Posts made by M DICHO NASATAMA

NPM 2651014009

1. Manajemen strategis terdiri dari perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Tingkatan strategi yaitu strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.
2. Proses manajemen strategis meliputi analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi, serta evaluasi dan pengendalian. Analisis SWOT terdiri dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
3. Strategi tingkat korporasi adalah strategi untuk menentukan arah dan bisnis yang akan dijalankan perusahaan. Matriks BCG terdiri dari Stars, Cash Cows, Question Marks, dan Dogs. Portofolio digunakan untuk mengelola berbagai unit bisnis, sedangkan diversifikasi adalah pengembangan bisnis atau produk baru.
4. Kekuatan kompetitif Porter terdiri dari persaingan antarperusahaan, ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar pemasok, dan kekuatan tawar pembeli. Strategi Porter yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus.
5. Dimensi organisasi untuk pelaksanaan strategi meliputi struktur organisasi, sumber daya manusia, budaya organisasi, kepemimpinan, sistem kerja, dan sistem penghargaan. Dimensi tersebut harus disesuaikan dengan strategi agar tujuan organisasi tercapai.
NPM 2651014009

1. Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai organisasi serta bagaimana cara untuk mencapainya. Tujuan adalah hasil yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Perencanaan membantu organisasi memiliki arah yang jelas, menggunakan sumber daya secara efektif, dan mengurangi risiko kesalahan.
2. Tingkatan tujuan dan perencanaan terdiri dari tiga tingkat. Tingkat strategis menentukan tujuan jangka panjang organisasi oleh manajemen puncak. Tingkat taktis menerjemahkan strategi menjadi sasaran bagi setiap bagian oleh manajemen menengah. Tingkat operasional menerapkan tujuan tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Ketiga tingkatan ini saling berhubungan dari tujuan umum hingga kegiatan yang lebih spesifik.
3. Proses perencanaan dimulai dengan menentukan misi organisasi, kemudian menetapkan tujuan, menganalisis kondisi internal dan eksternal, menentukan alternatif tindakan, memilih strategi, dan menyusun rencana pelaksanaan. Setelah dilaksanakan, hasilnya dipantau dan dievaluasi. Misi menjadi dasar dalam menentukan arah dan tujuan organisasi.
4. Tujuan yang efektif dapat diterapkan dengan prinsip SMART, yaitu Specific (spesifik), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (sesuai dengan kebutuhan organisasi), dan Time-bound (memiliki batas waktu). Contohnya, meningkatkan penjualan sebesar 15% dalam waktu enam bulan.
5. Management by Objectives (MBO) merupakan sistem manajemen yang melibatkan pimpinan dan karyawan dalam menentukan sasaran yang harus dicapai. Penerapannya dapat meningkatkan motivasi, memperjelas target, dan memudahkan penilaian kinerja. Namun, MBO membutuhkan komunikasi dan pengawasan yang baik serta tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian angka tanpa memperhatikan kualitas.
6. Single-Use Plans adalah rencana yang dibuat untuk kegiatan atau tujuan tertentu dan biasanya hanya digunakan satu kali, seperti rencana pelaksanaan seminar atau proyek. Standing Plans adalah rencana yang digunakan berulang kali untuk kegiatan rutin, seperti kebijakan, prosedur, dan aturan perusahaan. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan rencana tersebut, yaitu sekali untuk Single-Use dan berulang untuk Standing Plans.
7. Perencanaan adaptif dilakukan dengan membuat rencana yang fleksibel agar organisasi dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Perencanaan krisis dilakukan dengan mengidentifikasi risiko, menyiapkan prosedur darurat, dan menentukan tindakan ketika terjadi krisis. Perencanaan kinerja tinggi dilakukan dengan menetapkan tujuan yang jelas, meningkatkan kemampuan karyawan, menggunakan sumber daya secara efisien, melakukan evaluasi, dan memberikan penghargaan terhadap pencapaian.
NPM 2651014009

1. Memahami etika dan tanggung jawab dengan mempelajari nilai, norma, dan aturan yang menjadi pedoman dalam bertindak serta menyadari kewajiban atas setiap tindakan.
2. Hal penting dalam etika dan tanggung jawab meliputi kejujuran, disiplin, menghargai orang lain, menaati aturan, dan berani bertanggung jawab atas keputusan.
3. Penerapannya dapat dilakukan dengan bersikap jujur saat mengerjakan tugas, tidak menyontek, datang tepat waktu, dan menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab.
4. Hubungannya dengan kehidupan sehari-hari dan perkuliahan terlihat dari cara mahasiswa bersikap kepada dosen dan teman, mengerjakan tugas dengan jujur, menaati aturan kampus, serta bertanggung jawab terhadap kewajibannya.
NPM 2651014009

