FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Jumlah balasan: 19


                                                                            

                                                                  A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.



Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat sore teman-teman semua.

Perkenalkan, kami dari Kelompok 3 yang beranggotakan:

1. Abral Al-Tisa (2413053051)
2. Siti Rahmawati (2413053168)

Pada kesempatan kali ini, kami akan memaparkan hasil diskusi kelompok kami. Untuk memahami materi yang kami berikan secara lebih lengkap, teman-teman dapat mencermati makalah serta PowerPoint yang telah kami bagikan.

Apabila terdapat pertanyaan, tanggapan, maupun saran, kami dengan senang hati mempersilakan teman-teman untuk menyampaikannya melalui forum diskusi pada hari ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasi teman-teman, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh AZZAHRA CHIKA PERTIWI -
Nama : Azzahra Chika Pertiwi
NPM : 2413053033

Izin bertanya kepada kelompok 3:
Bagaimana penggunaan media atau metode pembelajaran kreatif dapat meningkatkan keterampilan menulis dan kapan siswa perlu mendapatkan pendampingan khusus atau rujukan lebih lanjut?
Sebagai balasan AZZAHRA CHIKA PERTIWI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Siti Rahmawati 2413053068 -
Izin menjawab pertanyaan dari Azzahra Chika Pertiwi

Pertanyaan:
Bagaimana penggunaan media atau metode pembelajaran kreatif dapat meningkatkan keterampilan menulis dan kapan siswa perlu mendapatkan pendampingan khusus atau rujukan lebih lanjut?

Jawaban:
Menurut kelompok kami, media atau metode pembelajaran kreatif dapat meningkatkan keterampilan menulis karena membantu siswa lebih mudah menemukan dan mengembangkan ide. Misalnya, melalui gambar berseri atau kartu kata, siswa punya gambaran sebelum menulis sehingga kalimat yang dibuat lebih runtut. Jika pembelajaran dilakukan bertahap seperti dalam model Walter Dick dan Lou Carey, siswa dibimbing dari latihan sederhana sampai penilaian, sehingga kemampuan menulisnya berkembang secara terarah.

Siswa perlu mendapatkan pendampingan khusus atau rujukan lebih lanjut ketika kesulitan menulis tetap terjadi meskipun sudah dibantu dengan media dan latihan. Tanda-tandanya seperti tulisan sangat sulit dibaca, huruf sering terbalik, menulis sangat lambat, atau kesulitan menyusun ide. Jika itu terjadi, guru sebaiknya bekerja sama dengan orang tua dan tenaga profesional agar siswa mendapat bantuan yang sesuai.
Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh CAHYANI NOVA SAFITRI -
Nama : Cahyani Nova Safitri
NPM : 2413053181

Izin bertanya, menurut kalian seberapa realistis penerapan desain pembelajaran ideal dalam kondisi kelas besar, dengan adanya keterbatasan waktu dan sarana?
Sebagai balasan CAHYANI NOVA SAFITRI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Cintia Dwi Cahyati -
Nama: Cintia Dwi Cahyati
NPM: 2413053154

Izin bertanya
Jika terjadi ketidaksesuaian antara karakteristik peserta didik dan model pembelajaran yang telah dipilih, apakah yang seharusnya diubah terlebih dahulu: pendekatan, strategi, atau indikator pencapaian? Jelaskan alasannya?
Sebagai balasan Cintia Dwi Cahyati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Izin menjawab pertanyaan dari Cintia Dwi Cahyati

Pertanyaan:
Jika terjadi ketidaksesuaian antara karakteristik peserta didik dan model pembelajaran yang telah dipilih, apakah yang seharusnya diubah terlebih dahulu: pendekatan, strategi, atau indikator pencapaian? Jelaskan alasannya?

Jawaban:
Menurut kelompok kami, jika karakteristik peserta didik tidak sesuai dengan model pembelajaran, sebaiknya yang disesuaikan terlebih dahulu adalah strategi pembelajaran. Strategi ini adalah langkah nyata guru untuk menyampaikan materi dan mengatur kegiatan belajar agar tujuan pembelajaran tercapai. Dengan menyesuaikan strategi, guru tetap bisa menggunakan pendekatan dan indikator pencapaian yang sudah ditetapkan, sambil menyesuaikan cara mengajar dan aktivitas siswa dengan kemampuan, minat, dan kebutuhan mereka.

