Responsi 2

Responsi 1

Responsi 1

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 36

JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI:


1. Bagaimana kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen?

2. Jelaskan perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen!

3. Jelaskan komponen-komponen utama dari perspektif manajemen klasik dan humanistik!

4. Jelaskan perspektif ilmu manajemen serta penerapannya saat ini dalam organisasi.

5. Jelaskan konsep-konsep utama teori sistem, pendekatan kontingensi, dan manajemen mutu terpadu (*total quality management*)!

6. Jelaskan apa itu organisasi pembelajar (*learning organization*) dan mengapa pendekatan ini menjadi penting dalam beberapa tahun terakhir?

7. Jelaskan perubahan manajemen yang ditimbulkan oleh lingkungan kerja berbasis teknologi, termasuk peran manajemen rantai pasok, manajemen hubungan pelanggan, dan alih daya (*outsourcing*)!


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Mutiara Kartika Sari -
Mutiara Kartika Sari 2651014003
1. Bagaimana kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen?
Kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen melalui perkembangan ekonomi, teknologi, dan dunia kerja. Pada awalnya, manajemen berfokus pada efisiensi, produktivitas, pembagian kerja, dan pengawasan. Seiring perkembangan zaman, manajemen mulai memperhatikan motivasi, hubungan antarindividu, kepemimpinan, dan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, praktik manajemen saat ini merupakan hasil perkembangan dari pemikiran dan pengalaman masa lalu.

2. Jelaskan perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen!
Perkembangan pemikiran manajemen meliputi:
1. Manajemen klasik, berfokus pada efisiensi, produktivitas, struktur, dan pembagian kerja.
2. Hubungan manusia, menekankan pentingnya hubungan sosial dan kepuasan karyawan.
3. Pendekatan perilaku, mempelajari motivasi, kepemimpinan, komunikasi, dan perilaku individu maupun kelompok.
4. Pendekatan kuantitatif, menggunakan matematika dan statistik dalam pengambilan keputusan.
5. Pendekatan modern, seperti teori sistem dan kontingensi, yang menyesuaikan pengelolaan organisasi dengan kondisi lingkungan.

3. Jelaskan komponen utama perspektif manajemen klasik dan humanistik!
Perspektif manajemen klasik meliputi manajemen ilmiah, prinsip administrasi, dan birokrasi. Fokusnya adalah efisiensi, pembagian kerja, struktur organisasi, aturan, dan produktivitas.
Sedangkan perspektif humanistik berfokus pada manusia dalam organisasi, seperti motivasi, kepuasan kerja, hubungan sosial, komunikasi, dan pengembangan karyawan. Jadi, klasik lebih menekankan struktur dan efisiensi, sedangkan humanistik menekankan manusia dan perilakunya.

4. Jelaskan perspektif ilmu manajemen serta penerapannya saat ini!
Perspektif ilmu manajemen menggunakan metode ilmiah, matematika, statistik, dan data untuk membantu manajer dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Saat ini penerapannya dapat dilihat dalam analisis data, peramalan, manajemen persediaan, perencanaan keuangan, dan sistem informasi manajemen. Pendekatan ini membantu organisasi membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien.

5. Jelaskan konsep utama teori sistem, pendekatan kontingensi, dan TQM!
Teori sistem memandang organisasi sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yaitu input, proses, output, dan umpan balik.
Pendekatan kontingensi menyatakan bahwa tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. Metode manajemen harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.
Total Quality Management (TQM) merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh anggota organisasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

6. Apa itu organisasi pembelajar dan mengapa penting?
Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang mendorong anggotanya untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, berinovasi, dan melakukan perbaikan. Pendekatan ini penting karena perkembangan teknologi, persaingan bisnis, dan kebutuhan konsumen berubah dengan cepat. Dengan terus belajar, organisasi dapat beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan mempertahankan daya saingnya.

7. Jelaskan perubahan manajemen akibat lingkungan kerja berbasis teknologi!
Lingkungan kerja berbasis teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, terintegrasi, dan berbasis data. Teknologi juga mempermudah komunikasi dan pengambilan keputusan.
Supply Chain Management membantu mengelola aliran bahan baku, informasi, dan produk dari pemasok hingga pelanggan.
Customer Relationship Management (CRM) membantu perusahaan mengelola data dan hubungan dengan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas.
Outsourcing adalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada pihak luar yang memiliki keahlian tertentu untuk meningkatkan efisiensi dan memungkinkan perusahaan fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Puspa Prameswara -
2601014045

1. Kondisi dan perkembangan zaman memengaruhi cara manajemen diterapkan. Awalnya manajemen lebih fokus pada kontrol dan efisiensi, tetapi sekarang lebih memperhatikan karyawan, teknologi, inovasi, dan kemampuan beradaptasi

2. Pemikiran manajemen berkembang dari manajemen klasik yang menekankan efisiensi dan struktur, kemudian perspektif humanistik yang memperhatikan karyawan. Setelah itu berkembang penggunaan ilmu dan data, teori sistem dan kontingensi, hingga manajemen modern yang fokus pada teknologi, inovasi, dan pembelajaran

3. Manajemen klasik menekankan pembagian kerja, spesialisasi, hierarki, aturan, dan pengawasan. Sedangkan perspektif humanistik lebih memperhatikan motivasi, hubungan kerja, kepuasan, dan kesejahteraan karyawan

4. Perspektif ilmu manajemen menggunakan data, analisis, dan metode ilmiah untuk membantu mengambil keputusan. Contohnya, perusahaan menggunakan data penjualan untuk menentukan jumlah produksi atau persediaan.

5. Teori sistem melihat organisasi sebagai bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan kontingensi berarti cara mengelola organisasi harus disesuaikan dengan situasi. Sedangkan TQM berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dan kepuasan pelanggan

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang mendorong anggotanya untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, dan berinovasi. Hal ini penting karena teknologi dan lingkungan bisnis terus berubah, sehingga organisasi harus mampu beradaptasi

7. Teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, dan berbasis data. Supply Chain Management membantu mengatur aliran barang dan informasi, Customer Relationship Management membantu menjaga hubungan dengan pelanggan, sedangkan outsourcing memungkinkan perusahaan menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak yang lebih ahli
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Alika Ajeng Zalfaghina Beniar -
2651014001
Jawaban tugas:
1. ‎Perkembangan praktik manajemen dipengaruhi oleh berbagai perubahan dalam sejarah, seperti Revolusi Industri, perkembangan teknologi, dan perubahan kondisi sosial. Revolusi Industri membuat perusahaan memiliki jumlah pekerja dan kegiatan produksi yang semakin besar sehingga diperlukan sistem pengelolaan yang lebih terstruktur. Dari perubahan tersebut kemudian muncul berbagai teori manajemen yang terus berkembang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

2. Pemikiran manajemen berkembang dari pendekatan manajemen klasik, kemudian humanistik, hingga pendekatan yang lebih modern. Pendekatan klasik berfokus pada efisiensi kerja, pembagian tugas, struktur organisasi, dan pengendalian. Pendekatan humanistik mulai memperhatikan manusia, seperti motivasi, hubungan sosial, dan kepuasan kerja. Selanjutnya, muncul perspektif ilmu manajemen, teori sistem, pendekatan kontingensi, serta manajemen mutu yang lebih menyesuaikan dengan kondisi organisasi.

3. Perspektif manajemen klasik terdiri dari beberapa pendekatan utama, yaitu manajemen ilmiah, teori administrasi, dan organisasi birokratis. Fokusnya adalah meningkatkan efisiensi, pembagian kerja, struktur organisasi, serta aturan yang jelas. ‎Sementara itu, perspektif humanistik lebih menekankan manusia dalam organisasi. Pendekatan ini memperhatikan hubungan antaranggota, motivasi, kebutuhan manusia, kepemimpinan, dan perilaku dalam kelompok kerja.

4. Perspektif ilmu manajemen menggunakan metode ilmiah, data, dan analisis kuantitatif untuk membantu manajer mengambil keputusan. Pendekatan ini banyak digunakan dalam perencanaan produksi, pengelolaan keuangan, penjadwalan, analisis risiko, dan pengambilan keputusan. Saat ini penerapannya semakin luas karena organisasi memiliki teknologi dan data yang dapat membantu manajer membuat keputusan secara lebih akurat.

5. Teori sistem, melihat organisasi sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan. Perubahan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.
‎
‎Pendekatan kontingensi, beranggapan bahwa tidak ada satu cara manajemen yang selalu paling tepat. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi, lingkungan, dan situasi organisasi.
‎
‎Total Quality Management (TQM), merupakan pendekatan manajemen yang berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh anggota organisasi. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas produk atau jasa dan kepuasan pelanggan.
‎
6. Learning organization adalah organisasi yang mampu terus belajar, mengembangkan pengetahuan, dan melakukan perubahan berdasarkan pengalaman maupun perkembangan lingkungan. Pendekatan ini penting karena perubahan teknologi dan persaingan bisnis terjadi dengan cepat. Organisasi yang terus belajar akan lebih mudah beradaptasi, memperbaiki kesalahan, meningkatkan kemampuan anggotanya, dan mempertahankan daya saing.

7. Perkembangan teknologi membuat proses kerja menjadi lebih cepat, fleksibel, dan banyak dilakukan secara digital. Manajer sekarang harus mampu mengelola komunikasi virtual, data, sistem informasi, serta pekerjaan yang tidak selalu dilakukan secara langsung di kantor.
‎
‎Beberapa perubahan tersebut juga terlihat dalam:
· ‎Supply chain management, yaitu pengelolaan aliran bahan, informasi, dan produk dari pemasok hingga sampai kepada pelanggan.
· ‎Customer relationship management (CRM), yaitu penggunaan informasi dan teknologi untuk membangun serta mempertahankan hubungan dengan pelanggan.
· ‎Outsourcing, yaitu menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak luar yang memiliki keahlian atau sumber daya khusus agar organisasi dapat lebih fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Nadira Melisa Putri -
NPM 2651014007

1. Pengaruh Kekuatan Historis
Kekuatan sosial, ekonomi, dan politik di masa lalu membentuk masalah yang dihadapi organisasi. Contohnya, Revolusi Industri memicu kebutuhan akan efisiensi produksi, yang melahirkan praktik manajemen modern seperti standardisasi kerja, pembagian tugas, dan struktur hierarki.

2. Perkembangan Utama Pemikiran Manajemen

Evolusi pemikiran manajemen bergerak secara bertahap:

Klasik (awal 1900-an): Fokus pada efisiensi kerja dan struktur organisasi.

Humanistik (1930-an): Fokus pada faktor manusia, motivasi, dan hubungan sosial di tempat kerja.

Kuantitatif/Ilmu Manajemen (1940-an): Penggunaan analisis matematis untuk pengambilan keputusan.

Kontemporer (1970-an–sekarang): Menerapkan teori sistem, pendekatan kontingensi, manajemen mutu, hingga organisasi berbasis digital/teknologi.

3. Klasik: Terdiri dari Manajemen Ilmiah (optimasi tugas individual), Organisasi Birokrasi (aturan dan hierarki formal), serta Prinsip Administratif (fungsi dasar manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian).

Humanistik: Berasal dari Gerakan Hubungan Manusia (efek Hawthorne: pekerja lebih produktif jika diperhatikan) dan Perspektif Ilmu Perilaku (pemenuhan kebutuhan pegawai, motivasi, dan kepemimpinan).

4. Berfokus pada penggunaan model matematika, statistik, dan teknik kuantitatif untuk memecahkan masalah kompleks. Saat ini diterapkan melalui analisis data (data analytics), pemeriksaan operasi (operations research), dan sistem informasi manajemen untuk optimasi logistik, prediksi pasar, dan efisiensi biaya.

5. Teori Sistem: Memandang organisasi sebagai kesatuan elemen yang saling terhubung (input, proses, output, umpan balik).

Pendekatan Kontingensi: Tidak ada satu cara manajemen yang "terbaik" untuk semua kondisi (no one best way); tindakan manajemen bergantung pada situasi/lingkungan yang dihadapi.

Manajemen Mutu Terpadu (TQM): Berfokus pada kepuasan pelanggan total, keterlibatan seluruh karyawan, dan perbaikan proses secara terus-menerus (continuous improvement).

6.Organisasi yang secara aktif memfasilitasi pembelajaran, adaptasi, dan perubahan berkelanjutan pada anggotanya. Penting di era modern karena laju perubahan lingkungan bisnis sangat cepat, sehingga organisasi harus fleksibel dan terus berinovasi agar dapat bertahan hidup.

