Posts made by Bunga Nurainni Nasution

Nama : Bunga Nurainni Nasution
Npm : 2513032001

Contoh Bagaimana Memberikan Rasa Aman dan Penghargaan Kepada Siswa

Penghargaan
1. Memberikan pujian atas usaha siswa. Misalnya, “Bagus, kamu sudah berusaha menjawab dengan baik.” Hal ini membuat siswa merasa lebih dihargai dan membuat siswa lebih percaya diri.

2. Memberikan penghargaan sederhana. Seperti bintang, nilai tambahan, atau ucapan selamat saat siswa berhasil menyelesaikan tugas dengan baik.

Rasa aman
1. Guru bersikap ramah dan tidak galak. Misalnya, saat siswa salah menjawab, guru tidak memarahi tetapi membimbing dengan lembut. Ini membuat siswa merasa tidak takut.

2. Memberi perlindungan dari bullying. Jika ada siswa yang diejek temannya, guru langsung menegur dan melindungi siswa tersebut agar merasa aman.

3. Memberikan suasana belajar yang tenang dan tidak menegangkan. Misalnya, guru tidak memberi tekanan berlebihan saat belajar ataupun ulangan, dan memberi waktu yang cukup untuk mengerjakan.
Nama : Bunga Nurainni Nasution
Npm : 2513032001

Menurut saya, pandangan Ki Hadjar Dewantara tentang tujuan pendidikan itu sangat humanis dan berfokus pada kemerdekaan batin serta pengembangan potensi seutuhnya setiap individu.

Yang dimana Tujuan utamanya bukan sekadar mencerdaskan otak secara akademis, tetapi juga untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Apabila saya menjadi seorang guru, saya akan berusaha mewujudkan prinsip-prinsip Ki Hadjar Dewantara dengan fokus pada pembelajaran yang relevan, bermakna, dan berpusat pada murid. Yang dimna saya akan berusaha Mengembangkan Budi Pekerti Melalui Teladan,Saya akan selalu menerapkan semboyan Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan). Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati akan diajarkan melalui interaksi sehari-hari, bukan sekadar teori.

Contoh: Jika ada konflik antar murid, saya tidak langsung memberi hukuman. Saya akan memfasilitasi mereka untuk berempati pada perasaan masing-masing dan bersama-sama menemukan solusi yang adil. 

Serta Menciptakan Lingkungan yang Merdeka dan Aman,Saya akan menciptakan ruang kelas yang inklusif, tempat murid berani bertanya, mengemukakan pendapat, dan bahkan mengakui kesalahan tanpa takut dihukum atau dihakimi. Saya akan mendorong kolaborasi dan saling menghargai.

Contoh: Saya akan mengadakan 'Sesi Refleksi Mingguan' di mana murid bebas berbicara tentang kesulitan belajar, kritik terhadap pelajaran, atau ide-ide baru untuk kelas. Saya akan bertindak sebagai moderator yang

DKPM PPKn 2025A -> Analisis Video

by Bunga Nurainni Nasution -
Nama : Bunga Nurainni Nasution
Npm : 2513032001

Teori Lawrence kohlberg
Tahapan-tahapan penalaran moral, menurut Kohlberg kesadaran moral seseorang berkembang dalam tiga level yang pertama prakonvensional, konvensional dan pasca konvensional.
Pertama tingkat pra-konvensional, biasanya terjadi pada anak-anak. Pada tahap ini, moral seseorang masih didasari oleh rasa takut akan hukuman dan keinginan mendapatkan hadiah. Pra konvensional di bagi menjadi 2 yakni :
Tahap 1: Orientasi kepatuhan dan hukuman, seseorang menilai baik dan buruknya berdasarkan rasa takut terhadap hukuman. Contohnya seorang anak merasa benar apabila mematuhi perkataan orang tuanya dan merasa bersalah apabila melanggar perintahnya.
Tahap 2: Orientasi instrumental, seseorang melakukan perbuatan baik pertama-tama mengharapkan imbalan,yang dimana perbuatan baik bisa digunakan sebagai instrumen atau alat untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain. Contohnya seorang anak baru mau disuruh melakukan sesuatu ketika diiming-imingi hadiah yang menarik.
 
