གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Raja Power Samosir_2313031054

MPPE B2025 -> CASE STUDY

Raja Power Samosir_2313031054 གིས-
Nama : Raja Power Samosir
NPM : 2313031054

1. Skala Pengukuran
- Usia responden: skala rasio, karena berupa angka dan memiliki nol mutlak.
- Jenis kelamin: skala nominal, karena hanya berupa kategori.
- Tingkat kepuasan layanan akademik: skala ordinal, karena menunjukkan      tingkatan kepuasan.
- Jumlah mata kuliah yang diambil: skala rasio, karena data hitungan dengan nol bermakna.
- Urutan prioritas memilih universitas: skala ordinal, karena berupa peringkat.

2. Penggunaan Statistik Parametrik
Tidak semua data dapat dianalisis dengan statistik parametrik, karena hanya data berskala interval atau rasio yang memenuhi syarat. Data nominal dan ordinal lebih tepat dianalisis dengan statistik nonparametrik.

3. Metode Analisis Hubungan
Analisis yang paling tepat adalah korelasi Spearman, karena menguji hubungan antara data ordinal (kepuasan) dan data rasio (jumlah mata kuliah) tanpa mensyaratkan distribusi normal.

MPPE B2025 -> Diskusi

Raja Power Samosir_2313031054 གིས-
Nama : Raja Power Samosir
NPM : 2313031054

Skala pengukuran dalam penelitian adalah cara atau aturan untuk mengukur variabel penelitian agar data yang diperoleh dapat dianalisis secara tepat. Skala pengukuran terdiri atas skala nominal, ordinal, interval, dan rasio. Skala nominal digunakan untuk mengelompokkan data tanpa tingkatan, seperti jenis kelamin dan asal sekolah, sedangkan skala ordinal menunjukkan urutan atau peringkat, seperti tingkat kepuasan. Skala interval memiliki jarak yang sama antar nilai tetapi tidak memiliki nol mutlak, contohnya skor tes hasil belajar dan angket skala Likert yang dalam penelitian pendidikan sering diperlakukan sebagai data interval. Skala rasio memiliki jarak yang sama dan nol mutlak, seperti usia atau jumlah siswa. Dalam rancangan penelitian pendidikan, data hasil belajar siswa diukur menggunakan skor tes dengan skala interval, persepsi siswa terhadap pembelajaran diukur melalui angket skala Likert, dan data identitas siswa atau sekolah menggunakan skala nominal, sehingga pemilihan skala pengukuran yang tepat mendukung analisis data yang akurat dan valid.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

Raja Power Samosir_2313031054 གིས-
Nama : Raja Power Samosir
NPM : 2313031054

1. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA negeri di Provinsi Jawa Barat yang menjadi sasaran penerapan metode pembelajaran hybrid. Populasi ini dipilih karena tujuan penelitian adalah mengetahui efektivitas pembelajaran hybrid secara menyeluruh pada jenjang dan mata pelajaran yang sama.

Sampel adalah sebagian siswa kelas XI SMA negeri di Provinsi Jawa Barat yang dipilih dari sekolah-sekolah tertentu dan mewakili karakteristik populasi. Penggunaan sampel dilakukan karena jumlah sekolah dan siswa sangat besar serta tersebar di berbagai wilayah sehingga tidak memungkinkan untuk meneliti seluruh populasi.

2. Teknik Sampling yang Paling Tepat dan Cara Penerapannya

Teknik sampling yang paling tepat digunakan adalah multistage sampling (sampling bertahap).

Alasan pemilihan teknik:

Populasi sangat besar dan tersebar luas secara geografis.

Terdapat perbedaan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur antar daerah.

Tidak semua sekolah menerapkan pembelajaran hybrid secara konsisten.

Jumlah siswa kelas XI berbeda di setiap sekolah.

Cara penerapan dalam konteks penelitian:

Cluster sampling: memilih beberapa kota/kabupaten sebagai klaster penelitian untuk mewakili kondisi wilayah yang berbeda.

Purposive sampling: dari klaster terpilih, memilih SMA negeri yang telah menerapkan pembelajaran hybrid secara konsisten.

Proporsional sampling: menentukan jumlah siswa kelas XI dari setiap sekolah secara proporsional sesuai dengan jumlah siswanya.

Teknik ini dinilai efisien, representatif, dan sesuai dengan tujuan penelitian pendidikan berskala luas.