7.Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management): Mengoptimalkan alur barang/informasi dari pemasok hingga konsumen akhir secara real-time.

Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM): Menggunakan data untuk memahami kebutuhan, mempertahankan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Alih Daya (Outsourcing):
Memindahkan operasional non-inti ke pihak luar agar organisasi fokus pada kompetensi utamanya dan menghemat biaya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by JOZA OGANDA 2351081011 -
*1. Bagaimana kekuatan historis mempengaruhi praktik manajemen?*
Praktik sekarang itu warisan dari masalah dulu.
Revolusi Industri → ada pembagian kerja.
Militer → ada struktur & komando.
Masalah buruh → muncul perhatian ke manusia.
Intinya: solusi masa lalu dipakai sampai sekarang.

*2. Perkembangan utama sejarah pemikiran manajemen*
1. *Klasik*: Fokus efisiensi & aturan. Contoh: Taylor, Fayol
2. *Humanistik*: Fokus manusia & motivasi. Contoh: Hawthorne
3. *Kuantitatif*: Pakai data & rumus buat keputusan
4. *Modern*: Lihat organisasi sebagai sistem yang fleksibel

*3. Komponen utama Klasik vs Humanistik*
*Klasik*
Fokus: kerja & mesin
Ciri: SOP ketat, 1 atasan, efisiensi
Tujuan: produksi maksimal

*Humanistik*
Fokus: manusia
Ciri: motivasi, tim, komunikasi
Tujuan: karyawan nyaman = kerja naik

*4. Perspektif Ilmu Manajemen & Penerapan*
Ilmu manajemen = ambil keputusan pakai data, statistik, model.
*Penerapan sekarang*: forecast penjualan, jadwal produksi, optimasi stok, analisis di Excel/SAP.
Intinya: keputusan pakai angka, bukan feeling.

*5. 3 Konsep Utama Modern*
1. *Teori Sistem*: Organisasi itu 1 kesatuan. Input → Proses → Output. 1 bagian rusak, semua kena.
2. *Pendekatan Kontingensi*: Nggak ada cara terbaik. Manajemen harus sesuai situasi.
3. *TQM*: Kualitas tanggung jawab semua. Fokus ke pelanggan & perbaikan terus.

*6. Organisasi Pembelajar*
*Arti*: Organisasi yang terus belajar dari kesalahan, berbagi ilmu, dan cepat adaptasi.
*Kenapa penting*: Dunia berubah cepat. Kalau nggak belajar, kalah sama kompetitor.
Ciri: ada training, inovasi didorong, gagal dianggap pembelajaran.

*7. Perubahan manajemen di era teknologi*
Kerja sekarang serba digital, jadi:
1. *Manajemen Rantai Pasok*: Lacak barang pakai sistem biar cepat & hemat
2. *CRM*: Pakai data pelanggan buat pelayanan personal & jaga loyalitas
3. *Outsourcing*: Kerjaan non-inti diserahkan ke luar biar fokus & murah

*Kesimpulan:* Teknologi bikin manajemen harus cepat, berbasis data, dan dekat dengan pelanggan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Daffy Ibrahim -
1. Perubahan ekonomi, teknologi, dan sosial membuat cara manajemen ikut berkembang. Dulu lebih fokus pada produktivitas, sedangkan sekarang juga memperhatikan karyawan, teknologi, dan pelanggan.

2. Perkembangannya dimulai dari manajemen klasik yang fokus pada efisiensi, lalu manajemen humanistik yang memperhatikan karyawan. Setelah itu berkembang ilmu manajemen yang menggunakan data dan teknologi dalam pengambilan keputusan.

3. Manajemen klasik fokus pada efisiensi, pembagian kerja, dan struktur organisasi. Manajemen humanistik lebih fokus pada motivasi, kepuasan, dan hubungan antarpegawai.

4. Ilmu manajemen menggunakan data, matematika, dan statistik untuk membantu mengambil keputusan. Contohnya dalam mengatur persediaan, penjualan, jadwal kerja, dan biaya.

5. Teori sistem melihat organisasi sebagai satu kesatuan yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan.

Pendekatan kontingensi menjelaskan bahwa tidak ada satu cara manajemen yang cocok untuk semua keadaan. Cara mengelola organisasi harus disesuaikan dengan situasinya.

TQM (Total Quality Management) adalah cara mengelola organisasi yang menekankan kualitas, kepuasan pelanggan, kerja sama karyawan, dan perbaikan secara terus-menerus.

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus belajar, berkembang, dan beradaptasi. Hal ini penting karena teknologi dan persaingan terus berubah.

7. Teknologi membuat pekerjaan lebih cepat dan mudah. Supply Chain Management mengatur aliran barang, CRM mengelola hubungan dengan pelanggan, sedangkan outsourcing menggunakan pihak luar untuk pekerjaan tertentu.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Kyara Mellanie Putri -
NPM : 2601014057
D3 Keuangan Dan Perbankan

1. Bagaimana kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen?
Kekuatan sosial, politik, dan ekonomi memengaruhi cara organisasi dikelola. Perubahan lingkungan membuat manajer harus menyesuaikan cara kerja agar organisasi tetap berhasil.


2. Jelaskan perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen!
Perkembangannya meliputi:
Perspektif klasik: fokus pada efisiensi dan struktur.
Perspektif humanistik: fokus pada manusia dan hubungan kerja.
Ilmu manajemen: menggunakan matematika dan statistik.
Kemudian berkembang teori sistem, kontingensi, TQM, learning organization, dan manajemen berbasis teknologi.


3. Jelaskan komponen utama perspektif klasik dan humanistik!
Klasik: scientific management, birokrasi, dan prinsip administrasi.
Humanistik: hubungan manusia, sumber daya manusia, dan ilmu perilaku.


4. Jelaskan perspektif ilmu manajemen dan penerapannya!
Perspektif ilmu manajemen menggunakan matematika, statistik, dan teknik kuantitatif untuk membantu pengambilan keputusan. Saat ini diterapkan dalam operasi, produksi, pengelolaan persediaan, dan teknologi informasi.


5. Jelaskan teori sistem, kontingensi, dan TQM!
Teori sistem: organisasi terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan.
Kontingensi: cara manajemen yang berhasil bergantung pada situasinya.
TQM: seluruh organisasi berfokus pada kualitas dan kepuasan pelanggan melalui keterlibatan karyawan, benchmarking, dan perbaikan berkelanjutan.


6. Apa itu learning organization dan mengapa penting?
Learning organization adalah organisasi yang seluruh anggotanya ikut belajar, menemukan masalah, dan mencari solusi untuk terus berkembang. Hal ini penting karena lingkungan bisnis cepat berubah dan penuh ketidakpastian.


7. Apa perubahan manajemen akibat teknologi?
Teknologi membuat pekerjaan lebih terhubung dan memungkinkan penggunaan:

SCM: mengelola alur pemasok hingga konsumen.
CRM: mengelola hubungan dan data pelanggan.
Outsourcing: menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak lain yang lebih efisien.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Aulia Fatma Kirana -
Nama: Aulia Fatma Kirana (2601014051)

Jawaban

1. Kekuatan Historis
Sosial: Norma, budaya, dan harapan pekerja.
Ekonomi: Alokasi sumber daya, pasar, dan pembiayaan.
Politik: Hukum, regulasi, dan kestabilan pemerintah.

2. Sejarah Pemikiran Manajemen
Revolusi Industri: Transisi ke sistem pabrik.
Era Klasik (1890-1930): Efisiensi, birokrasi, dan struktur kerja.
Era Humanistik (1930-1960): Hubungan antarmanusia dan motivasi pekerja.
Era Ilmu Manajemen (1940-sekarang): Model kuantitatif dan sistem informasi.
Era Kontemporer (1970-sekarang): Teori sistem, kontingensi, TQM, dan digitalisasi.

3. Klasik vs. Humanistik
Klasik (Taylor, Weber, Fayol): Fokus pada tugas, struktur, hirarki, dan efisiensi operasional.
Humanistik (Mayo, Maslow, McGregor): Fokus pada manusia, kelompok sosial, dan kebutuhan psikologis.

4. Ilmu Manajemen Saat Ini

Konsep: Penggunaan pemodelan matematika, analisis data, dan teknik statistik.
Penerapan: Big Data, analisis prediktif, optimasi logistik, dan manajemen risiko.

5. Konsep Utama Teori Modern

Teori Sistem: Organisasi adalah kesatuan komponen yang saling bergantung (Input > Proses > Output).
Pendekatan Kontingensi: Tidak ada satu cara terbaik; keputusan tergantung pada situasi spesifik.
TQM: Fokus pada perbaikan kualitas terus-menerus (kaizen) dan kepuasan pelanggan.

6. Organisasi Pembelajar

Definisi: Organisasi yang terus-menerus belajar, bereksperimen, dan beradaptasi.

Urgensi: Penting untuk menghadapi perubahan pasar yang cepat dan mengelola aset pengetahuan (knowledge economy).

7. Perubahan Berbasis Teknologi

SCM: Optimasi rantai pasok secara real-time dari pemasok ke konsumen.

CRM: Pengelolaan data dan otomatisasi layanan untuk kepuasan pelanggan.

Outsourcing: Penyerahan fungsi bisnis non-inti ke pihak ketiga secara global dan efisien.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Galang Bagus Aditya -
1. yaitu cara mengelola organisasi berubah mengikuti zaman. contoh seperti di PPT yaitu dimana manager bergaya "perintah tanpa diskusi" (ala Henry Ford), sekarang bergeser ke gaya kolaboratif yang peduli kesejahteraan karyawan

2. perkembangan utama pemikiran manajemen
melalui kontrol & struktur (manajemen ilmiah) lalu, manusia (humanistik) setelah itu, karyawan sebagai aset (SDM) setelah itu, sesuaikan dengan situasi (sistem & kontinjensi) yang terakhir yaitu, belajar & berinovasi terus (organisasi pembelajar)

3. Perspektif Klasik vs Humanistik
- Klasik: fokus ke aturan dan efisiensi kerja — spesialisasi tugas, hierarki jelas, semua dicatat/standar.
- Humanistik: fokus ke manusia — karyawan dianggap punya kebutuhan psikologis dan potensi berkembang, bukan cuma "alat kerja".

4. Perspektif SDM & penerapannya sekarang
Karyawan dianggap aset, bukan mesin. Caranya: pelatihan, mentoring, penghargaan prestasi.
Contoh nyata: Google kasih lingkungan kerja nyaman, work-life balance, gym gratis → hasilnya karyawan betah dan makin produktif.

5. Teori Sistem, Kontinjensi & TQM
- Kontinjensi: gak ada cara mengelola yang paling benar — semua tergantung situasi, dan organisasi harus bisa menyesuaikan diri.
- TQM: fokus perbaikan terus-menerus dan kepuasan pelanggan, semua orang di organisasi ikut terlibat.
- Contoh: Toyota pakai sistem kaizen(perbaikan kecil terus-menerus), semua karyawan boleh kasih ide perbaikan.

6. Organisasi Pembelajar & kenapa penting
Organisasi yang budayanya mendukung karyawan belajar dari kegagalan, berani mengambil inisiatif, dan berbagi pengetahuan secara terbuka.
Kenapa penting sekarang? Karena pasar berubah 10x lebih cepat dari dulu, dan organisasi yang gak adaptif bisa "ketinggalan zaman" hanya dalam 3-5 tahun. Jadi belajar terus-menerus jadi cara bertahan.
Hasil nyatanya: inovasi naik 40-60%, retensi karyawan naik 25-35%, produk lebih cepat rilis ke pasar (30% lebih cepat).

7. Perubahan manajemen karena teknologi
- Kerja jadi lebih fleksibel → karyawan lebih betah kerja
- Tugas rutin diotomatisasi → waktu manajer fokus ke hal strategis
- Keputusan pakai data, bukan cuma insting
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Aurel Anggia Naura -
Aurel Anggia Naura 2651014004

1.Bagaimana kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen?
Jawab: Kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen melalui perkembangan ekonomi, teknologi, dan dunia kerja. Pada awalnya, manajemen berfokus pada efisiensi, produktivitas, pembagian kerja, dan pengawasan. Seiring perkembangan zaman, manajemen mulai memperhatikan motivasi, hubungan antarindividu, kepemimpinan, dan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, praktik manajemen saat ini merupakan hasil perkembangan dari pemikiran dan pengalaman masa lalu.

