FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Number of replies: 29

                                 

                                                                  A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.



In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by FARIDA PALUPI -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat sore Ibu dan teman-teman semua. Kami dari kelompok 5 dengan anggota :

  1. Farida Palupi (2413053087)
  2. Gita Adella (2413053092)

Akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kami. Cermati makalah dan PPT studi kasus yang telah kami berikan. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan reply ya.

Terimakasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Izin bertanya kepada kelompok 5.

Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051
Pertanyaan:
Menurut kelompok 5, bagaimana cara guru sekolah dasar menerapkan model pembelajaran Dick, Carey, and Carey untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa, terutama ketika dalam satu kelas terdapat perbedaan kemampuan belajar yang cukup beragam?
In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by FARIDA PALUPI -
Izin menjawab,
Menurut kelompok 5, penerapan model Dick and Carey Instructional Design Model dalam pembelajaran numerasi di sekolah dasar dapat dilakukan dengan beberapa langkah utama.

Pertama, guru menentukan tujuan pembelajaran numerasi yang jelas. Kedua, guru menganalisis kemampuan awal siswa, karena dalam satu kelas biasanya terdapat perbedaan kemampuan belajar. Ketiga, guru menyusun materi dan strategi pembelajaran yang sesuai, misalnya dengan menggunakan media konkret, permainan, atau pembelajaran kelompok.

Selain itu, guru dapat memberikan tugas dengan tingkat kesulitan yang berbeda agar semua siswa tetap bisa belajar sesuai kemampuannya. Terakhir, guru melakukan evaluasi dan memberikan umpan balik untuk mengetahui perkembangan kemampuan numerasi siswa. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih terarah dan dapat mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa.
In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017

Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Tisa yaitu guru sekolah dasar dapat menerapkan model pembelajaran Dick, Carey, and Carey dengan merancang pembelajaran secara sistematis, mulai dari menentukan tujuan pembelajaran numerasi, menganalisis kebutuhan dan kemampuan siswa, hingga menyiapkan strategi serta media pembelajaran yang sesuai. Dengan langkah tersebut, guru dapat menyesuaikan kegiatan belajar agar lebih terarah dan mudah dipahami oleh siswa.
Selain itu, ketika dalam satu kelas terdapat perbedaan kemampuan belajar, guru dapat menggunakan variasi metode pembelajaran, seperti kerja kelompok, latihan bertahap, serta pemberian bimbingan tambahan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Dengan cara ini, setiap siswa tetap memiliki kesempatan untuk memahami materi numerasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Nadine Syakila Azzahra -
Nama: Nadine Syakila Azzahra
Npm: 2413053030

Pertanyaan: Dalam tahap “Menganalisis Karakteristik Peserta Didik” pada Model Dick, Carey, and Carey, apa saja hal-hal konkret yang perlu diperhatikan guru ketika mengajarkan numerasi di kelas yang siswanya memiliki kemampuan beragam (heterogen)?
In reply to Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Gita Adella -
Izin menjawab
Dalam tahap menganalisis karakteristik peserta didik pada Model Dick, Carey, and Carey, guru perlu memperhatikan beberapa hal konkret ketika mengajarkan numerasi di kelas yang siswanya heterogen. Guru perlu mengetahui tingkat kemampuan awal siswa dalam berhitung dan memahami konsep matematika, sehingga dapat menyesuaikan tingkat kesulitan materi. Selain itu, guru juga perlu memperhatikan gaya belajar siswa (visual, auditori, atau kinestetik), kecepatan belajar, serta minat dan motivasi siswa terhadap pelajaran matematika. Guru juga perlu melihat latar belakang pengalaman belajar siswa, misalnya apakah mereka sudah terbiasa menggunakan benda konkret atau media pembelajaran.

