FORUM DISKUSI

FORUM DISKUSI

Number of replies: 37

A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat sore teman-teman semuaa.

Perkenalkan, kami dari *Kelompok 9* yang beranggotakan:

1. Nadine Syakila Azzahra (2413053030)
2. Gita Bagus Wijaya (2453053019)

Pada kesempatan kali ini, kami akan memaparkan hasil diskusi kelompok kami. Untuk memahami materi yang kami berikan secara lebih lengkap, teman-teman dapat mencermati makalah serta PowerPoint yang telah kami bagikan.

Apabila terdapat pertanyaan, tanggapan, maupun saran, kami dengan senang hati mempersilakan teman-teman untuk menyampaikannya melalui forum diskusi pada hari ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasi teman-teman, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Gendy bima pangestu -
Nama: Gendy Bima Pangestu
Npm: 2413053127
ijin bertanya kelompok 9
kira kira apakah penerapan Active Learning dapat menjadi solusi bagi siswa yang mengalami kecemasan sosial? coba kalian jelaskan dan berikan contohnya
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI

by Nadine Syakila Azzahra -
Izin menjawab, pertanyaan gendy. Menurut kami, penerapan Active Learning memang bisa menjadi salah satu solusi bagi siswa yang mengalami kecemasan sosial, terutama kecemasan saat harus berbicara di depan kelas.
Siswa yang cemas sosial biasanya takut salah, takut ditertawakan, dan akhirnya memilih diam. Nah, Active Learning hadir sebagai pendekatan yang membuat siswa terlibat langsung dalam pembelajaran, tapi tidak selalu harus tampil sendiri di depan kelas. Jadi tekanannya jauh lebih kecil dibanding metode konvensional.
Contohnya seperti ini:
Pertama ada metode Think-Pair-Share. Jadi siswa diberi waktu untuk berpikir dulu sendiri, lalu mendiskusikannya dengan teman sebangku, baru kemudian disampaikan ke kelas. Dengan cara ini, siswa yang tadinya takut bicara jadi lebih percaya diri karena sudah “latihan” dulu dengan temannya sebelum berbicara di depan banyak orang.

Kedua ada diskusi kelompok kecil. Siswa yang cemas biasanya lebih berani bicara kalau audiensnya cuma 3-4 orang, bukan satu kelas penuh. Kelompok kecil membuat suasana terasa lebih aman dan tidak mengintimidasi.

Ketiga ada bermain peran atau role play. Karena siswa berperan sebagai tokoh lain, mereka merasa tidak sedang “dinilai sebagai diri sendiri,” sehingga lebih berani berekspresi dan berbicara.

Jadi kesimpulan kami, Active Learning bisa sangat efektif sebagai solusi kecemasan sosial, asalkan diterapkan dengan pendekatan yang tepat, sabar, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa.​​​​​​​​​​​​​​​​
In reply to Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017

Izin menambahkan jawaban
Selain melalui metode seperti Think-Pair-Share, diskusi kelompok kecil, dan role play, penerapan Active Learning juga dapat didukung dengan pemberian umpan balik yang positif dan tidak menghakimi. Bagi siswa yang mengalami kecemasan sosial, respon guru dan teman sangat berpengaruh terhadap keberanian mereka untuk berbicara. Ketika siswa merasa aman dan dihargai, mereka akan lebih berani untuk mencoba.
Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang menarik, seperti video, gambar, atau kuis interaktif, juga dapat membantu mengurangi tekanan pada siswa. Dengan adanya variasi aktivitas, siswa tidak hanya dituntut untuk berbicara, tetapi juga dapat berpartisipasi melalui cara lain terlebih dahulu, sehingga kepercayaan diri mereka dapat tumbuh secara bertahap.
Dengan demikian, Active Learning tidak hanya tentang metode, tetapi juga tentang bagaimana guru menciptakan pengalaman belajar yang suportif agar siswa yang memiliki kecemasan sosial dapat berpartisipasi tanpa merasa tertekan.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by AZZAHRA CHIKA PERTIWI -
Nama : Azzahra Chika Pertiwi
NPM : 2413053033

Izin bertanya :
Pada PPT kelompok 9 terdapat faktor penyebab kesulitan bersosialisasi, bagaimana peran faktor psikologis, faktor keluarga, dan faktor sekolah dapat mendukung agar anak dapat bersosialisasi dengan baik di kehidupan sehari hari?
In reply to AZZAHRA CHIKA PERTIWI