2. Jelaskan perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen!
Jawab: Perkembangan pemikiran manajemen meliputi:
•Manajemen klasik, berfokus pada efisiensi, produktivitas, struktur, dan pembagian kerja.
•Hubungan manusia, menekankan pentingnya hubungan sosial dan kepuasan karyawan.
•Pendekatan perilaku, mempelajari motivasi, kepemimpinan, komunikasi, dan perilaku individu maupun kelompok.
•Pendekatan kuantitatif, menggunakan matematika dan statistik dalam pengambilan keputusan.
•Pendekatan modern, seperti teori sistem dan kontingensi, yang menyesuaikan pengelolaan organisasi dengan kondisi lingkungan.

3. Jelaskan komponen utama perspektif manajemen klasik dan humanistik!
Jawab:Perspektif manajemen klasik meliputi manajemen ilmiah, prinsip administrasi, dan birokrasi. Fokusnya adalah efisiensi, pembagian kerja, struktur organisasi, aturan, dan produktivitas.
Sedangkan perspektif humanistik berfokus pada manusia dalam organisasi, seperti motivasi, kepuasan kerja, hubungan sosial, komunikasi, dan pengembangan karyawan. Jadi, klasik lebih menekankan struktur dan efisiensi, sedangkan humanistik menekankan manusia dan perilakunya.

4. Jelaskan perspektif ilmu manajemen serta penerapannya saat ini!
Jawab: Perspektif ilmu manajemen menggunakan metode ilmiah, matematika, statistik, dan data untuk membantu manajer dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Saat ini penerapannya dapat dilihat dalam analisis data, peramalan, manajemen persediaan, perencanaan keuangan, dan sistem informasi manajemen. Pendekatan ini membantu organisasi membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien.

5. Jelaskan konsep utama teori sistem, pendekatan kontingensi, dan TQM!
Jawab: •Teori sistem memandang organisasi sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yaitu input, proses, output, dan umpan balik.
•Pendekatan kontingensi menyatakan bahwa tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. Metode manajemen harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.
•Total Quality Management (TQM) merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh anggota organisasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

6. Apa itu organisasi pembelajar dan mengapa penting?
Jawab:Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang mendorong anggotanya untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, berinovasi, dan melakukan perbaikan. Pendekatan ini penting karena perkembangan teknologi, persaingan bisnis, dan kebutuhan konsumen berubah dengan cepat. Dengan terus belajar, organisasi dapat beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan mempertahankan daya saingnya.

7. Jelaskan perubahan manajemen akibat lingkungan kerja berbasis teknologi!
*Jawab: Lingkungan kerja berbasis teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, terintegrasi, dan berbasis data. Teknologi juga mempermudah komunikasi dan pengambilan keputusan.
•Supply Chain Management membantu mengelola aliran bahan baku, informasi, dan produk dari pemasok hingga pelanggan.
•Customer Relationship Management (CRM) membantu perusahaan mengelola data dan hubungan dengan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas.
•Outsourcing adalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada pihak luar yang memiliki keahlian tertentu untuk meningkatkan efisiensi dan memungkinkan perusahaan fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Sere Mawar Sharoon Manurung -
NPM : 2601014056
1. Pengaruh Kekuatan Historis pada ManajemenKekuatan historis (sosial, politik, dan ekonomi) membentuk cara organisasi dirancang dan dijalankan dengan menyediakan alternatif solusi atas tantangan zaman, seperti revolusi industri atau globalisasi.
2. Perkembangan Utama Sejarah Pemikiran ManajemenPerspektif Klasik: Fokus pada efisiensi kerja dan produktivitas (manajemen ilmiah dan birokrasi).Perspektif Humanistik: Fokus pada hubungan manusia, motivasi karyawan, dan dinamika sosial di tempat kerja.Perspektif Sains Manajemen: Fokus pada penggunaan analisis kuantitatif dan matematika untuk pengambilan keputusan.
3. Komponen Utama Perspektif Klasik vs. HumanistikKlasik: Manajemen ilmiah (standardisasi tugas), organisasi birokrasi (struktur hierarki yang jelas), dan prinsip administrasi (fungsi manajemen terpusat).Humanistik: Gerakan hubungan manusia (human relations), perspektif perilaku (behavioral science), dan pengelolaan potensi penuh karyawan.
4. ⁠Perspektif Ilmu Manajemen & Penerapannya Saat IniPerspektif ini menggunakan metode kuantitatif, statistik, dan model matematika untuk memecahkan masalah. Penerapannya saat ini berupa penggunaan data analytics, simulasi komputer, dan peramalan (forecasting) untuk optimasi operasional perusahaan.
5. ⁠Konsep Sistem, Kontingensi, dan TQMTeori Sistem: Organisasi dilihat sebagai satu kesatuan utuh yang saling terhubung dari berbagai bagian (input, proses, output, umpan balik).Pendekatan Kontingensi: Prinsip bahwa tidak ada satu cara terbaik untuk memimpin; manajemen harus menyesuaikan strategi dengan situasi tertentu (depend on situation).Total Quality Management (TQM): Fokus pada kepuasan pelanggan melalui perbaikan kualitas proses kerja secara terus-menerus oleh seluruh anggota organisasi.
6. ⁠Organisasi Pembelajar (Learning Organization)Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus mengembangkan kapasitasnya untuk berubah dan beradaptasi dengan mendorong semua anggota untuk belajar dan berbagi ilmu. Pendekatan ini penting akhir-akhir ini karena perubahan lingkungan bisnis terjadi sangat cepat, kompetitif, dan tidak pasti.
7. ⁠Perubahan Manajemen Berbasis TeknologiManajemen Rantai Pasok (SCM): Integrasi digital dari bahan baku hingga produk sampai ke konsumen untuk efisiensi biaya.Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM): Penggunaan data untuk memahami kebutuhan konsumen secara personal guna meningkatkan loyalitas.Alih Daya (Outsource): Memindahkan operasional non-inti ke pihak ketiga secara efisien melalui koordinasi digital.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by DAFFA HAYKAL PASHA -
1. Bagaimana kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen?

Perkembangan sejarah seperti Revolusi Industri, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial memengaruhi cara organisasi dikelola. Manajemen yang awalnya fokus pada produksi dan efisiensi kini juga memperhatikan karyawan, teknologi, dan kebutuhan pelanggan.

2. Jelaskan perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen!

Perkembangan manajemen meliputi manajemen klasik yang fokus pada efisiensi dan struktur organisasi, pendekatan humanistik yang memperhatikan manusia dan motivasi, ilmu manajemen yang menggunakan data dan metode kuantitatif, serta pendekatan modern seperti teori sistem, kontingensi, dan TQM.

3. Jelaskan komponen utama perspektif manajemen klasik dan humanistik!

Perspektif klasik terdiri dari manajemen ilmiah, birokrasi, dan manajemen administratif yang berfokus pada efisiensi dan struktur organisasi. Perspektif humanistik berfokus pada hubungan manusia, motivasi, perilaku, dan pengembangan karyawan.

4. Jelaskan perspektif ilmu manajemen serta penerapannya saat ini!

Ilmu manajemen menggunakan matematika, statistik, dan data untuk membantu pengambilan keputusan. Saat ini digunakan dalam perencanaan produksi, persediaan, keuangan, penjualan, dan analisis bisnis.

5. Jelaskan teori sistem, pendekatan kontingensi, dan TQM!

* Teori sistem: organisasi dipandang sebagai bagian-bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan.
* Pendekatan kontingensi: tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi; semuanya bergantung pada situasi.
* TQM: berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dan kepuasan pelanggan.

6. Apa itu organisasi pembelajar dan mengapa penting?

Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus belajar, berbagi pengetahuan, dan melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik. Pendekatan ini penting karena teknologi, persaingan, dan kebutuhan konsumen terus berubah.

7. Jelaskan perubahan manajemen akibat lingkungan kerja berbasis teknologi!

Teknologi membuat manajemen lebih cepat, fleksibel, dan berbasis data. Supply Chain Management mengatur aliran barang dari pemasok hingga konsumen, CRM mengelola hubungan dengan pelanggan, sedangkan outsourcing menggunakan pihak luar untuk pekerjaan tertentu agar perusahaan lebih efisien dan fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Anzala Alya Meudy -
Anzala Alya Meudy (2601014046)

1. Perkembangan manajemen dipengaruhi oleh perubahan ekonomi, teknologi, sosial, dan industri. Revolusi Industri mendorong munculnya pembagian kerja dan produksi massal, sedangkan perkembangan teknologi dan globalisasi membuat manajemen semakin fleksibel dan berbasis data.

2. Perkembangannya meliputi:
• Manajemen ilmiah : fokus pada efisiensi kerja (Taylor).
• Administrasi : fokus pada fungsi dan prinsip manajemen (Fayol).
• Birokrasi : fokus pada aturan dan struktur organisasi (Weber).
• Hubungan manusia : fokus pada motivasi dan hubungan karyawan (Mayo).
• Ilmu manajemen : menggunakan data, matematika, dan statistik.
• Pendekatan modern : sistem, kontingensi, TQM, dan organisasi pembelajar.

3.Manajemen klasik meliputi spesialisasi, hierarki, dan dokumentasi. Perspektif humanistik menekankan kehendak bebas, potensi pertumbuhan, dan aktualisasi diri manusia.

4. Ilmu manajemen saat ini banyak memanfaatkan teknologi, AI, analytics, dan data untuk membantu pengambilan keputusan serta pengembangan karyawan.

5. Teori sistem melihat organisasi sebagai kesatuan yang harus beradaptasi dengan lingkungan. Kontingensi menyatakan tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. TQM berfokus pada perbaikan berkelanjutan, kualitas, dan kepuasan pelanggan.

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang mendorong pembelajaran, eksperimen, berbagi pengetahuan, dan inovasi. Pendekatan ini penting karena perubahan teknologi dan persaingan global semakin cepat.

7.Lingkungan kerja berbasis teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, efisien, dan berbasis data. Teknologi juga mengubah cara perusahaan mengelola kegiatan dan berhubungan dengan pihak lain.
Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management): mengatur aliran bahan baku, informasi, dan produk dari pemasok hingga pelanggan dengan bantuan teknologi.
Manajemen hubungan pelanggan (CRM): menggunakan data dan teknologi untuk memahami kebutuhan pelanggan, meningkatkan pelayanan, dan menjaga loyalitas.
Outsourcing: menggunakan pihak luar untuk mengerjakan pekerjaan tertentu agar perusahaan dapat menghemat biaya, meningkatkan efisiensi, dan fokus pada kegiatan utama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Dinda Zuleyka -
Dinda Zuleyka _2601014052
1. Perkembangan zaman mengubah praktik manajemen, dari yang awalnya berfokus pada kontrol dan hierarki menjadi lebih menekankan kolaborasi, inovasi, dan kesejahteraan karyawan.
2.Perkembangannya meliputi manajemen klasik, perspektif humanistik, perspektif SDM, teori sistem dan kontingensi, hingga pemikiran manajemen kontemporer.
3.Manajemen klasik meliputi spesialisasi, hierarki, dan dokumentasi. Perspektif humanistik menekankan kehendak bebas, potensi pertumbuhan, dan aktualisasi diri manusia.
4. Ilmu manajemen saat ini banyak memanfaatkan teknologi, AI, analytics, dan data untuk membantu pengambilan keputusan serta pengembangan karyawan.
5. Teori sistem melihat organisasi sebagai kesatuan yang harus beradaptasi dengan lingkungan. Kontingensi menyatakan tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. TQM berfokus pada perbaikan berkelanjutan, kualitas, dan kepuasan pelanggan.
6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang mendorong pembelajaran, eksperimen, berbagi pengetahuan, dan inovasi. Pendekatan ini penting karena perubahan teknologi dan persaingan global semakin cepat.
7. Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management): teknologi membantu perusahaan mengatur aliran bahan, produk, informasi, dan distribusi secara lebih cepat dan efisien.
Manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management/CRM): teknologi membantu perusahaan menyimpan dan menganalisis data pelanggan sehingga pelayanan dapat lebih cepat, personal, dan sesuai kebutuhan.
Alih daya (Outsourcing): perusahaan dapat menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak luar yang lebih ahli atau efisien, sehingga perusahaan dapat lebih fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Putu Grecia Geraldine -
Npm: 2651014016

1. Kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen karena perubahan sosial, politik, dan ekonomi pada setiap zaman mendorong organisasi untuk menyesuaikan cara kerja dan mengembangkan praktik manajemen yang sesuai dengan kebutuhan pada masanya.

2. Perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen meliputi perspektif klasik yang menekankan efisiensi dan produktivitas, perspektif humanistik yang memperhatikan manusia dalam organisasi, serta perspektif modern yang melihat organisasi sebagai sistem dan menyesuaikan manajemen dengan perubahan lingkungan.