Dengan memahami hal-hal tersebut, guru dapat memilih strategi, metode, dan media pembelajaran yang tepat, sehingga semua siswa dengan kemampuan yang berbeda tetap dapat memahami konsep numerasi dengan baik.
In reply to Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Monika ardhana parasmitha -
Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM: 2413053153

Izin menjawab pertanyaan Nadine Tahap Menganalisis Karakteristik Peserta Didik dalam model Dick, Carey, and Carey (sering disebut sebagai Analyze Learners and Contexts) adalah pondasi penting agar desain instruksional tidak "salah sasaran."
​Dalam konteks numerasi di kelas yang heterogen, guru tidak bisa hanya melihat nilai ujian terakhir. Anda perlu membedah karakteristik siswa secara lebih spesifik untuk menjembatani kesenjangan kemampuan.
​Berikut adalah hal-hal konkret yang perlu diperhatikan:
​1. Kemampuan Prasyarat (Entry Behaviors)
​Sebelum mengajarkan konsep numerasi yang baru (misalnya perkalian), guru harus tahu apakah siswa sudah menguasai konsep dasarnya (penjumlahan berulang).
​Aksi Konkret: Lakukan pre-test singkat untuk memetakan siapa yang sudah paham konsep abstrak, siapa yang masih butuh alat peraga (konkret), dan siapa yang bahkan belum paham simbol angka.
​Fokus: Mengidentifikasi "lubang" dalam pemahaman matematis siswa.
​2. Pengetahuan Awal (Prior Knowledge) terhadap Konteks
​Numerasi berbeda dengan matematika murni karena numerasi melibatkan konteks dunia nyata. Siswa yang jago menghitung angka belum tentu bisa menerapkan angka tersebut dalam masalah sehari-hari.
​Aksi Konkret: Cek apakah siswa familiar dengan konteks yang akan digunakan. Misalnya, jika Anda menggunakan konteks "diskon belanja," pastikan siswa dari latar belakang ekonomi berbeda memiliki pemahaman yang sama tentang cara kerja toko atau pasar.
​3. Sikap terhadap Mata Pelajaran (Attitudes toward Content)
​Banyak siswa mengalami math anxiety (kecemasan matematika). Di kelas heterogen, siswa dengan kemampuan rendah seringkali merasa rendah diri.
​Aksi Konkret: Identifikasi tingkat kepercayaan diri siswa. Gunakan pendekatan Low Floor, High Ceiling—berikan tugas yang mudah dimulai oleh semua orang (low floor), tapi memiliki tantangan yang dalam bagi yang mahir (high ceiling).
​4. Gaya Belajar dan Preferensi Sensori
​Siswa menyerap informasi numerasi dengan cara berbeda.
​Aksi Konkret: Perhatikan siapa yang membutuhkan visualisasi (grafik/gambar), siapa yang butuh kinestetik (memindahkan benda konkret), dan siapa yang lebih cepat menangkap melalui penjelasan verbal.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Cintia Dwi Cahyati -
Nama: Cintia Dwi Cahyati
NPM: 2413053154
Izin bertanya,
Dalam beberapa situasi pembelajaran di SD, guru telah memberikan banyak latihan soal kepada siswa agar mereka semakin terampil dalam berhitung, namun sebagian siswa masih mengalami kesulitan memahami konsep numerasi. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
In reply to Cintia Dwi Cahyati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Gita Adella -
Izin menjawab
Meskipun guru telah memberikan banyak latihan soal, sebagian siswa masih dapat mengalami kesulitan memahami konsep numerasi karena mereka sering hanya menghafal cara menghitung tanpa benar-benar memahami konsepnya. Selain itu, pembelajaran yang kurang menggunakan media konkret dan tidak dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari membuat siswa sulit membayangkan makna dari angka dan operasi hitung. Perbedaan kemampuan belajar siswa serta kurangnya keterlibatan aktif dalam pembelajaran juga dapat menyebabkan sebagian siswa tetap mengalami kesulitan, sehingga latihan soal saja belum cukup untuk meningkatkan pemahaman numerasi.