3. Potensi Kelemahan Jika Sampel Hanya Diambil dari Kota Besar

Jika peneliti hanya mengambil sampel dari sekolah-sekolah di kota besar seperti Bandung dan Bekasi, maka terdapat beberapa kelemahan terhadap validitas hasil penelitian, yaitu:

Bias wilayah, karena hasil penelitian lebih mencerminkan kondisi sekolah perkotaan.

Validitas eksternal rendah, sebab hasil penelitian sulit digeneralisasikan ke sekolah di daerah pinggiran atau pedesaan.

Tidak merepresentasikan variasi infrastruktur dan kondisi sosial, padahal faktor tersebut sangat memengaruhi efektivitas pembelajaran hybrid.

Akibatnya, kesimpulan penelitian menjadi kurang akurat dalam menggambarkan efektivitas pembelajaran hybrid di seluruh Provinsi Jawa Barat

MPPE B2025 -> Penugasan mandiri

Raja Power Samosir_2313031054 གིས-
Nama : Raja Power Samosir
NPM : 2313031054

Teknik sampling adalah cara peneliti menentukan sampel yang mewakili populasi penelitian. Secara umum, teknik sampling dibagi menjadi probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi, seperti simple random sampling dan stratified random sampling, sehingga cocok untuk penelitian kuantitatif. Sementara itu, non-probability sampling, seperti purposive sampling, lebih menekankan pertimbangan tertentu dan banyak digunakan dalam penelitian kualitatif.

Teknik Sampling dalam Riset Pendidikan Ekonomi

Dalam riset pendidikan ekonomi, teknik sampling yang sering digunakan adalah stratified random sampling dan purposive sampling. Stratified random sampling digunakan karena peserta didik memiliki karakteristik yang beragam, sehingga setiap kelompok dapat terwakili secara proporsional. Secara teoretis, teknik ini meningkatkan keterwakilan sampel dan validitas hasil penelitian. Purposive sampling digunakan pada penelitian kualitatif karena memungkinkan peneliti memilih subjek yang relevan dan memahami fenomena pembelajaran ekonomi secara lebih mendalam.

MPPE B2025 -> Diskusi

Raja Power Samosir_2313031054 གིས-
Nama : Raja Power Samosir
NPM : 2313031054

Pengertian Populasi,
Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dapat berupa individu, kelompok, lembaga, atau peristiwa yang relevan dengan fokus penelitian. Penentuan populasi harus dilakukan secara jelas agar ruang lingkup penelitian terarah dan sesuai dengan tujuan penelitian.

Pengertian Sampel,
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili karakteristik populasi secara keseluruhan. Penggunaan sampel dilakukan karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Sampel yang baik adalah sampel yang mampu mencerminkan kondisi populasi sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan sesuai dengan batasan penelitian yang telah ditentukan.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Populasi dan Sampel :

Kesesuaian dengan Tujuan Penelitian
Populasi dan sampel harus ditentukan berdasarkan tujuan dan rumusan masalah penelitian. Ketidaksesuaian antara tujuan penelitian dengan populasi dan sampel dapat menyebabkan data yang diperoleh tidak relevan.

Karakteristik Populasi yang Jelas
Peneliti harus menetapkan karakteristik populasi secara spesifik, seperti usia, jenjang pendidikan, lokasi, atau kriteria tertentu lainnya. Kejelasan karakteristik akan memudahkan peneliti dalam menentukan sampel yang tepat.

Jumlah Populasi
Besar kecilnya populasi akan mempengaruhi teknik pengambilan sampel yang digunakan. Jika populasi relatif kecil, peneliti dapat menggunakan seluruh populasi sebagai subjek penelitian. Sebaliknya, jika populasi besar, peneliti perlu menentukan sampel yang representatif.

Teknik Sampling yang Digunakan
Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan pendekatan penelitian dan karakteristik populasi. Teknik sampling yang tepat akan meningkatkan keterwakilan sampel dan meminimalkan bias penelitian.

Keterwakilan Sampel
Sampel harus mampu mewakili populasi secara proporsional. Sampel yang tidak representatif dapat menyebabkan hasil penelitian tidak mencerminkan kondisi populasi yang sebenarnya.

Keterbatasan Peneliti
Peneliti perlu mempertimbangkan keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga dalam menentukan jumlah dan teknik pengambilan sampel. Pertimbangan ini penting agar penelitian dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Kemungkinan Generalisasi
Penentuan populasi dan sampel harus memperhatikan sejauh mana hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Semakin baik keterwakilan sampel, semakin besar peluang hasil penelitian untuk digeneralisasikan pada populasi yang lebih luas.