1. Borderless world adalah kondisi ketika batas antarnegara semakin tidak menjadi hambatan bagi kegiatan bisnis. Perusahaan dapat menjual produk, melakukan investasi, dan bekerja sama dengan perusahaan dari negara lain. Isu yang diperhatikan manajer antara lain persaingan global, perbedaan budaya, perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, serta hukum dan politik.
2. Strategi memasuki pasar luar negeri meliputi ekspor, lisensi, waralaba (franchise), joint venture, dan investasi langsung. Strategi tersebut digunakan perusahaan untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan di negara lain.
3. Manajemen internasional adalah proses mengelola kegiatan perusahaan yang beroperasi di beberapa negara. Berbeda dengan manajemen domestik, manajemen internasional harus menghadapi perbedaan budaya, bahasa, hukum, politik, ekonomi, dan nilai mata uang antarnegara.
4. Perbedaan lingkungan ekonomi memengaruhi daya beli, biaya produksi, dan peluang pasar. Perbedaan sosial-budaya memengaruhi selera konsumen, komunikasi, dan cara bekerja. Perbedaan hukum dan politik memengaruhi pajak, tenaga kerja, investasi, perdagangan, dan izin usaha.
5. Aliansi perdagangan regional mempermudah perdagangan dan investasi antarnegara anggota dengan mengurangi hambatan seperti tarif dan kuota. Hal ini membuat pasar menjadi lebih luas, meningkatkan persaingan, dan memudahkan perusahaan mengembangkan bisnis di kawasan tersebut.
6. Karakteristik perusahaan multinasional yaitu memiliki kegiatan atau cabang di beberapa negara, memiliki pasar internasional, menggunakan sumber daya dari berbagai negara, menerapkan strategi berskala global, serta menyesuaikan kegiatan bisnis dengan kondisi ekonomi, budaya, hukum, dan politik masing-masing negara.
7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence) adalah kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Hal ini penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri agar dapat berkomunikasi dengan baik, menghindari kesalahpahaman, menghargai perbedaan budaya, membangun hubungan kerja, dan mengambil keputusan yang tepat.

Pengantar Manajemen D3 KEU B -> Responsi 2 -> Responsi 1 -> Re: Responsi 1

by M DICHO NASATAMA -
NPM 26514009

1. Sejarah memengaruhi manajemen karena cara mengelola organisasi berubah mengikuti perkembangan zaman, teknologi, ekonomi, dan kebutuhan manusia. Dahulu manajemen fokus pada produktivitas dan efisiensi, sedangkan sekarang lebih memperhatikan karyawan, teknologi, kualitas, pelanggan, dan kemampuan beradaptasi.

2. Perkembangan pemikiran manajemen meliputi:

* Manajemen klasik: fokus pada efisiensi, pembagian kerja, dan produktivitas.
* Manajemen humanistik: fokus pada manusia, motivasi, dan hubungan kerja.
* Ilmu manajemen: menggunakan matematika dan data untuk membantu mengambil keputusan.
* Manajemen modern: fokus pada sistem, kondisi organisasi, kualitas, pembelajaran, dan teknologi.

3. manajemen klasik terdiri dari:

* Manajemen ilmiah: mencari cara kerja yang paling efisien.
* Administrasi: mengatur fungsi dan kegiatan organisasi.
* Birokrasi: menggunakan aturan, pembagian tugas, dan struktur yang jelas.

Manajemen humanistik fokus pada:

* hubungan antarpegawai,
* motivasi,
* kepuasan kerja,
* komunikasi,
* dan perilaku manusia dalam organisasi.

4. Ilmu manajemen menggunakan data, matematika, dan statistik untuk membantu manajer mengambil keputusan yang tepat.

Contohnya digunakan untuk mengatur persediaan, menghitung biaya, membuat jadwal, memperkirakan permintaan, dan menganalisis data.

5. * Teori sistem: organisasi terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan bekerja sama.
* Pendekatan kontingensi: tidak ada satu cara manajemen yang cocok untuk semua situasi. Cara mengelola harus disesuaikan dengan kondisi.
* TQM: cara mengelola organisasi dengan fokus pada kualitas, kepuasan pelanggan, kerja sama karyawan, dan perbaikan terus-menerus.

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus belajar, mengembangkan kemampuan, berbagi pengetahuan, dan memperbaiki cara kerja.

Hal ini penting karena teknologi, kebutuhan pelanggan, dan persaingan terus berubah. Dengan terus belajar, organisasi dapat lebih mudah beradaptasi dan berkembang.

7. Teknologi membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, mudah, fleksibel, dan menggunakan banyak data.

* Manajemen rantai pasok: mengatur aliran barang dan informasi dari pemasok sampai pelanggan.
* Manajemen hubungan pelanggan (CRM): menggunakan data untuk memahami dan melayani pelanggan dengan lebih baik.
* Alih daya (outsourcing): menggunakan jasa perusahaan lain untuk mengerjakan pekerjaan tertentu agar lebih efisien dan fokus pada pekerjaan utama.