Re: FORUM DISKUSI

by Nadine Syakila Azzahra -
izin menjawab pertanyaan azzahra chika, Menurut kami, ketiga faktor ini saling berkaitan dan harus berjalan beriringan agar anak bisa bersosialisasi dengan baik.
1. Faktor Psikologis adalah fondasinya. Anak yang sehat secara psikologis, percaya diri, dan mampu mengelola emosinya akan lebih mudah membuka diri kepada orang lain. Cara mendukungnya adalah dengan membiasakan anak mengekspresikan perasaannya dan tidak meremehkan apa yang mereka rasakan.
2. Faktor Keluarga adalah lingkungan pertama anak belajar berinteraksi. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang hangat dan komunikatif akan lebih mudah bergaul di luar rumah. Sebaliknya, anak yang tumbuh dalam lingkungan kurang harmonis cenderung kesulitan bersosialisasi karena tidak punya contoh interaksi yang sehat dari rumah.
3. Faktor Sekolah adalah tempat anak belajar bersosialisasi di luar keluarganya. Guru perlu menciptakan suasana kelas yang inklusif, menyediakan kegiatan yang mendorong kerja sama, dan guru BK perlu aktif membantu siswa yang kesulitan bergaul.

Kesimpulannya, psikologis yang sehat lahir dari keluarga yang baik, keluarga yang baik memperkuat anak di sekolah, dan sekolah yang suportif semakin memperkuat kemampuan sosial anak. Kalau salah satu lemah, maka faktor lainnya perlu bekerja lebih keras untuk menutupinya.​​​​​​​​​​​​​​​​
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by vania diandra vadin -
Nama : Vania Diandra Vadin
Npm : 2453053007
Izin bertanya kelompok 9
Dari upaya yang disebutkan (diskusi kelompok, kerja sama), apakah ada kemungkinan justru membuat siswa semakin tidak nyaman? Jelaskan kondisi tersebut.
In reply to vania diandra vadin

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab dari pertanyaan vania
Menurut kami, penggunaan metode seperti diskusi kelompok dan kerja sama memang tidak selalu berdampak positif bagi semua siswa. Dalam beberapa kondisi, justru bisa menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi siswa yang memiliki kecemasan sosial.
Hal ini biasanya terjadi ketika siswa merasa takut dinilai oleh teman-temannya, kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat, atau berada dalam kelompok yang kurang suportif (misalnya ada siswa yang mendominasi). Selain itu, jika siswa dipaksa untuk langsung aktif tanpa adanya proses adaptasi, hal tersebut juga dapat meningkatkan rasa cemas.
Akibatnya, siswa cenderung menjadi pasif, enggan berpartisipasi, bahkan bisa semakin menarik diri dari kegiatan pembelajaran. Kondisi ini tentu dapat mempengaruhi efektivitas proses belajar.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran aktif perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik siswa. Guru sebaiknya menciptakan suasana yang aman dan memberikan kesempatan secara bertahap agar semua siswa, termasuk yang mengalami kecemasan sosial, dapat berpartisipasi dengan nyaman.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM. 2413053017

Izin menambahkan jawaban
Selain faktor kecemasan sosial, efektivitas diskusi kelompok dan kerja sama juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana kegiatan tersebut dirancang dan dikelola. Jika tidak ada pembagian peran yang jelas, beberapa siswa bisa menjadi pasif sementara yang lain justru terlalu mendominasi. Hal ini dapat membuat sebagian siswa merasa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran.
Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan kesiapan siswa sebelum menerapkan metode tersebut. Guru dapat memberikan tahap awal berupa latihan sederhana atau aktivitas individu terlebih dahulu, sehingga siswa memiliki pemahaman dan rasa percaya diri sebelum masuk ke dalam diskusi kelompok.
Dengan perencanaan yang matang dan pendekatan yang bertahap, metode pembelajaran aktif tetap dapat digunakan secara efektif tanpa menimbulkan tekanan bagi siswa yang membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Devina Meisarif Senggagau -
Nama : Devina Meisarif Senggagau
Npm : 2413053023
pertanyaannya yaitu, jelaskan langkah langkah yang harus diambil guru jika mendeteksi adanya siswa yang dikucilkan dalam pergaulan kelas
In reply to Devina Meisarif Senggagau