Kesulitan memahami numerasi tidak selalu disebabkan oleh kurangnya latihan, tetapi bisa karena cara pembelajaran yang belum membantu siswa memahami konsep secara mendalam. Oleh karena itu, guru perlu mengombinasikan latihan soal dengan penggunaan media konkret, pembelajaran kontekstual, serta metode yang lebih interaktif agar siswa benar-benar memahami konsep numerasi, bukan hanya sekadar mampu menghitung.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Yuda Prasetiyo -
Nama : Yuda Prasetiyo
NPM : 2413053010

Pertanyaan :
Menurut kalian, apakah hanya dengan menerapkan Model Dick, Carey and Carey dapat meningkatkan kemampuan Numerasi? Serta media pembelajaran seperti apa yang dapat meningkatkan kemampuan numerasi? Jelaskan dan berikan contoh medianya.
In reply to Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Gita Adella -
Izin menjawab
Menurut kami, penerapan Model Dick, Carey, and Carey saja belum tentu secara otomatis dapat meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik. Model ini pada dasarnya merupakan model desain pembelajaran yang sistematis, yang membantu guru merancang pembelajaran mulai dari analisis kebutuhan, penentuan tujuan, penyusunan materi, pemilihan strategi, hingga evaluasi. Jika model ini digunakan dengan baik, maka pembelajaran dapat menjadi lebih terstruktur dan terarah sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan numerasi.

Namun, peningkatan numerasi tidak hanya bergantung pada model pembelajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti strategi mengajar guru, metode yang digunakan, media pembelajaran, serta keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu, model Dick, Carey, and Carey perlu didukung dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan sesuai dengan kemampuan siswa, agar siswa lebih mudah memahami konsep angka dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan numerasi adalah media yang bersifat konkret, interaktif, dan dekat dengan kehidupan siswa. Media tersebut membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih nyata, terutama bagi siswa sekolah dasar yang masih berada pada tahap berpikir konkret.

Contoh media yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan numerasi yaitu:
Media berbasis digital
Misalnya penggunaan video pembelajaran, aplikasi permainan matematika, atau kuis interaktif. Contohnya guru menggunakan aplikasi kuis berhitung sederhana yang menampilkan soal numerasi yang harus dijawab siswa secara langsung.

Dengan demikian, Model Dick, Carey, and Carey akan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi jika dipadukan dengan strategi pembelajaran yang tepat serta penggunaan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Media yang konkret dan interaktif dapat membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih mudah dan menyenangkan.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Faiz Kurniawan -
NAMA : Faiz Kurniawan
NPM: 2413053084
izin bertanya ke kelompok 5
Apa dampak rendahnya kemampuan numerasi terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari?
In reply to Faiz Kurniawan

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by FARIDA PALUPI -
Izin menjawab
Rendahnya kemampuan numerasi dapat berdampak pada kesulitan siswa dalam menyelesaikan berbagai masalah sehari-hari. Numerasi bukan hanya tentang menghitung, tetapi juga kemampuan memahami angka dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa dampaknya antara lain:
1. Sulit melakukan perhitungan sederhana
Misalnya saat menghitung uang jajan, menentukan kembalian, atau membagi sesuatu dengan teman.
2. Kesulitan memahami informasi yang berhubungan dengan angka
Contohnya membaca tabel, grafik, jadwal, atau data sederhana.
3. Kurang mampu memecahkan masalah sehari-hari
Siswa akan kesulitan ketika harus menggunakan logika dan perhitungan untuk mencari solusi suatu masalah.
4. Kepercayaan diri dalam belajar matematika menjadi rendah
Jika siswa sering merasa tidak bisa, mereka bisa menjadi kurang percaya diri dan kurang tertarik belajar matematika.

Karena itu, kemampuan numerasi perlu dilatih sejak sekolah dasar agar siswa lebih mudah memahami dan menyelesaikan masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to Faiz Kurniawan

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005
izin membantu menjawab pertanyaan Faiz Kurniawan,
Rendahnya kemampuan numerasi dapat berdampak pada kesulitan siswa dalam menghadapi berbagai situasi sehari-hari yang sebenarnya berkaitan dengan konsep matematika sederhana. Misalnya, siswa dapat mengalami kesulitan saat menghitung uang ketika membeli barang di kantin, memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan, atau memahami informasi dalam bentuk angka seperti jadwal, tabel, dan grafik. Selain itu, rendahnya numerasi juga dapat membuat siswa kurang mampu berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan masalah. Akibatnya, siswa menjadi lebih bergantung pada bantuan orang lain dan kurang percaya diri ketika harus mengambil keputusan yang melibatkan perhitungan atau penalaran angka dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to Faiz Kurniawan

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Cici Regina Nainggolan -
Nama : Cici Regina Nainggolan
NPM : 2413053003

Izin menjawab pertanyaan dari saudara Faiz dan menambahkan jawaban dari saudari Farida.

