FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

Number of replies: 26

A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.


In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



Selamat siang Ibu dan teman-teman semua. Kami dari kelompok 8 dengan anggota :



1. Gendy Bima Pangestu (2413053127)


2. Tya Nabila Saumi (2413053007)


Akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kami.


Terimakasih


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Devina Meisarif Senggagau -
Izin bertanya
Nama : Devina Meisarif Senggagau
Npm : 2413053023
pertanyaannya yaitu, pada dampak perkembangan anak, tolong analisiskan dampak terhadap aspek sosial dan akademik jika kesulitan komunikasi anak tidak segera ditangani?
In reply to Devina Meisarif Senggagau

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -
izin menjawab pertanyaan
Jika kesulitan komunikasi pada anak tidak segera ditangani, maka dampaknya akan terlihat pada aspek sosial dan akademik.
Dari aspek sosial, anak cenderung mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya. Mereka bisa menjadi lebih pendiam, menarik diri, atau bahkan dijauhi karena sulit menyampaikan pikiran dan perasaannya. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menurunkan rasa percaya diri dan menghambat kemampuan bekerja sama.
Sedangkan dari aspek akademik, kesulitan komunikasi dapat membuat anak sulit memahami instruksi guru, kurang aktif dalam diskusi, dan kesulitan mengungkapkan jawaban atau pendapat. Akibatnya, prestasi belajar bisa menurun karena potensi yang dimiliki tidak tersampaikan dengan baik.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by FARIDA PALUPI -
Izin menambahkan, saya setuju. Jika kesulitan komunikasi tidak segera ditangani, anak memang bisa kesulitan bersosialisasi, jadi lebih pendiam, bahkan kurang percaya diri.
Selain itu, dampaknya juga terasa di akademik. Anak bisa sulit memahami penjelasan guru, jarang bertanya, dan kesulitan menyampaikan jawaban. Akibatnya, hasil belajarnya bisa menurun.
Jadi, penting banget ada penanganan sejak awal supaya anak lebih percaya diri dan bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by AZZAHRA CHIKA PERTIWI -
Nama : Azzahra Chika Pertiwi
NPM : 2413053033

Izin bertanya
Di PPT kelompok 8 faktor penyebab kesulitan komunikasi yang pertama yaitu motivasi belajar yang rendah, nah bagaimana cara memotivasi peserta didik untuk dapat meningkatkan kemampuan komunikasi agar percaya diri
In reply to AZZAHRA CHIKA PERTIWI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -
izin menjawab pertanyaan dari chika

“Untuk mengatasi motivasi belajar yang rendah agar peserta didik lebih percaya diri dalam berkomunikasi, yang paling penting adalah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan tidak membuat mereka takut salah. Karena biasanya mereka diam bukan karena tidak bisa, tapi karena tidak percaya diri.
Selain itu, guru juga perlu menggunakan metode pembelajaran yang lebih aktif, seperti diskusi kelompok kecil atau bermain peran, supaya siswa terbiasa berbicara secara bertahap. Tidak langsung disuruh tampil di depan kelas.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017

Izin menambahkan jawaban
Selain menciptakan lingkungan yang nyaman, penting juga bagi guru untuk memberikan apresiasi terhadap setiap usaha yang dilakukan peserta didik, sekecil apa pun itu. Dengan adanya penghargaan atau pujian, siswa akan merasa dihargai dan lebih berani untuk mencoba berkomunikasi.
Guru juga dapat memberikan kesempatan latihan secara bertahap, misalnya dimulai dari berbicara dengan teman sebangku, kemudian kelompok kecil, hingga akhirnya berani berbicara di depan kelas. Dengan cara ini, kepercayaan diri siswa dapat tumbuh secara perlahan.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gita Adella -
izin bertanya
Nama : Gita adella
NPM : 2413053092

Bagaimana langkah-langkah dalam model pembelajaran ASSURE diterapkan secara sistematis dalam pembelajaran di kelas untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa sekolah dasar?
In reply to Gita Adella

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -
izin menjawab pertanyaan dari gita

Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa sekolah dasar, model pembelajaran ASSURE dapat diterapkan secara sistematis melalui beberapa langkah berikut.
Pertama, Analyze Learners (menganalisis peserta didik). Guru perlu memahami karakteristik siswa, seperti tingkat kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta gaya belajar mereka. Ini penting agar strategi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Kedua, State Objectives (menetapkan tujuan pembelajaran). Guru merumuskan tujuan yang jelas, misalnya siswa mampu menyampaikan pendapat secara lisan dengan percaya diri dalam diskusi kelompok.
Ketiga, Select Methods, Media, and Materials (memilih metode, media, dan bahan ajar). Guru memilih metode yang mendorong komunikasi, seperti diskusi kelompok, presentasi, atau role play, serta media yang menarik agar siswa lebih aktif berbicara.
Keempat, Utilize Media and Materials (menggunakan media dan bahan ajar). Guru menerapkan media tersebut dalam pembelajaran, misalnya menggunakan video, gambar, atau kartu soal untuk memancing siswa berbicara.
Kelima, Require Learner Participation (melibatkan partisipasi siswa). Pada tahap ini siswa harus aktif, seperti berdiskusi, bertanya, menjawab, dan mempresentasikan hasil kerja kelompok. Ini inti dari peningkatan kemampuan komunikasi.
Keenam, Evaluate and Revise (evaluasi dan perbaikan). Guru menilai sejauh mana kemampuan komunikasi siswa berkembang, lalu memperbaiki strategi pembelajaran jika masih ada kekurangan.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Nadine Syakila Azzahra -
Nama: Nadine Syakila Azzahra
Npm: 2413053030

Izin bertanya, Dari Makalah dan ppt diatas, Mengapa dominasi bahasa daerah bisa menjadi faktor eksternal yang menghambat komunikasi siswa di sekolah?
In reply to Nadine Syakila Azzahra

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Tya Nabila Saumi -
izin menjawab pertanyaan nadine, dominasi bahasa daerah menjadi faktor eksternal yg menghambat komunikasi siswa disekolah karena jika siswa terbiasa menggunakan bahasa daerah sejak kecil maka nantinya akan memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa indonesia akibatnya saat pembelajaran dikelas siswa akan kesulitan memahami penjelasan yang disampaikan guru. selain itu perbedaan bahasa akan menjadi hambatan dalam interaksi sosial seperti saat diskusi, siswa A yang kurang menguasai penggunaan bahasa indonesia akan cenderung pasif karena takut salah ketika berbicara. Selain itu dominasi bahasa daerah yang beragam akan menimbulkan kesalahpahaman, seperti dalam bahasa daerah A dan B sebutannya sama tetapi memiliki makna yang berbeda. Jadi dominasi bahasa daerah disebut sebagai faktor eksternal karena berasal dari luar diri peserta didik (lingkungan) tetapi berdampak langsung pada kemampuan komunikasi peserta didik di sekolah.
In reply to Tya Nabila Saumi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017

Izin menambahkan jawaban
Selain sebagai hambatan, dominasi bahasa daerah juga menunjukkan bahwa latar belakang lingkungan sangat memengaruhi cara siswa berkomunikasi di sekolah. Ketika siswa lebih sering menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, mereka cenderung membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pembelajaran.
Hal ini dapat berdampak pada keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, karena mereka harus berpikir lebih lama dalam menyusun kalimat yang tepat. Oleh karena itu, peran guru sangat penting dalam membantu siswa beradaptasi, misalnya dengan membiasakan penggunaan bahasa Indonesia secara bertahap tanpa menghilangkan identitas bahasa daerah siswa.
Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya lebih mudah memahami pembelajaran, tetapi juga menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi di lingkungan sekolah.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Yuda Prasetiyo -
Nama : Yuda Prasetiyo
NPM: 2413053010

Izin bertanya, Apakah indikator kesulitan komunikasi yang disebutkan (seperti diam dan pasif) selalu menunjukkan masalah komunikasi? Bisa jadi ada faktor lain? tolong jelaskan.
In reply to Yuda Prasetiyo

