RESPONSI SESI 3

RESPONSI SESI 3

RESPONSI SESI 3

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 39

JAWABLAH PERTANYAAN PERTANYAAN BERIKUT INI

1. Jelaskan fenomena dunia tanpa batas (*borderless world*) yang sedang berkembang serta beberapa isu yang menjadi perhatian khusus bagi para manajer saat ini!

2. Jelaskan strategi memasuki pasar yang digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan pasar luar negeri!

3. Jelaskan tentang manajemen internasional dan menjelaskan perbedaannya dengan manajemen operasi bisnis domestik!

4. Bagaimana perbedaan dalam lingkungan ekonomi, sosial-budaya, serta hukum dan politik di berbagai belahan dunia dapat memengaruhi operasi bisnis?

5. Jelaskan bagaimana aliansi perdagangan regional mengubah wajah lingkungan bisnis internasional?

6. Jelaskan karakteristik perusahaan multinasiona!.

7. Jelaskan kecerdasan budaya serta alasan mengapa hal tersebut penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri!


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Diva Aulia Putri -
NPM : 2601014040

1. Borderless world adalah keadaan saat batas antarnegara semakin tidak terasa karena teknologi dan perdagangan yang semakin berkembang. Perusahaan jadi lebih mudah melakukan bisnis ke luar negeri.
Isu yang perlu diperhatikan manajer yaitu persaingan global, perkembangan teknologi, perbedaan budaya, kondisi ekonomi, serta aturan hukum dan politik di tiap negara.

2. Perusahaan bisa masuk ke pasar luar negeri dengan ekspor, lisensi, waralaba, kerja sama dengan perusahaan lain, atau membuka cabang di negara tersebut.

3. Manajemen internasional adalah mengelola kegiatan bisnis yang dilakukan di beberapa negara. Bedanya dengan bisnis domestik, manajemen internasional harus menghadapi perbedaan budaya, aturan, ekonomi, dan kondisi politik tiap negara.

4. Perbedaan ekonomi bisa memengaruhi daya beli dan harga produk. Perbedaan sosial-budaya bisa memengaruhi selera dan kebiasaan pelanggan. Sedangkan perbedaan hukum dan politik bisa memengaruhi aturan serta cara perusahaan menjalankan bisnis. Jadi, perusahaan harus menyesuaikan strateginya dengan kondisi di setiap negara.

5. Aliansi perdagangan regional adalah kerja sama antarnegara untuk mempermudah perdagangan. Hal ini mengubah bisnis internasional karena hambatan perdagangan seperti tarif dan aturan tertentu bisa dikurangi, sehingga perusahaan lebih mudah menjual produk ke negara anggota. Akibatnya, pasar menjadi lebih luas dan persaingan antarperusahaan juga meningkat.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis di beberapa negara. Perusahaan ini harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi dan budaya di setiap negara.

7. Kecerdasan budaya adalah kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Ini penting bagi manajer supaya bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang dari budaya lain dengan baik.
In reply to Diva Aulia Putri

Re: RESPONSI SESI 3

by Eka Septia Ramadhani -
NPM : 2601014042

1. Borderless world adalah kondisi saat batas antarnegara makin kabur akibat pesatnya teknologi, komunikasi, dan perdagangan, sehingga arus bisnis internasional menjadi jauh lebih mudah. Isu penting yang harus diperhatikan manajer mencakup ketatnya persaingan global, perkembangan teknologi yang cepat, keragaman budaya, kondisi ekonomi lokal, serta perbedaan aturan hukum dan politik di setiap negara.

2. Perusahaan dapat memasuki pasar luar negeri melalui beberapa strategi, mulai dari ekspor, lisensi, waralaba, bentuk kerja sama seperti joint venture, hingga membangun atau membuka cabang sendiri secara penuh di negara tujuan.

3. Manajemen internasional adalah proses mengelola seluruh kegiatan bisnis yang beroperasi di beberapa negara sekaligus. Perbedaan utamanya dengan bisnis domestik terletak pada kompleksitasnya, sebab manajer harus menghadapi variasi mata uang, perbedaan budaya kerja, regulasi hukum, serta risiko politik di tiap negara.

4. Lingkungan ekonomi memengaruhi tingkat pendapatan, daya beli, dan penentuan harga produk, lingkungan sosial-budaya menentukan selera, kebiasaan, dan penerimaan konsumen, sedangkan lingkungan hukum dan politik menetapkan aturan main serta tingkat keamanan berinvestasi. Oleh karena itu, perusahaan wajib menyesuaikan strateginya dengan kondisi unik di setiap negara.

5. Aliansi perdagangan regional mengubah bisnis internasional dengan cara memangkas tarif bea masuk dan meminimalkan hambatan regulasi antarnegara anggota. Hal ini memudahkan ekspansi produk, memperluas cakupan pasar, memperlancar arus investasi, sekaligus meningkatkan persaingan antarperusahaan di dalam kawasan tersebut.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan besar yang memiliki fasilitas operasional atau anak perusahaan di beberapa negara. Karakteristik utamanya adalah memiliki strategi global terintegrasi dari kantor pusat, memanfaatkan sumber daya internasional, serta mampu beradaptasi dengan kondisi dan budaya di tiap wilayah operasi.

7. Kecerdasan budaya adalah kemampuan seseorang untuk memahami, beradaptasi, dan berinteraksi secara efektif dalam lingkungan multikultural. Hal ini sangat penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri agar mampu memimpin tim yang beragam, memperlancar komunikasi dan negosiasi bisnis, serta mencegah kesalahpahaman akibat perbedaan budaya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Nadira Melisa Putri -
NPM : 2651014007

1. Dunia tanpa batas terjadi akibat hilangnya sekat geografis, ekonomi, dan budaya karena globalisasi dan teknologi. Isu utamanya meliputi tuntutan glokalisasi (adaptasi produk global ke pasar lokal), pengelolaan tim lintas budaya, kerentanan rantai pasok global, dan persaingan ketat skala internasional.

2. Ekspor: Menjual produk buatan dalam negeri ke luar negeri (risiko terkecil).

Lisensi/Waralaba: Memberikan hak pakai merek/teknologi ke pihak luar demi royalti.

​Outsourcing Global: Memindahkan produksi ke negara lain demi efisiensi biaya.

​Usaha Patungan (Joint Venture): Bekerja sama dengan mitra lokal untuk mendirikan bisnis baru.

​Anak Perusahaan (Wholly Owned Subsidiary): Investasi penuh dengan mendirikan/mengakuisisi bisnis sendiri (risiko & kontrol tertinggi).

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan bisnis di beberapa negara. Bedanya dengan domestik: manajemen internasional harus menghadapi beragam sistem hukum, fluktuasi valuta asing, tingkat risiko politik yang tinggi, serta perbedaan budaya kerja.

4. Ekonomi: Daya beli, infrastruktur, dan nilai tukar menentukan profitabilitas dan harga.

Sosial-Budaya: Kebiasaan dan bahasa menentukan strategi pemasaran serta manajemen tim.

​Hukum & Politik: Regulasi, pajak, dan stabilitas politik menentukan tingkat kepastian dan risiko usaha.

5. Aliansi (seperti MEA atau EU) memangkas tarif/hambatan dagang antarnegara anggota, memperluas cakupan pasar, memperlancar arus investasi, dan menuntut standar produk yang setara.

6. Memiliki aset dan fasilitas produksi di lebih dari satu negara.

​Memiliki markas besar terpusat untuk kontrol strategis.

Mengambil porsi pendapatan besar dari pasar luar negeri.

​Memanfaatkan rantai pasok global untuk efisiensi biaya.

7. CQ adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan beradaptasi dengan lingkungan budaya baru. Hal ini penting bagi manajer internasional agar dapat berkomunikasi tanpa salah paham, memimpin tim lokal dengan baik, serta sukses bernegosiasi lintas budaya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Mutiara Kartika Sari -
Mutiara Kartika Sari NPM : 2651014003

1. Dunia tanpa batas terjadi akibat hilangnya sekat geografis, ekonomi, dan budaya karena globalisasi dan teknologi. Isu utamanya meliputi tuntutan glokalisasi (adaptasi produk global ke pasar lokal), pengelolaan tim lintas budaya, kerentanan rantai pasok global, dan persaingan ketat skala internasional.

2. Ekspor: Menjual produk buatan dalam negeri ke luar negeri (risiko terkecil).
​Lisensi/Waralaba: Memberikan hak pakai merek/teknologi ke pihak luar demi royalti.
Outsourcing Global: Memindahkan produksi ke negara lain demi efisiensi biaya.
​Usaha Patungan (Joint Venture): Bekerja sama dengan mitra lokal untuk mendirikan bisnis baru.
​Anak Perusahaan (Wholly Owned Subsidiary): Investasi penuh dengan mendirikan/mengakuisisi bisnis sendiri (risiko & kontrol tertinggi).

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan bisnis di beberapa negara. Bedanya dengan domestik: manajemen internasional harus menghadapi beragam sistem hukum, fluktuasi valuta asing, tingkat risiko politik yang tinggi, serta perbedaan budaya kerja.

4. Ekonomi: Daya beli, infrastruktur, dan nilai tukar menentukan profitabilitas dan harga.
​Sosial-Budaya: Kebiasaan dan bahasa menentukan strategi pemasaran serta manajemen tim.
Hukum & Politik: Regulasi, pajak, dan stabilitas politik menentukan tingkat kepastian dan risiko usaha.

5. Aliansi (seperti MEA atau EU) memangkas tarif/hambatan dagang antarnegara anggota, memperluas cakupan pasar, memperlancar arus investasi, dan menuntut standar produk yang setara.

6. Memiliki aset dan fasilitas produksi di lebih dari satu negara.
Memiliki markas besar terpusat untuk kontrol strategis.
​Mengambil porsi pendapatan besar dari pasar luar negeri.
Memanfaatkan rantai pasok global untuk efisiensi biaya.

7. CQ adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan beradaptasi dengan lingkungan budaya baru. Hal ini penting bagi manajer internasional agar dapat berkomunikasi tanpa salah paham, memimpin tim lokal dengan baik, serta sukses bernegosiasi lintas budaya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Kyara Mellanie Putri -
NPM : 2601014057

1. Dunia Tanpa Batas (Borderless World) & Isu Utama Manajer
- Pengertian: Konsep di mana perdagangan, informasi, dan teknologi dapat berpindah antarnegara dengan sangat cepat tanpa terhalang batas geografis atau aturan yang rumit.
- Isu Manajer: Harus siap menghadapi persaingan global yang makin ketat, perbedaan budaya kerja, ketidakpastian kondisi ekonomi global, serta cepatnya perubahan teknologi.

2. Strategi Memasuki Pasar Luar Negeri
- Ekspor: Menjual produk buatan dalam negeri ke konsumen di negara lain.
- Lisensi / Waralaba (Franchising): Memberikan hak penggunaan merek atau sistem bisnis kepada pihak lain di luar negeri (contoh: McDonald's atau KFC).
- Usaha Patungan (Joint Venture): Bekerja sama dengan perusahaan lokal di negara tujuan untuk membuat perusahaan baru bersama.
- Investasi Langsung (Wholly Owned Subsidiary): Membangun pabrik atau cabang baru milik sendiri secara penuh di luar negeri.

3. Manajemen Internasional vs. Manajemen Domestik
- Pengertian: Manajemen internasional adalah proses mengelola bisnis yang beroperasi di lebih dari satu negara.
- Perbedaan: Manajemen domestik hanya berfokus pada pasar dan aturan satu negara, sedangkan manajemen internasional jauh lebih kompleks karena harus menghadapi perbedaan hukum, mata uang, bahasa, serta budaya di berbagai negara.

4. Pengaruh Lingkungan Bisnis terhadap Operasi
- Ekonomi: Nilai tukar mata uang, daya beli masyarakat, dan tingkat inflasi memengaruhi harga jual serta keuntungan perusahaan.
- Sosial-Budaya: Kebiasaan, bahasa, dan nilai masyarakat menentukan apakah suatu produk disukai atau justru ditolak (contoh: rasa produk makanan disesuaikan dengan lidah lokal).
- Hukum & Politik: Stabilitas politik, ketersediaan izin usaha, dan aturan pajak menentukan aman atau tidaknya sebuah investasi di negara tersebut.

5. Peran Aliansi Perdagangan Regional
- Pengertian: Kerja sama ekonomi antarnegara tetangga (seperti ASEAN di Asia Tenggara atau EU di Eropa).
- Dampak: Mempermudah alur perdagangan karena pajak masuk (tarif) dikurangi atau dihapus, sehingga produk antarnegara anggota dapat dijual lebih murah dan pasar menjadi lebih luas.

6. Karakteristik Perusahaan Multinasional (MNC)
- Beroperasi dan memiliki fasilitas di banyak negara.
- Dikelola dengan strategi global terpadu dari kantor pusat.
- Mentransfer modal, teknologi, dan tenaga kerja antarnegara secara aktif.
- Memiliki skala bisnis dan pendapatan yang sangat besar.

7. Kecerdasan Budaya (Cultural Intelligence / CQ)
- Pengertian: Kemampuan seseorang untuk memahami, beradaptasi, dan bekerja secara efektif dalam lingkungan budaya yang berbeda-beda.
- Pentingnya bagi Manajer: Mencegah kesalahpahaman dalam berkomunikasi, mempermudah kerja sama dengan tim lokal, serta membangun hubungan bisnis yang baik di negara tujuan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Cahya Aulia -
2651014010
1. Dunia tanpa batas (borderless world) adalah kondisi kaburnya batas antarnegara akibat pesatnya teknologi dan globalisasi, sehingga informasi, modal, barang, hingga tenaga kerja dapat berpindah dengan sangat cepat. Fenomena ini menghadirkan tantangan baru bagi para manajer, mulai dari sulitnya mengelola tim remote lintas budaya hingga tingginya risiko rantai pasok yang rentan terganggu konflik global. Selain itu, maraknya serangan siber lintas negara dan sengitnya persaingan dengan perusahaan asing berbasis digital makin menuntut manajer untuk bergerak lebih lincah dan adaptif.

2. Untuk menembus pasar luar negeri, perusahaan dapat memilih berbagai strategi sesuai tingkat risiko dan kontrolnya. Opsi paling minim risiko dimulai dari ekspor barang ke luar negeri, atau memberikan hak merek melalui lisensi dan waralaba. Jika ingin berbagi modal dan paham pasar lokal, perusahaan bisa membentuk usaha patungan atau aliansi strategis dengan mitra asing. Sementara untuk kontrol penuh atas operasional dan keuntungan, perusahaan memilih investasi langsung dengan membangun fasilitas sendiri atau membeli perusahaan lokal, meski membutuhkan modal dan risiko yang sangat besar.

3. Manajemen internasional adalah proses mengelola operasional bisnis yang berjalan di lebih dari satu negara dengan menyesuaikan aturan, budaya, dan ekonomi setempat. Berbeda dengan bisnis domestik yang operasionalnya stabil karena hanya menghadapi satu hukum, mata uang, dan budaya yang seragam, bisnis internasional jauh lebih rumit. Perusahaan harus mengelola berbagai mata uang, adaptasi budaya lokal, hingga rantai logistik lintas negara yang panjang. Selain itu, risikonya pun jauh lebih tinggi akibat fluktuasi nilai tukar dan gejolak politik luar negeri.

4. Perbedaan lingkungan global dapat menentukan sukses atau gagalnya suatu bisnis. Dari sisi ekonomi, daya beli masyarakat, infrastruktur, dan nilai tukar mata uang memengaruhi strategi harga serta tingkat keuntungan. Dari segi sosial-budaya, bisnis harus adaptif terhadap tradisi, norma agama, dan bahasa lokal agar produk diterima dan tidak memicu konflik. Sementara dari aspek hukum dan politik, regulasi yang kaku, aturan pajak, hingga ketidakstabilan politik negara tujuan bisa menghambat operasional bahkan menghentikan bisnis secara mendadak.

