RESPONSI SESI 6

RESPONSI SESI 6

RESPONSI SESI 6

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 36

JAWABLAH PERTANYAAN PERTANYAAN BERIKUT INI

1. Bagaimana mendefinisikan komponen manajemen strategis dan membahas tingkatan strategi?

2. Jelaskan proses manajemen strategis dan analisis SWOT!

3. Definisikan strategi tingkat korporasi dan menjelaskan matriks BCG, portofolio, dan pendekatan diversifikasi1

4. Jelaskan kekuatan kompetitif dan strategi Porter!

5. Jelaskan dimensi organisasi yang digunakan untuk pelaksanaan strategi!


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Nadira Melisa Putri -
Npm : 2651014007

1. Bagaimana mendefinisikan komponen manajemen strategis dan membahas tingkatan strategi?

Komponen: Keunggulan bersaing, kompetensi inti, sinergi, dan penciptaan nilai.
Tingkatan: Korporasi (pilihan lini bisnis), Bisnis (persaingan di satu industri), dan Fungsional (dukungan departemen operasional).

2. Jelaskan proses manajemen strategis dan analisis SWOT!

Proses: Evaluasi Misi/Tujuan \rightarrow Analisis SWOT \rightarrow Formulasi Strategi \rightarrow Eksekusi Strategi.
SWOT: Evaluasi internal (Strengths, Weaknesses) dan eksternal (Opportunities, Threats).

3. Definisikan strategi tingkat korporasi dan menjelaskan matriks BCG, portofolio, dan pendekatan diversifikasi1

Strategi Korporasi: Memilih dan mengelola portofolio bisnis perusahaan.
Matriks BCG: Star (pertumbuhan tinggi, pangsa tinggi), Cash Cow (pertumbuhan rendah, pangsa tinggi), Question Mark (pertumbuhan tinggi, pangsa rendah), Dog (pertumbuhan rendah, pangsa rendah).
Diversifikasi: Memperluas bisnis ke industri baru, baik yang relevan (related) maupun berbeda sama sekali (unrelated).

4. Jelaskan kekuatan kompetitif dan strategi Porter!

5 Kekuatan: Pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, produk substitusi, dan rivalitas industri.

Strategi Generik: Diferensiasi (keunikan produk), Kepemimpinan Biaya (harga terendah), dan Fokus (melayani segmen khusus).

5. Jelaskan dimensi organisasi yang digunakan untuk pelaksanaan strategi!

Kepemimpinan, Struktur Organisasi, Sistem Informasi & Kontrol, Sumber Daya Manusia (SDM), serta Budaya Organisasi.
In reply to Nadira Melisa Putri

Re: RESPONSI SESI 6

by Fakhrul Akmal -
NPM : 2651014012

1. Komponen manajemen strategis dan tingkatan strategi
Manajemen strategis adalah proses menentukan tujuan dan cara terbaik untuk mencapainya. Komponennya meliputi menentukan visi dan misi, menganalisis kondisi, membuat strategi, menjalankan strategi, dan mengevaluasi hasilnya. Tingkatan strategi terdiri dari strategi korporasi (arah keseluruhan perusahaan), strategi bisnis (cara bersaing dalam suatu bidang usaha), dan strategi fungsional (strategi pada bagian tertentu seperti pemasaran, keuangan, dan SDM).

2. Proses manajemen strategis dan analisis SWOT
Proses manajemen strategis dimulai dari menentukan visi dan misi, menganalisis lingkungan, menentukan tujuan, membuat strategi, menerapkan strategi, kemudian mengevaluasi hasilnya. Analisis SWOT digunakan untuk melihat kondisi perusahaan melalui Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Dengan SWOT, perusahaan dapat menentukan strategi yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

3. Strategi tingkat korporasi, matriks BCG, portofolio, dan diversifikasi
Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang menentukan arah dan perkembangan perusahaan secara keseluruhan, terutama jika perusahaan memiliki beberapa jenis usaha. Matriks BCG digunakan untuk melihat posisi produk berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar, yang terdiri dari Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog. Portofolio adalah kumpulan berbagai produk atau bisnis yang dimiliki perusahaan. Sedangkan diversifikasi adalah strategi menambah jenis produk atau memasuki bidang usaha baru untuk mengurangi ketergantungan pada satu produk atau pasar.

4. Kekuatan kompetitif dan strategi Porter
Kekuatan kompetitif adalah faktor yang memengaruhi kemampuan perusahaan untuk bersaing dan mendapatkan keuntungan di pasar. Menurut Porter, terdapat lima kekuatan persaingan, yaitu persaingan antarperusahaan, ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan pemasok, dan kekuatan pembeli. Strategi Porter terdiri dari cost leadership (menjadi perusahaan dengan biaya rendah), differentiation (membuat produk berbeda dan memiliki keunggulan), dan focus (berfokus pada pasar atau kelompok konsumen tertentu).

5. Dimensi organisasi untuk pelaksanaan strategi
Dimensi organisasi adalah bagian-bagian dalam organisasi yang perlu disesuaikan agar strategi dapat berjalan dengan baik. Contohnya struktur organisasi, pembagian tugas, sumber daya manusia, sistem komunikasi, budaya organisasi, dan sistem penghargaan. Jika bagian-bagian tersebut sesuai dengan strategi, pelaksanaan strategi akan lebih mudah dan tujuan organisasi lebih cepat tercapai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Alika Ajeng Zalfaghina Beniar -
NPM 2651014001

1. Komponen Manajemen Strategis dan Tingkatan Strategi
· Definisi Komponen: Manajemen strategis adalah rangkaian keputusan dan tindakan yang digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi guna mencapai keunggulan kompetitif organisasi.
· Tingkat Korporasi (Corporate-Level): Menjawab pertanyaan "Di bisnis apa kita seharusnya berada?". Berfokus pada portofolio unit bisnis, investasi, dan arah organisasi secara keseluruhan.
· Tingkat Bisnis (Business-Level): Menjawab pertanyaan "Bagaimana kita bersaing di pasar ini?". Berfokus pada penentuan posisi bersaing untuk satu unit bisnis atau produk tertentu.
· Tingkat Fungsional (Functional-Level): Menjawab pertanyaan "Bagaimana kita mendukung strategi tingkat bisnis?". Berfokus pada operasional departemen harian seperti pemasaran, keuangan, SDM, dan produksi.

2. Proses Manajemen Strategis dan Analisis SWOT
· Proses Manajemen Strategis:
· Penilaian situasi saat ini (evaluasi misi, tujuan, dan strategi yang ada).
· Menganalisis lingkungan internal dan eksternal.
· Merumuskan strategi baru (strategy formulation).
· Mengimplementasikan strategi melalui kepemimpinan dan alokasi sumber daya (strategy execution).
· Evaluasi dan pengendalian kinerja.
· Analisis SWOT:
· Strengths (Kekuatan): Karakteristik internal positif yang memberikan keunggulan bagi organisasi dibanding pesaingnya.
· Weaknesses (Kelemahan): Keterbatasan atau kekurangan internal yang dapat menghambat pencapaian tujuan.
· Opportunities (Peluang): Tren atau faktor lingkungan eksternal yang dapat dimanfaatkan organisasi untuk berkembang.
· Threats (Ancaman): Faktor lingkungan eksternal yang berpotensi menghambat atau membahayakan kinerja organisasi.

3. Strategi Tingkat Korporasi, Matriks BCG, dan Diversifikasi
· Strategi Tingkat Korporasi: Strategi yang mengatur alokasi sumber daya antar-unit bisnis dan mengarahkan portofolio perusahaan demi pertumbuhan jangka panjang.
· Matriks BCG (Boston Consulting Group): Alat evaluasi portofolio bisnis berdasarkan tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif:
· Star (Bintang): Pangsa pasar tinggi di pasar yang tumbuh cepat; membutuhkan investasi besar untuk mempertahankan posisinya.
· Cash Cow (Sapi Perah): Pangsa pasar tinggi di pasar yang tumbuh lambat; menghasilkan arus kas besar untuk mendanai unit lain.
· Question Mark (Tanda Tanya): Pangsa pasar rendah di pasar yang tumbuh cepat; berisiko tinggi dan membutuhkan keputusan apakah akan diinvestasi atau dilepas.
· Dog (Anjing): Pangsa pasar rendah di pasar yang tumbuh lambat; biasanya menghasilkan keuntungan sedikit atau bahkan kerugian.
· Pendekatan Diversifikasi:
· Diversifikasi Terkait (Related Diversification): Ekspansi ke bisnis baru yang memiliki keterkaitan operasional atau pasar dengan bisnis utama.
· Diversifikasi Tidak Terkait (Unrelated Diversification): Ekspansi ke lini bisnis yang sama sekali berbeda dari bisnis utama untuk meminimalkan risiko finansial.

4. Kekuatan Kompetitif dan Strategi Porter
· Lima Kekuatan Kompetitif Michael Porter:
· Ancaman Pendatang Baru: Kemudahan kompetitor baru memasuki industri.
· Daya Tawar Pembeli: Kemampuan pelanggan dalam menekan harga agar lebih murah.
· Daya Tawar Pemasok: Kemampuan penyedia bahan baku dalam menaikkan harga atau mengontrol kualitas.
· Ancaman Produk Pengganti: Ketersediaan barang atau jasa alternatif yang memenuhi kebutuhan serupa.
· Tingkat Persaingan Antar-Pesaing: Intensitas persaingan langsung antar-perusahaan yang sudah ada di pasar.
· Strategi Generik Porter:
· Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership): Efisiensi operasional skala besar untuk menekan biaya dan menawarkan harga termurah.
· Diferensiasi (Differentiation): Menawarkan produk/jasa yang unik dan memiliki keunggulan berbeda sehingga pelanggan bersedia membayar lebih.
· Fokus (Focus): Memusatkan strategi kepemimpinan biaya atau diferensiasi pada ceruk pasar (niche market) tertentu.

5. Dimensi Organisasi untuk Pelaksanaan Strategi (Strategy Execution)
Mengeksekusi strategi mensyaratkan penyelarasan struktur internal organisasi melalui beberapa dimensi utama:
· Kepemimpinan Strategis: Kemampuan pemimpin untuk mengomunikasikan visi, memotivasi tim, dan memicu perubahan budaya sesuai arah strategi.
· Struktur Organisasi: Desain pembagian kerja, rantai komando, dan hierarki kewenangan agar komunikasi dan alokasi tugas berjalan selaras dengan tujuan baru.
· Sistem Manajemen Informasi dan Kendali: Penggunaan indikator kinerja, aturan, dan teknologi sistem data untuk memantau kemajuan eksekusi strategi secara real-time.
· Sumber Daya Manusia (SDM): Rekrutmen, pelatihan, dan pemberian kompensasi yang disesuaikan untuk membangun kapabilitas yang dibutuhkan strategi baru.
· Alokasi Sumber Daya: Distribusi anggaran, peralatan, dan fasilitas secara tepat ke unit-unit bisnis yang paling prioritas.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Hana Dhiya Khalishah -
NPM:2651014006
NAMA: HANA DHIYA MUTIARA KHALISHAH

JAWAB:

1. Manajemen strategis adalah rencana besar untuk mencapai tujuan jangka panjang, yang terbagi menjadi strategi korporasi, bisnis, dan fungsional.
2. Prosesnya meliputi analisis lingkungan, perumusan, dan eksekusi; SWOT memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
3. Strategi korporasi mengelola banyak bisnis; matriks BCG membantu memutuskan bisnis mana yang harus didukung atau dilepas.
4. Untuk memenangkan persaingan, perusahaan harus memahami dua hal menurut Porter:
Lima Kekuatan (Five Forces): Menganalisis tekanan dari pesaing, pendatang baru, pemasok, pembeli, dan produk pengganti untuk mengetahui seberapa sulit industri tersebut.
Strategi Kompetitif: Memilih satu jalur utama agar tidak kehilangan fokus, yaitu:
Cost Leadership: Menjadi yang termurah.
Differentiation: Menjadi yang paling unik.
Focus: Melayani segmen pasar yang sangat spesifik.
5. Pelaksanaan strategi membutuhkan penyelarasan empat dimensi utama agar rencana tidak hanya menjadi teori:
Struktur: Pembagian kerja yang mendukung tujuan.
Sistem: Prosedur dan alat ukur kinerja.
Budaya: Nilai-nilai yang mendukung perilaku karyawan.
Kepemimpinan: Kemampuan menggerakkan orang dan menempatkan SDM yang tepat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Eka Septia Ramadhani -
NPM:2601014042

1.Manajemen strategis terdiri dari komponen analisis lingkungan, formulasi strategi, implementasi, dan evaluasi kinerja. Tingkatan strateginya terbagi menjadi strategi korporasi yang menentukan bidang bisnis keseluruhan, strategi bisnis yang fokus pada daya saing di pasar tertentu, serta strategi fungsional yang mengatur operasional spesifik seperti pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia.

