Posts made by Adila Dhiya Ulhaq

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
NAMA : Adila Dhiya Ulhaq
NPM : 2253054001

Berikut adalah cara menyampaikan dan menerima pesan secara tertulis dengan sistematis:
Cara untuk Menyampaikan Pesan dengan Sistematis
1.Menentukan tujuan dan pesan utama yang ingin disampaikan
2.Menyusun pesan dengan struktur yang jelas dan sistematis, seperti pengenalan, isi, dan kesimpulan
3.Menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak ambigu
4.Menjaga konsistensi dalam penggunaan gaya bahasa dan tata bahasa
5.Menyertakan informasi yang relevan dan memadai

Cara untuk Menerima Pesan dengan Sistematis
1.Membaca pesan dengan seksama dan memahami tujuan dan pesan utama yang ingin disampaikan
2.Menjaga fokus pada isi pesan dan tidak terganggu oleh hal-hal lainnya
3.Mencatat informasi penting yang disampaikan dalam pesan
4.Menanyakan pertanyaan atau klarifikasi jika ada hal yang kurang jelas
5.Menanggapi pesan dengan cara yang sistematis dan terstruktur

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
NAMA : Adila Dhiya Ulhaq
NPM : 2253054001

Untuk menyampaikan dan mendengarkan pesan secara lisan dengan lancar dan baik, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:
Cara untuk Menyampaikan Pesan dengan Lancar dan Baik
1.Berbicara dengan cepat, tepat, lugas, dan mudah dimengerti oleh lawan bicara
2.Menjaga fokus pada topik pembicaraan dan tidak memikirkan hal-hal lainnya
3.Menjelaskan informasi dengan jelas dan akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman
4.Memperhatikan gaya bahasa yang digunakan
5.Menghindari penggunaan kata-kata yang kasar atau merendahkan

Cara untuk Mendengarkan Pesan dengan Lancar dan Baik
1.Memberikan waktu dan perhatian yang pantas sebelum berkomunikasi
2.Mendengarkan dengan aktif dan fokus pada apa yang dibicarakan oleh lawan bicara
3.Menjaga kontak mata dengan lawan bicara untuk memastikan tetap terhubung selama percakapan
4.Menunjukkan empati dan memahami perasaan yang dialami oleh lawan bicara
5.Tidak memotong pembicaraan saat lawan bicara sedang berbicara

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
NAMA : Adila Dhiya Ulhaq
NPM: 2253054001

Model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya.
1.Model Stimulus-Respont
Model ini merupakan model yang paling dasar dalam ilmu komunikasi. Model ini menunjukan komunikasi sebagai sebuah proses aksi reaksi. Model ini beranggapan bahwa kata-kata verbal, tanda- tanda nonverbal, gambar-gambar, dan tindakc akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu.
2.Model Aristoteles
Model ini merupakan model yang paling klasik dalam ilmu komunikasi. Bisa juga disebut sebagai model retorikal. Model ini membuat rumusan tentang model komunikasi verbal yang petama. Komunikasi terjadi saat pembicara menyampaikan pesannya kepada khalayak dengan tujuan mengubah perilaku mereka.
3.Model Lasswell
Model ini menjelaskan tentang proses komunikasi dan fungsinya terhadap masyarakat. Lasswell berpendapat bahwa di dalam komunikasi terdapat tiga fungsi. Yang pertama adalah pengawasan lingkungan, yang mengingatkan anggota anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan. Kedua adalah korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan. Ketiga adalah transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.
4.Model Shannon dan Weaver
model ini mengasumsikan bahwa sumber daya informasi menciptakan pesan dari seperangkat pesan yang tersedia.
5.Model Schramm
Wilbur Scheram membuat serangkai model komunikasi komunikasi, dimulai dengan model manusia yang sederhana (1954), lalu model yang lebih rumit yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi, hingga ke model komunikasi yang dianggap interaksi dua individu.
6.Model Newcomb
Theodore Newcomb (1953) melihat komunikasi dari pandangan sosial psokologi. Model ini juga dikenal dengan nama ABX. Model ini menggambarkan bahwa seseorang (A) mengirim informasi kepada orang lain (B) tentang sesuatu (X). Model ini mengasumsikan bahwa orientasi A ke B atau ke X tergantung dari mereka masing-masing
7.Model Westley dan Maclean
Model ini berbicara dalam dua yang konteks, komunikasi interperonal dan massa.Dan perbedaan paling penting diantara komunikasi interpersonal dan massa adalah pada umpan balik (feedback). Di interpersonal, umpan balik berlangsung cepat dan langsung, sedang di komunikasi massa, umpan baliknya bersifat tidak langsung dan lambat.
8.Model Gerbner
Model ini merupakan perluasan dari model komunikasi milik Lasswell, terdiri model verbal dan model diagramatik.
9.Model Berlo
Model ini hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen yaitu sumber (Source), pesan (Message), saluran (Channel), dan penerima (Receiver). Sumber adalah pembuat pesan.
10.Model Defleur
Model ini merupakan model komunikasi menyisipkan perangkat media massa massa. (mass Dengan medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Model ini menggambarkan sumber (source), pemancar (transmitter), penerima (receiver), dan tujuan (destination) sebagai fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa, serupa dengan fase- fase yang digambarkan Schramm. Fungsi dari penerima dalam model Defleur adalah menerima informasi dan menyandikannya.
11.Model Komunikasi Linear
Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication. Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan Ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel). Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model).
12.Model Interaksional
Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim.
13.Model Transaksional
Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat kooperatif: pengirim transaksional dan adalah penerima proses sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
NAMA: Adila Dhiya Ulhaq
NPM: 2253054001