3. Perspektif manajemen klasik berfokus pada efisiensi, pembagian kerja, produktivitas, dan struktur organisasi, sedangkan perspektif humanistik berfokus pada kebutuhan, motivasi, hubungan sosial, dan kepuasan kerja karyawan.

4. Perspektif ilmu manajemen menggunakan metode ilmiah, data, dan teknik kuantitatif untuk membantu manajer mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah, yang saat ini diterapkan melalui analisis data, perencanaan, pengendalian, dan penggunaan teknologi dalam organisasi.

5. Teori sistem memandang organisasi sebagai bagian-bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan, pendekatan kontingensi menyatakan bahwa cara mengelola organisasi harus disesuaikan dengan situasi yang dihadapi, sedangkan manajemen mutu terpadu (TQM) berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dan kepuasan pelanggan.

6. Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang terus belajar, mengembangkan pengetahuan, dan melakukan perbaikan untuk menghadapi perubahan. Pendekatan ini penting karena lingkungan bisnis semakin cepat berubah akibat perkembangan teknologi, persaingan, dan kebutuhan pelanggan.

7. Lingkungan kerja berbasis teknologi mengubah cara manajemen dalam mengelola pekerjaan, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Teknologi juga mendukung manajemen rantai pasok agar lebih efisien, manajemen hubungan pelanggan untuk meningkatkan pelayanan, serta alih daya (outsourcing) dengan menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak luar yang lebih ahli.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Hana Dhiya Khalishah -
1.kekuatan historis mempengaruhi praktik manajemen dengan membentuk nilai,struktur,dan metode kerja sesuai evolusi zaman

2.sejarah pemikiran manajemen berkembang melalui empat fase utama yang berevolusi dari fokus efisiensi mesin ke fokus manusia dan teknologi

3.*perspektif manajemen klasik(fokus pada efisiensi dan struktur). seperti:
1. Manajemen Ilmiah
2. Organisasi Biroksas
3.Prinsip Adminstratif
*perspektif manajemen humanistik(fokus pada manusia dan hubungan sosial). seperti:
1.Gerakan Hubungan Manusia
2.Perspektif Ilmu Prilaku
3.Sumber Daya Manusia

4.Perspektif ilmu manajemen menggunakan metode ilmiah, matematika, statistik, dan data untuk membantu manajer dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Saat ini penerapannya dapat dilihat dalam analisis data, peramalan, manajemen persediaan, perencanaan keuangan, dan sistem informasi manajemen. Pendekatan ini membantu organisasi membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien.

5.* Teori sistem memandang organisasi sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yaitu input, proses, output, dan umpan balik.
* Pendekatan kontingensi menyatakan bahwa tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. Metode manajemen harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.
* Total Quality Management (TQM) merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh anggota organisasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

6.Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang mendorong anggotanya untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, berinovasi, dan melakukan perbaikan. Pendekatan ini penting karena perkembangan teknologi, persaingan bisnis, dan kebutuhan konsumen berubah dengan cepat. Dengan terus belajar, organisasi dapat beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan mempertahankan daya saingnya.

7.Lingkungan kerja berbasis teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, terintegrasi, dan berbasis data. Teknologi juga mempermudah komunikasi dan pengambilan keputusan.

* Supply Chain Management membantu mengelola aliran bahan baku, informasi, dan produk dari pemasok hingga pelanggan.
* Customer Relationship Management (CRM) membantu perusahaan mengelola data dan hubungan dengan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas.
* Outsourcing adalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada pihak luar yang memiliki keahlian tertentu untuk meningkatkan efisiensi dan memungkinkan perusahaan fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by MIRANDA TAQILA ARUM -
NPM : 2601014047

1. Pengaruh Kekuatan Historis pada Manajemen kekuatan historis (sosial, politik, dan ekonomi) membentuk cara organisasi dirancang dan dijalankan dengan menyediakan alternatif solusi atas tantangan zaman, seperti revolusi industri atau globalisasi.

2. Perkembangan Utama Sejarah Pemikiran Manajemen Perspektif Klasik: Fokus pada efisiensi kerja dan produktivitas (manajemen ilmiah dan birokrasi).
Perspektif Humanistik: Fokus pada hubungan manusia, motivasi karyawan, dan dinamika sosial di tempat kerja.
Perspektif Sains Manajemen: Fokus pada penggunaan analisis kuantitatif dan matematika untuk pengambilan keputusan.

3. Komponen Utama Perspektif Klasik vs. Humanistik Klasik: Manajemen ilmiah (standardisasi tugas), organisasi birokrasi (struktur hierarki yang jelas), dan prinsip administrasi (fungsi manajemen terpusat).
Humanistik: Gerakan hubungan manusia (human relations), perspektif perilaku (behavioral science), dan pengelolaan potensi penuh karyawan.

4. ⁠Perspektif Ilmu Manajemen & Penerapannya Saat Ini Perspektif ini menggunakan metode kuantitatif, statistik, dan model matematika untuk memecahkan masalah. Penerapannya saat ini berupa penggunaan data analytics, simulasi komputer, dan peramalan (forecasting) untuk optimasi operasional perusahaan.

5. ⁠Konsep Sistem, Kontingensi, dan TQM Teori Sistem: Organisasi dilihat sebagai satu kesatuan utuh yang saling terhubung dari berbagai bagian (input, proses, output, umpan balik).
Pendekatan Kontingensi: Prinsip bahwa tidak ada satu cara terbaik untuk memimpin; manajemen harus menyesuaikan strategi dengan situasi tertentu (depend on situation).
Total Quality Management (TQM): Fokus pada kepuasan pelanggan melalui perbaikan kualitas proses kerja secara terus-menerus oleh seluruh anggota organisasi.

6. ⁠Organisasi Pembelajar (Learning Organization) Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus mengembangkan kapasitasnya untuk berubah dan beradaptasi dengan mendorong semua anggota untuk belajar dan berbagi ilmu. Pendekatan ini penting akhir-akhir ini karena perubahan lingkungan bisnis terjadi sangat cepat, kompetitif, dan tidak pasti.

7. ⁠Perubahan Manajemen Berbasis Teknologi Manajemen Rantai Pasok (SCM): Integrasi digital dari bahan baku hingga produk sampai ke konsumen untuk efisiensi biaya.
Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM): Penggunaan data untuk memahami kebutuhan konsumen secara personal guna meningkatkan loyalitas.
Alih Daya (Outsource): Memindahkan operasional non-inti ke pihak ketiga secara efisien melalui koordinasi digital.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by KEYSA PUTRI ZAHRA -
2651014014

1. dengan cara bertindak sebagai konteks, cermin, dan fondasi terhadap cara organisasi dikelola saat ini.

2. Perkembangan pemikiran manajemen meliputi manajemen klasik, hubungan manusia, ilmu manajemen, hingga manajemen modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi.

3. Klasik: fokus pada struktur, efisiensi, pembagian kerja, dan aturan.
Humanistik: fokus pada manusia, motivasi, kepuasan, dan hubungan kerja.

4. Perspektif ilmu manajemen menggunakan data, analisis, dan metode ilmiah untuk mengambil keputusan. Saat ini diterapkan dalam perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan pemecahan masalah organisasi.

5. membantu organisasi memahami kompleksitas, menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah, dan terus meningkatkan kualitas kerja secara keseluruhan.

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus belajar dan beradaptasi untuk meningkatkan kinerja. Pendekatan ini penting karena perubahan teknologi dan persaingan semakin cepat, sehingga organisasi harus terus berinovasi.

7. Teknologi membuat manajemen lebih efisien dan fleksibel melalui pengelolaan rantai pasok, hubungan pelanggan, dan outsourcing.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by naila zulfa -
Naila Zulfa (2651014015)

1.Kekuatan historis adalah kejadian atau pemikiran dari masa lalu yang memengaruhi cara perusahaan dikelola sampai sekarang

2.Perkembangannya meliputi manajemen klasik, perspektif humanistik, perspektif SDM, teori sistem dan kontingensi, hingga pemikiran manajemen kontemporer.

3.Manajemen klasik meliputi spesialisasi, hierarki, dan dokumentasi. Perspektif humanistik menekankan kehendak bebas, potensi pertumbuhan, dan aktualisasi diri manusia.

4. Ilmu manajemen saat ini banyak memanfaatkan teknologi, AI, analytics, dan data untuk membantu pengambilan keputusan serta pengembangan karyawan.

5. Teori sistem melihat organisasi sebagai kesatuan yang harus beradaptasi dengan lingkungan. Kontingensi menyatakan tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. TQM berfokus pada perbaikan berkelanjutan, kualitas, dan kepuasan pelanggan.

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang mendorong pembelajaran, eksperimen, berbagi pengetahuan, dan inovasi. Pendekatan ini penting karena perubahan teknologi dan persaingan global semakin cepat.

7. Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management): teknologi membantu perusahaan mengatur aliran bahan, produk, informasi, dan distribusi secara lebih cepat dan efisien.
Manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management/CRM): teknologi membantu perusahaan menyimpan dan menganalisis data pelanggan sehingga pelayanan dapat lebih cepat, personal, dan sesuai kebutuhan.
Alih daya (Outsourcing): perusahaan dapat menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak luar yang lebih ahli atau efisien, sehingga perusahaan dapat lebih fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Cahya Aulia -
2651014010
1. Kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen dengan cara membentuk cara pandang, struktur organisasi, dan strategi yang digunakan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

2. Sejarah pemikiran manajemen berkembang melalui tiga fase utama: Manajemen Klasik yang fokus pada efisiensi dan struktur kerja, Manajemen Perilaku/Humanistis yang menyoroti aspek psikologi dan hubungan manusia, serta Manajemen Modern/Kontemporer yang memandang organisasi secara fleksibel dan menyeluruh.

3. Perspektif klasik lebih menekankan efisiensi dan struktur kerja, sedangkan perspektif humanistik lebih menekankan kebutuhan, motivasi, dan hubungan antar manusia dalam organisasi.

4. Perspektif ilmu manajemen merupakan cara pandang dalam mengelola organisasi agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Perspektif klasik menekankan efisiensi dan struktur kerja, sedangkan perspektif humanistik lebih memperhatikan kebutuhan dan motivasi manusia. Selain itu, perspektif kuantitatif menggunakan data dalam pengambilan keputusan, sementara perspektif sistem dan kontingensi membantu organisasi memahami hubungan antarbagian serta menyesuaikan strategi dengan kondisi yang dihadapi. Saat ini, berbagai perspektif tersebut masih diterapkan secara bersama-sama dalam organisasi modern.

5. Teori sistem melihat organisasi sebagai satu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan kontingensi menyatakan bahwa cara mengelola organisasi harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi. Sedangkan Total Quality Management (TQM) merupakan pendekatan yang menekankan peningkatan kualitas secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh anggota organisasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

6. Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan anggotanya. Pendekatan ini penting karena organisasi harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadapi perubahan yang semakin cepat.

7. Lingkungan kerja berbasis teknologi membuat manajemen menjadi lebih fleksibel, cepat, dan bergantung pada data serta teknologi digital. Manajemen rantai pasok membantu mengatur aliran barang dan informasi, manajemen hubungan pelanggan menjaga kepuasan serta hubungan dengan pelanggan, sedangkan outsourcing memungkinkan organisasi menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak luar agar lebih fokus pada kegiatan utama dan meningkatkan efisiensi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Diva Aulia Putri -
NPM : 2601014040

1. Kekuatan historis memengaruhi cara manajemen dari waktu ke waktu. Karena adanya perkembangan industri, teknologi, ekonomi, dan masyarakat, cara perusahaan dalam mengatur pekerjaan juga ikut berubah.

2. Awalnya manajemen lebih mementingkan efisiensi dan pembagian kerja. Setelah itu mulai memperhatikan karyawan dan hubungan antar manusia. Kemudian berkembang lagi dengan menggunakan ilmu, data, sistem, dan teknologi dalam manajemen.

3. Manajemen klasik terdiri dari manajemen ilmiah, administrasi, dan birokrasi. Fokusnya lebih ke pekerjaan, aturan, pembagian tugas, dan efisiensi. Sedangkan humanistik lebih memperhatikan karyawan, motivasi, dan hubungan antar karyawan.

4. Perspektif ilmu manajemen menggunakan data dan perhitungan untuk membantu menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Contohnya untuk mengatur keuangan, produksi, jadwal kerja, dan perencanaan perusahaan.