Re: FORUM DISKUSI

by Nadine Syakila Azzahra -
Izin menjawab pertanyaan devina. Menurut kami, ketika guru mendeteksi ada siswa yang dikucilkan, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan. Pertama, observasi dulu. Guru perlu mengamati situasinya secara diam-diam sebelum bertindak, agar tidak salah langkah dan tidak mempermalukan siswa tersebut di depan teman-temannya. Kedua, pendekatan personal. Ajak siswa bicara secara pribadi, tanyakan perasaannya dengan lembut. Pastikan pembicaraan ini tidak diketahui siswa lain agar situasinya tidak semakin buruk. Ketiga, cari tahu akar masalahnya. Apakah karena perbedaan fisik, ekonomi, atau ada konflik tertentu. Dengan tahu penyebabnya, guru bisa menentukan penanganan yang paling tepat. Keempat, libatkan orang tua. Guru perlu menghubungi orang tua agar mereka bisa memberikan dukungan di rumah dan bekerja sama dengan guru.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Yuda Prasetiyo -
Nama : Yuda Prasetiyo
NPM : 2413053010

Izin bertanya, Sejauh mana pembelajaran kolaboratif mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi siswa? Apakah ada keterbatasannya? Jelaskan.
In reply to Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab pertanyaan Yuda
Menurut kami, pembelajaran kolaboratif cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan bersosialisasi siswa, tetapi pengaruhnya tidak mutlak dan tetap memiliki keterbatasan.
Dari sisi positif, pembelajaran kolaboratif memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan teman sebaya. Melalui kegiatan seperti diskusi kelompok, kerja tim, dan pemecahan masalah bersama, siswa belajar mengemukakan pendapat, mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan, serta melatih kerja sama. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu meningkatkan keterampilan komunikasi dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan sosial.
Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi tertentu. Tidak semua siswa merespons dengan cara yang sama. Siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah atau kecemasan sosial bisa saja tetap pasif atau bahkan merasa tertekan dalam situasi kelompok. Selain itu, dinamika kelompok juga menjadi faktor penting—misalnya adanya dominasi oleh beberapa siswa, kurangnya partisipasi anggota lain, atau konflik dalam kelompok dapat menghambat tujuan pembelajaran kolaboratif.
Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif memang berpotensi meningkatkan kemampuan bersosialisasi siswa, tetapi tidak bisa dianggap sebagai solusi tunggal. Perlu adanya pengelolaan yang baik dari guru, seperti pembagian peran yang jelas, pendampingan, serta penciptaan suasana yang inklusif agar semua siswa dapat terlibat secara optimal.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Nindytha Lintang Sujarwo -
Nama: Nindytha Lintang Sujarwo
Npm: 2453053008

Izin bertanya kepada kelompok 9, Bagaimana cara pendidik untuk menciptakan lingkungan kelas yang mendukung semua siswa untuk aktif bersosialisasi?
In reply to Nindytha Lintang Sujarwo