Selain itu, rendahnya kemampuan numerasi juga dapat membuat siswa kesulitan dalam mengambil keputusan sederhana yang melibatkan angka dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat membandingkan harga barang atau memperkirakan jumlah yang dibutuhkan. Jika kemampuan ini rendah, siswa akan lebih bergantung pada orang lain karena kurang yakin dalam menggunakan perhitungan atau logika angka secara mandiri.
In reply to Faiz Kurniawan

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Monika ardhana parasmitha -
Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153

Izin menjawab pertanyaan faiz

Rendahnya kemampuan numerasi memiliki dampak yang sangat signifikan karena numerasi bukan sekadar keterampilan menghitung di atas kertas, melainkan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep matematika dalam situasi nyata. Tanpa literasi numerasi yang kuat, siswa akan mengalami hambatan besar dalam fungsi adaptif dan pengambilan keputusan sehari-hari.
​Berikut adalah dampak rendahnya kemampuan numerasi dalam penyelesaian masalah sehari-hari:
​Kesulitan dalam Manajemen Keuangan Pribadi: Siswa akan kesulitan melakukan estimasi harga, menghitung diskon, atau mengelola uang saku. Dampak jangka panjangnya adalah ketidakmampuan untuk memahami bunga bank, cicilan, atau perencanaan anggaran yang realistis, yang sering kali berujung pada kesalahan finansial yang fatal.
​Kelemahan dalam Interpretasi Data dan Informasi: Di era informasi, banyak keputusan diambil berdasarkan grafik, tabel, atau persentase (seperti berita tentang kesehatan atau ekonomi). Rendahnya numerasi membuat siswa mudah terkecoh oleh manipulasi data atau hoaks karena mereka tidak mampu melakukan penalaran logis terhadap angka-angka yang disajikan.
​Ketidakmampuan Mengukur dan Estimasi: Masalah sederhana seperti mengikuti resep masakan, mengukur kebutuhan bahan untuk kerajinan tangan, hingga memperkirakan waktu tempuh perjalanan menjadi sangat menantang. Ketidakmampuan melakukan estimasi ini sering kali menyebabkan ketidakefisienan dalam aktivitas rutin.
​Lemahnya Logika dan Pengambilan Keputusan: Numerasi melatih cara berpikir yang sistematis. Siswa dengan kemampuan numerasi rendah cenderung kesulitan memecahkan masalah yang membutuhkan langkah-langkah logis atau urutan prioritas, sehingga mereka sering mengambil keputusan berdasarkan intuisi yang tidak akurat alih-alih berdasarkan fakta yang terukur.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by ADELIA NANDA FEBRIANI -
Nama : Adelia Nanda Febriani
Npm : 2413053106

Izin bertanya kepada kelompok 5, bagaimana contoh penerapan dari Pendekatan TPACK dalam Proses Pembelajaran untuk salah satu mata pelajaran(bebas pilih sebagai contoh)?
In reply to ADELIA NANDA FEBRIANI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by FARIDA PALUPI -
Izin menjawab,
Contoh penerapan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam proses pembelajaran dapat dilihat pada mata pelajaran Matematika di sekolah dasar.

Misalnya pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan.
1. Content Knowledge (CK)
Guru memahami materi tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan serta cara menyelesaikan soal cerita sederhana.
2. Pedagogical Knowledge (PK)
Guru menggunakan metode diskusi, tanya jawab, dan latihan soal agar siswa aktif dalam proses belajar.
3. Technological Knowledge (TK)
Guru memanfaatkan teknologi seperti Microsoft PowerPoint untuk menampilkan contoh soal bergambar dan video pembelajaran dari YouTube agar siswa lebih mudah memahami konsep.