5. Teori sistem melihat organisasi sebagai bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan kontingensi berarti cara mengelola organisasi disesuaikan dengan keadaan yang sedang dihadapi. Sedangkan TQM adalah usaha untuk menjaga dan meningkatkan kualitas secara terus-menerus.

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang mau belajar dari pengalaman dan terus melakukan perubahan. Ini penting karena zaman terus berubah, terutama karena teknologi dan persaingan, jadi organisasi harus bisa mengikuti perubahan.

7. Teknologi membuat pekerjaan jadi lebih cepat dan mudah, serta banyak pekerjaan dilakukan menggunakan sistem digital. Manajemen rantai pasok membantu mengatur barang, manajemen hubungan pelanggan membantu menjaga hubungan dengan pelanggan, sedangkan outsourcing adalah menggunakan pihak luar untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Rossa Febriyani -
Npm:2651014008
1. Bagaimana kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen?
jawaban:Kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen karena cara organisasi dikelola berkembang sesuai dengan perubahan ekonomi, sosial, teknologi, dan kondisi politik. Misalnya, Revolusi Industri menyebabkan munculnya pabrik-pabrik besar sehingga diperlukan pembagian kerja, pengawasan, dan perencanaan yang lebih terstruktur. Perkembangan teknologi kemudian membuat manajemen semakin menekankan penggunaan informasi, inovasi, dan efisiensi. Dengan demikian, praktik manajemen saat ini merupakan hasil perkembangan dan pembelajaran dari berbagai kondisi pada masa lalu.
2. Jelaskan perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen!
jawaban:Perkembangan pemikiran manajemen Berkembang dari manajemen klasik, pendekatan humanistik, ilmu manajemen, teori sistem dan kontingensi, hingga manajemen modern yang menekankan teknologi, kualitas, dan inovasi.
3.Jelaskan komponen-komponen utama dari perspektif manajemen klasik dan humanistik!
jawaban:Perspektif manajemen klasik terdiri dari:
* Manajemen ilmiah: berfokus pada peningkatan efisiensi pekerjaan melalui metode kerja yang sistematis.
* Manajemen administratif: berfokus pada fungsi dan prinsip pengelolaan organisasi, seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
* Manajemen birokrasi: menekankan aturan formal, hierarki, pembagian tugas, serta kewenangan yang jelas.
Perspektif humanistik terdiri dari:
* Pendekatan hubungan manusia: menekankan pentingnya hubungan sosial, komunikasi, dan perhatian terhadap karyawan.
* Pendekatan sumber daya manusia: melihat karyawan sebagai sumber daya yang perlu dikembangkan melalui motivasi, pelatihan, dan pemberdayaan.
* Pendekatan ilmu perilaku: mempelajari perilaku individu dan kelompok untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
4. Jelaskan perspektif ilmu manajemen serta penerapannya saat ini dalam organisasi.
jawaban:Perspektif ilmu manajemen adalah pendekatan yang menggunakan metode kuantitatif, matematika, statistik, dan analisis data untuk membantu manajer mengambil keputusan.
5. Jelaskan konsep-konsep utama teori sistem, pendekatan kontingensi, dan TQM!
jawaban:
a. Teori sistem
Organisasi dipandang sebagai sistem yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan. Organisasi menerima input seperti tenaga kerja, modal, informasi, dan bahan baku, kemudian mengolahnya menjadi output berupa produk atau jasa. Perubahan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya.
b. Pendekatan kontingensi
Pendekatan ini menyatakan bahwa tidak ada satu metode manajemen yang terbaik untuk semua organisasi dan situasi. Cara manajer memimpin dan mengambil keputusan harus disesuaikan dengan kondisi, seperti ukuran organisasi, teknologi, lingkungan, dan karakteristik karyawan.
c. Total Quality Management (TQM)
TQM adalah pendekatan manajemen yang berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dan kepuasan pelanggan. Semua anggota organisasi terlibat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas. Prinsipnya meliputi fokus pada pelanggan, perbaikan berkelanjutan, keterlibatan karyawan, dan pencegahan kesalahan.
6. Jelaskan apa itu organisasi pembelajar (learning organization) dan mengapa pendekatan ini menjadi penting dalam beberapa tahun terakhir?
jawaban:Learning organization adalah organisasi yang mampu terus belajar, mengembangkan pengetahuan, beradaptasi, dan melakukan perubahan berdasarkan pengalaman maupun perubahan lingkungan.
Pendekatan ini semakin penting karena lingkungan bisnis berubah dengan cepat akibat perkembangan teknologi, persaingan global, perubahan kebutuhan pelanggan, dan munculnya model bisnis baru. Organisasi yang mampu belajar lebih cepat dapat beradaptasi, berinovasi, meningkatkan kompetensi karyawan, dan mempertahankan daya saing.
7. Jelaskan perubahan manajemen yang ditimbulkan oleh lingkungan kerja berbasis teknologi, termasuk peran manajemen rantai pasok, CRM, dan outsourcing!
jawaban:Lingkungan kerja berbasis teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, terhubung, dan berbasis data. Manajer dapat menggunakan teknologi untuk berkomunikasi, mengawasi pekerjaan, menganalisis data, dan mengambil keputusan meskipun anggota organisasi bekerja dari lokasi yang berbeda.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Fakhrul Akmal -
NPM 2651014012

1. Kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen melalui perubahan ekonomi, teknologi, dan kondisi sosial. Pada awalnya, manajemen lebih berfokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi. namun sekarang manajemen mulai memperhatikan karyawan, kualitas, dan kepuasan pelanggan.

2. Perkembangan pemikiran manajemen terdiri dari beberapa tahap. Pertama, perspektif klasik yang berfokus pada efisiensi dan produktivitas. Kedua, perspektif humanistik yang memperhatikan kebutuhan, motivasi, dan hubungan antar karyawan. Ketiga, perspektif ilmu manajemen yang menggunakan data dan metode ilmiah dalam pengambilan keputusan. Selanjutnya berkembang perspektif modern yang menekankan kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

3. Perspektif manajemen klasik terdiri dari manajemen ilmiah, manajemen administratif, dan birokrasi. Fokusnya adalah efisiensi kerja, pembagian tugas, aturan, dan struktur organisasi.

Sedangkan perspektif humanistik terdiri dari hubungan manusia, sumber daya manusia, dan ilmu perilaku. Fokusnya adalah motivasi, kepuasan kerja, hubungan sosial, dan perilaku karyawan.

4. Perspektif ilmu manajemen adalah pendekatan yang menggunakan data, matematika, statistik, dan analisis untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan. Saat ini penerapannya dapat dilihat dalam perencanaan produksi, pengelolaan persediaan, analisis penjualan, pengelolaan keuangan, dan perencanaan sumber daya.

5. Teori sistem melihat organisasi sebagai kumpulan bagian yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Pendekatan kontingensi menjelaskan bahwa tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. Cara yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.

Total Quality Management (TQM) adalah pendekatan yang berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh anggota organisasi untuk mencapai kepuasan pelanggan.

6. Learning organization adalah organisasi yang terus melakukan pembelajaran, berbagi pengetahuan, dan melakukan perbaikan. Pendekatan ini penting karena perkembangan teknologi dan persaingan bisnis semakin cepat. Oleh karena itu, organisasi harus mampu beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan kemampuan karyawannya.

7. Perkembangan teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, dan berbasis data. Manajer juga dapat menggunakan teknologi untuk berkomunikasi dan mengawasi pekerjaan menjadi lebih mudah.

1.) Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management) mengatur aliran barang, bahan, dan informasi dari pemasok sampai kepada konsumen.
2.) Manajemen hubungan pelanggan (CRM) membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan dan meningkatkan pelayanan.
3.) Outsourcing adalah menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak luar yang memiliki keahlian, sehingga perusahaan dapat menghemat biaya dan lebih fokus pada kegiatan utama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Nadia Asyfa Putri -
Nadia Asyfa Putri (2601014044)
1. Kekuatan historis menjadi fondasi yang membentuk seluruh aturan, teori, dan cara organisasi dikelola saat ini.
2. Perkembangan sejarah pemikiran manajemen terbagi menjadi 4 fase utama: Aliran Klasik (fokus pada efisiensi), Aliran Perilaku (fokus pada hubungan manusia), Aliran Kuantitatif (fokus pada data/matematika), dan Aliran Modern (fokus pada sistem dan situasi).
3. Perspektif manajemen klasik berfokus pada efisiensi dan struktur formal, sedangkan perspektif humanistik berfokus pada manusia dan hubungan sosial.
4. Sudut pandang atau teori yang digunakan untuk memahami cara terbaik dalam mengelola organisasi agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
5. Teori Sistem: Organisasi adalah satu kesatuan utuh yang semua bagian di dalamnya saling memengaruhi.Pendekatan Kontingensi: Manajemen harus fleksibel karena strategi terbaik selalu tergantung pada situasi yang dihadapi.Total Quality Management (TQM): Fokus pada perbaikan kualitas terus-menerus di semua lini demi kepuasan pelanggan.
6. Organisasi yang terampil dalam menciptakan, memperoleh, dan mentransfer pengetahuan, serta mengubah perilakunya sendiri untuk mencerminkan pengetahuan dan wawasan baru tersebut.
7. Teknologi memaksa manajemen berubah menjadi lebih cepat, efisien, dan berbasis data melalui tiga alat utama:
-Manajemen Rantai Pasok (SCM): Mengubah pengelolaan logistik menjadi otomatis dan terpantau secara langsung (real-time) dari hulu ke hilir.
-Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM): Mengubah pelayanan menjadi lebih personal dan cepat karena didukung oleh rekam jejak data konsumen.
-Alih Daya (Outsourcing): Mengubah struktur kerja menjadi lebih fleksibel dan hemat biaya dengan menyerahkan urusan pendukung ke ahli eksternal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by MARLIANI OKTA EVIANA -
MARLIANI OKTA EVIANA (2601014039)
1. Kekuatan Sosial (Social Forces)
Kekuatan ini berkaitan dengan aspek budaya, nilai, norma, dan hubungan antarmanusia di masyarakat.Pergeseran nilai: Budaya modern menuntut keseimbangan kerja dan hidup (work-life balance).Keberagaman pekerja: Struktur tim kini lebih inklusif secara gender, usia, dan etnis.Kontrak sosial: Karyawan kini mengharapkan aktualisasi diri, bukan sekadar upah.Gaya kepemimpinan: Hubungan kerja berubah dari otoriter menjadi kolaboratif. 2). Kekuatan Ekonomi (Economic Forces)Kekuatan ini melibatkan ketersediaan, alokasi, dan distribusi sumber daya dalam suatu negara atau global.Revolusi Industri: Memicu lahirnya manajemen ilmiah untuk efisiensi produksi massal.Globalisasi: Memaksa manajer memahami rantai pasok internasional dan pasar global.Ekonomi digital: Mengubah aset fisik menjadi aset informasi dan teknologi.Kelangkaan sumber daya: Mendorong praktik manajemen yang berkelanjutan (sustainability).3). Kekuatan Politik (Political Forces)Kekuatan ini bersumber dari sistem politik, hukum, regulasi, dan peran pemerintah dalam bisnis.Hukum ketenagakerjaan: Standar keselamatan, upah minimum, dan hak serikat pekerja resmi diatur.Privatisasi: Mengubah gaya kelola instansi pemerintah menjadi lebih kompetitif seperti swasta.Geopolitik: Ketegangan antarnegara memengaruhi strategi investasi dan mitigasi risiko bisnis.Regulasi data: Aturan ketat seperti perlindungan data konsumen membatasi operasional manajer.
2. Perkembangan Utama dalam sejarah pemikiran manejemen adalah terjadinya perkembangan atau perubahan cara pandang dari yang tradisional menjadi pendekatan yang jauh lebih modern (mengikuti zaman) dan adaptif. Contoh pada pemikiran manejemen dahulu Manajer cenderung menerapkan kendali yang ketat (tight control) atas karyawan lingkungan kerja saat ini, manajer tidak lagi terlalu bergantung pada komando dan kontrol (command and control) tradisional tersebut.

3. Komponen utama dari perspektif manejemen klasik dan humanistik.
a. Perspektif manejemen klasik, Perspektif ini muncul pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-22 demi menghadapi tantangan sistem pabrik pasca-Revolusi Industri. Fokus utamanya adalah efisiensi tingkat tinggi, produktivitas, dan standarisasi organisasi melalui pendekatan yang rasional dan mekanistik.
b. Perspektif manajemen humanistik, Perspektif ini muncul sebagai reaksi korektif terhadap perspektif klasik yang dinilai terlalu mekanistik dan mengabaikan sisi kemanusiaan pekerja. Fokus utamanya adalah memahami perilaku, kebutuhan, motivasi, serta interaksi sosial karyawan di tempat kerja.

