RESPONSI SESI 5

Responsi sesi 5

Responsi sesi 5

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 36

JAWABLAH PERTANYAAN PERTANYAAN BERIKUT INI

1. Bagaimana memahami Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan?

2. Jelaskan cara menganalisis Tingkatan Tujuan dan Perencanaan!

3. Bagaimana memahami Proses Perencanaan dan Misi Organisasi?

4. Bagaimana menerapkan Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)?

5. Mengevaluasi Penerapan Manajemen Bersasaran (MBO) 

6. Bagaimana membedakan Rencana Operasional (single-Use vs. Standing Plans) ?

7. Bagaimana mengembangkan Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi?


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by M DICHO NASATAMA -
NPM 2651014009

1. Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai organisasi serta bagaimana cara untuk mencapainya. Tujuan adalah hasil yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Perencanaan membantu organisasi memiliki arah yang jelas, menggunakan sumber daya secara efektif, dan mengurangi risiko kesalahan.
2. Tingkatan tujuan dan perencanaan terdiri dari tiga tingkat. Tingkat strategis menentukan tujuan jangka panjang organisasi oleh manajemen puncak. Tingkat taktis menerjemahkan strategi menjadi sasaran bagi setiap bagian oleh manajemen menengah. Tingkat operasional menerapkan tujuan tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Ketiga tingkatan ini saling berhubungan dari tujuan umum hingga kegiatan yang lebih spesifik.
3. Proses perencanaan dimulai dengan menentukan misi organisasi, kemudian menetapkan tujuan, menganalisis kondisi internal dan eksternal, menentukan alternatif tindakan, memilih strategi, dan menyusun rencana pelaksanaan. Setelah dilaksanakan, hasilnya dipantau dan dievaluasi. Misi menjadi dasar dalam menentukan arah dan tujuan organisasi.
4. Tujuan yang efektif dapat diterapkan dengan prinsip SMART, yaitu Specific (spesifik), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (sesuai dengan kebutuhan organisasi), dan Time-bound (memiliki batas waktu). Contohnya, meningkatkan penjualan sebesar 15% dalam waktu enam bulan.
5. Management by Objectives (MBO) merupakan sistem manajemen yang melibatkan pimpinan dan karyawan dalam menentukan sasaran yang harus dicapai. Penerapannya dapat meningkatkan motivasi, memperjelas target, dan memudahkan penilaian kinerja. Namun, MBO membutuhkan komunikasi dan pengawasan yang baik serta tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian angka tanpa memperhatikan kualitas.
6. Single-Use Plans adalah rencana yang dibuat untuk kegiatan atau tujuan tertentu dan biasanya hanya digunakan satu kali, seperti rencana pelaksanaan seminar atau proyek. Standing Plans adalah rencana yang digunakan berulang kali untuk kegiatan rutin, seperti kebijakan, prosedur, dan aturan perusahaan. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan rencana tersebut, yaitu sekali untuk Single-Use dan berulang untuk Standing Plans.
7. Perencanaan adaptif dilakukan dengan membuat rencana yang fleksibel agar organisasi dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Perencanaan krisis dilakukan dengan mengidentifikasi risiko, menyiapkan prosedur darurat, dan menentukan tindakan ketika terjadi krisis. Perencanaan kinerja tinggi dilakukan dengan menetapkan tujuan yang jelas, meningkatkan kemampuan karyawan, menggunakan sumber daya secara efisien, melakukan evaluasi, dan memberikan penghargaan terhadap pencapaian.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Eka Septia Ramadhani -
NPM: 2601014042
Nama: Eka Septia Ramadhani

1.Konsep dasar perencanaan adalah proses sistematis menentukan target serta langkah untuk mencapainya, sedangkan tujuan adalah hasil akhir yang ingin diraih. Keduanya berfungsi memberi arah, mengurangi ketidakpastian, meminimalkan pemborosan sumber daya, dan menjadi standar pengendalian dalam manajemen.

2.Tingkatan tujuan dan perencanaan dianalisis berjenjang dari level teratas hingga bawah. Tingkat strategis dibuat oleh manajemen puncak untuk jangka panjang, tingkat taktis disusun manajemen menengah untuk menerjemahkan strategi ke unit divisi, dan tingkat operasional dirancang oleh manajer lini depan untuk pelaksanaan harian. Setiap tingkatan harus saling selaras dan mendukung pencapaian tujuan di atasnya.

3.Memahami proses perencanaan dimulai dari penentuan misi organisasi sebagai dasar keberadaan dan arah utamanya. Dari misi tersebut, manajemen menetapkan tujuan strategis, merumuskan rencana aksi, mengalokasikan sumber daya, melaksanakan kegiatan, hingga melakukan evaluasi secara berkala agar seluruh operasional tetap konsisten dengan visi awal.

4.Menerapkan kriteria SMART dilakukan dengan memastikan tujuan bersifat spesifik agar jelas arahnya, terukur untuk mempermudah evaluasi, dapat dicapai sesuai kemampuan, relevan dengan kebutuhan organisasi, serta memiliki batas waktu pengerjaan yang pasti. Setiap target harus ditulis tegas tanpa ambiguitas.

5.Evaluasi MBO menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif meningkatkan motivasi dan komitmen kerja karena karyawan dilibatkan langsung dalam penetapan target. Namun, kelemahannya terletak pada potensi munculnya beban administrasi yang tinggi, fokus berlebih pada target jangka pendek, serta kesulitan jika kondisi lingkungan bisnis berubah terlalu cepat.

6.Rencana operasional dibedakan berdasarkan frekuensi penggunaannya. Rencana sekali pakai dirancang khusus untuk situasi atau proyek unik yang tidak berulang seperti program peluncuran produk baru, sedangkan rencana tetap dibuat untuk panduan kegiatan rutin yang terjadi berulang kali seperti kebijakan perusahaan, prosedur standar operasional, dan peraturan kerja.

7.Perencanaan adaptif dikembangkan dengan menyusun skenario alternatif untuk menghadapi ketidakpastian. Perencanaan krisis dibentuk melalui penyiapan tim tanggap darurat dan sistem komunikasi cepat saat kondisi tak terduga. Sementara itu, perencanaan kinerja tinggi fokus pada penetapan target yang menantang, budaya inovasi, fleksibilitas organisasi, serta pemanfaatan data untuk perbaikan berkelanjutan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Alika Ajeng Zalfaghina Beniar -
NPM 2651014001

1. Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan
•Tujuan (Goal): Kondisi atau hasil akhir yang ingin dicapai oleh organisasi di masa depan. Tujuan memberikan arah dan fokus tindakan.
• Perencanaan (Plan): Cetak biru (blueprint) yang memuat alokasi sumber daya, jadwal, dan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
• Hubungan: Perencanaan tanpa tujuan akan kehilangan arah, sedangkan tujuan tanpa perencanaan hanya menjadi keinginan.

2. Tingkatan Tujuan dan Perencanaan
Struktur hierarki perencanaan dalam organisasi dibagi menjadi tiga tingkatan utama:
• Tingkat Strategis: Dikelola oleh Manajemen Puncak. Berfokus pada jangka panjang (3–5+ tahun) serta menentukan arah masa depan dan target organisasi secara keseluruhan.
• Tingkat Taktis: Dikelola oleh Manajemen Menengah. Berfokus pada jangka menengah (1–2 tahun) untuk menerjemahkan rencana strategis menjadi aksi spesifik bagi setiap divisi atau departemen.
• Tingkat Operasional: Dikelola oleh Manajemen Lini Pertama. Berfokus pada jangka pendek (harian hingga 1 tahun) untuk mengatur tugas-tugas rutin dan rinci guna mendukung pencapaian target taktis.

3. Proses Perencanaan dan Misi Organisasi
• Misi Organisasi: Pernyataan fundamental yang mendefinisikan alasan berdirinya organisasi, nilai dasar, dan jangkauan operasinya.
• Proses Perencanaan:
1. Mengidentifikasi Misi sebagai dasar arah utama.
2. Merumuskan Tujuan Strategis berdasarkan misi.
3. Menganalisis lingkungan internal dan eksternal.
4. Menyusun Rencana Taktis dan Operasional untuk alokasi sumber daya.
5. Mengeksekusi rencana serta melakukan evaluasi dan pengendalian secara berkala.

4. Penerapan Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)
Untuk memastikan tujuan dapat dieksekusi, gunakan prinsip SMART:
1. Specific: Jelas dan tidak ambigu (contoh: "meningkatkan penjualan produk X").
2. Measurable: Dapat diukur dengan indikator angka atau target kuantitatif (contoh: "sebesar 15%").
3. Achievable: Realistis dan dapat dicapai sesuai kapasitas sumber daya.
4. Relevant: Selaras dengan misi utama dan tujuan strategis organisasi.
5. Time-bound: Memiliki tenggat waktu yang pasti (contoh: "dalam kuartal IV tahun ini").

5. Evaluasi Penerapan Manajemen Bersasaran (Management by Objectives / MBO)
MBO adalah metode manajemen di mana manajer dan karyawan bersama-sama menetapkan tujuan, memantau kemajuan, dan mengevaluasi hasil.
Kelebihan: Meningkatkan motivasi karyawan, memperjelas peran, dan menyelaraskan tujuan individu dengan target perusahaan.
Tantangan Evaluasi: Berrisiko terlalu fokus pada target jangka pendek, membutuhkan dokumentasi yang tebal, serta kurang fleksibel jika terjadi perubahan lingkungan bisnis yang cepat.

6. Perbedaan Rencana Operasional (Single-Use vs. Standing Plans)
Rencana operasional dibagi berdasarkan frekuensi penggunaannya:
Rencana Sekali Pakai (Single-Use Plans): Dirancang khusus untuk mencapai tujuan tertentu yang tidak berulang di masa depan. Contohnya mencakup program peluncuran produk baru atau anggaran proyek konstruksi gedung.
Rencana Tetap (Standing Plans): Pedoman yang digunakan secara berkelanjutan untuk menangani situasi yang terjadi secara berulang. Contohnya mencakup kebijakan perusahaan, Standar Operasional Prosedur (SOP), atau aturan keselamatan kerja.

7. Mengembangkan Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi
Perencanaan Adaptif (Scenario Planning): Membuat beberapa skenario alternatif untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar atau teknologi.
Perencanaan Krisis (Contingency & Crisis Planning): Menyusun protokol darurat, membentuk tim manajemen krisis, dan menyiapkan saluran komunikasi khusus untuk menghadapi insiden tak terduga.
Perencanaan Kinerja Tinggi (Stretch Goals): Menetapkan target yang sangat menantang melebihi batas kemampuan saat ini guna mendorong inovasi radikal dan efisiensi kerja.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Diva Aulia Putri -
NPM : 2601014040

1. Perencanaan adalah proses menentukan tujuan organisasi dan cara mencapainya. Tujuan adalah hasil yang dituju, sedangkan rencana adalah langkah, sumber daya, dan jadwalnya.

2. Tujuan dan rencana bersifat berjenjang: strategis di manajemen puncak (jangka panjang), taktis di manajemen menengah, dan operasional di lini pertama (jangka pendek). Analisisnya dilakukan dengan memeriksa apakah tujuan tiap level selaras dan menjadi sarana bagi tujuan level di atasnya.

3. Proses perencanaan berangkat dari misi, yaitu alasan keberadaan organisasi. Setelah itu dilakukan analisis lingkungan (SWOT), penetapan tujuan, pemilihan strategi, penyusunan rencana pelaksanaan, lalu implementasi dan evaluasi.

4. Tujuan yang efektif harus SMART: spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan punya batas waktu. Misalnya, "meningkatkan penjualan produk A 15% dalam 6 bulan" lebih baik daripada sekadar "meningkatkan penjualan".

5. MBO menetapkan sasaran bersama antara atasan dan bawahan, lalu menilai kinerja berdasarkan sasaran itu. Kelebihannya, motivasi dan keselarasan tujuan meningkat serta penilaian lebih objektif. Kekurangannya, memakan waktu, cenderung fokus pada hasil jangka pendek, dan kurang cocok di lingkungan yang cepat berubah.

6. Single-use plans dibuat untuk situasi unik yang sekali pakai, seperti program, proyek, dan anggaran. Standing plans dipakai berulang untuk situasi rutin, seperti kebijakan, prosedur/SOP, dan aturan.

7. Perencanaan adaptif mengandalkan rencana fleksibel dengan skenario dan kontinjensi. Perencanaan krisis menyiapkan tim, protokol komunikasi, dan simulasi sebelum krisis terjadi. Perencanaan kinerja tinggi menetapkan tujuan yang menantang namun realistis, melibatkan karyawan, dan terus belajar dari evaluasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by MARLIANI OKTA EVIANA -
2601014039
Marliani Okta Eviana

1. Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan

• Definisi Perencanaan: Proses penentuan arah masa depan, penetapan target, dan alokasi sumber daya yang dibutuhkan.