Contoh kegiatan pembelajaran:
Guru menampilkan video singkat tentang situasi sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan. Setelah itu siswa diminta berdiskusi untuk menyelesaikan soal cerita yang ditampilkan di PowerPoint. Selanjutnya siswa mengerjakan latihan soal secara berkelompok dan guru memberikan umpan balik.

Dengan pendekatan TPACK, pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pemahaman materi siswa.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Gendy bima pangestu -
Nama : Gendy Bima Pangestu
Npm : 2413053127

Jika ada siswa yang sejak awal pertemuan sudah merasa tidak menyukai pelajaran numerasi, bagaimana cara mengubah pola pikir siswa tersebut? Mengingat hal itu tentu tidak mudah. Sebagai seorang guru, apa yang dapat dilakukan untuk membantu siswa agar mulai tertarik dan tidak lagi merasa takut atau tidak suka terhadap pelajaran numerasi?
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by AZZAHRA CHIKA PERTIWI -
Nama : Azzahra Chika Pertiwi
NPM : 2413053033

Izin bertanya kepada kelompok 5 :

Bandingkan pembelajaran matematika yang hanya berfokus pada rumus dengan pembelajaran yang mengaitkan masalah kehidupan nyata. Mana yang lebih efektif untuk meningkatkan numerasi? Jelaskan alasanmu.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by vania diandra vadin -
Nama : Vania Diandra Vadin
NPM : 2453053007
Izin bertanya kelompok 5
Menurut kalian bagaimana peran lingkungan keluarga dalam mendukung perkembangan kemampuan numerasi anak?
In reply to vania diandra vadin

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Agin Aulia Putri -
Nama: Agin Aulia Putri
NPM: 2413053028
Izin menjawab pertanyaan dari Vania Diandra Vania
Lingkungan keluarga berperan penting dalam perkembangan kemampuan numerasi anak karena melalui dukungan, bimbingan, dan kebiasaan menggunakan angka dalam aktivitas sehari-hari, anak dapat lebih mudah memahami konsep berhitung dan berpikir logis.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Devina Meisarif Senggagau -
Nama : Devina Meisarif Senggagau
Npm : 2423053023
Izin bertanya kepada kelompok 5, jika dalam faktor penyebabnya rendahnya tingkat numerasi masi terus terjadi, bagaimanakah cara untuk dapat mengatasinya agar bisa mengurangi faktor itu tersebut?
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Siti Rahmawati 2413053068 -
nama : Siti Rahmawati
NPM : 2413063068

pertanyaannya:
Jika rendahnya kemampuan numerasi disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep dasar matematika, mengapa pembelajaran di sekolah masih cenderung berfokus pada hafalan rumus daripada pemahaman konsep?
In reply to Siti Rahmawati 2413053068

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Rika Noviliana -
Nama : Rika Noviliana
NPM : 2413053073

Izin menjawab pertanyaan siti rahmawati, Rendahnya kemampuan numerasi yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep dasar matematika sering terjadi karena dalam praktiknya pembelajaran di sekolah masih lebih menekankan pada hafalan rumus dan penyelesaian soal secara prosedural. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, guru cenderung mengejar target kurikulum dan tuntutan penyelesaian materi, sehingga waktu pembelajaran lebih difokuskan pada latihan soal dan pemberian rumus agar siswa cepat bisa menjawab soal. Kedua, sistem penilaian yang masih banyak menekankan pada hasil akhir atau nilai ujian membuat pembelajaran lebih berorientasi pada cara cepat mendapatkan jawaban benar daripada proses memahami konsep.
Selain itu, keterbatasan penggunaan media dan metode pembelajaran yang variatif juga menyebabkan siswa kurang mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Akibatnya, siswa memang mampu mengerjakan soal hitungan sederhana, tetapi mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada soal cerita atau masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, pembelajaran matematika seharusnya lebih menekankan pada pemahaman konsep, penalaran, dan penerapan dalam konteks nyata, sehingga kemampuan numerasi siswa dapat berkembang secara lebih optimal.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Syarifah Siti Fatimah NA -
Nama: Syarifah Siti Fatimah NA
NPM: 2413053036