4. Perspektif utama ilmu manejemen dan penerapan nya.
manajemen berfokus pada empat fungsi utama untuk mengelola sumber daya (manusia, keuangan, fisik, dan informasi) demi mencapai tujuan.
A. Perencanaan (Planning)
B. Pengorganisasian (Organizing)
C. Kepemimpinan (Leading)
D. Pengendalian (Controlling)

5. Teori sistem, pendekatan kontingensi, dan manajemen mutu terpadu adalah tiga kerangka kerja manajemen modern yang membantu organisasi memahami cara kerja internal, beradaptasi dengan lingkungan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara konsisten.

6. Organisasi pembelajar (learning organization) adalah sebuah konsep manajemen di mana suatu organisasi secara terus-menerus memfasilitasi pembelajaran bagi anggotanya dan secara aktif mengubah dirinya sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

7. Lingkungan kerja berbasis teknologi telah mengubah manajemen secara fundamental dengan menggeser fokus dari pengawasan manual dan hierarkis menjadi manajemen berbasis data, otomatisasi, dan kolaborasi digital.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Dian Wahyuni -
NPM : 2651014018
Nama : Dian Wahyuni

1. kekuatan sosial,kekuatan politik,dan kekuatan ekonomi

2. 1.Klasik → Efisiensi & struktur; Taylor, Fayol, Weber. Kurang perhatikan manusia.
2. Perilaku → Manusia & hubungan sosial; Mayo, Maslow, McGregor. Karyawan bukan alat produksi.
3. Kuantitatif → Data, matematika & komputer untuk keputusan. Sulit ukur faktor manusia.
4. Modern → Sistem (saling terhubung) & Kontingensi (tidak ada cara terbaik, sesuaikan situasi).

3.Klasik → Fokus: Tugas & Struktur
• Pembagian kerja spesialisasi
• Hirarki jelas & aturan baku
• Otoritas tegas, efisiensi utama
• Netralitas, tidak terpengaruh perasaan pribadi
Humanistik → Fokus: Manusia & Hubungan
• Perhatikan kebutuhan, perasaan & motivasi karyawan
• Hubungan sosial & rasa memiliki penting
• Keterlibatan dalam keputusan & kepemimpinan mendukung
• Pengembangan potensi manusia

4. Ada 5 Perspektif Utama:
1. Klasik → Efisiensi, struktur, aturan
2. Perilaku → Manusia, motivasi, hubungan sosial
3.Kuantitatif → Data, matematika, keputusan berbasis angka
4.Sistem → Saling terhubung, terbuka pada lingkungan
5. Kontingensi→ Tidak ada cara terbaik, sesuaikan situasi

5. Konsep Inti Pemikiran Kata Kunci
Teori Sistem Organisasi = bagian saling terhubung Saling ketergantungan, input-proses-output, umpan balik
Pendekatan Kontingensi Tidak ada cara terbaik — sesuaikan situasi Fleksibilitas, variabel situasi, kesesuaian
TQM Kualitas & kepuasan pelanggan secara menyeluruh Peningkatan berkelanjutan, keterlibatan semua, pelanggan utama

6. Organisasi yang mendukung pembelajaran seluruh anggotanya & terus berubah berdasarkan pengetahuan baru. Dipopulerkan Peter Senge (1990).
5 Disiplin:
1.Berpikir Sistem — lihat keseluruhan yang saling terhubung
2.Penguasaan Pribadi — belajar seumur hidup
3.Model Mental — sadari & uji asumsi
4.Visi Bersama — tujuan bersama yang menginspirasi
5. Pembelajaran Tim — belajar secara kolektif

7.Teknologi mengubah manajemen dari internal, tertutup, lambat → terbuka, terhubung, cepat.
• SCM → aliran barang & informasi lancar
• CRM → jaga hubungan & kepuasan pelanggan
• Alih Daya → organisasi tetap fokus & gesit

Ketiganya saling melengkapi menghadapi lingkungan bisnis yang dinamis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Dafa Patra Prastya -
2651014002

Jawaban

1. dari perubahan sejarah, perubahan revolusi Industri dan perubahan ekonomi di dunia
Dulu revolusi lebih fokus ke produk namun di era sekarang manajemen lebih fokus ke arah karyawan

2. •Di era klasik manajemen lebih fokus ke produktivitas dan organisasi.
•Di era modern manajemen lebih menyesuaikan tergantung kondisi lingkungan

3. Manajemen klasik terdiri dari manajemen ilmiah dan biokrasi fokus utama nya hanya pada efisiensi

Manajemen humanistik berfokus kepada karyawan dan hubungan sosial

4. Pada saat ini ilmu manajemen menggunakan matematika dan analisis untuk membantu seorang manejer untuk mengambil keputusan

5.Teori sistem: organisasi terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan bekerja untuk mencapai tujuan.
Pendekatan kontingensi: cara yang digunakan sesuai dengan situasi.
Manajemen terpadu : sistem yang berfokus pada peningkatan kualitas dan kepuasan konsumen

6. Learning organization adalah organisasi yang terus belajar, berbagi pengetahuan, dan melakukan perbaikan.
karena perkembangan teknologi dan persaingan bisnis berubah dengan cepat, sehingga organisasi harus mampu beradaptasi dan berinovasi.

7.Perkembangan teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, dan berbasis data. Manajer juga dapat menggunakan teknologi untuk berkomunikasi dan mengawasi pekerjaan dengan lebih mudah.

•Manajemen rantai pasok mengatur aliran barang, bahan, dan informasi dari pemasok sampai kepada konsumen.

• Manajemen hubungan pelanggan membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan dan meningkatkan pelayanan.

•Outsourcing adalah menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak luar yang memiliki keahlian, sehingga perusahaan dapat menghemat biaya dan lebih fokus pada kegiatan utama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Dafa Aditya Pratama -
Dafa Aditya Pratama
2601014050

1.dibentuk melalui 3 kekuatan utama :
-kekuatan sosial :nilai, norma, dan kebutuhan masyarakat yang menentukan hubungan antarmanusia di tempat kerja
-kekuatan ekonomi : ketersediaan, alokasi, dan pengelolaan sumber daya skala besar yang mendorong lahirnya prinsip efisiensi dan skalabilitas industri
-kekuatan politik : pengaruh sistem hukum, regulasi pemerintah, dan hak-hak individu yang menentukan batasan operasional serta tanggung jawab organisasi

2.perspektif Klasik yang berfokus pada efisiensi operasional dan standarisasi kerja akibat Revolusi Industri, lalu bergeser ke Perspektif Humanistik yang menekankan pentingnya faktor manusia, motivasi, dan dinamika kelompok di tempat kerja. Pasca-Perang Dunia II, lahir Perspektif Ilmu Manajemen yang memanfaatkan model matematika dan data kuantitatif untuk pengambilan keputusan, hingga akhirnya berkembang menjadi Perspektif Kontemporer (1970-an hingga saat ini) yang mengintegrasikan teori sistem, pendekatan kontingensi, manajemen mutu, serta adaptasi terhadap disrupsi teknologi dan organisasi pembelajar di era digital.

3.

4.Perspektif Ilmu Manajemen, mengaplikasikan teknik kuantitatif, model matematika, dan statistik untuk menyelesaikan masalah keputusan yang kompleks.
​Riset Operasi: Pemodelan matematika untuk optimasi rute logistik atau kapasitas produksi.
​Manajemen Operasi: Penjadwalan, kontrol inventaris, dan peramalan permintaan (forecasting).
​Sistem Informasi Manajemen : Pengolahan data masif untuk mendukung keputusan manajerial.
​Penerapan Modern: Penggunaan Big Data Analytics, algoritma pembelajaran mesin (machine learning) untuk peramalan tren penjualan, serta optimasi rantai pasok secara real-time.

5. Teori Sistem: Memandang organisasi sebagai satu kesatuan elemen yang saling terhubung (input, proses transformasi, output, dan umpan balik). Perubahan pada satu bagian mempengaruhi keseluruhan sistem (sinergi atau entropi).

​Pendekatan Kontingensi (Contingency View): Menyatakan tidak ada satu cara terbaik (one best way) untuk mengelola organisasi. Manajer harus menyesuaikan struktur dan gaya kepemimpinan berdasarkan variabel situasi atau lingkungan spesifik.

​Manajemen Mutu Terpadu : Pendekatan manajemen yang berfokus pada kualitas di seluruh proses organisasi dengan prinsip utama: fokus pada kepuasan pelanggan, keterlibatan total karyawan, perbaikan terus-menerus (kaizen), dan pemikiran berbasis data

6.Organisasi pembelajar adalah organisasi yang memfasilitasi pembelajaran seluruh anggotanya secara terus-menerus dan secara mentransformasi dirinya sendiri untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat
Mengapa Penting di Era Kontemporer?
​Disrupsi Lingkungan Bisnis: Perubahan teknologi dan tren pasar terjadi sangat cepat, membuat model bisnis lama cepat usang.
​Keunggulan Bersaing berbasis Pengetahuan: Daya saing tidak lagi terletak pada aset fisik, melainkan pada kemampuan adaptasi dan inovasi kolektif para pekerja (knowledge workers).

7. Perkembangan teknologi mengubah lanskap manajerial dari operasional internal menjadi ekosistem yang terintegrasi:Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management): Integrasi digital antar pemasok, produsen, dan distributor untuk mengurangi biaya inventaris, mempercepat pengiriman, serta meningkatkan transparansi pasokan.
​Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management / CRM): Penggunaan sistem perangkat lunak untuk melacak interaksi pelanggan, menganalisis perilaku pembeli, dan memberikan layanan yang dipersonalisasi.
​Alih Daya (Outsourcing): Memindahkan fungsi-fungsi non-inti organisasi (seperti IT, layanan pelanggan, atau penggajian) ke penyedia spesialis pihak ketiga secara global guna meningkatkan efisiensi biaya dan fleksibilitas bisnis.q
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Alina Cantika -
1. kekuatan historis mempengaruhi praktik manajemen dengan membentuk nilai,struktur,dan metode kerja sesuai evolusi zaman
2. sejarah pemikiran manajemen berkembang melalui empat fase utama yang berevolusi dari fokus efisiensi mesin ke fokus manusia dan teknologi
3. -perspektif manajemen klasik(fokus pada efisiensi dan struktur). seperti:
1. Manajemen Ilmiah
2. Organisasi Biroksas
3.Prinsip Adminstratif
-perspektif manajemen humanistik(fokus pada manusia dan hubungan sosial). seperti:
1.Gerakan Hubungan Manusia
2.Perspektif Ilmu Prilaku
3.Sumber Daya Manusia
4.Perspektif ilmu manajemen menggunakan metode ilmiah, matematika, statistik, dan data untuk membantu manajer dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Saat ini penerapannya dapat dilihat dalam analisis data, peramalan, manajemen persediaan, perencanaan keuangan, dan sistem informasi manajemen. Pendekatan ini membantu organisasi membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien.
5.Teori sistem memandang organisasi sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yaitu input, proses, output, dan umpan balik.
* Pendekatan kontingensi menyatakan bahwa tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi. Metode manajemen harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.
* Total Quality Management (TQM) merupakan pendekatan yang berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dengan melibatkan seluruh anggota organisasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
6.Organisasi pembelajar (learning organization) adalah organisasi yang mendorong anggotanya untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, berinovasi, dan melakukan perbaikan. Pendekatan ini penting karena perkembangan teknologi, persaingan bisnis, dan kebutuhan konsumen berubah dengan cepat. Dengan terus belajar, organisasi dapat beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan mempertahankan daya saingnya.
7.Lingkungan kerja berbasis teknologi membuat manajemen menjadi lebih cepat, fleksibel, terintegrasi, dan berbasis data. Teknologi juga mempermudah komunikasi dan pengambilan keputusan.
* Supply Chain Management membantu mengelola aliran bahan baku, informasi, dan produk dari pemasok hingga pelanggan.
* Customer Relationship Management (CRM) membantu perusahaan mengelola data dan hubungan dengan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas.
* Outsourcing adalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada pihak luar yang memiliki keahlian tertentu untuk meningkatkan efisiensi dan memungkinkan perusahaan fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Eka Septia Ramadhani -
Nama:Eka Septia Ramadhani
NPM :2601014042

1.Kekuatan historis yang mempengaruhi praktik manajemen terdiri dari kekuatan sosial (norma dan nilai masyarakat yang membentuk hubungan kerja), kekuatan politik (pengaruh hukum, regulasi, dan pilar politik terhadap hak organisasi), serta kekuatan ekonomi (ketersediaan dan alokasi sumber daya dalam pasar persaingan).
Sosial: Mengubah cara manajer memimpin karena adanya pergeseran nilai dan tuntutan karyawan (seperti jam kerja fleksibel dan keseimbangan hidup).
Politik: Memaksa manajer beradaptasi dengan hukum, hak milik, dan dinamika pasar global (seperti kapitalisme global).
Ekonomi: Mengubah cara manajer mengelola sumber daya akibat perkembangan teknologi digital dan pergeseran kekuatan ekonomi dunia.

2. Perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen:
Fokus pada Tugas (Era Klasik): Mengatur manusia seperti mesin demi mengejar efisiensi dan produktivitas maksimal.
Fokus pada Manusia (Era Humanistik): Menyadari bahwa karyawan adalah manusia yang produktivitasnya dipengaruhi oleh motivasi, hubungan sosial, dan psikologi.
Fokus pada Situasi & Teknologi (Era Modern): Manajemen menggunakan data/matematika, bersifat fleksibel tergantung situasi (kontinjensi), serta berbasis teknologi digital.

3.Komponen-komponen utama dari perspektif manajemen klasik dan humanistik.
Perspektif Manajemen Klasik
Manajemen Ilmiah: Meningkatkan efisiensi kerja lewat metode dan standar terukur.
Organisasi Birokrasi: Menerapkan struktur hierarki kaku, pembagian kerja tegas, dan aturan tertulis.
Prinsip Administratif: Berfokus pada penerapan fungsi dasar manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian).
Perspektif Manajemen Humanistik
Gerakan Hubungan Manusia: Menekankan bahwa produktivitas naik jika kebutuhan sosial pekerja diperhatikan.
Pendekatan Ilmu Perilaku: Menggunakan psikologi dan sosiologi untuk memahami motivasi serta dinamika tim.
Perspektif Sumber Daya Manusia: Memandang dan memberdayakan pekerja sebagai aset utama organisasi.

4.Pengertian Perspektif Ilmu Manajemen
Definisi: Pendekatan manajemen yang menggunakan pemodelan matematika, analisis statistik, dan data kuantitatif untuk memecahkan masalah operasional serta membantu manajer mengambil keputusan yang presisi.
Penerapannya Saat Ini dalam Organisasi
Riset Operasi (Operations Research): Penggunaan model matematika untuk menghitung alokasi sumber daya, menentukan rute pengiriman tercepat, dan merencanakan kapasitas produksi.
Manajemen Operasi (Operations Management): Penerapan sistem otomatisasi dan simulasi komputer untuk meningkatkan kualitas produk serta efisiensi proses manufaktur atau jasa.
Manajemen Teknologi Informasi & Big Data: Pemanfaatan algoritma, perangkat lunak (software), dan analisis data besar untuk memprediksi tren pasar, mengelola stok barang secara otomatis, serta mengoptimalkan keputusan bisnis secara real-time.

5.konsep-konsep utama teori sistem, pendekatan kontingensi, dan manajemen mutu terpadu
Teori Sistem (Systems Theory): Memandang organisasi sebagai satu kesatuan elemen yang saling terhubung untuk mencapai tujuan bersama (Input \rightarrow Proses \rightarrow Output \rightarrow Umpan Balik). Jika satu bagian bermasalah, seluruh sistem akan berdampak.
Pendekatan Kontingensi (Contingency View): Menegaskan bahwa tidak ada satu cara terbaik (one best way) dalam mengelola organisasi; keputusan dan tindakan manajemen harus disesuaikan dengan situasi serta kondisi lingkungan yang dihadapi (it depends).
Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management / TQM): Berfokus pada perbaikan kualitas secara terus-menerus (continuous improvement), keterlibatan seluruh karyawan, serta kepuasan pelanggan secara menyeluruh pada setiap proses kerja.

6.organisasi pembelajar (*learning organization*)
Organisasi yang memfasilitasi proses belajar bagi seluruh anggotanya dan secara terus-menerus bertransformasi untuk mengidentifikasi serta memecahkan masalah.
Mengapa Penting dalam Beberapa Tahun Terakhir
Perubahan Lingkungan Sangat Cepat: Perubahan teknologi, pasar, dan persaingan global terjadi sangat pesat, sehingga metode lama cepat usang.
Keunggulan Kompetitif: Kemampuan organisasi untuk belajar dan beradaptasi lebih cepat dari pesaing adalah kunci utama untuk bertahan hidup (survive) dan tetap relevan.

7.Perubahan Manajemen Berbasis Teknologi
Lingkungan kerja berbasis teknologi mengubah manajemen menjadi lebih cepat, terhubung, dan fleksibel, di mana pengambilan keputusan dilakukan berbasis data digital secara real-time tanpa dibatasi oleh sekat geografis.
Peran Komponen Utama
Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management / SCM): Mengelola dan mengintegrasikan alur informasi, material, serta barang dari pemasok awal hingga ke konsumen akhir secara efisien untuk menekan biaya operasional.
Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management / CRM): Menggunakan sistem teknologi untuk mengumpulkan data interaksi konsumen demi meningkatkan kepuasan, pelayanan, dan menjaga loyalitas pelanggan jangka panjang.
Alih Daya (Outsourcing): Memindahkan fungsi atau aktivitas bisnis non-inti (non-core) ke penyedia jasa pihak luar agar perusahaan dapat berhemat serta lebih fokus pada kompetensi utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by M DICHO NASATAMA -
NPM 26514009

1. Sejarah memengaruhi manajemen karena cara mengelola organisasi berubah mengikuti perkembangan zaman, teknologi, ekonomi, dan kebutuhan manusia. Dahulu manajemen fokus pada produktivitas dan efisiensi, sedangkan sekarang lebih memperhatikan karyawan, teknologi, kualitas, pelanggan, dan kemampuan beradaptasi.

2. Perkembangan pemikiran manajemen meliputi:

* Manajemen klasik: fokus pada efisiensi, pembagian kerja, dan produktivitas.
* Manajemen humanistik: fokus pada manusia, motivasi, dan hubungan kerja.
* Ilmu manajemen: menggunakan matematika dan data untuk membantu mengambil keputusan.
* Manajemen modern: fokus pada sistem, kondisi organisasi, kualitas, pembelajaran, dan teknologi.

3. manajemen klasik terdiri dari:

* Manajemen ilmiah: mencari cara kerja yang paling efisien.
* Administrasi: mengatur fungsi dan kegiatan organisasi.
* Birokrasi: menggunakan aturan, pembagian tugas, dan struktur yang jelas.

Manajemen humanistik fokus pada:

* hubungan antarpegawai,
* motivasi,
* kepuasan kerja,
* komunikasi,
* dan perilaku manusia dalam organisasi.

4. Ilmu manajemen menggunakan data, matematika, dan statistik untuk membantu manajer mengambil keputusan yang tepat.

Contohnya digunakan untuk mengatur persediaan, menghitung biaya, membuat jadwal, memperkirakan permintaan, dan menganalisis data.

5. * Teori sistem: organisasi terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan bekerja sama.
* Pendekatan kontingensi: tidak ada satu cara manajemen yang cocok untuk semua situasi. Cara mengelola harus disesuaikan dengan kondisi.
* TQM: cara mengelola organisasi dengan fokus pada kualitas, kepuasan pelanggan, kerja sama karyawan, dan perbaikan terus-menerus.

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus belajar, mengembangkan kemampuan, berbagi pengetahuan, dan memperbaiki cara kerja.

Hal ini penting karena teknologi, kebutuhan pelanggan, dan persaingan terus berubah. Dengan terus belajar, organisasi dapat lebih mudah beradaptasi dan berkembang.

7. Teknologi membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, mudah, fleksibel, dan menggunakan banyak data.

* Manajemen rantai pasok: mengatur aliran barang dan informasi dari pemasok sampai pelanggan.
* Manajemen hubungan pelanggan (CRM): menggunakan data untuk memahami dan melayani pelanggan dengan lebih baik.
* Alih daya (outsourcing): menggunakan jasa perusahaan lain untuk mengerjakan pekerjaan tertentu agar lebih efisien dan fokus pada pekerjaan utama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Muhammad Makky Arzacky -
Nama : Muhammad Makky Arzacky
Npm : 2601014053

1. Kekuatan historis memengaruhi manajemen karena kejadian di masa lalu bisa membentuk cara perusahaan mengelola organisasi saat ini

2. Perkembangan pemikiran manajemen adalah perubahan cara mengatur pekerjaan dan karyawan dari waktu ke waktu agar tujuan perusahaan bisa tercapai

3. Manajemen klasik berfokus pada efisiensi, pembagian kerja, dan aturan. Sedangkan manajemen humanistik berfokus pada karyawan, hubungan kerja, dan kepuasan kerja.

4. Perspektif ilmu manajemen menggunakan data dan metode ilmiah untuk membantu mengambil keputusan. Saat ini, penerapannya digunakan dalam mengatur pekerjaan, membuat keputusan, dan menyelesaikan masalah dalam organisasi

5. Teori sistem melihat organisasi sebagai bagian-bagian yang saling berhubungan. Pendekatan kontingensi menyesuaikan cara mengelola dengan situasi yang dihadapi. Sedangkan TQM berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus belajar dan berkembang. Pendekatan ini penting karena membantu organisasi beradaptasi dengan perubahan dan meningkatkan kemampuan karyawannya

7. -Lingkungan kerja berbasis teknologi:
Teknologi membuat pekerjaan dan komunikasi menjadi lebih cepat dan mudah.

-Manajemen rantai pasok:
Mengatur proses barang dari pemasok sampai ke pelanggan.

-Manajemen hubungan pelanggan:
Menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan agar mereka tetap puas.

-Outsourcing:
Menyerahkan pekerjaan tertentu kepada pihak luar yang lebih ahli.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Gilang Wasyaputra Bangsawan -
1. Bagaimana kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen?

Perkembangan sejarah seperti Revolusi Industri, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial memengaruhi cara organisasi dikelola. Manajemen yang awalnya fokus pada produksi dan efisiensi kini juga memperhatikan karyawan, teknologi, dan kebutuhan pelanggan.

2. Jelaskan perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen!

Perkembangan manajemen meliputi manajemen klasik yang fokus pada efisiensi dan struktur organisasi, pendekatan humanistik yang memperhatikan manusia dan motivasi, ilmu manajemen yang menggunakan data dan metode kuantitatif, serta pendekatan modern seperti teori sistem, kontingensi, dan TQM.

3. Jelaskan komponen utama perspektif manajemen klasik dan humanistik!

Perspektif klasik terdiri dari manajemen ilmiah, birokrasi, dan manajemen administratif yang berfokus pada efisiensi dan struktur organisasi. Perspektif humanistik berfokus pada hubungan manusia, motivasi, perilaku, dan pengembangan karyawan.

4. Jelaskan perspektif ilmu manajemen serta penerapannya saat ini!

Ilmu manajemen menggunakan matematika, statistik, dan data untuk membantu pengambilan keputusan. Saat ini digunakan dalam perencanaan produksi, persediaan, keuangan, penjualan, dan analisis bisnis.

5. Jelaskan teori sistem, pendekatan kontingensi, dan TQM!

* Teori sistem: organisasi dipandang sebagai bagian-bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan.
* Pendekatan kontingensi: tidak ada satu cara terbaik dalam mengelola organisasi; semuanya bergantung pada situasi.
* TQM: berfokus pada peningkatan kualitas secara terus-menerus dan kepuasan pelanggan.

6. Apa itu organisasi pembelajar dan mengapa penting?

Organisasi pembelajar adalah organisasi yang terus belajar, berbagi pengetahuan, dan melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik. Pendekatan ini penting karena teknologi, persaingan, dan kebutuhan konsumen terus berubah.

