Posts made by Nur Adelia Balqis

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

1. Perspektif biologis dari temperamen. Temperamen seorang anak mempunyai faktor atau penyebab, salah satunya adalah faktor genetik. Allport mendefinisikan temperamen sebagai pola karakteristik sifat emosional individu, yang menggambarkan respons terhadap rangsangan emosional, kekuatan dan kecepatan reaksi, kualitas suasana hati, serta dipengaruhi oleh faktor lain, faktor genetik.
Sikap temperamental di sini timbul dari gabungan ciri-ciri emosional individu dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang diturunkan dari orang tua kepada anak. Selain itu, faktor yang mempengaruhi temperamen adalah lingkungan keluarga anak. menyatakan bahwa anak menyesuaikan perangai dan sifatnya dengan orang tuanya melalui proses pengasuhan. Temperamen merupakan ciri khas anak dan gaya pengasuhan merupakan ciri lingkungan yang berkorelasi dengan skor kompetensi sosial sebanyak 4.444 anak.

2. Tahapan Psikoseksual (Sigmund Freud) Fase Lisan (0-1 Tahun) Sumber Kenikmatan utama bayi melibatkan aktivitas yang berpusat pada mulut, seperti menelan (makan, minum) dan menghisap (menyusu, memasukkan jari-jari tanagn ke mulut). Fase Anal (1-3 Tahun) Anak mendapatkan kepusan seksual dengan menahan atau melepaskan feses. Zona kepuasnnya adalh daerah anal dan toilet pelatihan merupakan aktivitas penting Fase Falik (3 6 Tahun) Anak menjadi lengket dengan hiasan tua dari jenis kelamin berlainan dan kemudian identifikasinya dengan orang tua berjenis kelamin sama. Superego berkembang. Zona kepuasannya bergeser kedaerah genital. Periode Laten (6- 12 Tahun) Masa yang relatif tenang diantara tahapan-tahapan yang lebih bergelora. Fase Kelamin (12 Tahun ke atas) Kemunculan kembali dorongan tahap seksual falik, disalurkan ke kematangan seksualitas masadewasa.
Tahapan Psikososial (Erik Erikson) Kepercayaan dasar VS Ketidakpercayaan (lahir hingga 12-18 Bulan) Bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman. Hikmah Harapan. Otonomi (Kemandirian) VS Rasa malu dan ragu (12-18 Bulan hingga 3 Tahun) Anak mengembangkan keseimbangan kemandirian dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan. Hikmah Kehendak. Inisiatif VS Rasa bersalah (3 hingga 6 Tahun) Anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah. Hikmah Tujuan. Industri VS inferioritas (6 12 Tahun) Anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten.

3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
-Burrhus Frederic Skinner(1904 - 1990)
• Operant Conditioning
• Perilaku bisa diubah
melalui proses
pengukuhan/penguatan
positif atau negatif
-Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu
- Teori belajar sosial Albert Bandura menyimpulkan bahwa manusia mengambil informasi dan memutuskan tingkah laku yang akan diadopsi berdasarkan lingkungan dan tingkah laku orang lain yang ada disekitarnya (Suardi, 2018).

4. Perspektif kognitif perkembangan manusia mencakup teori Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Berikut adalah beberapa poin penting yang terkait dengan masing-masing teori.
* Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget
-Teori Piaget menekankan peran pematangan biologis dan pengalaman lingkungan dalam membentuk perkembangan kognitif.
-Menurut Piaget, perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahap: sensorimotor, praoperasional, operasional konkrit, dan operasional formal.
-Setiap tahap ditandai dengan cara berpikir dan pemahaman dunia yang berbeda, dan setiap tahap dibangun berdasarkan tahap sebelumnya.
-Piaget percaya bahwa anak-anak secara aktif membangun pemahaman mereka sendiri tentang dunia melalui pengalaman dan interaksi mereka dengan lingkungannya
*Vygotsky
-Menurut Vygotsky, perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial dan transmisi alat dan praktik budaya.
-Vygotsky mengajukan konsep zona perkembangan proksimal, yang mengacu pada perbedaan antara apa yang seorang anak dapat lakukan sendiri dan apa yang dapat mereka lakukan dengan bantuan orang lain yang lebih berpengetahuan.
-Vygotsky percaya bahwa bahasa memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif, karena memungkinkan anak-anak berkomunikasi dengan orang lain dan menginternalisasi pengetahuan.