• Definisi Tujuan (Goals): Hasil akhir atau sasaran spesifik yang ingin dicapai oleh individu maupun organisasi.

• Tujuan Utama: Memberikan arah yang jelas, mengurangi ketidakpastian, meminimalkan pemborosan sumber daya, dan menjadi standar untuk evaluasi serta pengontrolan.


2. Tingkatan Tujuan dan Perencanaan

• Tingkat Strategis (Puncak): Dibuat oleh manajemen tingkat atas untuk jangka panjang, mencakup arah dan visi besar organisasi.

• Tingkat Taktis/Manajerial (Menengah): Dibuat oleh manajemen tingkat menengah untuk menjabarkan rencana strategis ke dalam unit atau departemen tertentu.

• Tingkat Operasional (Bawah): Dibuat oleh manajemen tingkat bawah berupa target harian atau mingguan yang spesifik untuk karyawan lini depan.



3. Proses Perencanaan dan Misi Organisasi

• Misi Organisasi: Alasan keberadaan organisasi (tujuan inti, nilai, dan siapa yang dilayani) yang menjadi landasan utama penyusunan rencana.

• Tahapan Proses Perencanaan:
-Menetapkan tujuan atau target awal.
-Merumuskan keadaan atau posisi saat ini.
-Mengidentifikasi faktor pendukung (kemudahan) dan penghambat (hambatan).
-Mengembangkan rencana kegiatan atau alternatif tindakan untuk mencapai tujuan.



4. Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)

• S (Specific): Tujuan harus jelas, terperinci, dan tidak ambigu.

• M (Measurable): Memiliki indikator atau ukuran yang jelas agar progresnya bisa dipantau.

• A (Achievable): Target dapat dicapai dan realistis dengan sumber daya yang ada.

• R (Relevant): Selaras dengan visi, misi, dan kebutuhan strategis organisasi.

• T (Time-bound): Memiliki batas waktu (deadline) yang tegas untuk pencapaiannya.



5. Evaluasi Penerapan Manajemen Bersasaran (MBO - Management by Objectives)

• Konsep: Proses penetapan tujuan bersama di mana atasan dan bawahan berdiskusi dan menyepakati sasaran kerja secara partisipatif.

• Kelebihan: Meningkatkan motivasi, memperjelas peran, dan menyelaraskan tujuan individu dengan organisasi.

• Kelemahan/Evaluasi Kritis: Bisa gagal jika terlalu birokratis, hanya fokus pada target angka tanpa memperhatikan proses, atau kurangnya dukungan komitmen dari manajemen puncak.



6. Perbedaan Rencana Operasional (Single-Use vs. Standing Plans)

• Single-Use Plans (Rencana Sekali Pakai): Rencana yang dirancang khusus untuk mencapai tujuan unik dan tidak berulang (contoh: anggaran acara khusus, proyek renovasi kantor, atau rencana peluncuran produk baru).

• Standing Plans (Rencana Tetap): Rencana yang dibuat untuk situasi atau masalah yang berulang atau rutin terjadi (contoh: prosedur tetap/SOP, kebijakan perusahaan, atau aturan kerja).



7. Pengembangan Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi

• Perencanaan Adaptif: Perencanaan yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan lingkungan yang cepat melalui pendekatan contigency (skenario cadangan).

• Perencanaan Krisis: Protokol darurat untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko tak terduga agar bisnis tetap bertahan dan beroperasi normal.

• Perencanaan Kinerja Tinggi: Penggabungan target agresif, pengukuran akurat, serta budaya akuntabilitas untuk mendorong pencapaian hasil maksimal secara berkelanjutan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Dafa Aditya Pratama -
NPM : 2601014050

1. Konsep dasar perencanaan dan tujuan
Perencanaan adalah proses menentukan tujuan organisasi dan cara mencapainya. Tujuan adalah hasil yang diinginkan, sedangkan rencana adalah peta jalannya. Pahami keduanya sebagai pasangan: tujuan menjawab "ke mana", rencana menjawab "bagaimana".
2. Tingkatan tujuan dan perencanaan
Analisis dari atas ke bawah, dengan setiap tingkat menjabarkan tingkat di atasnya:
Strategis: dibuat manajemen puncak, jangka panjang, menyangkut arah seluruh organisasi.
Taktis: dibuat manajemen menengah, menerjemahkan strategi ke tiap divisi.
Operasional: dibuat manajemen lini pertama, jangka pendek, menyangkut kegiatan harian.
Periksa keselarasannya: tujuan operasional harus mendukung tujuan taktis, dan tujuan taktis harus mendukung strategi.
3. Proses perencanaan dan misi organisasi
Misi adalah alasan keberadaan organisasi, dan menjadi dasar semua rencana. Urutan prosesnya:
Tetapkan misi dan tujuan.
Analisis lingkungan dan kondisi internal (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman).
Susun alternatif rencana lalu pilih yang terbaik.
Laksanakan rencana.
Pantau, evaluasi, dan koreksi.
4. Kriteria tujuan efektif (SMART)
Spesifik: jelas dan tidak ambigu.
Terukur: ada angka atau indikator.
Dapat dicapai: menantang tetapi realistis.
Relevan: sejalan dengan misi dan tujuan di atasnya.
Berbatas waktu: ada tenggat.
Contoh: "Meningkatkan penjualan produk A sebesar 15% dalam 6 bulan ke depan", bukan "Meningkatkan penjualan".
5. Evaluasi manajemen bersasaran (MBO)
MBO menetapkan sasaran bersama antara atasan dan bawahan, lalu menilai kinerja berdasarkan pencapaiannya.
Kelebihan: arah kerja jelas, motivasi dan keterlibatan naik, penilaian lebih objektif.
Kelemahan: memakan waktu dan administrasi, bisa terlalu fokus pada angka jangka pendek, kurang cocok di lingkungan yang cepat berubah.
Syarat berhasil: dukungan pimpinan, sasaran yang jelas dan terukur, serta umpan balik berkala.
6. Rencana sekali pakai vs rencana tetap
Sekali pakai: dibuat untuk situasi khusus yang tidak berulang, misalnya program (rangkaian kegiatan besar), proyek (kegiatan lebih kecil), dan anggaran untuk kegiatan tertentu.
Rencana tetap: dipakai berulang untuk situasi yang rutin, misalnya kebijakan (pedoman umum pengambilan keputusan), prosedur (urutan langkah), dan aturan (tindakan wajib yang kaku).
Pembedanya: sekali pakai berhenti setelah tujuannya tercapai, sedangkan rencana tetap terus berlaku.
7. Perencanaan adaptif, krisis, dan kinerja tinggi
Adaptif: rencana dibuat fleksibel, ditinjau berkala, dan punya beberapa skenario (rencana cadangan) agar bisa menyesuaikan perubahan.
Krisis: siapkan sebelum krisis terjadi dengan mengidentifikasi risiko, menunjuk tim penanganan, menetapkan jalur komunikasi, dan melatih simulasi.
Kinerja tinggi: libatkan karyawan dalam menyusun rencana, tetapkan sasaran yang menantang, beri umpan balik dan penghargaan, serta sediakan sumber daya yang memadai.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Kyara Mellanie Putri -
NPM : 2601014057

1. Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan
Tujuan adalah kondisi atau hasil masa depan yang ingin dicapai organisasi. Perencanaan adalah proses menentukan tujuan beserta langkah, strategi, dan alokasi sumber daya untuk mencapainya. Tanpa tujuan, perencanaan tidak punya arah; tanpa perencanaan, tujuan hanya harapan. Manfaatnya: sumber motivasi dan komitmen, alokasi sumber daya, pedoman tindakan, dasar pengambilan keputusan, dan standar kinerja.

2. Menganalisis Tingkatan Tujuan dan Perencanaan
Analisis dilakukan berdasarkan siapa perancangnya, jangka waktunya, dan fokusnya:
- Strategis:manajemen puncak, jangka panjang (3-5 tahun), menentukan arah dan posisi organisasi.
- Taktis:manajemen menengah (divisi/departemen), 1-2 tahun, mendukung rencana strategis.
- Operasional:manajemen bawah/supervisor, harian sampai bulanan, spesifik, teknis, dan terukur.

Alurnya: tujuan strategis - tujuan taktis - tujuan operasional.

3. Proses Perencanaan dan Misi Organisasi
Proses perencanaan terdiri dari lima tahap:
(1) membuat rencana (misi, visi, tujuan utama),
(2) menerjemahkan rencana (tujuan taktis, strategy map, kontingensi, skenario),
(3) merencanakan kegiatan operasional (sasaran, target, stretch goals, perencanaan krisis),
(4) menjalankan rencana (MBO, dashboard, single-use plans), dan
(5) memantau dan belajar (evaluasi berkala dan penyesuaian).

Misi adalah alasan keberadaan organisasi. Agar menciptakan nilai optimal, misi diterjemahkan ke strategy map dengan hubungan sebab-akibat: Learning & Growth → Internal Business Process → Customer Service → Financial Performance.

4. Menerapkan Kriteria Tujuan Efektif (SMART)
Tujuan harus:
- spesifik dan terukur (ada indikator dan angka),
- punya batas waktu,
- berfokus pada hasil penting, bukan sekadar kesibukan,
- menantang tetapi realistis,
- terhubung dengan reward atau insentif.

5. Mengevaluasi Penerapan MBO
MBO adalah metode partisipatif: manajer dan karyawan bersama merumuskan tujuan yang menjadi dasar evaluasi kinerja. Langkahnya: tetapkan tujuan bersama, susun action plan, progress review berkala, dan nilai kinerja akhir.
- Kelebihan:fokus lebih jelas, motivasi meningkat, organisasi selaras, kinerja naik.
- Kelemahan:kaku terhadap perubahan, beban administrasi (paperwork) berlebih, fokus jangka pendek mengalahkan strategis, bergantung pada hubungan kerja yang harmonis, dan dapat menghambat inovasi.

6. Single-Use Plans vs. Standing Plans
- Single-use plans: untuk tujuan unik yang tidak berulang dan berakhir saat proyek selesai. Terdiri dari program (skala besar) dan proyek (lebih kecil, batas waktu jelas). Contoh: pembangunan gedung baru, migrasi dokumen ke sistem digital.
- Standing plans:pedoman atau SOP baku yang dipakai terus-menerus untuk situasi rutin. Contoh: kebijakan penggunaan email, aturan disiplin kerja, prosedur refund.

7. Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi
- Adaptif (lingkungan bergejolak):perencanaan kontingensi (Plan B), pembangunan skenario (terbaik, moderat, terburuk), dan tim intelijen lintas fungsi. Untuk tempat kerja baru: pahami budaya organisasi, analisis SWOT, bangun komunikasi dan kolaborasi, tetapkan quick wins.
- Krisis:tahap pencegahan (komunikasi baik dengan stakeholders, sistem peringatan dini) dan tahap persiapan (tim manajemen krisis, juru bicara resmi, dokumen rencana krisis, komunikasi darurat).
- Kinerja tinggi:stretch goals, performance dashboards (pemantauan KPI real-time), dan pendekatan desentralisasi (tim bawah ikut merencanakan targetnya).
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Sere Mawar Sharoon Manurung -
NPM : 2601014056
1. Bagaimana memahami konsep dasar perencanaan dan tujuan?
Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai oleh seseorang atau organisasi. Dengan adanya perencanaan dan tujuan, pekerjaan menjadi lebih terarah dan tidak dilakukan secara asal-asalan. Contohnya, sebuah perusahaan ingin meningkatkan penjualan, maka perusahaan harus menentukan target dan membuat langkah-langkah untuk mencapainya.

2. Bagaimana cara menganalisis tingkatan tujuan dan perencanaan?
Tingkatan tujuan dan perencanaan dapat dilihat dari tingkat organisasi. Pada tingkat paling atas, manajemen menentukan tujuan jangka panjang dan strategi organisasi. Pada tingkat menengah, tujuan tersebut dijabarkan menjadi rencana yang lebih spesifik. Pada tingkat bawah, dibuat rencana untuk kegiatan sehari-hari. Jadi, semakin ke bawah, rencana biasanya semakin rinci dan berhubungan langsung dengan pekerjaan sehari-hari.

3. Bagaimana memahami proses perencanaan dan misi organisasi?
Proses perencanaan dimulai dengan menentukan misi organisasi, yaitu alasan utama mengapa organisasi tersebut berdiri dan apa yang ingin diberikan kepada masyarakat atau pelanggan. Setelah itu, organisasi menentukan tujuan, melihat kondisi yang ada, menentukan strategi, kemudian menjalankan dan mengevaluasi rencana. Dengan demikian, misi menjadi dasar agar semua kegiatan organisasi tetap memiliki arah yang jelas.