Kedua tingkat konvensional, biasanya muncul pada masa remaja. Di tahap ini, seseorang mulai mematuhi aturan karena ingin diterima oleh lingkungan serta mulai keluar dari sikap egois dan mementingkan diri sendiri. Konvensional di bagi menjadi 2 tahap, yakni :
Tahap 3: orientasi anak manis, seseorang berbuat baik agar dianggap baik oleh orang lain. Pelaku yang baik adalah perilaku yang menyenangkan orang lain, membantu orang lain dan sesuai dengan diharapkan orang lain.
Tahap 4: Orientasi hukum dan ketertiban, makna kelompok diperluas di mana individu mulai sadar bahwa dirinya adalah bagian dari masyarakat,dengan demikian memiliki kewajiban untuk menaati hukum yang berlaku.

Ketiga tingkat pasca-konvensional, muncul ketika seseorang sudah berpikir lebih matang. Ia menilai sesuatu berdasarkan nilai kemanusiaan dan keadilan, bukan sekadar aturan. Pasca konvensional di bagi 2,yakni :
Tahap 5: Orientasi kontrak sosial legalistis, seseorang mulai menyadari bahwa sesuatu hukum tertentu, belum tentu dapat diterapkan dalam seluruh segi kehidupan manusia. seseorang sadar bahwa hukum bisa diubah jika tidak adil.
Tahap 6: Prinsip hati nurani universal, seseorang berpegang pada nilai moral yang diyakini seperti kejujuran, keadilan, dan kemanusiaan, meski bertentangan dengan aturan.

Kohlberg dan Piaget punya kesamaan dimana terori  mereka berdua sama sama  mempelajari bagaimana moral seseorang berkembang. Namun, cara mereka melihatnya berbeda. Piaget melakukan penelitiannya pada anak-anak. Ia menemukan ada dua cara berpikir utama tentang moral:
1.Moralitas Aturan Mutlak (Heteronom): tahap pertama perkembangan moral di mana anak memandang aturan sebagai sesuatu yang tetap, tidak dapat diubah, dan dipaksakan oleh figur otoritas
2. Moralitas Mandiri (Otonom):tahap perkembangan moral di mana anak, biasanya sekitar usia 10 tahun ke atas, memahami bahwa aturan memiliki tujuan, dapat diubah melalui kesepakatan bersama, dan penilaian moral didasarkan pada niat dan konteks, bukan hanya pada hukuman atau konsekuensi dari figur otoritas.

Kohlberg mengambil ide Piaget dan mengembangkannya menjadi enam tingkatan yang lebih luas, mencakup perkembangan moral dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Intinya, ia tidak hanya memperhatikan apakah seseorang tahu aturan, tetapi ia lebih fokus pada cara seseorang berpikir dan menimbang saat menghadapi masalah moral yang rumit di kehidupan nyata.

Sederhananya:
Piaget fokus pada hasil tindakan (apakah perbuatan itu benar atau salah berdasarkan aturan).
Kohlberg fokus pada alasan berpikir di balik keputusan moral itu.

Kedua teori ini sangat bermanfaat dalam mengajar moral, yang dimana pada teori Piaget mengajarkan kita bahwa dasar moral anak dibentuk melalui interaksi sosial (bermain dan bergaul). Sementara itu, Kohlberg menunjukkan bahwa moral seseorang bisa terus diasah dan menjadi lebih matang melalui pengalaman hidup dan merenungkan kembali tindakan diri sendiri (refleksi).

Singkatnya, Piaget membangun dasarnya dan Kohlberg memperluasnya menjadi sebuah peta jalan untuk berpikir secara moral yang lebih dewasa. Dengan memahami keduanya, seorang guru bisa mendidik siswa agar mereka tidak hanya menghafal aturan, tetapi juga mengerti alasan kuat di balik mengapa kita harus berbuat baik.