5. Aliansi perdagangan regional (seperti ASEAN atau Uni Eropa) mengubah peta bisnis internasional dengan menghapus hambatan dagang antarnegara tetangga. Kehadiran aliansi ini membuka akses pasar yang lebih luas tanpa jeratan tarif impor mahal, sekaligus menekan biaya produksi karena perusahaan bebas memilih lokasi operasional yang paling hemat. Di sisi lain, persaingan bisnis di pasar lokal menjadi makin sengit akibat masuknya produk impor murah. Meski begitu, kawasan ini menjadi sangat menarik bagi investasi asing karena investor cukup menanam modal di satu negara untuk menjangkau seluruh kawasan aliansi.

6. Perusahaan multinasional (MNC) punya ciri khas beroperasi di banyak negara dengan kantor pusat di negara asal dan cabang di negara tujuan. Didukung modal raksasa serta investasi riset yang canggih, MNC mampu menguasai teknologi mutakhir dan menerapkan strategi pemasaran global yang seragam. Walau operasional harian dijalankan oleh tim lokal, arah kebijakan dan keputusan strategis utamanya tetap dikendalikan secara terpusat oleh kantor pusat.

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence/CQ) adalah kemampuan memahami dan beradaptasi dengan budaya berbeda secara cepat dan tepat. Bagi manajer di luar negeri, CQ sangat penting untuk mencegah salah paham akibat perbedaan norma dan gaya komunikasi. Selain itu, CQ memudahkan manajer dalam mengambil hati tim lokal, menghindari konflik sosial, serta menyesuaikan gaya kepemimpinan agar sesuai dengan kebiasaan setempat tanpa memaksakan standar dari negara asal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Fakhrul Akmal -
NPM : 2651014012

1. Fenomena Borderless World
Borderless world menggambarkan keadaan ketika kegiatan bisnis antarnegara semakin mudah dilakukan karena adanya perkembangan teknologi, komunikasi, dan transportasi. Perusahaan sekarang dapat menjangkau konsumen dan bekerja sama dengan pihak dari negara lain dengan lebih mudah. Kondisi ini membuat manajer harus mampu menghadapi persaingan internasional, perkembangan teknologi, perbedaan budaya, serta perubahan ekonomi dan kebijakan di berbagai negara.

2. Strategi memasuki pasar luar negeri.
Dalam memperluas bisnis ke luar negeri, perusahaan memiliki beberapa pilihan, seperti ekspor, lisensi, waralaba, joint venture, dan investasi langsung. Setiap cara memiliki tingkat risiko dan kebutuhan modal yang berbeda. Perusahaan biasanya memilih strategi berdasarkan kemampuan perusahaan, kondisi negara tujuan, serta seberapa besar kendali yang ingin dimiliki atas kegiatan bisnisnya.

3. Manajemen internasional dan manajemen domestik.
Manajemen internasional merupakan pengelolaan kegiatan perusahaan yang dilakukan dengan melibatkan pasar atau pihak dari beberapa negara. Sementara itu, manajemen domestik hanya berfokus pada kegiatan bisnis dalam satu negara. Manajemen internasional lebih rumit karena harus menyesuaikan diri dengan perbedaan bahasa, budaya, mata uang, peraturan, kondisi ekonomi, dan politik dari negara yang berbeda.

4. Pengaruh lingkungan terhadap operasi bisnis.
Kondisi suatu negara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnisnya. Dari segi ekonomi, misalnya pendapatan dan inflasi dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Dari segi sosial-budaya, kebiasaan dan selera masyarakat dapat menentukan penerimaan suatu produk. Sedangkan faktor hukum dan politik dapat menentukan aturan mengenai pajak, tenaga kerja, investasi, dan perdagangan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami kondisi negara sebelum menjalankan bisnis di sana.

5. Pengaruh aliansi perdagangan regional.
Aliansi perdagangan regional membuat hubungan ekonomi antarnegara menjadi lebih terbuka. Kerja sama tersebut dapat memberikan kemudahan dalam perdagangan dengan mengurangi berbagai hambatan, seperti tarif atau aturan tertentu. Bagi perusahaan, hal ini dapat menjadi kesempatan untuk memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan persaingan karena perusahaan dari negara lain menjadi lebih mudah masuk ke pasar.

6. Karakteristik perusahaan multinasional.
Perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha di beberapa negara. Biasanya perusahaan memiliki pusat pengelolaan di negara asal dan menjalankan kegiatan seperti produksi, pemasaran, atau penjualan di negara lain. Perusahaan multinasional juga harus mampu mengelola tenaga kerja dengan latar belakang yang beragam serta menyesuaikan kegiatan bisnis dengan kondisi masing-masing negara.

7. Kecerdasan budaya.
Kecerdasan budaya adalah kemampuan seseorang dalam memahami perbedaan budaya dan menyesuaikan sikap ketika berinteraksi dengan orang dari budaya lain. Kemampuan ini penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena perbedaan budaya dapat memengaruhi komunikasi, kerja sama, dan cara mengambil keputusan. Dengan kecerdasan budaya yang baik, manajer dapat mengurangi kesalahpahaman dan membangun hubungan kerja yang lebih efektif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by M DICHO NASATAMA -
NPM 2651014009

1. Borderless world adalah kondisi ketika batas antarnegara semakin tidak menjadi hambatan bagi kegiatan bisnis. Perusahaan dapat menjual produk, melakukan investasi, dan bekerja sama dengan perusahaan dari negara lain. Isu yang diperhatikan manajer antara lain persaingan global, perbedaan budaya, perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, serta hukum dan politik.
2. Strategi memasuki pasar luar negeri meliputi ekspor, lisensi, waralaba (franchise), joint venture, dan investasi langsung. Strategi tersebut digunakan perusahaan untuk memperluas pasar dan meningkatkan keuntungan di negara lain.
3. Manajemen internasional adalah proses mengelola kegiatan perusahaan yang beroperasi di beberapa negara. Berbeda dengan manajemen domestik, manajemen internasional harus menghadapi perbedaan budaya, bahasa, hukum, politik, ekonomi, dan nilai mata uang antarnegara.
4. Perbedaan lingkungan ekonomi memengaruhi daya beli, biaya produksi, dan peluang pasar. Perbedaan sosial-budaya memengaruhi selera konsumen, komunikasi, dan cara bekerja. Perbedaan hukum dan politik memengaruhi pajak, tenaga kerja, investasi, perdagangan, dan izin usaha.
5. Aliansi perdagangan regional mempermudah perdagangan dan investasi antarnegara anggota dengan mengurangi hambatan seperti tarif dan kuota. Hal ini membuat pasar menjadi lebih luas, meningkatkan persaingan, dan memudahkan perusahaan mengembangkan bisnis di kawasan tersebut.
6. Karakteristik perusahaan multinasional yaitu memiliki kegiatan atau cabang di beberapa negara, memiliki pasar internasional, menggunakan sumber daya dari berbagai negara, menerapkan strategi berskala global, serta menyesuaikan kegiatan bisnis dengan kondisi ekonomi, budaya, hukum, dan politik masing-masing negara.
7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence) adalah kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Hal ini penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri agar dapat berkomunikasi dengan baik, menghindari kesalahpahaman, menghargai perbedaan budaya, membangun hubungan kerja, dan mengambil keputusan yang tepat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Putu Grecia Geraldine -
NPM: 2651014016

1. Fenomena dunia tanpa batas (borderless world) menunjukkan bahwa hubungan antarnegara semakin terbuka, termasuk dalam kegiatan bisnis. Karena itu, manajer perlu memahami berbagai masalah dan perubahan yang terjadi di lingkungan global.

2. Perusahaan dapat menggunakan beberapa strategi untuk masuk ke pasar luar negeri, misalnya dengan melakukan kerja sama atau mengembangkan usahanya di negara lain agar pasarnya semakin luas.

3. Manajemen internasional merupakan kegiatan mengelola bisnis yang dilakukan di lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan bisnis domestik adalah manajemen internasional harus menghadapi kondisi dan aturan yang berbeda-beda di setiap negara.

4. Perbedaan kondisi ekonomi, sosial-budaya, hukum, dan politik di setiap negara dapat memengaruhi kegiatan bisnis. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan cara menjalankan bisnis dengan kondisi negara tempat mereka beroperasi.

5. Aliansi perdagangan regional dapat memengaruhi bisnis internasional karena negara-negara yang tergabung di dalamnya bekerja sama dalam perdagangan, sehingga kegiatan bisnis antarnegara menjadi lebih mudah.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnisnya di beberapa negara, baik dalam produksi, pemasaran, maupun kegiatan operasional lainnya.

7. Kecerdasan budaya penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena setiap negara memiliki kebiasaan dan budaya yang berbeda. Dengan memahami budaya tersebut, manajer dapat lebih mudah beradaptasi dan berkomunikasi dengan orang lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Alina Cantika -
NPM : 2651014011

1. Fenomena Dunia Tanpa Batas (Borderless World)

Borderless world adalah fenomena semakin memudarnya batas-batas negara dalam aktivitas ekonomi dan bisnis akibat globalisasi, kemajuan teknologi informasi, dan liberalisasi perdagangan. Perusahaan tidak lagi terikat pada satu pasar domestik, melainkan dapat beroperasi, menjual produk, dan mencari sumber daya di berbagai negara secara bersamaan.

Beberapa isu yang menjadi perhatian khusus manajer saat ini antara lain:

• Persaingan global — perusahaan bersaing tidak hanya dengan pesaing lokal, tetapi juga pemain internasional.
• Manajemen rantai pasok global — kompleksitas mengelola pemasok dan distribusi lintas negara.
• Perbedaan budaya dan komunikasi — mengelola tenaga kerja dan pelanggan dengan latar belakang budaya berbeda.
• Regulasi dan kebijakan perdagangan — tarif, kuota, dan kebijakan proteksionis yang berubah-ubah antarnegara.
• Teknologi dan digitalisasi — kebutuhan beradaptasi dengan e-commerce dan platform digital lintas batas.
• Isu keberlanjutan dan tanggung jawab sosial global — tuntutan etika bisnis yang berlaku secara internasional.

2. Perusahaan umumnya menggunakan beberapa strategi berikut untuk mengembangkan pasar luar negeri, biasanya diurutkan dari risiko/komitmen rendah ke tinggi:

• Ekspor (Exporting) — menjual produk yang dibuat di dalam negeri ke pasar luar negeri.
• Lisensi (Licensing) — memberikan hak kepada perusahaan asing untuk memproduksi/menjual produk dengan imbalan royalti.
•Waralaba (Franchising) — mirip lisensi, tetapi lebih menekankan pada penggunaan merek, sistem operasi, dan dukungan berkelanjutan (umum di sektor jasa).
• Aliansi Strategis (Strategic Alliance) — kemitraan dengan perusahaan asing untuk berbagi sumber daya dan risiko dalam mengembangkan produk atau memasuki pasar baru.
•Joint Venture — bentuk aliansi strategis yang lebih formal, dengan mendirikan perusahaan patungan yang dimiliki bersama oleh dua pihak atau lebih.
•Anak Perusahaan Milik Penuh Asing (Wholly Owned Foreign Subsidiary) — investasi langsung dengan mendirikan operasi sendiri sepenuhnya di negara tujuan, baik melalui akuisisi maupun membangun dari nol (greenfield investment). Ini memberikan kendali penuh tetapi risiko dan komitmen sumber dayanya paling besar.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan bisnis di lebih dari satu negara. Bedanya dengan domestik: manajemen internasional menghadapi keragaman ekonomi, hukum, politik, dan budaya antarnegara, sehingga butuh adaptasi lebih tinggi dibanding manajemen domestik yang beroperasi dalam satu sistem seragam.

4. Pengaruh Perbedaan Lingkungan Ekonomi, Sosial-Budaya, Hukum, dan Politik

• Lingkungan Ekonomi: Perbedaan sistem ekonomi (pasar bebas, terpusat, campuran), tingkat pendapatan, inflasi, dan nilai tukar memengaruhi daya beli, harga, dan strategi penetapan harga produk di suatu negara.
• Lingkungan Sosial-Budaya: Nilai, kepercayaan, bahasa, kebiasaan, dan gaya hidup masyarakat memengaruhi preferensi konsumen, cara berkomunikasi, gaya kepemimpinan, dan cara negosiasi bisnis. Kesalahan memahami budaya dapat menyebabkan kegagalan strategi pemasaran atau konflik dalam tim kerja.
• Lingkungan Hukum: Setiap negara memiliki regulasi berbeda terkait ketenagakerjaan, pajak, kepemilikan asing, perlindungan konsumen, dan hak kekayaan intelektual, yang menentukan bagaimana perusahaan harus menyesuaikan operasinya agar tetap patuh hukum (compliance).
• Lingkungan Politik: Stabilitas pemerintahan, kebijakan proteksionisme, hubungan diplomatik antarnegara, dan risiko politik (seperti nasionalisasi aset atau perubahan rezim) dapat memengaruhi keamanan investasi dan kelangsungan operasi bisnis internasional.

5.Aliansi perdagangan regional adalah kesepakatan antarnegara dalam satu kawasan untuk mengurangi atau menghapus hambatan perdagangan (tarif, kuota) antaranggota. Contohnya seperti Uni Eropa (EU), ASEAN (melalui AFTA/MEA), USMCA (dulu NAFTA), dan Mercosur.

Pengaruhnya terhadap lingkungan bisnis internasional:

• Memperluas akses pasar — perusahaan lebih mudah menjual produk ke negara anggota lain tanpa hambatan tarif tinggi.
• Mendorong integrasi ekonomi — standarisasi regulasi, mata uang (seperti Euro), atau kebijakan perdagangan di antara negara anggota.
• Meningkatkan persaingan regional — perusahaan lokal harus bersaing dengan perusahaan dari negara anggota lain yang kini bisa masuk lebih mudah.
• Menciptakan blok ekonomi baru — memengaruhi keputusan lokasi investasi karena perusahaan cenderung mendirikan basis produksi di salah satu negara anggota untuk menjangkau seluruh kawasan.
• Mengubah pola rantai pasok — perusahaan menyesuaikan sumber bahan baku dan distribusi mengikuti kemudahan yang diberikan blok perdagangan tersebut.

6. Perusahaan Multinasional (Multinational Corporation) memiliki karakteristik sebagai berikut:
• Memiliki dan mengoperasikan fasilitas bisnis (produksi, pemasaran, penjualan) di dua negara atau lebih.
• Kantor pusat (headquarters) berada di satu negara asal (home country), namun beroperasi juga di negara-negara lain (host country).
• Mengelola operasi secara terintegrasi dan terkoordinasi lintas negara, bukan sekadar menjalankan unit yang terpisah-pisah.
• Memandang pasar dan basis produksi secara global, bukan hanya berorientasi pada satu negara.
• Memiliki sumber daya (modal, teknologi, SDM) yang besar dan dapat dipindahkan antarnegara sesuai kebutuhan strategis.
• Menghadapi dan harus mengelola keragaman lingkungan ekonomi, hukum, politik, dan budaya di setiap negara tempat beroperasi.
• Contoh: perusahaan seperti Unilever, Toyota, atau Coca-Cola yang punya operasi signifikan di banyak negara.

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence/CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, beradaptasi, dan berinteraksi secara efektif dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda dari budayanya sendiri, mencakup kesadaran budaya, pengetahuan, serta keterampilan penyesuaian perilaku.

Alasan pentingnya bagi manajer yang bekerja di luar negeri:

• Meningkatkan efektivitas komunikasi — membantu manajer memahami cara berkomunikasi yang sesuai norma budaya lokal, menghindari kesalahpahaman.
• Membangun hubungan kerja yang baik — memudahkan membangun kepercayaan dengan karyawan, mitra bisnis, dan pelanggan lokal.
• Mengurangi risiko konflik budaya — mencegah kesalahan dalam pengambilan keputusan atau negosiasi akibat perbedaan nilai dan kebiasaan.
• Meningkatkan kinerja kepemimpinan — manajer dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan agar lebih diterima oleh tim yang beragam secara budaya.
• Mendukung keberhasilan strategi bisnis global — perusahaan yang manajernya memiliki CQ tinggi cenderung lebih berhasil dalam ekspansi internasional karena mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi lokal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Rindi Claudia -
NPM: 2601014055

1. Borderless world adalah kondisi ketika batas antarnegara dalam kegiatan bisnis semakin tidak terasa karena adanya perkembangan teknologi, internet, transportasi, dan komunikasi. Perusahaan dapat menjual produk, mencari tenaga kerja, mendapatkan bahan baku, serta bekerja sama dengan perusahaan dari berbagai negara.