4. Bagaimana menerapkan kriteria yang efektif (SMART)?
SMART digunakan agar tujuan yang dibuat lebih jelas dan mudah dicapai. SMART terdiri dari:
•S (Specific) = tujuan harus jelas dan spesifik.
•M (Measurable) = hasilnya dapat diukur.
•A (Achievable) = tujuan harus realistis dan dapat dicapai.
•R (Relevant) = tujuan harus sesuai dengan kebutuhan.
•T (Time-bound) = memiliki batas waktu.
Contohnya, bukan hanya mengatakan “ingin meningkatkan penjualan”, tetapi “meningkatkan penjualan sebesar 10% dalam 3 bulan.”

5. Bagaimana mengevaluasi penerapan Manajemen Bersasaran (MBO)?
MBO atau Management by Objectives adalah cara mengelola pekerjaan dengan menetapkan tujuan yang disepakati antara pimpinan dan karyawan. Penerapannya dapat dievaluasi dengan melihat apakah tujuan sudah jelas, apakah karyawan memahami tugasnya, apakah target dapat dicapai, dan apakah hasil akhirnya sesuai dengan target. Jika hasil belum sesuai, organisasi dapat memperbaiki cara kerja atau menetapkan strategi baru.

6. Bagaimana membedakan rencana operasional sekali pakai dan rencana tetap?
Rencana sekali pakai dibuat untuk kegiatan tertentu dan digunakan hanya satu kali. Contohnya adalah rencana untuk mengadakan acara seminar atau kegiatan ulang tahun perusahaan.
Sedangkan rencana tetap digunakan berulang kali untuk kegiatan yang sering dilakukan. Biasanya berbentuk aturan, prosedur, atau kebijakan. Contohnya adalah SOP pelayanan pelanggan yang digunakan setiap hari.

7. Bagaimana mengembangkan perencanaan adaptif, krisis, dan kinerja tinggi?
Perencanaan adaptif berarti organisasi harus mampu menyesuaikan rencana ketika terjadi perubahan lingkungan atau kondisi. Perencanaan krisis dibuat untuk menghadapi keadaan darurat, seperti bencana, gangguan operasional, atau masalah besar lainnya. Sementara itu, perencanaan kinerja tinggi berfokus pada pencapaian hasil terbaik dengan menggunakan sumber daya secara efektif. Ketiganya membutuhkan tujuan yang jelas, kemampuan melihat perubahan, kerja sama, dan evaluasi secara terus-menerus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Putu Grecia Geraldine -
NPM: 2651014016

1. Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai organisasi dan cara mencapainya, sedangkan tujuan adalah hasil yang diinginkan di masa depan. Tujuan memberi arah, dan rencana menjadi langkah untuk mewujudkannya.

2. Tingkatan tujuan dianalisis dengan melihat hierarkinya, yaitu tujuan strategis dari manajemen puncak, tujuan taktis dari manajer menengah, dan tujuan operasional dari manajer lini. Analisisnya dilakukan dengan memeriksa apakah tujuan di setiap tingkat selaras dengan tingkat di atasnya.

3. Proses perencanaan berawal dari misi organisasi, lalu dilanjutkan dengan menganalisis kondisi internal dan eksternal, menetapkan tujuan, menyusun rencana, melaksanakannya, dan mengevaluasi hasilnya. Misi menjadi patokan supaya semua rencana tetap sejalan dengan alasan keberadaan organisasi.

4. Kriteria tujuan yang efektif menurut SMART adalah specific (jelas), measurable (terukur), achievable (dapat dicapai), relevant (sesuai misi), dan time-bound (punya batas waktu). Contohnya, "meningkatkan penjualan 10% dalam enam bulan" lebih baik daripada sekadar "meningkatkan penjualan".

5. Penerapan MBO dievaluasi dengan melihat apakah tujuan ditetapkan bersama atasan dan bawahan, serta apakah kinerja dinilai berdasarkan pencapaian tujuan tersebut. Kelebihannya adalah karyawan lebih termotivasi dan arah kerja jelas, sedangkan kekurangannya adalah prosesnya memakan waktu dan fokus pada angka bisa mengabaikan kualitas.

6. Rencana single-use dibuat untuk kegiatan yang tidak berulang, seperti program, proyek, dan anggaran, dan tidak dipakai lagi setelah tujuannya tercapai. Standing plans dibuat untuk situasi yang terjadi berulang, seperti kebijakan, prosedur, dan aturan, sehingga berlaku terus-menerus.

7. Perencanaan adaptif dikembangkan dengan membuat rencana yang fleksibel dan siap direvisi saat lingkungan berubah, misalnya lewat skenario dan contingency plan. Perencanaan krisis dikembangkan dengan menyiapkan langkah tanggap darurat, tim khusus, dan jalur komunikasi sebelum krisis terjadi, sedangkan perencanaan kinerja tinggi dikembangkan dengan menetapkan target menantang, melibatkan karyawan, dan memantau hasil secara rutin.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Galang Bagus Aditya -
NPM : 2601014041

1. Perencanaan adalah fungsi manajemen menentukan arah organisasi dan cara mencapainya. Tujuan (goals) = kondisi masa depan yang diinginkan; rencana (plans) = peta jalan untuk mencapainya

2. Berjenjang tiga level: strategis (manajemen puncak, jangka panjang), taktis (manajemen menengah, per divisi), operasional (manajer lini depan, target harian/mingguan). Harus selaras antar level.

3. Dimulai dari misi → diturunkan jadi tujuan strategis → dipecah jadi rencana taktis dan operasional → dievaluasi → diulang lagi. Perencanaan adalah siklus, bukan dokumen sekali jadi.

4. Specific (jelas), Measurable (terukur), Achievable (realistis), Relevant (sesuai arah strategis), Time-bound (ada tenggat waktu). Kelima elemen harus lengkap agar tujuan bisa dievaluasi.

5. Atasan dan bawahan bersama menetapkan tujuan, lalu kinerja dinilai dari pencapaiannya. Kelebihan: meningkatkan motivasi dan kejelasan ekspektasi. Kelemahan: terlalu fokus pada hal terukur, bisa abaikan aspek kualitatif seperti kerja sama tim.

6. Single-use plans: sekali pakai untuk situasi tidak berulang (program, proyek). Standing plans: dipakai berulang untuk aktivitas rutin (kebijakan, SOP, aturan).

7. Adaptif: fleksibel, disesuaikan terus-menerus sesuai perubahan lingkungan. Krisis: menyiapkan skenario darurat sebelum krisis terjadi agar respons cepat. Kinerja tinggi: standar menantang tapi realistis, dipantau berkelanjutan, didukung budaya inovasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Iqrom budi Pratama -
NPM:2601014043

1. Perencanaan adalah proses menentukan tujuan dan langkah untuk mencapainya. Tujuan menjadi arah bagi organisasi agar kegiatan lebih terarah dan efektif.

2.Tingkatan Tujuan dan Perencanaan
Strategis: tujuan jangka panjang oleh manajemen puncak.
Taktis: rencana untuk mendukung tujuan strategis.
Operasional: kegiatan sehari-hari untuk mencapai tujuan.

3.Proses Perencanaan dan Misi Organisasi Prosesnya meliputi menentukan misi, menetapkan tujuan, memilih strategi, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi hasil. Misi menjelaskan alasan utama organisasi berdiri.

4.Tujuan Efektif (SMART) Tujuan SMART harus:
S: Spesifik
M: Terukur
A: Dapat dicapai
R: Relevan
T: Memiliki batas waktu

5.MBO adalah metode menetapkan tujuan bersama antara manajer dan karyawan, kemudian mengukur hasilnya. Kelebihannya memperjelas target dan meningkatkan motivasi.

6.Single-Use: digunakan untuk kegiatan tertentu dan sekali, seperti proyek.
Standing Plans: digunakan berulang kali, seperti aturan, kebijakan, dan prosedur.

7.Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi
Adaptif: menyesuaikan rencana dengan perubahan.
Krisis: mempersiapkan organisasi menghadapi keadaan darurat.
Kinerja tinggi: menetapkan target jelas dan meningkatkan produktivitas secara terus-menerus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Nazwa Aura Khalifah Nuril Lail -
2601014049

1. Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Tujuan menjadi hasil yang ingin dicapai organisasi, sedangkan perencanaan menjadi langkah atau strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan membantu organisasi bekerja lebih terarah, mengurangi risiko, dan menggunakan sumber daya secara efektif.
2. Strategis : dengan tujuan jangka panjang dan mencakup seluruh organisasi, biasanya dibuat manajemen puncak.
Taktis : memiliki tujuan untuk bagian atau departemen tertentu, dibuat manajemen menengah.
Operasional : memiliki tujuan jangka pendek yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari, dibuat manajemen tingkat bawah.
3. Proses perencanaan dimulai dari menentukan misi dan tujuan, menganalisis kondisi internal dan eksternal, menentukan strategi, membuat rencana tindakan, kemudian melaksanakan dan mengevaluasinya. Misi organisasi menjelaskan alasan organisasi didirikan, apa yang dilakukan, dan siapa yang dilayani.
4. S (Specific) = jelas dan spesifik.
M (Measurable) = dapat diukur.
A (Achievable) = dapat dicapai.
R (Relevant) = sesuai dengan kebutuhan/tujuan organisasi.
T (Time-bound) = memiliki batas waktu.
5. Management by Objectives (MBO) adalah sistem manajemen yang melibatkan atasan dan bawahan dalam menetapkan tujuan bersama. Penerapannya dilakukan dengan menentukan tujuan, membuat rencana, memantau hasil, dan melakukan evaluasi. MBO dapat meningkatkan motivasi dan kinerja karena karyawan mengetahui target yang harus dicapai. Namun, MBO dapat kurang efektif jika target sulit atau komunikasi antara atasan dan bawahan tidak baik.
6. Single-Use Plan dibuat untuk kegiatan atau tujuan tertentu dan biasanya tidak digunakan kembali. Contoh: rencana pelaksanaan seminar kampus.
Sedangkan Standing Plan digunakan berulang kali untuk kegiatan yang rutin. Contoh: SOP pelayanan nasabah atau aturan absensi karyawan.
7. Perencanaan adaptif : organisasi menyesuaikan rencana dengan perubahan lingkungan, teknologi, atau kebutuhan pasar.
Perencanaan krisis : menyiapkan tindakan untuk menghadapi keadaan darurat seperti bencana, gangguan sistem, atau masalah keuangan.
Perencanaan kinerja tinggi : berfokus pada pencapaian hasil maksimal melalui target yang jelas, penggunaan sumber daya yang efektif, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Mutiara Kartika Sari -
NPM : 2651014003

1. Bagaimana memahami konsep dasar perencanaan dan tujuan?
Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai oleh seseorang atau organisasi. Dengan adanya perencanaan dan tujuan, pekerjaan menjadi lebih terarah dan tidak dilakukan secara asal-asalan. Contohnya, sebuah perusahaan ingin meningkatkan penjualan, maka perusahaan harus menentukan target dan membuat langkah-langkah untuk mencapainya.

2. Bagaimana cara menganalisis tingkatan tujuan dan perencanaan?
Tingkatan tujuan dan perencanaan dapat dilihat dari tingkat organisasi. Pada tingkat paling atas, manajemen menentukan tujuan jangka panjang dan strategi organisasi. Pada tingkat menengah, tujuan tersebut dijabarkan menjadi rencana yang lebih spesifik. Pada tingkat bawah, dibuat rencana untuk kegiatan sehari-hari. Jadi, semakin ke bawah, rencana biasanya semakin rinci dan berhubungan langsung dengan pekerjaan sehari-hari.

3. Bagaimana memahami proses perencanaan dan misi organisasi?
Proses perencanaan dimulai dengan menentukan misi organisasi, yaitu alasan utama mengapa organisasi tersebut berdiri dan apa yang ingin diberikan kepada masyarakat atau pelanggan. Setelah itu, organisasi menentukan tujuan, melihat kondisi yang ada, menentukan strategi, kemudian menjalankan dan mengevaluasi rencana. Dengan demikian, misi menjadi dasar agar semua kegiatan organisasi tetap memiliki arah yang jelas.

4. Bagaimana menerapkan kriteria yang efektif (SMART)?
SMART digunakan agar tujuan yang dibuat lebih jelas dan mudah dicapai. SMART terdiri dari:
•S (Specific) = tujuan harus jelas dan spesifik.
•M (Measurable) = hasilnya dapat diukur.
•A (Achievable) = tujuan harus realistis dan dapat dicapai.
•R (Relevant) = tujuan harus sesuai dengan kebutuhan.
•T (Time-bound) = memiliki batas waktu.
Contohnya, bukan hanya mengatakan “ingin meningkatkan penjualan”, tetapi “meningkatkan penjualan sebesar 10% dalam 3 bulan.”