Pendekatan bersifat umum dan filosofis, sedangkan indikator pencapaian menunjukkan hasil akhir yang diharapkan. Mengubah indikator terlalu cepat bisa membuat tujuan belajar menjadi tidak jelas, dan mengganti pendekatan biasanya memerlukan perubahan besar. Oleh karena itu, menyesuaikan strategi lebih realistis, fleksibel, dan langsung berdampak pada keberhasilan belajar siswa sesuai karakteristik mereka.
Sebagai balasan CAHYANI NOVA SAFITRI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Izin menjawab pertanyaan dari Cahyani Nova Safitri

Pertanyaan:
Menurut kalian seberapa realistis penerapan desain pembelajaran ideal dalam kondisi kelas besar, dengan adanya keterbatasan waktu dan sarana?

Jawaban:
Menurut kelompok kami, penerapan desain pembelajaran ideal di kelas besar cukup menantang dan tidak sepenuhnya realistis. Kelas yang ramai, waktu yang terbatas, dan sarana yang kurang lengkap membuat interaksi satu-satu dengan siswa sulit dilakukan. Oleh karena itu, guru perlu menyesuaikan metode pembelajaran, misalnya dengan kerja kelompok kecil, diskusi terstruktur, atau penggunaan media sederhana agar semua siswa tetap terlibat. Meskipun kondisi ini tidak memungkinkan desain pembelajaran ideal 100%, dengan penyesuaian materi dan strategi yang efisien, tujuan pembelajaran tetap bisa dicapai. Jadi, realistisnya penerapan desain ideal sangat bergantung pada kemampuan guru menyesuaikan metode dengan kondisi kelas dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara kreatif.
Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Muhamad Dakar Aldino -
Nama: Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017

Bagaimana penerapan setiap langkah dalam Model Dick, Carey, and Carey dapat membantu guru menganalisis serta mengatasi kesulitan menulis pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?
Sebagai balasan Muhamad Dakar Aldino

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Gendy bima pangestu -
izin menanggapi pertanyaan dari saudara Dakar
sebelumnya perkenalkan
Nama : Gendy Bima Pangestu
Npm : 2413053127

Jadi dalam Model dari Dick and Carey ini bisa membantu guru mengatasi kesulitan menulis siswa SD karena langkahnya runtut dan jelas. Guru bisa memulai dari menentukan tujuan menulis yang ingin dicapai, lalu melihat bagian mana yang sulit bagi siswa, misalnya menyusun kalimat atau memakai tanda baca. Setelah itu guru menyesuaikan cara mengajar dengan kemampuan siswa, memilih metode yang tepat, dan menyiapkan latihan yang sesuai.
Di akhir pembelajaran, guru mengevaluasi hasil tulisan siswa. Jika masih ada kesulitan, pembelajaran diperbaiki lagi. Jadi, model ini membantu guru menemukan masalah menulis siswa dan memperbaikinya secara terencana
Sebagai balasan Muhamad Dakar Aldino

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Siti Rahmawati 2413053068 -
Izin menjawab pertanyaan dari Muhamad Dakar Aldino

Pertanyaan:
Bagaimana penerapan setiap langkah dalam Model Dick, Carey, and Carey dapat membantu guru menganalisis serta mengatasi kesulitan menulis pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?