2.Proses manajemen strategis dimulai dengan meninjau visi, misi, dan tujuan organisasi, dilanjutkan dengan analisis lingkungan internal dan eksternal. Analisis SWOT digunakan dalam tahap ini untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal organisasi, serta menangkap peluang dan mengantisipasi ancaman dari luar guna merumuskan strategi yang tepat.

3.Strategi tingkat korporasi menentukan arah pertumbuhan dan pengelolaan portofolio bisnis perusahaan secara keseluruhan. Matriks BCG memetakan unit bisnis berdasarkan pangsa pasar dan pertumbuhan industri ke dalam kategori bintang, sapi perah, tanda tanya, dan anjing. Pendekatan portofolio dan diversifikasi digunakan untuk meminimalkan risiko bisnis serta memperluas jangkuan pasar, baik melalui diversifikasi terhubung maupun tidak terhubung.

4.Strategi Porter didasarkan pada lima kekuatan kompetitif yaitu ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, ancaman produk pengganti, dan tingkat persaingan antar pesaing. Untuk menghadapi kekuatan tersebut, organisasi dapat memilih salah satu dari tiga strategi utama yaitu keunggulan biaya, diferensiasi produk, atau fokus pada segmen pasar tertentu.

5.Dimensi organisasi untuk pelaksanaan strategi mencakup kepemimpinan strategis yang memberi arah, struktur organisasi yang membagi tugas dan wewenang, sistem alokasi sumber daya serta kontrol internal, budaya organisasi yang mendukung perubahan, dan pengelolaan sumber daya manusia yang selaras dengan tujuan strategis.

Kepemimpinan berfungsi memberi arah, memotivasi, dan mengambil keputusan penting selama eksekusi. Struktur organisasi membagi tugas, wewenang, dan jalur koordinasi agar pelaksanaan strategi berjalan lancar. Sistem informasi dan kontrol menyediakan data secara real-time untuk memantau kemajuan serta melakukan koreksi. Sumber daya manusia berperan menyediakan personel dengan keterampilan dan kompetensi yang sesuai. Budaya organisasi membentuk nilai dan norma kerja yang mendukung norma pencapaian target strategis.

.




In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Mutiara Kartika Sari -
NPM : 2651014003

1. Bagaimana mendefinisikan komponen manajemen strategis dan membahas tingkatan strategi?
Manajemen strategis adalah proses yang dilakukan organisasi untuk menentukan tujuan jangka panjang, menyusun strategi, melaksanakan strategi, dan mengevaluasi hasilnya agar tujuan organisasi dapat tercapai.

Komponen utama manajemen strategis meliputi:

1. Visi dan misi – visi menggambarkan kondisi yang ingin dicapai, sedangkan misi menjelaskan tujuan utama organisasi.
2. Analisis lingkungan – mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal yang dapat memengaruhi organisasi.
3. Perumusan strategi – menentukan langkah atau strategi yang paling tepat untuk mencapai tujuan.
4. Implementasi strategi – menjalankan strategi yang telah dibuat melalui program dan kegiatan organisasi.
5. Evaluasi strategi – menilai apakah strategi berjalan sesuai tujuan dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Tingkatan strategiterdiri dari:

Strategi tingkat korporasi (corporate strategy):menentukan arah dan ruang lingkup keseluruhan perusahaan.
Strategi tingkat bisnis (business strategy):menentukan bagaimana suatu unit bisnis dapat memenangkan persaingan dalam industrinya.
Strategi tingkat fungsional (functional strategy):strategi pada bidang tertentu seperti pemasaran, keuangan, produksi, dan sumber daya manusia.

2. Jelaskan proses manajemen strategis dan analisis SWOT!
Proses manajemen strategis merupakan tahapan yang dilakukan perusahaan untuk menentukan dan mencapai tujuan strategis. Tahapannya yaitu:

1. Menetapkan visi, misi, dan tujuan organisasi.
2. Melakukan analisis lingkungan, baik lingkungan internal maupun eksternal.
3. Merumuskan strategi berdasarkan hasil analisis.
4. Melaksanakan strategi melalui berbagai program dan kegiatan.
5. Melakukan evaluasi dan pengendalian untuk mengetahui keberhasilan strategi.

Analisis SWOT merupakan alat untuk mengetahui kondisi organisasi berdasarkan empat faktor:

Strengths (Kekuatan):keunggulan yang dimiliki organisasi, seperti kualitas produk, merek yang kuat, atau pelayanan yang baik.
Weaknesses (Kelemahan):kekurangan yang dimiliki organisasi, seperti modal terbatas, teknologi kurang memadai, atau promosi yang kurang.
Opportunities (Peluang):kesempatan dari lingkungan luar yang dapat dimanfaatkan, seperti meningkatnya permintaan pasar.
Threats (Ancaman):faktor luar yang dapat menghambat organisasi, seperti munculnya pesaing baru atau perubahan harga bahan baku.

Dengan SWOT, perusahaan dapat menentukan strategi dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang serta mengurangi kelemahan dan ancaman.

3. Definisikan strategi tingkat korporasi dan jelaskan matriks BCG, portofolio, dan pendekatan diversifikasi!
Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang menentukan arah keseluruhan perusahaan, termasuk bisnis apa yang akan dijalankan, dikembangkan, dipertahankan, atau dihentikan. Strategi ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang memiliki beberapa unit bisnis.

Matriks BCG (Boston Consulting Group) digunakan untuk menganalisis posisi produk atau unit bisnis berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif. Matriks BCG terdiri dari:

1. Stars (Bintang):pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan pasar tinggi. Membutuhkan investasi besar untuk mempertahankan posisi.
2. Cash Cows (Sapi Perah):pangsa pasar tinggi tetapi pertumbuhan pasar rendah. Biasanya menghasilkan keuntungan yang stabil.
3. Question Marks (Tanda Tanya):pangsa pasar rendah tetapi pertumbuhan pasar tinggi. Membutuhkan keputusan apakah akan dikembangkan atau dihentikan.
4. Dogs (Anjing):pangsa pasar rendah dan pertumbuhan pasar rendah. Biasanya menghasilkan keuntungan yang rendah.

Portofolio bisnis adalah kumpulan berbagai bisnis atau produk yang dimiliki perusahaan. Pengelolaan portofolio bertujuan untuk menyeimbangkan bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan bisnis yang membutuhkan investasi.

Diversifikasi adalah strategi perusahaan untuk mengembangkan usaha ke produk atau bidang bisnis baru. Diversifikasi dapat dibagi menjadi:
Diversifikasi terkait: memasuki bisnis baru yang masih berhubungan dengan bisnis utama.
Diversifikasi tidak terkait:memasuki bisnis yang tidak memiliki hubungan langsung dengan bisnis utama.

Contohnya, perusahaan makanan yang sebelumnya menjual roti kemudian mengembangkan usaha minuman atau membuka kafe.

4. Jelaskan kekuatan kompetitif dan strategi Porter!

Menurut Michael Porter, terdapat lima kekuatan kompetitif (Five Forces) yang memengaruhi tingkat persaingan dalam suatu industri:
1. Persaingan antar perusahaan yang sudah ada
Semakin banyak pesaing dan semakin kuat persaingan, semakin sulit perusahaan memperoleh keuntungan.

2. Ancaman pendatang baru
Perusahaan baru yang masuk ke pasar dapat meningkatkan persaingan.

3. Ancaman produk atau jasa pengganti (substitusi)
Produk lain yang dapat memenuhi kebutuhan yang sama dapat menjadi ancaman bagi perusahaan.

4. Kekuatan tawar-menawar pemasok
Pemasok yang memiliki posisi kuat dapat menaikkan harga bahan atau menentukan persyaratan tertentu.

5. Kekuatan tawar-menawar pembeli
Pembeli yang memiliki banyak pilihan dapat menekan harga atau menuntut kualitas yang lebih baik.

Porter juga mengemukakan tiga strategi kompetitif utama, yaitu:
Cost Leadership:menjadi perusahaan dengan biaya produksi rendah sehingga dapat menawarkan harga yang kompetitif.
Differentiation: membuat produk atau layanan yang memiliki keunikan sehingga berbeda dari pesaing.
Focus: memusatkan perhatian pada segmen pasar tertentu, baik dengan keunggulan biaya maupun diferensiasi.

5. Jelaskan dimensi organisasi yang digunakan untuk pelaksanaan strategi!
Dimensi organisasi merupakan berbagai aspek dalam organisasi yang perlu disesuaikan agar strategi dapat dilaksanakan dengan baik. Beberapa dimensi penting yaitu:

1. Struktur organisasi
Menentukan pembagian tugas, wewenang, tanggung jawab, dan hubungan kerja antarbagian.

2. Sumber daya manusia
Organisasi harus memiliki karyawan yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai dengan strategi yang dijalankan.

3. Budaya organisasi
Nilai, kebiasaan, dan perilaku yang berkembang dalam organisasi harus mendukung pelaksanaan strategi.

4. Sistem dan proses kerja
Sistem kerja, prosedur, serta teknologi harus mendukung agar strategi dapat dijalankan secara efektif.

5. Kepemimpinan
Pemimpin berperan dalam memberikan arahan, mengambil keputusan, memotivasi karyawan, dan memastikan strategi dilaksanakan.

6. Sistem penghargaan dan pengendalian
Pemberian penghargaan serta evaluasi kinerja diperlukan agar karyawan terdorong mencapai tujuan organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Rossa Febriyani -
NPM 2651014008

1. Komponen manajemen strategis meliputi:
~Visi dan misi : menentukan arah dan tujuan utama organisasi.
~ Analisis lingkungan : melihat kondisi internal dan eksternal organisasi.
~ Perumusan strategi : menentukan strategi yang sesuai untuk mencapai tujuan.
~ Pelaksanaan strategi : menjalankan strategi yang telah dibuat.
~Evaluasi strategi : menilai keberhasilan strategi dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Tingkatan Strategi
~Strategi tingkat korporasi : menentukan arah dan kegiatan utama seluruh organisasi.
~Strategi tingkat bisnis : menentukan cara suatu unit bisnis bersaing di pasar.
~Strategi tingkat fungsional :mengatur strategi pada bidang tertentu, seperti pemasaran, keuangan, SDM, dan produksi.

2. Proses manajemen strategis adalah langkah yang dilakukan organisasi untuk mencapai tujuan, yaitu:
~ Menentukan visi, misi, dan tujuan organisasi.
~Menganalisis lingkungan internal dan eksternal.
~Menyusun strategi berdasarkan hasil analisis.
~Melaksanakan strategi yang telah dibuat.
~Mengevaluasi strategi untuk mengetahui keberhasilan dan melakukan perbaikan.

Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui kondisi organisasi melalui empat faktor:
~Strengths (Kekuatan): kelebihan yang dimiliki organisasi.
~Weaknesses (Kelemahan): kekurangan yang perlu diperbaiki.
~Opportunities (Peluang): kesempatan dari lingkungan luar yang dapat dimanfaatkan.
~Threats (Ancaman): faktor luar yang dapat menghambat organisasi.

3.~ Strategi tingkat korporasi: strategi untuk menentukan arah dan bisnis yang akan dijalankan perusahaan.
~Matriks BCG: alat untuk menilai posisi produk berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar, yaitu Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog.
~Portofolio: mengatur berbagai bisnis atau produk agar sumber daya digunakan secara efektif.
~Diversifikasi: memperluas usaha ke produk atau pasar baru, baik yang masih berkaitan maupun tidak berkaitan dengan bisnis utama.