5. Bagaimana mengevaluasi penerapan Manajemen Bersasaran (MBO)?
MBO atau Management by Objectives adalah cara mengelola pekerjaan dengan menetapkan tujuan yang disepakati antara pimpinan dan karyawan. Penerapannya dapat dievaluasi dengan melihat apakah tujuan sudah jelas, apakah karyawan memahami tugasnya, apakah target dapat dicapai, dan apakah hasil akhirnya sesuai dengan target. Jika hasil belum sesuai, organisasi dapat memperbaiki cara kerja atau menetapkan strategi baru.

6. Bagaimana membedakan rencana operasional sekali pakai dan rencana tetap?
Rencana sekali pakai dibuat untuk kegiatan tertentu dan digunakan hanya satu kali. Contohnya adalah rencana untuk mengadakan acara seminar atau kegiatan ulang tahun perusahaan.
Sedangkan rencana tetap digunakan berulang kali untuk kegiatan yang sering dilakukan. Biasanya berbentuk aturan, prosedur, atau kebijakan. Contohnya adalah SOP pelayanan pelanggan yang digunakan setiap hari.

7. Bagaimana mengembangkan perencanaan adaptif, krisis, dan kinerja tinggi?
Perencanaan adaptif berarti organisasi harus mampu menyesuaikan rencana ketika terjadi perubahan lingkungan atau kondisi. Perencanaan krisis dibuat untuk menghadapi keadaan darurat, seperti bencana, gangguan operasional, atau masalah besar lainnya. Sementara itu, perencanaan kinerja tinggi berfokus pada pencapaian hasil terbaik dengan menggunakan sumber daya secara efektif. Ketiganya membutuhkan tujuan yang jelas, kemampuan melihat perubahan, kerja sama, dan evaluasi secara terus-menerus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Mathea Aurel Winpor -
Nama: Mathea Aurel Winpor
NPM: 2601014048

1. Perencanaan (planning) adalah proses menetapkan tujuan organisasi dan menentukan tindakan atau langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk memahaminya, kita harus melihat perencanaan sebagai cetak biru (blueprint) yang menjawab pertanyaan seperti Apa yang ingin dicapai? Bagaimana cara mencapainya?

Tujuan (goal) adalah hasil akhir yang diinginkan dan diupayakan oleh organisasi. Hubungan keduanya sangat erat. Tujuan memberikan arah atau target, sedangkan perencanaan menyediakan peta jalan (roadmap) untuk menuju ke sana.

2. Dalam manajemen, tujuan dan perencanaan dibagi menjadi tingkatan piramida yang saling selaras:
• Tingkat Strategis (Manajemen Puncak): Menetapkan tujuan jangka panjang (biasanya 2 tahun atau lebih) bagi seluruh organisasi. Perencanaannya bersifat menyeluruh dan berfokus pada posisi organisasi di lingkungan luar

• Tingkat Taktis (Manajemen Menengah): Menerjemahkan tujuan strategis menjadi target-target spesifik untuk departemen atau divisi tertentu (jangka menengah, sekitar 1-2 tahun). Perencanaannya fokus pada alokasi sumber daya per departemen.

• Tingkat Operasional (Manajemen Lini Pertama). Menetapkan target harian, mingguan, atau bulanan yang sangat spesifik bagi tim kecil.

3. Misi Organisasi adalah alasan mendasar mengapa organisasi tersebut didirikan. Misi ini menjadi akar utama dan pembatas agar perencanaan tidak melenceng.

Proses Perencanaan mengalir melalui langkah berikut:
a. Menetapkan tujuan organisasi yang selaras dengan misi.
b. Menganalisis situasi saat ini (baik kondisi internal maupun tren eksternal).
c. Mengembangkan berbagai alternatif tindakan untuk mencapai tujuan.
d. Mengevaluasi dan memilih alternatif tindakan terbaik.
e. Mengimplementasikan rencana serta mengevaluasinya secara berkala.

4. Pastikan target operasional atau jangka pendek yang dibuat sejalan dan mendukung visi, misi, serta rencana strategis utama organisasi.

Agar tujuan manajemen dapat dicapai dengan efektif, rumusan target harus memenuhi lima elemen (SMART)
• Specific (Spesifik): Target harus jelas, detail, dan tidak bermakna ganda.
• Measurable (Dapat Diukur): Memiliki indikator angka agar kemajuannya bisa dipantau secara pasti.
• Achievable (Dapat Dicapai): Target harus realistis berdasarkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.
• Relevant (Relevan): Target harus mendukung visi dan misi utama organisasi yang lebih besar.
• Time-bound (Batas Waktu): Memiliki tenggat waktu (deadline) penyelesaian yang jelas.

5. MBO adalah sistem manajemen di mana atasan dan bawahan duduk bersama untuk menyepakati tujuan kerja dan mengevaluasi hasilnya bersama-sama.
a. Kelebihan: Meningkatkan motivasi dan komitmen karena bawahan merasa dihargai dan dilibatkan. Ekspektasi kerja juga menjadi lebih transparan.
b. Kelemahan: Sering kali membuat organisasi terlalu fokus pada target jangka pendek, menciptakan tumpukan beban administrasi (berkas evaluasi), dan memicu stres jika target terlalu menekan.

6. Single-Use Plans (Rencana Sekali Pakai): Rencana yang dibuat khusus untuk menangani situasi unik atau proyek tertentu yang tidak akan terulang di masa depan. Contoh: Anggaran proyek pembangunan gedung baru atau kepanitiaan acara ulang tahun perusahaan.
Serangkan Standing Plans (Rencana Tetap). Rencana yang digunakan berulang kali untuk memandu aktivitas rutin yang terjadi terus-menerus agar tindakan organisasi tetap konsisten. Contoh: Prosedur Operasi Standar (SOP), aturan kedisiplinan, dan kebijakan cuti karyawan.

7. Pengembangan perencanaan adaptif dilakukan dengan menganalisis berbagai skenario risiko masa depan dan menetapkan titik pemicu yang jelas sebagai tanda kapan harus mengaktifkan strategi cadangan yang telah disiapkan.

Sementara itu, perencanaan krisis dikembangkan dengan membentuk Tim Manajemen Krisis lintas departemen, menunjuk satu juru bicara resmi agar informasi tidak simpang siur, serta menyusun SOP penyelamatan aset dan pemulihan data secara cepat saat kondisi darurat terjadi.

Terakhir, perencanaan kinerja tinggi dikembangkan melalui penetapan target yang sangat ambisius di luar batas normal guna memicu kreativitas, dibarengi dengan pembangunan budaya kerja yang mendukung inovasi serta penyediaan insentif dan fasilitas teknologi baru bagi tim kerja.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Muhammad Makky Arzacky -
NPM: 2601014053

1. Konsep dasar perencanaan dan tujuan
Bayangkan perjalanan: tujuan adalah kota yang ingin dicapai, perencanaan adalah memilih rute, kendaraan, dan bekal. Tanpa tujuan, perencanaan tidak punya arah. Tanpa perencanaan, tujuan hanya angan-angan. Perencanaan juga berfungsi mengurangi ketidakpastian, mengarahkan sumber daya, dan menjadi tolok ukur pengendalian.
2. Menganalisis tingkatan tujuan dan perencanaan
Gunakan pola "rantai tujuan": tujuan puncak dipecah menjadi tujuan di tingkat bawahnya.
Strategis (manajemen puncak): arah dan posisi organisasi dalam 3-5 tahun.
Taktis (manajemen menengah): cara tiap departemen mendukung strategi.
Operasional (penyelia): target harian atau mingguan.
Cara menganalisis: tanyakan pada setiap tujuan, "Ini mendukung tujuan apa di atasnya?" Bila tidak ada jawabannya, tujuan itu tidak selaras.
3. Proses perencanaan dan misi organisasi
Misi adalah pernyataan tujuan keberadaan organisasi, dan menjadi filter bagi semua rencana. Rencana yang tidak sejalan dengan misi sebaiknya ditolak. Alur prosesnya: pahami misi, tetapkan tujuan, kaji kondisi internal dan eksternal, rumuskan pilihan, putuskan, jalankan, lalu evaluasi dan perbaiki.
4. Menerapkan kriteria SMART
Ubah tujuan yang kabur menjadi tujuan yang teruji lewat lima pertanyaan:
Spesifik: apa persisnya yang dicapai?
Terukur: bagaimana kita tahu sudah berhasil?
Dapat dicapai: apakah sumber dayanya ada?
Relevan: apakah mendukung misi?
Berbatas waktu: kapan selesai?
Contoh: "Pelayanan lebih baik" menjadi "Menurunkan waktu tunggu pelanggan dari 10 menit menjadi 5 menit pada akhir kuartal III."
5. Evaluasi MBO (manajemen bersasaran)
MBO bekerja lewat empat tahap: menetapkan sasaran bersama, menyusun rencana tindakan, meninjau kemajuan berkala, dan menilai hasil.
Nilai positif: karyawan merasa memiliki sasaran, komunikasi atasan-bawahan membaik, penilaian lebih adil.
Nilai negatif: urusan administrasi banyak, sasaran sering terlalu sempit, dan sulit bila lingkungan berubah cepat.
Kesimpulan evaluasi: MBO efektif bila diterapkan luwes dan benar-benar didukung pimpinan.
6. Rencana sekali pakai vs rencana tetap
Rencana sekali pakai: dibuat untuk kejadian khusus yang tidak berulang. Masa berlakunya berakhir saat tujuan tercapai. Bentuknya program, proyek, dan anggaran. Contoh: peluncuran produk baru.
Rencana tetap: dibuat untuk situasi yang berulang. Masa berlakunya terus-menerus. Bentuknya kebijakan, prosedur, dan aturan. Contoh: prosedur penerimaan karyawan.
7. Perencanaan adaptif, krisis, dan kinerja tinggi
Adaptif: siapkan beberapa skenario, tinjau rencana secara berkala, dan beri ruang bagi pelaksana untuk menyesuaikan di lapangan.
Krisis: petakan risiko, bentuk tim siaga, tetapkan juru bicara dan jalur komunikasi, serta latih lewat simulasi sebelum krisis datang.
Kinerja tinggi: libatkan karyawan dalam penyusunan rencana, tetapkan sasaran menantang namun jelas, dan hubungkan pencapaian dengan umpan balik serta penghargaan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by naila zulfa -
Naila Zulfa (2651014015)

1. Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan
Perencanaan adalah proses menentukan tujuan dan langkah untuk mencapainya. Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai organisasi dalam waktu tertentu. Perencanaan membantu organisasi bekerja lebih terarah dan mengurangi risiko.
2. Tingkatan Tujuan dan Perencanaan
Terdapat tiga tingkatan:
Strategis: jangka panjang, dibuat manajemen puncak.
Taktis: menerjemahkan strategi ke dalam program tiap bagian.
Operasional: kegiatan sehari-hari dan jangka pendek.
3. Proses Perencanaan dan Misi Organisasi
Proses perencanaan meliputi menentukan misi dan tujuan, menganalisis kondisi, memilih strategi, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi hasil. Misi menjelaskan alasan utama organisasi didirikan dan menjadi pedoman dalam mencapai tujuan.
4. Kriteria Tujuan Efektif (SMART)
SMART terdiri dari:
Specific: jelas
Measurable: dapat diukur
Achievable: dapat dicapai
Relevant: sesuai dengan tujuan organisasi
Time-bound: memiliki batas waktu
Contoh: Meningkatkan jumlah nasabah sebesar 10% dalam 6 bulan.
5. Manajemen Bersasaran (MBO)
MBO (Management by Objectives) adalah metode menetapkan tujuan bersama antara manajer dan karyawan, kemudian menilai kinerja berdasarkan pencapaian tujuan. Kelebihannya meningkatkan fokus dan tanggung jawab, tetapi membutuhkan tujuan yang realistis dan evaluasi yang baik.
6. Single-Use vs. Standing Plans
Single-Use Plan: dibuat untuk kegiatan tertentu dan digunakan satu kali, seperti rencana pembukaan cabang baru.
Standing Plan: digunakan berulang sebagai pedoman kegiatan rutin, seperti SOP pelayanan nasabah.
7. Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi
Adaptif: menyesuaikan rencana dengan perubahan lingkungan.
Krisis: menyiapkan tindakan untuk menghadapi keadaan darurat atau risiko.
Kinerja tinggi: berfokus pada pencapaian hasil maksimal melalui tujuan jelas, efisiensi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Anzala Alya Meudy -
NPM : 2601014046

1. Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan
Perencanaan adalah proses menentukan tujuan dan langkah untuk mencapainya. Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai organisasi dalam waktu tertentu. Perencanaan membantu organisasi bekerja lebih terarah dan mengurangi risiko.
2. Tingkatan Tujuan dan Perencanaan
Terdapat tiga tingkatan:
* Strategis: jangka panjang, dibuat manajemen puncak.
* Taktis: menerjemahkan strategi ke dalam program tiap bagian.
* Operasional: kegiatan sehari-hari dan jangka pendek.
3. Proses Perencanaan dan Misi Organisasi
Proses perencanaan meliputi menentukan misi dan tujuan, menganalisis kondisi, memilih strategi, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi hasil. Misi menjelaskan alasan utama organisasi didirikan dan menjadi pedoman dalam mencapai tujuan.
4. Kriteria Tujuan Efektif (SMART)
SMART terdiri dari:
* Specific: jelas
* Measurable: dapat diukur
* Achievable: dapat dicapai
* Relevant: sesuai dengan tujuan organisasi
* Time-bound: memiliki batas waktu
Contoh: Meningkatkan jumlah nasabah sebesar 10% dalam 6 bulan.
5. Manajemen Bersasaran (MBO)
MBO (Management by Objectives) adalah metode menetapkan tujuan bersama antara manajer dan karyawan, kemudian menilai kinerja berdasarkan pencapaian tujuan. Kelebihannya meningkatkan fokus dan tanggung jawab, tetapi membutuhkan tujuan yang realistis dan evaluasi yang baik.
6. Single-Use vs. Standing Plans
* Single-Use Plan: dibuat untuk kegiatan tertentu dan digunakan satu kali, seperti rencana pembukaan cabang baru.
* Standing Plan: digunakan berulang sebagai pedoman kegiatan rutin, seperti SOP pelayanan nasabah.
7. Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi
* Adaptif: menyesuaikan rencana dengan perubahan lingkungan.
* Krisis: menyiapkan tindakan untuk menghadapi keadaan darurat atau risiko.
* Kinerja tinggi: berfokus pada pencapaian hasil maksimal melalui tujuan jelas, efisiensi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Nadira Melisa Putri -
Npm :2651014007

1. Bagaimana memahami Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan?

Konsep Perencanaan dan Tujuan: Perencanaan adalah proses menetapkan tujuan dan menentukan langkah/strategi untuk mencapainya. Tujuan adalah hasil akhir yang ingin diraih, sedangkan rencana adalah panduan aksi untuk mengalokasikan sumber daya menuju tujuan tersebut.

2. Jelaskan cara menganalisis Tingkatan Tujuan dan Perencanaan!

Tingkatan Tujuan dan Perencanaan:
Strategis (Manajemen Puncak): Fokus pada arah jangka panjang (3–5+ tahun) dan keberlanjutan seluruh organisasi.
Taktis (Manajemen Menengah): Fokus pada target departemen/divisi jangka menengah (1–3 tahun) untuk mendukung rencana strategis.
Operasional (Manajemen Lini Pertama): Fokus pada tugas harian, mingguan, atau bulanan (< 1 tahun) pada unit kerja spesifik.

3. Bagaimana memahami Proses Perencanaan dan Misi Organisasi?

Proses Perencanaan dan Misi Organisasi: Berawal dari Misi (alasan keberadaan dan nilai dasar organisasi), lalu diturunkan melalui 4 tahap: (1) Mengembangkan Rencana \rightarrow (2) Menerjemahkan Rencana (peta strategi & anggaran) \rightarrow (3) Merencanakan Operasi \rightarrow (4) Melaksanakan dan Mengevaluasi.

4. Bagaimana menerapkan Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)?

Specific: Jelas dan tidak ambigu.
Measurable: Terukur secara kuantitatif/kualitatif.
Attainable: Realistis namun tetap menantang.
Relevant: Selaras dengan misi utama organisasi.
Time-bound: Memiliki tenggat waktu yang tegas.

5. Mengevaluasi Penerapan Manajemen Bersasaran (MBO)

(MBO): Efektif meningkatkan motivasi, komitmen, dan penyelarasan target antara atasan dan bawahan. Namun, MBO berisiko memicu birokrasi berlebih, terlalu berfokus pada hasil jangka pendek, dan kaku jika terjadi perubahan lingkungan yang cepat.

6. Bagaimana membedakan Rencana Operasional (single-Use vs. Standing Plans) ?

Single-Use Plans (Sekali Pakai): Dirancang untuk proyek atau kondisi unik yang memiliki batas waktu (contoh: anggaran proyek, program launching).
Standing Plans (Berulang): Digunakan terus-menerus untuk situasi yang rutin terjadi (contoh: Kebijakan, SOP, dan Aturan kerja).

7. Bagaimana mengembangkan Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi?
Adaptif (Scenario Planning): Menyusun beberapa pilihan skenario masa depan untuk mengantisipasi ketidakpastian.
Krisis: Menyiapkan tim krisis, mendeteksi sinyal masalah, dan menyusun contingency plan sebelum bencana/masalah terjadi.
Kinerja Tinggi: Menetapkan stretch goals (target ambisius untuk memicu inovasi) dan memantau KPI secara terukur menggunakan dashboard kinerja.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by MIRANDA TAQILA ARUM -
NPM : 2601014047

1. Memahami konsep dasar perencanaan dan tujuan berarti mengerti proses sistematis dalam menentukan langkah awal, arah masa depan, serta target yang ingin dicapai oleh individu atau organisasi.

2. Tujuan dan perencanaan dapat dianalisis berdasarkan tingkatan organisasi, yaitu:
a.Tingkat strategis → dibuat oleh manajemen puncak dan berjangka panjang. Fokus pada arah dan tujuan utama organisasi.
b. Tingkat taktis → dibuat oleh manajemen menengah untuk menerjemahkan strategi menjadi program atau kegiatan.
c. Tingkat operasional → dibuat oleh manajemen tingkat bawah dan berfokus pada kegiatan sehari-hari.

3. Proses perencanaan dilakukan melalui beberapa tahap: membuat rencana, menerjemahkan rencana, merencanakan kegiatan operasional, menjalankan rencana, lalu memantau dan belajar. Misi diterjemahkan lewat strategy map: Learning & Growth → Internal Process → Customer Service → Financial Performance.

4. Tujuan yang efektif dapat menggunakan prinsip SMART:
• S (Specific) → tujuan harus jelas dan spesifik.
• M (Measurable) → dapat diukur.
• A (Achievable) → dapat dicapai sesuai kemampuan.
•R (Relevant) → sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.
•T (Time-bound) → memiliki batas waktu.

5. MBO: manajer dan karyawan menetapkan tujuan bersama, menyusun action plan, meninjau progres, dan menilai kinerja akhir.
-Kelebihan: fokus jelas, motivasi naik, selaras dengan organisasi, kinerja meningkat.
-Kelemahan: kaku, banyak paperwork, fokus jangka pendek, bergantung hubungan kerja, menghambat inovasi.

6. • Single-Use Plans (Rencana Sekali Pakai): Dibuat khusus untuk mencapai tujuan unik atau menangani situasi spesifik yang tidak berulang. Setelah proyek atau acara selesai, rencana ini tidak lagi digunakan.
• Standing Plans (Rencana Tetap): Dirancang untuk memandu aktivitas atau situasi yang terjadi berulang kali dari waktu ke waktu. Rencana ini menjadi kerangka kerja standar yang konsisten dan diperbarui secara berkala.

7. -Adaptif: perencanaan kontingensi, pembangunan skenario, tim intelijen.
-Krisis: pencegahan (komunikasi stakeholders, peringatan dini) dan persiapan (tim krisis, juru bicara, dokumen rencana).
-Kinerja tinggi: stretch goals, performance dashboard, desentralisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Dinda Zuleyka -
2601014052
Dinda Zuleyka

1. Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Tujuan menjadi arah organisasi, sedangkan rencana menjadi langkah untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Strategis : menentukan arah dan tujuan jangka panjang organisasi.
Taktis : menerjemahkan strategi ke dalam tujuan tiap bagian.
Operasional : mengatur kegiatan sehari-hari untuk mencapai tujuan.
Ketiganya harus saling mendukung agar organisasi berjalan searah.
3. Prosesnya dimulai dari menentukan misi, menetapkan tujuan, membuat rencana, melaksanakan, dan mengevaluasi. Misi menjadi dasar karena menjelaskan alasan dan arah utama organisasi.
4. Specific : jelas dan spesifik.
Measurable : dapat diukur.
Achievable : dapat dicapai.
Relevant : sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Time-bound : memiliki batas waktu.
5. MBO adalah sistem pengelolaan yang melibatkan manajer dan karyawan dalam menetapkan tujuan, membuat rencana, memantau kemajuan, dan mengevaluasi hasil. MBO efektif jika tujuan jelas, terukur, realistis, dan disepakati bersama.
6. Single-Use Plan : dibuat untuk kegiatan tertentu dan digunakan sekali. Contoh: rencana seminar atau proyek pembangunan.
Standing Plans : digunakan berulang kali sebagai pedoman. Contoh: SOP dan kebijakan perusahaan.
7. Adaptif : menyesuaikan rencana dengan perubahan lingkungan.
Krisis : menyiapkan tindakan untuk menghadapi keadaan darurat atau tidak terduga.
Kinerja tinggi : menetapkan target yang menantang tetapi realistis serta memantau pencapaiannya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by KEYSA PUTRI ZAHRA -
NPM:2651014014

1. Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan
Perencanaan (planning) adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai organisasi dan bagaimana cara mencapainya. Tujuan (goals) merupakan hasil akhir yang ingin dicapai dalam periode tertentu.

2. Tingkatan Tujuan dan Perencanaan
Tujuan dan rencana biasanya memiliki tingkatan:
Strategis – dibuat manajemen puncak, berjangka panjang, dan mencakup seluruh organisasi.
Taktis – dibuat manajemen menengah untuk menerjemahkan strategi ke program departemen.
Operasional – dibuat manajemen tingkat bawah untuk kegiatan sehari-hari.

3. Proses Perencanaan dan Misi Organisasi
Proses perencanaan dapat dilakukan melalui:
Menentukan misi dan visi organisasi.
Menganalisis lingkungan internal dan eksternal.
Menetapkan tujuan.
Menentukan strategi dan alternatif tindakan.
Melaksanakan rencana.
Mengevaluasi dan melakukan perbaikan.
Misi menjelaskan alasan utama organisasi berdiri, siapa yang dilayani, dan nilai yang ingin diberikan

4. Kriteria Tujuan Efektif: SMART
Tujuan yang efektif harus SMART:
S – Specific: jelas dan tidak ambigu.
M – Measurable: dapat diukur.
A – Achievable: realistis untuk dicapai.
R – Relevant: sesuai dengan misi dan kebutuhan organisasi.
T – Time-bound: memiliki batas waktu.

5.Management by Objectives (MBO) adalah pendekatan manajemen yang melibatkan manajer dan karyawan dalam menetapkan tujuan serta mengevaluasi pencapaiannya.

6. Rencana Operasional: Single-Use vs Standing Plans
Single-Use Plan: Rencana yang dibuat untuk satu kegiatan atau situasi tertentu dan tidak digunakan berulang. Contoh: rencana acara seminar.
Standing Plan: Rencana yang dibuat untuk kegiatan yang dilakukan berulang kali. Contoh: kebijakan, aturan, dan SOP.

7.Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi
Perencanaan adaptif: rencana dibuat fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan perubahan pasar, teknologi, atau lingkungan.
Perencanaan krisis: mempersiapkan organisasi menghadapi keadaan darurat, seperti bencana, kegagalan sistem, atau masalah reputasi.
Perencanaan kinerja tinggi: menetapkan target yang menantang tetapi realistis, didukung sumber daya, evaluasi berkala, inovasi, dan peningkatan berkelanjutan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Dian Wahyuni -
Nama : Dian Wahyuni
NPM : 2651014018

1.Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan
Perencanaan,proses menetapkan tujuan dan cara mencapainya. Tujuan, sasaran yang ingin dicapai. Perencanaan berawal dari tujuan dan menjadi dasar seluruh fungsi manajemen.

2. Tingkatan Tujuan dan Perencanaan

Strategis , tingkat atas, jangka panjang, menyeluruh

Taktis ,tingkat menengah, mendukung tujuan strategis

Operasional ,tingkat bawah, jangka pendek, kegiatan harian
Semua tingkatan harus saling mendukung.

3.Proses Perencanaan dan Misi
Misi ,alasan keberadaan organisasi, menjadi fondasi. Urutan ,misi-visi ,analisis ,tetapkan tujuan ,susun rencana ,laksanakan , pantau.

4. Tujuan Efektif (SMART)
Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, Berbatas Waktu.

5. Manajemen Berasasaran (MBO)
Atasan dan bawahan menetapkan tujuan bersama. Kelebihan,komitmen tinggi, penilaian objektif. Kekurangan,memakan waktu, bisa menekan jika target terlalu tinggi.