5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
Teori semantik kontekstual adalah teori semantik yang berasumsi bahwa sistem bahasa itu saling berkaitan satu sama lain di antara unit-unitnya, dan selalu mengalami perubahan dan perkem- bangan. Karena itu dalam menentukan makna, diperlukan adanya penentuan berbagai konteks yang melingkupinya. Konsep Teori Ekologi Bronfenbrenner
Teori sistem ekologi Bronfenbrenner banyak digunakan untuk memahami dampak lingkungan terhadap individu. Teori ini berpandangan bahwa proses perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh peristiwa dan kondisi di lingkungan yang lebih besar. Teori ekologi merupakan sebuah teori yang menekankan pada pengaruh lingkungan dalam perkembangan setiap individu di mana perkembangan peserta didik merupakan hasil interaksi antara alam sekitar dengan peserta didik tersebut.

6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
Menurut Bowlby, kelekatan (attachment) merupakan usaha individu mempertahankan kelekatan fisik dan kelekatan emosionalnya terhadap ibu atau pengasuhnya. Menurut Ainsworth kelekatan adalah sebuah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan individu lain yang bersifat mengikat terus menurus.

7. Teori perkembangan moral Kohlberg merupakan teori yang berfokus pada bagaimana anak mengembangkan moralitas dan penalaran moral. Teori Kohlberg menyatakan bahwa perkembangan moral terjadi dalam serangkaian enam tahap dan logika moral terutama terfokus pada pencarian dan pemeliharaan keadilan.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

- Karakterisktik Perkembangan
Perkembangan bersifat multidimensional yang meliputi perkembangan dimensi fisik, kognitif, dan sosial. 2) Perkembangan bersifat integral, menyeluruh dan antardimensi saling berkaitan. Dengan demikian, dalam menjabarkan perkembangan seseorang, harus tergambarkan dimensi-dimensi perkembangan yang saling terkait tersebut. 3) Perkembangan berlangsung secara berkesinambungan. Proses perkembangan dimulai sejak masa prenatal sampai akhir hayat. 4) Perkembangan muncul sebagai akibat dari interaksi, perkembangan terjadi jika seseorang berespons terhadap belajar dari atau mencari afeksi dari lingkungan biofisik maupun sosialnya. 5) Perkembangan itu terpola, tetapi unik bagi setiap orang. Semua anak berkembang mengikuti tahapan atau garis besar perkembangan manusia, namun laju dan kualitas perkembangan itu sendiri berbeda untuk setiap orang.

- Ciri Perkembangan
1. Unik, yaitu sifat anak itu berbeda satu sama lainnya. Anak memiliki bawaan, minat kapabilitas, dan latar belakang kehidupan masing-masing.
2. Egosentris, yaitu anak lebih cendrung melihat dan memahami sesuatu dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Bagi anak sesuatu itu penting sepanjang hal tersebut terkait dengan dirinya.
3. Aktif dan energik, yaitu anak lazimnya senang melakukan aktivitas. Selama terjaga dalam tidur, anak seolah-olah tidak pernah lelah, tidak pernah bosan, dan tidak pernah berhenti dari aktivitas. Terlebih lagi kalau anak dihadapkan pada suatu kegiatan yang baru dan menantang.
4. Rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. Yaitu, anak cendrung memperhatikan , membicarakan, dan mempertanyakan berbagai hal yang sempat dilihat dan didengarnya, terutama terhadap hal-hal baru.
5. Eksploratif dan berjiwa petualang, yaitu anak terdorong oleh rasa ingin tahu yang kuat dan senang menjelajah, mencoba dan mempeajari hal-hal yang baru.
6. Spontan, yaitu prilaku yang ditampilkan anak umumnya relative asli dan tidak ditutup-tutupi sehingga merefleksikan apa yang ada dalam perasaan dan pikirannya.
7. Senang dan kaya dalam fantasi, yaitu anak senang dengan hal-hal yang imajinatif. Anak tidak hanya senang dengan cerita-cerita khayal yang disampaikan oleh orang lain, tetapi ia sendiri juga senang bercerita kepada orang lain.
8. Masih mudah frustasi, yaitu anak masih mudah kecewa bila menghadapi sesuatu yang tidak memuaskan. Ia mudah menangis dan marah bila keinginannya tidak terpenuhi.
9. Masih kurang pertimbangan dalam melakukan sesuatu, yaitu anak belum memiliki pertimbangan yang matang, termasuk berkenaan dengan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya.
10. Daya perhatian yang pendek, yaitu anak lazimnya memiliki daya perhatian yang pendek, kecuali terhadap hal-hal yang secara intrinsic menarik dan menyenangkan.
11. Bergairah untuk belajar dan banyak belajar dari pengalaman, yaitu anak senang melakukan berbagai aktivitas yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku pada dirinya sendiri.
12. Semakin menunjukkan minat terhadap teman, yaitu anak mulai menunjukkan untuk bekerja sama dan berhubungan dengan teman-temannya. Hal ini beriringan dengan bertambahnya usia dan perkembangan yang dimiliki oleh anak.