4. ~ Kekuatan kompetitif: faktor yang memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan di pasar.
~Strategi Porter: strategi yang digunakan perusahaan untuk memperoleh keunggulan dalam persaingan melalui biaya rendah, diferensiasi, atau fokus pada pasar tertentu.

5. Dimensi organisasi untuk pelaksanaan strategi adalah unsur organisasi yang membantu strategi dapat dijalankan dengan baik. Dimensinya meliputi:
~Struktur organisasi :pembagian tugas dan tanggung jawab.
~Kepemimpinan : mengarahkan dan memotivasi anggota.
~ Sumber daya manusia : kemampuan dan keterampilan karyawan.
~Budaya organisasi : nilai dan kebiasaan yang mendukung strategi.
~ Sistem dan proses kerja : aturan dan cara kerja untuk mencapai tujuan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by MARLIANI OKTA EVIANA -
2601014039
Marliani Okta Eviana

1. Komponen & Tingkatan Manajemen Strategis

Manajemen strategis adalah seni dan ilmu merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan lintas fungsi untuk mencapai tujuan organisasi.

Komponen Utama
• Visi & Misi: Arah masa depan dan identitas inti perusahaan.
• Tujuan (Objectives): Sasaran terukur jangka panjang dan pendek.
• Analisis Lingkungan: Pemetaan faktor eksternal dan internal.
• Strategi: Rencana komprehensif untuk mencapai keunggulan kompetitif.
• Kebijakan: Pedoman operasional pengambilan keputusan.

Tingkatan Strategi
• Korporasi: Menentukan arah umum dan portofolio bisnis.
• Bisnis: Fokus pada keunggulan bersaing di pasar spesifik.
• Fungsional: Mengoptimalkan produktivitas area kerja (pemasaran, keuangan).
• Operasional: Eksekusi harian di tingkat unit pelaksana.



2. Proses Manajemen Strategis & Analisis SWOT

Proses manajemen strategis adalah siklus kontinu untuk merespons dinamika lingkungan bisnis.

Tahapan Proses:

• Perumusan (Formulation): Menyusun visi, misi, dan opsi strategi.
• Implementasi (Implementation): Menjalankan strategi melalui alokasi sumber daya.
• Evaluasi (Evaluation): Mengukur kinerja dan melakukan koreksi.
Analisis SWOT
• Strengths (Kekuatan): Keunggulan internal organisasi.
• Weaknesses (Kelemahan): Keterbatasan internal organisasi.
• Opportunities (Peluang): Tren positif lingkungan eksternal.
• Threats (Ancaman): Risiko dari luar yang menghambat kinerja.



3. Strategi Korporasi, Matriks BCG, & Diversifikasi

Strategi tingkat korporasi mengatur portofolio dan arah keseluruhan perusahaan besar yang memiliki banyak unit bisnis.

Matriks BCG (Boston Consulting Group)
• Stars: Pangsa pasar tinggi, pertumbuhan tinggi (butuh investasi).
• Cash Cows: Pangsa pasar tinggi, pertumbuhan rendah (penghasil kas).
• Question Marks: Pangsa pasar rendah, pertumbuhan tinggi (butuh evaluasi).
• Dogs: Pangsa pasar rendah, pertumbuhan rendah (cenderung dilepas).
Pendekatan Diversifikasi
• Konsentris: Menambah produk baru yang masih sejenis/terkait.
• Konglomerat: Membuka bisnis baru yang sama sekali tidak terkait.


4. Kekuatan Kompetitif & Strategi Porter

Michael Porter mengidentifikasi lima kekuatan yang membentuk persaingan industri dan strategi generik untuk menghadapinya.

Ada 5 Kekuatan Kompetitif Porter:
• Persaingan Industri: Tingkat rivalitas antar kompetitor ada.
• Ancaman Pendatang Baru: Kemudahan kompetitor baru masuk pasar.
• Ancaman Produk
Substitusi: Ketersediaan produk pengganti.
• Kekuatan Tawar Pembeli: Konsumen menekan harga/kualitas.
• Kekuatan Tawar Pemasok: Pemasok mengontrol harga material.

Strategi Generik Porter
• Kepemimpinan Biaya: Menawarkan harga termurah di pasar.
• Diferensiasi: Menawarkan keunikan produk yang bernilai.
• Fokus: Menyasar segmen pasar khusus yang sempit.


5. Dimensi Organisasi untuk Pelaksanaan Strategi
Pelaksanaan strategi membutuhkan keselarasan struktur dan perilaku di dalam perusahaan.
Dimensi Utama
• Struktur Organisasi: Garis wewenang dan pembagian kerja.
• Budaya Organisasi: Nilai bersama dan kebiasaan kerja.
• Sistem Kontrol & Penghargaan: Metrik kinerja dan insentif karyawan.
• Kepemimpinan: Kapasitas eksekutif menggerakkan perubahan.
• Sumber Daya Manusia: Kompetensi dan penempatan talenta.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Mathea Aurel Winpor -
Nama: Mathea Aurel Winpor
NPM: 2601014048

1. Manajemen strategis digerakkan oleh empat komponen utama yang saling berkesinambungan untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan yaitu analisis situasi, formulasi strategi, implementasi strategi, serta evaluasi dan pengendalian.

Dalam penerapannya, strategi ini dibagi menjadi tiga tingkatan organisasi, dimulai dari strategi korporat yang menentukan arah makro seluruh perusahaan, strategi tingkat bisnis yang mengatur cara unit bisnis bersaing di pasarnya, dan strategi tingkat fungsional yang merinci aksi operasional harian di setiap departemen.

2. Proses manajemen strategis merupakan rangkaian enam langkah dinamis yang berjalan secara sistematis dalam organisasi. Rangkaian ini diawali dengan mengidentifikasi misi, sasaran, dan strategi yang saat ini sedang berjalan di perusahaan. Langkah berikutnya adalah melakukan analisis eksternal untuk mengenali peluang lingkungan sekaligus ancaman yang datang dari luar.
SWOT adalah sebuah alat perencanaan yang mencocokkan kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) internal dengan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) eksternal. Setelah posisi organisasi dipahami lewat SWOT.

3. a. Strategi tingkat korporasi berfokus pada pengelolaan portofolio bisnis perusahaan secara keseluruhan, yaitu menentukan kombinasi bisnis apa saja yang harus dipertahankan, dikembangkan, atau bahkan dihentikan demi keuntungan jangka panjang.

b. Untuk mengevaluasi portofolio tersebut, perusahaan sering menggunakan alat bantu Matriks BCG yang memetakan unit bisnis ke dalam empat kategori berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatifnya. Unit bisnis bisa berada pada posisi Stars yang tumbuh cepat dengan pangsa pasar besar, Cash Cows yang menghasilkan uang tunai melimpah di pasar yang sudah matang, Question Marks yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi tetapi pangsa pasarnya masih rendah, atau Dogs yang memiliki pertumbuhan dan pangsa pasar yang sama-sama rendah.

c. Untuk melakukan diversifikasi, baik diversifikasi terkait dengan memasuki bisnis baru yang masih berhubungan dengan lini bisnis utama, maupun diversifikasi tidak terkait yang benar-benar menjelajahi industri baru yang sama sekali berbeda untuk menyebarkan risiko investasi.

4. Model lima kekuatan kompetitif Michael Porter menganalisis daya tarik industri melalui ancaman pendatang baru, kekuatan pemasok, kekuatan pembeli, ancaman produk substitusi, dan tingkat rivalitas kompetitor. Untuk memenangkan persaingan dari kelima kekuatan tersebut, Porter merumuskan tiga pilihan strategi generik bagi perusahaan, yaitu keunggulan biaya (cost leadership) untuk menjadi yang termurah, diferensiasi untuk menciptakan produk unik, atau strategi fokus pada ceruk pasar spesifik.

5. Dimensi Organisasi untuk Pelaksanaan Strategi yaitu keberhasilan implementasi suatu strategi sangat bergantung pada penyelarasan empat dimensi internal organisasi agar semuanya bergerak ke arah tujuan yang sama. Dimensi-dimensi krusial tersebut meliputi penyesuaian struktur organisasi untuk jalur komunikasi yang tepat, penyelarasan sistem pengendalian dan penghargaan demi motivasi kerja, pembentukan budaya organisasi yang mendukung perubahan visi, serta pengelolaan sumber daya manusia untuk menyediakan keahlian kerja yang relevan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Cahya Aulia -
2651014010
1. - Komponen Utama: Visi/misi, analisis lingkungan (internal & eksternal), formulasi strategi, implementasi, dan evaluasi.
- Korporat: Fokus pada arah keseluruhan organisasi dan pengelolaan portofolio unit bisnis.
Bisnis: Fokus pada cara bersaing di pasar/industri tertentu.
- Fungsional: Fokus pada operasional harian tiap departemen (pemasaran, keuangan, SDM) untuk mendukung strategi bisnis.

2. - Proses: Diawali evaluasi misi/tujuan saat ini, melakukan analisis lingkungan, merumuskan strategi baru, mengimplementasikannya, lalu mengevaluasi hasil secara berkala.
- Internal: Strengths (kekuatan) & Weaknesses (kelemahan).
- Eksternal: Opportunities (peluang) & Threats (ancaman).

3. - Strategi Korporasi: Perencanaan tingkat atas untuk menentukan lini bisnis mana yang perlu dimiliki, dikembangkan, atau dilepas.
- Matriks BCG: Alat analisis portofolio bisnis berdasarkan pangsa pasar dan pertumbuhan pasar (Stars, Question Marks, Cash Cows, Dogs).
- Diversifikasi:
a. Terkait (Related): Masuk ke industri baru yang masih berhubungan dengan bisnis inti.
b. Tidak Terkait (Unrelated): Masuk ke industri yang sepenuhnya baru dan tidak berhubungan.

4. - 5 Kekuatan Porter: Ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, ancaman produk pengganti, dan tingkat persaingan antar-pesaing.
- Strategi Generik Porter:
a. Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership): Menjadi produsen berbiaya terendah.
b. Diferensiasi: Menawarkan produk unik bernilai tinggi.
c. Fokus: Menargetkan ceruk pasar (niche market) tertentu.

5. - Kepemimpinan: Pemimpin yang mampu mengarahkan dan memotivasi perubahan.
- Struktur Organisasi: Pembagian tugas dan jalur wewenang yang mendukung alokasi sumber daya.
- Sistem Informasi dan Kontrol: Mekanisme reward, alokasi anggaran, dan alat ukur kinerja.
- Sumber Daya Manusia (SDM): Rekrutmen, pelatihan, dan budaya organisasi yang sejalan dengan strategi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Puspa Prameswara -
NPM: 2601014045

1. Manajemen strategis adalah proses yang digunakan organisasi untuk menentukan arah jangka panjang, merumuskan strategi, melaksanakan strategi, serta mengevaluasi hasilnya agar tujuan organisasi dapat tercapai.
Komponen utama manajemen strategis meliputi:
1) Visi dan misi — menentukan arah dan alasan keberadaan organisasi.
2) Analisis lingkungan — mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi organisasi.
3) Perumusan strategi — menentukan strategi yang paling sesuai dengan kondisi organisasi.
4) Implementasi strategi — menerapkan strategi melalui struktur, sumber daya, dan kegiatan organisasi.
5) Evaluasi dan pengendalian — menilai hasil strategi dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Tingkatan strategi terdiri dari:
- Strategi korporasi, menentukan bisnis atau bidang apa yang akan dimasuki organisasi.
- Strategi bisnis, menentukan bagaimana organisasi bersaing dalam suatu industri atau pasar.
- Strategi fungsional, menentukan bagaimana setiap fungsi seperti pemasaran, keuangan, SDM, dan produksi mendukung strategi bisnis.