6. Rencana Sekali Pakai vs Tetap

Sekali Pakai,kegiatan khusus, selesai setelah tugas berakhir (contoh,proyek, anggaran)

Tetap,kegiatan rutin, dipakai berulang (contoh aturan, prosedur, kebijakan)

7. Perencanaan Adaptif, Krisis Dan Kinerja Tinggi

Adaptif ,fleksibel, siap menyesuaikan perubahan

Krisis,antisipasi risiko, siapkan rencana cadangan dan tim tanggap

Kinerja Tinggi, tujuan menantang, pengembangan SDM, evaluasi berkelanjutan, budaya keunggulan
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Rindi Claudia -
NPM: 2601014055

1. Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Tujuan menjadi arah agar kegiatan organisasi lebih terarah dan tidak berjalan tanpa rencana.

2. Dengan melihat tujuan dari tingkat atas sampai bawah, yaitu tujuan strategis untuk jangka panjang, tujuan taktis untuk bagian atau departemen, dan tujuan operasional untuk kegiatan sehari-hari.

3. Proses perencanaan dilakukan dengan menentukan tujuan, menganalisis kondisi, memilih strategi, membuat rencana kegiatan, lalu melaksanakannya dan melakukan evaluasi. Misi organisasi menjelaskan alasan utama organisasi dibentuk.

4. SMART berarti Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound. Tujuan harus jelas, bisa diukur, realistis dicapai, sesuai kebutuhan, dan memiliki batas waktu.

5. MBO dievaluasi dengan melihat apakah tujuan yang sudah disepakati tercapai. Evaluasinya dilakukan melalui pemantauan kinerja, membandingkan hasil dengan target, dan memberikan perbaikan jika hasil belum sesuai.

6. Rencana sekali pakai dibuat untuk kegiatan tertentu dan tidak digunakan berulang, seperti rencana acara. Rencana tetap digunakan berulang kali sebagai pedoman, seperti SOP, kebijakan, dan aturan kerja.

7. Perencanaan adaptif dilakukan dengan menyesuaikan rencana terhadap perubahan. Perencanaan krisis dibuat untuk menghadapi keadaan darurat. Sedangkan perencanaan kinerja tinggi berfokus pada target yang jelas, efisiensi, evaluasi, dan peningkatan hasil kerja.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Puspa Prameswara -
NPM: 2601014045

1. Perencanaan adalah proses menentukan lebih dulu apa yang ingin dicapai dan bagaimana mencapainya. Tujuan adalah hasil akhir yang diinginkan, sedangkan rencana adalah peta jalannya.

2. Tingkatan tujuan dan perencanaan
- Strategis (manajemen puncak): jangka panjang (3-5+ tahun), mencakup seluruh organisasi. Contoh: menjadi bank terdepan di wilayah.
- Taktis (manajemen menengah): tingkat departemen, 1-3 tahun. Contoh: menambah nasabah tabungan ritel 20%.
- Operasional (manajer lini pertama): harian/mingguan, tugas spesifik. Contoh: memproses 50 pembukaan rekening per hari.

Cara menganalisis: periksa keselarasan (apakah tujuan bawah mendukung tujuan atas), horizon waktu, dan cakupan.

3. Proses perencanaan dimulai dengan menentukan visi, misi, dan tujuan organisasi, kemudian menerjemahkannya menjadi strategi dan kegiatan operasional. Setelah rencana dijalankan, organisasi perlu melakukan pemantauan, evaluasi, dan penyesuaian apabila terjadi perubahan kondisi.
Misi merupakan alasan utama dan dasar keberadaan organisasi yang mencerminkan nilai, aspirasi, dan sasaran utamanya. Misi dapat diwujudkan melalui beberapa aspek, yaitu learning and growth, internal business process, customer service, dan financial performance. Dengan demikian, misi menjadi dasar bagi organisasi dalam menentukan tujuan dan strategi.

4. Tujuan yang efektif dapat diterapkan menggunakan kriteria SMART, yaitu:
- Specific: tujuan harus jelas dan spesifik.
- Measurable: pencapaiannya dapat diukur.
- Achievable/Realistic: dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia.
- Result-oriented: berfokus pada hasil yang penting.
- Time-bound: memiliki batas waktu yang jelas.

5. Management by Objectives (MBO) merupakan metode manajemen partisipatif yang melibatkan manajer dan karyawan dalam menetapkan serta menyepakati tujuan yang akan dicapai.
Penerapannya dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu:
1) Menetapkan tujuan bersama.
2) Menyusun action plan.
3) Melakukan progress review secara berkala.
4) Melakukan penilaian kinerja akhir.

MBO memiliki manfaat berupa kejelasan fokus, peningkatan motivasi, keselarasan tujuan organisasi, dan peningkatan kinerja. Namun, penerapannya juga memiliki kelemahan, seperti beban administrasi yang berlebihan, terlalu fokus pada target jangka pendek, kurang fleksibel terhadap perubahan, dan berpotensi menghambat inovasi. Oleh karena itu, MBO perlu diterapkan secara fleksibel dan didukung komunikasi yang baik antara manajer dan karyawan.

6. Perbedaannya terletak pada penggunaan dan sifat kegiatannya.
Single-Use Plans adalah rencana yang dibuat untuk tujuan tertentu yang unik dan tidak berulang. Rencana ini digunakan sampai tujuan tersebut tercapai. Contohnya adalah proyek pembangunan gedung, migrasi sistem digital, atau penyelenggaraan acara.
Sedangkan Standing Plans merupakan rencana yang digunakan secara berulang untuk menghadapi situasi rutin. Biasanya berbentuk kebijakan, aturan, atau SOP. Contohnya adalah aturan penggunaan email perusahaan, prosedur refund, dan aturan disiplin kerja.

Jadi, Single-Use Plans digunakan untuk kegiatan khusus dan sementara, sedangkan Standing Plans digunakan berulang untuk kegiatan rutin.

7. Perencanaan dapat dikembangkan dengan menyesuaikan strategi terhadap kondisi lingkungan organisasi.
Perencanaan adaptif dilakukan dengan mempersiapkan organisasi menghadapi perubahan dan ketidakpastian melalui:
- Contingency planning, yaitu menyiapkan rencana cadangan.
- Scenario building, yaitu mempersiapkan strategi berdasarkan beberapa kemungkinan kondisi masa depan.
- Intelligence teams, yaitu tim yang memantau dan menganalisis perubahan lingkungan eksternal
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Aulia Fatma Kirana -
npm: 2601014051

1. Konsep Dasar Perencanaan & Tujuan
Perencanaan: Cara kita mikirin langkah-langkah ke depan (mau ngapain, gimana caranya, siapa yang ngerjain, kapan selesainya).
Tujuan: Hasil akhir atau target yang pengen dicapai.
Kuncinya: Keduanya paket lengkap. Gak ada tujuan, kita nyasar; ada tujuan tapi gak direncanakan, cuma jadi angan-angan doang.

2. Tingkatan Tujuan & Perencanaan
Dibagi jadi 3 level dari atas ke bawah:
Strategis (Atasan/Pimpinan): Jangka panjang (3-5 tahun), mikirin arah besar perusahaan (Contoh: Buka pasar internasional).
Taktis (Manajer Menengah): Jangka menengah (1-3 tahun), menterjemahkan strategi besar ke departemen masing-masing (Contoh: Naikin efisiensi produksi lini X).
Operasional (Staf Lapangan): Jangka pendek (harian/tahunan), kerjaan rutin harian (Contoh: Jadwal shift kerja, target sales minggu ini).

3. Proses Perencanaan & Misi Organisasi
Misi: Alasan utama kenapa perusahaan itu ada (jiwa dan nilai dasarnya).
Cara bikinnya: Cek kondisi sekitar (analisis SWOT), tentuin target, bikin skenario kalau ada hambatan, pilih opsi terbaik, lalu jalanin sambil diawasin.

4. Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)
Biar target gak cuma wacana, pakai rumus SMART:
S (Specific): Harus jelas, jangan abstrak (misal: "Naikin penjualan produk A", bukan cuma "Naikin penjualan").
M (Measurable): Ada angka/metrik yang bisa diukur.
A (Achievable): Masuk akal dan bisa dicapai, bukan halu.
R (Relevant): Nyambung sama misi perusahaan.
T (Time-bound): Ada deadline-nya (misal: "sampai akhir bulan ini").

5. Manajemen Bersasaran (MBO)
Artinya: Bos dan karyawan bareng-bareng duduk bareng buat nentuin target.
Plusnya: Karyawan lebih semangat karena dilibatkan dari awal.
Minusnya: Suka ribet di administrasi dan kadang orang jadi terlalu fokus ke target angka sampai lupa kualitas atau etika.

6. Rencana Operasional: Sekali Pakai vs. Tetap
Sekali Pakai (Single-Use): Buat acara/kejadian yang cuma kejadian sekali (Contoh: Rencana launching produk baru, atau anggaran renovasi kantor).
Rencana Tetap (Standing Plans): Aturan atau SOP buat masalah yang sering kejadian berulang-ulang biar gak usah mikir dari nol lagi (Contoh: SOP cuti, aturan komplain pelanggan).

7. Perencanaan Adaptif, Krisis, & Kinerja Tinggi
Karena dunia bisnis cepet banget berubah, perusahaan butuh:
Adaptif: Gampang geser haluan kalau tiba-tiba pasar berubah, tanpa harus rombak total.
Krisis (Plan B/C): Siap-siap jurus penyelamatan kalau ada musibah atau masalah gede (kayak rantai pasok putus atau server down).
Kinerja Tinggi: Budaya kerja yang fokus ke data real-time, akuntabilitas, dan inovasi terus-menerus biar gak kalah saing.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Hana Dhiya Khalishah -
NPM:2651014006
NAMA: HANA DHIYA MUTIARA KHALISHAH

JAWAB:
1: Perencanaan adalah peta jalan untuk mencapai target, sedangkan tujuan adalah hasil akhir yang ingin diraih.
2. Analisis dilakukan dari visi besar (strategis) ke langkah harian (operasional) agar semua selaras.
3. Misi adalah alasan utama organisasi ada (identitas/jiwa). Perencanaan adalah jembatan yang memastikan setiap tindakan harian organisasi tetap selaras dan mewujudkan misi tersebut. Tanpa perencanaan, misi hanya menjadi slogan; tanpa misi, perencanaan kehilangan arah.
4. Gunakan SMART: Spesifik, Terukur, Dapat dicapai, Relevan, dan Berbatas waktu.
5. MBO mengevaluasi kinerja berdasarkan hasil nyata yang disepakati bersama antara atasan dan bawahan.
6. Rencana sekali pakai untuk proyek unik, rencana tetap untuk prosedur rutin.
7. Kembangkan rencana yang fleksibel, siapkan skenario krisis, dan fokus pada target kinerja tinggi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Rossa Febriyani -
NPM 2651014008

1. Memahami konsep dasar perencanaan dan tujuan dapat dilakukan dengan mengetahui bahwa perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai, bagaimana cara mencapainya, kapan dilakukan, dan siapa yang melakukannya. Tujuan menjadi arah yang ingin dicapai, sedangkan perencanaan menjadi langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari maupun perkuliahan, perencanaan membantu kita bekerja lebih terarah, teratur, dan efektif sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.

2. Cara menganalisis tingkatan tujuan dan perencanaan adalah dengan melihat tujuan berdasarkan tingkatannya, mulai dari yang paling umum hingga paling khusus:
~Tujuan strategis → tujuan jangka panjang yang ditetapkan oleh manajemen puncak.
~Tujuan taktis → tujuan jangka menengah yang dibuat untuk mendukung tujuan strategis.
~Tujuan operasional → tujuan jangka pendek yang lebih spesifik dan berkaitan dengan kegiatan sehari-hari.
Perencanaannya juga disesuaikan dengan tingkatan tersebut. Jadi, tujuan strategis menjadi dasar bagi tujuan taktis dan operasional, sehingga semua kegiatan tetap terarah pada tujuan utama organisasi.

3. Memahami proses perencanaan dan misi organisasi dapat dilakukan dengan mengetahui bahwa perencanaan merupakan proses menentukan tujuan dan langkah-langkah untuk mencapainya. Prosesnya dimulai dari menentukan tujuan, menganalisis kondisi, membuat beberapa pilihan tindakan, memilih rencana terbaik, lalu melaksanakan dan mengevaluasinya.
Sedangkan misi organisasi adalah pernyataan yang menjelaskan alasan organisasi didirikan, apa yang dilakukan, dan siapa yang dilayani. Misi menjadi pedoman agar perencanaan dan kegiatan organisasi tetap sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

4. Kriteria tujuan yang efektif SMART dapat diterapkan dengan membuat tujuan yang:
~S (Specific): tujuan harus jelas dan spesifik.
~M (Measurable): hasilnya dapat diukur.
~A (Achievable): tujuan dapat dicapai sesuai kemampuan.
~R (Realistic/Relevant): sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.
~T (Time-bound): memiliki batas waktu yang jelas.