2. Strategi memasuki pasar luar negeri yang digunakan perusahaan antara lain ekspor, lisensi, waralaba (franchise), joint venture, dan investasi langsung asing (FDI) untuk memperluas pasar serta mengembangkan kegiatan bisnis di negara lain.

3. Manajemen internasional adalah proses mengelola kegiatan perusahaan yang melibatkan lebih dari satu negara, berbeda dengan manajemen domestik yang hanya beroperasi dalam satu negara karena manajemen internasional harus menghadapi perbedaan budaya, bahasa, hukum, politik, ekonomi, dan mata uang.

4. Perbedaan lingkungan ekonomi, sosial-budaya, hukum, dan politik di berbagai negara dapat memengaruhi operasi bisnis, seperti daya beli konsumen, kebiasaan masyarakat, aturan usaha, pajak, tenaga kerja, dan kebijakan pemerintah, sehingga perusahaan harus menyesuaikan strategi bisnisnya dengan kondisi masing-masing negara.

5. Aliansi perdagangan regional adalah kerja sama beberapa negara untuk mempermudah kegiatan perdagangan di antara negara anggotanya. Aliansi ini dapat mengurangi atau menghapus tarif perdagangan, mempermudah ekspor-impor, memperluas pasar, dan meningkatkan kerja sama ekonomi.
Hal tersebut membuat perusahaan lebih mudah memasuki pasar negara anggota, tetapi juga meningkatkan persaingan karena perusahaan dari negara lain dapat masuk ke pasar yang sama.

6. Perusahaan multinasional (multinational corporation/MNC) adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis di lebih dari satu negara. Karakteristiknya antara lain:
•Memiliki kegiatan atau cabang di beberapa negara.
•Memiliki pasar dan pelanggan internasional.
•Menggunakan sumber daya dari berbagai negara.
•Mengelola tenaga kerja dengan latar belakang budaya yang berbeda.
•Memiliki strategi bisnis berskala global.
• Menghadapi perbedaan hukum, politik, ekonomi, dan budaya di setiap negara.
•Biasanya memiliki kantor pusat yang mengatur dan mengoordinasikan kegiatan perusahaan di berbagai negara.

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence/CQ) adalah kemampuan memahami, menghargai, dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda, sehingga penting bagi manajer di luar negeri untuk menghindari kesalahpahaman, berkomunikasi efektif, membangun hubungan kerja yang baik, dan mengambil keputusan sesuai budaya setempat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Hana Dhiya Khalishah -
NPM: 2651014006

jawab:
1. Dunia tanpa batas (borderless world)
Ini merujuk pada semakin kaburnya batas-batas negara akibat globalisasi—perdagangan, teknologi, dan komunikasi membuat perusahaan mudah beroperasi lintas negara. Isu utama bagi manajer: persaingan global yang ketat, perlunya memahami budaya berbeda, manajemen rantai pasok internasional, serta menyeimbangkan strategi global dengan adaptasi lokal.

2. Strategi memasuki pasar luar negeri

• Ekspor – menjual produk ke luar negeri tanpa investasi besar di sana
• Lisensi/waralaba (licensing/franchising) – memberi hak pada perusahaan asing untuk memproduksi/menjual produk
• Aliansi strategis/joint venture – kerja sama dengan perusahaan lokal
• Investasi langsung (wholly owned subsidiary) – mendirikan anak perusahaan sendiri di negara tujuan, risiko dan kontrol paling tinggi

3. Manajemen internasional vs domestik
Manajemen internasional adalah pengelolaan operasi bisnis di lebih dari satu negara. Bedanya dengan manajemen domestik: manajer internasional harus menghadapi perbedaan mata uang, hukum, budaya, dan politik antarnegara, koordinasi lintas zona waktu dan jarak geografis, serta risiko yang lebih kompleks (nilai tukar, ketidakstabilan politik, dsb).

4. Pengaruh lingkungan ekonomi, sosial-budaya, hukum-politik

• Ekonomi: tingkat perkembangan, inflasi, nilai tukar, infrastruktur memengaruhi biaya dan daya beli
• Sosial-budaya: nilai, bahasa, kebiasaan, dan norma memengaruhi cara berkomunikasi, pemasaran, dan gaya manajemen
• Hukum-politik: regulasi, stabilitas pemerintahan, dan kebijakan perdagangan memengaruhi risiko dan kepastian berusaha
Perusahaan harus menyesuaikan strategi agar sesuai kondisi setempat, bukan menyamaratakan pendekatan di semua negara.

5. Aliansi perdagangan regional
Kelompok seperti Uni Eropa, USMCA, atau ASEAN menghapus/menurunkan hambatan tarif antaranggota, sehingga memudahkan perdagangan dan investasi di kawasan tersebut. Ini mengubah peta bisnis internasional dengan menciptakan pasar regional yang lebih terintegrasi, mendorong perusahaan memperluas operasi lintas negara anggota, namun juga bisa menimbulkan hambatan bagi negara non-anggota.

6. Karakteristik perusahaan multinasional (MNC)

• Beroperasi dan memiliki aset di lebih dari satu negara
• Mengelola operasi dari perspektif global, bukan hanya domestik
• Skala besar dengan sumber daya finansial dan manajerial yang kuat
• Memanfaatkan sinergi lintas negara untuk efisiensi (mis. lokasi produksi termurah, akses pasar terluas)
• Sering menempatkan manajer dari berbagai kebangsaan

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence)
Ini adalah kemampuan seseorang untuk memahami, beradaptasi, dan berperilaku efektif di lingkungan budaya yang berbeda dari budayanya sendiri. Penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena membantu membangun hubungan kerja yang baik dengan mitra/karyawan lokal, menghindari kesalahpahaman budaya, serta meningkatkan efektivitas komunikasi dan pengambilan keputusan di lingkungan lintas budaya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Dinda Zuleyka -
1. Borderless world adalah kondisi ketika perkembangan teknologi, komunikasi, dan perdagangan membuat bisnis semakin terhubung tanpa batas negara. Perusahaan dapat memperoleh modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, dan pelanggan dari berbagai negara.
Isu yang perlu diperhatikan manajer antara lain perbedaan budaya, persaingan global, outsourcing, perubahan ekonomi, serta perbedaan hukum dan politik antarnegara.

2. Beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah:
• Ekspor, yaitu menjual produk dari negara asal ke negara lain.
•Outsourcing/Offshoring, menggunakan tenaga kerja atau sumber daya dari negara lain.
•Lisensi, memberikan hak penggunaan merek, teknologi, atau paten kepada perusahaan asing.
•Waralaba (franchise), memberikan paket bisnis lengkap kepada pihak asing.
•Investasi langsung, yaitu terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis atau fasilitas di negara lain, seperti joint venture dan greenfield venture.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan operasi bisnis yang dilakukan di lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan bisnis domestik adalah manajemen internasional menghadapi risiko dan kompleksitas yang lebih tinggi, seperti perbedaan budaya, ekonomi, hukum, politik, nilai tukar, dan kebiasaan kerja.

4. Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
•Ekonomi: nilai tukar, inflasi, suku bunga, pembangunan ekonomi, dan ketersediaan sumber daya dapat memengaruhi biaya dan keuntungan.
•Sosial-budaya: perbedaan bahasa, nilai, norma, agama, dan kebiasaan memengaruhi komunikasi, kepemimpinan, serta perilaku konsumen dan karyawan.
•Hukum-politik: peraturan, pajak, kebijakan pemerintah, ketidakstabilan politik, dan risiko politik dapat memengaruhi kegiatan dan keberlangsungan perusahaan.

5. Aliansi perdagangan regional mengurangi hambatan dan tarif perdagangan antarnegara anggota serta meningkatkan arus barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja. Contohnya Uni Eropa dan NAFTA. Hal ini menciptakan pasar yang lebih luas dan meningkatkan peluang bisnis, tetapi juga dapat meningkatkan persaingan.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di berbagai negara dan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari operasi di luar negara asal. Karakteristiknya:
•Memiliki sistem bisnis global yang terintegrasi.
•Memiliki afiliasi di berbagai negara.
•Dapat memindahkan modal, teknologi, dan SDM antarnegara.
•Pengambilan keputusan strategis terkoordinasi.
•Memiliki perspektif global dan melihat dunia sebagai satu pasar.

7. Kecerdasan budaya (CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda. CQ terdiri dari kognitif, emosional, dan fisik.
CQ penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami perbedaan budaya, berkomunikasi dengan efektif, mengurangi gegar budaya, dan membangun hubungan kerja yang baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by MARLIANI OKTA EVIANA -
MARLIANI OKTA EVIANA
NPM 2601014039

1. Fenomena dunia tanpa batas (borderless world) adalah kondisi di mana batas-batas geografis, ekonomi, dan budaya antarnegara menjadi kabur akibat kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan perdagangan bebas.
Dalam fenomena ini, barang, jasa, modal, informasi, dan tenaga kerja dapat bergerak melintasi negara dengan sangat cepat dan minim hambatan.Berikut adalah beberapa isu utama yang menjadi perhatian khusus bagi para manajer saat ini dalam menghadapi dunia tanpa batas:
a. Kompetisi Global yang Ketat: Manajer tidak lagi hanya bersaing dengan perusahaan lokal, melainkan dengan perusahaan dari seluruh dunia yang menawarkan efisiensi tinggi.
b. Manajemen Keberagaman Budaya: Mengelola tim kerja dan konsumen dengan latar belakang budaya, bahasa, dan nilai yang berbeda memerlukan kompetensi lintas budaya (cross-cultural competence).


2. a. Ekspor (Exporting): Menjual produk yang dibuat di negara asal ke negara tujuan. Cara ini paling mudah dan memiliki risiko kecil karena tidak perlu membangun pabrik di luar negeri.
b. Lisensi dan Waralaba (Licensing & Franchising): Memberikan izin kepada perusahaan asing untuk menggunakan merek, paten, atau cara kerja Anda. Contohnya adalah restoran cepat saji global yang memberikan hak pengelolaan kepada mitra lokal.
c. Usaha Patungan (Joint Venture): Membangun bisnis baru di luar negeri bersama perusahaan lokal. Risiko dan keuntungan dibagi berdua, serta memudahkan pemahaman aturan hukum setempat.
d. Anak Perusahaan Utuh (Wholly Owned Subsidiary): Membangun fasilitas atau membeli perusahaan secara penuh di negara tujuan. Strategi ini memberikan kontrol penuh atas operasional, tetapi membutuhkan modal yang sangat besar dan risiko yang tinggi.


3. Manajemen internasional adalah pengelolaan kegiatan bisnis yang melintasi batas dua negara atau lebih dengan menghadapi perbedaan budaya, hukum, dan mata uang.
Perbedaan Manajemen Internasional dan DomestikManajemen internasional dan domestik memiliki cara kerja yang berbeda karena faktor-faktor berikut:
•Lingkungan BudayaInternasional: Harus memahami dan menghargai kebiasaan, nilai, serta bahasa yang berbeda dari setiap negara tujuan.
Domestik: Beroperasi dalam satu budaya yang relatif seragam dan mudah dipahami.
•Sistem Hukum dan PolitikInternasional: Harus mematuhi berbagai undang-undang yang berbeda di tiap negara serta menghadapi risiko politik seperti perubahan kebijakan pemerintah.
Domestik: Hanya mengikuti satu sistem hukum dan peraturan nasional yang sama.
•Mata Uang dan KeuanganInternasional: Menghadapi risiko nilai tukar mata uang, inflasi yang berbeda, dan sistem perbankan yang beragam.
Domestik: Menggunakan satu mata uang resmi yang sama tanpa risiko tukar valas.
•Kompleksitas Pasar dan PersainganInternasional: Bersaing dengan perusahaan lokal maupun global lain dengan preferensi konsumen yang sangat beragam.
Domestik: Bersaing di pasar lokal dengan pola perilaku konsumen yang cenderung seragam.


4. Perbedaan lingkungan antarnegara sangat memengaruhi strategi, biaya, dan keberhasilan operasi bisnis internasional. berikut adalah penjelasan perbedaan nya:
1) Lingkungan EkonomiDaya Beli dan Pendapatan: Negara dengan pendapatan per kapita tinggi lebih meminati produk premium, sedangkan negara berkembang lebih sensitif terhadap harga.Stabilitas Mata Uang: Nilai tukar yang fluktuatif dapat mengikis keuntungan saat konversi mata uang asing.Infrastruktur: Kualitas transportasi dan jaringan digital di suatu negara menentukan efisiensi rantai pasok dan distribusi barang.
2)Lingkungan Sosial-BudayaPreferensi Konsumen: Perbedaan selera, bahasa, dan nilai lokal mengharuskan bisnis mengubah kemasan, nama produk, atau strategi pemasaran.
Budaya Kerja: Etos kerja, jam kerja, dan gaya komunikasi memengaruhi cara perusahaan mengelola karyawan lokal.
Norma Agama dan Tradisi: Bisnis harus menghormati hari libur keagamaan atau aturan produk tertentu, seperti sertifikasi halal di negara mayoritas Muslim.
Lingkungan Hukum dan PolitikRegulasi Bisnis: Aturan ketat mengenai ketenagakerjaan, pajak, tarif impor, dan perlindungan lingkungan memengaruhi biaya operasional secara langsung.
3) Stabilitas Politik: Risiko konflik, kudeta, atau perubahan kebijakan mendadak dapat mengancam keselamatan aset dan kelangsungan bisnis.
Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI): Lemahnya hukum HAKI di suatu negara meningkatkan risiko pembajakan produk atau teknologi milik perusahaan.


5.Aliansi perdagangan regional seperti Uni Eropa (EU), USMCA (pengganti NAFTA), dan RCEP secara mendasar mengubah wajah lingkungan bisnis internasional dengan menghilangkan hambatan perdagangan dan mengintegrasikan pasar antarnegara. Aliansi ini memaksa perusahaan untuk mengubah strategi logistik, investasi, dan kompetisi mereka di panggung global.


6.Karakteristik utama perusahaan multinasional adalah beroperasi di lebih dari satu negara. karakteristik nya yaitu:

•Memiliki Cabang/Anak Perusahaan: Punya kantor, pabrik, atau fasilitas di luar negara asal.
•Kantor Pusat di Negara Asal: Pengendalian dan keputusan utama tetap diatur dari negara asal.
•Manajemen & Visi Global: Sistem distribusi, pemasaran, serta visi bersifat mendunia.
•Teknologi Canggih: Menggunakan teknologi mutakhir dalam operasionalnya.
•Modal yang Kuat: Memiliki aset dan kontrol finansial yang besar.


7. Kecerdasan budaya adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menghargai, dan menyesuaikan diri dengan cara hidup atau norma dari budaya yang berbeda.Bagi seorang manajer yang bekerja di luar negeri, kecerdasan budaya sangat penting agar mereka bisa memimpin tim dengan efektif, menghindari salah paham, dan meraih kesuksesan dalam bisnis global.
Alasan Kecerdasan Budaya Penting bagi Manajer di Luar Negeri
•Mencegah Kesalahpahaman: Perbedaan budaya bisa membuat gestur atau kata-kata disalahartikan. Manajer yang cerdas budaya tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
•Membangun Kepercayaan Tim: Anggota tim lokal akan lebih menghargai manajer yang mau menghormati adat istiadat mereka. Hal ini membuat hubungan kerja menjadi lebih akrab.
•Meningkatkan Komunikasi: Gaya bicara di suatu negara mungkin blak-blakan, sementara di negara lain lebih halus. Manajer bisa menyesuaikan cara bicaranya agar pesan mudah dipahami.
•Mempermudah Pengambilan Keputusan: Manajer bisa melihat masalah dari sudut pandang lokal. Keputusan yang diambil pun lebih pas dan tidak merugikan pihak manapun.
•Meningkatkan Kinerja Perusahaan: Tim yang dipimpin dengan pemahaman budaya yang baik akan merasa nyaman. Rasa nyaman ini membuat kerja sama tim lebih solid dan produktif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Aulia Fatma Kirana -
NPM:2601014051

1. Borderless world adalah kondisi ketika perkembangan teknologi, komunikasi, dan perdagangan membuat bisnis semakin terhubung tanpa batas negara. Perusahaan dapat memperoleh modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, dan pelanggan dari berbagai negara.
Isu yang perlu diperhatikan manajer antara lain perbedaan budaya, persaingan global, outsourcing, perubahan ekonomi, serta perbedaan hukum dan politik antarnegara.

2. Beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah:
• Ekspor, yaitu menjual produk dari negara asal ke negara lain.
•Outsourcing/Offshoring, menggunakan tenaga kerja atau sumber daya dari negara lain.
•Lisensi, memberikan hak penggunaan merek, teknologi, atau paten kepada perusahaan asing.
•Waralaba (franchise), memberikan paket bisnis lengkap kepada pihak asing.
•Investasi langsung, yaitu terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis atau fasilitas di negara lain, seperti joint venture dan greenfield venture.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan operasi bisnis yang dilakukan di lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan bisnis domestik adalah manajemen internasional menghadapi risiko dan kompleksitas yang lebih tinggi, seperti perbedaan budaya, ekonomi, hukum, politik, nilai tukar, dan kebiasaan kerja.

4. Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
•Ekonomi: nilai tukar, inflasi, suku bunga, pembangunan ekonomi, dan ketersediaan sumber daya dapat memengaruhi biaya dan keuntungan.
•Sosial-budaya: perbedaan bahasa, nilai, norma, agama, dan kebiasaan memengaruhi komunikasi, kepemimpinan, serta perilaku konsumen dan karyawan.
•Hukum-politik: peraturan, pajak, kebijakan pemerintah, ketidakstabilan politik, dan risiko politik dapat memengaruhi kegiatan dan keberlangsungan perusahaan.

5. Aliansi perdagangan regional mengurangi hambatan dan tarif perdagangan antarnegara anggota serta meningkatkan arus barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja. Contohnya Uni Eropa dan NAFTA. Hal ini menciptakan pasar yang lebih luas dan meningkatkan peluang bisnis, tetapi juga dapat meningkatkan persaingan.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di berbagai negara dan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari operasi di luar negara asal. Karakteristiknya:
•Memiliki sistem bisnis global yang terintegrasi.
•Memiliki afiliasi di berbagai negara.
•Dapat memindahkan modal, teknologi, dan SDM antarnegara.
•Pengambilan keputusan strategis terkoordinasi.
•Memiliki perspektif global dan melihat dunia sebagai satu pasar.

7. Kecerdasan budaya (CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda. CQ terdiri dari kognitif, emosional, dan fisik.
CQ penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami perbedaan budaya, berkomunikasi dengan efektif, mengurangi gegar budaya, dan membangun hubungan kerja yang baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Anzala Alya Meudy -
Anzala Alya Meudy (2601014046)

1. Borderless world adalah kondisi ketika perkembangan teknologi, komunikasi, dan perdagangan membuat bisnis semakin terhubung tanpa batas negara. Perusahaan dapat memperoleh modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, dan pelanggan dari berbagai negara.
Isu yang perlu diperhatikan manajer antara lain perbedaan budaya, persaingan global, outsourcing, perubahan ekonomi, serta perbedaan hukum dan politik antarnegara.

2. Beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah:
• Ekspor, yaitu menjual produk dari negara asal ke negara lain.
•Outsourcing/Offshoring, menggunakan tenaga kerja atau sumber daya dari negara lain.
•Lisensi, memberikan hak penggunaan merek, teknologi, atau paten kepada perusahaan asing.
•Waralaba (franchise), memberikan paket bisnis lengkap kepada pihak asing.
•Investasi langsung, yaitu terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis atau fasilitas di negara lain, seperti joint venture dan greenfield venture.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan operasi bisnis yang dilakukan di lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan bisnis domestik adalah manajemen internasional menghadapi risiko dan kompleksitas yang lebih tinggi, seperti perbedaan budaya, ekonomi, hukum, politik, nilai tukar, dan kebiasaan kerja.

4. Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
•Ekonomi: nilai tukar, inflasi, suku bunga, pembangunan ekonomi, dan ketersediaan sumber daya dapat memengaruhi biaya dan keuntungan.
•Sosial-budaya: perbedaan bahasa, nilai, norma, agama, dan kebiasaan memengaruhi komunikasi, kepemimpinan, serta perilaku konsumen dan karyawan.
•Hukum-politik: peraturan, pajak, kebijakan pemerintah, ketidakstabilan politik, dan risiko politik dapat memengaruhi kegiatan dan keberlangsungan perusahaan.

5. Aliansi perdagangan regional mengurangi hambatan dan tarif perdagangan antarnegara anggota serta meningkatkan arus barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja. Contohnya Uni Eropa dan NAFTA. Hal ini menciptakan pasar yang lebih luas dan meningkatkan peluang bisnis, tetapi juga dapat meningkatkan persaingan.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di berbagai negara dan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari operasi di luar negara asal. Karakteristiknya:
•Memiliki sistem bisnis global yang terintegrasi.
•Memiliki afiliasi di berbagai negara.
•Dapat memindahkan modal, teknologi, dan SDM antarnegara.
•Pengambilan keputusan strategis terkoordinasi.
•Memiliki perspektif global dan melihat dunia sebagai satu pasar.

7. Kecerdasan budaya (CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda. CQ terdiri dari kognitif, emosional, dan fisik.
CQ penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami perbedaan budaya, berkomunikasi dengan efektif, mengurangi gegar budaya, dan membangun hubungan kerja yang baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Alika Ajeng Zalfaghina Beniar -
NPM: 2651014001

1. Jelaskan fenomena dunia tanpa batas (borderless world) yang sedang berkembang serta beberapa isu yang menjadi perhatian khusus bagi para manajer saat ini!
Borderless world adalah kondisi ketika batas antarnegara semakin tidak menjadi hambatan dalam kegiatan bisnis. Perusahaan dapat menjual produk, mencari tenaga kerja, mendapatkan bahan baku, dan melakukan investasi di berbagai negara dengan bantuan teknologi dan komunikasi yang semakin maju.
Fenomena ini membuat persaingan bisnis menjadi lebih luas karena perusahaan tidak hanya bersaing dengan perusahaan dalam negeri, tetapi juga dengan perusahaan dari negara lain. Beberapa isu yang menjadi perhatian manajer adalah persaingan global, perbedaan budaya, perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, tenaga kerja internasional, serta perbedaan aturan dan kebijakan antarnegara.

2. Jelaskan strategi memasuki pasar yang digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan pasar luar negeri!
Beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk memasuki pasar luar negeri antara lain:
Ekspor, yaitu menjual produk yang dibuat di dalam negeri ke negara lain.
Lisensi, yaitu memberikan izin kepada perusahaan asing untuk menggunakan teknologi, merek, atau produk dengan imbalan tertentu.
Waralaba (franchising), yaitu memberikan hak kepada pihak luar negeri untuk menjalankan bisnis menggunakan merek dan sistem perusahaan.
Joint venture, yaitu bekerja sama dengan perusahaan lokal di negara lain untuk membentuk atau menjalankan usaha.
Investasi langsung (direct investment), yaitu perusahaan membangun atau membeli fasilitas bisnis di negara lain.
Pemilihan strategi tergantung pada tujuan perusahaan, biaya, risiko, kondisi pasar, dan tingkat pengendalian yang ingin dimiliki perusahaan.

3. Jelaskan tentang manajemen internasional dan perbedaannya dengan manajemen operasi bisnis domestik!
Manajemen internasional adalah proses mengelola sumber daya dan kegiatan organisasi yang dilakukan di lebih dari satu negara. Manajer internasional harus mengatur kegiatan seperti produksi, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia dengan mempertimbangkan kondisi negara yang berbeda.
Perbedaannya dengan manajemen domestik adalah lingkup dan tingkat kompleksitasnya. Manajemen domestik hanya beroperasi dalam satu negara sehingga lingkungan ekonomi, hukum, politik, dan budayanya relatif lebih seragam. Sementara itu, manajemen internasional harus menghadapi perbedaan bahasa, budaya, mata uang, peraturan, kondisi politik, serta kebiasaan bisnis dari berbagai negara.

4. Bagaimana perbedaan dalam lingkungan ekonomi, sosial-budaya, serta hukum dan politik di berbagai belahan dunia dapat memengaruhi operasi bisnis?
Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
Lingkungan ekonomi memengaruhi daya beli masyarakat, biaya produksi, tingkat inflasi, nilai mata uang, dan peluang pasar.
Lingkungan sosial-budaya memengaruhi perilaku konsumen, cara berkomunikasi, kebiasaan kerja, serta cara masyarakat menerima suatu produk. Produk yang sukses di satu negara belum tentu cocok di negara lain.
Lingkungan hukum dan politik memengaruhi izin usaha, pajak, ketenagakerjaan, perdagangan, serta kebijakan pemerintah. Perubahan politik atau peraturan juga dapat meningkatkan risiko bagi perusahaan.
Karena itu, perusahaan internasional harus memahami kondisi setiap negara sebelum menentukan strategi bisnisnya.

5. Jelaskan bagaimana aliansi perdagangan regional mengubah wajah lingkungan bisnis internasional?
Aliansi perdagangan regional adalah kerja sama beberapa negara untuk mempermudah kegiatan perdagangan dan investasi di antara negara anggotanya. Kerja sama ini dapat berupa pengurangan tarif, penghapusan hambatan perdagangan, dan penyederhanaan aturan perdagangan.
Aliansi tersebut membuat perusahaan lebih mudah memasuki pasar negara anggota karena hambatan perdagangan menjadi lebih kecil. Selain itu, perusahaan dapat memperoleh pasar yang lebih luas dan memanfaatkan sumber daya dari negara-negara anggota. Namun, aliansi perdagangan juga dapat meningkatkan persaingan karena perusahaan dari negara anggota lain lebih mudah masuk ke pasar.

6. Jelaskan karakteristik perusahaan multinasional!
Perusahaan multinasional (Multinational Corporation/MNC) adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis di lebih dari satu negara. Beberapa karakteristiknya adalah:
Memiliki kantor pusat di satu negara dan kegiatan operasi di negara lain.
Melakukan investasi dan mengelola sumber daya secara internasional.
Memiliki jaringan produksi, pemasaran, atau distribusi di berbagai negara.
Menghadapi perbedaan budaya, hukum, ekonomi, dan politik.
Menggunakan strategi global tetapi dapat menyesuaikan produk atau kegiatan bisnis dengan kondisi lokal.
Mengelola tenaga kerja yang berasal dari berbagai negara.
Contohnya adalah perusahaan seperti Toyota yang memiliki kegiatan produksi dan pemasaran di berbagai negara.

7. Jelaskan kecerdasan budaya serta alasan mengapa hal tersebut penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri!
Kecerdasan budaya (cultural intelligence/CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menyesuaikan diri, dan berinteraksi secara efektif dengan orang yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
Kecerdasan budaya penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena setiap negara memiliki cara berkomunikasi, kebiasaan kerja, nilai, norma, dan cara mengambil keputusan yang berbeda. Manajer yang memiliki kecerdasan budaya dapat mengurangi kesalahpahaman, membangun hubungan kerja yang baik, memimpin karyawan dari berbagai budaya, dan melakukan negosiasi dengan lebih efektif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Aurel Anggia Naura -
NPM: 2651014004

1.Borderless world adalah kondisi ketika batas antarnegara semakin tidak menjadi penghalang dalam kegiatan bisnis, perdagangan, komunikasi, dan pertukaran informasi. Hal ini didukung oleh perkembangan teknologi, internet, dan transportasi.Isu yang perlu diperhatikan manajer antara lain globalisasi dan persaingan internasional, perbedaan budaya, perkembangan teknologi, perbedaan hukum dan politik, risiko ekonomi, serta isu lingkungan dan keamanan data.

2. Beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah:
- Ekspor, yaitu menjual produk ke negara lain.
- Lisensi, yaitu memberikan hak penggunaan merek, teknologi, atau paten kepada perusahaan asing.
- Waralaba, yaitu memberikan hak menjalankan bisnis dengan sistem dan merek perusahaan.
- Aliansi strategis, yaitu bekerja sama dengan perusahaan asing untuk tujuan tertentu.
- Joint venture, yaitu membentuk usaha bersama dengan perusahaan lokal.
- Investasi langsung asing (FDI), yaitu mendirikan atau membeli perusahaan di negara lain.
Pemilihan strategi bergantung pada tujuan, modal, risiko, dan kondisi pasar negara tujuan.

3. Manajemen internasional adalah proses mengelola sumber daya dan kegiatan perusahaan yang melibatkan lebih dari satu negara. Sedangkan manajemen domestik hanya berfokus pada kegiatan bisnis dalam satu negara.Manajemen internasional lebih kompleks karena harus menghadapi perbedaan budaya, hukum, politik, ekonomi, mata uang, serta risiko internasional. Manajemen domestik relatif lebih sederhana karena beroperasi dalam satu lingkungan negara.

4. Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi kegiatan bisnis.
- Ekonomi: perbedaan pendapatan, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar dapat memengaruhi harga, biaya, dan keuntungan.
- Sosial-budaya: perbedaan bahasa, nilai, norma, dan kebiasaan memengaruhi perilaku konsumen dan cara kerja.
- Hukum dan politik: perbedaan peraturan, pajak, kebijakan pemerintah, dan stabilitas politik dapat memengaruhi investasi dan kegiatan operasional perusahaan.
Karena itu, perusahaan harus menyesuaikan strategi dengan kondisi negara yang dituju.

5. Aliansi perdagangan regional merupakan kerja sama ekonomi beberapa negara untuk mengurangi hambatan perdagangan. Contohnya ASEAN/AFTA dan Uni Eropa.
Aliansi ini dapat mempermudah perdagangan, memperluas pasar, meningkatkan investasi, dan meningkatkan persaingan antarperusahaan. Namun, perusahaan juga harus mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat serta memenuhi aturan perdagangan regional.

6.Perusahaan multinasional (MNC) adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis di lebih dari satu negara.
Karakteristiknya antara lain:
1. Memiliki operasi atau anak perusahaan di beberapa negara.
2. Mengelola sumber daya secara internasional.
3. Menghadapi perbedaan ekonomi, budaya, hukum, dan politik.
4. Memiliki jaringan produksi dan distribusi internasional.
5. Menggunakan strategi global tetapi tetap menyesuaikan diri dengan kondisi lokal.
6. Menghadapi berbagai risiko internasional, seperti risiko politik dan nilai tukar.

7. Kecerdasan budaya (Cultural Intelligence/CQ) adalah kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda.
Hal ini penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena dapat membantu meningkatkan komunikasi, mengurangi kesalahpahaman, membangun hubungan kerja, meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan negosiasi, serta mengelola tim yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
Dengan kecerdasan budaya, manajer dapat bekerja lebih efektif dalam lingkungan internasional.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Nadia Asyfa Putri -
Nadia Asyfa Putri (2601014044)
1. Kondisi di mana batasan geografis, fisik, dan hukum antarnegara memudar akibat dorongan globalisasi, kemajuan teknologi komunikasi (seperti internet dan AI), serta integrasi ekonomi global. Dalam fenomena ini, informasi, modal, barang, tenaga kerja, dan ide dapat berpindah melintasi batas negara dengan instan. Beberapa isu yang menjadi perhatian khusus bagii para manager ;
- Pengelolaan Tim Virtual dan Keberagaman Budaya (Cultural Intelligence): Manajer harus memimpin tenaga kerja yang tersebar di berbagai belahan dunia. Perbedaan zona waktu, bahasa, gaya komunikasi, serta pandangan mengenai batas kerja (work-life balance) menjadi pemicu utama miskomunikasi.
- Kepatuhan Hukum dan Pajak Lintas Batas (Compliance & Payroll): Mempekerjakan talenta dari berbagai negara memaksa departemen HR dan keuangan untuk memahami serta tunduk pada undang-undang ketenagakerjaan, sistem perpajakan, dan jaminan sosial yang berbeda di tiap wilayah negara.