2. Proses manajemen strategis dimulai dengan menentukan visi, misi, dan tujuan, kemudian melakukan analisis lingkungan, merumuskan strategi, melaksanakan strategi, serta melakukan evaluasi dan pengendalian.
Salah satu alat yang digunakan dalam analisis lingkungan adalah SWOT, yaitu:
1) Strengths (S): kekuatan internal organisasi, seperti merek yang kuat, SDM berkualitas, atau teknologi yang baik.
2) Weaknesses (W): kelemahan internal, seperti keterbatasan modal, teknologi, atau kemampuan SDM.
3) Opportunities (O): peluang dari lingkungan eksternal, seperti pertumbuhan pasar atau perkembangan teknologi.
4) Threats (T): ancaman eksternal, seperti persaingan, perubahan regulasi, atau perubahan kebutuhan konsumen

3. Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang menentukan arah keseluruhan organisasi, terutama mengenai bisnis apa yang harus dipertahankan, dikembangkan, ditambahkan, atau dihentikan.
Salah satu alat analisisnya adalah Matriks BCG (Boston Consulting Group). BCG mengelompokkan unit bisnis berdasarkan tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif, menjadi:
- Stars: pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan pasar tinggi. Membutuhkan investasi untuk mempertahankan posisi.
- Cash Cows: pangsa pasar tinggi tetapi pertumbuhan pasar rendah. Biasanya menghasilkan arus kas yang besar.
- Question Marks: pangsa pasar rendah tetapi pertumbuhan pasar tinggi. Membutuhkan keputusan apakah akan dikembangkan atau ditinggalkan.
- Dogs: pangsa pasar rendah dan pertumbuhan pasar rendah. Biasanya memiliki prospek pertumbuhan yang rendah.

Portofolio adalah kumpulan bisnis atau unit usaha yang dimiliki organisasi. Manajemen perlu mengatur portofolio agar sumber daya dapat dialokasikan kepada bisnis yang paling memberikan peluang dan keuntungan.

Sementara itu, diversifikasi adalah strategi memperluas kegiatan bisnis dengan memasuki produk atau pasar baru. Diversifikasi dapat berupa:
- Related diversification, memasuki bisnis yang masih memiliki hubungan dengan bisnis utama.
- Unrelated diversification, memasuki bisnis yang tidak memiliki hubungan langsung dengan bisnis utama.

4. Menurut Michael Porter, tingkat persaingan dalam suatu industri dapat dianalisis melalui Five Forces, yaitu:
1) Persaingan antar perusahaan yang sudah ada (rivalry among competitors)
Semakin banyak pesaing dan semakin ketat persaingan, semakin besar tekanan terhadap perusahaan.
2) Ancaman pendatang baru (threat of new entrants)
Jika mudah bagi perusahaan baru untuk masuk ke industri, persaingan akan semakin tinggi.
3) Kekuatan tawar-menawar pemasok (bargaining power of suppliers)
Pemasok memiliki kekuatan lebih besar apabila jumlah pemasok terbatas dan perusahaan sulit mencari alternatif.
4) Kekuatan tawar-menawar pembeli (bargaining power of buyers)
Pembeli memiliki kekuatan besar jika memiliki banyak pilihan dan dapat dengan mudah berpindah ke perusahaan lain.
5) Ancaman produk atau jasa pengganti (threat of substitutes)
Produk pengganti dapat mengurangi permintaan terhadap produk perusahaan.

Untuk menghadapi kekuatan kompetitif tersebut, Porter mengembangkan strategi kompetitif generik, yaitu:
1) Cost leadership — menjadi perusahaan dengan biaya operasi yang rendah sehingga dapat menawarkan harga kompetitif.
2) Differentiation — menciptakan produk atau layanan yang memiliki keunikan dan bernilai bagi pelanggan.
3) Focus — memusatkan strategi pada segmen pasar tertentu, baik melalui biaya rendah maupun diferensiasi

5. Pelaksanaan strategi membutuhkan penyesuaian berbagai dimensi organisasi agar strategi dapat dijalankan secara efektif. Dimensi tersebut meliputi:

1) Struktur organisasi
Struktur harus sesuai dengan strategi agar pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab menjadi jelas.
2) Sistem dan proses organisasi
Organisasi membutuhkan sistem komunikasi, pengambilan keputusan, koordinasi, serta pengendalian yang mendukung strategi.
3) Sumber daya manusia
Karyawan harus memiliki kompetensi, keterampilan, dan motivasi yang sesuai dengan strategi yang diterapkan.
Budaya organisasi
4) Nilai dan kebiasaan dalam organisasi harus mendukung perubahan dan perilaku yang diperlukan untuk menjalankan strategi.
5) Kepemimpinan
Pemimpin berperan memberikan arahan, mengalokasikan sumber daya, memotivasi karyawan, dan memastikan strategi diterapkan secara konsisten.
6) Sistem penghargaan dan pengukuran kinerja
Kinerja harus diukur berdasarkan indikator yang sesuai dengan tujuan strategis dan didukung sistem penghargaan yang mendorong pencapaian strategi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Alina Cantika -
ALINA RAHMACANTIKA
NPM 2651014011

1. Komponen manajemen strategis dan tingkatan strategi
Manajemen strategis terdiri dari analisis lingkungan, perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Tingkatan strategi meliputi strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.


2. Proses manajemen strategis dan analisis SWOT
Proses manajemen strategis dimulai dari menetapkan tujuan, menganalisis lingkungan, merumuskan strategi, melaksanakan strategi, dan mengevaluasi hasilnya. SWOT digunakan untuk menganalisis Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).


3. Strategi tingkat korporasi, matriks BCG, portofolio, dan diversifikasi
Strategi korporasi menentukan arah dan ruang lingkup keseluruhan perusahaan. Matriks BCG digunakan untuk mengelompokkan produk berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar, yaitu Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog. Strategi portofolio mengatur berbagai bisnis atau produk, sedangkan diversifikasi dilakukan dengan memasuki produk atau pasar baru.


4. Kekuatan kompetitif dan strategi Porter
Kekuatan kompetitif adalah faktor yang memengaruhi kemampuan perusahaan dalam bersaing. Menurut Porter, terdapat lima kekuatan, yaitu persaingan antarperusahaan, ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan pemasok, dan kekuatan pembeli. Strategi utamanya adalah cost leadership, differentiation, dan focus.


5. Dimensi organisasi untuk pelaksanaan strategi
Dimensi organisasi yang mendukung pelaksanaan strategi meliputi struktur organisasi, sistem pengendalian, sumber daya manusia, budaya organisasi, dan kepemimpinan. Semua unsur tersebut harus disesuaikan agar strategi dapat diterapkan secara efektif dan tujuan organisasi tercapai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Aurel Anggia Naura -
NPM 2651014004

1. Komponen manajemen strategis dan tingkatan strategi
Manajemen strategis merupakan proses mengatur dan mengarahkan organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang. Komponennya meliputi analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi. Tingkat strategi terdiri dari korporasi, bisnis, dan fungsional.

2. Proses manajemen strategis dan analisis SWOT
Proses manajemen strategis dilakukan dengan menetapkan visi dan tujuan, menganalisis lingkungan, menyusun strategi, menerapkan strategi, dan mengevaluasi hasilnya. Analisis SWOT membantu melihat kondisi organisasi melalui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.

3. Strategi tingkat korporasi, BCG, portofolio, dan diversifikasi
Strategi tingkat korporasi menentukan bisnis apa yang akan dijalankan dan dikembangkan perusahaan. Matriks BCG membagi produk menjadi Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog berdasarkan pangsa pasar dan pertumbuhan pasar. Portofolio digunakan untuk mengelola berbagai bisnis, sedangkan diversifikasi berarti mengembangkan bisnis atau produk baru.

4. Kekuatan kompetitif dan strategi Porter
Kekuatan kompetitif menunjukkan faktor yang memengaruhi persaingan perusahaan di pasar. Lima kekuatan Porter meliputi persaingan sesama perusahaan, ancaman pendatang baru, produk pengganti, kekuatan pemasok, dan kekuatan pembeli. Strategi Porter terdiri dari keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus.

5. Dimensi organisasi dalam pelaksanaan strategi
Pelaksanaan strategi dipengaruhi oleh beberapa dimensi organisasi, seperti struktur organisasi, budaya organisasi, kepemimpinan, sumber daya manusia, dan sistem pengendalian. Dimensi tersebut harus berjalan sesuai dengan strategi agar pelaksanaannya efektif dan tujuan organisasi dapat tercapai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Diva Aulia Putri -
NPM : 2601014040

1. Manajemen strategis adalah keputusan dan tindakan manajer untuk menentukan kinerja jangka panjang organisasi, dengan komponen misi, tujuan, dan strategi. Strategi punya tiga tingkatan: korporasi (bisnis apa yang digeluti), bisnis (cara bersaing di tiap bisnis), dan fungsional (dukungan tiap departemen).

2. Prosesnya dimulai dari menetapkan misi dan tujuan, menganalisis lingkungan eksternal dan internal, merumuskan strategi, mengimplementasikannya, lalu mengevaluasi hasilnya. Analisis SWOT dipakai pada tahap analisis: kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) berasal dari internal, sedangkan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) berasal dari eksternal. Hasilnya menunjukkan strategi mana yang paling cocok dengan kondisi organisasi.

3. Strategi korporasi menentukan bisnis apa yang dimasuki dan dikelola, berupa pertumbuhan, stabilitas, atau pembaharuan. Matriks BCG membagi unit bisnis berdasarkan pangsa dan pertumbuhan pasar: stars (diinvestasikan), cash cows (sumber dana), question marks (diputuskan investasi atau lepas), dan dogs (biasanya dilepas), sehingga portofolio tetap seimbang. Diversifikasi terkait masuk ke bisnis yang mirip demi sinergi, sedangkan tidak terkait masuk ke bisnis berbeda demi menyebar risiko.

4. Porter menyebut lima kekuatan yang membentuk persaingan industri: pendatang baru, produk pengganti, kekuatan tawar pemasok, kekuatan tawar pembeli, dan persaingan antarpesaing. Strategi generiknya ada tiga: kepemimpinan biaya (biaya terendah), diferensiasi (produk unik), dan fokus (segmen sempit).

5. Pelaksanaan strategi bergantung pada kesesuaian dimensi organisasi dengan strateginya. Dimensi utamanya adalah struktur (pembagian tugas dan garis wewenang), budaya (nilai dan norma bersama), sistem dan proses (seperti informasi, anggaran, dan pengendalian), sumber daya manusia (kompetensi, penghargaan, pelatihan), serta kepemimpinan yang menggerakkan perubahan. Strategi yang bagus tetap bisa gagal jika dimensi-dimensi ini tidak diselaraskan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Rindi Claudia -
NPM: 2601014055

1. Komponen dan tingkatan manajemen strategi: meliputi visi-misi, analisis lingkungan, perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi. Tingkatannya yaitu korporasi, bisnis, dan fungsional.

2. Proses strategi dan SWOT: dimulai dari menentukan tujuan, menganalisis kondisi, membuat strategi, melaksanakan, lalu mengevaluasi. SWOT terdiri dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats.


3. Strategi korporasi: menentukan arah bisnis perusahaan. BCG terdiri dari Stars, Cash Cows, Question Marks, dan Dogs. Diversifikasi berarti menambah produk atau bisnis baru.


4. Kekuatan kompetitif dan Porter: meliputi persaingan, pendatang baru, produk pengganti, pemasok, dan pembeli. Strateginya yaitu cost leadership, differentiation, dan focus.


5. Dimensi organisasi: meliputi struktur organisasi, SDM, sistem kerja, budaya organisasi, kepemimpinan, dan teknologi untuk mendukung pelaksanaan strategi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Iqrom budi Pratama -
NPM:2601014043

1. Manajemen strategis adalah proses menentukan tujuan dan strategi organisasi. Tingkat strategi terdiri dari korporasi, bisnis, dan fungsional.

2. Proses manajemen strategis: menentukan misi, analisis lingkungan, menyusun strategi, menerapkan, mengevaluasi. SWOT terdiri dari Strength, Weakness, Opportunity, Threat.

3. Strategi korporasi menentukan bisnis yang dijalankan perusahaan. BCG terdiri dari Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog. Diversifikasi berarti menambah bisnis atau produk baru.

4. Lima kekuatan Porter: persaingan, pendatang baru, produk pengganti, pemasok, dan pembeli.
Strateginya: Cost Leadership, Differentiation, dan Focus.

