གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Fathul Bari

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Muhammad Fathul Bari གིས-
Nama : Muhammad Fathul Bari
NPM : 2555012002
Kelas : B

Jurnal ini menyampaikan bahwa Pancasila tidak hanya dasar negara yang dihafalkan, tapi juga bisa dijadikan cara berpikir dalam mengembangkan ilmu dan teknologi. Penulis menekankan bahwa kemajuan IPTEK sekarang memang sangat cepat dan membantu kehidupan manusia, tapi kalau tidak dibarengi nilai Pancasila, dampaknya bisa berbahaya, terutama bagi moral dan cara berpikir masyarakat. Pancasila berfungsi seperti pegangan atau rem. Ilmu dan teknologi boleh berkembang sejauh mungkin, tapi tetap harus punya batas. Ilmu tidak boleh hanya mengejar kecanggihan atau keuntungan, tapi harus bermanfaat dan tidak merugikan manusia. Setiap sila Pancasila memberi arah: ilmu harus dijalankan dengan tanggung jawab kepada Tuhan, menghargai manusia, menjaga persatuan, terbuka terhadap kritik, dan hasilnya bisa dirasakan secara adil oleh semua orang. Penulis juga menyoroti derasnya arus informasi dari luar yang masuk ke Indonesia lewat teknologi. Kalau masyarakat tidak punya dasar nilai yang kuat, mereka bisa mudah terpengaruh dan kehilangan jati diri. Karena itu, Pancasila penting sebagai penyaring agar kita tetap bisa maju tanpa meninggalkan nilai dan kepribadian bangsa. Intinya, jurnal ini mengingatkan bahwa Indonesia perlu maju dalam ilmu dan teknologi, tapi kemajuan itu harus tetap berpihak pada manusia dan berlandaskan Pancasila supaya tidak salah arah.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-2

Muhammad Fathul Bari གིས-
Nama : Muhammad Fathul Bari
NPM : 2555012002
Kelas : B

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

Menurut saya, Pancasila itu seperti pegangan agar ilmu yang kita pelajari tidak kebablasan. Di zaman sekarang, ilmu dan teknologi berkembang cepat sekali, tapi jika tidak sertai nilai, bisa salah arah.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengingatkan bahwa ilmu harus dipakai dengan hati dan tanggung jawab. Kita tidak boleh merasa paling pintar lalu menggunakan ilmu seenaknya, apalagi sampai merugikan orang lain.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab membuat kita sadar bahwa tujuan ilmu itu untuk membantu manusia. Ilmu seharusnya mempermudah hidup, bukan membuat orang tertindas atau tertinggal.
Sila Persatuan Indonesia mengajarkan bahwa ilmu yang kita pelajari sebaiknya ikut membangun bangsa. Boleh belajar dari luar negeri, tapi jangan sampai lupa kepentingan dan jati diri Indonesia.
Sila Kerakyatan mengajarkan kita untuk terbuka, mau berdiskusi, dan menerima kritik. Ilmu berkembang bukan karena merasa paling benar, tapi karena mau belajar bersama.
Sila Keadilan Sosial menegaskan bahwa hasil ilmu dan teknologi harus bisa dinikmati banyak orang, bukan hanya segelintir pihak saja.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?

Saya berharap pemimpin Indonesia ke depan adalah orang yang jujur, sederhana, dan benar-benar peduli pada rakyat, bukan hanya pandai bicara. Pemimpin yang memberi contoh baik, terutama dalam sikap dan etika. Untuk warga negara, harapannya bisa lebih bijak, terutama saat menggunakan media sosial dan teknologi. Tidak mudah terpancing emosi, mau menghargai perbedaan, dan tetap menjaga persatuan. Sedangkan ilmuwan, harapan saya mereka mengembangkan ilmu bukan hanya untuk karier atau uang, tapi untuk kepentingan masyarakat. Ilmuwan Pancasilais itu yang ilmunya dipakai untuk kebaikan bersama dan masa depan Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal-1

Muhammad Fathul Bari གིས-
Nama : Muhammad Fathul Bari
NPM : 2555012002
Kelas : B

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?

Berita ini menunjukkan kalau hoaks bisa menyasar siapa saja, bukan cuma orang awam, tapi juga mereka yang pendidikannya tinggi. Di media sosial, orang sering membagikan informasi karena merasa setuju atau tersentuh emosinya, tanpa mengecek kebenarannya dulu. Akibatnya, hoaks cepat menyebar. Cara mengantisipasinya menurut saya: jangan langsung percaya, cek sumbernya, bandingkan dengan berita dari media resmi, dan tahan diri untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas benar atau salahnya.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan  solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?

