FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

Jumlah balasan: 35

                                 

                                                                  A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.





Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat sore Ibu dan teman-teman semua. Kami dari kelompok 7 dengan anggota :

1. Syarifah Siti Fatimah NA (2413053036)

2. Monika Ardhana P. (2413053153) 

Akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kami. Cermati makalah dan PPT studi kasus yang telah kami berikan. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan reply ya.

Terimakasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Devina Meisarif Senggagau -
Nama : Devina Meisarif Senggagau
Npm : 2413053023
Izin bertanya, jika peserta didik tidak sama sekali mempunyai motivasi belajar dan selalu malas malasan, bagaimana tanggapan kalian?
Sebagai balasan Devina Meisarif Senggagau

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Cintia Dwi Cahyati -
Nama: Cintia Dwi Cahyati
NPM: 2413053154
Izin menjawab pertanyaan dari Devina Meisarif Senggagau

Sebagai guru, sebaiknya kita tidak langsung memarahi, tetapi mencoba memahami penyebab siswa tidak memiliki motivasi dengan pendekatan personal. Selanjutnya, kita dapat memperbaiki metode pembelajaran agar lebih menarik dan sesuai kebutuhan siswa.

kita juga dapat memberikan tugas bertahap yang mudah terlebih dahulu, disertai apresiasi atas setiap usaha siswa untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika diperlukan, kita dapat bekerja sama dengan orang tua agar terdapat dukungan dari rumah.

Intinya, menjadi guru itu harus sabar, empati, dan mencari solusi yang membantu siswa membangun motivasi secara perlahan.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Nindytha Lintang Sujarwo -
Nama: Nindytha Lintang Sujarwo
Npm: 2453053008

Izin bertanya kepada kelompok 7, Jika kalian menjadi guru, strategi apa yang akan kamu gunakan untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa?
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Tya Nabila Saumi -
Tya Nabila Saumi
2413053007
Izin bertanya untuk kelompok 7
Pertanyaan : Bagaimana model Hannafin and Peck membantu meningkatkan hasil belajar matematika?
Sebagai balasan Tya Nabila Saumi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Monika ardhana parasmitha -
Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153

Izin menjawab pertanyaan Tya Nabila, Tahap pertama dalam model Hannafin and Peck adalah tahap analisis
kebutuhan. Pada tahap ini guru melakukan identifikasi terhadap berbagai
permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran matematika. Meliana,
et al. (2023) menyatakan bahwa siswa mengalami berbagai kesulitan dalam
pembelajaran matematika seperti kesulitan memahami konsep, kesulitan
dalam memecahkan masalah, serta kesulitan dalam menghubungkan konsep
matematika dengan kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, pada tahap analisis kebutuhan guru perlu memahami
karakteristik siswa serta kesulitan belajar yang mereka alami.
Tahap kedua adalah tahap perancangan (design). Pada tahap ini guru
merancang kegiatan pembelajaran yang dapat membantu siswa mengatasi
kesulitan belajar matematika. Guru dapat merancang pembelajaran yang
lebih menarik dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang
melibatkan siswa secara aktif seperti diskusi kelompok, pemecahan
masalah, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik.
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran matematika
sangat penting karena dapat membantu siswa memahami konsep yang
bersifat abstrak. Media pembelajaran seperti gambar dapat membantu siswa
memvisualisasikan konsep matematika sehingga lebih mudah dipahami oleh
siswa.Tahap ketiga adalah tahap pengembangan dan implementasi
(development and implementation). Pada tahap ini guru mengembangkan
media pembelajaran serta melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan
rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Proses pembelajaran dilaksanakan
dengan melibatkan siswa secara aktif sehingga siswa tidak hanya
mendengarkan penjelasan guru tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan
pembelajaran.
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat
meningkatkan hasil belajar siswa (Andita, C. D., & Taufina, T. 2020).
Misalnya penggunaan media gambar dalam pembelajaran dapat membantu
meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat
setelah penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran
matematika (Wati, M., 2025).
Tahap terakhir dalam model Hannafin and Peck adalah tahap evaluasi
dan revisi. Pada tahap ini guru melakukan evaluasi terhadap proses
pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk mengetahui apakah
pembelajaran yang dilakukan sudah efektif atau belum. Jika masih terdapat
kekurangan, maka guru dapat melakukan perbaikan atau revisi terhadap
proses pembelajaran yang telah dilakukan.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Diah Hanifah -
Nama : Diah Hanifah
Npm : 2413053213
Izin bertanya, menurut kelompok kalian, bagaimana cara paling efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika pada siswa SD?
Sebagai balasan Diah Hanifah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Monika ardhana parasmitha -
Nama:Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153

