Denix adalah siswa kelas 11 di sebuah SMA negeri di kota besar. Ia dikenal pintar secara akademis, tetapi kurang aktif dalam kegiatan sosial. Dalam kelompok, Dian cenderung bekerja sendiri dan enggan berdiskusi. Suatu hari, sekolah mengadakan proyek kolaboratif antar kelas untuk membuat kegiatan sosial bertema "Peduli Lingkungan dan Sesama".
Ketika kelompok Dian mulai menyusun ide, muncul konflik pendapat. Beberapa siswa mengusulkan program bersih-bersih lingkungan, sementara yang lain ingin menggalang dana untuk anak jalanan. Dian merasa frustasi dan menyendiri, lalu memutuskan untuk menyelesaikan tugasnya sendiri, tanpa mengoordinasikan dengan tim.
Akibatnya, kelompoknya gagal menyelesaikan proyek secara utuh. Guru pembimbing menyatakan bahwa kurangnya keterampilan sosial dan kerja sama menjadi penyebab utama kegagalan proyek tersebut.
Pertanyaan:
- Apa saja faktor sosial yang mungkin memengaruhi kurangnya keterampilan sosial seperti yang dialami oleh Denix?
- Bagaimana peran empati dan komunikasi interpersonal dalam keberhasilan kerja kelompok? Jelaskan dengan contoh dari kasus di atas.
- Apa langkah konkret yang bisa dilakukan sekolah untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa dalam kegiatan pembelajaran?
- Apakah etis jika seorang anggota kelompok memilih bekerja sendiri dalam proyek kolaboratif? Jelaskan dari sudut pandang tanggung jawab sosial.
- Buatlah rencana tindakan pribadi (personal action plan) selama seminggu untuk meningkatkan keterampilan sosial Anda dalam konteks kehidupan sehari-hari (keluarga, sekolah, teman, komunitas).