2. Strategi perusahaan untuk memasuki pasar luar negeri dilakukan melalui beberapa cara yang disesuaikan dengan tingkat risiko dan modalnya, mulai dari ekspor (menjual produk dalam negeri ke luar negeri) dan lisensi/waralaba (menyewakan hak merek atau teknologi) yang berisiko rendah, hingga strategi investasi lebih besar seperti aliansi strategis/joint venture (bekerja sama membentuk entitas baru dengan mitra lokal), akuisisi (membeli perusahaan lokal yang sudah berjalan), serta greenfield investment (membangun operasional dan pabrik sendiri dari nol di negara tujuan untuk kendali penuh).

3. Manajemen internasional adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya perusahaan untuk menjalankan operasi bisnis yang melintasi batas-batas negara. Perbedaan utama antara manajemen internasional dan manajemen operasi bisnis domestik terletak pada tingkat kompleksitas lingkungan operasional yang dihadapi.
-Aspek Lingkungan Hukum & Politik ; manajemen domestik tunduk pada satu sistem hukum dan pemerintahan yang sudah dipahami sedangkan manajemen internasional harus mematuhi berbagai hukum, regulasi dagang, dan risiko politik di tiap negara.
-Aspek Mata Uang & Keuangan ; manajemen domestik menggunakan satu jenis mata uang, sehingga bebas dari risiko fluktuasi nilai tukar sedangkan manajemen internasional melibatkan banyak mata uang, risiko inflasi yang berbeda, dan sistem perpajakan lintas batas.
-Sosial & Budaya ; manajemen domestik menghadapi pasar dengan budaya, bahasa, dan nilai sosial yang relatif homogen (seragam) sedangkan manajemen internasional menghadapi keberagaman budaya, bahasa, norma, dan perilaku konsumen yang sangat bervariasi.
-Aspek Faktor Produksi & Logistik ; manajemen domestik transportasinya lebih mudah dan pasokan tenaga kerja cenderung stabil dalam satu negara sedangkan manajemen internasional logistiknya lebih rumit (bea cukai, pengapalan global) dan manajemen SDM harus mengelola ekspatriat.

4. Perbedaan lingkungan ekonomi, sosial budaya, serta hukum dan politik memengaruhi operasi bisnis secara langsung dengan mengubah daya beli konsumen, strategi pemasaran, biaya kepatuhan, dan tingkat risiko operasional.

5. Aliansi perdagangan regional (seperti ASEAN, Uni Eropa, atau USMCA) mengubah wajah lingkungan bisnis internasional dengan menghapus hambatan perdagangan antarnegara anggotanya, seperti tarif bea cukai dan kuota impor. Hal ini menciptakan pasar tunggal yang lebih terintegrasi, memperlancar arus barang, jasa, modal, dan tenaga kerja lintas batas secara signifikan. Bagi perusahaan, kondisi ini menurunkan biaya operasional dan logistik secara drastis, memperluas akses ke basis konsumen yang jauh lebih besar, serta mendorong efisiensi melalui spesialisasi produksi di wilayah strategis. Namun, aliansi ini juga memperketat persaingan pasar di dalam kawasan serta menciptakan hambatan proteksionisme baru bagi perusahaan luar yang berada di luar keanggotaan aliansi tersebut.

6. Perusahaan multinasional (multinational corporation / MNC) adalah perusahaan besar yang kantor pusatnya berada di satu negara, namun memiliki fasilitas operasional, produksi, atau kantor cabang yang aktif di berbagai negara lain.

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence atau CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, beradaptasi, dan bekerja secara efektif dalam situasi yang melibatkan keberagaman budaya. CQ terdiri dari empat dimensi utama, yaitu motivasi untuk belajar budaya baru (CQ Kognitif/Metakognitif), pengetahuan tentang norma budaya, serta kemampuan menyesuaikan perilaku verbal dan nonverbal (CQ Perilaku).Bagi manajer yang bekerja di luar negeri, kecerdasan budaya sangat penting karena mencegah miskomunikasi, meningkatkan efektivitas kepemimpinan, serta memperlancar negosiasi bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Dafa Patra Prastya -
2651014002

1. Dunia Tanpa Batas
Globalisasi membuat batas negara makin kabur dalam bisnis. Isu utama manajer: persaingan global, kelola SDM lintas budaya, rantai pasok rentan gangguan, regulasi berbeda tiap negara, dan adaptasi teknologi cepat.

2. Strategi Masuk Pasar
•Ekspor
•Lisensi
•Waralaba
• Aliansi Strategis
•Investasi Langsung
• Akuisisi. Urutan ini dari risiko/kontrol rendah ke tinggi.

3. Manajemen Internasional vs Domestik
Manajemen internasional = kelola operasi lintas negara.
Bedanya dengan domestik= hadapi budaya,hukum,ekonomi beragam, risiko nilai tukar, komunikasi lintas bahasa, dan koordinasi lintas zona waktu.

4. Pengaruh Lingkungan terhadap Bisnis
- Ekonomi: daya beli, biaya, nilai tukar
- Sosial-budaya: kebiasaan konsumen, cara kelola karyawan
- Hukum-politik: stabilitas, regulasi, risiko investasi

5. Aliansi Perdagangan Regional
Contoh: UE, USMCA, ASEAN. Efeknya: hapus tarif antaranggota, ciptakan pasar besar terintegrasi, standarisasi regulasi, tapi bisa jadi hambatan bagi non-anggota.

6. Karakteristik MNC
Beroperasi di banyak negara, punya kantor pusat , anak perusahaan di luar negeri, kelola sumber daya lintas batas, perspektif keputusan global, skala besar dan berpengaruh secara ekonomi.

7. Kecerdasan Budaya
Kemampuan beradaptasi dalam situasi lintas budaya. Penting karena membantu hindari salah paham, tingkatkan efektivitas kepemimpinan, bangun kepercayaan dengan mitra lokal, dan kurangi risiko kegagalan penugasan internasional.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Muhammad Makky Arzacky -

NPM:2601014053 

1. Borderless world adalah keadaan ketika batas antarnegara dalam bisnis semakin tidak terasa karena adanya globalisasi dan teknologi. Manajer perlu memperhatikan perbedaan budaya, ekonomi, teknologi, persaingan, serta aturan di setiap negara.

2. Perusahaan dapat masuk ke pasar luar negeri melalui ekspor, lisensi, waralaba, joint venture, atau membuka cabang di negara lain.

3. Manajemen internasional adalah kegiatan mengelola bisnis yang dilakukan di beberapa negara. Bedanya dengan bisnis domestik, manajemen internasional harus menghadapi perbedaan budaya, hukum, ekonomi, politik, dan mata uang.

4. Perbedaan ekonomi, budaya, hukum, dan politik dapat memengaruhi harga, pemasaran, cara kerja, serta aturan yang harus diikuti perusahaan. Karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan kondisi setiap negara.

5. Aliansi perdagangan regional membuat perdagangan antarnegara lebih mudah dengan mengurangi hambatan perdagangan. Hal ini dapat memperluas pasar, tetapi juga membuat persaingan semakin ketat.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang menjalankan bisnis di beberapa negara. Biasanya perusahaan tersebut memiliki kantor pusat dan cabang atau anak perusahaan di negara lain.

7. Kecerdasan budaya adalah kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Hal ini penting agar manajer dapat berkomunikasi dengan baik, menghindari kesalahpahaman, dan bekerja sama dengan orang dari budaya lain.



In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Puspa Prameswara -
NPM: 2601014045

1. Fenomena borderless world adalah kondisi ketika batas antarnegara semakin tidak menjadi hambatan dalam kegiatan bisnis karena perkembangan teknologi, komunikasi, transportasi, dan perdagangan internasional. Perusahaan dapat menjangkau konsumen dan bekerja sama dengan pihak dari berbagai negara. Isu yang perlu diperhatikan manajer antara lain persaingan global, perbedaan budaya, perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, serta perubahan politik dan peraturan di berbagai negara.

2. Strategi memasuki pasar luar negeri dapat dilakukan melalui ekspor, lisensi, waralaba (franchising), joint venture, dan investasi langsung. Ekspor memiliki risiko relatif lebih rendah, sedangkan investasi langsung memberikan kontrol yang lebih besar terhadap kegiatan bisnis di negara tujuan. Perusahaan memilih strategi berdasarkan modal, risiko, tujuan, dan kondisi pasar.

3. Manajemen internasional adalah proses mengelola sumber daya dan kegiatan perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan manajemen domestik terletak pada lingkungan yang dihadapi. Manajemen internasional harus mempertimbangkan perbedaan budaya, bahasa, ekonomi, hukum, politik, serta kondisi pasar antarnegara, sedangkan manajemen domestik lebih berfokus pada kondisi dalam satu negara.

4. Perbedaan lingkungan tersebut dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan kegiatan bisnis.
- Lingkungan ekonomi memengaruhi daya beli dan kondisi pasar.
- Sosial-budaya memengaruhi perilaku konsumen dan cara berkomunikasi.
- Hukum menentukan aturan yang harus dipatuhi perusahaan, sedangkan politik dapat memengaruhi stabilitas dan kebijakan bisnis.
Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan strategi dengan kondisi setiap negara.

5. Aliansi perdagangan regional merupakan kerja sama beberapa negara untuk mempermudah kegiatan perdagangan. Aliansi ini dapat mengurangi hambatan perdagangan seperti tarif dan pembatasan impor sehingga perusahaan lebih mudah memasuki pasar negara anggota. Dampaknya, peluang pasar menjadi lebih luas, tetapi persaingan antarperusahaan juga semakin meningkat.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis di beberapa negara. Karakteristiknya antara lain memiliki operasi atau investasi di berbagai negara, mengelola sumber daya secara global, memiliki pasar internasional, serta menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi masing-masing negara.

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menghargai, dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Hal ini penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri agar mampu berkomunikasi dengan baik, menghindari kesalahpahaman budaya, membangun hubungan kerja yang baik, dan mengambil keputusan yang sesuai dengan budaya setempat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by MIRANDA TAQILA ARUM -
NPM : 2601014047

1. Dunia tanpa batas (borderless world) adalah kondisi di mana batas-batas negara tidak lagi menjadi penghalang bagi aliran barang, jasa, uang, informasi, dan manusia. Fenomena ini didorong oleh kemajuan teknologi digital, internet, dan kerja sama ekonomi global.
• Isu Khusus yang Menjadi Perhatian Manajer :
a. Manajemen Lintas Budaya (Cross-Cultural Management)
b. Keamanan Siber dan Privasi Data (Cybersecurity)
c. Fleksibilitas Kerja Remote (Remote Working)
d. Rantai Pasok Global (Global Supply Chain)
e. Kepatuhan Hukum dan Pajak (Compliance)

2. Strategi memasuki pasar luar negeri adalah rencana tindakan yang digunakan perusahaan untuk mengenalkan produk atau jasanya ke negara lain.
a. Ekspor (Exporting) : penjualan barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri.
b. Lisensi (Licensing) : perusahaan memberikan izin kepada perusahaan asing untuk menggunakan hak kekayaan intelektual (seperti hak paten atau merek) dengan bayaran royalti.
c. Waralaba (Franchising) : memberikan paket bisnis lengkap (merek, sistem operasional, dan pelatihan) kepada pihak lain di luar negeri, sering dipakai di sektor ritel atau makanan.
d. Usaha Patungan (Joint Venture) : kerja sama mendirikan perusahaan baru di negara luar yang kepemilikan dan modalnya dibagi bersama mitra lokal.
e. Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment / Subsidiary) : membangun fasilitas produksi, kantor, atau anak perusahaan sendiri secara utuh di negara tujuan (wholly owned subsidiary).

3. • Pengertian manajemen internasional adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pimpinan, dan pengendalian kegiatan bisnis yang melampaui batas satu negara.
• Perbedaan dengan manajemen operasi bisnis domestik adalah manajemen internasional menghadapi lingkungan yang lebih kompleks. Manajer internasional harus memahami berbagai perbedaan budaya, bahasa, sistem hukum, politik, ekonomi, serta nilai sosial di setiap negara. Sementara itu, manajemen domestik umumnya hanya beroperasi dalam satu negara dengan lingkungan yang lebih seragam.

4. A. Lingkungan Ekonomi
•Sistem Ekonomi: Perbedaan antara ekonomi pasar bebas, komando, atau campuran memengaruhi tingkat kebebasan harga, kepemilikan swasta, dan campur tangan pemerintah.
•Daya Beli dan Inflasi: Pendapatan per kapita yang berbeda menentukan penetapan harga produk, jenis penawaran (barang mewah atau kebutuhan pokok), serta strategi pemasaran.
•Infrastruktur dan Biaya: Ketersediaan infrastruktur fisik dan digital yang tidak merata berdampak langsung pada efisiensi rantai pasok dan biaya operasional.
B. Lingkungan Sosial-Budaya
•Norma dan Nilai: Perbedaan kebiasaan, tradisi, dan orientasi nilai (seperti tingkat individualisme atau kolektivisme) memengaruhi preferensi serta penerimaan produk oleh konsumen.
•Bahasa dan Komunikasi: Gaya komunikasi yang berbeda menuntut penyesuaian strategi promosi, negosiasi, dan pelayanan pelanggan agar tidak terjadi salah paham.
•Agama dan Demografi: Faktor demografi, tingkat pendidikan, dan keyakinan keagamaan membentuk etos kerja di tempat kerja serta waktu operasional yang sesuai dengan norma lokal.
C. Lingkungan Hukum dan Politik
•Stabilitas Politik: Risiko konflik, pergolakan politik, atau nasionalisasi aset dapat mengancam keamanan aset fisik dan keselamatan karyawan.
•Regulasi dan Kebijakan Perdagangan: Tarif, kuota impor, sanksi ekonomi, atau perjanjian perdagangan bebas membatasi atau justru mempermudah akses ke pasar luar.
•Kepastian Hukum: Perbedaan sistem hukum (seperti common law atau civil law) memengaruhi perlindungan hak kekayaan intelektual, kepatuhan kontrak, dan kepastian hukum bagi investor asing.

5. Aliansi regional adalah kesepakatan antara beberapa negara yang berada di wilayah yang sama untuk bekerja sama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Contoh terkenalnya adalah Uni Eropa (EU) atau ASEAN.
Aliansi perdagangan regional mengubah wajah lingkungan bisnis internasional dengan menghilangkan hambatan dagang antarnegara tetangga, sehingga pasar menjadi lebih luas, kompetisi semakin ketat, dan rantai pasok menjadi lebih global. Namun, perusahaan juga menghadapi persaingan yang lebih luas karena produk dari negara lain lebih mudah masuk ke pasar domestik.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan besar yang beroperasi dan memiliki fasilitas produksi atau layanan di lebih dari satu negara.
• Karakteristik Utama
a. Operasi lintas negara: Beroperasi di setidaknya dua negara atau lebih dengan mendirikan cabang, anak perusahaan, atau fasilitas produksi di luar negara asal.
b. Manajemen terpusat: Memiliki kantor pusat di negara asal yang memegang kendali penuh atas kebijakan strategis, visi, dan misi utama secara global.
c. Penggunaan teknologi canggih: Memanfaatkan teknologi mutakhir dalam proses produksi, komunikasi, dan distribusi untuk menjaga efisiensi tinggi di seluruh cabang.
d. Kontrol modal yang kuat: Memiliki aset, modal, dan kekuatan finansial yang sangat besar, bahkan terkadang melebihi produk domestik bruto (PDB) beberapa negara kecil.
e. Visi dan misi mendunia: Orientasi pasar yang bersifat global, di mana produk dan strategi pemasaran disesuaikan untuk menjangkau konsumen di berbagai belahan dunia.
f. Standarisasi dan fleksibilitas: Menerapkan sistem manajemen global dan etos kerja terukur, namun sering kali memberikan kebebasan tertentu bagi anak perusahaan untuk menyesuaikan strategi promosi atau iklan dengan budaya lokal.

