FORUM DISKUSI

FORUM DISKUSI

Jumlah balasan: 23

A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh Yuda Prasetiyo -
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat sore teman-teman semuaa.

Perkenalkan, kami dari Kelompok 12 yang beranggotakan:

1. Yuda Prasetiyo (2413053010)
2. Devina Meisarif Senggagau (2413053023)
3. Cindi Raniaidita (2413053187)

Pada kesempatan kali ini, kami akan memaparkan hasil diskusi kelompok kami. Untuk memahami materi yang kami berikan secara lebih lengkap, teman-teman dapat mencermati makalah serta PowerPoint yang telah kami bagikan.

Apabila terdapat pertanyaan, tanggapan, maupun saran, kami dengan senang hati mempersilakan teman-teman untuk menyampaikannya melalui forum diskusi pada hari ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasi teman-teman, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI

oleh ADELIA NANDA FEBRIANI -
Nama : Adelia Nanda Febriani
NPM : 2413053106

Izin bertanya, Jika gaya belajar dalam satu ini kelas berbeda-beda. Maka strategi, metode dan media apa yang harus kita terapkan di kelas itu agar pembelajaran nya efektif?
Sebagai balasan ADELIA NANDA FEBRIANI

Re: FORUM DISKUSI

oleh Yuda Prasetiyo -
Yuda Prasetiyo (2413053010)

Izin menjawab, Jika dalam satu kelas terdapat perbedaan gaya belajar siswa, seperti visual, auditori, dan kinestetik, maka pembelajaran yang efektif tidak bisa hanya menggunakan satu strategi atau metode saja, melainkan perlu mengombinasikan berbagai pendekatan. Guru dapat menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti diferensiasi pembelajaran dan pembelajaran aktif, sehingga setiap siswa mendapatkan kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, penggunaan metode yang bervariasi seperti diskusi kelompok, demonstrasi, presentasi, serta model pembelajaran seperti Problem Based Learning atau discovery learning sangat membantu dalam mengakomodasi berbagai gaya belajar. Media pembelajaran juga perlu disesuaikan, misalnya dengan menggunakan gambar atau video untuk siswa visual, penjelasan lisan dan diskusi untuk siswa auditori, serta kegiatan praktik atau permainan untuk siswa kinestetik. Dengan mengombinasikan strategi, metode, dan media yang beragam, pembelajaran akan menjadi lebih menarik, interaktif, dan mampu menjangkau seluruh karakteristik siswa di kelas.
Sebagai balasan Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI

oleh Diah Hanifah -
Nama: Diah Hanifah
NPM: 2413053213

Izin bertanya kepada kelompok 12
Misalnya di suatu sekolah guru sudah pakai model PBL atau PjBL, tapi siswa malah bingung atau pasif. Menurut pendapat kalian yang salah strateginya atau cara implementasinya?
Sebagai balasan Diah Hanifah

Re: FORUM DISKUSI

oleh Cindi Raniadita -
Cindi Raniaidta (2413053187)

 Izin menajwab pertanyaan dari diah
siswa menjadi bingung atau pasif saat menggunakan model PBL atau PjBL bukan bermasalah pada strateginya, melainkan pada cara implementasinya. Kedua model tersebut sebenarnya sudah tepat karena mendorong keaktifan dan berpikir kritis, tetapi jika guru kurang memberikan bimbingan awal (scaffolding), tidak menyesuaikan dengan kesiapan siswa, memberikan masalah atau proyek yang kurang jelas, serta kurang berperan sebagai fasilitator selama proses pembelajaran, maka siswa akan kesulitan beradaptasi. Jadi, kunci utamanya ada pada bagaimana guru menerapkan strategi tersebut secara bertahap, terarah, dan sesuai dengan kondisi siswa di kelas.
Sebagai balasan Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI

oleh Nindytha Lintang Sujarwo -
Nama: nindytha lintang sujarwo
npm: 2453053008
izin bertanya kepada kelompok 12
Menurut kalian, bagaimana cara membuktikan bahwa penyesuaian gaya belajar benar-benar meningkatkan hasil belajar?
Sebagai balasan Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

oleh Cindi Raniadita -
Izin menjawab pertanyaan lintang

Menurut kami, cara membuktikannya bisa dengan membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah penyesuaian gaya belajar (pretest–posttest) atau antara dua kelompok yang menggunakan metode berbeda. Dari nilai dan keaktifan siswa, dapat dilihat apakah ada peningkatan yang signifikan atau tidak. sehingga dapat disimpulkan apakah penyesuaian gaya belajar benar-benar berpengaruh atau tidak.
Sebagai balasan Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI

oleh FARIDA PALUPI -
Nama : Farida Palupi
NPM : 2414053087 

Izin bertanya untuk kelompok 12,
Apakah penggunaan gaya belajar dalam pembelajaran dapat membuat proses belajar lebih efektif atau justru menyulitkan guru dalam mengatur kelas?
Sebagai balasan FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI

oleh Cindi Raniadita -
Cindi Raniadita (2413053187)