izin menjawab pertanyaan Diah, menurut kelompok 7 cara paling efektif meningkatkan pemahaman konsep mtk sd menghubungkan langsung dengan dunia bermain anak SD seperti menggunakan media pembelajaran secara nyata, interaktif, Selain itu, kami akan membungkus pembelajaran dalam bentuk Gamifikasi dan Storytelling, di mana matematika tidak lagi dilihat sebagai deretan angka mati, melainkan sebagai "alat ajaib" untuk menyelesaikan misi dalam sebuah cerita atau permainan. Misalnya, menghitung luas area untuk membangun "benteng" dalam gim sederhana di kelas. Kami yakin bahwa dengan melibatkan emosi positif dan rasa ingin tahu, hambatan mental terhadap matematika akan runtuh. Dengan membiarkan siswa bereksperimen, melakukan kesalahan tanpa rasa takut, dan menemukan pola mereka sendiri, pemahaman konsep yang terbentuk akan jauh lebih kuat dan tahan lama dibandingkan sekadar menghafal langkah-langkah pengerjaan soal di buku paket.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Nadine Syakila Azzahra -
Nama: Nadine Syakila Azzahra
Npm: 2413053030

Pertanyaan: Jika siswa berada pada tahap operasional konkret, mengapa masih banyak pembelajaran matematika yang bersifat abstrak? Apa dampaknya terhadap hasil belajar?
Sebagai balasan Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Cici Regina Nainggolan -
Nama: Cici Regina Nainggolan"
NPM : 2413053003
Izin menjawab pertanyaan dari saudara Nadine Syakila Azzahra
Menurut saya, meskipun siswa fase B masih berada pada tahap operasional konkret, pembelajaran matematika sering kali tetap bersifat abstrak karena guru lebih fokus pada penyampaian rumus dan hasil akhir dibandingkan proses pemahaman konsep. Selain itu, keterbatasan media atau kurangnya penggunaan benda konkret juga membuat materi langsung disajikan dalam bentuk simbol atau angka tanpa dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa.
Dampaknya, siswa menjadi sulit memahami konsep dasar matematika karena materi tidak sesuai dengan tahap perkembangan berpikir mereka. Akibatnya, siswa cenderung hanya menghafal tanpa benar-benar paham, mudah lupa, dan kesulitan ketika menghadapi soal yang sedikit berbeda. Hal ini yang akhirnya membuat hasil belajar matematika menjadi rendah.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh FARIDA PALUPI -
Nama : Farida Palupi
NPM : 2413053087

Izin bertanya, bagaimana cara guru dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa agar mereka mampu menjelaskan ide atau proses berpikir matematisnya?
Sebagai balasan FARIDA PALUPI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Monika ardhana parasmitha -
Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM: 2413053153

Izin menjawab pertanyaan dari Farida, cara paling efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa adalah dengan menggeser fokus pembelajaran dari sekadar mencari jawaban benar menjadi budaya "menceritakan proses berpikir". Strategi utama yang akan kami terapkan adalah metode Think-Pair-Share yang dipadukan dengan teknik Math Talk, di mana siswa dibiasakan untuk mendiskusikan langkah penyelesaian mereka dengan teman sebangku sebelum mempresentasikannya di depan kelas. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan pertanyaan pemantik terbuka, seperti "Bagaimana kamu bisa yakin dengan langkah tersebut?", guna memancing siswa menyusun argumen logis dan menggunakan terminologi matematika secara tepat. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga berlatih mengartikulasikan ide-ide abstrak mereka ke dalam bahasa lisan yang sistematis dan mudah dipahami oleh orang lain.
​Selain komunikasi lisan, kami juga akan membiasakan penggunaan Jurnal Matematika sebagai sarana komunikasi tertulis yang reflektif. Dalam jurnal ini, siswa diminta menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah beserta alasan di balik pemilihan metode tersebut menggunakan bantuan sentence starters atau kerangka kalimat, seperti "Langkah pertama saya adalah... karena...". Pendekatan ini sangat membantu siswa yang mungkin merasa malu untuk berbicara langsung, sekaligus melatih ketajaman logika mereka dalam menyusun bukti matematis. Dengan menggabungkan interaksi sosial di dalam kelas dan refleksi tertulis secara rutin, kemampuan komunikasi matematis siswa akan meningkat secara signifikan, sehingga mereka tidak lagi melihat matematika sebagai deretan angka mati, melainkan sebagai alat komunikasi yang logis dan persuasif.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh ADELIA NANDA FEBRIANI -
Nama : Adelia Nanda Febriani
Npm : 2413053106