- Prinsip Perkembangan
1. Perkembangan aspek fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
2. Perkembangan fisik/motorik, emosi, sosial, bahasa, dan kognitif anak terjadi dalam suatu urutan tertentu yang relative dapat diramalkan.
3. Perkembangan berlangsung dalam rentang yang bervariasi antar anak dan antar bidang pengembangan dari masing-masing fungsi.
4. Pengalaman awal anak memiliki pengaruh kumulatif dan tertunda terhadap perkembangan anak.
5. Perkembangan anak berlangsung ke arah yang makin kompleks, khusus, terorganisasi dan terinternalisasi.
6. Perkembangan dan cara belajar anak terjadi dan dipengaruhi oleh konteks social budaya yang majemuk.
7. Anak adalah pembelajar aktif, yang berusaha membangun pemahamannya tentang tentang lingkungan sekitar dari pengalaman fisik, social, dan pengetahuan yang
diperolehnya.
8. Perkembangan dan belajar merupakan interaksi kematangan biologis dan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
9. Bermain merupakan sarana penting bagi perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak serta menggambarkan perkembangan anak.
10. Perkembangan akan mengalami percepatan bila anak berkesempatan untuk mempraktikkan berbagai keterampilan yang diperoleh dan mengalami tantangan
setingkat lebih tinggi dari hal-hal yang telah dikuasainya.
11. Anak memiliki modalitas beragam (ada tipe visual, auditif, kinestetik, atau gabungan dari tipe-tipe itu) untuk mengetahui sesuatu sehingga dapat belajar hal yang berbeda pula dalam memperlihatkan hal-hal yang diketahuinya.
12. Kondisi terbaik anak untuk berkembang dan belajar adalam dalam komunitas yang menghargainya, memenuhi kebutuhan fisiknya, dan aman secara fisik dan fisiologis.

- Aspek Aspek Perkembangan
1) Aspek nilai moral
2) Aspek fisik-motorik
3) Aspek kognitif
4) Aspek sosio-emosional
5) Aspek komunikasi dan bahasa
6) Aspek seni

- Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
1. Pola Asuh Orang Tua.
2. Lingkungan Sekitar pertumbuhan
3. Nutrisi dan Gizi yang Diberikan
4. Permainan dan Tontonan,
5. Hiburan dan Rekreasi.
6. Eksplorasi.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

- Pengertian
Bimbingan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karir, melalui berbagai jenis layanan dan
kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku.
Meskipun sama-sama berada dalam jalur pendidikan formal, perbedaan rentang usia peserta didik pada tiap jenjang memicu tampilnya kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling yang berbeda-beda pada tiap jenjang pendidikan. Batas ragam kebutuhan antara jenjang yang satu dengan jenjang yang lainnya tidak terbedakan sangat tajam. Disisi lain, perbedaan yang lebih signifikan, juga tampak hal lain pengaturan birokrasi, seperti di taman kanak-kanak sebagian besar tugas konselor ditangani langsung oleh guru kelas.