7. Kecerdasan budaya (Cultural Intelligence atau CQ) adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi, berkomunikasi, dan berfungsi secara efektif dalam lingkungan atau situasi yang memiliki keragaman budaya baru serta asing.
• Alasan Pentingnya Kecerdasan Budaya bagi Manajer di Luar Negeri
a. Mencegah Kegagalan Operasional: Ketidaktahuan terhadap nilai budaya lokal dapat memicu konflik serius, salah komunikasi, atau penolakan dari staf dan mitra bisnis setempat.
b. Meningkatkan Keterikatan Tim (Employee Engagement): Manajer yang memiliki kecerdasan budaya tinggi mampu bersikap lebih inklusif dan suportif, sehingga karyawan merasa dihargai dan termotivasi.
c. Mempermudah Adaptasi dan Kinerja Ekspatriat: Membantu manajer mengatasi gegar budaya (culture shock) dengan cepat agar tetap produktif dalam lingkungan asing.
d. Mendorong Inovasi dan Strategi Bisnis: Memudahkan manajer membaca peluang pasar baru serta menyesuaikan produk atau layanan agar diterima oleh demografi lokal.
e. Membangun Reputasi Global: Memperkuat kepercayaan dari klien, investor, dan pemangku kepentingan internasional melalui interaksi yang etis dan menghormati adat setempat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Iqrom budi Pratama -
NPM : 2601014043

1. Borderless World Ialah Keadaan ketika batas antarnegara semakin tidak menjadi penghalang dalam kegiatan bisnis akibat globalisasi dan teknologi. Manajer perlu memperhatikan persaingan, budaya, teknologi, ekonomi, hukum, dan politik.

2. Strategi memasuki pasar luar negeri Perusahaan dapat menggunakan strategi ekspor, lisensi, waralaba, kerja sama, dan investasi langsung.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan bisnis yang dilakukan di berbagai negara. Perbedaannya dengan bisnis domestik adalah lingkungan bisnis internasional lebih kompleks karena adanya perbedaan budaya, hukum, ekonomi, dan politik.

4. Perbedaan lingkungan bisnis Perbedaan ekonomi, sosial-budaya, hukum, dan politik dapat memengaruhi cara perusahaan menentukan harga, pemasaran, kegiatan operasional, dan pengambilan keputusan.

5. Aliansi perdagangan regional mempermudah perdagangan antarnegara dengan mengurangi hambatan perdagangan dan memperluas peluang pasar.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis dan memiliki operasi di beberapa negara.

7. Kecerdasan budaya adalah kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Hal ini penting agar manajer dapat berkomunikasi dan bekerja secara efektif dengan orang dari budaya lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Mathea Aurel Winpor -
Mathea Aurel Winpor
NPM : 2601014048

1. Fenomena Borderless World Merupakan situasi di mana batas-batas geografis dan politik antarnegara menjadi kabur dalam hal aktivitas ekonomi dan bisnis.

Isu yang Menjadi Perhatian Manajer yaitu
a. Peningkatan Ketidakpastian Lingkungan. Krisis di suatu belahan dunia (misalnya krisis ekonomi atau politik) dengan cepat berdampak ke negara lain.
b. Tuntutan Global Mind-set. Kemampuan manajer untuk mengapresiasi dan memengaruhi individu, kelompok, organisasi, dan sistem yang memiliki karakteristik sosial, budaya, dan politik yang berbeda.
c. Dilema Standarisasi vs. Lokalisasi. Manajer harus memilih antara menyamakan produk secara global untuk menghemat biaya atau menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal pasar setempat.

2. Strategi Memasuki Pasar Global (Market Entry Strategies)Perusahaan dapat memilih beberapa strategi untuk mengembangkan pasar ke luar negeri, mulai dari risiko terkecil hingga terbesar.
a. Ekspor (Exporting). Strategi pemasaran di mana perusahaan mempertahankan fasilitas produksinya di dalam negeri dan mengirimkan produknya untuk dijual ke luar negeri.
b. Lisensi (Licensing). Pengaturan di mana pemilik lisensi (perusahaan domestik) menyediakan sumber daya tertentu kepada penerima lisensi (perusahaan asing) agar dapat memproduksi dan memasarkan produk yang serupa.
c. Waralaba (Franchising). Bentuk lisensi di mana perusahaan menyediakan paket lengkap berupa merek, material, dan sistem operasi kepada pihak asing dengan imbalan biaya tertentu.
d. Aliansi Strategis dan Usaha Patungan (Joint Venture). Kemitraan antara dua atau lebih perusahaan untuk berbagi biaya dan risiko dalam mendirikan entitas bisnis baru di pasar luar negeri.
e.Investasi Langsung (Greenfield Venture). Strategi tingkat tinggi di mana perusahaan membangun fasilitas produksinya sendiri yang sepenuhnya dimiliki (wholly-owned subsidiary) dari awal di negara tujuan.

3. Manajemen internasional adalah proses manajemen (perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian) dalam organisasi yang menjalankan bisnisnya di lebih dari satu negara.Perbedaan utamanya dengan manajemen operasi bisnis domestik terletak pada tingkat kerumitannya.

4. Perbedaan lingkungan global sangat memengaruhi keberhasilan operasi bisnis luar negeri. Mulai dari sisi
- Lingkungan Ekonomi. Faktor seperti tingkat pembangunan ekonomi, ketersediaan infrastruktur, tingkat inflasi, dan nilai tukar mata uang.
- Lingkungan Sosial-Budaya: Perbedaan nilai-nilai sosial (seperti dimensi budaya Hofstede. power distance, individualism, masculinity, uncertainty avoidance, dan long-term orientation), bahasa, agama, serta gaya hidup
- Lingkungan Hukum dan Politik. Risiko politik serta perbedaan peraturan hukum (tarif, kuota dagang, hukum ketenagakerjaan) menentukan tingkat keamanan investasi dan operasional perusahaan di negara tujuan.

5. Pengaruh Aliansi Perdagangan RegionalAliansi perdagangan (seperti European Union, NAFTA/USMCA, atau ASEAN) mengubah lingkungan bisnis dengan menghilangkan atau meminimalkan hambatan perdagangan (seperti tarif dan kuota) di antara negara anggota. Hal ini menciptakan pasar tunggal yang sangat besar, meningkatkan efisiensi rantai pasok, mendorong investasi, tetapi juga menaikkan intensitas persaingan antarperusahaan di dalam kawasan tersebut.

6. Karakteristik utama sebuah MNC meliputi.
• Mengelola fasilitas dan aset di lebih dari satu negara.
• Memiliki komitmen global untuk mencari pasar, bahan baku, dan tenaga kerja di seluruh dunia.
• Dikendalikan oleh satu kantor pusat korporat, namun memberikan otonomi operasional kepada anak perusahaan lokal.
• Memiliki orientasi strategis tertentu, yaitu Ethnocentric (fokus pada negara asal), Polycentric (berorientasi pada pasar lokal masing-masing negara), atau Geocentric (benar-benar berorientasi global tanpa batas negara).

7. Kecerdasan budaya adalah Kemampuan seseorang untuk mengamati, memahami, menganalisis, dan beradaptasi secara efektif dalam situasi yang memiliki keberagaman budaya (meliputi aspek kognitif, motivasional, dan perilaku).

Mengapa Penting karena Manajer di luar negeri membutuhkan CQ tinggi untuk menghindari gegar budaya (culture shock), memimpin tim multikultural dengan efektif, membangun hubungan bisnis yang harmonis, serta meminimalkan kesalahpahaman dalam negosiasi global.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by KEYSA PUTRI ZAHRA -
NPM:2651014014

1. Borderless world atau dunia tanpa batas adalah kondisi ketika batas-batas geografis antarnegara semakin kurang menghambat aktivitas bisnis. Kemajuan teknologi informasi, internet, komunikasi, transportasi, dan perdagangan internasional membuat perusahaan dapat melakukan kegiatan bisnis di berbagai negara dengan lebih mudah.
isu yang menjadi perhatian manajer adalah perjuangan global,perbedaan budaya,perkembangan teknologi, Perbedaan hukum dan regulasi

2. Strategi memasuki pasar luar negeri: Ekspor, lisensi, waralaba, joint venture, aliansi strategis, dan investasi langsung

3. Manajemen internasional: Mengelola bisnis di berbagai negara. Berbeda dengan domestik karena menghadapi perbedaan budaya, ekonomi, hukum, politik, dan mata uang.

4. Perbedaan lingkungan: Memengaruhi cara perusahaan menetapkan harga, pemasaran, tenaga kerja, produksi, serta mematuhi aturan setempat.

5. Aliansi perdagangan regional: Mempermudah perdagangan antarnegara anggota melalui pengurangan tarif dan hambatan perdagangan sehingga persaingan dan pasar internasional semakin terbuka.

6.Perusahaan multinasional: Beroperasi di banyak negara, memiliki cabang atau anak perusahaan di luar negeri, serta mengelola sumber daya dan strategi secara global.

7. Kecerdasan budaya: Kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya lain. Penting agar manajer dapat berkomunikasi, bekerja sama, dan menghindari konflik budaya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Daffy Ibrahim -
Daffy Ibrahim NPM : 2651014017

1. Borderless world adalah kondisi ketika perkembangan teknologi, komunikasi, dan perdagangan membuat bisnis semakin terhubung tanpa batas negara. Perusahaan dapat memperoleh modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, dan pelanggan dari berbagai negara.
Isu yang perlu diperhatikan manajer antara lain perbedaan budaya, persaingan global, outsourcing, perubahan ekonomi, serta perbedaan hukum dan politik antarnegara.

2. Beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah:
• Ekspor, yaitu menjual produk dari negara asal ke negara lain.
•Outsourcing/Offshoring, menggunakan tenaga kerja atau sumber daya dari negara lain.
•Lisensi, memberikan hak penggunaan merek, teknologi, atau paten kepada perusahaan asing.
•Waralaba (franchise), memberikan paket bisnis lengkap kepada pihak asing.
•Investasi langsung, yaitu terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis atau fasilitas di negara lain, seperti joint venture dan greenfield venture.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan operasi bisnis yang dilakukan di lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan bisnis domestik adalah manajemen internasional menghadapi risiko dan kompleksitas yang lebih tinggi, seperti perbedaan budaya, ekonomi, hukum, politik, nilai tukar, dan kebiasaan kerja.

4. Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
•Ekonomi: nilai tukar, inflasi, suku bunga, pembangunan ekonomi, dan ketersediaan sumber daya dapat memengaruhi biaya dan keuntungan.
•Sosial-budaya: perbedaan bahasa, nilai, norma, agama, dan kebiasaan memengaruhi komunikasi, kepemimpinan, serta perilaku konsumen dan karyawan.
•Hukum-politik: peraturan, pajak, kebijakan pemerintah, ketidakstabilan politik, dan risiko politik dapat memengaruhi kegiatan dan keberlangsungan perusahaan.

5. Aliansi perdagangan regional mengurangi hambatan dan tarif perdagangan antarnegara anggota serta meningkatkan arus barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja. Contohnya Uni Eropa dan NAFTA. Hal ini menciptakan pasar yang lebih luas dan meningkatkan peluang bisnis, tetapi juga dapat meningkatkan persaingan.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di berbagai negara dan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari operasi di luar negara asal. Karakteristiknya:
•Memiliki sistem bisnis global yang terintegrasi.
•Memiliki afiliasi di berbagai negara.
•Dapat memindahkan modal, teknologi, dan SDM antarnegara.
•Pengambilan keputusan strategis terkoordinasi.
•Memiliki perspektif global dan melihat dunia sebagai satu pasar.

7. Kecerdasan budaya (CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda. CQ terdiri dari kognitif, emosional, dan fisik.
CQ penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami perbedaan budaya, berkomunikasi dengan efektif, mengurangi gegar budaya, dan membangun hubungan kerja yang baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Eka Septia Ramadhani -
NPM : 2601014042

1. Borderless world adalah kondisi saat batas antarnegara makin kabur akibat pesatnya teknologi, komunikasi, dan perdagangan, sehingga arus bisnis internasional menjadi jauh lebih mudah. Isu penting yang harus diperhatikan manajer mencakup ketatnya persaingan global, perkembangan teknologi yang cepat, keragaman budaya, kondisi ekonomi lokal, serta perbedaan aturan hukum dan politik di setiap negara.

2. Perusahaan dapat memasuki pasar luar negeri melalui beberapa strategi, mulai dari ekspor, lisensi, waralaba, bentuk kerja sama seperti joint venture, hingga membangun atau membuka cabang sendiri secara penuh di negara tujuan.

3. Manajemen internasional adalah proses mengelola seluruh kegiatan bisnis yang beroperasi di beberapa negara sekaligus. Perbedaan utamanya dengan bisnis domestik terletak pada kompleksitasnya, sebab manajer harus menghadapi variasi mata uang, perbedaan budaya kerja, regulasi hukum, serta risiko politik di tiap negara.

4. Lingkungan ekonomi memengaruhi tingkat pendapatan, daya beli, dan penentuan harga produk, lingkungan sosial-budaya menentukan selera, kebiasaan, dan penerimaan konsumen, sedangkan lingkungan hukum dan politik menetapkan aturan main serta tingkat keamanan berinvestasi. Oleh karena itu, perusahaan wajib menyesuaikan strateginya dengan kondisi unik di setiap negara.

5. Aliansi perdagangan regional mengubah bisnis internasional dengan cara memangkas tarif bea masuk dan meminimalkan hambatan regulasi antarnegara anggota. Hal ini memudahkan ekspansi produk, memperluas cakupan pasar, memperlancar arus investasi, sekaligus meningkatkan persaingan antarperusahaan di dalam kawasan tersebut.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan besar yang memiliki fasilitas operasional atau anak perusahaan di beberapa negara. Karakteristik utamanya adalah memiliki strategi global terintegrasi dari kantor pusat, memanfaatkan sumber daya internasional, serta mampu beradaptasi dengan kondisi dan budaya di tiap wilayah operasi.

7. Kecerdasan budaya adalah kemampuan seseorang untuk memahami, beradaptasi, dan berinteraksi secara efektif dalam lingkungan multikultural. Hal ini sangat penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri agar mampu memimpin tim yang beragam, memperlancar komunikasi dan negosiasi bisnis, serta mencegah kesalahpahaman akibat perbedaan budaya
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Galang Bagus Aditya -
NPM: 2601014041

1. Fenomena dunia tanpa batas (borderless world) adalah kondisi ketika perkembangan teknologi, komunikasi, transportasi, dan perdagangan internasional membuat kegiatan bisnis antarnegara semakin mudah dilakukan. Perusahaan dapat memperluas pasar, memperoleh sumber daya dari berbagai negara, dan menghadapi persaingan global. Namun, manajer tetap perlu memperhatikan perbedaan budaya, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, kebijakan pemerintah, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan agar kegiatan bisnis dapat berjalan efektif.

2. Strategi memasuki pasar luar negeri merupakan cara perusahaan mengembangkan kegiatan bisnisnya ke negara lain. Strategi yang umum digunakan meliputi ekspor, lisensi, waralaba, usaha patungan, aliansi strategis, dan investasi langsung asing. Pemilihan strategi disesuaikan dengan tujuan perusahaan, kemampuan sumber daya, tingkat risiko, serta kebutuhan pengendalian terhadap kegiatan usaha di negara tujuan.

3. Manajemen internasional adalah proses mengelola kegiatan bisnis yang melibatkan lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan manajemen operasi bisnis domestik terletak pada lingkungan dan kompleksitas kegiatan yang dihadapi. Manajemen internasional harus mempertimbangkan perbedaan ekonomi, budaya, hukum, politik, serta nilai tukar antarnegara, sedangkan manajemen domestik lebih berfokus pada kegiatan usaha dalam satu negara.

4. Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi kegiatan operasional perusahaan. Kondisi ekonomi memengaruhi daya beli, harga, dan biaya produksi; lingkungan sosial-budaya memengaruhi perilaku konsumen dan hubungan kerja; sedangkan hukum dan politik memengaruhi perizinan, pajak, ketenagakerjaan, serta keamanan investasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan strategi dan operasinya dengan kondisi negara tujuan.