5. Cara mengevaluasi penerapan MBO adalah dengan:
~Menilai apakah tujuan yang ditetapkan sudah jelas dan terukur.
~ Membandingkan hasil yang dicapai dengan target.
~Menilai kinerja setiap anggota.
~ Mengidentifikasi hambatan atau kekurangan.
~Melakukan perbaikan agar tujuan berikutnya dapat tercapai lebih baik.
Dengan MBO, organisasi dapat bekerja lebih terarah, terukur, dan bertanggung jawab.

6.~Single-Use Plan : dibuat untuk satu kegiatan atau tujuan tertentu dan tidak digunakan berulang kali. Contohnya rencana untuk acara seminar atau kegiatan kampus.
~Standing Plans :dibuat untuk kegiatan yang dilakukan berulang kali dan menjadi pedoman organisasi. Contohnya SOP, aturan kerja, dan kebijakan perusahaan.

7. Cara mengembangkan perencanaan adaptif, krisis, dan kinerja tinggi adalah:
~Perencanaan Adaptif :membuat rencana yang fleksibel agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan kondisi organisasi.
~Perencanaan Krisis : menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi keadaan darurat atau masalah yang tidak terduga.
~ Perencanaan Kinerja Tinggi :menetapkan target yang jelas, meningkatkan kemampuan anggota, serta melakukan evaluasi secara rutin untuk mencapai hasil yang maksimal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by DAFFA HAYKAL PASHA -
Npm: 2651054005

1. Konsep Dasar Perencanaan & Tujuan
Perencanaan: Cara kita mikirin langkah-langkah ke depan (mau ngapain, gimana caranya, siapa yang ngerjain, kapan selesainya).
Tujuan: Hasil akhir atau target yang pengen dicapai.
Kuncinya: Keduanya paket lengkap. Gak ada tujuan, kita nyasar; ada tujuan tapi gak direncanakan, cuma jadi angan-angan doang.

2. Tingkatan Tujuan & Perencanaan
Dibagi jadi 3 level dari atas ke bawah:
Strategis (Atasan/Pimpinan): Jangka panjang (3-5 tahun), mikirin arah besar perusahaan (Contoh: Buka pasar internasional).
Taktis (Manajer Menengah): Jangka menengah (1-3 tahun), menterjemahkan strategi besar ke departemen masing-masing (Contoh: Naikin efisiensi produksi lini X).
Operasional (Staf Lapangan): Jangka pendek (harian/tahunan), kerjaan rutin harian (Contoh: Jadwal shift kerja, target sales minggu ini).

3. Proses Perencanaan & Misi Organisasi
Misi: Alasan utama kenapa perusahaan itu ada (jiwa dan nilai dasarnya).
Cara bikinnya: Cek kondisi sekitar (analisis SWOT), tentuin target, bikin skenario kalau ada hambatan, pilih opsi terbaik, lalu jalanin sambil diawasin.

4. Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)
Biar target gak cuma wacana, pakai rumus SMART:
S (Specific): Harus jelas, jangan abstrak (misal: "Naikin penjualan produk A", bukan cuma "Naikin penjualan").
M (Measurable): Ada angka/metrik yang bisa diukur.
A (Achievable): Masuk akal dan bisa dicapai, bukan halu.
R (Relevant): Nyambung sama misi perusahaan.
T (Time-bound): Ada deadline-nya (misal: "sampai akhir bulan ini").

5. Manajemen Bersasaran (MBO)
Artinya: Bos dan karyawan bareng-bareng duduk bareng buat nentuin target.
Plusnya: Karyawan lebih semangat karena dilibatkan dari awal.
Minusnya: Suka ribet di administrasi dan kadang orang jadi terlalu fokus ke target angka sampai lupa kualitas atau etika.

6. Rencana Operasional: Sekali Pakai vs. Tetap
Sekali Pakai (Single-Use): Buat acara/kejadian yang cuma kejadian sekali (Contoh: Rencana launching produk baru, atau anggaran renovasi kantor).
Rencana Tetap (Standing Plans): Aturan atau SOP buat masalah yang sering kejadian berulang-ulang biar gak usah mikir dari nol lagi (Contoh: SOP cuti, aturan komplain pelanggan).

7. Perencanaan Adaptif, Krisis, & Kinerja Tinggi
Karena dunia bisnis cepet banget berubah, perusahaan butuh:
Adaptif: Gampang geser haluan kalau tiba-tiba pasar berubah, tanpa harus rombak total.
Krisis (Plan B/C): Siap-siap jurus penyelamatan kalau ada musibah atau masalah gede (kayak rantai pasok putus atau server down).
Kinerja Tinggi: Budaya kerja yang fokus ke data real-time, akuntabilitas, dan inovasi terus-menerus biar gak kalah saing.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Gilang Wasyaputra Bangsawan -
Npm:2651014013

1. Konsep Dasar Perencanaan & Tujuan
Perencanaan: Cara kita mikirin langkah-langkah ke depan (mau ngapain, gimana caranya, siapa yang ngerjain, kapan selesainya).
Tujuan: Hasil akhir atau target yang pengen dicapai.
Kuncinya: Keduanya paket lengkap. Gak ada tujuan, kita nyasar; ada tujuan tapi gak direncanakan, cuma jadi angan-angan doang.

2. Tingkatan Tujuan & Perencanaan
Dibagi jadi 3 level dari atas ke bawah:
Strategis (Atasan/Pimpinan): Jangka panjang (3-5 tahun), mikirin arah besar perusahaan (Contoh: Buka pasar internasional).
Taktis (Manajer Menengah): Jangka menengah (1-3 tahun), menterjemahkan strategi besar ke departemen masing-masing (Contoh: Naikin efisiensi produksi lini X).
Operasional (Staf Lapangan): Jangka pendek (harian/tahunan), kerjaan rutin harian (Contoh: Jadwal shift kerja, target sales minggu ini).

3. Proses Perencanaan & Misi Organisasi
Misi: Alasan utama kenapa perusahaan itu ada (jiwa dan nilai dasarnya).
Cara bikinnya: Cek kondisi sekitar (analisis SWOT), tentuin target, bikin skenario kalau ada hambatan, pilih opsi terbaik, lalu jalanin sambil diawasin.

4. Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)
Biar target gak cuma wacana, pakai rumus SMART:
S (Specific): Harus jelas, jangan abstrak (misal: "Naikin penjualan produk A", bukan cuma "Naikin penjualan").
M (Measurable): Ada angka/metrik yang bisa diukur.
A (Achievable): Masuk akal dan bisa dicapai, bukan halu.
R (Relevant): Nyambung sama misi perusahaan.
T (Time-bound): Ada deadline-nya (misal: "sampai akhir bulan ini").

5. Manajemen Bersasaran (MBO)
Artinya: Bos dan karyawan bareng-bareng duduk bareng buat nentuin target.
Plusnya: Karyawan lebih semangat karena dilibatkan dari awal.
Minusnya: Suka ribet di administrasi dan kadang orang jadi terlalu fokus ke target angka sampai lupa kualitas atau etika.

6. Rencana Operasional: Sekali Pakai vs. Tetap
Sekali Pakai (Single-Use): Buat acara/kejadian yang cuma kejadian sekali (Contoh: Rencana launching produk baru, atau anggaran renovasi kantor).
Rencana Tetap (Standing Plans): Aturan atau SOP buat masalah yang sering kejadian berulang-ulang biar gak usah mikir dari nol lagi (Contoh: SOP cuti, aturan komplain pelanggan).

7. Perencanaan Adaptif, Krisis, & Kinerja Tinggi
Karena dunia bisnis cepet banget berubah, perusahaan butuh:
Adaptif: Gampang geser haluan kalau tiba-tiba pasar berubah, tanpa harus rombak total.
Krisis (Plan B/C): Siap-siap jurus penyelamatan kalau ada musibah atau masalah gede (kayak rantai pasok putus atau server down).
Kinerja Tinggi: Budaya kerja yang fokus ke data real-time, akuntabilitas, dan inovasi terus-menerus biar gak kalah saing.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Cahya Aulia -
2651014010
1. Perencanaan adalah proses menetapkan sasaran/tujuan dan menentukan langkah strategis untuk mencapainya. Tujuan berfungsi sebagai pedoman arah, pendorong motivasi, dan standar evaluasi kinerja organisasi.

2. Dianalisis secara hierarkis dari atas ke bawah:
- Strategis: Dibuat manajemen puncak untuk jangka panjang seluruh organisasi.
- Taktis: Dibuat manajemen menengah untuk menerjemahkan rencana strategis ke unit/departemen.
- Operasional: Dibuat manajer tingkat bawah untuk aktivitas harian/jangka pendek.

3. Misi adalah alasan mendasar berdirinya organisasi yang menjadi fondasi utama. Perencanaan disusun mulai dari merumuskan misi, menetapkan tujuan strategis, merancang rencana kerja, hingga mengimplementasikan dan mengevaluasi hasilnya.

4. Tujuan dirancang agar memenuhi 5 syarat:
- Specific: Jelas dan spesifik.
- Measurable: Dapat diukur pencapaiannya.
- Achievable: Realistis untuk dicapai.
- Relevant: Sesuai dengan misi organisasi.
- Time-bound: Memiliki tenggat waktu yang pasti.

5. MBO dievaluasi melalui penyepakatan tujuan bersama antara atasan dan bawahan, pelaksanaan rencana, serta peninjauan kinerja secara berkala. Kelebihannya meningkatkan motivasi, namun kelemahannya berisiko memicu fokus berlebih pada target jangka pendek.

6. - Single-Use Plans: Hanya dipakai satu kali untuk situasi/proyek khusus yang tidak berulang (contoh: anggaran proyek, rencana alih teknologi).
- Standing Plans: Dipakai berulang kali untuk aktivitas rutin yang sering terjadi (contoh: kebijakan perusahaan, prosedur standar/SOP, aturan kerja).

7. - Adaptif: Menggunakan perencanaan skenario agar fleksibel merespons perubahan lingkungan.
- Krisis: Menyiapkan contingency plan dan tim manajemen krisis untuk situasi darurat.
- Kinerja Tinggi: Menetapkan tujuan yang menantang (stretch goals) dipadu dengan budaya organisasi yang berorientasi pada pencapaian target.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Fakhrul Akmal -
NPM : 2651014012

1. Perencanaan adalah kegiatan menentukan tujuan yang ingin dicapai serta langkah-langkah untuk mencapainya. Dengan adanya perencanaan, pekerjaan menjadi lebih terarah dan dapat mengurangi kesalahan dalam menjalankan kegiatan.

2. Tingkatan tujuan terdiri dari strategis, taktis, dan operasional. Tujuan strategis berisi tujuan besar dan jangka panjang, tujuan taktis dibuat untuk mendukung tujuan tersebut, sedangkan tujuan operasional berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari.

3. Proses perencanaan dimulai dengan menentukan tujuan, melihat keadaan yang ada, mencari beberapa pilihan tindakan, kemudian memilih dan menjalankan rencana yang paling sesuai. Sementara itu, misi organisasi menjelaskan alasan organisasi tersebut berdiri dan apa yang ingin dicapai.

4. SMART membantu membuat tujuan yang lebih jelas dan terarah. Tujuan harus spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, sesuai dengan kebutuhan, dan memiliki batas waktu. Contohnya, meningkatkan penjualan sebesar 10% dalam waktu 3 bulan.

5. MBO adalah cara mengelola pekerjaan dengan menetapkan tujuan yang disepakati oleh atasan dan karyawan. Setelah pekerjaan dilakukan, hasilnya dibandingkan dengan target untuk mengetahui apakah tujuan sudah tercapai atau masih perlu diperbaiki.

6. Single-Use Plan adalah rencana yang dibuat untuk kegiatan tertentu dan biasanya hanya digunakan sekali, seperti rencana mengadakan seminar. Sedangkan Standing Plan merupakan rencana yang digunakan berulang kali, seperti aturan kerja atau SOP perusahaan.

7. Perencanaan adaptif dilakukan dengan menyesuaikan rencana ketika terjadi perubahan. Perencanaan krisis digunakan untuk menghadapi keadaan yang tidak terduga. Sementara itu, perencanaan kinerja tinggi berfokus pada target yang jelas, kerja sama yang baik, dan evaluasi agar hasil kerja semakin maksimal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Aurel Anggia Naura -
NPM 2651014004

1. Konsep dasar perencanaan dan tujuan adalah proses menentukan tujuan yang ingin dicapai serta langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya. Perencanaan membantu organisasi bekerja lebih terarah dan mengurangi risiko kesalahan.

2. Tingkatan tujuan dan perencanaan terdiri dari tiga tingkatan, yaitu strategis untuk tujuan jangka panjang organisasi, taktis untuk membantu mencapai tujuan strategis, dan operasional untuk kegiatan sehari-hari dalam menjalankan rencana.