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab pertanyaan dari Nindy
Menurut kami, ada beberapa cara yang dapat dilakukan pendidik untuk menciptakan lingkungan kelas yang mendukung semua siswa agar aktif bersosialisasi.
Pertama, pendidik perlu membangun suasana kelas yang aman dan inklusif, misalnya dengan menanamkan sikap saling menghargai, tidak mengejek, dan menerima perbedaan. Hal ini penting agar siswa merasa nyaman untuk berinteraksi tanpa rasa takut.
Kedua, menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi, seperti diskusi kelompok kecil, kerja berpasangan, atau permainan edukatif. Variasi ini memberi kesempatan kepada semua siswa, termasuk yang pemalu, untuk terlibat sesuai tingkat kenyamanannya.
Ketiga, melakukan pengelompokan yang fleksibel dan heterogen, sehingga siswa dapat belajar berinteraksi dengan berbagai karakter teman dan tidak terjebak dalam kelompok yang itu-itu saja.
Keempat, pendidik perlu memberikan peran yang jelas dalam kelompok, agar setiap siswa memiliki tanggung jawab dan kesempatan untuk berpartisipasi.
Kelima, memberikan dukungan dan umpan balik positif, sehingga siswa merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam bersosialisasi.
Jadi, kuncinya adalah menciptakan lingkungan yang aman, metode yang variatif, serta dukungan yang konsisten dari pendidik agar semua siswa dapat berkembang dalam kemampuan sosialnya.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Sebelumnya, izin memperkenalkan diri.
Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051
Izin bertanya kepada kelompok 9.
Menurut kalian, apakah metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam bersosialisasi?
In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab pertanyaan dari abral
Menurut kami, ya, metode pembelajaran yang diterapkan guru bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, meskipun bukan satu-satunya faktor.
Hal ini bisa terjadi ketika metode yang digunakan kurang memberi ruang interaksi. Misalnya, pembelajaran yang terlalu berpusat pada guru (ceramah terus-menerus) membuat siswa jarang berkomunikasi dengan teman, sehingga kemampuan sosialnya kurang terlatih.
Sebaliknya, metode yang terlalu menuntut keaktifan tanpa mempertimbangkan kesiapan siswa—seperti diskusi kelompok yang langsung intens—juga bisa berdampak negatif. Siswa yang pemalu atau memiliki kecemasan sosial justru bisa merasa tertekan, sehingga memilih menarik diri.
Selain itu, jika dalam pelaksanaannya tidak ada pengelolaan yang baik (misalnya tidak ada pembagian peran atau kontrol dinamika kelompok), beberapa siswa bisa mendominasi, sementara yang lain menjadi pasif. Kondisi ini juga menghambat perkembangan kemampuan bersosialisasi.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran memang berpengaruh terhadap kemampuan sosial siswa. Oleh karena itu, guru perlu memilih dan menyesuaikan metode secara tepat, mempertimbangkan karakteristik siswa, serta menciptakan suasana yang mendukung agar semua siswa dapat berkembang secara sosial.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Cindi Raniadita -
Nama: Cindi Raniaidta
Npm: 2413053187

Izin bertanya kepada kelompok 9
Mengapa kompetensi guru menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penerapan Student Centered Learning?
In reply to Cindi Raniadita

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab pertanyaan dari cindi
Menurut kami, kompetensi guru menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penerapan Student Centered Learning karena dalam pendekatan ini peran guru bukan lagi sebagai pusat informasi, melainkan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses belajar siswa.
Pertama, guru yang kompeten mampu merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Dalam SCL, kegiatan belajar harus bervariasi dan berpusat pada aktivitas siswa, sehingga tanpa perencanaan yang matang, tujuan pembelajaran sulit tercapai.
Kedua, guru perlu memiliki keterampilan mengelola kelas. SCL sering melibatkan diskusi, kerja kelompok, dan aktivitas kolaboratif. Jika tidak dikelola dengan baik, kelas bisa menjadi tidak kondusif atau justru didominasi oleh beberapa siswa saja.
Ketiga, kompetensi guru juga terlihat dari kemampuannya dalam memberikan bimbingan dan umpan balik. Guru harus peka terhadap kesulitan siswa dan mampu membantu tanpa terlalu mendominasi proses belajar.
Keempat, guru yang kompeten mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, sehingga siswa berani aktif, berpendapat, dan berinteraksi.
Jadi, keberhasilan Student Centered Learning sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merancang, mengelola, dan membimbing pembelajaran. Tanpa kompetensi yang memadai, pendekatan ini justru tidak berjalan optimal.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Faiz Kurniawan -
Faiz Kurniawan
2413053084
izin bertanya pada kelompok 9
apa perasaan yang dirasakan saat seseorang merasa sulit bersosialisasi dengan orang sekitar
In reply to Faiz Kurniawan

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab pertanyaan faiz
Menurut kami, ketika seseorang mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, biasanya muncul berbagai perasaan negatif. Misalnya seperti rasa malu, cemas, kurang percaya diri, serta adanya ketakutan akan penolakan dari orang lain. Selain itu, individu tersebut juga bisa merasa minder dan khawatir terhadap penilaian lingkungan sekitarnya. Dalam jangka tertentu, kondisi ini bahkan dapat menimbulkan perasaan kesepian karena kurangnya interaksi sosial.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Naufal Fadhlirrahman -
Nama: Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005
izin bertanya untuk kelompok 9 dan teman teman kelas B3
Di beberapa kasus, siswa menjadi kurang percaya diri karena pernah mengalami pengalaman negatif seperti diejek atau diabaikan oleh teman. Contohnya ketika anak itu cedal atau cadel lalu teman temannya mengejek dan membuat anak tersebut kurang pede.
Bagaimana cara guru menciptakan lingkungan kelas yang aman agar siswa berani bersosialisasi kembali?
In reply to Naufal Fadhlirrahman

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab pertanyaan naufal
Menurut kami, guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kelas yang aman dan suportif agar siswa berani bersosialisasi kembali. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain, pertama, guru perlu menanamkan nilai saling menghargai sejak awal, misalnya dengan membuat kesepakatan kelas bahwa tidak boleh ada ejekan atau bullying dalam bentuk apa pun.

