Posts made by Caesar Marischa Saputri

Nama: Caesar Marischa Saputri
Npm: 2213054013

Cara menyampaikan pesan secara tertulis:
1). Tentukan tujuan dari pesan yang ingin disampaikan.
2). Susun pesan dengan struktur yang jelas dan sistematis, seperti pengenalan, isi, dan penutup.
3). Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau tidak jelas.
4). Gunakan kalimat yang singkat dan padat untuk memudahkan pemahaman.
5). Gunakan tanda baca dengan tepat untuk memperjelas makna pesan.

Cara menerima pesan secara tertulis:
1). Fokus pada pesan yang ingin disampaikan dan hindari gangguan dari lingkungan sekitar.
2). Baca pesan dengan seksama dan perhatikan struktur pesan yang disampaikan.
3). Jangan terburu-buru dalam membaca pesan dan pastikan memahami pesan secara keseluruhan.
4). Berikan umpan balik yang tepat dan sesuai dengan pesan yang diterima.
5). Hindari membuat kesimpulan yang salah atau mengambil tindakan tanpa memahami pesan secara keseluruhan.
Nama: Caesar Marischa Saputri
Npm: 2213054013

Cara menyampaikan pesan secara lisan:
1). Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
2). Gunakan nada suara yang tepat dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan.
3). Gunakan gerakan tubuh yang tepat untuk menekankan pesan yang ingin disampaikan.
4). Gunakan contoh atau ilustrasi untuk membantu memperjelas pesan yang ingin disampaikan.
5). Hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau tidak jelas.

Cara mendengarkan pesan secara lisan:
1). Fokus pada pembicara dan hindari gangguan dari lingkungan sekitar.
2). Berikan perhatian penuh pada pembicara dan jangan terganggu oleh pikiran atau perasaan yang lain.
3). Gunakan bahasa tubuh yang menunjukkan bahwa Anda memperhatikan pembicara, seperti kontak mata dan gerakan kepala yang mengikuti pembicara.
4). Berikan umpan balik yang tepat dan sesuai dengan pesan yang disampaikan.
5). Jangan menginterupsi pembicara dan tunggu hingga ia selesai berbicara sebelum memberikan tanggapan.
Nama: Caesar Marischa Saputri
Npm: 2213054013

1. Model S-R (Stimulus-Response)
Model ini merupakan model yang paling dasar dalam ilmu komunikasi. Model ini menunjukkan komunikasi sebagai sebuah proses aksi reaksi. Model ini beranggapan bahwa kata-kata verbal, tanda-tanda nonverbal, gambar-gambar, dan tindakan akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu.

2. Model Aristoteles
Model ini merupakan model yang paling klasik dalam ilmu komunikasi. Model ini membuat rumusan tentang model komunikasi verbal yang pertama. Komunikasi terjadi saat pembicara menyampaikan pesannya kepada khalayak dengan tujuan mengubah perilaku mereka.

3. Model Lasswell
Model ini menjelaskan tentang proses komunikasi dan fungsinya terhadap masyarakat. Lasswell berpendapat bahwa dalam komunikasi terdapat tiga fungsi, yaitu pengawasan lingkungan, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan, dan transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.

4. Model Shannon dan Weaver
Model ini mengasumsikan bahwa sumber daya informasi menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia. Model ini berfokus pada bagaimana pesan dikirim dari satu titik ke titik lainnya.

5. Model Schramm
Model ini menganggap komunikasi sebagai interaksi kedua pihak yang menyandi, menafsirkan, menyandi-balik, mentransmisikan, dan menerima sinyal. Model ini memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Caesar Marischa Saputri -
Nama: Caesar Marischa Saputri
Npm: 2213054013

1. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak kepada pihak lainnya sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan, dan melalui berbagai saluran seperti tatap muka, telepon, surat, email, dan media sosial. Tujuan dari komunikasi adalah untuk menciptakan kesepahaman antara pengirim pesan dan penerima pesan. Komunikasi yang efektif memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh penerima. Selain itu, komunikasi juga dapat digunakan untuk membangun hubungan sosial, memotivasi orang lain, dan memengaruhi perilaku

