Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041
1. Perspektif biologis dari temperamen. Temperamen seorang anak mempunyai faktor atau penyebab, salah satunya adalah faktor genetik. Allport mendefinisikan temperamen sebagai pola karakteristik sifat emosional individu, yang menggambarkan respons terhadap rangsangan emosional, kekuatan dan kecepatan reaksi, kualitas suasana hati, serta dipengaruhi oleh faktor lain, faktor genetik.
Sikap temperamental di sini timbul dari gabungan ciri-ciri emosional individu dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang diturunkan dari orang tua kepada anak. Selain itu, faktor yang mempengaruhi temperamen adalah lingkungan keluarga anak. menyatakan bahwa anak menyesuaikan perangai dan sifatnya dengan orang tuanya melalui proses pengasuhan. Temperamen merupakan ciri khas anak dan gaya pengasuhan merupakan ciri lingkungan yang berkorelasi dengan skor kompetensi sosial sebanyak 4.444 anak.
2. Tahapan Psikoseksual (Sigmund Freud) Fase Lisan (0-1 Tahun) Sumber Kenikmatan utama bayi melibatkan aktivitas yang berpusat pada mulut, seperti menelan (makan, minum) dan menghisap (menyusu, memasukkan jari-jari tanagn ke mulut). Fase Anal (1-3 Tahun) Anak mendapatkan kepusan seksual dengan menahan atau melepaskan feses. Zona kepuasnnya adalh daerah anal dan toilet pelatihan merupakan aktivitas penting Fase Falik (3 6 Tahun) Anak menjadi lengket dengan hiasan tua dari jenis kelamin berlainan dan kemudian identifikasinya dengan orang tua berjenis kelamin sama. Superego berkembang. Zona kepuasannya bergeser kedaerah genital. Periode Laten (6- 12 Tahun) Masa yang relatif tenang diantara tahapan-tahapan yang lebih bergelora. Fase Kelamin (12 Tahun ke atas) Kemunculan kembali dorongan tahap seksual falik, disalurkan ke kematangan seksualitas masadewasa.
Tahapan Psikososial (Erik Erikson) Kepercayaan dasar VS Ketidakpercayaan (lahir hingga 12-18 Bulan) Bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman. Hikmah Harapan. Otonomi (Kemandirian) VS Rasa malu dan ragu (12-18 Bulan hingga 3 Tahun) Anak mengembangkan keseimbangan kemandirian dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan. Hikmah Kehendak. Inisiatif VS Rasa bersalah (3 hingga 6 Tahun) Anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah. Hikmah Tujuan. Industri VS inferioritas (6 12 Tahun) Anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten.
3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
-Burrhus Frederic Skinner(1904 - 1990)
• Operant Conditioning
• Perilaku bisa diubah
melalui proses
pengukuhan/penguatan
positif atau negatif
-Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu
- Teori belajar sosial Albert Bandura menyimpulkan bahwa manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya (Suardi, 2018).
4. Perspektif kognitif perkembangan manusia mencakup teori Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Berikut adalah beberapa poin penting yang terkait dengan masing-masing teori.
* Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget
-Teori Piaget menekankan peran pematangan biologis dan pengalaman lingkungan dalam membentuk perkembangan kognitif.
-Menurut Piaget, perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahap: sensorimotor, praoperasional, operasional konkrit, dan operasional formal.
-Setiap tahap ditandai dengan cara berpikir dan pemahaman dunia yang berbeda, dan setiap tahap dibangun berdasarkan tahap sebelumnya.
-Piaget percaya bahwa anak-anak secara aktif membangun pemahaman mereka sendiri tentang dunia melalui pengalaman dan interaksi mereka dengan lingkungannya
*Vygotsky
-Menurut Vygotsky, perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial dan transmisi alat dan praktik budaya.
-Vygotsky mengajukan konsep zona perkembangan proksimal, yang mengacu pada perbedaan antara apa yang seorang anak dapat lakukan sendiri dan apa yang dapat mereka lakukan dengan bantuan orang lain yang lebih berpengetahuan.
-Vygotsky percaya bahwa bahasa memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif, karena memungkinkan anak-anak berkomunikasi dengan orang lain dan menginternalisasi pengetahuan.
5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
Teori semantik kontekstual adalah teori semantik yang berasumsi bahwa sistem bahasa itu saling berkaitan satu sama lain di antara unit-unitnya, dan selalu mengalami perubahan dan perkem- bangan. Karena itu dalam menentukan makna, diperlukan adanya penentuan berbagai konteks yang melingkupinya. Konsep Teori Ekologi Bronfenbrenner
Teori sistem ekologi Bronfenbrenner banyak digunakan untuk memahami dampak lingkungan terhadap individu. Teori ini berpandangan bahwa proses perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh peristiwa dan kondisi di lingkungan yang lebih besar. Teori ekologi merupakan sebuah teori yang menekankan pada pengaruh lingkungan dalam perkembangan setiap individu di mana perkembangan peserta didik merupakan hasil interaksi antara alam sekitar dengan peserta didik tersebut.
6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
Menurut Bowlby, kelekatan (attachment) merupakan usaha individu mempertahankan kelekatan fisik dan kelekatan emosionalnya terhadap ibu atau pengasuhnya. Menurut Ainsworth kelekatan adalah sebuah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan individu lain yang bersifat mengikat terus menurus.
7. Teori perkembangan moral Kohlberg merupakan teori yang berfokus pada bagaimana anak mengembangkan moralitas dan penalaran moral. Teori Kohlberg menyatakan bahwa perkembangan moral terjadi dalam serangkaian enam tahap dan logika moral terutama terfokus pada pencarian dan pemeliharaan keadilan.
