Kiriman dibuat oleh Aulia Fatma Kirana

Npm: 2601014051

1. Komponen & Tingkatan Strategi

Komponen: Visi-Misi (tujuan), Analisis Situasi (cek kondisi), Formulasi (bikin rencana), Eksekusi (eksekusi rencana), Evaluasi (cek hasil).

3 Tingkatan:

Korporat: Arah besar seluruh perusahaan.

Bisnis: Cara menang lawan kompetitor di pasar tertentu.

Fungsional: Cara kerja tim operasional (Marketing, HR, Finance).

2. Proses Manajemen Strategis & SWOT

Prosesnya: Tentukan tujuan → Analisis pasar → Bikin strategi → Jalankan → Evaluasi.

SWOT:

S (Strengths): Kelebihan internal kita.

W (Weaknesses): Kekurangan internal kita.

O (Opportunities): Peluang bagus di luar.

T (Threats): Tantangan/ancaman dari luar.

3. Strategi Korporat & Matriks BCG

Strategi Korporat: Cara ngatur portofolio atau lini bisnis perusahaan.

Matriks BCG:

Star: Bisnis top, pertumbuhan tinggi (perlu modal).

Cash Cow: Penghasil uang stabil, pasar udah matang.

Question Mark: Potensi ada, tapi masih ragu-ragu.

Dog: Pasar loyo, keuntungan tipis (siap-siap ditutup).

Diversifikasi:

Terkait: Buka bisnis baru yang masih nyambung.

Tak Terkait: Buka bisnis di bidang yang beda jauh.

4. 5 Kekuatan & Strategi Porter

5 Kekuatan: Pesaing baru, daya tawar pembeli, daya tawar supplier, produk pengganti, dan sengitnya kompetisi.

Strategi Porter:

Cost Leadership: Jual paling murah.

Differentiation: Buat produk paling unik.

Focus: Targetin pasar ceruk (niche) yang spesifik.

5. Dimensi Pelaksanaan Strategi

Struktur: Kejelasan pembagian tugas.

Sistem: Alur kerja dan pemantauan data.

SDM: Orang-orang yang tepat di posisi yang tepat.

Budaya: Kebiasaan dan nilai kerja tim.

Kepemimpinan: Bos yang jago memimpin timnya.
npm: 2601014051

1. Konsep Dasar Perencanaan & Tujuan
Perencanaan: Cara kita mikirin langkah-langkah ke depan (mau ngapain, gimana caranya, siapa yang ngerjain, kapan selesainya).
Tujuan: Hasil akhir atau target yang pengen dicapai.
Kuncinya: Keduanya paket lengkap. Gak ada tujuan, kita nyasar; ada tujuan tapi gak direncanakan, cuma jadi angan-angan doang.

2. Tingkatan Tujuan & Perencanaan
Dibagi jadi 3 level dari atas ke bawah:
Strategis (Atasan/Pimpinan): Jangka panjang (3-5 tahun), mikirin arah besar perusahaan (Contoh: Buka pasar internasional).
Taktis (Manajer Menengah): Jangka menengah (1-3 tahun), menterjemahkan strategi besar ke departemen masing-masing (Contoh: Naikin efisiensi produksi lini X).
Operasional (Staf Lapangan): Jangka pendek (harian/tahunan), kerjaan rutin harian (Contoh: Jadwal shift kerja, target sales minggu ini).

3. Proses Perencanaan & Misi Organisasi
Misi: Alasan utama kenapa perusahaan itu ada (jiwa dan nilai dasarnya).
Cara bikinnya: Cek kondisi sekitar (analisis SWOT), tentuin target, bikin skenario kalau ada hambatan, pilih opsi terbaik, lalu jalanin sambil diawasin.

4. Kriteria Tujuan yang Efektif (SMART)
Biar target gak cuma wacana, pakai rumus SMART:
S (Specific): Harus jelas, jangan abstrak (misal: "Naikin penjualan produk A", bukan cuma "Naikin penjualan").
M (Measurable): Ada angka/metrik yang bisa diukur.
A (Achievable): Masuk akal dan bisa dicapai, bukan halu.
R (Relevant): Nyambung sama misi perusahaan.
T (Time-bound): Ada deadline-nya (misal: "sampai akhir bulan ini").