1. Pada dasarnya komunikasi merupakan suatu proses ‘dinamik transaksional’ yang mempengaruhi perilaku sumber (komunikator) dan penerimanya (komunikan). Komunikator dengan sengaja menyandi (to code) perilaku mereka untuk menghasilkan pesan yang mereka salurkan lewat suatu saluran (channel/media) guna merangsang atau untuk memperoleh sikap atau perilaku tertentu. Sikap dan perilaku yang diharapkan, hanya akan diperoleh jika si penerima pesan menyerap perilaku yang disandi, dan memberikan makna kepadanya

2. FUNGSI-FUNGSI
Harold D. Laswell (1972) mengatakan bahwa di tengah-tengah masyarakat, komunikasi mempunyai tiga fungsi, yakni:
1. Pengamatan terhadap lingkungan (the surveillance of the environment), penyingkapan ancaman dan kesempatan yang memengaruhi nilai
masyarakat dan bagian-bagian unsur di dalamnya.
2. Korelasi unsur-unsur masyarakat ketika menanggapi lingkungan (correlation of the components of society in making a response to the environment)
3. Penyebaran warisan sosial (transmission of the social inheritance). Di sini berperan para pendidik, baik dalam kehidupan rumah tangga
maupun di sekolah, yang meneruskan warisan sosial kepada keturunan berikutnya.
UNSUR-UNSUR
Pengirim (Sender)
Pengirim adalah individu atau entitas yang menginisiasi proses komunikasi dengan membuat pesan yang akan dikirimkan kepada penerima. Pengirim memutuskan pesan apa yang ingin disampaikan dan memilih media yang sesuai untuk mengirimkannya.
Pesan (Message)
Pesan adalah informasi yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan bisa berupa teks, suara, gambar, atau kombinasi dari semuanya. Pesan harus dirancang sedemikian rupa agar bisa dimengerti oleh penerima.
Media Komunikasi (Communication Channel)
Media komunikasi adalah jalur fisik atau teknologi yang digunakan untuk mentransmisikan pesan dari pengirim ke penerima. Contohnya meliputi percakapan langsung, telepon, surat, email, media sosial, dan lain-lain.
Penerima (Receiver)
Penerima adalah individu atau kelompok yang menerima pesan yang telah dikirimkan oleh pengirim. Penerima harus memiliki kemampuan untuk memahami pesan yang diterima.
Umpan Balik (Feedback)
Umpan balik adalah tanggapan atau respons yang diberikan oleh penerima kepada pengirim setelah menerima dan memahami pesan. Umpan balik penting untuk memastikan bahwa pesan telah diterima dengan benar dan untuk mengevaluasi keberhasilan komunikasi.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Adila Dhiya Ulhaq -
NAMA: Adila Dhiya Ulhaq
NPM: 2253054001

KARAKTERISTIK
1. Anak Usia Dini Bersifat Unik
Setiap anak berbeda antara satu dengan lainnya dan tidak ada dua anak yang sama persis meskipun mereka kembar identik. Mereka memiliki bawaan, ciri, minat, kesukaan dan latar belakang yang berbeda.

2. Anak Usia Dini Berada Dalam Masa Potensial
Anak usia dini sering dikatakan berada dalam masa "golden age" atau masa yang paling potensial atau paling baik untuk belajar dan berkembang. Jika masa ini terlewati dengan tidak baik maka dapat berpengaruh pada perkembangan tahap selanjutnya.
3. Anak Usia Dini Bersifat Relatif Spontan
Pada masa ini anak akan bersikap apa adanya dan tidak pandai berpura-pura. Mereka akan dengan leluasa menyatakan pikiran dan perasaannya tanpa memedulikan tanggapan orang-orang di sekitarnya.
4. Anak Usia Dini Cenderung Ceroboh dan Kurang Perhitungan
Anak usia dini tidak mempertimbangkan bahaya atau tidaknya suatu tindakan. Jika mereka ingin melakukan maka akan dilakukannya meskipun hal tersebut dapat membuatnya cedera atau celaka.
5. Anak Usia Dini Bersifat Aktif dan Energik
Anak usia dini selalu bergerak dan tidak pernah bisa diam kecuali sedang tertidur. Maka sering kali dikatakan bahwa anak usia dini "tidak ada matinya" Mereka cenderung memandang segala sesuatu dari sudut pandanganya sendiri dan berdasar pada pamahamannya sendiri saja. Mereka juga menganggap semua benda yang diinginkannya adalah miliknya.
6. Anak Usia Dini Memiliki Rasa Ingin Tahu yang kuat
Rasa ingin tahu yang dimilikinya sangat tinggi sehingga mereka tak bosan bertanya "apa ini dan apa itu" serta "mengapa begini dan mengapa begitu"Anak berpandangan bahwa dunia ini dipenuhi hal-hal yang menarik dan menakjubkan. Hal ini mendorong rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu anak bervariasi, tergantung apa yang menarik perhatiannya.