- Tujuan
a. Memungkinkan anak menghadapi masalah emosional yang menyakitinya.
b. Memungkinkan anak memperoleh tingkat keharmonisan dalam pikiran, emosi, dan tingkah laku.
c. Memungkinkan anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri.
d. Memungkinkan anak menerima keterbatasannya dan kekuatannya serta merasa oke dengannya.
e. Memungkinkan anak mengubah tingkah laku yang mempunyai akibat negatif.
f. Memungkinkan anak berfungsi dengan nyaman dan beardaptasi dengan lingkungan eksternalnya (misalnya, di rumah dan di sekolah).
g. Memaksimalkan kesempatan bagi anak tersebut untuk mengejar
tonggak perkembangannya.

- Fungsi
1. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu
konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungan (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).
2. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli.
3. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya.
4. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif.
5. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya.
6. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah/madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan,minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli.

- Prinsip
a) Prinsip berkaitan dengan Sasaran Layanan
Saran layanan yang dimaksud adalah individu dalam perkembangan dan kehidupannya dipengaruhi oleh sikap dan tingkah laku dengan aspek-aspek lingkungan diri yang memicu pedoman dalam melakukan program layanan BK.
b) Prinsip berkaitan dengan Masalah Individu
Permasalahan individu baik positif dan negative akan mempengaruhi perkembangan kemampuan berfikir. Setiap permasalahan yang dihadapi akan membuat individu terbiasa dalam mengambil sikap cepat dan tepat.Akan tetapi kemampuan setiap individu berbeda,jadi untuk itu diperlukan prinsip yang sesuai agar layanan tepat sasaran.
c) Prinsip berkaitan dengan program Layanan
BK adalah bagian dari proses pendidikan dan perkembangan,untuk itu BK akan dipadukan dengan pendidikan dalam proses perkembangan.
d) Prinsip berkaitan dengan Pelaksanaan Layanan
Pelaksanaan layanan yang baik adalah fleksibel,dimana akan sesuai dengan kebutuhan individu. Pelayanan akan terprogram untuk mencapai keputusan dari individu. Pelayanan akan memenuhi tujuan layanan BK dalam menggali kemampuan berfikir serta psikologis individu.

- Ruang Lingkup
BK belajar memiliki empat ruang lingkup, yaitu:

1. Perkembangan dan penyesuaian diri atau pribadi dalam belajar:
a. Berkaitan dengan minat, kemampuan diri sendiri;
b. Juga aktualisasi terhadap kemampuan dan minat diri sendiri;
c. Mengarahkan diri ke arah yang lebih baik;
d. Mengurangi dan menghilangkan sikap yang tidak baik dalam belajar.

2. Kemampuan dalam pendidikan dan penjurusan :
a. Memilih studi lanjut seuai dengan kemampuan;
b. Memilih studi lanjut sesuai dengan minat;
c. Memilih studi lanjut sesuai dengan kondisi.

3. Perkembangan dalam belajar:
a. Adanya informasi mengenai sukses dalam belajar;
b. Informasi mengenai bagaimana belajar yang efisien;
c. Informasi mengenai faktor-faktor apa sajakah yang dapat mendukung dan mengganggu belajar.

4. Penelitian yang berkaitan dan menyangkut belajar siswa:
a. Melakukan penelitian terhadap siswa di sekolah yang berkaitan dengan banyak variabel (prestasi, motivasi, minat, masalah, dan cara penyelesaiannya);
b. Meningkatkan pembelajaran dengan berbagai metode-metode.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik Diskusi -> Re: topik Diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

1. Tugas perkembangan AUD
- Belajar berjalan
Kemampuan aud untuk belajar berjalan menjadi sebuah aktivitas yang sangat diharapkan. Orang tua akan melakukan stimulus untuk anak belajar berjalan seperti melatih menetah, memberikan mainan dorongan kursi dan lainnya.
- Belajar mengendalikan gerakan badan
Belajar bergerak aud harus selalu orang tua awasi dan adanya contoh yang baik untuk anak tiru dengan baik.
- Mempelajari peran yang sudah sesuai dengan jenis kelaminnya
Jenis kelamin akan mempengaruhi jenis dan pola perkembangannya sehingga orang tua dapat mengarahkannya dengan baik.
- Memperoleh stabilitas fisiologis
Fisiologis anak dengan adanya kemampuan yang komplek terhadap kinerja organ dan anggota tubuh anak ini akan membantunya berkembang dengan mudah.
- Belajar menghubungkan diri secara emosional dengan orang tua, kakak adik, dan orang lain
Sosialisas dengan lingkungannya anak akan mengawalinya dengan komunikasi disekitarnya, Peran orang dewasa di lingkungannya sangat baik untuk perkembangannya.
- Belajar membedakan yang benar dan salah
Kemampuan ini belum sampai pada kemampuan memutuskan. Sehingga membedakan benar dan salah dapat anak laksanakan dengan bantuan dari orang tua.

