Posts made by Cintia Dwi Cahyati

DesainB3 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Cintia Dwi Cahyati -
Nama: Cintia Dwi Cahyati
NPM: 2413053154
Izin membantu menjawab pertanyaan dari Mawar Rizka Nur'Aini

Cara membedakan siswa yang kurang motivasi dengan yang mengalami kesulitan belajar dapat dilihat dari usaha dan responnya saat belajar. Siswa yang kurang motivasi biasanya cenderung tidak mau mencoba, menghindari tugas, dan kurang tertarik mengikuti pembelajaran, tetapi ketika diberi dorongan atau metode yang menarik, ia sebenarnya mampu memahami. Sedangkan siswa yang mengalami kesulitan belajar justru sudah berusaha dan mau mengikuti pembelajaran, namun tetap kesulitan memahami materi meskipun sudah dibimbing atau dijelaskan berulang kali.

DesainB3 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

by Cintia Dwi Cahyati -
Nama: Cintia Dwi Cahyati
NPM: 2413053154
Izin menjawab pertanyaan dari Devina Meisarif Senggagau

Sebagai guru, sebaiknya kita tidak langsung memarahi, tetapi mencoba memahami penyebab siswa tidak memiliki motivasi dengan pendekatan personal. Selanjutnya, kita dapat memperbaiki metode pembelajaran agar lebih menarik dan sesuai kebutuhan siswa.

kita juga dapat memberikan tugas bertahap yang mudah terlebih dahulu, disertai apresiasi atas setiap usaha siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika diperlukan, kita dapat bekerja sama dengan orang tua agar terdapat dukungan dari rumah.

Intinya, menjadi guru itu harus sabar, empati, dan mencari solusi yang membantu siswa membangun motivasi secara perlahan.

DesainB3 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 4

by Cintia Dwi Cahyati -
Nama: Cintia Dwi Cahyati
NPM: 2413053154
Izin menjawab pertanyaan dari Naufal Fadhlirrahman
Program literasi di sekolah belum tentu berhasil meningkatkan kemampuan literasi siswa karena adanya beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh teknologi dan peran orang tua. Saat ini banyak anak lebih tertarik menggunakan handphone untuk menonton video atau bermain game sehingga waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk membaca menjadi berkurang. Hal ini membuat minat membaca siswa menjadi rendah.

Selain itu, faktor orang tua juga sangat berpengaruh. Jika di rumah orang tua tidak membiasakan anak untuk membaca atau kurang memberikan pendampingan dalam belajar, maka kebiasaan membaca anak akan sulit berkembang. Beberapa orang tua juga memberikan handphone kepada anak tanpa pengawasan yang cukup, sehingga anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan teknologi daripada membaca buku.

Oleh karena itu, keberhasilan program literasi tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan dari orang tua dan lingkungan keluarga agar kebiasaan membaca dapat terbentuk secara konsisten.

DesainB3 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 4

by Cintia Dwi Cahyati -
Nama: Cintia Dwi Cahyati
NPM: 2413053154
Izin menjawab pertanyaan dari Azzahra Chika Pertiwi
Peran guru dan lingkungan sekolah sangat penting dalam mendukung peningkatan literasi siswa melalui penerapan model pembelajaran yang tepat. Guru berperan sebagai fasilitator yang merancang dan melaksanakan pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk aktif membaca, memahami informasi, serta mengekspresikan ide melalui kegiatan diskusi maupun menulis. Guru juga perlu memilih model pembelajaran yang sesuai, seperti model yang mendorong keterlibatan siswa secara aktif, penggunaan bahan bacaan yang menarik, serta kegiatan yang melatih kemampuan memahami teks. Dengan pembelajaran yang terstruktur dan menarik, siswa akan lebih termotivasi untuk terlibat dalam kegiatan literasi.

Selain itu, lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam mendukung budaya literasi. Sekolah dapat menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan membaca seperti perpustakaan, pojok baca di kelas, serta berbagai program literasi yang dilakukan secara rutin. Lingkungan yang mendukung akan membantu siswa terbiasa dengan kegiatan membaca dan menjadikan literasi sebagai bagian dari aktivitas belajar sehari-hari. Dengan adanya kerja sama antara guru dan lingkungan sekolah, upaya peningkatan literasi siswa dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.