CIRI PERKEMBANGAN AUD
1. Terjadinya perubahan dalam aspek fisik (perubahan berat badan dan organ-organ tubuh) dan aspek psikis (matangnya kemampuan berpikir, mengingat dan berkreasi).
2. Terjadinya perubahan dalam proporsi; aspek fisik (proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembanganya) dan aspek psikis (perubahan imajinasi dari fantasi ke realitas).
3. Lenyapnya tanda-tanda lam; tanda- tanda fisik ( lenyamnya kelenjar thymus kelenjar anak-anak seiring bertambahnya usia ) aspek psikis ( lenyapnya gerak-gerik kanak-kanak dan perilaku impulsif ).
4. Diperoleh tanda-tanda yang baru; tanda-tanda fisik (pergantian gigi dan karakter seks usia remaja) tanda-tanda psikis (berkembangnya rasa ingin tahu tentang pengetahuan, moral, interaksi dengan lawan jenis) (Yusuf LN, H. Syamsu, 2006).

PRINSIP PERKEMBANGAN AUD
1.Belajar Melalui Bermain
2.Berorientasi pada perkembangan anak
3.Berorientasi pada kebutuhan anak
4.Berpusat ke anak
5.Pembelajaran aktif
6.Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter
7.Berorientasi pada perngembangan kecakapan hidup
8.Didukung oleh lingkungan yang kondusif
9.Berorientasi pada pembelajaran demokratis
10.Pemanfaatan media belajar, sumber belajar dan nara sumber

ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN AUD
Aspek aspek
1. Perkembangan Nilai Agama dan Moral
Aspek perkembangan pertama dan yang paling utama untuk diajarkan kepada Si Kecil adalah nilai agama dan moral. Hal ini berfokus dalam menanamkan nilai-nilai dasar, norma-norma yang berlaku hingga kesadaran. Si Kecil perlu mengenal agama dan menjalankan ibadah agar lebih memahami arah hingga tujuan mereka dengan baik sejak dini.
2.Perkembangan Kognitif
Aspek perkembangan kognitif berhubungan erat dengan akal dan pikiran sehingga jangan heran jika pertumbuhan pada area ini memiliki jangkauan yang sangat luas. Banyak pelajaran penting yang akan didapatkan oleh Si Kecil, beberapa diantaranya: mampu berpikir logis dengan mengenal perbedaan, klasifikasi, perencanaan, pola, sebab akibat dan inisiatif. Si Kecil dapat menyebutkan, mengenal, dan juga menggunakan lambang-lambang seperti abjad dan angka.
3. Perkembangan Bahasa
Bahasa menjadi aspek perkembangan anak yang bisa Bunda amati dan latih sejak dini. Si Kecil dapat mengerti berbagai hal yang dimaksud oleh orang tua seperti cerita, aturan, perintah dan juga menghargai bacaan. Tidak sampai di situ, bahasa juga meliputi bagaimana cara Si Kecil berbahasa dengan baik seperti tanya jawab, memahami bentuk dan juga bunyi dari masing-masing huruf juga angka.
4.Perkembangan Sosial-Emosional
Perkembangan emosi anak usia pada usia dini menjadi hal yang perlu diperhatikan karena berperan penting dan terkait erat dengan pengenalan diri Si Kecil juga orang sekitar. Berbagai macam hal yang masuk dalam aspek ini adalah sebagai berikut: Si Kecil akan lebih senang jika bermain dengan teman sebayanya, memahami perasaan, merespon pembicaraan, berbagai mainan dengannya, mendengarkan ucapannya, hingga belajar menghargai hak dan pendapat orang lain sehingga Si Kecil akan tetap berlaku sopan.
5. Perkembangan Seni
Aspek terakhir pada perkembangan anak adalah seni. Setiap anak yang terlahir bersifat imajinatif dan memiliki sisi seni mereka sendiri. Si Kecil akan tertarik untuk mengekspresikan diri dan juga mulai mengeksplorasi diri dalam banyak hal dari sisi kesenian.

FAKTOR-FAKTOR
a. Hereditas (Keturunan/Pembawaan)
Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai "totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anak
b. Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah "keseluruhan fenomena (peristiwa situasi atau kondisi) fisik/alam atau sosial yang memengaruhi atau dipengaruhi perkembangan individu". Faktor lingkungan yang dibahas pada paparan berikut adalah lingkungan keluarga, sekolah.