5. Manajemen Bersasaran (MBO)
Artinya: Bos dan karyawan bareng-bareng duduk bareng buat nentuin target.
Plusnya: Karyawan lebih semangat karena dilibatkan dari awal.
Minusnya: Suka ribet di administrasi dan kadang orang jadi terlalu fokus ke target angka sampai lupa kualitas atau etika.

6. Rencana Operasional: Sekali Pakai vs. Tetap
Sekali Pakai (Single-Use): Buat acara/kejadian yang cuma kejadian sekali (Contoh: Rencana launching produk baru, atau anggaran renovasi kantor).
Rencana Tetap (Standing Plans): Aturan atau SOP buat masalah yang sering kejadian berulang-ulang biar gak usah mikir dari nol lagi (Contoh: SOP cuti, aturan komplain pelanggan).

7. Perencanaan Adaptif, Krisis, & Kinerja Tinggi
Karena dunia bisnis cepet banget berubah, perusahaan butuh:
Adaptif: Gampang geser haluan kalau tiba-tiba pasar berubah, tanpa harus rombak total.
Krisis (Plan B/C): Siap-siap jurus penyelamatan kalau ada musibah atau masalah gede (kayak rantai pasok putus atau server down).
Kinerja Tinggi: Budaya kerja yang fokus ke data real-time, akuntabilitas, dan inovasi terus-menerus biar gak kalah saing.
Npm: 2601014051

1. Memahami Konsep Etika dan Tanggung JawabDefinisi Etika: Etika merupakan pedoman moral tentang benar dan salah.Definisi Tanggung Jawab: Tanggung jawab adalah kewajiban menanggung akibat dari tindakan.Hubungan Keduanya: Etika menjadi panduan, sedangkan tanggung jawab adalah tindakannya.

2. Mengetahui Hal Penting Terkait Etika dan Tanggung JawabNilai Inti: Fokus pada integritas, kejujuran, keadilan, dan rasa hormat.Kode Etik: Pelajari aturan tertulis di kampus atau organisasi.Analisis Dampak: Selalu pertimbangkan dampak keputusan bagi orang lain.

3. Penerapan dalam Situasi SederhanaContoh Kerja Kelompok: Membagi tugas secara adil merupakan bentuk etika.Bentuk Tanggung Jawab: Menyelesaikan bagian tugas tepat waktu tanpa plagiarisme.

4. Hubungan dengan Kehidupan dan PerkuliahanDunia Perkuliahan: Menjaga kejujuran akademik saat ujian dan tugas.Sikap Mahasiswa: Menghormati perbedaan pendapat dosen dan sesama mahasiswa.Kehidupan Sehari-hari: Mematuhi norma sosial dan menjaga fasilitas umum.
NPM:2601014051

1. Borderless world adalah kondisi ketika perkembangan teknologi, komunikasi, dan perdagangan membuat bisnis semakin terhubung tanpa batas negara. Perusahaan dapat memperoleh modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, dan pelanggan dari berbagai negara.
Isu yang perlu diperhatikan manajer antara lain perbedaan budaya, persaingan global, outsourcing, perubahan ekonomi, serta perbedaan hukum dan politik antarnegara.

2. Beberapa strategi yang dapat digunakan perusahaan adalah:
• Ekspor, yaitu menjual produk dari negara asal ke negara lain.
•Outsourcing/Offshoring, menggunakan tenaga kerja atau sumber daya dari negara lain.
•Lisensi, memberikan hak penggunaan merek, teknologi, atau paten kepada perusahaan asing.
•Waralaba (franchise), memberikan paket bisnis lengkap kepada pihak asing.
•Investasi langsung, yaitu terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis atau fasilitas di negara lain, seperti joint venture dan greenfield venture.

3. Manajemen internasional adalah pengelolaan operasi bisnis yang dilakukan di lebih dari satu negara. Perbedaannya dengan bisnis domestik adalah manajemen internasional menghadapi risiko dan kompleksitas yang lebih tinggi, seperti perbedaan budaya, ekonomi, hukum, politik, nilai tukar, dan kebiasaan kerja.