Izin menjawab pertanyaan dari Farida
penggunaan gaya belajar dapat membuat pembelajaran lebih efektif bila diterapkan dengan fleksibel, tetapi juga bisa menyulitkan guru jika terlalu dipaksakan. Setiap siswa mempunyai cara belajar yang berbeda, sehingga penggunaan berbagai metode (misalnya gambar, penjelasan, atau praktik) membuat siswa bisa lebih mudah memahami materi. Namun, jika guru terlalu fokus membagi siswa berdasarkan satu gaya belajar saja, justru akan menyulitkan dalam pengelolaan kelas dan membatasi potensi siswa. Jadi, sebaiknya guru menggunakan cara mengajar yang bervariasi, agar semua siswa dapat ikut belajar dengan nyaman.
Sebagai balasan Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI

oleh MAWAR RIZKA NUR'AINI -
Nama: Mawar Rizka Nur Aini
NPM: 2413053188

Izin bertanya, Dalam praktik nyata, apakah lebih efektif menyesuaikan pembelajaran untuk setiap gaya belajar, atau menggunakan satu metode yang adaptif untuk semua?
Sebagai balasan MAWAR RIZKA NUR'AINI

Re: FORUM DISKUSI

oleh Devina Meisarif Senggagau -
Devina Meisarif Senggagau (2413053023)

Izin menjawab pertanyaan mawar, Dalam kenyataannya di kelas, lebih efektif pakai satu cara mengajar yang fleksibel, daripada harus menyesuaikan satu per satu gaya belajar siswa.
Soalnya, jumlah siswa banyak dan waktunya terbatas. Selain itu, gaya belajar juga tidak selalu tetap. Jadi lebih baik guru mengajar dengan cara yang bervariasi—misalnya ada penjelasan, gambar, diskusi, dan praktik—supaya semua siswa tetap bisa mengikuti dan paham
Sebagai balasan Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI

oleh Rika Noviliana -
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073
Izin bertanya kepada kelompok 12, Dalam model ASSURE, tahap Analyze Learners menuntut guru memahami karakteristik setiap siswa. Namun, seberapa realistis hal ini diterapkan di kelas dengan jumlah siswa yang banyak dan kemampuan yang beragam?
Sebagai balasan Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI

oleh Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm :2413053005
izin membantu menjawab pertanyaan dari Rika Noviliana

menurut saya memang sulit pastinya guru harus memahami karakteristik setiap siswa satu per satu, apalagi kalau jumlah siswanya banyak dan kemampuannya berbeda-beda. Dalam kondisi kelas seperti itu, tentu kurang realistis kalau analisis dilakukan secara mendalam ke tiap individu dalam waktu yang terbatas.Tapi dalam praktiknya, tahap Analyze Learners tidak harus dilakukan sedetail itu. Guru bisa menyiasatinya dengan melihat gambaran umum kelas, misalnya dengan mengamati kecenderungan gaya belajar siswa, apakah lebih banyak yang visual, auditori, atau kinestetik. Dari situ, guru bisa menyesuaikan cara mengajar dengan menggunakan variasi metode dan media supaya tetap bisa menjangkau kebutuhan sebagian besar siswa.
Jadi intinya, tahap ini tetap bisa diterapkan, tapi dengan cara yang lebih fleksibel. Tidak harus mengenal setiap siswa secara mendalam, cukup memahami pola umum di kelas agar pembelajaran tetap efektif dan bisa diterima oleh berbagai karakter siswa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Nama: Syarifah Siti Fatimah NA
NPM: 2413053036

Dalam penerapan model ASSURE, tahap awalnya adalah analisis karakteristik siswa. Namun, bagaimana jika guru mengalami keterbatasan waktu dan jumlah siswa yang banyak, sehingga sulit melakukan analisis secara mendalam terhadap setiap individu?
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI

oleh Devina Meisarif Senggagau -
Devina Meisarif Senggagau (2413053023)

Izin menjawab pertanyaan syarifah, Kalau waktunya terbatas dan jumlah siswanya banyak, guru tidak harus menganalisis setiap siswa secara detail. Cukup ambil gambaran umumnya saja.
Misalnya, guru bisa lihat dari nilai sebelumnya, cara siswa berpartisipasi di kelas, atau pakai pertanyaan/angket sederhana tentang minat dan cara belajar mereka. Dari situ, siswa bisa dikelompokkan berdasarkan kemampuan atau karakter yang mirip.
Dengan cara ini, guru tetap bisa memahami kondisi siswa tanpa perlu analisis yang terlalu mendalam, tapi tetap cukup untuk merancang pembelajaran yang sesuai
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh Nadine Syakila Azzahra -
Nama: Nadine Syakila Azzahra
Npm: 2413053030
Pertanyaan:

izin bertanya: Pada tahap Analyze Learners, bagaimana jika dalam satu kelas ditemukan ketiga gaya belajar sekaligus? Apakah guru harus menyiapkan tiga perangkat pembelajaran berbeda secara bersamaan? Apakah ini tidak memberatkan guru SD yang umumnya mengajar sendiri?
Sebagai balasan Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI

oleh Devina Meisarif Senggagau -
Devina Meisarif Senggagau (2413053023)

izin menjawab pertanyaan nadine, Tidak perlu membuat tiga perangkat pembelajaran berbeda. Guru cukup menggunakan pembelajaran variatif dalam satu kegiatan (misalnya kombinasi visual, audio, dan praktik/kinestetik).
Dengan begitu, semua gaya belajar tetap terakomodasi tanpa membebani guru. Kuncinya adalah satu rencana, banyak cara penyampaian
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh Elfira Rosa Lubis -
Nama : Elfira Rosa Lubis
Kelas : 4A
Npm : 2413053014