2. a. Unsur-unsur komunikasi
1). Pengirim (Sender): Pengirim adalah individu atau entitas yang memulai proses komunikasi dengan mengirimkan pesan atau informasi kepada penerima. Pengirim harus merumuskan pesan dengan jelas dan sesuai dengan tujuan komunikasi.
2). Pesan (Message): Pesan adalah informasi, ide, atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan ini dapat berbentuk lisan, tulisan, visual, atau non-verbal.
3). Penerima (Receiver): Penerima adalah individu atau entitas yang menerima pesan dari pengirim. Penerima harus siap untuk menerima dan memahami pesan yang disampaikan oleh pengirim.
4). Media atau Saluran (Channel): Media atau saluran adalah sarana atau metode yang digunakan untuk mengirimkan pesan dari pengirim ke penerima. Ini bisa berupa komunikasi lisan, tulisan, email, telepon, media sosial, tatap muka, dan sebagainya.
5). Konteks (Context): Konteks mengacu pada situasi atau latar belakang di mana komunikasi terjadi. Faktor-faktor seperti tempat, waktu, budaya, nilai, dan hubungan antara pengirim dan penerima dapat memengaruhi bagaimana pesan diterima.
6). Feedback: Feedback adalah respons atau tanggapan yang diberikan oleh penerima kepada pengirim setelah menerima pesan. Ini memungkinkan pengirim untuk menilai apakah pesan telah dipahami dan diterima dengan benar.
7). Hambatan (Noise): Hambatan adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu atau mengganggu proses komunikasi. Hambatan dapat berupa gangguan fisik (seperti suara bising), hambatan semantik (perbedaan dalam pemahaman kata-kata), atau faktor psikologis (misinterpretasi).

b. Fungsi komunikasi
1). Menginformasikan. Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan informasi atau pesan dari satu pihak kepada pihak lainnya. Fungsi ini dapat ditemukan dalam berbagai jenis komunikasi, seperti komunikasi massa, komunikasi organisasi, dan komunikasi interpersonal.
2). Mendidik. Komunikasi juga berfungsi untuk mendidik atau memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang lain. Fungsi ini dapat ditemukan dalam komunikasi pendidikan, seperti di sekolah atau perguruan tinggi.
3). Menghibur. Komunikasi juga dapat berfungsi untuk menghibur atau memberikan hiburan kepada orang lain. Fungsi ini dapat ditemukan dalam berbagai jenis media, seperti film, musik, dan acara televisi.
4). Mempengaruhi. Komunikasi juga dapat berfungsi untuk mempengaruhi atau mengubah sikap dan perilaku orang lain. Fungsi ini dapat ditemukan dalam berbagai jenis komunikasi, seperti iklan, kampanye politik, dan propaganda.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik Diskusi -> Re: topik Diskusi

by Caesar Marischa Saputri -
Nama: Caesar Marischa Saputri
Npm: 2213054013

1. Berikut adalah beberapa tugas perkembangan anak usia dini :
a. Pengembangan Motorik:
1). Motorik Kasar: Tugas perkembangan termasuk belajar berjalan, berlari, melompat, dan mengembangkan keterampilan motorik kasar lainnya.
2). Motorik Halus: Anak-anak usia dini belajar mengendalikan gerakan halus seperti menggenggam benda, menggambar, dan menulis.
b. Perkembangan Bahasa dan Komunikasi:
1). Penguasaan Bahasa: Anak-anak belajar untuk mengucapkan kata-kata, memahami bahasa, dan mengembangkan keterampilan berbicara dan mendengarkan.
2). Kemampuan Berkomunikasi: Mereka belajar berbicara tentang perasaan, keinginan, dan pengalaman mereka.

2. Berikut adalah beberapa permasalahan yang dapat terjadi pada anak usia dini dan cara menanganinya:
a. Mengompol: Permasalahan ini biasanya terjadi pada anak yang belum sepenuhnya terlatih untuk mengendalikan kandung kemihnya. Cara menanganinya adalah dengan memberikan pengertian pada anak tentang pentingnya buang air kecil di toilet dan memberikan latihan untuk mengendalikan kandung kemihnya.
b. Sulit makan: Anak usia dini dapat sulit makan karena berbagai faktor seperti selera makan yang berubah-ubah dan masalah perhatian. Cara menanganinya adalah dengan memberikan makanan yang sehat dan bergizi, memberikan variasi makanan, dan menciptakan suasana yang menyenangkan saat makan.
c. Tantrum: Anak usia dini dapat mengalami tantrum karena kesulitan mengungkapkan emosinya. Cara menanganinya adalah dengan memberikan pengertian pada anak tentang cara mengungkapkan emosi yang baik dan memberikan perhatian pada anak saat ia mengalami tantrum.
d. Manja: Anak usia dini dapat menjadi manja karena kebutuhan kasih sayang yang tinggi. Cara menanganinya adalah dengan memberikan kasih sayang yang cukup dan memberikan kesempatan pada anak untuk mandiri.
e. Pemalu: Anak usia dini dapat menjadi pemalu karena kurangnya pengalaman sosial. Cara menanganinya adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk berinteraksi dengan orang lain dan memberikan dukungan pada anak saat ia mengalami rasa malu.