Izin bertanya tentang hasil belajar yang rendah, kan ada faktor internal, eksternal dan motivasi belajar. Bagaimana cara kita tahu faktor apa yang paling mempengaruhi hasil belajar tersebut, dan misal nya kita tahu bahwa hasil belajar nya rendah karena siswa membantu orang tuanya bekerja. Bagaimana cara kita menanggapi hal tersebut?
Sebagai balasan ADELIA NANDA FEBRIANI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Monika ardhana parasmitha -
Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153

Izin menjawab pertantaan Adel Menurut pandangan kami dari Kelompok 7, cara paling efektif untuk mengidentifikasi faktor dominan di balik rendahnya hasil belajar adalah melalui teknik triangulasi data, yaitu menggabungkan observasi perilaku di kelas, analisis pola nilai, dan wawancara mendalam dari hati ke hati dengan siswa. Jika melalui proses tersebut ditemukan bahwa faktor eksternal seperti membantu orang tua bekerja menjadi penyebab utama, maka tanggapan kami sebagai guru harus mengedepankan empati yang solutif daripada sekadar tuntutan akademis. Kami akan menjalin komunikasi yang persuasif dengan orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya waktu belajar anak, namun di sisi lain tetap menghargai realitas ekonomi keluarga mereka dengan memberikan fleksibilitas instruksional, seperti penyesuaian tenggat waktu tugas atau pemberian materi yang lebih esensial agar beban kognitif siswa tidak tumpang tindih dengan beban fisiknya di rumah.
​Selanjutnya, kami akan mengoptimalkan waktu di sekolah sebagai "zona tuntas belajar" bagi siswa tersebut, di mana ia didorong untuk menyelesaikan sebagian besar tugasnya di bawah bimbingan guru agar tidak lagi memikul beban akademik saat harus bekerja membantu keluarganya. Kami percaya bahwa dengan memberikan ruang aman dan dukungan emosional, siswa akan merasa dihargai sehingga motivasinya tetap terjaga meskipun berada dalam situasi sulit. Pendekatan ini bertujuan agar pendidikan tidak menjadi beban tambahan bagi kehidupan ekonomi siswa, melainkan menjadi jembatan harapan yang realistis bagi masa depannya tanpa harus mengabaikan baktinya kepada orang tua.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Faiz Kurniawan -
Nama : Faiz Kurniawan
NPM : 2413053084
Izin Bertanya
Bagaimana karakteristik model desain pembelajaran berorientasi produk dalam konteks pembelajaran SD
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Yuda Prasetiyo -
Nama : Yuda Prasetiyo
NPM : 2413053010

Izin bertanya, Bagaimana model Hannafin and Peck dapat membantu mengatasi kesulitan belajar matematika siswa? Jelaskan tahap-tahapnya secara singkat!
Sebagai balasan Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Agin Aulia Putri -
Izin menjawab pertanyaan yuda
Nama: Agin Aulia Putri
NPM: 2413053028
Model Hannafin and Peck dapat membantu mengatasi kesulitan belajar matematika karena pembelajarannya dilakukan secara bertahap dan selalu diperbaiki sesuai kebutuhan siswa. Pertama, guru menganalisis kesulitan yang dialami siswa, misalnya bagian mana yang tidak dipahami. Setelah itu, guru merancang pembelajaran yang lebih sederhana dan sesuai, seperti menggunakan contoh yang mudah atau media yang menarik. Kemudian, pembelajaran dilaksanakan sehingga siswa bisa mencoba memahami materi secara langsung. Selama proses tersebut, guru terus melakukan evaluasi untuk melihat apakah siswa sudah paham atau belum, dan jika masih kesulitan maka pembelajaran diperbaiki kembali. Dengan cara ini, siswa lebih terbantu karena materi disesuaikan dengan kebutuhan mereka dan dijelaskan secara bertahap.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh MAWAR RIZKA NUR'AINI -
Nama: Mawar Rizka Nur'Aini
NPM: 2413053188