5. Dimensi organisasi dalam pelaksanaan strategi meliputi struktur organisasi, sistem kerja, SDM, budaya organisasi, dan kepemimpinan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Dafa Aditya Pratama -
NPM : 2601014050

1. Komponen manajemen strategis dan tingkatan strategi
Manajemen strategis adalah proses menetapkan arah jangka panjang organisasi, memilih strategi, melaksanakannya, dan mengevaluasi hasilnya agar organisasi unggul dibanding pesaing.
Komponen utamanya:
Misi: alasan keberadaan organisasi.
Tujuan strategis: hasil jangka panjang yang ingin dicapai.
Strategi: pola keputusan dan tindakan untuk mencapai tujuan.
Keunggulan kompetitif: hal yang membuat organisasi lebih baik daripada pesaing.
Sumber daya dan kompetensi inti: kekuatan khusus yang sulit ditiru.
Tiga tingkatan strategi:
Korporasi: menentukan bisnis apa yang dijalankan dan bagaimana mengelola seluruh portofolio.
Bisnis (unit usaha): menentukan cara bersaing di satu bidang usaha tertentu.
Fungsional: menjabarkan strategi bisnis ke tiap bidang, seperti pemasaran, keuangan, produksi, dan SDM.
2. Proses manajemen strategis dan analisis SWOT
Proses manajemen strategis:
Menetapkan misi dan tujuan organisasi.
Menganalisis lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) dan internal (kekuatan dan kelemahan).
Merumuskan strategi pada tingkat korporasi, bisnis, dan fungsional.
Melaksanakan strategi lewat struktur, sumber daya, budaya, dan kepemimpinan.
Mengevaluasi dan mengendalikan, lalu memperbaiki bila hasil menyimpang.
Analisis SWOT:
Strengths (kekuatan): faktor internal yang menguntungkan, misalnya merek kuat.
Weaknesses (kelemahan): faktor internal yang merugikan, misalnya modal terbatas.
Opportunities (peluang): faktor eksternal yang menguntungkan, misalnya pasar tumbuh.
Threats (ancaman): faktor eksternal yang merugikan, misalnya pesaing baru.
Hasilnya dipadukan menjadi strategi: SO (memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang), WO (memperbaiki kelemahan lewat peluang), ST (memakai kekuatan untuk menghadapi ancaman), dan WT (meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman).
3. Strategi korporasi, matriks BCG, portofolio, dan diversifikasi
Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang menentukan arah seluruh perusahaan: bidang usaha yang dimasuki, cara membagi sumber daya antarunit, dan arah pertumbuhannya. Tiga pilihan dasarnya adalah pertumbuhan (ekspansi), stabilitas (mempertahankan posisi), dan pembaruan (penghematan, pembalikan arah).
Matriks BCG (Boston Consulting Group) menilai unit usaha berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif:
Stars (bintang): pertumbuhan tinggi, pangsa tinggi. Perlu investasi untuk dipertahankan.
Cash cows (sapi perah): pertumbuhan rendah, pangsa tinggi. Menghasilkan kas untuk unit lain.
Question marks (tanda tanya): pertumbuhan tinggi, pangsa rendah. Dipilih untuk dikembangkan atau dilepas.
Dogs (anjing): pertumbuhan rendah, pangsa rendah. Biasanya dilepas atau dihentikan.
Portofolio adalah kumpulan unit usaha milik perusahaan. Manajemen portofolio berarti menyeimbangkan unit-unit itu: kas dari cash cows dipakai untuk membiayai question marks dan stars, sehingga risiko tersebar dan pertumbuhan terjaga.
Pendekatan diversifikasi:
Terkait (related): masuk ke bisnis yang punya kesamaan dengan bisnis lama (teknologi, pasar, atau distribusi), sehingga muncul sinergi.
Tidak terkait (unrelated): masuk ke bisnis yang sama sekali berbeda, terutama untuk menyebar risiko dan mencari peluang laba.
4. Kekuatan kompetitif dan strategi Porter
Porter menyebut lima kekuatan yang menentukan daya tarik suatu industri:
Ancaman pendatang baru: makin mudah masuk, makin ketat persaingan.
Ancaman produk pengganti: produk lain yang memenuhi kebutuhan yang sama.
Kekuatan tawar pemasok: pemasok kuat bisa menaikkan harga.
Kekuatan tawar pembeli: pembeli kuat bisa menekan harga.
Persaingan antarpesaing yang ada: perang harga, promosi, dan inovasi.
Tiga strategi generik Porter:
Kepemimpinan biaya (cost leadership): menjadi produsen berbiaya terendah agar bisa menjual lebih murah atau berlaba lebih tinggi.
Diferensiasi: menawarkan produk yang unik (kualitas, merek, desain, layanan) sehingga pembeli bersedia membayar lebih.
Fokus: melayani segmen pasar sempit, baik dengan biaya rendah maupun diferensiasi.
Perusahaan yang tidak jelas pilihannya ("terjepit di tengah") cenderung kinerjanya lemah.
5. Dimensi organisasi untuk pelaksanaan strategi
Strategi hanya berhasil bila didukung unsur-unsur organisasi yang selaras. Dimensi yang umum dipakai:
Struktur organisasi: pembagian tugas, wewenang, dan alur pelaporan harus sesuai dengan strategi.
Kepemimpinan: pemimpin menyampaikan visi, memotivasi, dan menjadi teladan pelaksanaan strategi.
Budaya organisasi: nilai dan kebiasaan bersama harus mendukung strategi.
Sumber daya manusia: perekrutan, pelatihan, dan penghargaan diarahkan pada kemampuan yang dibutuhkan strategi.
Sistem dan proses: anggaran, sistem informasi, serta sistem pengukuran dan insentif.
Sumber daya dan teknologi: dana, peralatan, dan teknologi dialokasikan sesuai prioritas strategi.
Pengendalian: pemantauan dan umpan balik agar penyimpangan cepat diperbaiki.
Kerangka yang sering dipakai untuk melihat keselarasan ini adalah 7-S McKinsey: strategy, structure, systems, shared values, style, staff, dan skills.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Muhammad Makky Arzacky -
NPM:2601014053

1. Komponen strategi: visi, misi, tujuan, strategi, serta kebijakan, program, anggaran, dan prosedur. Tingkatan: korporasi (arah dan cakupan bisnis perusahaan), bisnis (cara bersaing di satu pasar), fungsional (dukungan tiap fungsi terhadap strategi bisnis).
2. Proses: analisis lingkungan, perumusan, implementasi, evaluasi dan pengendalian. SWOT: kekuatan dan kelemahan (internal), peluang dan ancaman (eksternal), menghasilkan strategi SO, WO, ST, WT.
3. Strategi korporasi menentukan arah dan cakupan seluruh bisnis perusahaan. Matriks BCG: stars (pertumbuhan dan pangsa tinggi), cash cows (pertumbuhan rendah, pangsa tinggi), question marks (pertumbuhan tinggi, pangsa rendah), dogs (keduanya rendah). Portofolio adalah kumpulan unit bisnis yang dikelola seimbang. Diversifikasi: konsentrik (bisnis terkait) dan konglomerat (bisnis tidak terkait).
4. Lima kekuatan Porter: pendatang baru, kekuatan tawar pemasok, kekuatan tawar pembeli, produk substitusi, persaingan antar pesaing. Strategi generik: kepemimpinan biaya, diferensiasi, fokus.
5. Dimensi organisasi: struktur, budaya, kepemimpinan, sistem dan SDM, serta alokasi sumber daya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by KEYSA PUTRI ZAHRA -
NPM:2651014014

1.Komponen dan Tingkatan Manajemen Strategis
Komponen: visi-misi, analisis lingkungan, tujuan, formulasi strategi, implementasi, serta evaluasi dan pengendalian.
Tingkatan strategi:
Korporasi: menentukan bisnis yang dijalankan perusahaan.
Bisnis: menentukan cara bersaing dalam suatu industri.
Fungsional: strategi pada pemasaran, keuangan, SDM, produksi, dan lainnya.

2. Proses manajemen strategis adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan organisasi untuk menentukan arah dan tujuan jangka panjang serta mencapai tujuan tersebut secara efektif. Proses manajemen strategis umumnya terdiri dari:
Strengths: kekuatan internal.
Weaknesses: kelemahan internal.
Opportunities: peluang eksternal.
Threats: ancaman eksternal.

3. Strategi Korporasi, BCG, Portofolio, dan Diversifikasi
Strategi tingkat korporasi menentukan arah keseluruhan perusahaan dan pengelolaan berbagai unit bisnis.
Matriks BCG berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif:

Stars: pertumbuhan tinggi, pangsa tinggi.
Cash Cows: pertumbuhan rendah, pangsa tinggi.
Question Marks: pertumbuhan tinggi, pangsa rendah.
Dogs: pertumbuhan rendah, pangsa rendah.
Strategi portofolio mengatur kombinasi bisnis agar sumber daya perusahaan optimal.
Diversifikasi adalah memasuki produk atau bisnis baru. Bentuknya antara lain diversifikasi terkait (masih berhubungan dengan bisnis utama) dan tidak terkait (memasuki bidang yang berbeda)

4. Kekuatan Kompetitif dan Strategi Porter
Lima kekuatan kompetitif Porter:
Persaingan antarperusahaan.
Ancaman pendatang baru.
Ancaman produk pengganti.
Kekuatan tawar pemasok.
Kekuatan tawar pembeli.
Strategi Porter:
Cost Leadership: menjadi perusahaan dengan biaya rendah.
Differentiation: menawarkan produk yang berbeda/unik.
Focus: fokus pada segmen pasar tertentu.

5. Dimensi Organisasi untuk Pelaksanaan Strategi
Pelaksanaan strategi dipengaruhi oleh beberapa dimensi organisasi, yaitu struktur organisasi, budaya organisasi, kepemimpinan, sumber daya, sistem penghargaan dan pengendalian, serta komunikasi. Struktur harus sesuai dengan strategi, budaya mendukung perubahan, kepemimpinan mengarahkan pelaksanaan, dan sumber daya harus dialokasikan sesuai prioritas strategis.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by M DICHO NASATAMA -
NPM 2651014009

1. Manajemen strategis terdiri dari perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Tingkatan strategi yaitu strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.
2. Proses manajemen strategis meliputi analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi, serta evaluasi dan pengendalian. Analisis SWOT terdiri dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
3. Strategi tingkat korporasi adalah strategi untuk menentukan arah dan bisnis yang akan dijalankan perusahaan. Matriks BCG terdiri dari Stars, Cash Cows, Question Marks, dan Dogs. Portofolio digunakan untuk mengelola berbagai unit bisnis, sedangkan diversifikasi adalah pengembangan bisnis atau produk baru.
4. Kekuatan kompetitif Porter terdiri dari persaingan antarperusahaan, ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar pemasok, dan kekuatan tawar pembeli. Strategi Porter yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus.
5. Dimensi organisasi untuk pelaksanaan strategi meliputi struktur organisasi, sumber daya manusia, budaya organisasi, kepemimpinan, sistem kerja, dan sistem penghargaan. Dimensi tersebut harus disesuaikan dengan strategi agar tujuan organisasi tercapai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Nazwa Aura Khalifah Nuril Lail -
NPM 2601014049

1. Manajemen strategis adalah proses untuk menentukan tujuan organisasi, menyusun strategi, menjalankan strategi, dan mengevaluasi hasilnya agar organisasi dapat mencapai tujuan. Komponen utamanya meliputi misi dan tujuan, analisis lingkungan, perumusan strategi, pelaksanaan strategi, serta evaluasi dan pengendalian. Tingkatan strategi terdiri dari strategi korporasi (tingkat perusahaan secara keseluruhan), strategi bisnis (cara memenangkan persaingan dalam suatu bisnis), dan strategi fungsional (strategi pada bagian tertentu seperti pemasaran, keuangan, dan SDM).
2. Proses manajemen strategis dimulai dari menentukan visi, misi, dan tujuan, kemudian menganalisis lingkungan internal dan eksternal, merumuskan strategi, melaksanakan strategi, lalu melakukan evaluasi. Salah satu alat analisis yang digunakan adalah SWOT, yaitu Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) dari lingkungan internal, serta Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) dari lingkungan eksternal. Analisis SWOT membantu organisasi menentukan strategi yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
3.Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang menentukan arah dan ruang lingkup perusahaan secara keseluruhan, termasuk bisnis apa yang akan dijalankan atau dikembangkan. Matriks BCG digunakan untuk menganalisis portofolio bisnis berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar, yang terdiri dari Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog. Pendekatan portofolio membantu perusahaan menentukan bisnis mana yang perlu dikembangkan, dipertahankan, atau dikurangi. Sedangkan diversifikasi adalah strategi memperluas bisnis ke produk atau pasar baru, baik yang masih berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan bisnis utama.
4.Kekuatan kompetitif adalah faktor-faktor yang memengaruhi tingkat persaingan dan kemampuan perusahaan untuk bertahan di pasar. Menurut Michael Porter, terdapat lima kekuatan kompetitif, yaitu persaingan antarperusahaan, ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pemasok, dan kekuatan tawar-menawar pembeli. Untuk menghadapi persaingan tersebut, Porter mengemukakan tiga strategi utama, yaitu cost leadership (menjadi perusahaan dengan biaya rendah), differentiation (membuat produk yang berbeda/unik), dan focus (memusatkan perhatian pada segmen pasar tertentu).
5.Dimensi organisasi yang digunakan dalam pelaksanaan strategi meliputi struktur organisasi, sistem, sumber daya manusia, budaya organisasi, kepemimpinan, dan proses kerja. Semua dimensi tersebut harus disesuaikan dengan strategi yang dipilih. Misalnya, strategi yang membutuhkan inovasi akan lebih efektif jika organisasi memiliki struktur yang fleksibel, budaya yang mendukung kreativitas, serta karyawan yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Galang Bagus Aditya -
NPM : 2601014041

1. Komponen Manajemen Strategis dan Tingkatan Strategi
Manajemen strategis terdiri dari: analisis lingkungan, formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi/pengendalian.