4. Perbedaan lingkungan antarnegara dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
•Ekonomi: nilai tukar, inflasi, suku bunga, pembangunan ekonomi, dan ketersediaan sumber daya dapat memengaruhi biaya dan keuntungan.
•Sosial-budaya: perbedaan bahasa, nilai, norma, agama, dan kebiasaan memengaruhi komunikasi, kepemimpinan, serta perilaku konsumen dan karyawan.
•Hukum-politik: peraturan, pajak, kebijakan pemerintah, ketidakstabilan politik, dan risiko politik dapat memengaruhi kegiatan dan keberlangsungan perusahaan.

5. Aliansi perdagangan regional mengurangi hambatan dan tarif perdagangan antarnegara anggota serta meningkatkan arus barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja. Contohnya Uni Eropa dan NAFTA. Hal ini menciptakan pasar yang lebih luas dan meningkatkan peluang bisnis, tetapi juga dapat meningkatkan persaingan.

6. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di berbagai negara dan memperoleh sebagian besar pendapatannya dari operasi di luar negara asal. Karakteristiknya:
•Memiliki sistem bisnis global yang terintegrasi.
•Memiliki afiliasi di berbagai negara.
•Dapat memindahkan modal, teknologi, dan SDM antarnegara.
•Pengambilan keputusan strategis terkoordinasi.
•Memiliki perspektif global dan melihat dunia sebagai satu pasar.

7. Kecerdasan budaya (CQ) adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda. CQ terdiri dari kognitif, emosional, dan fisik.
CQ penting bagi manajer yang bekerja di luar negeri karena membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami perbedaan budaya, berkomunikasi dengan efektif, mengurangi gegar budaya, dan membangun hubungan kerja yang baik.
Nama: Aulia Fatma Kirana (2601014051)

Jawaban

1. Kekuatan Historis
Sosial: Norma, budaya, dan harapan pekerja.
Ekonomi: Alokasi sumber daya, pasar, dan pembiayaan.
Politik: Hukum, regulasi, dan kestabilan pemerintah.

2. Sejarah Pemikiran Manajemen
Revolusi Industri: Transisi ke sistem pabrik.
Era Klasik (1890-1930): Efisiensi, birokrasi, dan struktur kerja.
Era Humanistik (1930-1960): Hubungan antarmanusia dan motivasi pekerja.
Era Ilmu Manajemen (1940-sekarang): Model kuantitatif dan sistem informasi.
Era Kontemporer (1970-sekarang): Teori sistem, kontingensi, TQM, dan digitalisasi.

3. Klasik vs. Humanistik
Klasik (Taylor, Weber, Fayol): Fokus pada tugas, struktur, hirarki, dan efisiensi operasional.
Humanistik (Mayo, Maslow, McGregor): Fokus pada manusia, kelompok sosial, dan kebutuhan psikologis.

4. Ilmu Manajemen Saat Ini

Konsep: Penggunaan pemodelan matematika, analisis data, dan teknik statistik.
Penerapan: Big Data, analisis prediktif, optimasi logistik, dan manajemen risiko.

5. Konsep Utama Teori Modern

Teori Sistem: Organisasi adalah kesatuan komponen yang saling bergantung (Input > Proses > Output).
Pendekatan Kontingensi: Tidak ada satu cara terbaik; keputusan tergantung pada situasi spesifik.
TQM: Fokus pada perbaikan kualitas terus-menerus (kaizen) dan kepuasan pelanggan.

6. Organisasi Pembelajar

Definisi: Organisasi yang terus-menerus belajar, bereksperimen, dan beradaptasi.

Urgensi: Penting untuk menghadapi perubahan pasar yang cepat dan mengelola aset pengetahuan (knowledge economy).

7. Perubahan Berbasis Teknologi

SCM: Optimasi rantai pasok secara real-time dari pemasok ke konsumen.

CRM: Pengelolaan data dan otomatisasi layanan untuk kepuasan pelanggan.

Outsourcing: Penyerahan fungsi bisnis non-inti ke pihak ketiga secara global dan efisien.