FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Number of replies: 27


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.


In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Christiano Adrian Mutu གིས-

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Selamat siang Ibu dan teman-teman semua. Kami dari kelompok 1 dengan anggota :


1. Christiano Adrian Mutu (2413053011)

2. Mawar Rizka Nur'Aini (2413053188)

Akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kami.

Terimakasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

In reply to Christiano Adrian Mutu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

AZZAHRA CHIKA PERTIWI གིས-
Nama : Azzahra Chika Pertiwi
NPM : 2413053033

Izin bertanya kepada kelompok 1:
Bagaimana peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca di kelas rendah? serta seberapa besar pengaruh lingkungan keluarga terhadap kemampuan membaca siswa?
In reply to AZZAHRA CHIKA PERTIWI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

MAWAR RIZKA NUR'AINI གིས-
Terima kasih Azzahra atas pertanyaannya, izin menjawab ya.
Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca di kelas rendah yaitu:
1. Mengajarkan membaca secara bertahap (dari mengenal huruf, suku kata, sampai kalimat).
2. Memberi latihan membaca setiap hari.
3. Menggunakan metode yang menarik, seperti permainan huruf atau membaca bersama.
4. Memberi perhatian khusus pada siswa yang tertinggal.
5. Memberikan motivasi supaya anak tidak takut atau malas membaca.

Pengaruh lingkungan keluarga:
Lingkungan keluarga sangat besar pengaruhnya.
Kalau di rumah anak sering diajak membaca, dibacakan cerita, atau disediakan buku, biasanya anak lebih cepat bisa membaca.
Sebaliknya, kalau di rumah tidak ada dukungan, anak jarang berlatih membaca sehingga kemampuan membacanya lambat berkembang.

Jadi, guru itu berperan penting tapi lingkungan keluarga juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca siswa.
In reply to Christiano Adrian Mutu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

ABRAL AL-TISA 2413053051 གིས-
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Izin bertanya kepada kelompok 1.

Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051

Dalam materi dijelaskan bahwa kesulitan membaca siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti metode mengajar guru dan lingkungan keluarga.

Berdasarkan hal tersebut, bagaimana peran guru SD dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca siswa, tetapi juga mampu mengatasi pengaruh faktor eksternal tersebut?
In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

MAWAR RIZKA NUR'AINI གིས-
Terima kasih atas pertanyaannya, izin menjawab yaa.

Guru SD perlu merancang pembelajaran yang menarik, variatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa, misalnya menggunakan media gambar, kartu huruf, atau cerita bergambar agar anak lebih tertarik belajar membaca. Guru juga bisa memberikan tugas sederhana yang dapat dilatih bersama orang tua di rumah serta menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga siswa. Dengan begitu, guru tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca di kelas, tetapi juga membantu mengatasi pengaruh faktor eksternal seperti kurangnya dukungan dari rumah.
In reply to Christiano Adrian Mutu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

FARIDA PALUPI གིས-
Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh,

Nama : Farida Palupi
NPM : 2413053087 

Izin bertanya ke kelompok 1, berdasarkan penjelasan tentang definisi kesulitan membaca, mengapa membaca disebut sebagai proses yang kompleks yang melibatkan kemampuan visual, fonologis, linguistik, dan kognitif? Jelaskan juga bagaimana jika salah satu dari kemampuan tersebut tidak berkembang dengan baik yang dapat memengaruhi proses membaca seseorang.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

MAWAR RIZKA NUR'AINI གིས-
Terima kasih Farida atas pertanyaannya, izin menjawab ya.

Membaca disebut proses yang kompleks karena melibatkan kemampuan visual untuk mengenali huruf, kemampuan fonologis untuk menghubungkan huruf dengan bunyinya, kemampuan linguistik untuk memahami arti kata dan kalimat, serta kemampuan kognitif untuk berpikir dan memahami isi bacaan. Jika salah satu kemampuan ini tidak berkembang dengan baik, proses membaca akan terganggu. Misalnya, jika kemampuan fonologis lemah, anak sulit membunyikan huruf; jika kemampuan visual terganggu, anak sering tertukar huruf; dan jika kemampuan kognitif kurang berkembang, anak bisa membaca tetapi tidak memahami isi bacaan.
In reply to FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Monika ardhana parasmitha གིས-
Izin menjawab pertanyaan Farida

Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153

Apabila salah satu dari kemampuan visual, fonologis, linguistik, atau kognitif tidak berkembang dengan optimal, proses membaca seseorang akan mengalami hambatan yang signifikan dan sistemik. Secara teknis, kegagalan pada aspek fonologis akan menyebabkan hambatan "dekoding", di mana siswa kesulitan merangkai bunyi huruf menjadi kata yang bermakna, sehingga proses membaca menjadi lambat dan penuh beban mental.
​Dampaknya, beban kognitif yang terlalu besar pada proses mengeja akan menguras energi otak, sehingga aspek pemahaman (komprehensif) terabaikan; siswa mungkin mampu membunyikan teks, namun gagal menangkap esensi informasinya. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya menghambat prestasi akademik di semua mata pelajaran yang berbasis literasi, tetapi juga berisiko menurunkan rasa percaya diri, memicu kecemasan belajar, dan menciptakan kesenjangan pengetahuan yang semakin lebar antara siswa tersebut dengan rekan sebayanya.
In reply to Christiano Adrian Mutu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Nadine Syakila Azzahra གིས-
Nama: Nadine Syakila Azzahra
Npm: 2413053030
pertanyaan:
Dalam slide jenis-jenis kesulitan membaca, terdapat disleksia sebagai salah satu bentuk kesulitan. Bagaimana cara guru membedakan antara kesulitan membaca biasa dengan indikasi disleksia secara pedagogis di kelas?
In reply to Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

MAWAR RIZKA NUR'AINI གིས-
Terima kasih Nadine atas pertanyaannya, izin menjawab yaa.

Guru dapat membedakan kesulitan membaca biasa dan indikasi disleksia melalui pengamatan di kelas. Kesulitan membaca biasa, biasanya terjadi karena kurang latihan dan akan membaik jika sering dibimbing. Namun, pada anak dengan indikasi disleksia, kesulitan membaca tetap terjadi meskipun sudah mendapat latihan yang cukup, kesalahan huruf sering berulang seperti tertukar b dan d, serta anak terlihat sangat kesulitan mengenali huruf atau menyusun kata. Jika hal ini terus terjadi, guru dapat menyarankan pemeriksaan lebih lanjut kepada ahli.
In reply to Christiano Adrian Mutu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Muhamad Dakar Aldino གིས-
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017

Berdasarkan faktor-faktor yang telah dipaparkan oleh kelompok kalian di powerpoint, baik faktor internal maupun eksternal, faktor manakah yang paling dominan menyebabkan kesulitan anak dalam membaca?
In reply to Muhamad Dakar Aldino

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Christiano Adrian Mutu གིས-
terimakasih dakar atas pertanyaan nya

izin menjawab, faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor eksternal, seperti yang sudah di cantumkan di ppt faktor eksternal adalah lingkungan keluarga dan cara mengajar guru, yang dimana menurut kelompok kita, semua ilmu termasuk membaca itu di awali dari keluarga lalu setelah itu baru ke sekolah dasar, kalau lingkungan keluarga tidak mumpuni untuk anak belajar, maka anak akan sulit atau lama untuk belajar membaca, begitu juga dengan cara mengajar guru yang sangat mempengaruhi cepat atau lambat anak didik untuk membaca
In reply to Christiano Adrian Mutu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Devina Meisarif Senggagau གིས-
Nama : Devina Meisarif Senggagau
Npm : 2423053023
izin bertanya kepada jelompok 1

Jika dalam pembelajaran tersebut tetapi siswa masih saja kesulitan membaca, bagaimana tanggapan kalian?
In reply to Devina Meisarif Senggagau

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Gendy bima pangestu གིས-
Izin menjawab Pertanyaan Dari saudari Devina

Nama : Gendy Bima Pangestu
Npm : 2413053127

Jadi Kalau dalam pembelajaran siswa masih saja kesulitan membaca, menurut saya itu bukan berarti pembelajarannya gagal, tapi perlu dievaluasi lagi pendekatannya. Setiap siswa punya kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda, jadi guru perlu mencari tahu dulu letak kesulitannya, apakah di pengenalan huruf, kelancaran, pemahaman, atau kurangnya motivasi.
Guru bisa memberikan pendampingan lebih intensif, menggunakan metode yang lebih sederhana dan menarik, seperti membaca dongeng, permainan kata, atau membaca bersama secara bertahap. Selain itu, penting juga bekerja sama dengan orang tua agar latihan membaca bisa dilakukan secara rutin di rumah.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Christiano Adrian Mutu གིས-
izin menanggapi gendy

Saya sepakat bahwa kesulitan membaca tidak selalu berarti pembelajaran gagal, dan memang perlu evaluasi pendekatan. Namun, menurut saya pendapat tersebut masih bersifat umum dan belum menyentuh kemungkinan adanya gangguan belajar spesifik seperti disleksia atau hambatan perkembangan lainnya.

Tidak semua kesulitan membaca dapat diatasi hanya dengan metode yang lebih sederhana atau pendampingan intensif. Pada beberapa kasus, siswa membutuhkan asesmen khusus, intervensi terstruktur, bahkan kolaborasi dengan guru pendamping khusus (GPK) atau ahli.