Izin bertanya, bagaimana hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa, apakah siswa yang memiliki motivasi belajar rendah pasti memiliki hasil belajar yang rendah?
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Christiano Adrian Mutu -
Nama : Christiano Adrian Mutu
Kelas : 2413053011

izin bertanya, menurut kalian faktor mana yang paling memengaruhi rendahnya hasil belajar matematika pada fase b, dan tolong berikan analisis nya
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051
Pertanyaan:
Dalam PPT Kelompok 7 dijelaskan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mengubah soal cerita menjadi model matematika. Menurut kalian, strategi nyata apa yang dapat dilakukan guru agar siswa lebih mudah memahami soal cerita?
Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Monika ardhana parasmitha -
Nama: Monika Ardhana Parasmitha
NPM:2413053153
izin menjawab pertanyaan Tisa Untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mentranslasi bahasa ke model matematika, strategi pertama yang paling krusial adalah melatih identifikasi kata kunci (Keyword Mapping). Guru perlu membiasakan siswa bahwa kata-kata seperti "selisih", "total", atau "setiap" bukan sekadar bumbu cerita, melainkan instruksi operasi hitung seperti pengurangan, penjumlahan, atau perkalian. Proses ini bisa diperkuat dengan penggunaan representasi visual atau Model Bar, di mana siswa diajak menggambar balok-balok satuan untuk menggambarkan hubungan antar angka sebelum menyentuh variabel abstrak seperti x atau y. Visualisasi ini membantu siswa "melihat" struktur logika soal, sehingga mereka tidak hanya sekadar menebak-nebak angka mana yang harus dijumlahkan atau dikalikan.
​Selain itu, guru bisa menerapkan metode "Soal Tanpa Angka" untuk mengasah intuisi logika siswa. Dengan menghilangkan angka untuk sementara, siswa dipaksa fokus pada hubungan antar komponen cerita misalnya memahami bahwa "harga total" didapat dari "harga satuan dikali jumlah barang" bukan sekadar terpaku pada perhitungan. Terakhir, sangat penting bagi guru untuk menghidupkan konteks soal (Contextual Learning) dengan menggunakan contoh yang relevan dengan dunia siswa, seperti skenario belanja di kantin atau poin dalam permainan daring. Pendekatan yang sistematis melalui tahapan Polya (diketahui, ditanya, dijawab) yang dilakukan secara konsisten akan membangun kepercayaan diri siswa dalam menyusun model matematika yang tepat.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005

Izin bertanya
apa pendapat kalian tentang siswa yang menganggap matematika sulit dan menakutkan. Apakah anggapan itu dibuat oleh siswanya sendiri atau justru karena cara guru ketika mengajar?
Sebagai balasan Naufal Fadhlirrahman

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Cici Regina Nainggolan -
Nama : Cici Regina Nainggolan
NPM : 2413053003
Izin menjawab pertanyaan dari saudara Naufal Fadhlirrahman
Menurut saya, anggapan bahwa matematika itu sulit dan menakutkan tidak sepenuhnya muncul dari diri siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh cara guru mengajar. Memang ada siswa yang dari awal sudah merasa kurang percaya diri atau pernah mengalami kesulitan, sehingga menganggap matematika itu sulit. Namun, cara guru menyampaikan materi juga sangat berpengaruh. Jika pembelajaran terlalu cepat, langsung ke rumus, dan kurang dikaitkan dengan contoh nyata, siswa jadi makin bingung dan akhirnya merasa takut dengan matematika. Sebaliknya, jika guru mengajar dengan cara yang lebih sederhana, bertahap, dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, biasanya siswa akan lebih mudah memahami dan tidak terlalu merasa tertekan. Jadi, anggapan bahwa matematika itu sulit sebenarnya terbentuk dari kombinasi pengalaman belajar siswa dan cara pembelajaran yang mereka terima di kelas.
Sebagai balasan Syarifah Siti Fatimah NA

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Rika Noviliana -
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073

Izin bertanya, Dalam pembahasan disebutkan kurangnya pemahaman konsep dasar menyebabkan kesulitan belajar. Menurut kalian bagaimana cara guru memastikan siswa benar-benar paham konsep dasar sebelum lanjut ke materi berikutnya?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Aprillia Nur Hasanah -
Nama: Aprillia Nur Hasanah
Npm: 2453053009

Izin bertanya kepada kelompok 7, mengapa siswa Fase B masih mengalami kesulitan dalam komunikasi dan representasi matematis?
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan Nindytha Lintang