Kalau perkembangan IPTEK, khususnya media sosial, tidak disaring dengan nilai Pancasila, dampaknya bisa berbahaya. Muncul perpecahan, saling menghujat, bahkan kebencian antar kelompok. Ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan persatuan. Solusinya, teknologi harus digunakan dengan etika dan rasa tanggung jawab. Kita perlu membiasakan diri bersikap jujur, saling menghargai, dan tidak asal berkomentar atau menyebarkan informasi di media sosial.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?

Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih sering jadi pengguna teknologi dari luar negeri. Menurut saya, mahasiswa seharusnya tidak hanya bangga memakai teknologi canggih, tapi juga mulai berpikir untuk menciptakan atau mengembangkannya. Sesuai bidang studi, kita bisa mulai dari hal kecil seperti membuat karya, riset sederhana, atau inovasi yang bermanfaat. Dengan begitu, kita tidak terus bergantung pada negara lain dan bisa ikut mendorong kemandirian teknologi di Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Muhammad Fathul Bari གིས-
Nama : Muhammad Fathul Bari
NPM : 2555012002
Kelas : B

Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga harus menjadi landasan nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penulis melihat bahwa kemajuan IPTEK tidak pernah netral karena selalu bersentuhan dengan nilai budaya, agama, dan moral masyarakat. Jika pengembangan ilmu dilepaskan dari Pancasila, maka IPTEK berpotensi kehilangan arah dan bahkan merugikan kemanusiaan.

Isi jurnal cukup kuat dalam menjelaskan bahwa Pancasila berfungsi sebagai rambu etis dan normatif agar IPTEK berkembang untuk kesejahteraan manusia, bukan sekadar mengejar kemajuan teknis. Setiap sila Pancasila diposisikan sebagai sumber nilai moral, mulai dari penghormatan terhadap Tuhan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan sosial. Dengan begitu, IPTEK diharapkan tetap berpihak pada manusia dan kepentingan bangsa.

Secara keseluruhan, jurnal ini relevan dengan kondisi saat ini, terutama ketika perkembangan teknologi semakin cepat dan kompleks. Penekanannya jelas: IPTEK tetap penting, tetapi harus dikendalikan oleh nilai-nilai Pancasila agar tidak bertentangan dengan jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

Muhammad Fathul Bari གིས-
Nama : Muhammad Fathul Bari
NPM : 2555012002
Kelas : B

Jurnal ini membahas bagaimana mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berpengaruh terhadap cara mahasiswa menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Latar belakangnya cukup relevan dengan kondisi saat ini, di mana arus globalisasi dan kemajuan teknologi berkembang sangat cepat dan berpotensi memengaruhi nilai, sikap, serta pola pikir mahasiswa. Penulis melihat bahwa masalah utamanya bukan pada Pancasila yang tergerus oleh teknologi, melainkan pada cara manusia (khususnya mahasiswa) menyikapi perkembangan tersebut.

Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 40 mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal. Secara umum, metode ini sudah tepat untuk mengukur sikap dan persepsi mahasiswa, meskipun jumlah sampel tergolong terbatas sehingga hasilnya belum bisa digeneralisasi secara luas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang tergolong baik. Hal ini tercermin dari sikap jujur, toleransi terhadap perbedaan, rasa nasionalisme, serta kesadaran pentingnya Pendidikan Pancasila. Di sisi lain, mahasiswa juga dinilai mampu menyikapi perkembangan IPTEK secara positif, seperti memanfaatkan teknologi untuk belajar, berbisnis, menyaring informasi, serta menjaga etika dalam bermedia sosial.

Dari analisis regresi, ditemukan adanya pengaruh yang signifikan antara mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap cara mahasiswa menyikapi IPTEK. Namun, besar pengaruhnya hanya sekitar 28,2%. Artinya, meskipun Pendidikan Pancasila berperan penting, masih ada faktor lain yang lebih besar pengaruhnya, seperti lingkungan sosial, keluarga, media, dan pengalaman pribadi mahasiswa.

Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa Pendidikan Pancasila tetap relevan di tengah perkembangan teknologi. Mata kuliah ini tidak bertujuan menolak IPTEK, tetapi membekali mahasiswa dengan nilai dan sikap agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap berpegang pada jati diri bangsa. Analisis ini menunjukkan bahwa penguatan nilai Pancasila di perguruan tinggi masih sangat diperlukan, namun perlu dikemas dengan metode yang lebih kontekstual dan tidak bersifat indoktrinatif agar lebih efektif bagi generasi muda.