Nama : Kirana Amalia Putri Sigid
NPM : 2415012045
Pada 7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor memicu bersatunya persekutuan Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, dan beberapa negara jajahan Inggris serta sejumlah negara Amerika Latin untuk bersama-sama berperang melawan Jepang disusul Jerman dan Italia yang kemudian bergabung.
Puncak perang sekutu melawan Jepang adalah dijatuhkannya bom atom ke Kota Hiroshima Jepang pada 6 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan sekutu ke Kota Nagasaki Jepang pada 9 Agustus 1945. Enam hari pasca pemboman Nagasaki tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, ketika itu menteri luar negeri Jepang Shihematsu Sakakibara menandatangani surat tanda Jepang menyerah diatas kapal perang Amerika Serikat USS Missouri, ini menandai berakhirnya Perang Dunia ke 2 di wilayah Pasifik.
Bagi Indonesia, meskipun peristiwa bom atom tersebut terjadi di luar negeri, dampaknya sangat signifikan, karena langsung berhubungan dengan kondisi politik saat itu. Setelah Jepang menyerah, kekosongan kekuasaan di Asia Timur memberi peluang bagi Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki menjadi salah satu pemicu penting yang mempercepat lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.
Secara keseluruhan, peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki tidak hanya mengubah tatanan politik dunia, tetapi juga memberi dampak yang dalam terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dampak destruktif dari bom atom juga mengingatkan kita akan pentingnya perdamaian dunia dan perlunya upaya untuk mencegah penggunaan senjata pemusnah massal di masa depan.
NPM : 2415012045
Pada 7 Desember 1941 Jepang menyerang pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor memicu bersatunya persekutuan Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, dan beberapa negara jajahan Inggris serta sejumlah negara Amerika Latin untuk bersama-sama berperang melawan Jepang disusul Jerman dan Italia yang kemudian bergabung.
Puncak perang sekutu melawan Jepang adalah dijatuhkannya bom atom ke Kota Hiroshima Jepang pada 6 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan sekutu ke Kota Nagasaki Jepang pada 9 Agustus 1945. Enam hari pasca pemboman Nagasaki tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, ketika itu menteri luar negeri Jepang Shihematsu Sakakibara menandatangani surat tanda Jepang menyerah diatas kapal perang Amerika Serikat USS Missouri, ini menandai berakhirnya Perang Dunia ke 2 di wilayah Pasifik.
Bagi Indonesia, meskipun peristiwa bom atom tersebut terjadi di luar negeri, dampaknya sangat signifikan, karena langsung berhubungan dengan kondisi politik saat itu. Setelah Jepang menyerah, kekosongan kekuasaan di Asia Timur memberi peluang bagi Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki menjadi salah satu pemicu penting yang mempercepat lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.
Secara keseluruhan, peristiwa bom Hiroshima dan Nagasaki tidak hanya mengubah tatanan politik dunia, tetapi juga memberi dampak yang dalam terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dampak destruktif dari bom atom juga mengingatkan kita akan pentingnya perdamaian dunia dan perlunya upaya untuk mencegah penggunaan senjata pemusnah massal di masa depan.