Jika kami menjadi guru, strategi yang akan kami gunakan untuk mengatasi rendahnya motivasi belajar siswa adalah dengan terlebih dahulu memahami penyebabnya, baik dari faktor internal maupun eksternal seperti yang dijelaskan dalam materi. Setelah itu, kami akan merancang pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa, misalnya menggunakan media pembelajaran, contoh nyata, serta kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif seperti diskusi dan pemecahan masalah. Hal ini penting karena siswa SD masih berada pada tahap operasional konkret sehingga membutuhkan pembelajaran yang nyata dan tidak membosankan. Selain itu, kami juga akan memberikan motivasi berupa pujian, dukungan, dan membangun rasa percaya diri siswa agar mereka lebih semangat belajar. kami juga akan menerapkan pembelajaran yang terencana seperti model Hannafin and Peck, yaitu dengan menganalisis kebutuhan siswa, merancang pembelajaran yang sesuai, dan melaksanakannya secara sistematis agar hasil belajar dapat meningkat. Dengan strategi tersebut, diharapkan siswa menjadi lebih tertarik, aktif, dan memiliki motivasi belajar yang lebih baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan dari Devina Meisarif S.

Jika peserta didik tidak memiliki motivasi belajar dan cenderung malas, hal tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai kesalahan siswa, melainkan perlu dilihat dari berbagai faktor yang memengaruhinya. Berdasarkan materi, kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor internal seperti rendahnya minat, kepercayaan diri, dan kemampuan memahami materi, serta faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang menarik, penggunaan media yang kurang variatif, dan lingkungan belajar yang kurang mendukung. Selain itu, rendahnya motivasi belajar juga menjadi salah satu penyebab utama rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu, guru perlu merespons dengan cara yang tepat, seperti mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu, menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa, memberikan motivasi dan dukungan, serta melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, siswa dapat lebih tertarik dan semangat dalam mengikuti pembelajaran.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan Nadine Shakila

Jika siswa berada pada tahap operasional konkret, seharusnya pembelajaran matematika diberikan dengan contoh nyata dan menggunakan alat peraga agar mudah dipahami. Namun, pada kenyataannya masih banyak pembelajaran yang bersifat abstrak karena guru sering terlalu fokus pada rumus, metode ceramah, dan kurang menggunakan media atau contoh dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini termasuk faktor eksternal yang memengaruhi kesulitan belajar siswa. Dampaknya, siswa menjadi sulit memahami konsep dasar matematika, cenderung hanya menghafal tanpa benar-benar mengerti, serta mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita dan memecahkan masalah. Akibat lainnya, kemampuan seperti komunikasi, koneksi, dan representasi matematis siswa menjadi rendah, sehingga hasil belajar pun tidak optimal dan banyak siswa belum mencapai ketuntasan belajar.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Elfira Rosa Lubis -
Nama : Elfira Rosa Lubis
NPM : 2413053014

izin menjawab pertanyaan dari Nadine Syakilla Azzahra pada tahap tahap operasional konkret menurut Jean Piaget, siswa sekolah dasar lebih mudah memahami konsep yang bersifat nyata dan dapat diamati secara langsung.Namun, dalam praktiknya pembelajaran matematika masih sering disajikan secara abstrak karena kurikulum yang padat, keterbatasan penggunaan media atau alat peraga, serta metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Selain itu, tidak semua guru menyesuaikan pembelajaran dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep karena mereka cenderung hanya menghafal tanpa benar-benar mengerti in yang menjadi berdampak pada menurunnya motivasi belajar, munculnya miskonsepsi, serta rendahnya hasil belajar sebab karena itu, pembelajaran matematika seharusnya disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa dengan menghadirkan pengalaman belajar yang konkret agar pemahaman mereka lebih optimal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan Faiz

Karakteristik model desain pembelajaran berorientasi produk dalam konteks pembelajaran SD adalah pembelajaran yang menekankan pada hasil akhir berupa karya atau produk nyata yang dibuat oleh siswa. Berdasarkan materi, pembelajaran dirancang secara sistematis mulai dari analisis kebutuhan siswa, perancangan kegiatan, hingga pelaksanaan yang menghasilkan suatu produk, seperti laporan, poster, atau hasil pemecahan masalah. Dalam prosesnya, siswa dilibatkan secara aktif melalui diskusi, eksplorasi, dan praktik langsung agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya. Model ini juga biasanya menggunakan media dan kegiatan yang menarik serta sesuai dengan tahap operasional konkret siswa, sehingga mereka lebih mudah memahami konsep. Dengan adanya produk sebagai hasil belajar, siswa menjadi lebih termotivasi, kreatif, dan memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mereka.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan Yuda Prasetyo