NPM : 2213054041
1. Perspektif biologis dari temperamen. Temperamen seorang anak mempunyai faktor atau penyebab, salah satunya adalah faktor genetik. Allport mendefinisikan temperamen sebagai pola karakteristik sifat emosional individu, yang menggambarkan respons terhadap rangsangan emosional, kekuatan dan kecepatan reaksi, kualitas suasana hati, serta dipengaruhi oleh faktor lain, faktor genetik.
Sikap temperamental di sini timbul dari gabungan ciri-ciri emosional individu dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang diturunkan dari orang tua kepada anak. Selain itu, faktor yang mempengaruhi temperamen adalah lingkungan keluarga anak. menyatakan bahwa anak menyesuaikan perangai dan sifatnya dengan orang tuanya melalui proses pengasuhan. Temperamen merupakan ciri khas anak dan gaya pengasuhan merupakan ciri lingkungan yang berkorelasi dengan skor kompetensi sosial sebanyak 4.444 anak.
2. Tahapan Psikoseksual (Sigmund Freud) Fase Lisan (0-1 Tahun) Sumber Kenikmatan utama bayi melibatkan aktivitas yang berpusat pada mulut, seperti menelan (makan, minum) dan menghisap (menyusu, memasukkan jari-jari tanagn ke mulut). Fase Anal (1-3 Tahun) Anak mendapatkan kepusan seksual dengan menahan atau melepaskan feses. Zona kepuasnnya adalh daerah anal dan toilet pelatihan merupakan aktivitas penting Fase Falik (3 6 Tahun) Anak menjadi lengket dengan hiasan tua dari jenis kelamin berlainan dan kemudian identifikasinya dengan orang tua berjenis kelamin sama. Superego berkembang. Zona kepuasannya bergeser kedaerah genital. Periode Laten (6- 12 Tahun) Masa yang relatif tenang diantara tahapan-tahapan yang lebih bergelora. Fase Kelamin (12 Tahun ke atas) Kemunculan kembali dorongan tahap seksual falik, disalurkan ke kematangan seksualitas masadewasa.
Tahapan Psikososial (Erik Erikson) Kepercayaan dasar VS Ketidakpercayaan (lahir hingga 12-18 Bulan) Bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman. Hikmah Harapan. Otonomi (Kemandirian) VS Rasa malu dan ragu (12-18 Bulan hingga 3 Tahun) Anak mengembangkan keseimbangan kemandirian dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan. Hikmah Kehendak. Inisiatif VS Rasa bersalah (3 hingga 6 Tahun) Anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah. Hikmah Tujuan. Industri VS inferioritas (6 12 Tahun) Anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten.
3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
-Burrhus Frederic Skinner(1904 - 1990)
• Operant Conditioning
• Perilaku bisa diubah
melalui proses
pengukuhan/penguatan
positif atau negatif
-Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu
- Teori belajar sosial Albert Bandura menyimpulkan bahwa manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya (Suardi, 2018).
4. Perspektif kognitif perkembangan manusia mencakup teori Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Berikut adalah beberapa poin penting yang terkait dengan masing-masing teori.
* Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget
-Teori Piaget menekankan peran pematangan biologis dan pengalaman lingkungan dalam membentuk perkembangan kognitif.
-Menurut Piaget, perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahap: sensorimotor, praoperasional, operasional konkrit, dan operasional formal.
-Setiap tahap ditandai dengan cara berpikir dan pemahaman dunia yang berbeda, dan setiap tahap dibangun berdasarkan tahap sebelumnya.
-Piaget percaya bahwa anak-anak secara aktif membangun pemahaman mereka sendiri tentang dunia melalui pengalaman dan interaksi mereka dengan lingkungannya
*Vygotsky
-Menurut Vygotsky, perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial dan transmisi alat dan praktik budaya.
-Vygotsky mengajukan konsep zona perkembangan proksimal, yang mengacu pada perbedaan antara apa yang seorang anak dapat lakukan sendiri dan apa yang dapat mereka lakukan dengan bantuan orang lain yang lebih berpengetahuan.
-Vygotsky percaya bahwa bahasa memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif, karena memungkinkan anak-anak berkomunikasi dengan orang lain dan menginternalisasi pengetahuan.
5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
Teori semantik kontekstual adalah teori semantik yang berasumsi bahwa sistem bahasa itu saling berkaitan satu sama lain di antara unit-unitnya, dan selalu mengalami perubahan dan perkem- bangan. Karena itu dalam menentukan makna, diperlukan adanya penentuan berbagai konteks yang melingkupinya. Konsep Teori Ekologi Bronfenbrenner
Teori sistem ekologi Bronfenbrenner banyak digunakan untuk memahami dampak lingkungan terhadap individu. Teori ini berpandangan bahwa proses perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh peristiwa dan kondisi di lingkungan yang lebih besar. Teori ekologi merupakan sebuah teori yang menekankan pada pengaruh lingkungan dalam perkembangan setiap individu di mana perkembangan peserta didik merupakan hasil interaksi antara alam sekitar dengan peserta didik tersebut.
6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
Menurut Bowlby, kelekatan (attachment) merupakan usaha individu mempertahankan kelekatan fisik dan kelekatan emosionalnya terhadap ibu atau pengasuhnya. Menurut Ainsworth kelekatan adalah sebuah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan individu lain yang bersifat mengikat terus menurus.
7. Teori perkembangan moral Kohlberg merupakan teori yang berfokus pada bagaimana anak mengembangkan moralitas dan penalaran moral. Teori Kohlberg menyatakan bahwa perkembangan moral terjadi dalam serangkaian enam tahap dan logika moral terutama terfokus pada pencarian dan pemeliharaan keadilan.