Jawaban:
Menurut kelompok kami, penerapan setiap langkah dalam model yang dikembangkan oleh Walter Dick dan Lou Carey membantu guru menganalisis dan mengatasi kesulitan menulis secara bertahap dan sistematis. Guru menetapkan tujuan menulis yang jelas agar pembelajaran terarah. Keterampilan menulis kemudian dianalisis menjadi beberapa bagian, seperti menentukan ide, menyusun kalimat, dan menggunakan tanda baca, sehingga letak kesulitan siswa dapat diketahui. Selanjutnya, guru menganalisis karakteristik siswa dan merumuskan indikator yang terukur agar penilaian lebih jelas dan berdasarkan kriteria yang tepat. Hasil analisis tersebut digunakan untuk menentukan strategi dan bahan ajar yang sesuai, kemudian dilakukan evaluasi serta revisi pembelajaran bila diperlukan. Dengan langkah-langkah ini, kesulitan menulis dapat diidentifikasi dan diatasi sesuai kebutuhan siswa.
Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh ADELIA NANDA FEBRIANI -
Nama : Adelia Nanda Febriani
Npm : 2413053106

Izin bertanya kan kesulitan menulis siswa ini juga di sebab kan rendah nya motivasi ya, jadi bagaimana cara kita sebagai calon pendidik untuk meningkatkan motivasi ini dan fasilitas apa yang sebaiknya kita berikan untuk peserta didik agar dia bisa mengembangkan keterampilan menulis nya?
Sebagai balasan ADELIA NANDA FEBRIANI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -

Izin menjawab pertanyaan dari Adelia Nanda Febriani

Pertanyaan:

Jika kesulitan menulis siswa disebabkan oleh rendahnya motivasi, bagaimana cara kita sebagai calon pendidik meningkatkan motivasi tersebut dan fasilitas apa yang sebaiknya diberikan agar siswa dapat mengembangkan keterampilan menulisnya?

Jawaban:

Menurut kelompok kami, sebagai calon pendidik kita perlu meningkatkan motivasi siswa dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membuat mereka takut salah. Berikan apresiasi pada usaha siswa, pilih tema yang dekat dengan kehidupan mereka, dan gunakan metode yang bervariasi agar kegiatan menulis lebih menarik. Selain itu, sediakan fasilitas yang mendukung seperti buku bacaan sesuai usia, pojok baca, lembar kerangka tulisan untuk membantu menyusun ide, serta media visual pendukung. Dengan motivasi yang tumbuh dan fasilitas yang memadai, keterampilan menulis siswa dapat berkembang secara bertahap.

Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Agin Aulia Putri -
Nama : Agin Aulia Putri
NPM : 2413053028
Selain menggunakan model Dick, Carey, and Carey, strategi apa yang bisa dilakukan guru agar siswa lebih tertarik untuk belajar menulis?
Sebagai balasan Agin Aulia Putri

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Cici Regina Nainggolan -
Izin menanggapi pertanyaan saudari Agin Aulia Putri.
Saya : Cici Regina Nainggolan
NPM : 2413053003

Izin menjawab:
Selain menerapkan model Dick, Carey, dan Carey, para guru dapat menjadikan kegiatan belajar menulis lebih menarik dengan menghubungkannya pada kegiatan yang relevan dengan pengalaman siswa. Contohnya, siswa dapat diminta untuk menuliskan cerita singkat mengenai pengalaman pribadi mereka, mengirimkan pesan pendek kepada teman, atau mendeskripsikan objek yang ada di sekitar mereka. Dengan pendekatan ini, aktivitas menulis tidak akan terasa membebani, melainkan menjadi bagian dari kegiatan yang lebih menyenangkan. Di samping itu, guru dapat memanfaatkan beragam media seperti gambar, kartu kata, atau permainan sederhana yang melibatkan aktivitas menulis. Ketika proses pembelajaran lebih interaktif dan tidak membosankan, umumnya siswa akan lebih berminat untuk melakukan tulisan dan berpartisipasi dalam proses belajar.
Sebagai balasan Agin Aulia Putri

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -

Izin menjawab pertanyaan dari Agin Aulia Putri

Pertanyaan:

Selain menggunakan model Dick, Carey, and Carey, strategi apa yang bisa dilakukan guru agar siswa lebih tertarik untuk belajar menulis?

Jawaban:

Menurut saya, selain menggunakan model Dick, Carey, and Carey, guru dapat menggunakan media gambar atau video untuk membantu siswa mendapatkan ide sebelum menulis. Guru juga bisa memberikan topik yang dekat dengan pengalaman sehari-hari siswa agar mereka lebih mudah menuangkan gagasannya. Selain itu, kegiatan menulis dapat dibuat lebih menarik melalui kerja kelompok atau permainan, misalnya membuat cerita bersama secara bergiliran. Dengan cara seperti itu, suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan siswa lebih tertarik untuk menulis.

Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Rika Noviliana -
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073
Izin bertanya kepada kelompok 3,
Berdasarkan kajian literatur yang menyebutkan bahwa rendahnya keterampilan menulis dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, bagaimana guru dapat menentukan faktor mana yang paling dominan sehingga strategi pembelajaran yang dirancang benar-benar tepat sasaran?
Sebagai balasan Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -

Izin menjawab pertanyaan dari Rika Noviliana

Pertanyaan:

Berdasarkan kajian literatur yang menyebutkan bahwa rendahnya keterampilan menulis dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, bagaimana guru dapat menentukan faktor mana yang paling dominan sehingga strategi pembelajaran yang dirancang benar-benar tepat sasaran?

Jawaban:

Menurut saya, untuk menentukan faktor yang paling dominan, guru perlu melakukan pengamatan terhadap proses dan hasil tulisan siswa. Guru dapat melihat kesalahan yang sering muncul pada tulisan siswa, memperhatikan sikap siswa saat kegiatan menulis, serta melakukan tanya jawab singkat untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa. Dari situ guru dapat menilai apakah kesulitan menulis lebih banyak disebabkan oleh faktor internal, seperti kemampuan bahasa, kosakata, atau kepercayaan diri, atau karena faktor eksternal, seperti metode pembelajaran dan media yang digunakan.

Dengan mengetahui faktor yang paling dominan, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Jika faktor internal yang lebih berpengaruh, guru dapat memberikan latihan menulis secara bertahap dan membantu siswa mengembangkan ide. Namun, jika faktor eksternal yang lebih dominan, guru dapat memperbaiki strategi pembelajaran, menggunakan media yang lebih menarik, dan menciptakan suasana belajar yang lebih mendukung.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Elfira Rosa Lubis -
Nama : Elfira Rosa Lubis
NPM : 2413053014

Dalam penerapan pembelajaran deep learning, siswa dituntut aktif mencari dan mengonstruksi pengetahuan. Jika siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, bagaimana guru dapat tetap menerapkan pendekatan ini secara efektif?
Sebagai balasan Elfira Rosa Lubis

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Monika ardhana parasmitha -
Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153

izin menjawab pertanyaan elfira

Penerapan pendekatan deep learning pada siswa dengan motivasi rendah memerlukan pergeseran peran guru dari sekadar instruktur menjadi fasilitator yang aktif membangun koneksi emosional dan relevansi. Guru dapat memulai dengan menciptakan "pemicu" (hook) melalui permasalahan dunia nyata yang dekat dengan keseharian siswa, sehingga muncul rasa penasaran alami yang mengalahkan rasa malas mereka. Agar siswa tidak merasa kewalahan saat mengonstruksi pengetahuan, guru perlu memberikan bantuan bertahap atau scaffolding berupa panduan pertanyaan yang terstruktur, sehingga siswa dapat merasakan keberhasilan dari tugas-tugas kecil sebelum masuk ke konsep yang lebih kompleks.
​Selain itu, motivasi dapat dipacu dengan mengintegrasikan elemen sosial dan fleksibilitas dalam proses belajar. Penggunaan metode tutor sebaya atau kerja kelompok kecil dapat mengubah beban belajar menjadi aktivitas sosial yang lebih menyenangkan, di mana siswa merasa bertanggung jawab terhadap peran mereka di dalam tim. Guru juga harus memberikan ruang bagi siswa untuk memilih produk akhir pembelajaran mereka (seperti video, poster, atau podcast) sesuai minat mereka. Dengan memberikan otonomi dan apresiasi terhadap setiap progres yang dicapai, siswa secara perlahan akan merasa memiliki kontrol atas pengetahuan mereka sendiri, yang pada akhirnya akan menumbuhkan motivasi intrinsik di tengah proses pembelajaran yang mendalam.