Kedua, guru bisa memberikan pendekatan yang lebih empatik kepada siswa yang mengalami hal tersebut, seperti memberi dukungan, tidak menghakimi, dan memberikan kesempatan bertahap untuk berpartisipasi sesuai kenyamanan mereka.

Ketiga, guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang kolaboratif, seperti diskusi kelompok kecil atau kerja sama tim, sehingga siswa bisa mulai berinteraksi dalam lingkup yang lebih aman dan tidak terlalu menekan.

Selain itu, guru juga perlu memberikan penguatan positif, misalnya dengan mengapresiasi setiap usaha siswa ketika mencoba berinteraksi, sekecil apa pun itu. Dengan cara ini, siswa akan merasa lebih dihargai dan perlahan kepercayaan dirinya dapat tumbuh kembali.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Rika Noviliana -
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073

Izin bertanya kepada kelompok 9,
Bagaimana membedakan antara siswa yang kurang aktif karena tidak paham materi dengan yang memang mengalami kesulitan bersosialisasi?
In reply to Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab pertanyaan Rika
Menurut kami, untuk membedakan keduanya, guru perlu melihat dari beberapa indikator perilaku di kelas.

Jika siswa kurang aktif karena tidak paham materi, biasanya terlihat dari tanda seperti bingung saat diberi tugas, sering diam ketika ditanya terkait pelajaran, atau jawabannya tidak sesuai dengan materi. Namun, di luar itu, ia masih bisa berinteraksi normal dengan teman, misalnya tetap mau berdiskusi atau bercanda.

Sedangkan siswa yang mengalami kesulitan bersosialisasi, biasanya menunjukkan pola yang lebih luas. Ia cenderung menarik diri, jarang berinteraksi dengan teman, menghindari kerja kelompok, atau terlihat canggung saat berkomunikasi, meskipun sebenarnya bisa saja dia memahami materi.

Selain itu, guru bisa melakukan pendekatan langsung, seperti bertanya secara personal atau observasi lebih lanjut. Dari situ akan terlihat apakah hambatannya ada pada aspek akademik atau pada aspek sosial. Jadi, kuncinya ada pada pengamatan perilaku secara menyeluruh, bukan hanya saat proses pembelajaran saja.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI

by Syarifah Siti Fatimah NA -
Nama: Syarifah Siti Fatimah NA
NPM: 2413053036

Saat kalian nanti menjadi guru, strategi apa yang akan kalian buat untuk membantu siswa yang sangat pemalu? dan apa alasannya?
In reply to Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI

by Nadine Syakila Azzahra -
Izin menjawab pertanyaan syarifah, Kalau kami nanti menjadi guru, strategi utama yang akan kami terapkan adalah membangun rasa aman dulu sebelum meminta siswa untuk tampil.
Karena menurut kami, kesalahan yang sering terjadi adalah guru langsung memaksa siswa pemalu untuk berbicara di depan kelas tanpa persiapan. Hal ini justru bisa membuat trauma dan membuat siswa semakin menutup diri.
Strategi yang akan kami lakukan:
Pertama, tidak memaksa di awal. Kami akan membiarkan siswa pemalu beradaptasi dulu dengan lingkungan kelas. Beri mereka waktu untuk merasa nyaman sebelum dilibatkan dalam aktivitas yang mengharuskan mereka tampil.
Kedua, mulai dari lingkaran kecil. Kami akan memulai dengan meminta mereka berpendapat dalam kelompok kecil dulu, bukan langsung di depan kelas. Karena berbicara dengan 2-3 orang tentu jauh lebih nyaman bagi mereka.
Ketiga, bangun kedekatan personal. Sesekali kami akan mengajak ngobrol siswa tersebut secara pribadi, bukan hanya soal pelajaran tapi juga tentang hobinya, kesukaannya. Hal kecil ini bisa membuat siswa merasa dihargai dan lebih terbuka.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI

by ADELIA NANDA FEBRIANI -
Nama : Adelia Nanda Febriani
NPM : 2413053106
Izin bertanya, menurut kelompok kalian dari ketiga model Dick and Carey, Bergman and Moore, dan
Gentry manakah yang paling efektif untuk mengatasi kesulitan bersosialisi pada peserta didiik ini?
In reply to ADELIA NANDA FEBRIANI