Tingkatan strategi ada 3:
- Korporasi – arah bisnis perusahaan secara keseluruhan
- Bisnis – cara bersaing di suatu industri/pasar
- Fungsional – strategi operasional per departemen (pemasaran, keuangan, dll)

2. Proses Manajemen Strategis dan Analisis SWOT
Proses: pengamatan lingkungan → formulasi strategi → implementasi → evaluasi dan pengendalian.

SWOT: Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan),Opportunities (peluang), Threats (ancaman) — digunakan untuk menyusun strategi berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan.

3. Strategi Korporasi, Matriks BCG, Portofolio, Diversifikasi
Strategi korporasi menentukan bisnis apa yang dijalankan perusahaan.

Matriks BCG membagi unit bisnis jadi 4:
- Stars (pangsa & pertumbuhan tinggi)
- Cash Cows (pangsa tinggi, pertumbuhan rendah)
- Question Marks (pangsa rendah, pertumbuhan tinggi)
- Dogs (pangsa & pertumbuhan rendah)

Portofolio: mengelola kumpulan bisnis agar saling mendukung.
Diversifikasi: terkait (related) dan tidak terkait (unrelated) dengan bisnis inti.

4. Kekuatan Kompetitif dan Strategi Porter
5 Kekuatan Porter: ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, ancaman produk substitusi, persaingan antarperusahaan.

Strategi generik Porter: cost leadership(biaya rendah), differentiation (produk unik), focus(fokus segmen tertentu).

5. Dimensi Organisasi untuk Pelaksanaan Strategi
- Struktur organisasi
- Kepemimpinan
- Budaya organisasi
- Sumber daya manusia
- Sistem dan prosedur
- Alokasi sumber daya
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Nadia Asyfa Putri -
Nadia Asyfa Putri (2601014044)

1. Komponen manajemen strategis mencakup penyusunan misi dan visi, penetapan tujuan strategis, analisis lingkungan, serta formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi. Pada praktiknya, manajemen strategis beroperasi dalam tiga tingkatan utama, yaitu tingkat korporasi yang menentukan arah keseluruhan organisasi, tingkat bisnis yang berfokus pada cara bersaing di pasar tertentu, serta tingkat fungsional yang mendukung operasional departemen seperti pemasaran dan keuangan.
2. Proses manajemen strategis diawali dengan mengidentifikasi misi dan tujuan organisasi, dilanjutkan dengan analisis lingkungan internal dan eksternal. Salah satu alat utama dalam tahap analisis ini adalah analisis SWOT, yang mengevaluasi faktor internal berupa kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses), serta faktor eksternal berupa peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats). Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi yang tepat.
3. Pada tingkat korporasi, strategi difokuskan pada pengelolaan portofolio bisnis guna memaksimalkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Salah satu alat analisis yang sering digunakan adalah Matriks BCG, yang mengelompokkan unit bisnis ke dalam kategori Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog berdasarkan pangsa pasar dan tingkat pertumbuhan industri. Selain itu, korporasi dapat menerapkan pendekatan diversifikasi, baik secara konsentris (mengembangkan bisnis baru yang masih berhubungan) maupun konglomerat (masuk ke bisnis baru yang tidak saling berhubungan).
4. Untuk membangun keunggulan bersaing, organisasi dapat menganalisis lima kekuatan kompetitif Porter yang mencakup ancaman pendatang baru, daya tawar pemasok, daya tawar pembeli, ancaman produk substitusi, dan tingkat persaingan antarpesaing. Berdasarkan analisis tersebut, Porter menawarkan strategi generik yang terdiri dari keunggulan biaya (menjadi produsen berefisiensi terendah), diferensiasi (menawarkan keunikan produk), dan fokus (menguasai ceruk pasar tertentu).
5. Agar strategi dapat dieksekusi dengan efektif, organisasi harus menyelaraskan berbagai dimensi internalnya. Dimensi pelaksanaan strategi tersebut meliputi struktur organisasi yang mengatur hierarki dan koordinasi, sistem informasi dan pengendalian untuk memantau kinerja, pengelolaan sumber daya manusia, gaya kepemimpinan yang mengarahkan perubahan, serta budaya organisasi yang membentuk nilai dan dorongan kerja karyawan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Kyara Mellanie Putri -
2601014057

1. Manajemen strategis & tingkatan strategi
- Manajemen strategis: serangkaian keputusan dan tindakan untuk merumuskan dan melaksanakan strategi agar organisasi selaras dengan lingkungannya dan mencapai tujuan.
- Tiga tingkatan: perusahaan (bidang usaha apa?), usaha/bisnis(bagaimana bersaing?), fungsi (bagaimana mendukung strategi bisnis?).

2. Proses manajemen strategis & SWOT
- Proses: evaluasi misi, tujuan, dan strategi saat ini → pindai lingkungan internal dan eksternal → identifikasi faktor strategis → rumuskan strategi baru → implementasi.
- SWOT: faktor internal (Strengths dan Weaknesses) serta faktor eksternal (Opportunities dan Threats).

3. Strategi korporasi, BCG, portofolio, diversifikasi
- Strategi korporasi/portofolio: menciptakan campuran seimbang antar-SBU untuk sinergi dan mengurangi risiko.
- Matriks BCG: Stars (dominan di pasar tumbuh pesat), Cash Cows (pangsa besar di pasar matang, penghasil kas), Question Marks (berisiko, berpotensi jadi Star), Dogs (kinerja buruk, dijual atau ditutup).
- Diversifikasi: terkait (masih berhubungan dengan bisnis utama), tidak terkait (lini baru sama sekali), dan integrasi vertikal (ke pemasok atau distribusi).

4. Kekuatan kompetitif & strategi Porter
- Lima kekuatan: pendatang baru, daya tawar pembeli, daya tawar pemasok, produk pengganti, dan persaingan antar pesaing.
- Strategi: diferensiasi (produk unik), kepemimpinan biaya (harga murah lewat efisiensi), fokus (segmen pasar sempit).

5. Dimensi organisasi pelaksanaan strategi
- Kepemimpinan (kunci utama), desain struktural, sumber daya manusia, serta sistem informasi dan pengendalian.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Dian Wahyuni -
Nama = Dian Wahyuni
NPM = 2651014018

1. Komponen dan Tingkatan Strategi
Komponen : Visi, Misi , Tujuan , Strategi , Implementasi , Evaluasi
Tingkatan : Korporasi (arah usaha), Bisnis (cara bersaing), Fungsional (pendukung)

2. Proses dan SWOT
Proses : Tetapkan misi , analisis lingkungan , susun strategi , laksanakan , pantau
SWOT : Kekuatan dan Kelemahan (internal) Peluang dan Ancaman (eksternal) jadi dasar penyusunan strategi

3. Strategi Korporasi dan Matriks BCG
BCG : Bintang (investasi), Sapi Perah (sumber dana), Tanda Tanya (pilih kembangkan/tinggalkan), Anjing (pertahankan/hentikan)
Portofolio : kumpulan usaha untuk menyebar risiko
Diversifikasi : perluasan ke bidang baru terkait maupun tidak terkait

4. 5 Kegiatan dan Strategi Porter
Kekuatan : pendatang baru, pemasok, pembeli, produk pengganti, persaingan
Strategi : Kepemimpinan Biaya, Diferensiasi, Fokus

5. Dimensi Pelaksanaan Strategi
Struktur, Sumber Daya, Budaya, Kepemimpinan, Sistem, SDM semua harus selaras agar strategi berhasil
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by MIRANDA TAQILA ARUM -
NPM : 2601014047

1. A. Komponen Utama Manajemen Strategis:
• Visi dan Misi: Arah masa depan dan tujuan dasar keberadaan organisasi.
• Analisis Lingkungan: Pemetaan kekuatan-kelemahan (internal) serta peluang-ancaman (eksternal).
• Formulasi Strategi: Perumusan tujuan jangka panjang dan rencana aksi.
• Implementasi Strategi: Eksekusi rencana melalui program, anggaran, dan alokasi sumber daya.
• Evaluasi dan Pengendalian: Pengukuran kinerja dan pengambilan tindakan korektif jika terjadi penyimpangan.
B. Tingkatan Strategi Organisasi
• Strategi Korporasi (Corporate Level): Menentukan arah keseluruhan perusahaan dan pengelolaan portofolio bisnis (cth: merger, akuisisi, diversifikasi).
• Strategi Bisnis (Business Level): Menentukan cara bersaing secara efektif di pasar tertentu untuk membangun keunggulan kompetitif (cth: diferensiasi, keunggulan biaya).
• Strategi Fungsional (Functional Level): Mengoptimalkan produktivitas departemen spesifik untuk mendukung strategi bisnis (cth: strategi pemasaran, keuangan, SDM).
• Strategi Operasional (Operational Level): Mengatur taktik dan aktivitas harian pada unit kerja terkecil (cth: target harian pabrik atau wilayah penjualan).

2. Proses manajemen strategi adalah rangkaian siklus berkelanjutan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian keputusan agar organisasi dapat mencapai tujuan jangka panjang dan keunggulan kompetitif.
Analisis SWOT:
• S (Strengths / Kekuatan): Faktor positif dari dalam seperti keunggulan produk, reputasi merek, atau SDM yang kompeten.
• W (Weaknesses / Kelemahan): Faktor negatif dari dalam seperti keterbatasan modal atau kurangnya visibilitas digital.
• O (Opportunities / Peluang): Faktor positif dari luar seperti tren pasar yang naik atau peluang ekspansi.
• T (Threats / Ancaman): Faktor negatif dari luar seperti munculnya pesaing baru atau perubahan regulasi.

3. • Strategi tingkat korporasi adalah rencana induk manajemen puncak untuk mengelola keseluruhan portofolio bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan secara menyeluruh.
• Matriks BCG (Boston Consulting Group)
Digunakan untuk menganalisis posisi produk atau unit bisnis berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar. Terdiri dari:
Star: pertumbuhan tinggi, pangsa pasar tinggi.
Cash Cow: pertumbuhan rendah, pangsa pasar tinggi.
Question Mark: pertumbuhan tinggi, pangsa pasar rendah.
Dog: pertumbuhan rendah, pangsa pasar rendah.
• Portofolio
Kumpulan berbagai produk atau unit bisnis yang dimiliki perusahaan. Pengelolaannya bertujuan menyeimbangkan investasi, risiko, dan keuntungan agar kinerja perusahaan optimal.
• Pendekatan Diversifikasi
Strategi perusahaan untuk mengembangkan produk atau memasuki pasar baru agar tidak bergantung pada satu produk atau pasar. Jenisnya:
Diversifikasi terkait: bisnis baru masih berhubungan dengan bisnis utama.
Diversifikasi tidak terkait: bisnis baru berbeda dari bisnis utama.

