CASE STUDY

CASE STUDY

Number of replies: 14

Indonesia memiliki berbagai sektor industri yang mencerminkan jenis-jenis struktur pasar yang berbeda. Di sektor pertanian, khususnya komoditas seperti padi dan cabai, ribuan petani memproduksi barang yang relatif homogen dan bersaing di pasar terbuka. Sebaliknya, sektor transportasi online didominasi oleh dua perusahaan besar: Gojek dan Grab, yang terus bersaing melalui inovasi dan strategi harga. Di sisi lain, PT PLN (Persero) adalah satu-satunya penyedia listrik di sebagian besar wilayah Indonesia, yang memonopoli pasar listrik.

Namun, dinamika struktur pasar di Indonesia tidak selalu jelas. Dalam beberapa kasus, struktur pasar tampak campuran atau mengalami pergeseran karena perkembangan teknologi, intervensi pemerintah, atau perubahan perilaku konsumen.

 

Pertanyaan:

  1. Analisislah masing-masing sektor berikut ini dan tentukan struktur pasar yang berlaku:
  • a) Petani cabai di Jawa Barat
  • b) PT PLN (Persero) sebagai penyedia listrik nasional
  • c) Gojek dan Grab dalam sektor transportasi online
Bandingkan kelebihan dan kekurangan dari ketiga struktur pasar tersebut dalam konteks kesejahteraan konsumen dan efisiensi pasar di Indonesia.Bayangkan Anda adalah penasihat ekonomi pemerintah. Apa kebijakan yang Anda rekomendasikan untuk mengatasi ketimpangan pasar dalam kasus transportasi online dan sektor kelistrikan? Jelaskan alasan kebijakan Anda berdasarkan teori ekonomi.Apakah mungkin sektor pertanian yang sekarang bersifat persaingan sempurna bisa berubah menjadi pasar oligopoli di masa depan? Jika ya, bagaimana prosesnya bisa terjadi? Berikan analisis kritis.
In reply to First post

Re: CASE STUDY

by Nana Berliana -
Nama:Berliana
Npm:2253031004


1. Analisis Struktur Pasar Tiap Sektor

a) Petani cabai di Jawa Barat

Struktur pasar: Persaingan sempurna (mendekati)

Alasan:

* Jumlah penjual sangat banyak (ribuan petani).
* Produk relatif homogen (cabai merah, cabai rawit).
* Tidak ada kekuatan individu petani untuk menentukan harga (price taker).
* Hambatan masuk dan keluar pasar relatif rendah.
*nformasi harga relatif terbuka (pasar tradisional, tengkulak, pasar induk).

Catatan:
Dalam praktik, pasar ini sering menyimpang dari persaingan sempurna karena adanya tengkulak, keterbatasan informasi, dan biaya distribusi.



b) PT PLN (Persero) sebagai penyedia listrik nasional

Struktur pasar: Monopoli alami

Alasan:

* Hanya satu penyedia utama listrik nasional.
* Biaya investasi infrastruktur sangat besar (pembangkit, transmisi, distribusi).
* Skala ekonomi tinggi membuat satu perusahaan lebih efisien daripada banyak perusahaan kecil.
* Harga dan layanan sangat diatur oleh pemerintah.

Karakteristik khusus:
PLN adalah monopoli yang dikendalikan negara untuk menjamin akses listrik sebagai layanan publik.


c) Gojek dan Grab dalam sektor transportasi online

Struktur pasar: Oligopoli (duopoli)

Alasan:

* Hanya dua pemain dominan yang menguasai sebagian besar pasar.
* Hambatan masuk tinggi (modal besar, teknologi, jaringan mitra).
* Persaingan non-harga sangat kuat (promo, fitur aplikasi, inovasi).
* Tindakan satu perusahaan langsung memengaruhi strategi pesaing.

2. Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Struktur Pasar

Struktur Pasar
Persaingan sempurna
Kelebihan:Harga murah, efisiensi alokatif tinggi , jaminan layanan publik
Kekurangan: Pendapatan produsen rendah, rentan fluktuasi
Monopoli
Kelebihan: Efisiensi biaya (skala ekonomi), jaminan layanan publik
Kekurangan: Potensi inefisiensi, harga tinggi jika tidak diawasi
Oligopoli
Kelebihan: Inovasi tinggi, kualitas layanan meningkat
Kekurangan: Risiko kartel, perang harga, eksploitasi mitra

Analisis kritis:

Perubahan ini bisa meningkatkan efisiensi produksi, tetapi berisiko:

* Mengurangi kedaulatan petani kecil.
* Meningkatkan ketimpangan pendapatan.
* Menggeser kekuatan harga dari produsen kecil ke korporasi besar.

**Implikasi kebijakan:**
Negara perlu melindungi petani kecil melalui koperasi, akses pembiayaan, teknologi tepat guna, dan regulasi persaingan usaha.

---

### Kesimpulan

Struktur pasar di Indonesia sangat beragam dan dinamis. Setiap struktur memiliki kelebihan dan risiko terhadap kesejahteraan konsumen dan efisiensi ekonomi. Oleh karena itu, peran pemerintah sebagai regulator sangat penting untuk memastikan bahwa mekanisme pasar berjalan adil, efisien, dan inklusif sesuai karakteristik masing-masing sektor.