Re: FORUM DISKUSI

by Nadine Syakila Azzahra -
izin menjawab pertanyaan adelia, Menurut kami, dari ketiga model tersebut, model Dick and Carey adalah yang paling efektif untuk mengatasi kesulitan bersosialisasi pada peserta didik. Alasannya Model Dick and Carey memiliki pendekatan yang sangat sistematis dan menyeluruh. Model ini tidak hanya fokus pada materi pembelajaran saja, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik siswa sejak awal perancangan pembelajaran. Nah ini sangat relevan karena siswa yang kesulitan bersosialisasi tentu memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda.
Selain itu, model Dick and Carey juga memiliki tahap evaluasi dan revisi yang berkelanjutan. Artinya jika strategi yang diterapkan belum berhasil membantu siswa bersosialisasi, guru bisa langsung memperbaiki pendekatannya. Hal ini membuat model ini lebih fleksibel dan adaptif dibanding dua model lainnya.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI

by Elfira Rosa Lubis -
Nama : Elfira Rosa Lubis
NPM : 2413053014

izin bertanya, Menurut kalian, faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kesulitan bersosialisasi? Jelaskan alasannya.
In reply to Elfira Rosa Lubis

Re: FORUM DISKUSI

by Nadine Syakila Azzahra -
izin menjawab pertanyaan elfira, Menurut kami, faktor yang paling berpengaruh adalah faktor keluarga. Alasannya Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama tempat anak tumbuh dan belajar berinteraksi. Sebelum anak mengenal sekolah, teman, atau lingkungan luar, semua yang mereka tahu tentang cara berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain berasal dari keluarga.
Anak yang sejak kecil terbiasa diajak bicara, didengarkan, dan diajarkan cara berinteraksi yang baik di rumah, akan jauh lebih mudah bergaul ketika masuk ke lingkungan sosial yang lebih luas seperti sekolah.
Sebaliknya, anak yang tumbuh dalam keluarga yang kurang harmonis, jarang berkomunikasi, atau bahkan mengalami kekerasan di rumah, cenderung membawa dampak psikologis yang membuat mereka sulit membuka diri dan bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu, faktor keluarga juga secara langsung mempengaruhi faktor lainnya. Misalnya kondisi psikologis anak sangat ditentukan oleh bagaimana pola asuh orang tuanya. Dan kepercayaan diri anak di sekolah juga sangat bergantung pada seberapa besar dukungan yang mereka dapatkan dari rumah.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI

by CAHYANI NOVA SAFITRI -
Nama : Cahyani Nova Safitri
NPM : 2413053181
Izin bertanya untuk kelompok 9,
Seberapa realistis guru itu bisa menangani masalah sosial seperti sulit bersosialisasi ini, di kelas yang jumlah siswanya itu banyak? dan apakah masalah ini tanggung jawab guru sepenuhnya?
In reply to CAHYANI NOVA SAFITRI

Re: FORUM DISKUSI

by Bagus GITA BAGUS WIJAYA -
Izin menjawab pertanyaan cahyani
Menurut kami, dalam konteks kelas dengan jumlah siswa yang banyak, kurang realistis jika guru mampu menangani secara mendalam setiap masalah sosial siswa, seperti kesulitan bersosialisasi. Hal ini karena keterbatasan waktu, banyaknya jumlah siswa, serta beragamnya latar belakang dan karakter masing-masing individu.