izin bertanya, pada tahap analisis dalam model Dick, Carey, and Carey, guru perlu mengetahui kebutuhan belajar siswa. Bagaimana cara guru mengetahui kesulitan numerasi yang dialami siswa?
In reply to Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Tya Nabila Saumi -
Izin membantu menjawab pertanyaan Syarifah Siti Fatimah NA, sebelumnya perkenalkan,
Nama : Tya Nabila Saumi
NPM : 2413053007
Pada tahap analisis dalam model pembelajaran yang dikembangkan oleh Walter Dick, Lou Carey, dan James O. Carey, guru perlu mengetahui kebutuhan belajar siswa agar pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kondisi mereka. Salah satu caranya adalah dengan mengidentifikasi kesulitan numerasi yang dialami siswa.
Guru dapat mengetahui kesulitan numerasi siswa melalui beberapa cara, yaitu:
1. melakukan tes diagnostik atau tes awal (pre-test) untuk mengetahui kemampuan dasar siswa dalam berhitung, memahami angka, dan menyelesaikan soal matematika sederhana. Dari hasil tes tersebut, guru dapat melihat bagian mana yang masih sulit dipahami oleh siswa.
2. mengamati proses belajar siswa di kelas. Guru dapat memperhatikan bagaimana siswa mengerjakan soal, apakah mereka sering salah dalam operasi hitung, kesulitan memahami soal cerita, atau lambat dalam menyelesaikan tugas matematika. Observasi ini membantu guru memahami kesulitan yang dialami siswa secara langsung.
3. melakukan tanya jawab atau diskusi dengan siswa. Guru dapat menanyakan bagian mana dari pelajaran yang menurut siswa paling sulit. Dengan cara ini, guru dapat mengetahui masalah yang mungkin tidak terlihat hanya dari hasil tes.
4. menganalisis hasil pekerjaan atau tugas siswa. Guru dapat melihat pola kesalahan yang sering muncul dalam buku latihan atau lembar kerja siswa. Dari pola tersebut, guru dapat mengetahui jenis kesulitan numerasi yang dialami, misalnya kesulitan dalam penjumlahan, pengurangan, atau memahami konsep nilai tempat.

Dengan cara-cara tersebut, guru dapat memahami kebutuhan belajar siswa secara lebih jelas sehingga pembelajaran yang dirancang dapat membantu mengatasi kesulitan numerasi yang mereka alami.
In reply to Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2513053017

Izin menambahkan jawaban dari pertanyaan Syarifah Guru dapat mengetahui kesulitan numerasi yang dialami siswa dengan beberapa cara, seperti melakukan tes awal (diagnostik) untuk melihat kemampuan dasar siswa dalam berhitung. Selain itu, guru juga dapat mengamati proses belajar siswa di kelas, misalnya melihat bagaimana siswa menyelesaikan soal atau memahami konsep matematika.
Guru juga bisa memberikan latihan atau tugas sederhana, kemudian melihat bagian mana yang paling sering salah atau sulit dipahami oleh siswa. Dengan cara tersebut, guru dapat mengetahui kebutuhan belajar siswa dan menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu meningkatkan kemampuan numerasi mereka.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

by Elfira Rosa Lubis -
Nama : Elfira Rosa Lubis
NPM : 2413053014

Izin menjawab pertanyaan dari
Devina Meisarif Senggagau

Untuk mengatasi rendahnya tingkat numerasi siswa, guru dapat menggunakan pembelajaran yang kontekstual dan menarik , sehingga materi matematika mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain itu, penggunaan media atau alat peraga konkret serta metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Guru juga perlu melakukan identifikasi kesulitan belajar siswaagar dapat memberikan bimbingan yang sesuai, serta menjalin kerja sama dengan orang tua untuk mendukung latihan numerasi di rumah. Dengan langkah tersebut, kemampuan numerasi siswa dapat meningkat secara bertahap.