2651014002
1.Manajemen strategis adalah cara yang dilakukan perusahaan atau organisasi untuk menentukan tujuan, membuat rencana, menjalankan rencana tersebut, dan melihat kembali apakah hasilnya sudah sesuai dengan tujuan.
Komponen manajemen strategis meliputi visi dan misi, analisis lingkungan, perumusan strategi, pelaksanaan strategi, serta evaluasi strategi.
Dalam manajemen strategis ada tiga tingkatan strategi, yaitu strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.
2.Proses manajemen strategis dimulai dari menentukan visi, misi, dan tujuan organisasi. Setelah itu, perusahaan melihat kondisi dari dalam maupun luar perusahaan, kemudian menentukan strategi yang paling sesuai. Strategi tersebut selanjutnya dijalankan dan hasilnya dievaluasi untuk mengetahui apakah sudah berhasil atau masih perlu diperbaiki.
Salah satu cara untuk melihat kondisi perusahaan adalah dengan menggunakan analisis SWOT
Strengths (Kekuatan), yaitu kelebihan yang dimiliki perusahaan.
Weaknesses (Kelemahan), yaitu kekurangan yang dimiliki perusahaan.
Opportunities (Peluang), yaitu kesempatan yang bisa dimanfaatkan.
Threats (Ancaman), yaitu hal-hal dari luar yang dapat menghambat perusahaan.
3.Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang digunakan perusahaan untuk menentukan arah bisnis secara keseluruhan. Misalnya, perusahaan menentukan bisnis mana yang akan dikembangkan, dipertahankan, atau dihentikan.
Matriks BCG digunakan untuk melihat posisi suatu produk atau bisnis berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasarnya. Matriks ini terdiri dari empat bagian:
-Stars, yaitu produk yang memiliki pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan pasar tinggi.
-Cash Cows, yaitu produk yang pangsa pasarnya tinggi tetapi pertumbuhan pasarnya rendah.
-Question Marks, yaitu produk yang pertumbuhan pasarnya tinggi tetapi pangsa pasarnya masih rendah.
-Dogs, yaitu produk yang pangsa pasar dan pertumbuhannya sama-sama rendah.
4.Kekuatan kompetitif adalah faktor yang menentukan seberapa kuat persaingan dalam suatu bisnis. Menurut Michael Porter, ada lima kekuatan kompetitif, yaitu persaingan dengan perusahaan lain, ancaman munculnya pesaing baru, ancaman produk pengganti, kekuatan pemasok, dan kekuatan pembeli.
5.Agar strategi bisa berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki organisasi yang mendukung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah struktur organisasi, sumber daya manusia, budaya organisasi, sistem kerja, dan kepemimpinan.
Struktur organisasi menentukan siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana pembagian tugas dilakukan. Sumber daya manusia berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan karyawan. Budaya organisasi berkaitan dengan kebiasaan dan nilai yang diterapkan dalam perusahaan.
1.Manajemen strategis adalah cara yang dilakukan perusahaan atau organisasi untuk menentukan tujuan, membuat rencana, menjalankan rencana tersebut, dan melihat kembali apakah hasilnya sudah sesuai dengan tujuan.
Komponen manajemen strategis meliputi visi dan misi, analisis lingkungan, perumusan strategi, pelaksanaan strategi, serta evaluasi strategi.
Dalam manajemen strategis ada tiga tingkatan strategi, yaitu strategi korporasi, strategi bisnis, dan strategi fungsional.
2.Proses manajemen strategis dimulai dari menentukan visi, misi, dan tujuan organisasi. Setelah itu, perusahaan melihat kondisi dari dalam maupun luar perusahaan, kemudian menentukan strategi yang paling sesuai. Strategi tersebut selanjutnya dijalankan dan hasilnya dievaluasi untuk mengetahui apakah sudah berhasil atau masih perlu diperbaiki.
Salah satu cara untuk melihat kondisi perusahaan adalah dengan menggunakan analisis SWOT
Strengths (Kekuatan), yaitu kelebihan yang dimiliki perusahaan.
Weaknesses (Kelemahan), yaitu kekurangan yang dimiliki perusahaan.
Opportunities (Peluang), yaitu kesempatan yang bisa dimanfaatkan.
Threats (Ancaman), yaitu hal-hal dari luar yang dapat menghambat perusahaan.
3.Strategi tingkat korporasi adalah strategi yang digunakan perusahaan untuk menentukan arah bisnis secara keseluruhan. Misalnya, perusahaan menentukan bisnis mana yang akan dikembangkan, dipertahankan, atau dihentikan.
Matriks BCG digunakan untuk melihat posisi suatu produk atau bisnis berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasarnya. Matriks ini terdiri dari empat bagian:
-Stars, yaitu produk yang memiliki pangsa pasar tinggi dan pertumbuhan pasar tinggi.
-Cash Cows, yaitu produk yang pangsa pasarnya tinggi tetapi pertumbuhan pasarnya rendah.
-Question Marks, yaitu produk yang pertumbuhan pasarnya tinggi tetapi pangsa pasarnya masih rendah.
-Dogs, yaitu produk yang pangsa pasar dan pertumbuhannya sama-sama rendah.
4.Kekuatan kompetitif adalah faktor yang menentukan seberapa kuat persaingan dalam suatu bisnis. Menurut Michael Porter, ada lima kekuatan kompetitif, yaitu persaingan dengan perusahaan lain, ancaman munculnya pesaing baru, ancaman produk pengganti, kekuatan pemasok, dan kekuatan pembeli.
5.Agar strategi bisa berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki organisasi yang mendukung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah struktur organisasi, sumber daya manusia, budaya organisasi, sistem kerja, dan kepemimpinan.
Struktur organisasi menentukan siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana pembagian tugas dilakukan. Sumber daya manusia berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan karyawan. Budaya organisasi berkaitan dengan kebiasaan dan nilai yang diterapkan dalam perusahaan.