3. Proses perencanaan dan misi organisasi dimulai dengan menentukan misi organisasi, menetapkan tujuan, menganalisis kondisi, menentukan strategi, dan menyusun tindakan. Misi berfungsi sebagai pedoman mengenai arah dan tujuan utama organisasi.

4. Kriteria tujuan yang efektif (SMART) meliputi Specific (spesifik), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (sesuai kebutuhan), dan Time-bound (memiliki batas waktu). SMART membuat tujuan lebih jelas dan mudah dievaluasi.

5. MBO (Management by Objectives) merupakan sistem manajemen yang menetapkan tujuan bersama antara manajer dan karyawan. Penerapannya dilakukan dengan menetapkan target, melaksanakan pekerjaan, serta mengevaluasi hasil berdasarkan pencapaian target tersebut.

6. Single-Use Plans adalah rencana yang dibuat untuk kegiatan tertentu dan digunakan satu kali, misalnya rencana proyek atau acara. Standing Plans adalah rencana yang digunakan berulang kali untuk kegiatan rutin, seperti kebijakan, prosedur, dan aturan organisasi.

7. Perencanaan adaptif dilakukan dengan menyesuaikan rencana terhadap perubahan kondisi. Perencanaan krisis bertujuan mempersiapkan organisasi menghadapi keadaan darurat, sedangkan perencanaan kinerja tinggi berfokus pada pencapaian hasil yang maksimal melalui efisiensi, inovasi, dan peningkatan kinerja.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Alina Cantika -
ALINA RAHMACANTIKA
NPM 2651014011

1. Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan
Perencanaan adalah proses menentukan tujuan yang ingin dicapai dan menyusun langkah untuk mencapainya. Tujuan berfungsi sebagai arah agar kegiatan organisasi lebih teratur dan terarah.


2. Menganalisis Tingkatan Tujuan dan Perencanaan
Tingkatan tujuan terdiri dari strategis, taktis, dan operasional. Tujuan strategis berjangka panjang, tujuan taktis mendukung strategi, sedangkan tujuan operasional berfokus pada kegiatan sehari-hari.


3. Proses Perencanaan dan Misi Organisasi
Proses perencanaan dimulai dari menentukan misi, menetapkan tujuan, menganalisis keadaan, menentukan strategi, dan membuat rencana tindakan. Misi menunjukkan alasan dan arah utama suatu organisasi.


4. Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)
SMART terdiri dari Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Tujuan yang memenuhi SMART harus jelas, dapat diukur, realistis, sesuai kebutuhan, serta memiliki batas waktu.


5. Penerapan Manajemen Bersasaran (MBO)
MBO merupakan metode manajemen dengan menetapkan tujuan yang disepakati oleh manajer dan karyawan. Setelah itu, kinerja dievaluasi berdasarkan tingkat pencapaian tujuan yang telah ditentukan.


6. Rencana Operasional: Single-Use vs. Standing Plans
Single-Use Plan dibuat untuk kegiatan tertentu dan digunakan satu kali, seperti rencana acara atau proyek. Standing Plan digunakan berulang kali untuk kegiatan yang bersifat rutin, seperti aturan, kebijakan, dan prosedur.


7. Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi
Perencanaan adaptif menyesuaikan rencana dengan perubahan kondisi. Perencanaan krisis mempersiapkan organisasi menghadapi keadaan darurat. Perencanaan kinerja tinggi berfokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan pencapaian hasil terbaik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Dafa Patra Prastya -
2651014002

Jawaban
1.Perencanaan adalah proses menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara untuk mencapainya. Sementara itu, tujuan adalah hasil yang ingin dicapai oleh seseorang atau organisasi.

2.Tingkatan tujuan dalam organisasi dapat dilihat dari tujuan yang paling umum.
-Tujuan strategis biasanya dibuat untuk jangka panjang dan menjadi arah utama organisasi
-tujuan taktis yang membantu menjalankan strategi
-tujuan operasional yang lebih fokus pada pekerjaan sehari-hari

3.Proses perencanaan dimulai dengan menentukan misi dan tujuan organisasi. Setelah itu, organisasi melihat kondisi yang ada, menentukan beberapa pilihan tindakan, memilih rencana yang paling sesuai, lalu melaksanakannya. Setelah dilaksanakan, hasilnya perlu dievaluasi agar dapat diketahui apakah tujuan sudah tercapai atau masih perlu diperbaiki. Misi sendiri merupakan alasan utama mengapa suatu organisasi didirikan dan apa yang ingin dicapai atau diberikan kepada masyarakat.

4.SMART digunakan agar tujuan yang dibuat lebih jelas dan mudah dicapai.
Contohnya, daripada mengatakan "ingin meningkatkan penjualan", lebih baik membuat tujuan seperti "meningkatkan penjualan sebesar 20% dalam waktu 6 bulan".

5.MBO adalah cara mengelola pekerjaan dengan menetapkan tujuan yang harus dicapai bersama.
MBO dapat membuat karyawan lebih memahami tanggung jawabnya dan lebih termotivasi.

6.Single-Use Plan adalah rencana yang dibuat untuk satu kegiatan atau tujuan tertentu dan biasanya tidak digunakan lagi setelah kegiatan selesai

Sedangkan Standing Plans adalah rencana yang digunakan secara berulang dalam kegiatan organisasi.

7.-Perencanaan adaptif dilakukan dengan membuat rencana yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan keadaan.
-Perencanaan krisis digunakan untuk mempersiapkan organisasi ketika menghadapi masalah

-perencanaan kinerja tinggi berfokus pada bagaimana organisasi dapat mencapai hasil yang maksimal
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Nadia Asyfa Putri -
Nadia Asyfa Putri (2601014044)

1. Konsep dasar perencanaan dan tujuan saling berkaitan erat, di mana tujuan merupakan sasaran spesifik yang ingin dicapai organisasi di masa depan, sedangkan perencanaan adalah peta jalan atau strategi untuk mengalokasikan sumber daya demi mencapai sasaran tersebut.
2. Untuk menganalisis tingkatan tujuan dan perencanaan, organisasi membaginya ke dalam tiga hierarki utama, yaitu tingkat strategis untuk jangka panjang oleh manajemen puncak, tingkat taktis untuk unit atau departemen oleh manajemen menengah, serta tingkat operasional untuk tugas harian oleh manajemen bawah.
3. Proses perencanaan selalu berakar pada misi organisasi yang menjadi landasan utama keberadaan perusahaan, yang kemudian diturunkan melalui analisis lingkungan internal maupun eksternal untuk merumuskan aksi dan strategi yang tepat.
4. Dalam penerapannya, penetapan tujuan yang efektif harus memenuhi kriteria SMART, yaitu spesifik (Specific), terukur (Measurable), dapat dicapai (Achievable), relevan (Relevant), dan memiliki batas waktu yang jelas (Time-bound).
5. Evaluasi terhadap Manajemen Bersasaran (Management by Objectives / MBO) menunjukkan keunggulan dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif karyawan, meski berisiko memunculkan beban birokrasi berlebih dan fokus sempit pada target jangka pendek.
6. Rencana operasional dalam organisasi dibedakan menjadi single-use plans yang dirancang khusus untuk satu kali proyek atau situasi unik, serta standing plans seperti kebijakan dan SOP yang digunakan secara berulang untuk kegiatan rutin.
7. Untuk mengembangkan perencanaan yang adaptif, krisis, dan berkinerja tinggi, organisasi perlu menerapkan analisis skenario guna mengantisipasi perubahan, menyusun protokol darurat yang sigap untuk situasi krisis, serta menetapkan target menantang (stretch goals) yang didukung oleh budaya inovasi dan evaluasi berkelanjutan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: Responsi sesi 5

by Daffy Ibrahim -
Nama: Daffy Ibrahim
Npm: 2651014017

1. Bagaimana memahami Konsep Dasar Perencanaan dan Tujuan?

Perencanaan adalah kegiatan yang dilakukan sebelum menjalankan suatu pekerjaan dengan menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara untuk mencapainya. Perencanaan penting karena dapat membantu organisasi agar kegiatan yang dilakukan lebih terarah.

Sedangkan tujuan adalah hasil yang ingin dicapai oleh seseorang atau organisasi. Jadi, tujuan menentukan apa yang ingin dicapai, sedangkan perencanaan menentukan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

2. Jelaskan cara menganalisis Tingkatan Tujuan dan Perencanaan!

Tingkatan tujuan dan perencanaan dapat dilihat dari tingkat manajemen dalam suatu organisasi. Pertama, ada perencanaan strategis yang biasanya dilakukan oleh manajemen tingkat atas dan berhubungan dengan tujuan jangka panjang organisasi.

Kedua, ada perencanaan taktis yang dilakukan oleh manajemen menengah untuk menjalankan strategi yang sudah ditentukan. Ketiga, ada perencanaan operasional yang lebih berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari, seperti jadwal kerja dan target yang harus dicapai.

Contohnya, pimpinan perusahaan menentukan target untuk meningkatkan keuntungan dalam lima tahun. Kemudian manajer membuat strategi untuk meningkatkan penjualan, sedangkan karyawan menjalankan kegiatan seperti promosi dan melayani pelanggan.

3. Bagaimana memahami Proses Perencanaan dan Misi Organisasi?

Proses perencanaan dimulai dengan menentukan misi dan tujuan organisasi. Misi menjelaskan alasan mengapa organisasi tersebut dibentuk dan apa yang ingin dicapai. Setelah itu, organisasi melihat kondisi yang sedang dihadapi, baik dari dalam maupun dari luar organisasi.

Selanjutnya, organisasi menentukan beberapa pilihan tindakan dan memilih cara yang paling sesuai. Setelah rencana dijalankan, hasilnya perlu diperiksa dan dievaluasi. Jika hasilnya belum sesuai dengan tujuan, rencana dapat diperbaiki.

4. Bagaimana menerapkan Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)?

Tujuan yang efektif dapat dibuat menggunakan prinsip SMART, yaitu Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound.

Artinya, tujuan harus jelas, dapat diukur, dapat dicapai, sesuai dengan kebutuhan, dan memiliki batas waktu.

Contohnya, tujuan “meningkatkan penjualan sebesar 10% dalam waktu enam bulan” lebih baik daripada hanya mengatakan “ingin meningkatkan penjualan”. Tujuan tersebut lebih jelas karena memiliki target dan batas waktu.

5. Mengevaluasi Penerapan Manajemen Bersasaran (MBO)

MBO atau Management by Objectives adalah cara mengelola organisasi dengan menetapkan tujuan yang harus dicapai oleh manajer maupun karyawan. Dalam penerapannya, tujuan ditentukan terlebih dahulu, kemudian setiap anggota diberikan tanggung jawab sesuai dengan pekerjaannya.

Setelah pekerjaan dilakukan, hasilnya dibandingkan dengan target yang telah ditentukan. MBO dapat membantu karyawan mengetahui apa yang harus dikerjakan dan target yang harus dicapai. Namun, penerapannya bisa menjadi kurang efektif jika target yang diberikan terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan kemampuan karyawan.

Contohnya, seorang manajer pemasaran memberikan target kepada timnya untuk mendapatkan 100 pelanggan baru dalam waktu tiga bulan. Setelah tiga bulan, hasil kerja tim tersebut dievaluasi untuk mengetahui apakah target sudah tercapai.

6. Bagaimana membedakan Rencana Operasional (Single-Use vs. Standing Plans)?

Rencana operasional terdiri dari single-use plans dan standing plans.

Single-use plans adalah rencana yang dibuat untuk suatu kegiatan tertentu dan biasanya hanya digunakan satu kali. Contohnya adalah rencana untuk mengadakan seminar atau proyek tertentu.

Sedangkan standing plans adalah rencana yang digunakan secara berulang sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan organisasi. Contohnya adalah aturan, kebijakan, dan prosedur kerja.

Jadi, perbedaannya adalah single-use plans digunakan untuk kegiatan tertentu, sedangkan standing plans digunakan berulang kali.

7. Bagaimana mengembangkan Perencanaan Adaptif, Krisis, dan Kinerja Tinggi?

Perencanaan adaptif diperlukan agar organisasi dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Perencanaan ini membuat organisasi lebih fleksibel ketika menghadapi perubahan kondisi.

Perencanaan krisis dibuat untuk menghadapi keadaan yang tidak terduga. Organisasi perlu menyiapkan langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika terjadi masalah atau keadaan darurat.

Sedangkan perencanaan kinerja tinggi bertujuan agar organisasi dapat mencapai hasil yang maksimal. Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan target yang jelas, meningkatkan kemampuan anggota, menggunakan sumber daya dengan baik, dan melakukan evaluasi secara rutin.

Contohnya, ketika terjadi perubahan kebiasaan konsumen, sebuah toko yang sebelumnya hanya berjualan secara langsung mulai menggunakan media sosial dan marketplace agar tetap dapat menjangkau pelanggan.