujuan nasional melalui penerapan nilai-nilai Pancasila.

Pendidikan, yang dianggap sebagai fenomena penting dalam kehidupan manusia, harus mengikuti ideologi bangsa, yaitu Pancasila dalam konteks Indonesia. Filsafat Pancasila diusulkan sebagai "ruh" dari pendidikan nasional yang harus dihayati secara mendalam oleh masyarakat agar sistem pendidikan dapat membentuk karakter dan moral siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Artikel ini menyoroti peran penting Pancasila dalam memberikan arah bagi perkembangan ilmu pendidikan yang bercorak Indonesia, serta bagaimana nilai-nilainya dapat diimplementasikan baik dalam teori maupun praktik pendidikan.

Hasil penelitian dalam artikel ini memperlihatkan bahwa pendidikan berbasis filsafat Pancasila dapat memperkuat nilai-nilai moral dalam diri setiap individu. Dengan begitu, sistem pendidikan Indonesia bisa berperan lebih dari sekadar menyampaikan materi, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai yang membantu siswa menjadi pribadi yang bermoral, berkarakter, dan siap menjadi warga negara yang baik.
Nama : Kirana Amalia Putri Sigid
NPM : 2415012045
Kelas : A

Pengertian filsafat
Filsafat berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani kuno, yaitu “philos” yang berarti cinta atau kecintaan dan “sophia” yang berarti kebijaksanaan atau pengetahuan. Secara harfiah, filsafat dapat diterjemahkan sebagai kecintaan terhadap kebijaksanaan

Aliran-aliran filsafat
1. Rasionalisme Berfilsafat mengagungkan akal
2. Berfilsafat Materialisme mengagungkan materi
3. Berfilsafat Individualisme mengagungkan individualitas
4. Berfilsafat Hedonisme mengagungkan kesenangan.

Pengertian filsafat pancasila
Filsafat Pancasila adalah sebuah konsep pemikiran filosofis yang berfokus pada nilai-nilai dasar yang menjadi landasan dan panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Filsafat Pancasila menggabungkan aspek-aspek filosofis dengan nilai-nilai kearifan lokal dan prinsip-prinsip demokrasi yang diakui secara universal. Istilah “Pancasila” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “lima prinsip” atau “lima asas”.

Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis.
1. Ontologis: menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau keberadaan dan disamakan artinya dengan metafisika.
2. Epistemologis: cabang filsafat yang menyelidiki asal usul syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
3. Aksiologis: Istilah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Kirana Amalia Putri Sigid གིས-
Nama : Kirana Amalia Putri Sigid
NPM : 2415012045
Kelas : A

Dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa filsafat ilmu berguna untuk menyelasaikan permasalahan kebangsaan yang bermuara pada lemahnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang nilai-nilai pancasila. Filsafat ilmu menyediakan pendekatan rasional dan sistematis untuk menganalisis berbagai isu yang dihadapi masyarakat, seperti konflik antar-etnis dan ketidaksetaraan sosial

Terdapat tiga aspek terdahap jurnal tersebut
tiga aspek utamanya filsafat ilmu yaitu:
1. Ontologi : Pancasila dipandang sebagai sistem nilai yang mengandung ajaran dan prinsip-prinsip luhur, seperti sikap saling menghormati di antara manusia dan kepercayaan kepada Tuhan. Secara ontologis, Pancasila menegaskan pentingnya nilai moral dan spiritual dalam kehidupan berbangsa.
2. Epistemologi : Pengetahuan yang terkandung dalam Pancasila merupakan hasil dari harmonisasi berbagai paham seperti sekularisme Barat, Islam, dan konsep kebangsaan. Pancasila dikembangkan melalui konsensus yang dianggap sebagai bentuk kebenaran dalam sistem pengetahuan terbuka. Hal ini memungkinkan penafsiran ulang sesuai dengan konteks zaman.
3. Aksiologi : Nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan persatuan, memiliki nilai-nilai luhur yang harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat. Aksiologi Pancasila mendorong individu untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral dalam masyarakat.

Kesimpulan yang dapat diambil ialah bahwa pemahaman masyarakat mengenai dasar negara, yaitu pancasila dalam ilmu filsafat sangat penting. Adanya ilmu filsafat yang terkandung dalam nilai-nilai pancasila dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal

Kirana Amalia Putri Sigid གིས-

Nama : Kirana Amalia Putri Sigid

NPM : 2415012045

Kelas : A

1. Untuk kasus ini sangat berkaitan dengan nilai pancasila sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Kejadian pada kasus penolakan jenazah korban covid 19 ini sangat jauh dari implementasi nilai sila kedua, pada kejadian ini terjadinya aksi penolakan untuk pemakaman jenazah covid 19 yang diketahui seorang perawat yang dinilai sangat tidak berperikemanusiaan dan dinilai sangat memalukan bagi wilayahnya.

2. Saran dan solusi untuk mencegah masalah seperti ini agar tidak terulang yaitu masyrakat perlu saling mengedukasi satu sama lain, saling menghargai antarsesama, dan tentunya masyrakat juga perlu memiliki kesadarannya masing-masing.

3. Termasuk pelanggaran, karena walaupun jenazah sudah tidak bernyawa ia juga tetap manusia yang memiliki hak sesuai dengan bunyi sila kedua sendiri yang artinya semuanya harus adil bagi seluruh rakyat Indonesia dari segi apapun.