4. A. Lima Kekuatan Kompetitif (Porter’s Five Forces)
• Persaingan dalam Industri (Competitive Rivalry): Tingkat ketatnya persaingan antar-kompetitor yang sudah ada di pasar berdasarkan harga, kualitas, dan layanan.
• Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants): Kemudahan pemain baru untuk masuk ke pasar yang dapat memperketat kompetisi dan menurunkan potensi laba.
• Ancaman Produk Pengganti (Threat of Substitutes): Ketersediaan produk atau layanan alternatif dari industri lain yang dapat memikat pelanggan.
• Daya Tawar Pembeli (Bargaining Power of Buyers): Kemampuan konsumen untuk menekan harga atau menuntut kualitas produk yang lebih tinggi.
• Daya Tawar Pemasok (Bargaining Power of Suppliers): Kendali yang dimiliki pemasok atas harga bahan baku atau ketersediaan pasokan.
B. Strategi Kompetitif Generik Porter
• Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership): Perusahaan berusaha menjadi produsen dengan biaya operasional terendah di industrinya agar bisa menawarkan harga murah dan meraup pangsa pasar luas.
• Diferensiasi (Differentiation): Perusahaan menciptakan produk yang unik, inovatif, atau memiliki nilai khusus yang sangat dihargai oleh konsumen.
• Fokus (Focus): Perusahaan memusatkan perhatian pada segmen pasar, wilayah, atau kelompok pembeli tertentu saja, yang dibagi lagi menjadi fokus biaya atau fokus diferensiasi.

5. Kekuatan Kompetitif (Porter’s Five Forces) adalah alat untuk menganalisis tingkat persaingan industri, sedangkan Strategi Porter adalah taktik untuk memenangkan persaingan tersebut.
a. 5 Kekuatan Kompetitif Porter
• Persaingan Sesama Kompetitor: Seberapa ketat persaingan antarpemain lama di pasar.
• Ancaman Pendatang Baru: Kemudahan kompetitor baru untuk masuk ke industri.
• Ancaman Produk Pengganti: Ketersediaan produk alternatif dari industri lain yang mirip fungsinya.
• Daya Tawar Pembeli: Kekuatan konsumen untuk menuntut harga lebih murah atau kualitas lebih baik.
• Daya Tawar Pemasok: Kendali pemasok dalam menentukan harga atau ketersediaan bahan baku.
b. 3 Strategi Generik Porter
• Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership): Menjadi produsen dengan biaya terendah untuk menjual produk dengan harga paling murah.
• Diferensiasi (Differentiation): Membuat produk yang unik dan memiliki nilai tambah tinggi agar berbeda dari pesaing.
• Fokus (Focus): Memusatkan seluruh strategi (baik biaya murah atau keunikan produk) hanya pada segmen pasar tertentu yang sangat spesifik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Daffy Ibrahim -
Nama: Daffy Ibrahim
Npm: 2651014017

1. Bagaimana mendefinisikan komponen manajemen strategis dan membahas tingkatan strategi?
Manajemen strategis adalah proses yang dilakukan organisasi untuk menentukan arah dan tujuan jangka panjang serta cara untuk mencapainya. Komponen utama manajemen strategis meliputi penetapan visi dan misi, penentuan tujuan, analisis lingkungan, penyusunan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi.

Tingkatan strategi dalam organisasi terdiri dari tiga, yaitu strategi tingkat korporasi, strategi tingkat bisnis, dan strategi tingkat fungsional. Strategi korporasi berkaitan dengan arah organisasi secara keseluruhan. Strategi bisnis berfokus pada cara memenangkan persaingan dalam suatu bidang usaha. Sedangkan strategi fungsional berkaitan dengan kegiatan setiap bagian, seperti pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia.

2. Jelaskan proses manajemen strategis dan analisis SWOT!
Proses manajemen strategis dimulai dengan menentukan visi, misi, dan tujuan organisasi. Setelah itu, organisasi melakukan analisis terhadap kondisi internal dan eksternal untuk mengetahui keadaan yang sedang dihadapi. Kemudian organisasi menentukan strategi yang dianggap paling sesuai, melaksanakan strategi tersebut, dan melakukan evaluasi untuk melihat apakah strategi sudah berjalan dengan baik.

Salah satu alat yang dapat digunakan dalam proses tersebut adalah analisis SWOT. SWOT terdiri dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

Contohnya, sebuah usaha makanan memiliki kekuatan berupa rasa produk yang disukai pelanggan, tetapi memiliki kelemahan dalam hal promosi. Peluangnya adalah semakin banyak orang yang membeli makanan melalui layanan online, sedangkan ancamannya adalah banyaknya pesaing yang menjual produk serupa. Dari analisis tersebut, usaha dapat menentukan strategi yang sesuai.

3. Definisikan strategi tingkat korporasi dan jelaskan matriks BCG, portofolio, dan pendekatan diversifikasi!
Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang menentukan arah dan ruang lingkup organisasi secara keseluruhan. Strategi ini biasanya berkaitan dengan keputusan mengenai jenis usaha yang akan dijalankan, dikembangkan, atau dihentikan.

Matriks BCG digunakan untuk menganalisis posisi produk atau unit bisnis berdasarkan tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif. Matriks ini terdiri dari empat kategori, yaitu Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog.

Portofolio merupakan kumpulan produk atau unit bisnis yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Perusahaan perlu mengelola portofolionya agar sumber daya dapat digunakan pada usaha yang memiliki peluang dan keuntungan yang baik.

Diversifikasi adalah strategi dengan menambah produk atau memasuki bidang usaha baru. Diversifikasi dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis usaha dan mencari sumber pendapatan baru.

Contohnya, perusahaan yang awalnya hanya menjual produk makanan kemudian membuka usaha minuman atau produk lain. Hal tersebut dapat menjadi bentuk diversifikasi.

4. Jelaskan kekuatan kompetitif dan strategi Porter!
Kekuatan kompetitif adalah faktor-faktor yang memengaruhi tingkat persaingan dalam suatu industri. Menurut Michael Porter, terdapat lima kekuatan yang memengaruhi persaingan, yaitu persaingan antarperusahaan, ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pemasok, dan kekuatan tawar-menawar pembeli.

Porter juga menjelaskan tiga strategi umum yang dapat digunakan perusahaan untuk menghadapi persaingan, yaitu cost leadership, differentiation, dan focus.

Cost leadership berfokus pada biaya yang rendah, differentiation berusaha membuat produk berbeda dan memiliki keunggulan dibandingkan pesaing, sedangkan focus berfokus pada segmen pasar tertentu.

Contohnya, sebuah perusahaan dapat menggunakan strategi differentiation dengan membuat produk yang memiliki kualitas atau desain yang berbeda sehingga konsumen memiliki alasan untuk memilih produknya dibandingkan produk pesaing.

5. Jelaskan dimensi organisasi yang digunakan untuk pelaksanaan strategi!
Dimensi organisasi merupakan bagian-bagian dalam organisasi yang perlu diperhatikan agar strategi dapat dilaksanakan dengan baik. Beberapa hal yang penting antara lain struktur organisasi, pembagian tugas, koordinasi, sumber daya manusia, budaya organisasi, dan sistem penghargaan.

Struktur organisasi harus sesuai dengan strategi yang dijalankan agar setiap orang mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. Sumber daya manusia juga harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan strategi. Selain itu, budaya organisasi dan sistem penghargaan perlu mendukung karyawan agar mau menjalankan strategi dengan baik.

Contohnya, jika perusahaan ingin meningkatkan penjualan melalui pemasaran digital, perusahaan perlu memiliki karyawan yang memahami media sosial dan pemasaran digital serta memberikan pembagian tugas yang jelas.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Dinda Zuleyka -
2601014052
Dinda Zuleyka

1. Manajemen strategis adalah proses merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi strategi untuk mencapai tujuan organisasi.

Tingkatan strategi:

* Strategi korporasi: menentukan arah dan bidang usaha perusahaan.

* Strategi bisnis: menentukan cara perusahaan bersaing.

* Strategi fungsional: mengatur strategi setiap bagian, seperti pemasaran, keuangan, dan SDM.

2. Proses manajemen strategis:

* Menentukan visi, misi, dan tujuan.

* Menganalisis lingkungan internal dan eksternal.

* Merumuskan strategi.

* Melaksanakan strategi.

* Mengevaluasi hasil strategi.

Analisis SWOT:

* Strengths: kekuatan.

* Weaknesses: kelemahan.

* Opportunities: peluang.

* Threats: ancaman.

3. * Strategi korporasi: menentukan arah dan pengembangan bisnis perusahaan.

* Matriks BCG: mengelompokkan bisnis berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar, yaitu Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog.

* Portofolio bisnis: kumpulan bisnis atau produk yang dimiliki perusahaan.

* Diversifikasi: memperluas usaha ke produk atau bidang bisnis baru untuk memperoleh peluang keuntungan.

4. Lima kekuatan kompetitif Porter:

* Persaingan antarperusahaan.

* Ancaman pendatang baru.

* Ancaman produk pengganti.

* Kekuatan tawar-menawar pemasok.

* Kekuatan tawar-menawar pembeli.

Tiga strategi Porter:

* Cost leadership: menawarkan biaya atau harga yang kompetitif.

* Differentiation: menciptakan produk yang unik.

* Focus: berfokus pada segmen pasar tertentu.

5. Dimensi organisasi yang mendukung pelaksanaan strategi meliputi:

* Struktur organisasi: pembagian tugas dan wewenang.

* Kepemimpinan: mengarahkan dan memotivasi karyawan.

* Sumber daya manusia: memastikan kemampuan karyawan sesuai kebutuhan.

* Budaya organisasi: membangun kebiasaan kerja yang mendukung strategi.

* Sistem kerja: memastikan proses kerja berjalan efektif dan terarah.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by naila zulfa -
NPM: 2651014015

1. Komponen & tingkatan strategi
Komponen: visi-misi, analisis lingkungan, perumusan, pelaksanaan, evaluasi.
Tingkatan: korporasi, bisnis, dan fungsional.

2. Proses & SWOT
Proses: menentukan tujuan → analisis → menyusun strategi → melaksanakan → mengevaluasi.
SWOT: S kekuatan, W kelemahan, O peluang, T ancaman.

3. Strategi korporasi
Strategi untuk menentukan arah dan bisnis perusahaan.
BCG: Star, Cash Cow, Question Mark, Dog.
Portofolio: kumpulan bisnis/produk perusahaan.
Diversifikasi: memperluas usaha ke bisnis baru, baik yang berkaitan maupun tidak.

4. Kekuatan kompetitif & Porter
5 kekuatan: pesaing, pendatang baru, produk pengganti, pemasok, dan pembeli.
Strategi Porter: biaya rendah, diferensiasi, dan fokus.

5. Dimensi organisasi
Pelaksanaan strategi dipengaruhi oleh struktur organisasi, SDM, budaya, kepemimpinan, sistem kerja, dan penghargaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Dafa Patra Prastya -
2651014002

1.Manajemen strategis adalah cara yang dilakukan perusahaan atau organisasi untuk menentukan tujuan, membuat rencana, menjalankan rencana tersebut, dan melihat kembali apakah hasilnya sudah sesuai dengan tujuan.
Komponen manajemen strategis meliputi visi dan misi, analisis lingkungan, perumusan strategi, pelaksanaan strategi, serta evaluasi strategi.
Dalam manajemen strategis ada tiga tingkatan strategi, yaitu strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.

2.Proses manajemen strategis dimulai dari menentukan visi, misi, dan tujuan organisasi. Setelah itu, perusahaan melihat kondisi dari dalam maupun luar perusahaan, kemudian menentukan strategi yang paling sesuai. Strategi tersebut selanjutnya dijalankan dan hasilnya dievaluasi untuk mengetahui apakah sudah berhasil atau masih perlu diperbaiki.
Salah satu cara untuk melihat kondisi perusahaan adalah dengan menggunakan analisis SWOT

Strengths (Kekuatan), yaitu kelebihan yang dimiliki perusahaan.
Weaknesses (Kelemahan), yaitu kekurangan yang dimiliki perusahaan.
Opportunities (Peluang), yaitu kesempatan yang bisa dimanfaatkan.
Threats (Ancaman), yaitu hal-hal dari luar yang dapat menghambat perusahaan.