5. Aliansi perdagangan regional merupakan kerja sama ekonomi antarnegara dalam suatu kawasan untuk mengurangi hambatan perdagangan. Kerja sama ini dapat memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta mempermudah kegiatan ekspor-impor. Namun, aliansi perdagangan regional juga meningkatkan persaingan karena perusahaan dari negara anggota dapat memasuki pasar yang sama.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang memiliki atau mengendalikan kegiatan usaha di lebih dari satu negara. Karakteristiknya meliputi kegiatan produksi atau pemasaran lintas negara, investasi langsung asing, pengelolaan sumber daya global, serta kemampuan menyesuaikan strategi perusahaan dengan kondisi pasar lokal. Perusahaan multinasional juga menghadapi perbedaan budaya, ekonomi, hukum, dan politik di negara tempatnya beroperasi.

7. Kecerdasan budaya (Cultural Intelligence/CQ) adalah kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Kecerdasan budaya penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena membantu meningkatkan komunikasi, mengurangi kesalahpahaman, mengelola konflik, dan membangun hubungan kerja yang baik. Dengan kecerdasan budaya, manajer dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan dan pengambilan keputusan dengan kondisi budaya setempat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Nazwa Aura Khalifah Nuril Lail -
NPM: 2601014049
1.Fenomena borderless world menunjukkan bahwa kegiatan bisnis semakin melampaui batas-batas negara. Perusahaan dapat melakukan kegiatan seperti ekspor, outsourcing, licensing, franchising, dan investasi langsung di berbagai negara. Perkembangan internet dan biaya telekomunikasi yang semakin rendah juga memungkinkan perusahaan melakukan lebih banyak pekerjaan di negara lain.

2.Strategi memasuki pasar luar negeri adalah dengan melakukan ekspor, global outsourcing, licensing, franchising, dan direct investing. Ekspor dilakukan dengan menjual produk ke negara lain. Global outsourcing berarti melakukan pembagian kerja internasional agar pekerjaan dapat dilakukan di negara dengan sumber tenaga kerja dan persediaan yang lebih murah. Licensing dilakukan dengan memberikan sumber daya seperti teknologi, keterampilan manajerial, serta hak paten atau merek kepada perusahaan di negara lain. Franchising merupakan bentuk licensing dengan memberikan paket lengkap bahan dan layanan. Sementara itu, direct investing dilakukan melalui investasi langsung dan salah satu bentuknya adalah joint venture dengan perusahaan di negara lain.

3.Manajemen internasional membahas kegiatan bisnis yang dilakukan di lingkungan internasional, yaitu ketika perusahaan melakukan kegiatan di lebih dari satu negara. Dalam teks, kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui ekspor, outsourcing, licensing, franchising, investasi langsung, dan joint venture.

4.Perbedaan lingkungan ekonomi, sosial-budaya, serta hukum dan politik di berbagai negara dapat memengaruhi operasi bisnis karena perusahaan yang beroperasi secara internasional harus menyesuaikan kegiatannya dengan kondisi negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.

5. Aliansi perdagangan regional mengubah lingkungan bisnis internasional dengan mengurangi hambatan perdagangan seperti tarif dan kuota. Hal ini mempermudah perusahaan untuk memasuki pasar negara lain, meningkatkan perdagangan dan investasi, tetapi juga membuat persaingan antarperusahaan semakin ketat.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis di beberapa negara. Perusahaan ini memiliki kantor atau cabang di berbagai negara, menggunakan sumber daya internasional, serta menyesuaikan strategi bisnisnya dengan kondisi pasar dan budaya setiap negara.

7. Kecerdasan budaya adalah kemampuan untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Hal ini penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri agar dapat berkomunikasi dengan baik, menghindari kesalahpahaman, membangun hubungan kerja, dan memimpin karyawan dari berbagai budaya secara efektif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Dafa Aditya Pratama -
NPM : 2601014050

1. Dunia Tanpa Batas (Borderless World)
Kondisi di mana batas negara memudar akibat arus informasi, modal, dan barang yang terjadi secara real-time. Isu spesifik manajer:
​Keamanan Data Lintas Batas: Kepatuhan terhadap regulasi privasi antarnegara (seperti GDPR).
​Kerentanan Rantai Pasok: Distrupsi lokal (seperti konflik geopolitik) yang berdampak langsung pada pasokan global.
​Standar Etika Kerja: Penyelarasan standar upah dan kondisi kerja agar tetap adil di setiap negara operasional.
​2. Strategi Memasuki Pasar Luar Negeri
​Ekspor: Fokus pada kapasitas produksi dalam negeri tanpa investasi fisik di luar negeri.
​Lisensi & Waralaba: Alih teknologi atau konsep bisnis (franchise fee) tanpa modal kapital besar.
​Aliansi Strategis / Joint Venture: Berbagi ekuitas dan lisensi lokal dengan mitra setempat untuk mengatasi hambatan regulasi.
​Investasi Langsung (FDI / Wholly Owned): Membangun fasilitas dari nol (greenfield) atau membeli perusahaan lokal (m&a) demi kendali penuh atas aset dan operasi.
​3. Perbedaan Manajemen Internasional dan Domestik
Manajemen internasional beroperasi melampaui satu yurisdiksi. Perbedaan spesifiknya:
​Risiko Valuta Asing: Adanya potensi kerugian akibat fluktuasi nilai tukar mata uang.
​Risiko Politik: Ancaman nasionalisasi aset, perubahan tarif impor secara mendadak, atau perang dagang.
​Manajemen Jarak & Waktu: Kompleksitas koordinasi operasi lintas zona waktu dan budaya kerja.
​4. Pengaruh Lingkungan terhadap Operasi Bisnis
​Ekonomi: Infrastruktur lokal (transportasi/internet) menentukan efisiensi distribusi, sedangkan tingkat inflasi menentukan margin keuntungan.
​Sosial-Budaya: Gaya kepemimpinan (hierarki vs kesetaraan) serta perilaku konsumen (kebutuhan penyesuaian/lokalisasi produk).
​Hukum & Politik: Kepastian hukum atas perlindungan hak cipta (HAKI), regulasi tenaga kerja lokal, dan kebijakan repatriasi laba.
​5. Dampak Aliansi Perdagangan Regional
​Efisiensi Biaya: Penghapusan bea masuk (tarif 0%) menurunkan biaya produksi dan logistik.
​Spesialisasi Wilayah: Perusahaan dapat menempatkan tahap produksi tertentu di negara yang biaya tenaga kerjanya paling efisien.
​Standarisasi Regulasi: Penyederhanaan prosedur bea cukai dan dokumen perdagangan antarnegara anggota.
​6. Karakteristik Perusahaan Multinasional (MNC)
​Transfer Teknologi: Rutin memindahkan inovasi dan metode kerja dari kantor pusat ke anak perusahaan.
​Pengambilan Keputusan Terintegrasi: Menggunakan strategi ethnocentric, polycentric, atau geocentric dalam tata kelola global.
​Skala Ekonomi: Memanfaatkan volume produksi global untuk menekan biaya per unit secara signifikan.
​7. Kecerdasan Budaya (CQ) & Peran Manajer
CQ terdiri dari aspek kognitif (pemahaman norma), motivasi (keinginan beradaptasi), dan perilaku (penyesuaian komunikasi verbal/non-verbal).
​Sangat penting bagi manajer ekspatriat untuk:
​Negosiasi Efektif: Memahami taktik bernegosiasi yang sensitif terhadap norma lokal.
​Retensi Tenaga Kerja Lokal: Mengurangi tingkat turnover karyawan lokal akibat gaya manajemen yang otoriter atau tidak sesuai.
​Penyelesaian Konflik: Meminimalkan gesekan antaranggota tim yang berasal dari latar belakang budaya berbeda.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Sere Mawar Sharoon Manurung -
NPM: 2601014056

1. Fenomena dunia tanpa batas (borderless world) adalah keadaan ketika batas antarnegara semakin tidak menjadi penghalang dalam kegiatan bisnis dan ekonomi. Perkembangan teknologi informasi, internet, komunikasi, dan transportasi membuat perusahaan dapat melakukan kegiatan bisnis di berbagai negara dengan lebih mudah. Dalam kondisi ini, manajer perlu memperhatikan berbagai isu, seperti persaingan global, perbedaan budaya, perkembangan teknologi, perubahan politik dan hukum, keamanan data, serta masalah lingkungan dan keberlanjutan.

2. Perusahaan dapat menggunakan beberapa strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar luar negeri. Strategi tersebut antara lain melakukan ekspor, memberikan lisensi, menggunakan sistem waralaba (franchising), melakukan joint venture dengan perusahaan asing, membentuk aliansi strategis, serta melakukan investasi langsung di luar negeri. Pemilihan strategi tersebut disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, modal yang dimiliki, tingkat risiko, dan kondisi pasar negara tujuan.

3. Manajemen internasional adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian kegiatan perusahaan yang melibatkan lebih dari satu negara. Manajemen internasional berbeda dengan manajemen domestik karena manajemen internasional harus menghadapi perbedaan budaya, bahasa, hukum, politik, kondisi ekonomi, serta mata uang di berbagai negara. Sementara itu, manajemen domestik biasanya menjalankan kegiatan bisnis dalam satu negara sehingga lingkungan bisnis yang dihadapi relatif lebih seragam.

4. Perbedaan lingkungan ekonomi, sosial-budaya, hukum, dan politik di berbagai negara dapat memengaruhi kegiatan operasi bisnis. Perbedaan kondisi ekonomi dapat memengaruhi daya beli masyarakat, harga produk, investasi, dan keuntungan perusahaan. Perbedaan sosial dan budaya dapat memengaruhi selera konsumen, cara berkomunikasi, serta cara bekerja. Perbedaan hukum dapat membuat perusahaan harus menyesuaikan aturan mengenai pajak, tenaga kerja, perdagangan, dan perlindungan konsumen. Selain itu, kondisi politik suatu negara juga dapat memengaruhi keamanan investasi dan kelancaran kegiatan bisnis.

5. Aliansi perdagangan regional merupakan kerja sama antara beberapa negara dalam suatu kawasan untuk mempermudah kegiatan perdagangan dan ekonomi. Aliansi tersebut dapat mengurangi hambatan perdagangan, seperti tarif dan pembatasan impor, sehingga perusahaan lebih mudah memasuki pasar negara anggota. Dengan adanya aliansi perdagangan regional, pasar perusahaan menjadi lebih luas, persaingan meningkat, dan kerja sama serta investasi antarnegara menjadi lebih mudah.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis di dua negara atau lebih. Perusahaan multinasional biasanya memiliki kantor pusat di satu negara dan memiliki cabang atau anak perusahaan di negara lain. Perusahaan ini menggunakan sumber daya dari berbagai negara, melayani pasar internasional, serta harus mampu menghadapi perbedaan budaya, ekonomi, hukum, dan politik di setiap negara tempat perusahaan beroperasi.

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menghargai, dan menyesuaikan diri dengan perbedaan budaya ketika berinteraksi dengan orang dari budaya lain. Kecerdasan budaya sangat penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena dapat membantu mereka berkomunikasi dengan baik, menghindari kesalahpahaman, mengurangi konflik, memahami kebiasaan masyarakat setempat, serta membangun hubungan yang baik dengan karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis dari berbagai budaya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by DAFFA HAYKAL PASHA -
NPM: 2651014005

1. Borderless world adalah kondisi ketika perkembangan teknologi, komunikasi, dan perdagangan membuat bisnis semakin terhubung tanpa batas negara. Perusahaan dapat memperoleh modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, dan pelanggan dari berbagai negara.
Isu yang perlu diperhatikan manajer antara lain perbedaan budaya, persaingan global, outsourcing, perubahan ekonomi, serta perbedaan hukum dan politik antarnegara.

2. Beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah:
• Ekspor, yaitu menjual produk dari negara asal ke negara lain.
•Outsourcing/Offshoring, menggunakan tenaga kerja atau sumber daya dari negara lain.
•Lisensi, memberikan hak penggunaan merek, teknologi, atau paten kepada perusahaan asing.
•Waralaba (franchise), memberikan paket bisnis lengkap kepada pihak asing.
•Investasi langsung, yaitu terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis atau fasilitas di negara lain, seperti joint venture dan greenfield venture.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan operasi bisnis yang dilakukan di lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan bisnis domestik adalah manajemen internasional menghadapi risiko dan kompleksitas yang lebih tinggi, seperti perbedaan budaya, ekonomi, hukum, politik, nilai tukar, dan kebiasaan kerja.

4. Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
•Ekonomi: nilai tukar, inflasi, suku bunga, pembangunan ekonomi, dan ketersediaan sumber daya dapat memengaruhi biaya dan keuntungan.
•Sosial-budaya: perbedaan bahasa, nilai, norma, agama, dan kebiasaan memengaruhi komunikasi, kepemimpinan, serta perilaku konsumen dan karyawan.
•Hukum-politik: peraturan, pajak, kebijakan pemerintah, ketidakstabilan politik, dan risiko politik dapat memengaruhi kegiatan dan keberlangsungan perusahaan.

5. Aliansi perdagangan regional mengurangi hambatan dan tarif perdagangan antarnegara anggota serta meningkatkan arus barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja. Contohnya Uni Eropa dan NAFTA. Hal ini menciptakan pasar yang lebih luas dan meningkatkan peluang bisnis, tetapi juga dapat meningkatkan persaingan.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di berbagai negara dan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari operasi di luar negara asal. Karakteristiknya:
•Memiliki sistem bisnis global yang terintegrasi.
•Memiliki afiliasi di berbagai negara.
•Dapat memindahkan modal, teknologi, dan SDM antarnegara.
•Pengambilan keputusan strategis terkoordinasi.
•Memiliki perspektif global dan melihat dunia sebagai satu pasar.

7. Kecerdasan budaya (CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda. CQ terdiri dari kognitif, emosional, dan fisik.
CQ penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami perbedaan budaya, berkomunikasi dengan efektif, mengurangi gegar budaya, dan membangun hubungan kerja yang baik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by naila zulfa -
Naila zulfa 2651014015

1. Dunia Tanpa Batas (Borderless World)
Borderless world adalah kondisi ketika batas antarnegara semakin tidak menjadi hambatan bagi kegiatan bisnis, perdagangan, informasi, dan investasi akibat globalisasi dan perkembangan teknologi. Isu yang diperhatikan manajer antara lain persaingan global, perbedaan budaya, teknologi, ekonomi, hukum, politik, serta lingkungan.
2. Strategi Memasuki Pasar Luar Negeri
Strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah:
Ekspor, menjual produk ke negara lain.
Lisensi, memberikan hak penggunaan merek atau teknologi kepada perusahaan asing.
Waralaba, memberikan hak menjalankan bisnis dengan sistem perusahaan.
Aliansi strategis, bekerja sama dengan perusahaan asing.
Joint venture, mendirikan usaha bersama dengan perusahaan lokal.
Investasi langsung, mendirikan atau membeli perusahaan di negara lain.
3. Manajemen Internasional
Manajemen internasional adalah pengelolaan bisnis yang melibatkan lebih dari satu negara. Berbeda dengan manajemen domestik, manajemen internasional menghadapi perbedaan budaya, hukum, politik, ekonomi, mata uang, dan risiko yang lebih kompleks.
4. Pengaruh Perbedaan Lingkungan Bisnis
Ekonomi: memengaruhi harga, biaya, daya beli, dan investasi.
Sosial-budaya: memengaruhi perilaku konsumen dan cara berkomunikasi.
Hukum: menentukan aturan pajak, tenaga kerja, investasi, dan perdagangan.
Politik: memengaruhi keamanan dan stabilitas kegiatan bisnis.
5. Aliansi Perdagangan Regional
Aliansi perdagangan regional adalah kerja sama antarnegara untuk mempermudah perdagangan. Dampaknya adalah berkurangnya tarif, pasar semakin luas, investasi meningkat, tetapi persaingan antarperusahaan juga semakin tinggi.
6. Karakteristik Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di beberapa negara. Ciri-cirinya antara lain memiliki investasi dan pasar internasional, menggunakan sumber daya global, memiliki anak perusahaan di berbagai negara, serta menghadapi perbedaan budaya, hukum, ekonomi, dan politik.
7. Kecerdasan Budaya
Kecerdasan budaya (Cultural Intelligence/CQ) adalah kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda. Hal ini penting bagi manajer luar negeri untuk menghindari konflik, membangun komunikasi dan kepercayaan, menghargai perbedaan, serta meningkatkan keberhasilan kerja sama internasional.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Dian Wahyuni -
Dian Wahyuni
NPM : 2651014018

1. Dunia Tanpa Batas
Batas negara makin kabur karena kemajuan teknologi & perdagangan bebas. Isu utama: persaingan global, perbedaan budaya/hukum, risiko ekonomi & politik lintas negara.

