Nama: Cintia Dwi Cahyati
NPM: 2413053154
Izin menjawab pertanyaan dari Adelia Nanda Febriani
Pendekatan STEM dan STEAM pada dasarnya dapat diterapkan di semua fase kelas di sekolah dasar. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan siswa. Pada kelas rendah, kegiatan pembelajaran sebaiknya dibuat lebih sederhana dan bersifat konkret, misalnya melalui kegiatan mengamati benda di sekitar, bermain sambil belajar, atau membuat karya sederhana. Sementara itu, pada kelas tinggi kegiatan pembelajaran dapat dibuat lebih kompleks, seperti melakukan percobaan sederhana, mengerjakan proyek, atau memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Agar pengintegrasian unsur sains, teknologi, rekayasa, matematika, dan seni dalam pembelajaran dapat berjalan dengan seimbang, guru perlu merencanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Guru dapat memulai dengan menentukan tema atau masalah yang dekat dengan kehidupan siswa. Setelah itu, guru merancang kegiatan yang melibatkan pengamatan atau penjelasan konsep sains, penggunaan alat atau media sebagai bagian dari teknologi, kegiatan merancang atau membuat sesuatu sebagai bagian dari rekayasa, penggunaan perhitungan atau pengukuran dalam matematika, serta menambahkan unsur kreativitas atau desain sebagai bagian dari seni.
Dengan perencanaan yang jelas dan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan siswa, pendekatan STEM atau STEAM dapat membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih menarik serta melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah sejak di sekolah dasar.
NPM: 2413053154
Izin menjawab pertanyaan dari Adelia Nanda Febriani
Pendekatan STEM dan STEAM pada dasarnya dapat diterapkan di semua fase kelas di sekolah dasar. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan siswa. Pada kelas rendah, kegiatan pembelajaran sebaiknya dibuat lebih sederhana dan bersifat konkret, misalnya melalui kegiatan mengamati benda di sekitar, bermain sambil belajar, atau membuat karya sederhana. Sementara itu, pada kelas tinggi kegiatan pembelajaran dapat dibuat lebih kompleks, seperti melakukan percobaan sederhana, mengerjakan proyek, atau memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Agar pengintegrasian unsur sains, teknologi, rekayasa, matematika, dan seni dalam pembelajaran dapat berjalan dengan seimbang, guru perlu merencanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Guru dapat memulai dengan menentukan tema atau masalah yang dekat dengan kehidupan siswa. Setelah itu, guru merancang kegiatan yang melibatkan pengamatan atau penjelasan konsep sains, penggunaan alat atau media sebagai bagian dari teknologi, kegiatan merancang atau membuat sesuatu sebagai bagian dari rekayasa, penggunaan perhitungan atau pengukuran dalam matematika, serta menambahkan unsur kreativitas atau desain sebagai bagian dari seni.
Dengan perencanaan yang jelas dan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan siswa, pendekatan STEM atau STEAM dapat membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih menarik serta melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah sejak di sekolah dasar.