Model Hannafin and Peck dapat membantu mengatasi kesulitan belajar matematika siswa karena model ini menekankan perancangan pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Model ini dilakukan melalui tiga tahap utama. Pertama, tahap analisis kebutuhan, yaitu guru mengidentifikasi kesulitan siswa, seperti kurang memahami konsep, kesulitan menyelesaikan soal, atau rendahnya motivasi belajar. Kedua, tahap perancangan (desain), yaitu guru merancang pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa, misalnya menggunakan media, contoh nyata, diskusi, dan kegiatan pemecahan masalah agar konsep lebih mudah dipahami. Ketiga, tahap pengembangan dan implementasi, yaitu guru melaksanakan pembelajaran yang sudah dirancang serta mengembangkannya agar lebih efektif. Dengan langkah-langkah tersebut, pembelajaran menjadi lebih terarah, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa, sehingga dapat membantu mengurangi kesulitan belajar dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan Aprilia Nur

Siswa Fase B masih mengalami kesulitan dalam komunikasi dan representasi matematis karena kemampuan dasar mereka belum berkembang secara optimal dan pembelajaran yang diterima belum sepenuhnya mendukung hal tersebut. hal ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti kemampuan berpikir yang masih terbatas dan rendahnya motivasi belajar, serta faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang efektif dan kurangnya penggunaan media atau contoh nyata. Akibatnya, siswa kesulitan menjelaskan ide matematika dengan kata-kata sendiri, sulit mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari, serta belum mampu mengubah soal ke dalam bentuk gambar, diagram, atau simbol matematika. Selain itu, siswa juga cenderung hanya menghafal rumus tanpa memahami konsep, sehingga kemampuan komunikasi dan representasi matematis mereka menjadi rendah dan berdampak pada hasil belajar yang kurang optimal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan Mawar Rizka

Hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa sangat erat, karena motivasi menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan belajar. Rendahnya motivasi belajar termasuk faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa, karena siswa yang tidak termotivasi cenderung kurang aktif, tidak fokus, dan tidak berusaha memahami materi dengan baik. Namun, siswa yang memiliki motivasi belajar rendah tidak selalu pasti memiliki hasil belajar yang rendah, karena masih ada faktor lain yang memengaruhi, seperti kemampuan kognitif, metode pembelajaran yang digunakan guru, serta lingkungan belajar. Meskipun begitu, secara umum motivasi yang rendah akan berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan Christiano Adrian Mutu

Menurut kami, faktor yang paling memengaruhi rendahnya hasil belajar matematika pada siswa Fase B adalah rendahnya motivasi belajar. Motivasi menjadi kunci utama karena sangat memengaruhi sikap dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Ketika motivasi rendah, siswa cenderung tidak fokus, malas mencoba mengerjakan soal, dan tidak berusaha memahami konsep, sehingga mereka hanya menghafal tanpa benar-benar mengerti. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan dalam komunikasi, koneksi, dan representasi matematis, seperti menjelaskan ide, mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari, atau mengubah soal ke dalam bentuk simbol atau gambar. Selain itu, meskipun faktor lain seperti metode pembelajaran dan kemampuan kognitif juga berpengaruh, motivasi tetap menjadi faktor paling dominan karena tanpa adanya kemauan dari dalam diri siswa, pembelajaran yang baik sekalipun tidak akan berjalan optimal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

oleh Syarifah Siti Fatimah NA -
Izin menjawab pertanyaan Naufal Fadhlirrahman

Menurut kami, anggapan bahwa matematika itu sulit dan menakutkan tidak sepenuhnya berasal dari siswa saja, tetapi juga dipengaruhi oleh cara guru dalam mengajar. Kesulitan belajar matematika dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa takut, kurang percaya diri, dan motivasi yang rendah, serta faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang menarik dan terlalu abstrak. Jika guru lebih sering menggunakan cara ceramah, menekankan hafalan rumus, dan kurang memberikan contoh nyata atau media pembelajaran, maka siswa akan semakin merasa matematika itu sulit. Sebaliknya, jika guru mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, menggunakan contoh konkret, serta melibatkan siswa secara aktif, maka matematika akan terasa lebih mudah dan menyenangkan. Jadi, anggapan tersebut sebenarnya merupakan hasil dari kombinasi antara kondisi siswa dan cara guru mengajar, sehingga keduanya perlu diperbaiki agar pembelajaran menjadi lebih baik.