Selain itu, menurut saya masalah kesulitan bersosialisasi tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada guru. Permasalahan ini merupakan tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, pihak sekolah (seperti guru BK), dan juga siswa itu sendiri. Guru memang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendorong interaksi sosial, namun peran tersebut lebih sebagai fasilitator, bukan sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru tetap penting, tetapi penanganan masalah sosial siswa akan lebih efektif jika dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak.
In reply to Bagus GITA BAGUS WIJAYA

Re: FORUM DISKUSI

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017
Izin menambahkan jawaban
Selain keterbatasan waktu dan jumlah siswa, tantangan lain yang dihadapi guru adalah keterbatasan dalam mengamati secara mendalam kondisi setiap individu di kelas. Tidak semua masalah sosial siswa tampak secara langsung, sehingga membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan kolaboratif.
Dalam hal ini, guru dapat berperan dengan cara menerapkan strategi umum yang mendukung perkembangan sosial seluruh siswa, seperti pembelajaran kooperatif, kegiatan kelompok, serta pembiasaan saling menghargai di kelas. Pendekatan ini memang tidak menyelesaikan masalah secara spesifik pada setiap individu, tetapi dapat menjadi langkah preventif untuk mengurangi kesulitan bersosialisasi.
Oleh karena itu, selain kerja sama dengan orang tua dan pihak sekolah, penting juga adanya sistem pendukung yang berkelanjutan agar kebutuhan sosial siswa dapat terpantau dan ditangani secara lebih optimal.
In reply to CAHYANI NOVA SAFITRI

Re: FORUM DISKUSI

by Nadine Syakila Azzahra -
izin menjawab pertanyaan cahyani, Menurut kelompok kami memang tidak mudah untuk menangani masalah ini apalagi dengan kelas yang jumlah siswa nya banyak. Tidak semua siswa yang bermasalah secara sosial bisa terdeteksi dengan mudah, apalagi kalau siswanya pendiam dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas. Jadi secara realistis, guru tidak bisa menangani masalah sosial ini secara maksimal sendirian, dan itu wajar.
Lalu apakah ini tanggung jawab guru sepenuhnya? Menurut kami, tidak. Tanggung jawab ini seharusnya dibagi bersama antara beberapa pihak. Seperti guru yang berperan memantau dan mendeteksi masalah di kelas, menciptakan lingkungan yang inklusif, serta melaporkan ke pihak yang lebih berwenang jika dibutuhkan. Orang tua yang berperan memberikan dukungan di rumah karena masalah sosialisasi tidak hanya terjadi di sekolah saja. Dan pihak sekolah yang berperan menyediakan program atau kebijakan yang mendukung kesehatan sosial dan emosional siswa secara menyeluruh.

Kesimpulannya, guru memang punya peran penting, tapi bukan satu-satunya yang bertanggung jawab. Yang paling realistis adalah guru melakukan yang terbaik sesuai kapasitasnya, sambil berkolaborasi dengan orang tua, dan pihak sekolah. Karena menangani masalah sosial anak butuh kerja tim, bukan kerja sendiri.​​​​​​​​​​​​​​​​
In reply to Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI

by Tya Nabila Saumi -
Nama : Tya Nabila Saumi
NPM : 2413053007
Izin bertanya, bagaimana jika ada siswa yang mempunyai pemikiran tidak butuh bersosialisasi pemikiran tersebut terjadi karena siswa memiliki masalah atau trauma? upaya apa yang akan kalian lakukan?
In reply to Tya Nabila Saumi

Re: FORUM DISKUSI

by Nadine Syakila Azzahra -
izin menjawab pertanyaan tya, Menurut kami, kondisi seperti ini perlu ditangani dengan sangat hati-hati karena akar masalahnya bukan sekadar malas bergaul, tapi ada luka emosional yang lebih dalam.
Pertama, jangan paksa dan jangan hakimi. Siswa yang punya trauma sudah membangun tembok pelindung untuk dirinya sendiri. Memaksanya langsung bergaul justru bisa memperburuk kondisinya. Yang pertama harus dilakukan adalah menerima kondisi mereka apa adanya dulu. Kedua, bangun kepercayaan perlahan. Dekati siswa secara personal, mulai dari hal kecil seperti menanyakan kabarnya atau mengobrol tentang hobinya. Kepercayaan itu tidak bisa dibangun secara instan. Ketiga, libatkan guru BK dan orang tua. Ini bukan sesuatu yang bisa diselesaikan guru kelas sendirian. Guru BK lebih terlatih menangani masalah psikologis, dan orang tua perlu dilibatkan agar penanganannya selaras antara di sekolah dan di rumah. Keempat, berikan pengalaman sosial yang positif secara bertahap. Libatkan siswa dalam aktivitas kecil yang menyenangkan dan tidak menekan sesuai minatnya, agar mereka perlahan merasakan bahwa bersosialisasi itu tidak selalu menyakitkan.