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Tya Nabila Saumi -
izin menjawab pertanyaan yuda, tidak selalu, indikator seperti diam atau pasif bisa menunjukkan adanya kesulitan berbicara tetapi tidak dapat langsung disimpulkan bahwa peserta didik itu mengalami masalah komunikasi. tentu ada banyak faktor, mungkin berikut ini beberapa faktornya :
1. faktor internal : ada peserta didik yang karakternya cenderung introvert atau pendiam tetapi mereka tetap memahami materi dan mampu berkomunikasi, hanya saja tidak terlalu ekspresif dalam berbicara jadi diamnya itu karena kepribadiannya bukan karena tidak mampu.
2. faktor psikologis : ada peserta didik yang kurang percaya diri hal ini bisa disebabkan kurangnya dukungan dari orang sekitar, seringnya diremehkan dll. hal ini sering terjadi meskipun peserta didik tersebut memiliki kemampuan bahasa yang cukup baik
3. faktor pemahaman materi : peserta didik yang pasif atau diam saja bisa jadi dikarenakan belum memahami materi yang sudah disampaikan nah dalam hal ini masalahnya bukan di komunikasi tetapi lebih ke aspek kognitif.
In reply to Tya Nabila Saumi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama : Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017
Izin menambahkan jawaban
Selain faktor internal, psikologis, dan pemahaman materi, sikap diam atau pasif pada peserta didik juga bisa dipengaruhi oleh situasi pembelajaran di kelas. Misalnya, metode pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif dapat membuat mereka tidak memiliki kesempatan untuk berbicara. Akibatnya, siswa terlihat pasif bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak diberi ruang untuk berpartisipasi.
Selain itu, suasana kelas yang terlalu kaku atau kurang mendukung juga dapat membuat siswa enggan untuk berpendapat. Jika siswa merasa takut salah atau takut mendapatkan respon negatif, mereka cenderung memilih diam.
Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menciptakan suasana belajar yang terbuka dan memberikan kesempatan yang merata kepada semua siswa agar mereka lebih berani dalam berkomunikasi
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by ADELIA NANDA FEBRIANI -
Nama : Adelia Nanda Febriani
NPM : 2413053106
Izin bertanya
Bagaimana contoh penerapan analisis instruksional, dari langkah mengidentifikasi kompetensi, berupa pengetahuan (cognitive), keterampilan(psychomotor), dan sikap (atitudes)?
In reply to ADELIA NANDA FEBRIANI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -
izin menjawab pertanyaan dari adelia
Contoh penerapan analisis instruksional pada tahap mengidentifikasi kompetensi dapat dilihat dari tiga ranah, yaitu kognitif, psikomotor, dan sikap.
Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi.
Pertama, pada ranah kognitif (pengetahuan), kompetensi yang diharapkan adalah siswa mampu memahami isi materi, seperti mengidentifikasi ide pokok, memahami isi percakapan, atau mengetahui cara menyampaikan pendapat dengan baik dan benar.
Kedua, pada ranah psikomotor (keterampilan), kompetensinya adalah siswa mampu mempraktikkan secara langsung, seperti berbicara di depan kelas, melakukan presentasi sederhana, berdiskusi, atau menceritakan kembali suatu teks dengan bahasa sendiri.
Ketiga, pada ranah afektif (sikap), kompetensinya berkaitan dengan perilaku, seperti menunjukkan rasa percaya diri saat berbicara, menghargai pendapat teman, berani bertanya, dan memiliki sikap santun dalam berkomunikasi.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Izin bertanya kepada kelompok 8.

Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051
Pertanyaan:
Menurut Kelompok 8, apakah hambatan komunikasi yang dialami siswa lebih dipengaruhi oleh faktor kemampuan individu, atau justru disebabkan oleh kurang efektifnya desain pembelajaran yang dirancang oleh guru?berikan alasannya.
In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -
izin menjawab pertanyaan abral,
Menurut kami dari Kelompok 8, hambatan komunikasi yang dialami siswa tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja, tetapi merupakan hasil dari interaksi antara kemampuan individu dan desain pembelajaran yang dibuat oleh guru. Namun, dalam banyak kasus di kelas, faktor desain pembelajaran seringkali memiliki pengaruh yang lebih besar.
Alasannya, kemampuan individu seperti rasa percaya diri, kemampuan bahasa, atau kepribadian memang berpengaruh. Ada siswa yang secara alami lebih pendiam atau membutuhkan waktu lebih lama untuk berani berbicara
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Diah Hanifah -
Izin bertanya
Nama : Diah Hanifah
Npm : 2413053213

Jika desain pembelajaran berorientasi sistem dianggap efektif, mengapa dalam kenyataannya masih banyak pembelajaran di SD yang belum mencapai hasil maksimal?
In reply to Diah Hanifah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -
izin menjawab pertanyaan diah

ada beberapa hal kenapa pembelajaran blm maksimal, Hal ini terjadi karena ada kesenjangan antara konsep yang ideal dengan pelaksanaan di lapangan.
Pertama, tidak semua guru memahami atau mampu menerapkan desain pembelajaran secara utuh. Kadang perencanaan sudah ada, tetapi implementasinya masih kembali ke metode ceramah karena dianggap lebih mudah dan cepat.
Kedua, keterbatasan waktu dan beban administrasi juga menjadi kendala. Guru seringkali lebih fokus menyelesaikan target materi dibandingkan mengembangkan proses pembelajaran yang interaktif.
Ketiga, fasilitas dan media pembelajaran yang terbatas membuat desain yang sudah dirancang tidak bisa diterapkan secara maksimal.
In reply to Gendy bima pangestu