7. Jelaskan perubahan manajemen akibat lingkungan kerja berbasis teknologi!

Teknologi membuat manajemen lebih cepat, fleksibel, dan berbasis data. Supply Chain Management mengatur aliran barang dari pemasok hingga konsumen, CRM mengelola hubungan dengan pelanggan, sedangkan outsourcing menggunakan pihak luar untuk pekerjaan tertentu agar perusahaan lebih efisien dan fokus pada kegiatan utamanya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Nazwa Aura Khalifah Nuril Lail -
2601014049 Nazwa Aura Khalifah Nuril Lail
1.melalui perubahan lingkungan sosial, politik, dan ekonomi dalam masyarakat luas
2.berfokus pada Perspektif Klasik (Classical Perspective) yang mulai berkembang pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 3.Perspektif Manajemen Klasik berfokus pada efisiensi, struktur, dan produktivitas kerja, sedangkan perspektif manajemen humanistik berfokus pada perilaku, kebutuhan manusia, dan hubungan sosial di tempat kerja.
4.Perspektif klasik dan perspektif humanistik
5.Teori sistem melihat organisasi sebagai bagian-bagian yang saling terkait dan memengaruhi. Pendekatan kontingensi menyatakan bahwa gaya manajemen harus menyesuaikan situasi karena tidak ada satu cara universal. TQM berfokus pada kerja sama seluruh karyawan untuk menjaga kualitas produk dan kepuasan pelanggan secara terus-menerus.
6.konsep manajemen yang menggambarkan suatu organisasi yang memiliki kemampuan untuk terus-menerus menciptakan, memperoleh, dan mentransfer pengetahuan, serta mengubah perilakunya berdasarkan wawasan dan pengetahuan baru tersebut.
7.Teknologi mengubah manajemen menjadi digital melalui tim virtual dan otomatisasi. Di dalamnya, Supply Chain mengintegrasikan aliran barang secara elektronik dari pemasok ke konsumen demi efisiensi. CRM mengelola data pelanggan terpusat untuk meningkatkan layanan. Outsourcing menghubungkan perusahaan dengan vendor luar agar fokus pada kompetensi inti.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Nadira Melisa Putri -
Nama : Nadira Melisa Putri
Npm : 2651014007

1. Bagaimana kekuatan historis memengaruhi praktik manajemen?

Kekuatan Sosial (Social Forces): Merupakan nilai-nilai, kebutuhan, dan norma budaya yang berkembang dalam masyarakat. Kekuatan ini menentukan bagaimana hubungan antarmanusia dibentuk di dalam organisasi, serta memengaruhi ekspektasi pekerja terhadap perlakuan, kesejahteraan, dan gaya kepemimpinan yang mereka harapkan dari manajemen.

​Kekuatan Politik (Political Forces): Merupakan pengaruh dari sistem politik, lembaga hukum, dan regulasi pemerintah terhadap manusia dan organisasi. Kebijakan hukum, hak milik, undang-undang ketenagakerjaan, hingga stabilitas politik suatu negara secara langsung membatasi atau mengarahkan cara organisasi beroperasi.
​Kekuatan Ekonomi

(Economic Forces): Berhubungan dengan ketersediaan, alokasi, dan distribusi sumber daya dalam masyarakat. Kondisi pasar, tingkat inflasi, daya beli, dan tingkat persaingan ekonomi menentukan bagaimana manajer harus mengelola anggaran, menetapkan strategi harga, dan mengalokasikan sumber daya organisasi.

2. Jelaskan perkembangan utama dalam sejarah pemikiran manajemen!

Perspektif Klasik (Mulai akhir abad ke-19): Berfokus pada pencapaian efisiensi kerja yang maksimal dan pembentukan struktur organisasi yang rasional serta teratur untuk menghadapi lonjakan industri.

​Perspektif Humanistik (Mulai 1930-an): Mengalihkan fokus dari sekadar mesin dan aturan ke aspek manusia, menekankan pentingnya motivasi, dinamika kelompok, kepuasan kerja, dan kepemimpinan yang empatik.

​Perspektif Ilmu Manajemen (Mulai masa Perang Dunia II): Memanfaatkan alat-alat kuantitatif, model matematika, dan statistik untuk menyelesaikan masalah operasional dan pengambilan keputusan bisnis yang rumit.

​Teori Sistem & Pendekatan Kontingensi (Mulai 1960-an s.d. 1970-an): Memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan yang saling terikat dengan lingkungannya, serta menyadari bahwa gaya manajemen harus menyesuaikan situasi yang dihadapi.

​Manajemen Mutu Terpadu / TQM (Mulai 1980-an): Memfokuskan seluruh proses bisnis pada perbaikan mutu produk/layanan secara terus-menerus demi kepuasan pelanggan.

​Lanskap Digital & Organisasi Pembelajar (Era Modern): Berfokus pada pengelolaan pengetahuan, inovasi cepat, kolaborasi tim, dan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan kerja yang sangat dinamis.

3. Jelaskan komponen-komponen utama dari perspektif manajemen klasik dan humanistik!

​Klasik: Manajemen Ilmiah (Taylor: studi waktu/gerak & efisiensi), Birokrasi (Weber: aturan kaku & posisi berbasis kualifikasi), Prinsip Administratif (Fayol: fungsi manajemen & kesatuan komando).

​Humanistik: Gerakan Hubungan Manusia (Studi Hawthorne: perhatian pada pekerja tingkatkan output), Perspektif SDM (Maslow & McGregor: Teori X/Y), Ilmu Perilaku (aplikasi psikologi & sosiologi organisasi).

4. Jelaskan perspektif ilmu manajemen serta penerapannya saat ini dalam organisasi.

Konsep Dasar: Perspektif ini mengandalkan pendekatan kuantitatif, pemodelan matematis, statistik, dan simulasi komputer untuk memecahkan masalah manajemen yang kompleks dan meminimalkan risiko keputusan.

​Penerapan Saat Ini: Digunakan dalam bentuk Big Data Analytics dan Business Intelligence untuk menganalisis tren perilaku konsumen. Selain itu, teknik riset operasi (operations research) diterapkan untuk mengatur rute logistik, mengoptimalkan jumlah persediaan barang (inventory control), merencanakan kapasitas produksi, serta mengelola risiko portofolio keuangan di perbankan.

5. Jelaskan konsep-konsep utama teori sistem, pendekatan kontingensi, dan manajemen mutu terpadu (*total quality management*)!

​Teori Sistem: Organisasi adalah kumpulan subsistem yang saling terikat, mengolah input menjadi output berdasarkan umpan balik lingkungan.

​Pendekatan Kontingensi: Tidak ada metode tunggal yang selalu berhasil (it depends); keputusan manajemen harus menyesuaikan situasi spesifik.

​TQM: Pendekatan kualitas menyeluruh melalui keterlibatan karyawan, fokus pelanggan, benchmarking, dan perbaikan berkesinambungan (kaizen).

6. Jelaskan apa itu organisasi pembelajar (*learning organization*) dan mengapa pendekatan ini menjadi penting dalam beberapa tahun terakhir?

Pengertian: Suatu bentuk organisasi di mana seluruh anggotanya secara aktif terlibat dalam mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan bereksperimen dengan hal-hal baru, sehingga kapabilitas organisasi untuk berubah dan beradaptasi terus meningkat.

​Mengapa Sangat Penting saat Ini: Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan teknologi, tren pasar, dan persaingan global terjadi sangat cepat dan sulit diprediksi. Organisasi yang kaku akan cepat tertinggal, sehingga kemampuan untuk belajar, membagikan pengetahuan baru, dan beradaptasi dengan cepat menjadi kunci utama untuk bertahan hidup.

7. Jelaskan perubahan manajemen yang ditimbulkan oleh lingkungan kerja berbasis teknologi, termasuk peran manajemen rantai pasok, manajemen hubungan pelanggan, dan alih daya (*outsourcing*)!

Manajemen Rantai Pasok (SCM): Pengelolaan aliran barang, informasi, dan pasokan dari pemasok hingga konsumen secara real-time.

​Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM): Sistem analisis data interaksi pelanggan untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas.

​Alih Daya (Outsourcing): Penyerahan fungsi bisnis non-inti ke pihak eksternal demi efisiensi biaya dan fokus pada kompetensi utama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi 1

by Mathea Aurel Winpor -
Nama: Mathea Aurel Winpor
NPM: 2601014048

1. Pengaruh Kekuatan Historis terhadap Praktik Manajemen
Kekuatan historis (sosial, politik, dan ekonomi) membentuk cara organisasi dikelola dengan mendikte kebutuhan masyarakat pada masanya.Kekuatan Sosial: Mengatur norma, nilai, dan hubungan antarmanusia di tempat kerja (misalnya, tuntutan keseimbangan kerja).Kekuatan Politik: Menentukan hukum, hak milik, dan peran pemerintah dalam bisnis.Kekuatan Ekonomi: Menentukan ketersediaan sumber daya, struktur pasar, dan adopsi teknologi (seperti Revolusi Industri yang memicu lahirnya manajemen modern).

2. Perkembangan Utama dalam Sejarah Pemikiran Manajemen
Pemikiran manajemen berevolusi melalui beberapa era utama:Perspektif Klasik (Akhir Abad ke-19): Fokus pada efisiensi, produktivitas, dan struktur organisasi formal.
Perspektif Humanistik (Awal Abad ke-20): Menekankan pentingnya perilaku manusia, motivasi, dan hubungan sosial di tempat kerja.
Perspektif Ilmu Manajemen (Pasca-PD II): Menerapkan metode kuantitatif dan matematika untuk pengambilan keputusan.
Perspektif Kontemporer (Modern): Melihat organisasi sebagai sistem terbuka yang dinamis, fleksibel, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan (Teori Sistem, Kontingensi, TQM, Organisasi Pembelajar).

3. Perspektif Klasik (Fokus pada Tugas/Struktur)
Manajemen Ilmiah: Peningkatan efisiensi kerja individu menggunakan metode sains (Taylor).
Organisasi Birokrasi: Struktur hierarki formal dengan aturan tertulis yang jelas (Weber).
Prinsip Administrasi: Fokus pada pengelolaan organisasi secara keseluruhan (Fayol).

Perspektif Humanistik (Fokus pada Manusia)
Gerakan Hubungan Manusia: Produktivitas meningkat jika pekerja merasa diperhatikan (Hawthorne Studies).
Perspektif Perilaku: Penggunaan psikologi dan sosiologi untuk memotivasi karyawan (Teori X & Y Maslow/McGregor).
Sains Perilaku: Penerapan riset ilmiah untuk merancang pekerjaan dan tim yang efektif.

4. Perspektif Ilmu Manajemen adalah pendekatan yang menggunakan matematika, statistika, dan teknologi informasi untuk memecahkan masalah manajemen.
Penerapan saat ini:
Riset Operasi: Optimasi rute pengiriman logistik (seperti Gojek, DHL, atau Amazon).
Manajemen Operasi: Penjadwalan produksi pabrik dan manajemen persediaan otomatis.
Sistem Informasi Manajemen (SIM): Penggunaan dashboard data analitik dan Machine Learning untuk memprediksi tren pasar dan membantu eksekutif mengambil keputusan.

5. Konsep Utama Teori Sistem, Kontingensi, dan TQMTeori Sistem: Melihat organisasi sebagai satu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian saling terkait (input, proses transformasi, output, dan umpan balik). Perubahan pada satu bagian akan memengaruhi bagian lainnya.Pendekatan Kontingensi: Prinsip bahwa tidak ada "satu cara terbaik" untuk memimpin. Tindakan manajemen yang tepat bergantung (contingent) pada situasi dan lingkungan spesifik yang dihadapi.Manajemen Mutu Terpadu (TQM): Fokus organisasi secara menyeluruh untuk memberikan nilai maksimal kepada pelanggan melalui tiga pilar: keterlibatan total karyawan, fokus pada pelanggan, dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

6. Organisasi pembelajar adalah organisasi yang mengembangkan kapasitas untuk terus-menerus belajar, beradaptasi, dan berubah agar tetap relevan.Alasan menjadi penting dalam beberapa tahun terakhir:Perubahan Lingkungan yang Cepat: Disrupsi teknologi dan perubahan pasar menuntut organisasi untuk fleksibel.Ekonomi Berbasis Pengetahuan: Keunggulan kompetitif kini bergeser dari aset fisik ke aset pengetahuan (knowledge asset). Organisasi yang gagal belajar akan cepat tertinggal dan usang.

7.Teknologi menggeser manajemen dari struktur kaku berbasis fisik menjadi jaringan digital yang fleksibel:
Manajemen Rantai Pasok (SCM): Memungkinkan integrasi data real-time dari pemasok hingga konsumen, menekan biaya inventaris, dan mempercepat pengiriman barang.
Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM): Menggunakan data digital untuk melacak perilaku konsumen, memberikan layanan personal, dan membangun loyalitas pelanggan secara otomatis.
Alih Daya (Outsource): Memudahkan perusahaan menyerahkan fungsi non-inti (seperti IT atau layanan pelanggan) kepada pihak ketiga di seluruh dunia berkat konektivitas internet, sehingga organisasi menjadi lebih ramping dan hemat biaya.