2. Permasalahan dalam perkembangan AUD
- Permasalahan dalam perkembangan Fisik-Motorik
Pola perkembangan yang berbeda-beda menyebabkan pertumbuhan fisik yang berbeda. Pertumbuhan fisik yang dialami anak akan mempengaruhi perkembangan motoriknya. Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian jasmani melalui kegiatan. Sebagian waktu anak dihabiskan dengan bergerak dan sangat mengunakan otot-otot pada tubuhnya. Menurut Rusda Koto dan Sri Maryati (1994) dalam perkembangannya, mungkin ditemukan beberapa hambatan antara lain kegemukan, gangguan fungsi panca indra, cacat tubuh, dan gangguan gerakan peniruan.
- Permasalahan dalam perkembangan sosial Beberapa hal yang sering dialami oleh anak adalah rasa ingin menang sendiri dan sulit menyesuaikan dengan lingkungan baru.
- Permasalahan dalam perkembangan kognitif
Kemampuan ini harus dikembangkan secara optimal karena menyangkut kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari anak.
- Permasalahan dalam perkembangan bahasa
Perkembangan ini sangat penting dikuasai anak tetapi tidak semua mampu menguasainya. Selain itu masalah dengan keterbatasan pembendaharaan kata anak atau adanya gangguan artikulasi seperti sulit mengucap huruf R, S, Y. L. Z atau C.
- Permasalahan dalam perkembangan emosi Emosi anak mudah berubah Rangsangan yang membangkitkan emosi anak adalah keinginan yang tidak terpenuhi dengan cara mengungkapkan ekspresi yang tidak terkendali.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nur Adelia Balqis -
Nama : Nur Adelia Balqis
NPM : 2213054041

1. Mendengarkan Lawan Bicara
Dalam berkomunikasi, kita memang diperkenankan untuk mengutarakan pendapat. Namun bukan berarti kita tidak membiarkan lawan bicara untuk mengutarakan pendapatnya, terkadang mendengarkan lawan bicara juga penting.
Anda akan dipandang sebagai sosok egois, karena hanya fokus terhadap diri sendiri. Izinkan pihak lain untuk berbicara dan menjadi pendengar yang baik, sikap tersebut sangat dibutuhkan saat sedang berada di lingkungan kerja yang sifatnya formal.

2. Mengajukan Pertanyaan
Komunikasi yang efektif juga memerlukan tanggapan dari pihak lain, pernyataan yang telah disampaikan oleh lawan bicara memerlukan tanggapan, bisa dengan mengajukan pertanyaan, jika terdapat pernyataan tidak dimengerti atau mengutarakan tanggapan Anda.
Dengan mengajukan pertanyaan, kita juga bisa dianggap sebagai pendengar yang baik, karena mendengarkan apa yang lawan bicara coba sampaikan.

3. Memberikan Informasi dengan Jelas
Dalam berkomunikasi juga perlu menyampaikan informasi secara jelas, sehingga tidak menimbulkan salah paham dari pihak lain. Penjelasan informasi dengan jelas dan akurat, tentunya akan membuat lawan bicara memahami apa maksud dari yang ingin disampaikan.
Selain itu dalam dunia kerja misalnya, ketika Anda diminta untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain, maka jangan sampai melakukan kesalahan dalam memberikan informasi, karena hal tersebut bisa menimbulkan salah paham dan berujung konflik antar pihak lain.

4. Mengombinasikan Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Komunikasi yang efektif juga membutuhkan komunikasi verbal dan nonverbal di saat bersamaan, agar terciptanya komunikasi efektif. Gerakan nonverbal seperti mengangguk atau tersenyum, bisa menciptakan suasana komunikatif. Ditambah lagi gerakan verbal, yaitu melalui penyampaian informasi atau tanggapan secara jelas Anda berikan kepada lawan bicara.