Seberapa efektif model ASSURE dalam mengatasi perbedaan gaya belajar dibandingkan model pembelajaran lainnya?
Apakah penerapan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) selalu relevan untuk semua materi pelajaran? Berikan alasan kritis!
Sebagai balasan Elfira Rosa Lubis

Re: FORUM DISKUSI

oleh Devina Meisarif Senggagau -
Devina Meisarif Senggagau (2413053023)

Izin menjawab pertanyaan elfira, Model ASSURE cukup efektif karena membantu guru merancang pembelajaran sesuai karakteristik siswa, termasuk gaya belajar. Namun, tidak selalu lebih unggul dari model lain karena efektivitasnya tergantung pada penerapan guru.
Penerapan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) tidak selalu harus digunakan di semua materi, tetapi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan karakter materi agar lebih relevan dan efektif
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Izin bertanya kepada kelompok 12.

Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051
Pertanyaan:
Di dalam materi disebutkan bahwa langkah pertama model ASSURE adalah menganalisis karakteristik siswa. Mengingat satu kelas di sekolah dasar bisa terdiri dari 28-30 siswa, bagaimana cara guru yang efektif dan efisien untuk memetakan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) secara akurat tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu di awal semester?
Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI

oleh Devina Meisarif Senggagau -
Devina Meisarif Senggagau (2413053023)

Izin menjawab pertanyaan abral, Supaya tidak makan waktu, guru bisa pakai cara yang sederhana saja.
Di awal, bisa kasih angket singkat tentang cara belajar yang mereka suka. Lalu, selama beberapa pertemuan pertama, guru cukup mengamati ada yang lebih paham kalau dijelaskan, ada yang suka lihat gambar, atau yang harus praktik langsung.
Setelah itu, siswa bisa dikelompokkan secara umum saja, tidak perlu detail satu per satu. Yang penting, guru sudah punya gambaran, jadi bisa mengajar dengan cara yang lebih bervariasi supaya semua siswa tetap bisa mengikuti.
Sebagai balasan Devina Meisarif Senggagau

Re: FORUM DISKUSI

oleh Cici Regina Nainggolan -
Nama : Cici Regina Nainggolan
NPM : 2413053003

Izin menambahkan dari jawaban saudari Devina Meisarif Senggagau. Jawaban Devina sudah tepat. Menurut saya, bisa ditambahkan bahwa analisis gaya belajar tidak harus langsung akurat di awal, tapi bisa dikembangkan secara bertahap selama pembelajaran. Guru juga bisa menyisipkan aktivitas yang memadukan visual, auditori, dan kinestetik sekaligus sebagai cara membaca kecenderungan siswa tanpa butuh waktu khusus. Jadi tetap efisien tapi hasilnya makin akurat.
Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI

oleh Monika ardhana parasmitha -
Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153

izin menjawab pertanyaan Tisa Menganalisis gaya belajar siswa dalam model ASSURE dapat dilakukan secara efektif tanpa harus menyita banyak waktu melalui pendekatan observasi terintegrasi dan aktivitas diagnostik yang menyenangkan. Guru dapat memanfaatkan satu jam pelajaran di awal semester untuk menyajikan materi singkat menggunakan metode *multisensory*, di mana informasi disampaikan melalui gambar (visual), penjelasan lisan (auditori), dan praktik langsung (kinestetik) secara bersamaan. Dengan mengamati respons alami siswa—seperti siapa yang lebih fokus pada alat peraga, siapa yang sangat responsif terhadap instruksi verbal, atau siapa yang tidak sabar untuk segera bergerak—guru bisa memetakan kecenderungan gaya belajar mereka secara lebih akurat dibandingkan sekadar mengisi kuesioner tertulis yang sering kali membingungkan bagi anak usia sekolah dasar.
Selain itu, efisiensi dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik "Zonasi Kelas" atau survei visual singkat yang hanya memakan waktu 10 hingga 15 menit. Dalam teknik zonasi, siswa diminta berpindah ke sudut kelas yang ditandai dengan ikon mata, telinga, atau tangan sesuai dengan cara belajar yang paling mereka sukai, sehingga guru hanya perlu mencatat pengelompokan tersebut dalam satu waktu. Pendekatan ini sebaiknya didukung dengan catatan anekdot selama minggu pertama pembelajaran untuk memvalidasi temuan awal. Dengan cara ini, tahap *analyze learners* tetap terpenuhi secara sistematis, sementara guru tetap memiliki waktu yang cukup untuk melanjutkan ke langkah desain instruksional berikutnya dalam model ASSURE.