Selain itu, jika kesulitan terjadi secara terus-menerus dan signifikan, maka perlu dilakukan identifikasi dini. Jika tidak, pendekatan yang sama walaupun dibuat lebih menarik tetap tidak akan menyentuh akar permasalahan.

Jadi menurut saya, evaluasi pendekatan memang penting, tetapi juga perlu mempertimbangkan kemungkinan faktor neurologis, kognitif, atau kondisi berkebutuhan khusus agar penanganannya lebih tepat dan tidak hanya bersifat umum.
In reply to Christiano Adrian Mutu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Naufal Fadhlirrahman གིས-
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005

Izin bertanya, sekolah sekarang diharuskan untuk menerima semua siswa yang memiliki beragam kondisi, pertanyaan saya adalah bagaimana jika ada perserta didik yang memiliki kondisi berkebutuhan khusus akankah model dick and carey dan model morrison ross kemp masih relevan dengan kondisi anak tersebut dalam membantunya mengatasi kesulitan berhitung?
In reply to Naufal Fadhlirrahman

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Christiano Adrian Mutu གིས-
terimakasih naufal atas pertanyaan nya
izin menjawab

Model ini bersifat sistematis dan terstruktur, sehingga sangat membantu untuk menangani kesulitan berhitung pada ABK.

Mengapa masih relevan?

Karena dalam langkah-langkahnya ada tahap penting:
• Analisis kebutuhan
• Analisis karakteristik peserta didik
• Pengembangan tujuan khusus
• Evaluasi formatif

Untuk ABK, tahap analisis karakteristik peserta didik menjadi kunci.
Misalnya:
• Anak dengan diskalkulia → perlu media konkret dan latihan bertahap.
• Anak dengan hambatan konsentrasi → perlu sesi belajar singkat dan terstruktur.
• Anak slow learner → tujuan pembelajaran dibuat lebih spesifik dan sederhana.
In reply to Christiano Adrian Mutu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Rika Noviliana གིས-
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073

Izin bertanya, Jika seorang siswa masih mengalami kesulitan membaca meskipun guru sudah mencoba berbagai strategi pembelajaran seperti metode fonik, pendekatan multisensori, dan latihan membaca berulang, menurut kalian langkah apa yang sebaiknya dilakukan guru selanjutnya agar kemampuan membaca siswa tetap dapat berkembang?
In reply to Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Siti Rahmawati 2413053068 གིས-
izin menanggapi pertanyaan dari Rika Noviliana

Perkenalkan saya.
Nama : Siti Rahmawati
NPM : 2413053068
kelompok 3

tanggapan:

Menurut saya, jika seorang siswa masih mengalami kesulitan membaca meskipun sudah diberikan berbagai strategi seperti metode fonik, pendekatan multisensori, dan latihan membaca berulang, maka guru perlu melakukan evaluasi kembali terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Guru dapat mencoba mengidentifikasi lebih dalam jenis kesulitan yang dialami siswa, apakah berkaitan dengan pengenalan huruf, kelancaran membaca, atau pemahaman bacaan.

Selain itu, guru juga dapat memberikan bimbingan secara lebih individual agar siswa mendapat perhatian yang lebih khusus. Kerja sama dengan orang tua juga penting agar latihan membaca dapat dilakukan secara konsisten di rumah. Jika kesulitan yang dialami cukup serius, guru dapat berkoordinasi dengan pihak sekolah atau tenaga ahli untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. Dengan langkah tersebut, diharapkan kemampuan membaca siswa dapat berkembang secara bertahap.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Elfira Rosa Lubis གིས-
Nama : Elfira Rosa Lubis
NPM : 2413053014

izin bertanya kepada kelompok 1, dari ke lima model yang dibahas (Inquiry, PjBL, PBL, Blended Learning, dan Flipped Classroom), model mana yang paling realistis diterapkan di sd dengan fasilitas terbatas?
In reply to Elfira Rosa Lubis

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Christiano Adrian Mutu གིས-
terimakasih atas pertanyaan nya elfira
izin menjawab

Inquiry (Pembelajaran Inkuiri)

Alasannya:
• Tidak bergantung pada teknologi atau internet.
• Bisa menggunakan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
• Alat dan bahan bisa sederhana (benda konkret di kelas atau sekitar sekolah).
• Cocok dengan karakteristik siswa SD yang masih berpikir konkret.

Contoh:
• Mengamati pertumbuhan tanaman di halaman sekolah.
• Menyelidiki benda yang dapat mengapung dan tenggelam menggunakan ember dan air.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Agin Aulia Putri གིས-

Nama : Agin Aulia Putri
NPM : 2413053028
Bagaimana cara guru membedakan antara siswa yang malas membaca dengan siswa yang memang mengalami kesulitan membaca?

