NAMA : Resti Purnama
NPM : 2213054027
KELAS :3A
-Tugas perkembangan anak usia dini
Tugas perkembangan pada usia kanak-kanak dimulai dari usia 2 (dua) sampai dengan 13 ( tiga belas tahun). Usia kanak-kanak dibagi menjadi dua (dua) periode yaitu usia pra sekolah dan usia sekolah. Tugas perkembangan pada masa kanak-kanak awal menurut Robert J. Havighurst (1961) (Monks, et al., 1984, syah syah, 1995; Andrissen, 1974; havighurst adalah sebagai berikut: 1. Toilet Training, hakikat tugas yang harus dipelajari anak yaitu buang air kecil dan buang air besar yang bisa diterima secara sosial.toilet training yang berhasil dapat membentuk anak yang berhati-hati, dapatmenguasai dirinya, mendapatkan pandangan jauh kedepan dan dapat berdiri sendiri. Tentang toilet training Havighurst berpendapat: “Toilet training is the first moral training that child received. The stamp of the first moral training that child later character” 2. Belajar membedakan jenis kelamin, serta dapat bekerja sama dengan jenis kelamin lain. Melalui observasi, maka anak akan melihat tingkah laku yang berbeda jenis kelamin satu dengan lain 3. Belajar mencapai stabilitas fisologis, manusia pada waktu lahir sangatlah labil jika dibanding fisik orang dewasa, anak akan cepat sekali merasakan perubahan dari panas ke dingin, oleh karena itu anak harus belajar menjaga keseimbangan terhadap perubahan. 4. Pembentukan konsep-konsep yang sederhana tentang realitas fisik dan sosial 5. Belajar kontak perasaan dengan orang tua, krluarga, dan orang lain, menghubungkan diri sendiri secara emosional 6. Belajar membedakan mana yang baik dan buruk serta mengembangkan kata hati
Tugas perkembangan pada masa kanak-kanak akhir menurut Robert J. Havighurst adalah sebagai berikut: 1. Memperlajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum 2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh 3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Mulai mengembangkan peran social pria atau wanita yang tepat 5. Mengembangkan keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan seharihari 7. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, tata dan tingkatan nilai 8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok social dan lembaga-lembaga 9. Mencapai kebebasan pribadi
-Permasalahan dalam perkembangan anak usia dini
a. Masalah dalam pertumbuhan fisik Masalah dalam pertumbuhan fisik terkait masalah pemberian gizi pada anak, terdapat masalah kurang gizi (malnutrisi) dan masalah kelebihan gizi (obesitas). (Ratu A.D.S., 2007).
b. Masalah dalam keterampilan motorik halus Masalah keterampilan motorik halus yang terjadi pada anak usia dini adalah terkait dengan kemampuan yang kurang dalam menggambar bentuk bermakna dan belum bisa mewarnai dengan rapi. Usia 4 tahun anak mulai bisa menggambar bentuk yang memiliki makna meskipun belum sempurna. Jika anak usia 4-6 tahun belum bisa menggambar beberapa bentuk yang tergabung dengan baik menjadi suatu bentuk yang lebih bermakna perlu diwaspadai. Orang tua maupun guru perlu meninjau kemampuan anak dalam mempersepsikan apa yang ada di lingkungan sekitarnya.
NPM : 2213054027
KELAS :3A
-Tugas perkembangan anak usia dini
Tugas perkembangan pada usia kanak-kanak dimulai dari usia 2 (dua) sampai dengan 13 ( tiga belas tahun). Usia kanak-kanak dibagi menjadi dua (dua) periode yaitu usia pra sekolah dan usia sekolah. Tugas perkembangan pada masa kanak-kanak awal menurut Robert J. Havighurst (1961) (Monks, et al., 1984, syah syah, 1995; Andrissen, 1974; havighurst adalah sebagai berikut: 1. Toilet Training, hakikat tugas yang harus dipelajari anak yaitu buang air kecil dan buang air besar yang bisa diterima secara sosial.toilet training yang berhasil dapat membentuk anak yang berhati-hati, dapatmenguasai dirinya, mendapatkan pandangan jauh kedepan dan dapat berdiri sendiri. Tentang toilet training Havighurst berpendapat: “Toilet training is the first moral training that child received. The stamp of the first moral training that child later character” 2. Belajar membedakan jenis kelamin, serta dapat bekerja sama dengan jenis kelamin lain. Melalui observasi, maka anak akan melihat tingkah laku yang berbeda jenis kelamin satu dengan lain 3. Belajar mencapai stabilitas fisologis, manusia pada waktu lahir sangatlah labil jika dibanding fisik orang dewasa, anak akan cepat sekali merasakan perubahan dari panas ke dingin, oleh karena itu anak harus belajar menjaga keseimbangan terhadap perubahan. 4. Pembentukan konsep-konsep yang sederhana tentang realitas fisik dan sosial 5. Belajar kontak perasaan dengan orang tua, krluarga, dan orang lain, menghubungkan diri sendiri secara emosional 6. Belajar membedakan mana yang baik dan buruk serta mengembangkan kata hati
Tugas perkembangan pada masa kanak-kanak akhir menurut Robert J. Havighurst adalah sebagai berikut: 1. Memperlajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum 2. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh 3. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya 4. Mulai mengembangkan peran social pria atau wanita yang tepat 5. Mengembangkan keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari 6. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan seharihari 7. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, tata dan tingkatan nilai 8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok social dan lembaga-lembaga 9. Mencapai kebebasan pribadi
-Permasalahan dalam perkembangan anak usia dini
a. Masalah dalam pertumbuhan fisik Masalah dalam pertumbuhan fisik terkait masalah pemberian gizi pada anak, terdapat masalah kurang gizi (malnutrisi) dan masalah kelebihan gizi (obesitas). (Ratu A.D.S., 2007).
b. Masalah dalam keterampilan motorik halus Masalah keterampilan motorik halus yang terjadi pada anak usia dini adalah terkait dengan kemampuan yang kurang dalam menggambar bentuk bermakna dan belum bisa mewarnai dengan rapi. Usia 4 tahun anak mulai bisa menggambar bentuk yang memiliki makna meskipun belum sempurna. Jika anak usia 4-6 tahun belum bisa menggambar beberapa bentuk yang tergabung dengan baik menjadi suatu bentuk yang lebih bermakna perlu diwaspadai. Orang tua maupun guru perlu meninjau kemampuan anak dalam mempersepsikan apa yang ada di lingkungan sekitarnya.