2. Strategi Masuk Pasar Luar Negeri
Ekspor → Lisensi/Franchise → Kontrak produksi → Usaha patungan → Investasi langsung dari risiko paling rendah hingga tertinggi.

3. Manajemen Internasional vs Domestik
Mengelola usaha lintas negara. Lebih kompleks karena menghadapi banyak sistem hukum, ekonomi, budaya, mata uang, dan risiko tambahan yang tidak ada di pasar dalam negeri.

4. Pengaruh Lingkungan Bisnis
Ekonomi : menentukan daya beli & biaya usaha

Sosial-budaya : memengaruhi selera, cara komunikasi & produk

Hukum-politik : mengatur aturan main, keamanan & biaya
→ Semua wajib disesuaikan agar bisnis berjalan lancar.

5. Aliansi Perdagangan Regional
Mempermudah perdagangan antarnegara anggota, memperluas pasar, menaikkan persaingan, menyeragamkan aturan, dan memperkuat posisi tawar dunia.

6. Perusahaan Multinasional
Beroperasi di banyak negara, skala besar, terkoordinasi secara global, beradaptasi di tiap lokasi, serta mengalirkan modal & teknologi lintas negara.

7. Kecerdasan Budaya
Kemampuan memahami & menyesuaikan diri dengan budaya lain. Penting untuk menghindari kesalahan, membangun kepercayaan, berkomunikasi efektif, dan menjamin keberhasilan usaha di luar negeri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Dian Wahyuni -
1. Dunia Tanpa Batas
Batas negara makin kabur karena kemajuan teknologi & perdagangan bebas. Isu utama: persaingan global, perbedaan budaya/hukum, risiko ekonomi & politik lintas negara.

2. Strategi Masuk Pasar Luar Negeri
Ekspor → Lisensi/Franchise → Kontrak produksi → Usaha patungan → Investasi langsung; dari risiko paling rendah hingga tertinggi.

3. Manajemen Internasional vs Domestik
Mengelola usaha lintas negara. Lebih kompleks karena menghadapi banyak sistem hukum, ekonomi, budaya, mata uang, dan risiko tambahan yang tidak ada di pasar dalam negeri.

4. Pengaruh Lingkungan Bisnis

• Ekonomi: menentukan daya beli & biaya usaha

• Sosial-budaya: memengaruhi selera, cara komunikasi & produk

• Hukum-politik: mengatur aturan main, keamanan & biaya
→ Semua wajib disesuaikan agar bisnis berjalan lancar.

5. Aliansi Perdagangan Regional
Mempermudah perdagangan antarnegara anggota, memperluas pasar, menaikkan persaingan, menyeragamkan aturan, dan memperkuat posisi tawar dunia.

6. Perusahaan Multinasional
Beroperasi di banyak negara, skala besar, terkoordinasi secara global, beradaptasi di tiap lokasi, serta mengalirkan modal & teknologi lintas negara.

7. Kecerdasan Budaya
Kemampuan memahami & menyesuaikan diri dengan budaya lain. Penting untuk menghindari kesalahan, membangun kepercayaan, berkomunikasi efektif, dan menjamin keberhasilan usaha di luar negeri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Rossa Febriyani -
NPM :2651014008

1. Dunia tanpa batas (borderless world) adalah keadaan ketika batas antarnegara semakin tidak terasa karena kemajuan teknologi, internet, komunikasi, dan perdagangan global. Perusahaan dapat bekerja dan bersaing dengan pihak dari berbagai negara.

Isu yang perlu diperhatikan manajer saat ini:

1. Persaingan bisnis global.
2. Perbedaan budaya dan bahasa.
3. Perkembangan teknologi dan AI.
4. Keamanan data.
5. Keberagaman tenaga kerja.
6. Etika dan tanggung jawab lingkungan.

2. Strategi memasuki pasar luar negeri yang dapat digunakan perusahaan antara lain:

1. Ekspor – menjual produk ke negara lain.
2. Lisensi – memberikan izin kepada perusahaan luar negeri untuk menggunakan produk atau merek.
3. Waralaba (franchise) – memberikan hak kepada pihak luar negeri untuk menjalankan bisnis dengan merek perusahaan.
4. Joint venture – bekerja sama dengan perusahaan lokal di negara tujuan.
5. Investasi langsung – mendirikan atau membeli perusahaan di negara lain.

Strategi tersebut dipilih sesuai dengan modal, risiko, dan tujuan perusahaan.

3. Manajemen internasional adalah kegiatan mengelola perusahaan yang menjalankan bisnis di lebih dari satu negara. Manajer harus memperhatikan perbedaan budaya, bahasa, hukum, ekonomi, dan kondisi pasar setiap negara.

Perbedaannya dengan manajemen bisnis domestik:

Internasional beroperasi di beberapa negara sehingga lebih kompleks dan menghadapi perbedaan budaya serta aturan.
Domestik: beroperasi dalam satu negara sehingga aturan, budaya, dan kondisi pasar relatif lebih seragam.

Intinya manajemen internasional memiliki lingkungan bisnis yang lebih luas dan kompleks dibandingkan manajemen domestik.

4. Perbedaan lingkungan ekonomi, sosial budaya, serta hukum dan politik dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis di setiap negara.

Ekonomi: memengaruhi daya beli masyarakat, harga, biaya produksi, dan keuntungan perusahaan.
Sosial budaya: memengaruhi selera konsumen, cara berkomunikasi, dan cara perusahaan mengelola karyawan.
Hukum dan politik: memengaruhi aturan bisnis, pajak, izin usaha, serta kebijakan pemerintah.
perusahaan harus menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi negara tempat mereka beroperasi.

5. Aliansi perdagangan regional adalah kerja sama beberapa negara untuk mempermudah perdagangan dengan mengurangi hambatan seperti tarif dan aturan perdagangan.

Dampaknya terhadap bisnis internasional:

Mempermudah perusahaan masuk ke pasar negara anggota.
Mengurangi biaya perdagangan dan produksi.
Meningkatkan persaingan antarperusahaan.
Memperluas peluang pasar dan investasi.

aliansi perdagangan regional membuat perdagangan antarnegara menjadi lebih mudah, tetapi juga meningkatkan persaingan bisnis.

6. Perusahaan multinasional (MNC) adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan bisnis di beberapa negara. Karakteristiknya antara lain:

1. Memiliki cabang atau anak perusahaan di berbagai negara.
2. Melakukan produksi dan penjualan secara internasional.
3. Menggunakan tenaga kerja dan sumber daya dari berbagai negara.
4. Menghadapi perbedaan budaya, ekonomi, hukum, dan politik.
5. Memiliki strategi bisnis yang bersifat global, tetapi dapat menyesuaikan dengan kondisi tiap negara.

7. Kecerdasan budaya (cultural intelligence) adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan budaya yang berbeda.

Hal ini penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena dapat membantu mereka berkomunikasi dengan baik, menghargai perbedaan budaya, menghindari kesalahpahaman, dan membangun hubungan kerja yang baik dengan karyawan maupun mitra bisnis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Mutiara Kartika Sari -
NPM : 2651014003

1. Borderless world adalah kondisi saat batas antarnegara makin kabur akibat pesatnya teknologi, komunikasi, dan perdagangan, sehingga arus bisnis internasional menjadi jauh lebih mudah. Isu penting yang harus diperhatikan manajer mencakup ketatnya persaingan global, perkembangan teknologi yang cepat, keragaman budaya, kondisi ekonomi lokal, serta perbedaan aturan hukum dan politik di setiap negara.

2. Perusahaan dapat memasuki pasar luar negeri melalui beberapa strategi, mulai dari ekspor, lisensi, waralaba, bentuk kerja sama seperti joint venture, hingga membangun atau membuka cabang sendiri secara penuh di negara tujuan.

3. Manajemen internasional adalah proses mengelola seluruh kegiatan bisnis yang beroperasi di beberapa negara sekaligus. Perbedaan utamanya dengan bisnis domestik terletak pada kompleksitasnya, sebab manajer harus menghadapi variasi mata uang, perbedaan budaya kerja, regulasi hukum, serta risiko politik di tiap negara.

4. Lingkungan ekonomi memengaruhi tingkat pendapatan, daya beli, dan penentuan harga produk, lingkungan sosial-budaya menentukan selera, kebiasaan, dan penerimaan konsumen, sedangkan lingkungan hukum dan politik menetapkan aturan main serta tingkat keamanan berinvestasi. Oleh karena itu, perusahaan wajib menyesuaikan strateginya dengan kondisi unik di setiap negara.

5. Aliansi perdagangan regional mengubah bisnis internasional dengan cara memangkas tarif bea masuk dan meminimalkan hambatan regulasi antarnegara anggota. Hal ini memudahkan ekspansi produk, memperluas cakupan pasar, memperlancar arus investasi, sekaligus meningkatkan persaingan antarperusahaan di dalam kawasan tersebut.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan besar yang memiliki fasilitas operasional atau anak perusahaan di beberapa negara. Karakteristik utamanya adalah memiliki strategi global terintegrasi dari kantor pusat, memanfaatkan sumber daya internasional, serta mampu beradaptasi dengan kondisi dan budaya di tiap wilayah operasi.

7. Kecerdasan budaya adalah kemampuan seseorang untuk memahami, beradaptasi, dan berinteraksi secara efektif dalam lingkungan multikultural. Hal ini sangat penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri agar mampu memimpin tim yang beragam, memperlancar komunikasi dan negosiasi bisnis, serta mencegah kesalahpahaman akibat perbedaan budaya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 3

by Alika Ajeng Zalfaghina Beniar -
NPM : 2651014001


1. Fenomena borderless world dan isu yang menjadi perhatian manajer
Borderless world atau dunia tanpa batas adalah kondisi ketika batas antarnegara semakin tidak terasa dalam kegiatan bisnis. Perkembangan teknologi, internet, transportasi, dan komunikasi membuat perusahaan lebih mudah menjual produk, bekerja sama, serta melakukan kegiatan bisnis di berbagai negara.
Dalam kondisi ini, perusahaan tidak hanya bersaing dengan perusahaan dalam negeri, tetapi juga dengan perusahaan dari negara lain. Beberapa isu yang menjadi perhatian manajer saat ini antara lain persaingan global, perkembangan teknologi, perbedaan budaya, perubahan ekonomi, keamanan data, serta perubahan politik dan peraturan di berbagai negara.
Manajer juga harus mampu menghadapi perubahan yang cepat karena keputusan bisnis di suatu negara dapat dipengaruhi oleh kondisi negara lain.

2. Strategi memasuki pasar untuk mengembangkan pasar luar negeri
Perusahaan dapat menggunakan beberapa strategi untuk memasuki pasar luar negeri, yaitu:
1. Ekspor, yaitu menjual produk yang diproduksi di dalam negeri ke negara lain. Cara ini relatif mudah dan risikonya lebih rendah.
2. Lisensi, yaitu perusahaan memberikan izin kepada perusahaan asing untuk menggunakan teknologi, merek, atau produknya dengan imbalan tertentu.
3. Waralaba (franchising), yaitu memberikan hak kepada pihak luar negeri untuk menjalankan bisnis menggunakan merek dan sistem perusahaan.
4. Joint venture, yaitu perusahaan bekerja sama dengan perusahaan asing dan membentuk usaha bersama.
5. Investasi langsung (foreign direct investment), yaitu perusahaan membangun atau membeli perusahaan/fasilitas produksi di negara lain. Strategi ini membutuhkan modal lebih besar dan risikonya juga lebih tinggi.
Semakin besar keterlibatan perusahaan di luar negeri, biasanya semakin besar pula modal, keuntungan, dan risiko yang harus ditanggung.

3. Pengertian manajemen internasional dan perbedaannya dengan bisnis domestik
Manajemen internasional adalah proses mengelola sumber daya dan kegiatan perusahaan yang dilakukan di lebih dari satu negara. Manajer harus mengatur kegiatan seperti produksi, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia dengan mempertimbangkan kondisi setiap negara.
Perbedaannya dengan manajemen bisnis domestik adalah **lingkungan yang dihadapi lebih kompleks**. Bisnis domestik biasanya beroperasi dalam satu sistem ekonomi, budaya, hukum, dan politik. Sedangkan bisnis internasional harus menghadapi berbagai negara dengan kondisi yang berbeda-beda.
Contohnya, cara perusahaan memasarkan produk di Indonesia belum tentu cocok diterapkan di Jepang atau Amerika karena terdapat perbedaan budaya, kebiasaan konsumen, aturan, dan kondisi ekonomi.

4. Pengaruh perbedaan lingkungan ekonomi, sosial-budaya, hukum, dan politik terhadap operasi bisnis
Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
Lingkungan ekonomi memengaruhi daya beli masyarakat, biaya produksi, nilai mata uang, tingkat inflasi, dan peluang pasar.
Lingkungan sosial-budaya memengaruhi kebiasaan, nilai, bahasa, gaya hidup, serta selera konsumen. Produk yang berhasil di satu negara belum tentu berhasil di negara lain.
Lingkungan hukum menentukan aturan yang harus dipatuhi perusahaan, seperti pajak, ketenagakerjaan, perlindungan konsumen, dan perizinan.
Lingkungan politik dapat memengaruhi kestabilan bisnis melalui kebijakan pemerintah, perubahan peraturan, konflik politik, atau hubungan antarnegara.
Karena itu, perusahaan internasional harus memahami kondisi negara tempat mereka beroperasi agar dapat mengurangi risiko dan menyesuaikan strategi bisnisnya.

5. Pengaruh aliansi perdagangan regional terhadap bisnis internasional
Aliansi perdagangan regional adalah kerja sama beberapa negara untuk mempermudah kegiatan perdagangan di antara negara anggotanya. Kerja sama ini dapat berupa pengurangan tarif, penghapusan hambatan perdagangan, atau penyederhanaan aturan perdagangan.
Aliansi tersebut membuat perusahaan lebih mudah menjual produk dan melakukan investasi di negara anggota. Pasar yang dapat dijangkau perusahaan menjadi lebih luas dan biaya perdagangan dapat berkurang.
Namun, kondisi ini juga meningkatkan persaingan karena perusahaan dari negara anggota lain dapat lebih mudah masuk ke pasar. Jadi, perusahaan harus meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing produknya.

6. Karakteristik perusahaan multinasional
Perusahaan multinasional (Multinational Corporation/MNC) adalah perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis dan memiliki operasi di beberapa negara.
Karakteristiknya antara lain:
1. Memiliki kantor, cabang, atau fasilitas produksi di beberapa negara.
2. Memiliki pasar yang luas dan tidak hanya bergantung pada satu negara.
3. Mengelola sumber daya manusia dari berbagai latar belakang budaya.
4. Menggunakan strategi bisnis yang mencakup pasar internasional.
5. Menghadapi berbagai sistem hukum, politik, ekonomi, dan budaya.
6. Memiliki kemampuan memindahkan modal, teknologi, dan sumber daya antarnegara.
7. Harus mampu menyesuaikan produk dan strategi dengan kondisi masing-masing negara.
Contohnya adalah perusahaan besar seperti Toyota, Samsung, dan Unilever yang menjalankan kegiatan bisnis di berbagai negara.

7. Kecerdasan budaya dan pentingnya bagi manajer luar negeri
Kecerdasan budaya (cultural intelligence/CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menyesuaikan diri, dan berkomunikasi secara efektif dengan orang yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
Kecerdasan budaya penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena setiap negara memiliki cara berkomunikasi, kebiasaan, nilai, dan aturan sosial yang berbeda. Manajer yang memahami budaya setempat akan lebih mudah membangun hubungan dengan karyawan, konsumen, maupun mitra bisnis.
Selain itu, kecerdasan budaya dapat membantu mengurangi kesalahpahaman, konflik, dan kesalahan dalam mengambil keputusan. Manajer juga dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan kondisi budaya setempat sehingga kerja sama menjadi lebih efektif.