Nama : Aldi Pranoto
NPM : 2213031088
Dalam pasar persaingan sempurna, terdapat sangat banyak penjual dan pembeli sehingga tidak ada satu pun pelaku yang mampu mengendalikan harga. Produk yang dijual bersifat homogen atau identik, misalnya gabah atau hasil pertanian standar, sehingga konsumen tidak membedakan kualitas antar-produsen. Karena itu, para penjual berperan sebagai price taker dan harus menerima harga yang dibentuk oleh mekanisme permintaan dan penawaran di pasar. Hambatan untuk masuk atau keluar dari pasar ini sangat kecil, sehingga banyak perusahaan dapat bergabung atau meninggalkan pasar dengan mudah. Informasi pasar juga dianggap tersedia secara sempurna, membuat semua pelaku memiliki pemahaman yang sama terhadap harga dan kondisi pasar. Pasar ini memiliki keunggulan berupa efisiensi harga, namun cenderung kurang mendorong inovasi karena semua produk serupa dan keuntungan tiap perusahaan relatif kecil.
Berbeda dengan itu, pasar monopoli adalah kondisi ketika hanya satu perusahaan menguasai seluruh penawaran suatu barang atau jasa yang tidak memiliki substitusi dekat. Sebagai satu-satunya penjual, perusahaan monopolis memiliki kekuatan besar untuk menentukan harga atau dikenal sebagai price maker, sehingga konsumen tidak memiliki pilihan lain selain membeli dari perusahaan tersebut. Pasar monopoli biasanya muncul karena hambatan masuk yang sangat tinggi, baik berupa regulasi pemerintah, teknologi khusus, hak paten, atau kebutuhan modal besar. Contoh umum monopoli yaitu penyediaan listrik oleh PLN atau penyediaan air bersih oleh PDAM di banyak daerah. Meskipun monopoli dapat mendorong investasi besar dan memberikan skala ekonomi, struktur pasar ini juga memungkinkan harga lebih tinggi dan pilihan lebih sedikit bagi konsumen, sehingga dapat menimbulkan ketidakefisienan dalam jangka panjang.
Sementara itu, pasar oligopoli ditandai oleh keberadaan beberapa perusahaan besar yang menguasai sebagian besar pasar, biasanya antara tiga sampai sepuluh pelaku. Dalam struktur ini, produk yang ditawarkan bisa homogen seperti semen atau bisa juga terdiferensiasi seperti mobil dan smartphone. Setiap perusahaan memiliki kekuatan untuk memengaruhi harga, namun tidak sebesar dalam monopoli, karena setiap keputusan harga atau strategi pemasaran akan saling memengaruhi perusahaan lain. Karena itu, perilaku pelaku pasar dalam oligopoli sering saling bergantung, bahkan bisa terjadi kolusi atau pembentukan kartel agar harga tetap stabil dan keuntungan masing-masing perusahaan terjaga. Hambatan masuk pasar oligopoli juga tinggi akibat kebutuhan modal besar, teknologi, dan jaringan distribusi yang luas. Contoh nyata pasar oligopoli adalah industri semen, rokok, dan operator telekomunikasi besar. Struktur pasar ini mendorong inovasi dan kualitas produk yang cukup baik, tetapi tetap memiliki risiko kurangnya kompetisi apabila pelaku utama bekerja sama untuk mengatur harga.