In reply to Agin Aulia Putri

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Cici Regina Nainggolan གིས-
Izin menjawab pertanyaan dari saudari Agin Aulia Putri.
Saya : Cici Regina Nainggolan
NPM : 2413053003
Izin menjawab : Guru dapat membedakan siswa yang malas membaca dengan siswa yang memang mengalami kesulitan dengan memperhatikan tingkah laku siswa saat sesi membaca. Siswa yang mengalami kesulitan biasanya terus mencoba untuk membaca, namun tampak kesulitan dalam mengenali huruf, mengeja kata, membaca dengan lambat, atau sering salah menyebutkan kata. Situasi ini mengindikasikan bahwa permasalahannya terkait dengan perkembangan kemampuan membaca yang masih belum optimal.
Di sisi lain, siswa yang malas membaca umumnya sebenarnya memiliki keterampilan membaca, tetapi kurang ada keinginan untuk melakukannya. Mereka seringkali menghindari aktivitas membaca atau kurang fokus saat diminta untuk membaca. Meskipun demikian, ketika mendapatkan perhatian atau diminta untuk membaca secara langsung, mereka biasanya tetap dapat membaca dengan cukup baik. Dari sini, guru dapat melihat bahwa masalah yang dihadapi lebih berkaitan dengan motivasi dalam belajar.
In reply to Agin Aulia Putri

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

ABRAL AL-TISA 2413053051 གིས-

Izin menanggapi pertanyaan dari Agin Aulia Putri

Perkenalkan saya.

Nama: Abral Al-Tisa

NPM: 2413053051

Kelompok: 3

Tanggapan: 

Menurut saya, guru dapat membedakan siswa yang malas membaca dengan siswa yang memang mengalami kesulitan membaca melalui pengamatan saat kegiatan membaca berlangsung. Jika siswa sebenarnya mampu membaca dengan cukup lancar tetapi sering menghindari tugas membaca, tidak fokus, atau kurang tertarik, maka kemungkinan siswa tersebut hanya kurang memiliki minat membaca.

Sebaliknya, jika siswa terlihat kesulitan saat membaca, seperti membaca sangat lambat, sering salah menyebutkan kata, atau sulit memahami isi bacaan meskipun sudah mencoba, maka dapat diduga bahwa siswa tersebut memang mengalami kesulitan membaca. Dengan begitu, guru dapat menilai apakah masalahnya berasal dari kurangnya kemauan atau dari kemampuan membaca yang masih perlu dibantu dan dilatih.

In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Rafi Dewangga Asri གིས-
Nama: Rafi Dewangga Asri
NPM: 2413053006

Bagaimana kesulitan membaca dapat memengaruhi perkembangan akademik dan psikologis siswa di sekolah?
In reply to Rafi Dewangga Asri

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Cindi Raniadita གིས-
perkenalkan saya
Nama: Cindi Raniadita
Npm: 2413053187
Kelompok: 12

izin menjawab pertanyaan rafi
kesulitan membaca dapat berdampak besar pada perkembangan akademik dan psikologis siswa di sekolah. Secara akademik, siswa yang mengalami kesulitan membaca cenderung lambat memahami materi pelajaran karena banyak informasi disampaikan melalui teks, sehingga nilai dan prestasi belajar dapat menurun. Dari sisi psikologis, mereka bisa merasa kurang percaya diri, mudah frustrasi, dan takut untuk berpartisipasi di kelas karena merasa tertinggal dari teman-temannya. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mengurangi motivasi belajar dan memengaruhi perkembangan sosial serta emosional siswa.
In reply to Rafi Dewangga Asri

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Monika ardhana parasmitha གིས-
Izin menjawab pertanyaan Rafi

Nama:Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153
Kesulitan membaca menciptakan efek domino yang merusak tatanan akademik dan psikologis siswa secara mendalam. Dari sisi akademik, hambatan literasi ini memicu fenomena The Matthew Effect, di mana kesenjangan pengetahuan antara siswa yang lancar membaca dan yang tidak akan semakin lebar seiring meningkatnya kompleksitas kurikulum; siswa yang gagal menguasai kemampuan membaca di kelas awal akan kesulitan memahami materi di seluruh mata pelajaran lain, karena mereka masih bergelut dengan cara mengeja kata sementara rekan sebaya mereka sudah menggunakan bacaan untuk menyerap ilmu baru.
​Secara psikologis, dampak ini sering kali lebih merusak karena menyerang harga diri siswa secara langsung. Rasa frustrasi yang kronis akibat kegagalan berulang di depan kelas dapat memicu kecemasan akademik yang parah, rendahnya kepercayaan diri, hingga kondisi di mana siswa merasa bodoh dan akhirnya berhenti mencoba sama sekali. Tanpa intervensi yang tepat, tekanan emosional ini sering kali bermanifestasi menjadi masalah perilaku di sekolah, seperti menarik diri dari pergaulan atau justru menjadi agresif sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri untuk menutupi rasa malu mereka.