Landasan Pendidikan PPKn 2025A -> Analisis Video

by Bunga Nurainni Nasution -
Nama : Bunga Nurainni Nasution
Npm : 2513032001

Aliran konvensional merupakan pandangan atau pendapat yang membahas tentang faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya. Aliran ini memiliki 4 Macam Aliran Konvensional yang pertama
1. Empirisme, berpandangan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bersih tanpa mempunyai pembawaan sama sekali dari lahirnya, tetapi perkembangan anak ditentukan oleh lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat)yang akan menentukan arah hidupnya. Aliran ini disebut juga "Tabularasa" yang berarti anak lahir seperti kertas putih yang masih kosong dan dapat ditulis sesuai dengan keinginan orang yang akan menulisnya.
2. Aliran Nativisme, berpandangan bahwasanya manusia ketika dilahirkan telah mempunyai pembawaan (baik atau buruk).Pembawaan ini tidak dapat diubah ke arah lain oleh lingkungan atau pendidikan. Aliran ini bersifat pessimis yang artinya, Jika pembawaan baik, maka anak akan berkembang ke arah yang baik, tetapi jika pembawaan itu jelek, anak akan berkemba arah yang jelek tanpa dapat diubah
3. Aliran Naturalisme, berpandangan bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan itu manjadi rusak karena pengaruh lingkungan, bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa kepada anak dapat merusak pembawaan baik itu.
4. Aliran Konvergensi, berpandangan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan. Yang dapat di artikan bahwasanya Bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu.
Berbeda dengan fokus Aliran konvensional Gerakan baru dalam pendidikan merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan khususnya perbaikan dalam proses pembelajaran. Ada beberapa model (bentuk) perbaikan yang dajukan oleh gerakan baru pendidikan ini.
1. Pengajaran Alam Sekitar, menekankan kepada kegiatan pengajaran yang dilakukan di sekolah harus terkait dengan kehidupan nyata yang dialamı oleh anak, sehingga lebih kongkrit dan terkait secara emosional dengan kebutuhan dan kehidupan anak.
2. Pengajaran Pusat Perhatian, Dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan semboyan "Sekolah untuk hidup dan oleh hidup". Yang artinya Anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri dan tentang dunianya yaitu lingkungan tempat hidup di hari depannya.
3. Sekolah Kerja, menekankan bahwa pendidikan tidak hanya untuk individu, tetap juga harus menuhi kepentingan masyarakat
4. Pengajaran Proyekmenempatkan siswa sebagai subjek yang bebas menentukan, merancang, dan memimpin kegiatannya sendiri. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif mencari pemecahan masalah dan mengintegrasikan mata pelajaran.

Jadi kesimpulannya adalah Konvergensi adalah jembatan yang menyatukan bakat dan lingkungan, dan Gerakan Baru adalah metode yang membuat pembelajaran jadi aktif, relevan, dan berpusat pada siswa, sehingga pendidikan tidak hanya sekadar ilmu di buku, tapi juga persiapan nyata untuk kehidupan

AI PPKn A -> FORUM DISKUSI

by Bunga Nurainni Nasution -

Nama : Bunga Nurainni Nasution 

Npm : 2513032001

Kelas : 25A


menurut Pemahaman saya mengenai materi sunnah dan hadist ini adalah bahwasanya hadist adalah sumber hukum kedua setelah Alquran yang berisi perkataan, tindakan, dan persetujuan Nabi Muhammad Saw. Hadist merupakan sumber informasi tentang kehidupan beliau.


Terdapat 3 bagian utama dalam hadist,yakni :

1. Sanad, merupakan rantai atau silsilah para perawi yang menyampaikan hadis. Sanad dimulai dari orang yang mencatat hadis itu sampai ke orang yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad saw. Sanad ini ibarat daftar nama yang menunjukkan siapa saja yang berperan dalam menyampaikan hadis. Sanad berfungsi  Untuk memastikan keaslian dan kekuatan sebuah hadis

2. Matan adalah isi atau teks dari hadis itu sendiri. Matan adalah inti dari hadis yang berisi perkataan, perbuatan, atau persetujuan Nabi Muhammad saw. Contohnya, "Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya. Matan memiliki fungsi sebagai pesan utama yang ingin disampaikan oleh hadis itu sendiri.

3. Rawi adalah orang yang meriwayatkan atau menyampaikan hadis.mereka adalah individu-individu yang ada di dalam rantai sanad. Seorang rawi bisa jadi hanya satu orang, atau bisa jadi sebuah kelompok. Para ulama hadis sangat memperhatikan kredibilitas dan karakter para rawi, termasuk kejujuran, ingatan, dan ketakwaannya. Fungsi rawi sendiri adalah penghubung antara kita dan Nabi Muhammad saw.


Sedangkan Sunnah adalah segala  perbuatan yang bersumber dari Nabi shalallahu alaihi wasallam dalam bentuk ucapan, tindakan  ataupun perbuatan yang menjadi panutan bagi umatnya. Contohnya  adalah puasa sunah Senin kamis,solat Dhuha, solat sunah qobliyah subu, sholat tahajud, sedekah subuh dll.  Sunnah bukan hanya perkataan, tapi juga tindakan dan sikap beliau yang menjadi pedoman bagi umat Islam. Bisa dibilang, Sunnah adalah "model ideal" bagaimana seorang Muslim seharusnya berperilaku. Sunnah Apabila di kerjakan mendapatkan pahala,dan apabila di tinggalkan tidak mendapatkan dosa.

Jadi kesimpulannya adalah hadis  itu ibarkan sebuah buku resep yang berisi semua petunjuk, sedangkan sunnah adalah cara memasak yang sebenarnya, yaitu penerapannya dalam kehidupan sehari-hari