3.Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang digunakan perusahaan untuk menentukan arah bisnis secara keseluruhan. Misalnya, perusahaan menentukan bisnis mana yang akan dikembangkan, dipertahankan, atau dihentikan.
Matriks BCG digunakan untuk melihat posisi suatu produk atau bisnis berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasarnya. Matriks ini terdiri dari empat bagian:
-Stars, yaitu produk yang memiliki pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan pasar tinggi.
-Cash Cows, yaitu produk yang pangsa pasarnya tinggi tetapi pertumbuhan pasarnya rendah.
-Question Marks, yaitu produk yang pertumbuhan pasarnya tinggi tetapi pangsa pasarnya masih rendah.
-Dogs, yaitu produk yang pangsa pasar dan pertumbuhannya sama-sama rendah.

4.Kekuatan kompetitif adalah faktor yang menentukan seberapa kuat persaingan dalam suatu bisnis. Menurut Michael Porter, ada lima kekuatan kompetitif, yaitu persaingan dengan perusahaan lain, ancaman munculnya pesaing baru, ancaman produk pengganti, kekuatan pemasok, dan kekuatan pembeli.

5.Agar strategi bisa berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki organisasi yang mendukung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah struktur organisasi, sumber daya manusia, budaya organisasi, sistem kerja, dan kepemimpinan.
Struktur organisasi menentukan siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana pembagian tugas dilakukan. Sumber daya manusia berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan karyawan. Budaya organisasi berkaitan dengan kebiasaan dan nilai yang diterapkan dalam perusahaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Sere Mawar Sharoon Manurung -
NPM : 2601014056

1. Manajemen strategis adalah cara perusahaan menentukan tujuan dan membuat rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Tingkatan strateginya terdiri dari strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.

2. Proses manajemen strategis dimulai dari menentukan tujuan, melihat kondisi, membuat strategi, menjalankan strategi, dan mengevaluasinya. Analisis SWOT digunakan untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan.

3. Strategi korporasi adalah strategi untuk menentukan arah dan perkembangan perusahaan secara keseluruhan. Matriks BCG digunakan untuk melihat posisi produk, portofolio adalah kumpulan produk atau bisnis yang dimiliki perusahaan, sedangkan diversifikasi adalah menambah produk atau bisnis baru.

4. Kekuatan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lain. Strategi Porter terdiri dari biaya rendah, membuat produk berbeda, dan fokus pada pasar tertentu.

5. Dimensi organisasi adalah hal-hal yang perlu diperhatikan agar strategi bisa berjalan, seperti struktur organisasi, budaya kerja, karyawan, sistem kerja, dan kepemimpinan. Semua bagian tersebut harus bekerja dengan baik agar tujuan organisasi tercapai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Putu Grecia Geraldine -
NPM: 2651014016

1. Komponen manajemen strategis meliputi penetapan misi dan tujuan, analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi, serta evaluasi. Tingkatan strateginya adalah korporasi, bisnis, dan fungsional.

2. Proses manajemen strategis dimulai dari penetapan misi dan tujuan, analisis lingkungan, perumusan strategi, pelaksanaan, lalu evaluasi. Analisis SWOT memetakan kekuatan dan kelemahan dari dalam perusahaan serta peluang dan ancaman dari luar sebagai dasar memilih strategi.

3. Strategi tingkat korporasi menentukan arah dan bidang usaha perusahaan secara keseluruhan. Matriks BCG mengelompokkan unit bisnis menjadi stars, cash cows, question marks, dan dogs berdasarkan pertumbuhan dan pangsa pasar, lalu menjadi dasar penyusunan portofolio bisnis. Pendekatan diversifikasi adalah perluasan usaha ke produk atau pasar baru, baik yang berkaitan maupun tidak berkaitan dengan bisnis inti.

4. Kekuatan kompetitif Porter ada lima: pendatang baru, produk pengganti, kekuatan tawar pemasok, kekuatan tawar pembeli, dan persaingan antarpesaing. Strategi generiknya adalah kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan fokus.

5. Dimensi organisasi untuk pelaksanaan strategi meliputi struktur, budaya, kepemimpinan, sumber daya dan sistem pendukung, serta sistem penghargaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Anzala Alya Meudy -
NPM 2601014046 :

1. Manajemen strategis adalah rencana besar untuk mencapai tujuan jangka panjang, yang terbagi menjadi strategi korporasi, bisnis, dan fungsional.
2. Prosesnya meliputi analisis lingkungan, perumusan, dan eksekusi; SWOT memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
3. Strategi korporasi mengelola banyak bisnis; matriks BCG membantu memutuskan bisnis mana yang harus didukung atau dilepas.
4. Untuk memenangkan persaingan, perusahaan harus memahami dua hal menurut Porter:
Lima Kekuatan (Five Forces): Menganalisis tekanan dari pesaing, pendatang baru, pemasok, pembeli, dan produk pengganti untuk mengetahui seberapa sulit industri tersebut.
Strategi Kompetitif: Memilih satu jalur utama agar tidak kehilangan fokus, yaitu:
Cost Leadership: Menjadi yang termurah.
Differentiation: Menjadi yang paling unik.
Focus: Melayani segmen pasar yang sangat spesifik.
5. Pelaksanaan strategi membutuhkan penyelarasan empat dimensi utama agar rencana tidak hanya menjadi teori:
Struktur: Pembagian kerja yang mendukung tujuan.
Sistem: Prosedur dan alat ukur kinerja.
Budaya: Nilai-nilai yang mendukung perilaku karyawan.
Kepemimpinan: Kemampuan menggerakkan orang dan menempatkan SDM yang tepat.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Gilang Wasyaputra Bangsawan -
Npm:2651014013
1. Komponen & Tingkatan Strategi

Komponen: Visi-Misi (tujuan), Analisis Situasi (cek kondisi), Formulasi (bikin rencana), Eksekusi (eksekusi rencana), Evaluasi (cek hasil).

3 Tingkatan:

Korporat: Arah besar seluruh perusahaan.

Bisnis: Cara menang lawan kompetitor di pasar tertentu.

Fungsional: Cara kerja tim operasional (Marketing, HR, Finance).

2. Proses Manajemen Strategis & SWOT

Prosesnya: Tentukan tujuan → Analisis pasar → Bikin strategi → Jalankan → Evaluasi.

SWOT:

S (Strengths): Kelebihan internal kita.

W (Weaknesses): Kekurangan internal kita.

O (Opportunities): Peluang bagus di luar.

T (Threats): Tantangan/ancaman dari luar.

3. Strategi Korporat & Matriks BCG

Strategi Korporat: Cara ngatur portofolio atau lini bisnis perusahaan.

Matriks BCG:

Star: Bisnis top, pertumbuhan tinggi (perlu modal).

Cash Cow: Penghasil uang stabil, pasar udah matang.

Question Mark: Potensi ada, tapi masih ragu-ragu.

Dog: Pasar loyo, keuntungan tipis (siap-siap ditutup).

Diversifikasi:

Terkait: Buka bisnis baru yang masih nyambung.

Tak Terkait: Buka bisnis di bidang yang beda jauh.

4. 5 Kekuatan & Strategi Porter

5 Kekuatan: Pesaing baru, daya tawar pembeli, daya tawar supplier, produk pengganti, dan sengitnya kompetisi.

Strategi Porter:

Cost Leadership: Jual paling murah.

Differentiation: Buat produk paling unik.

Focus: Targetin pasar ceruk (niche) yang spesifik.

5. Dimensi Pelaksanaan Strategi

Struktur: Kejelasan pembagian tugas.

Sistem: Alur kerja dan pemantauan data.

SDM: Orang-orang yang tepat di posisi yang tepat.

Budaya: Kebiasaan dan nilai kerja tim.

Kepemimpinan: Bos yang jago ngarahin timnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by Aulia Fatma Kirana -
Npm: 2601014051

1. Komponen & Tingkatan Strategi

Komponen: Visi-Misi (tujuan), Analisis Situasi (cek kondisi), Formulasi (bikin rencana), Eksekusi (eksekusi rencana), Evaluasi (cek hasil).

3 Tingkatan:

Korporat: Arah besar seluruh perusahaan.

Bisnis: Cara menang lawan kompetitor di pasar tertentu.

Fungsional: Cara kerja tim operasional (Marketing, HR, Finance).

2. Proses Manajemen Strategis & SWOT

Prosesnya: Tentukan tujuan → Analisis pasar → Bikin strategi → Jalankan → Evaluasi.

SWOT:

S (Strengths): Kelebihan internal kita.

W (Weaknesses): Kekurangan internal kita.

O (Opportunities): Peluang bagus di luar.

T (Threats): Tantangan/ancaman dari luar.

3. Strategi Korporat & Matriks BCG

Strategi Korporat: Cara ngatur portofolio atau lini bisnis perusahaan.

Matriks BCG:

Star: Bisnis top, pertumbuhan tinggi (perlu modal).

Cash Cow: Penghasil uang stabil, pasar udah matang.

Question Mark: Potensi ada, tapi masih ragu-ragu.

Dog: Pasar loyo, keuntungan tipis (siap-siap ditutup).

Diversifikasi:

Terkait: Buka bisnis baru yang masih nyambung.

Tak Terkait: Buka bisnis di bidang yang beda jauh.

4. 5 Kekuatan & Strategi Porter

5 Kekuatan: Pesaing baru, daya tawar pembeli, daya tawar supplier, produk pengganti, dan sengitnya kompetisi.

Strategi Porter:

Cost Leadership: Jual paling murah.

Differentiation: Buat produk paling unik.

Focus: Targetin pasar ceruk (niche) yang spesifik.

5. Dimensi Pelaksanaan Strategi

Struktur: Kejelasan pembagian tugas.

Sistem: Alur kerja dan pemantauan data.

SDM: Orang-orang yang tepat di posisi yang tepat.

Budaya: Kebiasaan dan nilai kerja tim.

Kepemimpinan: Bos yang jago memimpin timnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: RESPONSI SESI 6

by DAFFA HAYKAL PASHA -
Npm:2651014005
1. Komponen & Tingkatan Strategi

Komponen: Visi-Misi (tujuan), Analisis Situasi (cek kondisi), Formulasi (bikin rencana), Eksekusi (eksekusi rencana), Evaluasi (cek hasil).

3 Tingkatan:

Korporat: Arah besar seluruh perusahaan.

Bisnis: Cara menang lawan kompetitor di pasar tertentu.

Fungsional: Cara kerja tim operasional (Marketing, HR, Finance).

2. Proses Manajemen Strategis & SWOT

Prosesnya: Tentukan tujuan → Analisis pasar → Bikin strategi → Jalankan → Evaluasi.

SWOT:

S (Strengths): Kelebihan internal kita.

W (Weaknesses): Kekurangan internal kita.

O (Opportunities): Peluang bagus di luar.

T (Threats): Tantangan/ancaman dari luar.

3. Strategi Korporat & Matriks BCG

Strategi Korporat: Cara ngatur portofolio atau lini bisnis perusahaan.

Matriks BCG:

Star: Bisnis top, pertumbuhan tinggi (perlu modal).

Cash Cow: Penghasil uang stabil, pasar udah matang.

Question Mark: Potensi ada, tapi masih ragu-ragu.

Dog: Pasar loyo, keuntungan tipis (siap-siap ditutup).

Diversifikasi:

Terkait: Buka bisnis baru yang masih nyambung.

Tak Terkait: Buka bisnis di bidang yang beda jauh.

4. 5 Kekuatan & Strategi Porter

5 Kekuatan: Pesaing baru, daya tawar pembeli, daya tawar supplier, produk pengganti, dan sengitnya kompetisi.

Strategi Porter:

Cost Leadership: Jual paling murah.

Differentiation: Buat produk paling unik.

Focus: Targetin pasar ceruk (niche) yang spesifik.

5. Dimensi Pelaksanaan Strategi

Struktur: Kejelasan pembagian tugas.

Sistem: Alur kerja dan pemantauan data.

SDM: Orang-orang yang tepat di posisi yang tepat.

Budaya: Kebiasaan dan nilai kerja tim.

Kepemimpinan: Bos yang jago ngarahin timnya.