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005
Izin bertanya untuk kelompok 8 dan teman teman semua
Kalian kan sudah membuat rancangan pembelajaran dengan model ASSURE untuk mengatasi kesulitan komunikasi di kelas, nah coba jelaskan bagaimana penerapannya secara langsung saat pembelajaran berlangsung
In reply to Naufal Fadhlirrahman

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -
izin menjawab pertanyaan dari naufal

untuk penerapan langsung model ASSURE dalam pembelajaran di kelas untuk mengatasi kesulitan komunikasi, kami menerapkannya secara bertahap sesuai langkah-langkahnya.
Pertama, Analyze Learners. Sebelum pembelajaran, guru sudah mengidentifikasi bahwa ada siswa yang kurang percaya diri dan pasif dalam berbicara. Jadi saat di kelas, guru lebih banyak memberikan pendekatan yang nyaman, seperti tidak langsung menunjuk siswa secara tiba-tiba.
Kedua, State Objectives. Di awal pembelajaran, guru menyampaikan tujuan secara jelas, misalnya: ‘Hari ini kita akan belajar menyampaikan pendapat dalam diskusi dengan percaya diri.’
Ketiga, Select Methods, Media, and Materials. Guru menggunakan metode diskusi kelompok kecil dan role play, dengan bantuan media seperti kartu pertanyaan atau gambar agar siswa punya bahan untuk dibicarakan.
Keempat, Utilize Media and Materials. Saat pembelajaran berlangsung, guru membagikan kartu pertanyaan kepada tiap kelompok, lalu menjelaskan cara penggunaannya agar siswa bisa mulai berdiskusi.
Kelima, Require Learner Participation. Ini bagian inti, di mana siswa diminta aktif berdiskusi dalam kelompok, kemudian perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. Guru juga mendorong siswa lain untuk bertanya atau menanggapi.
Keenam, Evaluate and Revise. Di akhir pembelajaran, guru melakukan evaluasi, baik dari segi hasil maupun keaktifan komunikasi siswa. Misalnya dengan memberikan umpan balik atau refleksi singkat tentang keberanian siswa dalam berbicara.
Jadi, penerapan ASSURE ini tidak hanya berhenti di perencanaan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa aktif berkomunikasi secara langsung di kelas.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Elfira Rosa Lubis -
Izin Bertanya :
Nama : Elfira Rosa Lubis
NPM : 2413053014

Pertanyaan ialah Kelompok Anda menyertakan Model Pembelajaran ASSURE sebagai solusi desain pembelajaran. Evaluasilah efektivitas model ini dalam mengatasi hambatan komunikasi yang bersifat psikologis, seperti "ketakutan menghadapi kesalahan". Apakah teknologi dalam ASSURE benar-benar bisa menumbuhkan kepercayaan diri siswa secara signifikan dibandingkan metode konvensional?
In reply to Elfira Rosa Lubis

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

by Gendy bima pangestu -
“Izin menjawab, menurut kami model ASSURE cukup efektif dalam mengatasi hambatan komunikasi yang bersifat psikologis, seperti ketakutan menghadapi kesalahan. Namun, perlu dipahami bahwa teknologi dalam ASSURE bukan faktor utama, melainkan hanya sebagai alat pendukung.
Efektivitas ASSURE justru terletak pada langkah-langkahnya yang sistematis, terutama pada:
Analyze Learners, di mana guru memahami kondisi psikologis siswa
dan Require Learner Participation, yang mendorong keterlibatan aktif secara bertahap
Terkait ketakutan menghadapi kesalahan, ASSURE membantu karena pembelajaran dirancang lebih aman dan bertahap, misalnya melalui diskusi kelompok kecil sebelum tampil di depan kelas. Ini membuat siswa tidak langsung merasa tertekan.
Mengenai teknologi, memang bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri, contohnya:
siswa lebih berani menyampaikan pendapat melalui media digital (video, presentasi, atau aplikasi interaktif)
mengurangi rasa takut karena tidak selalu berbicara langsung di depan banyak orang
Namun, jika dibandingkan dengan metode konvensional, teknologi tidak otomatis membuat siswa lebih percaya diri. Jika penggunaannya tidak tepat, justru bisa membuat siswa pasif.